• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.4 Analisis dan pembahasan

4.4.1 Uji Asumsi Klasik

Beberapa uji asumsi klasik yang harus dipenuhi adalah

multikolinieritas, heteroskedastisitas dan normalitas.

a. Multikolinier itas

Uji Multikolinieritas pada penelitian ini digunakan untuk mendeteksi

adanya gejala Multikolinieritas dalam pengujian keeratan hubungan antar

variabel bebas, tercermin dari Coefficient. Hal ini tampak pada nilai tolerance

tolerance lebih dari 0,10 dan nilai kurang dari 10, artinya menunjukan tidak

terdapat korelasi antar satu variabel bebas.

Tabel 4.9

Nilai VIF ( Variance Inflation Factor )

Var iabel Bebas Toler ance VIF

Motivasi (X1) 0,623 1,606

Minat Belajar (X2) 0,570 1,754

Kompetensi Dosen Pengajar (X3)

0,786 1,272

Sumber : Lampiran 13

Berdasarkan hasil perhitungan menunjukan bahwa nilai Variance

Inflation factor (VIF) dari semua variabel bebas yang meliputi : Motivasi

(X1), Minat Belajar (X2), dan Kompetensi Dosen Pengajar (X3)

memperlihatkan nilai yang kurang dari 10. Ini berarti persoalan

Multikolinieritas di antara semua variabel bebas dapat ditolerir atau tidak

terdapat adanya gejala Multikolinieritas.

b. Heter okedastisitas

Heterokedatisitas diidentifikasikan dengan koefisien korelasi Rank

Spearman. Berdasarkan tabel dibawah, diperoleh tingkat signifikansi

koefisien korelasi Rank Spearman untuk semua variabel bebas terhadap

Tabel 4.10 : Ha sil Pengujia n Heter ok eda stisit as Va r ia bel Ta r a f Signifik a si Da r i K or ela si Ra nk Spea r ma n >/< Ta r a f α Uji K esimpu la n Motivasi (X1) 0,514 > 0,05 Homoskedastisitas

Minat Belajar (X2) 0,588 > 0,05 Homoskedastisitas

Kopentensi Dosen Pengajar (X3) 0,821 > 0,05 Homoskedastisitas

Sumber : Lampiran 13

Dari hasil pengujian heterokedastisitas diperoleh tingkat

signifikansi dari korelasi Rank Spearman lebih besar dari taraf level of

signifikan yaitu 5% (0,05).

4.4.2 Analisis Statistik Regr esi Linear Ber ganda

Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan SPSS

13.0 for windows untuk melihat model persamaan yang dibentuk dan

membuktikan hipotesis yang diajukan. Dari hasil analisis tersebut diperoleh

nilai – nilai seperti yang disajikan pada tabel 4.11 di bawah ini :

Tabel 4.11

Hasil Analisis Regr esi Berganda.

Variabel Koefisien

Regresi t hitung Sig.

Motivasi (X1) 0,128 0,794 0,430

Minat Belajar (X2) 0,701 3,066 0,003

Kopentensi Dosen Pengajar (X3) 0,263 2,043 0,045

Multiple R = 0,622 R² = 0,387 Konstanta : 4,277 Sig = 0,000 Adjusted R Square = 0,356 F hitung = 12,614 Sumber : Lampiran 15

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.11 diatas, maka dapat

dibuat model persamaan regresi linier berganda dari pengaruh Tingkat

Pemahaman Akuntansi adalah sebagai berikut :

Y = 4,277 + 0,128 X1 + 0,701 X2 + 0,263 X3

Interprestasi dari model regresi diatas adalah sebagai berikut :

1. Nilai konstanta (b0) menunjukkan besarnya nilai dari Tingkat Pemahaman

Akuntansi (Y) apabila variabel Motivasi (X1), Minat Belajar (X2), dan

Kompetensi Dosen Pengajar (X3) adalah konstan atau nol, maka besarnya

nilai Tingkat Pemahaman Akuntansi naik (Y) sebesar 4,277.

2. Nilai Koefisien regresi pada untuk variabel Motivasi (X1) adalah positif

yaitu sebesar 0,128 artinya jika Motivasi (X1) naik sebesar satu satuan,

maka Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y) akan naik sebesar 0,128 dengan

asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.

