• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.2. Analisis dan Evaluasi Capaian Kinerja

Analisis dan evaluasi capaian kinerja dalam pelaporan kinerja perlu dilakukan guna mengetahui permasalahan dalam capaian kinerja yang telah direncanakan. Hingga akhir tahun 2015, Pemerintah Kota Sabang secara bertahap dan konsisten telah berupaya untuk mewujudkan seluruh target Sasaran Strategis RPJM Kota Sabang Tahun 2013 – 2017.

Berdasarkan hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Strategis tersebut di atas, maka dilakukanlah evaluasi dan analisis capaian kinerja pada setiap tujuan dan Sasaran Strategis RPJM Kota Sabang Kota Sabang Tahun 2015 sebagai berikut:

1) Sasaran Strategis (SS) – 1:

Meningkatnya Pemahaman dan Pengamalan Keagamaan oleh Masyarakat.

Sesuai dengan Undang-undang nomor 11 Tahun 2011 tentang Pemerintahan Aceh pasal 17 ayat (2), bahwa Urusan wajib lainnya yang menjadi kewenangan khusus pemerintahan kabupaten/kota adalah pelaksanaan keistimewaan Aceh yang antara lain meliputi:

a. penyelenggaraan kehidupan beragama dalam bentuk pelaksanaan syari’at Islam bagi pemeluknya di Aceh dengan tetap menjaga kerukunan hidup antar umat beragama;

b. penyelenggaraan kehidupan adat yang bersendikan agama Islam; c. penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas serta menambah

materi muatan local sesuai dengan syari’at Islam; dan d. peran ulama dalam penetapan kebijakan kabupaten/kota.

Tabel 3.3

Capaian Kinerja pada Sasaran Strategis Meningkatnya Pemahaman dan Pengamalan Keagamaan oleh Masyarakat

Indikator Kinerja Realisasi 2013 Realisasi 2014 2015 Target Realisasi % Capaian 1. Jumlah kasus pelanggaran syariat Islam yang tertangani

NA 60 kasus < 60 Kasus 39 kasus 135%

2. Pertumbuhan penerimaan ZIS

1% 20,89% 15% 16,82% 112%

Berdasarkan hasil pengukuran indikator kenerja sasaran strategis Meningkatnya Pemahaman dan Pengamalan Keagamaan oleh Masyarakat, diperoleh persentase rata-rata capaian kinerja sebesar 123,5% (kategori: Sangat Baik).

1. Jumlah Kasus Pelanggaran Syariat Islam Yang Tertangani. Kasus pelanggaran Syariat Islam yang tertangani penyelesaian di Kota Sabang, berpedoman kepada Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan Syariat Islam Bidang Akidah, Ibadah dan Syiar Islam, dan Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang melipiti pelanggaran Khamar, Maisir, Khalwat, Ikhtilath, Zina, Pelecehan Seksual, Pemerkosaan, Qadzat, Liwath, dan Musahaqah. Semakin baik pemahaman dan pengamalan Syariat Islam, maka pelanggaran akan semakin kecil. Oleh sebab itu jumlah kasus penaggaran Syariat Islam merupakan indikator penting untuk melihat tingkat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Pada tahun 2015 Pemko Sabang menargetkan jumlah kasus pelanggaran Syariat Islam di bawah 60 kasus, realisasi kasus pelanggaran yang terjadi adalah 39 Kasus. Realisasi kinerja jumlah kasus pelanggaran Syariat Islam yang tertangani tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 terjadi penurunan, yaitu pada tahun 2015 mencapai 39 kasus, sedangkan tahun 2014 sebesar >60 kasus, sehingga persentase capaian sebesar 135% yang artinya ada penurunan kasus pelanggaran Syariat Islam sebanyak 35% dari target 60 kasus. Kasus yang terjadi pada tahun 2015 kebanyakan melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan Syariat Islam Bidang Akidah, Ibadah dan Syiar Islam. Dari data capaian kinerja indikator jumlah kasus pelanggaran Syariat Islam yang tertangani, mengambarkan pada tahun 2015 sudah memenuhi target (berhasil), hal ini disebabkan meningatnya

kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemahaman dan pengamalan Syariat Islam, dan kasus pelanggaran Syariat Islam telah diselesaikan dengan pembinaan selama 3 (tiga) hari di Kantor SATPOL PP dan WH.

