Dalam bab ini penulis akan menganalisis semua data yang diperoleh dari hasil kuesioner dalam penelitian yang akan dilakukan oleh penulis.
1. Gambaran Umum Responden
Dalam penelitian ini penulis menggunakan 50 responden masyarakat Solo yang terdiri dari Lima kecamatan yaitu Kecamatan Serengan, Kecamatan Laweyan, Kecamatan Pesar Kliwon, Kecamatan Banjarsari, dan Kecamatan Jebres. Berdasarkan data yang didapatkan dari kuesioner yang telah dibagikan ke masyarakat Solo, maka dapat disimpulkan menjadi beberapa variable demografi antara lain jenis kelamin, usia/ umur, alamat/ tempat tinggal, dan jenis pekerjaan.
a. Responden Berdasarkan Jenis kelamin
Pada tabel III.1 menunjukkan bahwa distribusi jenis kelamin responden, Terdapat 2 jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan untuk dijadikan responden.
Tabel III.3
Distribusi Responden berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi Presentasi
Laki-Laki 27 54%
Perempuan 23 46%
Total 50 100%
Sumber: Data primer yang diolah 2013
commit to user 60
Dari data Tabel mengenai distribusi responden berdasarkan jenis kelamin, maka dapat diketahui bahwa jumlah responden laki-laki lebih besar dari pada responden perempuan yaitu sebersar 54% atau 27 laki-laki dari 50 responden.
b. Distribusi Responden Berdasarkan Usia
Dalam penelitian ini, penulis mengelompokkan usia menjadi tiga kelompok yaitu usia kurang dari 20 tahun, usia antara 20 tahun sampai 25 tahun, dan usia lebih dari 25 tahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan ke masyarakat solo, maka distribusi responden berdasarkan usia dapat diketahui melalui tabel III.4 berikut.
Tabel III.4
Distribusi Responden Berdasarkan Usia
Usia Frekuensi Presentasi
> 20 tahun 10 20%
20- 25 tahun 14 28%
< 25 tahun 26 52%
Jumlah 50 100%
Sumber: Data Primer, diolah 2013
Berdasarkan tabel III.4 mengenai distribusi responden berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa dari 50 responden yang mengisi kuesioner, terdapat 20% dari 50 responden yang berusia kurang dari 20 tahun, dan yang berusia 20 tahun sampai 25 tahun terdapat 28%
commit to user 61
dari 50 responden, sedangkan dari usia lebih dari 25 tahun terdapat 52% dari 50 responden.
c. Disrtibusi Responden Berdasarkan wilayah Tempat Tinggal
Dalam penelitian ini penulis membagi distribusi responden berdasarkan tempat tinggal menjadi lima macam yaitu berdasarkan kecamatan yang ada di Solo, antara lain kecamatan Serengan, Kecamatan Laweyan, Kecamatan Pasar Kliwon, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Jebres. Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan ke responden maka distribusi responden berdasarkan wilayah tempat tinggal dapat dilihat dari tabel III.5 berikut:
Tabel III.5
Distribusi Responden Berdasarkan Tempat Tinggal Wilayah atau
Kecamatan
Frekuensi Presentasi
Serengan 8 16%
Lawean 13 26%
Pasar Kliwon 11 22%
Banjarsari 9 18%
Jebres 9 18%
Total 50 100%
Sumber: Data Primer, diolah 2013
Berdasarkan Tabel III.5 mengenai distribusi berdasarkan wilayah tempat tinggal, dapat diketahui bahwa dari 50 responden yang mengisi
commit to user 62
kuesioner, yang terbanyak yaitu responden dari Kecamatan Laweyan terdapat 26% dari 50 responden. Adapun 16% dari 50 responden dari Kecamatan Serengan, sedangkan dari Kecamatan Pasar kliwon terdapat 22% dari 50 responden, dan 18% dari 50 responden dari Kecamatan Banjarsari, dan terakhir dari Kecamatan Jebres terdapat 18% dari 50 responden.
d. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Didalam penelitian ini, Penulis mengelompokkan empat macam jenis pekerjaan yaitu pelajar/ mahasiswa, Pegawai Negeri, Swasta, dan Lain-lain. Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan ke responden maka distribusi responden berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat dari tabel III.6 berikut:
Tabel III.6
Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Frekuensi Presentasi
Pelajar/ Mahasiswa 11 22%
Pegawai Negeri 12 24%
Swasta 20 40%
Lainnya 7 14%
Total 50 100%
Sumber: Data Primer, diolah 2013
Berdasarkan tabel III.6 mengenai distribusi berdasarkan jenis pekerjaan, dapat diketahui bahwa dari 50 responden yang mengisi
commit to user 63
kuesioner, terdapat jenis pekerjaan terbanyak yaitu Swasta yaitu 40%
dari 50 responden, Adapun dari Pelajar/ Mahasiswa terdapat 22% dari 50 responden, dari Pewagai Negeri terdapat 24% dari 50 responden, dan Lain-lain terdapat 14% dari 50 responden.