3. Nilai Koefisien regresi pada untuk variabel Minat Belajar (X2) adalah

positif yaitu sebesar 0,701 artinya jika Minat Belajar (X2) naik sebesar

satu satuan, maka Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y) akan naik sebesar

0,701 dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.

4. Nilai Koefisien regresi pada untuk variabel Kompetensi Dosen Pengajar (X3) adalah positif yaitu sebesar 0,263 artinya jika Kompetensi Dosen

Pengajar (X3) naik sebesar satu satuan, maka Tingkat Pemahaman

Akuntansi (Y) akan naik sebesar 0,263 dengan asumsi variabel bebas

Nilai Koefesien korelasi berganda (R) atau Multiple R dari persamaan

regresi linier berganda diatas adalah 0,622. Nilai Koefesien korelasi berganda

(R) sebesar 0,622 menunjukan adanya hubungan yang sangat kuat (erat)

antara variabel yaitu Motivasi (X1), Minat Belajar (X2), dan Kompetensi

Dosen Pengajar (X3) dengan Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y).

Nilai Koefesien determinan berganda (R²) dari persamaan regresi

linier berganda diatas digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan

model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai Koefesien

determinan berganda (R²) sebesar 0,387 menunjukan 38,7 % yang berarti ;

Tingkat Pemahaman Akuntansi yaitu Motivasi (X1), Minat Belajar (X2), dan

Kompetensi Dosen Pengajar (X3) dan selebihnya sebesar 61,3 % disebabkan

oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian.

4.5 Pengujian Hipotesis

a. Pembuktian hipotesis pengar uh var iabel bebas secara simultan

Untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel bebas

terhadap variabel terikat digunakan uji F dengan langkah – langkah sebagai

Tabel 4.12 : Analisis Varian (ANOVA)

Sumber Varian Jumlah Kuadrat Df Kuadrat Tengah F hitung

Regresi 557,493 3 185,831 12,614

Sisa 883,945 60 14,732

Total 1441,438 63

Sumber: Lampiran 12

Model yang dihasilkan dari metode regresi linier berganda yang

digunakan, perlu diuji signifikansi keseluruhan persamaan regresinya, yaitu

melalui Uji F. Nilai Fhitung yang diperoleh sebesar 12,614 dengan tingkat

signifikan sebesar 0,000 kurang dari 5 % (sig < 5%) maka H0 ditolak dan H1

diterima yang artinya model regresi linier berganda yang digunakan adalah

signifikan atau cocok untuk mengetahui pengaruh Motivasi (X1), Minat

Belajar (X2), dan Kompetensi Dosen Pengajar (X3) terhadap Tingkat

Pemahaman Akuntansi.

b. Pembuktian hipotesis pengar uh var iabel bebas secara Par tial

Uji t dapat digunakan untuk mengetahui signifikan tidaknya pengaruh

secara parsial Motivasi (X1), Minat Belajar (X2), dan Kompetensi Dosen

Pengajar (X3) terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Berikut ini hasil dari

Tabel 4.13. Hasil Uji t Coefficientsa 4,277 4,242 1,008 ,317 ,128 ,161 ,794 ,430 ,701 ,229 3,066 ,003 ,263 ,129 2,043 ,045 (Constant) X1=Motivasi X2=Minat Belajar X3=Kopentensi Dosen Pengajar Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients t Sig.

Dependent Variable: Y=Tingkat Pemahaman Akuntansi a.

Sumber : Lampiran 13

Hasil uji t di atas menunjukkan bahwa variabel Motivasi (X1), Minat

Belajar (X2), dan Kompetensi Dosen Pengajar (X3) secara parsial berpengaruh

terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y), sedangkan variabel, hal ini

ditunjukkan dari nilai thitung pada variabel Motivasi (X1) sebesar 0,794 dengan

tingkat signifikan sebesar 0,430 yaitu diatas 5 %, nilai thitung pada variabel

Minat Belajar (X2) sebesar 3,066 dengan tingkat signifikan sebesar 0,003

yaitu dibawah 5 %, sedangkan nilai thitung pada variabel Kompetensi Dosen

Pengajar (X3) sebesar 2,043 dengan tingkat signifikan sebesar 0,045 yaitu

dibawah 5 %.