Pelanggaran (Jarimah) terhadap penerapan Syariat Islam selama Tahun 2015, hal tersebut dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.4.

Pelanggaran Qanun Syariat Islam Tahun 2015

Qanun Pembinaan Di Kantor

Penyelesaian

Oleh Penyidik Jumlah Perkara 1. Qanun Aceh Nomor 11

Tahun 2002

1 kasus - 1 kasus

2 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 yang terdiri dari: a Khamar; b Maisir; c Zina; dan d Khalwat 3 kasus -30 kasus 4 kasus -1 kasus -3 Kasus 1 kasus 30 kasus 4 kasus Jumlah Kasus 39 Kasus Sumber: Satpol PP dan WH Sabang Tahun 2015

2. Pertumbuhan Penerimaan Zakat, Infaq dan Sadakah.

Pemahaman Syariat Islam yang baik akan meningkatkan pengamalan nilai-nilai agama, salah satunya adalah pembayaran Zakat, Infaq dan Shadaqah.

Tabel 3.5

Pertumbuhan Penerimaan Zakat, Infaq dan Shadaqah

Indikator Kinerja Realisasi 2013 Realisasi 2014 Realisasi 2015 Pertumbuhan Pertumbuhan penerimaan zakat, infaq dan sedekah 3.489.578.350 4.218.658.632 4.928.388.598 16,82%

Pemko Sabang menargetkan pertumbuhan penerimaan ZIS pada tahun 2015 sebesar 15%, realisasi pertumbuhannya adalah 16,82%, lebih rendah dari realisasi pertumbuhan pada tahun 2014 yakni 20,89%, kondisi ini disebabkan karena adanya beberapa

pegawai negeri sipil yang pensiun dan pindah tugas ke daerah lain, sedangkan dilihat dari segi pertumbuhan penerimaan zakat, infaq dan sedekah setiap tahun meningkat (Tabel 3.5), peningkatan terjadi dikarenakan meningkatnya pendapatan (gaji) pegawai dan kesadaran masyarakat dalam menyetor zakat, infaq dan sedekah kepada Baitul Mal. Tingkat capaian kinerja untuk tahun 2015 adalah sebesar 112%.

2) Sasaran Strategis (SS) – 2:

Meningkatnya Kerukunan Antar Umat Beragama

Tingkat toleransi antar umat beragama juga masih kental dirasakan yang ditunjukkan melalui tidak adanya konflik yang terjadi antar umat beragama.

Tabel 3.6

Capaian Kinerja pada Sasaran Strategis Meningkatnya Kerukunan Antar Umat Beragama

Indikator Kinerja Realisasi 2013 Realisasi 2014 2015 Target Realisasi % Capaian Jumlah konflik

keagamaan 0 kasus 0 kasus 0 kasus 0 kasus 100%

Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah rendahnya tingkat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Orang yang memiliki pemahaman dan pengamalan nilai agama yang baik tidak akan menghadirkan konflik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, tingkat pemahaman dan pengamalan dapat diukur dengan jumlah konflik yang terjadi.

Pada tahun 2015 Pemko Sabang menargetkan tidak ada konflik keagamaan pada tahun 2015. Realisasi sama dengan target. Hal ini berarti capaian 2015 sama dengan capaian 2014, sehingga capaian kinerja untuk tahun ini adalah 100%.

Realisasi kinerja indikator Jumlah Konflik Keagamaan tahun 2015 sebesar 0 kasus sudah mencapai target yang telah ditetapkan sebesar 0 kasus sama dengan tahun sebelumnya.

Data diatas menunjukkan bahwa kinerja Meningkatnya Kerukunan antar Umat Beragama tahun 2015 berhasil. Hal disebabkan Pemerintah Kota Sabang konsisten dan fokus melaksanakan program/kegiatan yang menunjang indikator Jumlah Konflik Keagamaan dengan perencanaan yang matang dan pemanfaatan sumber daya yang efisien.