2. Analisis Deskriptif Brand Awarness
Pada penulisakan menganalisis semua data yang relevan yang telah diperoleh dari data kuesioner yang disebarkan ke masyarakat Solo. Dengan melakukan analisis dreskriptif, maka analisis diskriptif brand awareness (kesadaran merek) dapat diukur dengan cara mengkatagorikan melalui empat tingkatan yaitu Top of mind, Brand recall, Brand Recognition, dan Unaware Of Brand. Kriteria dari keempat elemen Brand Awarness dapat dilihat sebagai berikut :
commit to user 64
Tabel III.7
Kriteria Brand Awarness
Brand Awarness Kriteria
Top Of mind Merek yang paling diingat responden dan mendapatkan persentase paling tinggi dalam analisis top of mind
Brand Recall Merek-merek yang disebutkan responden setelah menyebutkan merek yang pertama yang pertama kali disebut (merek
mendapatkan analisis terbanyak dalam analisis brand recall dan peringkat kedua setelah top of mind )
Brand Recognition Responden harus diingatkan dalam
pengenalan merek. Misal menyebut merek produk atau menunjukkan foto produk.
Unaware Of Brand Responden tidak mengenali sama sekali terhadap merek yang sudah disebutkan.
Sumber:(durianto, 2001)
Berikut penjabaran dari kriteria brand awareness sebagai berikut:
a. Top Of Mind
Brand pertama apa yang disebut oleh konsumen untuk suatu kategori produk tertentu, dalam Top Of Mind responden hanya boleh memberikan satu jawaban saja .
commit to user 65
Dengan kata lain, merek tersebut menjadi merek pertama yang ada dibenak masyarakat. Seperti petanyaan berikut:
Sebutkan dengan cepat merek dagang pengharum ruangan automatic di solo yang anda INGAT ! (sebut satu saja) “
Dalam penelitian ini penulis juda dapat mengetahui Top Of Mind dari responden.berikut hasil dari penyebaran kuesioner dapat dilihat dalam Tabel III.8 sebagai berikut :
Tabel III.8 Analisis Top Of Mind Merek Produk
Sumber: Data Primer,diolah 2013
Berdasarkan tabel III.8 dan data yang diperoleh dari kuesioner yang disebar ke responden dapat disimpulkan bahwa produk pengharum ruangan automatic yang menjadi Top Of Mind.
commit to user 66
Masyarakat yaitu calmic karena keunggulan baunya yang khas serta produknya import, dengan presentase sebesar 38%
dari 50 responden, kemudian disusul oleh stella karena banyak ditemui dipasaran, dengan presentase 26% dari 50 responden, setelah itu glade yang menjadi urutan ketiga karena harganya lebih murah, dengan presentase 24% dari 50 responden, adapun eco care yang menjadi urutan ke empat kerena banyak digunakan di mall, dengan presentase 10% dari 50 responden.
Dan yang terakhir yaitu call pro karena muncul pertama kali, dengan preentasi 2% dari 50 responden.
b. Brand Recall
Brand apa yang diingat pelanggan untuk suatu kategori produk tertentu. Brand Recall merupakan multi response quesion yang menghasilkan jawaban tanpa dibantu.
Di dalam kontes yang sama, dapat ditanyakan :
“Sebutkan dengan cepat, merek dagang pengharum ruangan automatic lainnya selain yang telah Bapak/ Ibu/ Saudara/
Saudari sebut diatas apa yang anda ingat ?”
Hasil dari kuesioner yang disebarkan ke responden dapat dilihat dalam tabel III.9 sebagai berikut:
commit to user
Frekuensi Presentase
Calspray 10 20%
Sumber : Data Primer ,diolah 2013
Berdasarkan tabel III.9 dari hasil data yang diperoleh dari kuesioner yang disebar ke responden dapat disimpulkan bahwa produk pengharum ruangan automatic yang menjadi brand recall yaitu glade, dengan presentase sebesar 36% dari 50 responden, kemudian disusul oleh calmic, dengan presentase 20% dari 50 responden, setelah itu stella dan eco care berada di posisi yang sama yang menjadi urutan ketiga dan empat, kedua-duanya memiliki presentase 16% dari 50 responden, adapun yang terakhir call pro dengan presentase 12% dari 50 responden.
c. Brand Recognition
Brand yang pernah diketahui oleh konsumen, dengan adanya bantuan, pertanyaan yang diberikan disertai dengan ciri-ciri
commit to user 68
dari produk merek tersebut.
Dengan cara mengajukan pertanyaan
“Apakah Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari mengenal merek dagang pengharum ruangan automatic dari PT. Calmic ?”