Berdasarkan hasil uji t tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa

hipotesis penelitian ” Minat Belajar, dan Kompetensi Dosen Pengajar,

berpengaruh terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi dan Motivasi tidak

4.6 Pemba hasan dan Implikasi Penelitian

4.6.1 Pembahasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan uji F menunjukkan

bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa bahwa Motivasi, Minat

Belajar, dan Kompetensi Dosen Pengajar berpengaruh terhadap Tingkat

Pemahaman Akuntansi telah teruji kebenarannya. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa model regresi linear berganda yang digunakan cocok dan

secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi (X1),

minat belajar (X2), dan kompetensi dosen pengajar (X3) terhadap tingkat

pemahaman akuntansi (Y), hal ini tercermin dalam nilai Fhitung yang diperoleh

sebesar 12,614 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 kurang dari 5% (sig <

5%) maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya model regresi linier

berganda yang digunakan adalah cocok dan signifikan. Besarnya Nilai

Koefesien determinan berganda (R²) sebesar 0,387 menunjukan 38,7 %

pengaruh motivasi (X1), minat belajar (X2), dan kompetensi dosen pengajar

(X3) terhadap tingkat pemahaman akuntansi (Y) dan selebihnya sebesar 61,3

% disebabkan oleh faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian.

Hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa variabel Motivasi (X1)

tidak berpengaruh terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y), dimana nilai

thitung pada variabel Motivasi (X1) sebesar 0,794 dengan tingkat signifikan

sebesar 0,430 yaitu diatas 5%. Sedangkan Nilai Koefisien regresi pada untuk

(X1) naik sebesar satu satuan, maka Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y) akan

naik sebesar 0,128.

Hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa variabel Minat Belajar

(X2) berpengaruh terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y), dimana nilai

thitung pada variabel Minat Belajar (X2) sebesar 3,066 dengan tingkat signifikan

sebesar 0,003 yaitu dibawah 5%. Sedangkan Nilai Koefisien regresi pada

untuk variabel Minat Belajar (X2) adalah positif yaitu sebesar yaitu sebesar

0,701 artinya jika Minat Belajar (X2) naik sebesar satu satuan, maka Tingkat

Pemahaman Akuntansi (Y) akan naik sebesar 0,701.

Hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa variabel Kompetensi

Dosen Pengajar (X3) berpengaruh terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi

(Y), dimana nilai thitung pada variabel Kompetensi Dosen Pengajar (X3)

sebesar 2,043 dengan tingkat signifikan sebesar 0,045 yaitu dibawah 5%.

Sedangkan Nilai Koefisien regresi pada untuk variabel Kompetensi Dosen

Pengajar (X3) adalah positif yaitu sebesar 0,263 artinya jika Kompentensi

Dosen Pengajar (X3) naik sebesar satu satuan, maka Tingkat Pemahaman

Akuntansi (Y) akan naik sebesar 0,263.

4.6.2 Implikasi Penelitian

Hasil uji statistik menunjukkan bahwa Motivasi, Minat Belajar, dan

Kompetensi Dosen Pengajar secara bersama-sama (simultan) berpengaruh

bersama-sama Motivasi, Minat Belajar, dan Kompetensi Dosen Pengajar

berpengaruh terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi pada Mahasiswa

Akuntansi Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur. Hal ini

sesuai dengan pendapat Melandy dan Aziza (2006), dimana mahasiswa yang

memiliki upaya untuk meningkatkan diri akan menunjukkan semangat juang

yang tinggi ke arah penyempurnaan diri yang merupakan inti dari motivasi

untuk meraih prestasi. Minat juga menentukan sukses atau gagalnya kegiatan

seseorang. Minat yang besar akan mendorong motivasi siswa itu sendiri.

Kurangnya minat menyebabkan kurangnya perhatian dan usaha untuk belajar

(Suparlan, dkk, 2009). Bukan hanya itu, peran Dosen Pengajar merupakan

salah satu faktor penting dalam tercapainya tujuan proses belajar mengajar.

