HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Analisis dan Interpretasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2020. Adapun pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Pengaruh stabilitas keuangan terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan
Berdasarkan hasil perhitungan SPSS uji t yang tersaji pada tabel diatas, diketahui bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh variabel (X1) terhadap variabel (Y) adalah sebesar 0,003 < 0,05, dan nilai β sebesar -0,77 sehingga dapat disimpulkan bahwa stabilitas keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020.
Hal tersebut memberikan bukti bahwa stabilitas keuangan berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Hasil uji hipotesis Ha1 ditolak.
Aset perusahaan dapat digunakan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan, karena aset dapat menggambarkan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Kondisi perusahaan yang tidak stabil dapat diakibatkan oleh kinerja manajemen yang tidak mampu memaksimalkan aset yang dimiliknya sehingga dapat menimbulkan perubahan aset yang terlalu terlalu tinggi atau bahkan terlalu rendah pada tahun tertentu. Jumlah aset perusahaan dimasa lalu yang kecil, dapat memotivasi perusahaan untuk meningkatkan total asetnya (Sihombing dan Rahardjo, 2014).
Hanya saja perusahaan yang memiliki aset kecil atau memiliki aset yang besar namun arus kas keluar juga besar, memiliki peluang untuk melakukan manipulasi agar stabilitas perusahaannya terlihat baik (Sihombing dan Rahardjo, 2014).
Kondisi keuangan yang stabil dapat memperkecil risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Kondisi tersebut dapat dilihat dari perubahan aset yang tidak terlalu signifikan berbeda dari tahun sebelumnya. Hal ini dapat menjadi tekanan bagi manajer untuk menampilkan kondisi perubahan aset yang stabil dan menunjukkan stabilitas perusahaan yang terlihat baik kepada para pengguna laporan keuangan, sebagai upaya me narik minat investor untuk menanamkan modal diperusahaannya.
Loebbecke dan Bell (dalam Skousen et al., 2008) mengindikasi perusahaan yang mengalami pertumbuhan di bawah rata- rata industri, memungkinan manajer untuk manipulasi laporan keuangan untuk meningkatkan prospek perusahaan. Hal ini juga didukung dengan nilai konstanta dari hasil pengujian yang positif, menunjukkan semakin tinggi rasio perubahan total aset suatu perusahaan, semakin tinggi juga tingkat risiko kecurangan pada laporan keuangannya. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Skousen et al. (2008) yang membuktikan bahwa pertumbuhan aset yang cepat secara positif ber pengaruh terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan.
Hasil ini juga konsisten Sihombing dan Rahardjo (2014), menunjukkan bahwa financial stability yang diproksikan dengan perubahan total aset (ACHANGE) terbukti berpeng aruh terhadap financial statement fraud.
2. Pengaruh tekanan eksternal terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan
Berdasarkan hasil perhitungan SPSS uji t yang tersaji pada tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh variabel (X2) terhadap variabel (Y) adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai β sebesar -35,864 sehingga dapat disimpulkan bahwa tekanan eksternal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020.
Hal tersebut memberikan bukti bahwa tekanan eksternal berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Hasil uji hipotesis Ha2 ditolak.
Tekanan eksternal berupa risiko kredit yang tinggi sebagai akibat tingginya pinjaman atau utang perusahaan kepada pihak kreditur, dapat mengakibatkan manajer perusahaan melakukan manipulasi keuangan, guna meyakinkan pihak kreditur.
Hasil penelitian ini menunjukkan leverage berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hal tersebut terjadi dikarenakan perusahaan tidak memiliki kemampuan dalam membayar utang – utangnya maka nilai leverage menjadi lebih tinggi, sehingga menjadi tekanan bagi manajer, dan pihak manajer perusahaan mendapatkan tekanan untuk mencari tambahan modal lain, selain dengan perjanjian utang.
Sesuai dengan Rahmanti dan Daljono, (2013) yang menyatakan banyak perusahaan lebih memilih menerbitkan saham kembali untuk memperoleh tambahan modal usaha dari investor tanpa
harus melakukan perjanjian utang baru yang menyebabkan beban utang perusahaan besar dan nilai leverage perusahaan semakin rendah.
Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Daljono (2013) tidak menemukan pengaruh antara tingkat leverage terhadap kecurangan laporan keuangan. Di sisi lain, dalam penelitiannya, Tiffani dan Marfuah (2015) justru menemukan pengaruh yang positif dan signifikan antara leverage terhadap kecurangan laporan keuangan.
3. Pengaruh kebutuhan keuangan pribadi terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan
Berdasarkan hasil perhitungan SPSS uji t yang tersaji pada tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh variabel (X3) terhadap variabel (Y) adalah sebesar 0,002 < 0,05 dan nilai β sebesar 35.817 sehingga dapat disimpulkan bahwa kebutuhan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020.
Hal tersebut memberikan bukti bahwa kebutuhan keuangan individu berpengaruh positif signifikan terhadap risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Hasil uji hipotesis Ha3 diterima.
Personal financial need dengan proksi persentase kepemilikan saham oleh orang dalam (OSHIP) berpengaruh signifikan terhadap financial statement fraud. Hal ini berarti persentase kepemilikan saham yang dimilki oleh orang dalam mempengaruhi terjadinya financial statement fraud pada perusahaan. Semakin tinggi nilai OSHIP, maka akan mengurangi terjadinya financial statement fraud.
Penelitian ini sejalan dengan Skousen et al. (2009) yang menyatakan bahwa personal financial need bepengaruh terhdap kecurangan laporan keuangan.
4. Pengaruh target keuangan terhadap terjadinya kecurangan laporan keuangan
Berdasarkan hasil perhitungan SPSS uji t yang tersaji pada tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh variabel (X4) terhadap variabel (Y) adalah sebesar 0,003 < 0,05 dan nilai β sebesar 0,002 sehingga dapat disimpulkan bahwa target keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020.
Hal tersebut memberikan bukti bahwa target keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Hasil uji hipotesis Ha4 diterima.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Nugraheni & Triatmoko (2018), Ulfah, Nuraina, & Wijaya (2017), Tiffani dan Marfuah (2015), serta Dalyono (2013), yang menemukan pengaruh positif antara target keuangan (ROA) terhadap kecurangan laporan keuangan.
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sihombing &
Rahardjo, (2014) yang menemukan pengaruh negatif namun tidak signifikan antara target keuangan (ROA) terhadap kecurangan laporan keuangan, karena biasanya, perusahaan yang menargetkan keuangan yang tinggi akan meningkatkan mutu operasionalnya melalui suatu sistem yang lebih efektif dan efisien serta modern.