Alternative jawaban terbaik adalah:
1. Ya, saya mengenal dan telah menuliskannya dalam pertanyaan sebelumnya
2. Ya, saya mengenal setelah mengisi kuesioner ini 3. Tidak mengenal sama sekali .
Hasil dari kuesioner yang di sebarkan ke responden dapat dilihat dalam tabel III.10 sebagai berikut :
Tabel III.10
Analisis Brand Recognition Pilihan
Jawaban Frekuensi Presentasi a. Ya, saya
Sumber: Data Primer, diolah 2013
commit to user 69
Berdasarkan tabel III.10 dari hasil data yang diperoleh dari kuesioner yang disebar ke responden dapat disimpulkan untuk jawaban “a, Ya, saya mengenal dan telah menuliskan di pertanyaan diatas” merupakan representative dari jawaban responden untuk item pertanyaan “Sebutkan dengan cepat merek dagang pengharum ruangan automatic di solo yang anda INGAT ! (sebut satu saja) ?“ yang mana merupakan dasar untuk analisis Top Of Mind serta item pertanyaan
“Sebutkan dengan cepat, merek dagang pengharum ruangan automatic lainnya selain yang telah Bapak/ Ibu/ Saudara/
Saudari sebut diatas apa yang anda ingat ?” yang mana merupakan dasar dari analisis Brand Recall. Adapun responden yang menjawab “a, Ya, saya mengenal dan telah menuliskan di pertanyaan diatas” memperoleh presentai sebesar 60% dari 50 responden.
Sedangkan untuk jawaban “b. Ya, saya mengenal setelah mengisi pertanyaan ini memperoleh 24% dari 50 responden, dan untuk jawaban pertanyaan “c. TIDAK mengenal sama sekali”, mendapat presentasi 16% dari 50 responden.
d. Unaware Of Brand
Untuk pengukuran unaware dilakukan observasi terhadap pertanyaan pengenalan brand awareness
commit to user 70
sebelumnya dengan melihat jawaban alternative “c. TIDAK mengenal sama sekali”
Dari hasil tabel III.10 sudah tertera hasil presentasi responden yang memilih opsi jawaban “c. TIDAK mengenal sama sekali” terdapat 16% dari 50 responden.
e. Media Pengenalan Merek
Untuk pengenalan suatu produk memerlukan media untuk memasarkannya atau untuk mengenalkan ke pada customer. Dengan mencantumkan pertanyaan “Dari mana bapak/ ibu/ saudara mengenal merek dagang “CALMIC”?.
Serta memberikan atau menyediakan opsi jawaban opsi jawaban kedapa responden sebagai berikut :
1. Sales Marketing 2. Web di internet 3. Teman
4. Keluarga 5. Lainnya,
Hasil dari kuesioner yang disebarkan kepada responden Dapat dilihat dari tabel III.11 sebagai berikut:
commit to user
Sumber : Data Primer, diolah 2013
Berdasarkan tabel III.11 dari hasil data yang diperoleh dari kuesioner yang disebar ke responden dapat disimpulkan pengenalan pengharum ruangan merek calmic terbesar dari lainnya yang memperoleh presentasi sebesar 32% dari 50 responden, dan pengenalan merek melalui teman mendapat presentasi sebesar 30% dari 50 reponden, sedangkan pengenalan responden melalui marketing sebesar 26% dari 50 responden, sedangkan sisanya masing-masing memperoleh presentase 6% dari 50 responden untuk web di internet, dan
commit to user 72
6% dari 50 responden untuk keluarga.
D. Pembahasan
Dari data yang sudah dianalisis oleh penulis, maka penulis dapat mengetahui brand awareness yang ada di dalam benak masyarakat hal ini terlihat dari merek pengharum ruangan automatic merek calmic menjadi Top Of Mind dalam benak masyarakat dengan memperoleh presentasi sebesar 38% dari 50 responden, Hasil tersebut terlihat dari tabel III.8 dengan pembuktian menggunakan data dari kuesioner yang telah disebarkan ke pada responden. Sedangkan yang memperoleh tingkatan Brand Recall yaitu pengharum ruangan automatic merek Glade dengan memperoleh presentase 36% dari 50 responden, Hasil tersebut terlihat dari tabel III.9 dengan pembuktian menggunakan data dari kuesioner yang telah disebarkan ke pada responden. Adapun tingkatan Brand Recognition, responden yang menjawab “b, Ya, saya mengenal setelah mengisi pertanyaan ini”
memperoleh presentai sebesar 24% dari 50 responden, hal ini terlihat dari tabel III.10 dengan pembuktian menggunakan data dari kuesioner yang telah disebarkan ke pada responden, dan ternyata juga terdapat responden yang tidak mengenal sama sekali merek dagang calmic mungkin karena merek dagang calmic masih jarang ditemui dimasyarakat, dan mungkin terdapat beberapa orang responden yang belum pernah menjumpain produk merek calmic dibeberapa media,
commit to user 73
dan belum banyak juga promosi yang dilakukan oleh pihak perusahaan, jadi masyarakat belum mengenal lebih dalam apa itu merek calmic, maka dari itu pada tingkatan Unaware Of Brand sendiri merek dagang calmic memperoleh presentasi sebesar 16% dari 50 responden. Prosentasi yang di peroleh tersebut terlihat dari tabel III.10 dengan pembuktian menggunakan data dari kuesioner yang telah disebarkan ke pada responden.