Menurut Frizsimmons (2001:23) dalam Sahyar (2009) menyatakan bahwa,

pada organisasi jasa termasuk pendidikan tinggi, produk jasa diterima oleh

pelanggan pada saat terjadi interaksi antara dosen dengan penerima jasa

(mahasiswa), sehingga kompetensi dosen dan kualitas proses pembelajaran

dalam bekerja sangat menentukan kualitas produk jasa yang dihasilkan.

Hasil uji statistik secara parsial menunjukan bahwa tidak terdapat

pengaruh yang signifikan antara Motivasi terhadap Tingkat Pemahaman

Akuntansi. Hasil ini mendukung penelitian Trisniwati dan Suryaningsum

(2003), yang menyatakan bahwa motivasi tidak berpengaruh secara signifikan

terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor

mampu dan tidak berani untuk mencoba lagi. Tentu saja hal ini akan

mengurangi semangat untuk belajar dan berprestasi sebab seorang mahasiswa

akuntansi yang tidak memiliki keinginan untuk maju dari dalam dirinya akan

menimbulkan ketidaksemangatan dalam upaya meningkatkan kualitas diri

mereka. Mereka tidak akan menunjukkan upaya dan semangat juang ke arah

penyempurnaan diri agar dapat memahami akuntansi. Tanpa motivasi dan

dorongan maka mahasiswa akuntansi akan sulit mencapai kesuksesan dan

meraih cita-cita mereka yaitu menjadi seorang akuntan.

Hasil uji statistik secara parsial menunjukan bahwa terdapat pengaruh

yang signifikan antara variabel Minat Belajar terhadap Tingkat Pemahaman

Akuntansi. Hasil ini mendukung penelitian Liandari (2010), yang menyatakan

bahwa minat belajar berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat

pemahaman akuntansi. Oemar Hamalik (1998:116) dalam Suparlan, dkk

(2009:130) menyatakan bahwa kurangnya minat dalam belajar menyebabkan

kurangnya perhatian dalam usaha belajar, sehingga semua itu akan

menghambat studinya. Dengan memiliki minat untuk belajar, maka

mahasiswa tersebut akan cenderung menyukai dan berusaha untuk

mempelajari tentang mata kuliah akuntansi sehingga akan memperoleh

pemahaman tentang akuntansi. Kelak dengan adanya keinginan untuk belajar

dan benar-benar memahami akuntansi, maka mahasiswa akuntansi akan

dapat meningkatkan potensinya dan menjadi lebih siap untuk bersaing dalam

Hasil uji statistik secara parsial menunjukan bahwa terdapat pengaruh

yang signifikan antara variabel Kompetensi Dosen Pengajar terhadap Tingkat

Pemahaman Akuntansi. Hal ini sejalan dengan penelitian Sahyar (2009),

dimana kompetensi dosen berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan

mahasiswa pada program studi di pendidikan tinggi. Penelitian Longenecker

and Arris (2002) dalam Sahyar (2009) menyatakan bahwa proses

pembelajaran atau pelatihan yang diberikan pada peserta didik dengan

memperhatikan kompetensi pengajar, proses pembelajaran yang efektif, dan

lingkungan belajar yang mendukung akan meningkatkan kualitas produk jasa

yang dihasilkan. Dapat disimpulkan bahwa peran kompetensi dosen sangat

menentukan keunggulan produk yang dihasilkan. Apabila dosen tersebut

memiliki tingkat kompetensi yang tinggi, maka diharapkan akan

menghasilkan kinerja yang optimal. Dengan kinerja yang optimal, maka

mahasiswa akan dengan mudah mengerti dan memahami materi yang

diajarkan.

4.6.3 Per bedaan Penelitian Ter dahulu Dengan Penelitian Sekarang

Selain hasil penelitian, persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu

dengan penelitian sekarang terletak pada obyek penelitian dan variabel

penelitian. Berikut ini rangkuman perbedaan dan persamaan penelitian

Tabel 4.14 : Rangkuman Perbedaan Penelitian Terdahulu Dengan Penelitian Sekarang

No. Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian

1 Eka Indah Trisniwati dan Sri Suryaningsum (2003) - Pengenalan Diri (X1) - Pengendalian Diri (X2) - Motivasi (X3) - Empati (X4) - Keterampilan Sosial (X5) - Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y)

Kecerdasan emosional secara statistik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.

