• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Intepretasi Hasil EOS Mengenai Kondisi Perusahaan

Dalam dokumen Gambar 4.1. Kerangka Pemecahan Masalah (Halaman 41-46)

Kategori Kondisi Perusahaan merupakan informasi tambahan di mana responden diminta menggambarkan persepsinya terhadap organisasi dengan empat buah kategori, yaitu kinerja perusahaan dibanding kompetitor, pemberdayaan SDM, kemampuan berinovasi, dan dalam hal penggajian karyawan. Secara umum, performa keempat faktor dari kondisi perusahaan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.16. Kondisi Perusahaan

Kondisi Perusahaan Nilai

Kinerja perusahaan dibandingkan kompetitor

4.62 Pemberdayaan sumber daya manusia 4.44 Kemampuan inovasi

3.71 Penggajian karyawan 4.51

Rata-rata

4.32

Kondisi perusahaan BCA dinilai berdasarkan pendapat dari para karyawannya sudah sangat baik, hal ini terlihat dari rata-rata penilaian karyawan terhadap perusahaannya yaitu sebesar 4,32. Nilai tertinggi ada pada kategori kinerja perusahaan dibandingkan kompetitor yakni sebesar 4,62, sedangkan nilai terendah diraih oleh kategori tentang kemampuan perusahaan dalam hal inovasi sebesar 3.71. Gap antara nilai tertinggi dengan terendah cukup besar, yaitu 0,91. Perusahaan rupanya perlu bekerja keras untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal berinovasi agar kategori ini tidak tertinggal dengan keunggulan-keunggulan lain yang telah dimiliki oleh perusahaan. Untuk kategori pemberdayaan SDM dan penggajian karyawan sudah sangat baik dan perlu dipertahankan, yakni dengan nilai sebesar 4,44 dan 4,51. Untuk lebih detil, analisis terhadap setiap kategori dilakukan agar gambaran dari kondisi perusahaan dapat dilihat dan dianalisis dengan teliti.

Analisis terhadap keempat pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:

• Dari 100 responden, komposisi jawaban mengenai kinerja perusahaan dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 4.15. Komposisi Jawaban Dalam Hal Kinerja Perusahaan

Dengan menggunakan skala Likert lima poin (1 = sangat buruk, 2 = di bawah rata-rata, 3 = rata-rata, 4 = di atas rata-rata, dan 5 = sangat baik), maka konversi ke dalam rentang persepsinya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.17. Rentang Persepsi Kinerja Perusahaan

Persepsi Rentang Sangat buruk 1.0 - 1.8 Di bawah rata-rata 1.8 - 2.6 Rata-rata 2.6 - 3.4 Di atas rata-rata 3.4 - 4.2 Sangat baik 4.2 - 5.0

Berdasarkan survey, 69% karyawan menilai kinerja perusahaan sangat baik dibidangnya, 25% menganggapnya di atas rata-rata, 5% yang menyebutnya sama dengan rata-rata, hanya 1% yang menilai kinerja perusahaan di bawah rata-rata, dan tidak ada seorang respodenpun yang menganggap bahwa kinerja perusahaan tersebut buruk.

Dari segi kinerja perusahaan, hal ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena perusahaan ternyata memiliki competitive advantage yang tinggi, positioning yang hebat, dan mampu menjadi market leader di bidangnya. Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan lagi

kinerja perusahaan yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan value added yang lebih tinggi bagi perusahaan, BCA perlu untuk memperbaiki dimensi-dimensi intrapreneurship yang mungkin masih memiliki kelemahan sekaligus juga mempertahankan dimensi-dimensi yang sudah cukup baik.

• Komposisi jawaban mengenai pemberdayaan SDM dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.16. Komposisi Jawaban Dalam Hal Pemberdayaan SDM

Dengan menggunakan skala Likert lima poin (1 = sangat buruk, 2 = di bawah rata-rata, 3 = rata-rata, 4 = di atas rata-rata, dan 5 = sangat baik), maka konversi ke dalam rentang persepsinya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.18. Rentang Persepsi Pemberdayaan SDM

Persepsi Rentang Sangat buruk 1.0 - 1.8 Di bawah rata-rata 1.8 - 2.6 Rata-rata 2.6 - 3.4 Di atas rata-rata 3.4 - 4.2 Sangat baik 4.2 - 5.0

Berdasarkan survey, 54% karyawan menilai pemberdayaan SDM sangat baik di perusahaan, 39% menganggapnya di atas rata-rata, 4% yang menyebutnya sama dengan rata-rata, hanya 3% yang menilai kinerja perusahaan di bawah rata-rata, dan tidak ada seorang respodenpun yang menganggap bahwa pemberdayaan SDM perusahaan buruk.