Berdasarkan hasil pengukuran indikator kenerja sasaran strategis Meningkatnya Kerukunan Antar Umat Beragama, diperoleh persentase capaian kinerja sebesar 100% (kategori: sangat baik).

3) Sasaran Strategis (SS) – 3:

Meningkatnya Kualitas Pendidikan bagi Siswa dan Tenaga Kependidikan

Kualitas pendidikan dan masyarakat yang cerdas merupakan sub sasaran strategis prioritas dari sasaran strategis kualitas pelayanan umum yang ingin dicapai. Keberhasilan pembangunan suatu wilayah ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas SDM tersebut. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan.

Untuk mengetahui seberapa banyak penduduk yang memanfaatkan fasilitas pendidikan dapat dilihat dari persentase penduduk menurut partisipasi sekolah. Untuk melihat partisipasi sekolah dalam suatu wilayah biasa dikenal beberapa indikator untuk mengetahuinya, antara lain: Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Sekolah (APS), dan Angka Kelulusan (AK) serta Persentase Tenaga Pendidik Yang Telah Memenuhi Sertifikasi.

Pengukuran sasaran strategis meningkatnya kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan pada tahun 2015 sebagai berikut:

Tabel 3.7

Capaian Kinerja pada Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Pendidikan bagi Siswa dan Tenaga Kependidikan

Indikator Kinerja Capaian 2013

Capaian 2014

2015

Target Realisasi % Capaian 1. Angka Partisipasi Murni (APM) - SD/MI - SMP/ MTs - SMA/ MA/ SMK 93,04% 67,41% 71,55% 97,87% 67,09% 58,44% 98% 70% 80% 98% 77% 71% 100% 110% 88,75% 2. Angka Partisipasi Kasar (APK) - PAUD - SD/MI - SMP/ MTs - SMA/ MA/ SMK 81,59% 117,60% 105,99% 104,54% 53,52% 120,73% 110,32% 71,56% 60% 100% 100% 100% 43,50% 130,47% 122,60% 108,31% 72,50% 130,47% 122,6% 108,31% 3. Angka Partisipasi Sekolah (APS) 99,14% 71,56% 85% 109,95% 129,35% 4. Angka Kelulusan (AK) - SD/MI - SMP/ MTs - SMA/ MA/ SMK 100% 92,21% 97,24% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 5. Persentase Tenaga Pendidik yang Telah Memenuhi Sertifikasi 48,9% 49,01% 60% 61,34% 102,23%

Rata-rata Capaian Indikator 94,79%

Berdasarkan hasil Pengukuran Indikator Kinerja pada Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Pendidikan bagi Siswa dan Tenaga Kependidikan diperoleh persentase rata-rata capaian kinerja sebesar 94,7%(kategori Sangat Baik).

1. Angka Partisipasi Murni (APM)

Indikator ini menunjukkan proporsional anak sekolah pada satu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya.

Berdasarkan tabel di atas, pada tahun 2015 realisasi APM SD/MI mencapai 98% sesuai dengan target yang sudah ditetapkan, untuk APM SMP/MTs realisasi mencapai 77%, meningkat dari target yang

sudah ditetapkan sebesar 70%. Sedangkan untuk APM SMA/MA/SMK realisasi nya 71% menurun dari target sebesar 80%. Capaian kinerja tahun 2015 untuk APM SD/MI sebesar 100%, meningkat 2,23% dari capaian kinerja tahun 2014 sebesar 97,87%, untuk APM SMP/MTs sebesar 110%, meningkat 42,91% dari capaian kinerja tahun 2014 sebesar 67,09%, untuk APM SMA/MA/SMK sebesar 88,75%, meningkat 30,31% dari capaian kinerja tahun 2014 sebesar 58,44%.

Realisasi kinerja sampai dengan tahun 2015 untuk APM SD/MI baru mencapai 98% sementara target RPJM 98,33%, untuk APM SMP/MTs sudah mencapai 77% sementara target RPJM 67,71%, untuk APM SMA/MA/SMK baru mencapai 71% sementara target RPJM 79,70%.