2 Liandari Bintoro Setyowati (2010)

- Kecerdasan emosional (XI) - Minat Belajar (X2)

- Kepercayaan diri (X3)

Secara parsial kecerdasan emosional dan minat belajar mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi, sedangkan untuk kepercayaan diri tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi.

3 Dian Agarista (2011)

- Minat (X1) - Motivasi (X2)

- Kualitas dan Potensi Dosen Pengajar (X3)

Variabel minat, motivasi, kualitas dan potensi dosen pengajar secara parsial maupun individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi. 4 Teguh Sriwidadi (2008) - Komitmen Dosen (X1) - Kompetensi Dosen (X2) - Kepuasan Mahasiswa (Y)

Hubungan antara kompetensi dosen dan kepuasan mahasiswa positif dan kuat.

5 Sahyar (2009) - Kompetensi Dosen (X1) - Kualitas Proses

Pembelajaran (X2) - Kepuasan Mahasiswa (Y)

Secara parsial dalam penelitian ini diperoleh bahwa kompetensi dosen berpengaruh lebih besar dalam meningkatkan kepuasan mahasiswa dibandingkan kualitas proses pembelajaran. 6 Intan Ayu Fahminingtyas (2013) - Motivasi (X1) - Minat Belajar (X2) - Kompetensi Dosen (X3) - Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y)

Minat Belajar, dan Kompetensi Dosen Pengajar, berpengaruh terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi. Sedangkan Motivasi tidak berpengaruh terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi

4.6.4 Keter batasan Penelitian

Peneliti menyadari bahwa dalam penelitian ini terdapat beberapa

keterbatasan yang mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian. Keterbatasan-

keterbatan tersebut adalah :

1. Adanya perbedaan persepsi diantara masing-masing responden dalam memahani konteks pertanyaan yang disajikan dalam kuisioner.

2. Jawaban responden yang disampaikan secara tertulis melalui kuisioner belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya yang akan berbeda

apabila data diperoleh melalui wawancara langsung.

3. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa masih ada pengaruh variabel lain selain yang diungkapkan oleh peneliti, sehingga diharapkan untuk penelitian

yang akan datang hendaknya menggunakan variabel lain seperti

mengunjungi perpustakaan, intensitas belajar, metode pengajaran, kualitas

dosen atau kualitas individu yang juga mempunyai pengaruh terhadap

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Bahwa variabel – variabel Motivasi (X1), Minat Belajar (X2), dan Kompetensi

Dosen Pengajar (X3) secara bersama (simultan) berpengaruh nyata terhadap

Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y). Hal tersebut menunjukan bahwa hipotesis

pertama tentang dugaan adanya pengaruh bersama dari variabel – variabel

bebas (X) tersebut terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y) dapat diterima.

2. Bahwa variabel Motivasi (X1) tidak berpengaruh nyata terhadap Tingkat

Pemahaman Akuntansi (Y), variabel Minat Belajar (X2) berpengaruh nyata

terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y), dan variabel Kompetensi Dosen

Pengajar (X3) berpengaruh nyata terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y).

Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis kedua untuk variabel Kompetensi

Dosen Pengajar (X3), dan variabel Minat Belajar (X2) berpengaruh nyata

terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y) diterima. Namun untuk variabel

Motivasi hipotesis kedua ditolak karena variabel Motivasi (X1) tidak

5.2 Saran

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikemukakan saran yang kiranya dapat

dijadikan bahan pertimbangan dalam melakukan penelitian selanjutnya, sebagai

berikut :

1. Bagi Pembaca

Khususnya bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan

variabel lain selain variabel yang pernah diteliti sehingga dapat mengetahui

variabel apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman akuntansi

mahasiswa.

Jumlah responden dalam penelitian ini sebesar 64 orang adalah nilai

seharusnya dipertahankan karena sesuai dengan kaidah pengolahan data.

Untuk penelitian selanjutnya hendaknya jumlah data yang diobservasi dapat

bertambah kisaran antara 100 hingga 200.