Dari segi pemberdayaan SDM, hal ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena perusahaan ternyata memiliki kompetensi yang sangat tinggi di bidang pengelolaan SDM. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya, BCA memfokuskan diri pada program pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk membangun kompetensi individu dan organisasi, guna menunjang bank dalam mengembangkan kemampuan yang lebih baik dalam bidang perbankan. Kegiatan tersebut mencakup program pelatihan, pengembangan karir, serta revitalisasi organisasi. Dengan kualitas SDM yang kuat, niscaya perusahaan akan mampu tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

• Komposisi jawaban responden mengenai perusahaan dalam hal inovasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.17. Komposisi Jawaban Dalam Hal Kemampuan Inovasi

Dengan menggunakan skala Likert lima poin (1 = sangat buruk, 2 = di bawah rata-rata, 3 = rata-rata, 4 = di atas rata-rata, dan 5 = sangat baik), maka konversi ke dalam rentang persepsinya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.19. Rentang Persepsi Dalam Hal Inovasi

Persepsi Rentang

Sangat konservatif 1.0 - 1.8 Tidak suka bereksperimen 1.8 - 2.6

Rata-rata 2.6 - 3.4

Suka bereksperimen 3.4 - 4.2 Sangat suka bereksperimen 4.2 - 5.0

Berdasarkan survey, 25% karyawan berpendapat bahwa perusahaan sangat suka bereksperimen, 44% menganggapnya cukup suka bereksperimen, 19% yang menyebutnya sama dengan rata-rata, 1% yang menilai perusahaan tidak suka bereksperimen, dan ada 11% respoden yang menganggap bahwa perusahaan bersikap sangat konservatif.

Dibandingkan dengan kategori lain dari kondisi perusahaan, kategori yang menyinggung masalah inovasi menduduki peringkat nilai yang paling rendah yakni sebesar 3,71. Kendati nilai ini masih dapat dikatakan cukup baik, namun kemampuan inovasi perusahaan masih perlu ditingkatkan lagi, karena inovasi merupakan hal yang sangat penting terutama untuk menjaga siklus hidup suatu bisnis.

Sejauh ini, produk yang ditawarkan oleh BCA kepada para nasabah cukup inovatif, mulai dari Tahapan BCA yang multiguna, layanan ATM yang tersebar luas, fasilitas internet banking melalui KlikBCA, hingga layanan hotline 24 jam melalui HALO BCA. Kemampuan inovasi BCA dalam menawarkan produk perbankan bisa dikatakan selangkah lebih maju dari kompetitornya. Bahkan BCA pernah menerima lima penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Indonesia (MURI), yang salah satu penghargaannya ditujukan untuk keberhasilan dari produk utamanya, yaitu Tahapan BCA, sebagai produk tabungan yang punya fasilitas terbanyak dan paling lama memberikan hadiah kepada nasabahnya sejak tahun 1989. Penghargaan ini tentunya merupakan hasil kerja keras BCA yang terus menerus menciptakan terobosan produk perbankan dan layanan yang kreatif dan berkualitas. Namun inovasi tentunya harus terus diberdayakan dan didukung sepenuhnya oleh perusahaan untuk menjamin pertumbuhan di masa yang datang.

• Komposisi jawaban responden mengenai perusahaan dalam hal penggajian dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 4.18. Komposisi Jawaban Dalam Hal Penggajian

Berdasarkan survey, 63% karyawan berpendapat bahwa perusahaan sudah memberikan gaji sesuai kinerjanya, 32% menganggapnya hampir sama dengan pesaing, hanya 5% yang menyebutnya di bawah rata-rata, dan tidak ada seorangpun respoden yang menilainya buruk jika dibandingkan dengan pesaing. Sistem penggajian akan berpengaruh langsung terhadap performance karyawan. Memberikan gaji sesuai dengan kinerja, akan mendorong dan meningkatkan motivasi karyawan untuk bekerja lebih baik. Dalam hal ini, BCA sudah cukup baik melakukannya.

Dalam dokumen Gambar 4.1. Kerangka Pemecahan Masalah (Halaman 41-46)

Dokumen terkait