Jika dilihat dari capaian Nasional di Tahun 2015 (sumber: LKIP Kemdikbud 2015) untuk APM SD/MI 81,94%, capaian Kota Sabang 98%. Untuk APM SMP/MTs 61,45%, capaian Kota Sabang 77%. Untuk APM SMA/MA/SMK mencapai 49,06% capaian Kota Sabang 71%. Dari capaian APM ketiga jenjang tersebut di tingkat Nasional capaian indikator untuk kesiapan anak usia sekolah murni kota sabang sudah sangat baik kerana sudah melewati capaian Nasional. Dari data capaian kinerja APM SD/MI di atas menggambarkan pada tahun 2015 sudah memenuhi target (berhasil), hal ini disebabkan oleh konsistensi lembaga penyelenggara pendidikan terhadap ketentuan yang mengatur tentang penerimaan siswa/i baru, baiknya proses belajar mengajar di sekolah serta tingkat kesadaran masyarakat terhadap persoalan ini relatif sudah baik. Hal yang sama juga terjadi pada jenjang pendidikan SMP/MTs. Sementara untuk jenjang pendidikan SMA/MA/SMK belum dapat mencapai target, hal ini disebabkan tidak seluruh siswa lulusan SMP/MTs melanjutkan jenjang pendidikan pada SMA/MA/SMK yang ada di Kota Sabang, juga terdapat siswa mutasi ke luar daerah.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dinyatakan penggunaan sumber daya telah efisien, dapat digambarkan untuk indikator APM SD/MI capaian kinerja masih tetap sama dengan capaian kinerja tahun 2014, dengan tingkat capaian kinerja terhadap target kinerja sebesar 100%.

Sedangkan untuk APM SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, capaiannya meningkat dari tahun 2014. APM SMP/MTs dapat dicapai sebesar 67,09%, dari target sebesar 70% tahun 2014 sedangkan pada tahun 2013 mencapai 67,41%. Tingkat capaian kinerja terhadap target kinerja tahun 2015 sebesar 110%.

APM SMA/MA/SMK dapat dicapai sebesar 71% dari target sebesar 80% tahun 2015, sedangkan pada tahun 2014 mencapai 58,44%. Tingkat capaian kinerja terhadap target kinerja tahun 2015 sebesar 88,75%.

2. Angka Partisipasi Kasar (APK)

Dalam melihat besarnya tingkat partisipasi sekolah (kotor) penduduk dalam rentang usia pendidikan tertentu, maka perbandingan antara besaran jumlah murid sekolah pada jenjang tertentu dengan penduduk dengan usia per jenjang pendidikan maka dapat dilihat pada besaran Angka Partisipasi Kasar (APK) perjenjang pendidikan. Berdasarkan tabel di atas, pada tahun 2015 realisasi APK SD/MI mencapai 130,47 % melebihi dengan target yang sudah ditetapkan, untuk APK SMP/MTs realisasi mencapai 122,60 %, meningkat dari target yang sudah ditetapkan sebesar 100 %. Sedangkan untuk APK SMA/MA/SMK realisasi nya 108,31 % meningkat dari target sebesar 100%.

Capaian kinerja tahun 2015 untuk APK SD/MI sebesar 130,47 %, meningkat 9,74% dari capaian kinerja tahun 2014 sebesar 120,73 %, untuk APK SMP/MTs sebesar 122,60%, meningkat 12,28 % dari capaian kinerja tahun 2014 sebesar 110,32%, untuk APK

SMA/MA/SMK sebesar 108,31%, meningkat 36,75% dari capaian kinerja tahun 2014 sebesar 71,56%.