2. Bagi Universitas

Sebaiknya pihak Universitas lebih menekankan pada mahasiswa

akuntansi agar lebih sering berkonsultasi dengan dosen, baik dosen wali

maupun dosen pengajar. Karena dengan berkonsultasi dengan dosen maka

mahasiswa akan mendapatkan bimbingan, motivasi, dan dorongan. Dengan

adanya motivasi dan dorongan maka dapat meningkatkan minat belajar yang

kuat pada diri mahasiswa agar dapat bersungguh-sungguh dalam memahami

mereka, sebab apabila dosen tersebut memiliki tingkat kompetensi yang

tinggi, maka dosen tersebut akan menghasilkan kinerja yang optimal sehingga

mahasiswa akan dengan mudah mengerti dan memahami materi akuntansi

Anonim, 2011, Pedoman Usulan Penelitian dan Skripsi, Penerbit Fakultas Ekonomi, UPN “Veteran” Jawa Timur.

Firdaus, Moh, 2004, Ekonometrika Suatu Pendekatan Aplikatif, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Ghozali, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Penerbit Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Ikhsan, Ishak, 2005, Akuntansi Keperilakuan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Nazir, Moh, 2005, Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta. Purwanto, M. Ngalim, 1990, Psikologi Pendidikan, Penerbit PT. Remaja

Rosdakarya, Bandung.

Riduwan, 2004, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Sekaran, Uma, 2009 , Research Methods For Business, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Slameto, 1991, Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester (SKS), Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Sugiyono, 2011, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D, Penerbit Alfabeta, Bandung.

Suharjo, Bambang, 2008, Analisis Regresi Terapan dengan SPSS, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Sumarsono, 2004, Metode Penelitian Akuntansi, Edisi Revisi, UPN “Veteran” Jawa Timur.

J ur nal Penelitian

Aritonang, T. Keke, 2008, Minat dan Motivasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa, Jurnal Pendidikan Penabur No. 10, Tahun Ke-7. Machfoedz, Mas’ud, 1999, Studi Persepsi Mahasiswa Terhadap

Profesionalisme Dosen Akuntansi Perguruan Tinggi, Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, Volume 3 No.1 Juni 1999.

Mansur, Nurdin, 2008, Reaktualisasi Kompetensi Dosen Sebagai Personal Tri Dharma Peguruan Tinggi, Jurnal Sintesa Vol. 8 No. 1 Januari 2008.

Melandy, Risyo, dkk, 2006, Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, Kepercayaan Diri Sebagai Variabel Pemoderasi, Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang, 23- 26 Agustus 2006.

Sahyar, 2009, Pengaruh Kompetensi Dosen dan Proses Pembelajaran Terhadap Kepuasan Mahasiswa, Pekbis Jurnal, Vol.1 No.3 November 2009, 131-139.

Setiawan, Roy. Analisis Pengaruh Faktor Kemampuan Dosen, Motivasi Belajar Ekstrinsik dan Intrinsik Mahasiswa, Serta Lingkungan Belajar Terhadap Semangat Belajar Mahasiswa Di Departemen Mata Kuliah Umum Universitas Kristen Petra, Jurnal Mitra Ekonomi dan Manajemen Bisnis, Vol.1 No.2 Oktober 2010. 229- 244.

Sriwidadi, Teguh, 2008, Analisis Persepsi Mahasiswa Tentang Komitmen dan Kompetensi Dosen Serta Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Mahasiswa (Studi Kasus Pada Jurusan Manajemen Universitas

Terhadap Kecerdasan Emosional, Simposium Nasional Akuntansi 7 Bali, 2-3 Desember 2004.

Trisniwati dan Suryaningsum, 2003, Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, 2003, Simposium Nasional Akuntansi 6 Surabaya, 16-17 Oktober 2003.

Skr ipsi Penelitian

Agarista, Dian, 2011, Pengaruh Beberapa Faktor Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Pada Mahasiswa Akuntansi Di UPN “Veteran” Jawa Timur, Skripsi FE-UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Bintoro, Liandari , 2010, Pengaruh Kecerdasan Emosional, Minat Belajar Dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Akuntansi Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, Skripsi FE-UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya. Web (http://www.google.com). (http://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/webmk/index.php?page=web.Berita& id=7466). (http://www.pelita.or.id/baca.php?id=86618).

Dokumen terkait