Jika dilihat dari capaian Nasional di Tahun 2015 (sumber: LKIP Kemdikbud 2015) untuk APK SD/SDLB 96,24 %, capaian Kota Sabang 130,47%. Untuk APK SMP/MTs 76,15%, capaian Kota Sabang 122,60 %. Untuk APK SMA/MA/SMK mencapai 66,41%, capaian Kota Sabang 108,31%. Capaian Indikator untuk seluruh penduduk usia sekolah dapat bersekolah terlihat sudah melewati capaian nasional bahkan melewati 100 %, naiknya angka APK melewati 100 % dapat dianalisis karena masih tingginya anak bersekolah dibawah usia sekolah, misal SD/SDLB/MI masih ada anak bersekolah dibawah 7 Tahun yaitu usia 6 tahun (1.033 siswa) wajar mengakibatkan APK naik mendekati 130 %, begitu juga ditingkat SMP/MTs/SMPLB masih ada anak berusia dibawah 13 tahun yaitu usia 12 tahun (563 siswa) dan ditingkat SMA/SMK juga masih ada anak bersekolah usia dibawah 16 tahun yaitu usia 15 tahun ( 480 siswa), akibat besarnya angka anak bersekolah tidak sesuai dengan usia sekolah tiap jenjangnya yang mengakibatkan indikator APK melewati 100 % sehingga indikator APK tidak akan pernah bisa mencapai 100 %.

Dari data capaian kinerja APK SD/MI di atas menggambarkan pada tahun 2015 sudah melebihi target (berhasil), hal ini disebabkan adanya program pendidikan yang mengenai langsung ke masyarakat , baiknya proses belajar mengajar di sekolah serta tingkat kesadaran masyarakat terhadap persoalan ini relatif sudah baik, masuknya mutasi siswa dari luar daerah untuk melanjutkan pendidikan yang ada di kota sabang serta dipengaruhi oleh proyeksi data penduduk BPS yang menyebabkan turunnya angka usia sekolah perjenjang pendidikan. Hal yang sama juga terjadi pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA/SMK .

Berdasarkan uraian di atas, dapat dinyatakan penggunaan sumber daya telah efisien.

Tingkat keberhasilan indikator seluruh penduduk usia sekolah menempuh pendidikan Dikota Sabang untuk setiap jenjang sangat dipengaruhi dengan Program pemberian Beasiswa 2 (dua) Juta untuk setiap jenjang pendidikan yang menyebabkan terjadi mutasi siswa luar daerah untuk melanjutkan pendidikan ke Kota Sabang, di samping keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh program peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah yang bekerjasama dengan pihak LP2KS Solo dan peningkatan mutu guru di program yang bersumberkan dana Otsus (Otonomi Khusus) tahun 2015 yang serta Program Rehabilitasi ruang kelas dan penyedian sarana prasarana sekolah dengan program DAK dan Otsus tahun 2015.

Sedangkan untuk APK PAUD capaiannya tidak memenuhi target dan lebih kecil dari tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2015, sedangkan tingkat capaian kinerja terhadap target kinerja tahun 2015 sebesar 43,50%. Jika diliat capaian nasional yaitu 70,1% (sumber: Lakip tahun 2015 Kemdikbud) Capaian Kota Sabang masih sangat rendah hal ini menunjukkan masih banyak penduduk anak usia sekolah (usia 4-6 Tahun) TK formal belum mengikuti pendidikan Formal.

3. Angka Partisipasi Sekolah (APS)

Angka Partisipasi Sekolah biasanya disebut APS adalah Proporsi dari semua anak yang masih sekolah pada suatu kelompok umur tertentu terhadap penduduk dengan kelompok umur yang sesuai. Angka Partisipasi Sekolah merupakan ukuran daya serap lembaga pendidikan terhadap penduduk usia sekolah. APS merupakan indikator dasar yang digunakan untuk melihat akses penduduk pada fasilitas pendidikan khususnya bagi penduduk usia sekolah di suatu wilayah/daerah. Semakin tinggi Angka Partisipasi Sekolah semakin besar jumlah penduduk yang berkesempatan mengenyam

pendidikan. Namun demikian meningkatnya APS tidak selalu dapat diartikan sebagai meningkatnya pemerataan kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan.

Dari Tabel diatas dapat dilihat capaian indikator APS untuk pendidikan dikota sabang untuk tahun 2015 adalah 109,95% dengan capaian kinerja mencapai 129,35%.

Pada tahun 2015 capaian APS untuk semua jenjang pendidikan relisasi nya sebesar 109,95% dari target 85%, capaian realisasi ini meningkat 38,39% jika dibandingkan tahun 2014 sebesar 38,39%. Dari uraian diatas APS di Kota sabang yang tinggi diatas 100% menunjukkan terbukanya peluang keberhasilan yang lebih besar dalam mengakses pendidikan secara umum. Pada kelompok umur mana peluang tersebut terjadi dapat dilihat dari besarnya APS pada setiap kelompok umur.

Tingginya angka APS ini ditunjang oleh berbagai program/kegiatan Pemerintah Daerah yang peduli dengan pendidikan seperti mengambil kebijakan berupa pemberian beasiswa 2 (dua) juta per siswa, pemberian beasiswa untuk siswa rangking disetiap jenjang pendidikan, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).

4. Angka Kelulusan (AK)

Indikator Angka kelulusan merupakan salah satu parameter kualitas pendidikan yang menunjukkan perbandingan antara jumlah siswa yang lulus dengan siswa pada berada pada kelas terakhir di setiap jenjang pendidikan tertentu.

Berdasarkan tabel di atas, pada tahun 2015 realisasi Angka Lulusan SD/MI mencapai 100% sesuai dengan target yang sudah ditetapkan, untuk Angka Lulusan SMP/MTs realisasi mencapai 100% sesuai dengan target yang ditetapkan begitu juga untuk Angka Lulusa SMA/MA/SMK realisasi nya juga mencapai 100% dari target sebesar 100%.

Capaian kinerja tahun 2015 untuk APM SD/MI sebesar 100%, sama seperti capaian % dari capaian kinerja tahun 2014 sebesar 100%, untuk Angka Lulusan SMP/MTs sebesar 100%, sama capaian kinerja tahun 2014 sebesar 100%, untuk Angka Lulusan SMA/MA/SMK sebesar 100%, sama dengan capaian kinerja tahun 2014 sebesar 100%.

Realisasi kinerja sampai dengan tahun 2015 untuk Angka Lulusan SD/MI mencapai 100% sesuai dengan target RPJM 100%, untuk Angka Lulusan SMP/MTs sudah mencapai 100% sesuai target RPJM 100%, untuk Angka Lulusan SMA/MA/SMK juga mencapai 100% dan sesuai target RPJM 100%.

Dari data capaian kinerja Angka Lulusan SD/MI di atas menggambarkan pada tahun 2015 sudah memenuhi target (berhasil), hal ini disebabkan oleh konsistensi lembaga penyelenggara pendidikan mendukung Ujian Nasional secara menyeluruh, baiknya proses belajar mengajar di sekolah serta tingkat kesadaran masyarakat terhadap persoalan ini relatif sudah baik. Hal yang sama juga terjadi pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan jenjang pendidikan SMA/MA/SMK.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dinyatakan penggunaan sumber daya telah efisien.

Tingginya Angka Lulusan disetiap jenjang pendidikan ini ditunjang oleh berbagai program/kegiatan Pemerintah Kota yang peduli dengan pendidikan seperti Pelaksanaan Program Pengayaan disetiap awal masuk ajaran baru untuk setiap kelas akhir di semua jenjang pendidikan dan baiknya sosialisasi pemerintah Kota ke lapisan masyarakat tentang pentingnya UN (Ujian Nasional).

5. Persentase tenaga pendidik yang telah memenuhi sertifikasi Salah satu urusan wajib penting dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah pendidikan. Untuk mewujudkan keberhasilan sasaran strategis pada perpektif proses bisnis internal dan pemangku

kepentingan, pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan perlu disusun sasaran strategis kompentensi tenaga pendidik. Untuk mengukur sasaran strategi ini Pemko Sabang menggunakan IKU % tenaga pendidik yang telah memenuhi sertifikasi.

Pada tahun 2015 Pemko Sabang menetapkan target sebesar 60% dari jumlah keseluruhan tenaga pendidik telah bersertifikasi. Dari target tersebut capaiannya meningkat sebesar 61,34%, meningkat dibandingkan pada tahun 2014 yakni 49,01%. Capaian kinerja pada IKU ini adalah 102,23%.

4) Sasaran Strategis (SS) – 4:

Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat.

Untuk mengukur sasaran trategis ini, ditetapkan indikator kinerja tentang angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah masyarakat Kota Sabang, hal ini dapat dilihat pada tabel 3.8 sebagai berikut:

Tabel 3.8

Capaian Kinerja pada Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat

Indikator Kinerja Capaian 2013 Capaian 2014 2015 Target Realisasi % Capaian 1. Angka Melek Huruf 99,12% 99,18% 99,50% 99,20% 99,70% 2. Rata-rata Lama Sekolah 10,63 tahun 10,68 tahun 11 tahun 10,76 tahun 97,81%

Rata-rata Persentase Tingkat Capaian 98,78%

Sasaran strategis meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat, dapat diukur dari gambaran angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Angka melek huruf adalah kemampuan baca-tulis, dianggap penting karena melibatkan pembelajaran berkelanjutan oleh seseorang sehingga orang tersebut dapat mencapai tujuannya, di mana hal ini berkaitan langsung bagaimana seseorang mendapatkan pengetahuan, menggali potensinya, dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat yang lebih luas.

Angka melek huruf adalah tolak ukur penting dalam mempertimbangkan kemampuan sumber daya manusia di suatu daerah. Hal ini didasarkan pada pemikiran yang berdalih bahwa melatih orang yang mampu baca-tulis jauh lebih murah daripada melatih orang yang buta aksara, dan umumnya orang-orang yang mampu baca-tulis memiliki status sosial ekonomi, kesehatan, dan prospek meraih peluang kerja yang lebih baik. Kemampuan baca-tulis juga berarti peningkatan peluang kerja dan akses yang lebih luas pada pendidikan yang lebih tinggi.

Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.

Angka Melek Huruf (AMH) Kota Sabang tahun 2014 mencapai 99,18% dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 99,20%, yang berarti bahwa hampir seluruh penduduk usia 15 tahun keatas di Kota sabang telah mampu membaca dan menulis huruf latin.

Sementara itu, rata-rata lama sekolah pada tahun 2014 menunjukkan capaian sebesar 10,68 tahun dan pada tahun 2015 naik menjadi 10,76 tahun, yang menunjukkan bahwa rata-rata tahun yang dihabiskan penduduk usia 15 tahun keatas di kota sabang dcalam menjalani pendidikan formalnya berada diantara 10 hingga 11 tahun. Dengan kata lain rata-rata penduduk Kota Sabang mampu menyelesaikan pendidikan menengah setingkat kelas 1 atau 2 jenjang pendidikan setingkat SMA/MA/SMK.

Dari data capaian kinerja Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata lama sekolah masyarakat Kota Sabang pada tahun 2015 belum dapat memenuhi target, hal ini disebabkan sebagian kecil masyarakat yang pada kelompok umur lanjut tidak lagi mau mengikuti program paket A/B/C dan sebagian tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dinyatakan penggunaan sumber daya telah efisien. Meningkatnya disetiap jenjang pendidikan ini ditunjang oleh berbagai program/kegiatan Pemerintah Kota yang peduli dengan pendidikan seperti mengambil kebijakan berupa pemberian

beasiswa 2 (dua) juta per siswa, pemberian beasiswa untuk siswa rangking disetiap jenjang pendidikan, dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sampai perguruan tinggi.

Berdasarkan hasil Pengukuran Indikator Kinerja pada Sasaran Strategis Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat Kota Sabang, diperoleh persentase rata-rata capaian kinerja sebesar 98,78%

(kategori sangat baik).

5) Sasaran Strategis (SS) – 5:

Meningkatanya Aksesibilitas Wilayah Antara Gampong dengan Kota Kecamatan, Antar Kota Kecamatan dan Antara Kota Kecamatan dengan Pusat Kota.

Untuk mengukur sasaran trategis ini ditetapkan 1 (satu) indikator kinerja proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik, sebagaimana terdapat pada tabel 3.9 di bawah ini:

Tabel 3.9

Capaian Kinerja pada Sasaran Strategis Meningkatnya Aksesibilitas Wilayah Antara Gampong dengan Kota Kecamatan, Antar Kota

Dokumen terkait