BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis dan Pembahasan
Statistik deskripstif memiliki tujuan untuk memberikan gambaran akan suatu data yang dimana dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (Ghozali, 2011). Dalam hasil pengujian statistik deskriptif, peneliti akan memberikan gambaran data yang dilihat berdasarkan nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum, minimum dan median. Hasil dari statistik deskriptif disajikan dalam tabel 4.2. sebagai berikut:
Tabel 4. 2 Statistik Deskriptif
Struktur Modal Ukuran Perusahaan Profitabilitas Struktur Aktiva Pertumbuhan Mean 0.1877 22.7742 0.0198 0.0185 0.1471 Median 0.1579 22.9522 0.0100 0.0118 0.1203 Maksimum 1.4372 25.3012 1.8753 1.0954 0.7967 Minimum 0.0135 19.6364 -0.0415 0.0000 -0.3056 Sta Deviasi 0.1768 1.2225 0.1364 0.0798 0.1541 Observasi 192 192 192 192 192
Sumber: Data diolah, 2020
Hasil analisis statistik deskriptif terhadap variabel dependen yaitu struktur modal, yang diukur dengan perbandingan total hutang dibagi dengan total aset menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0.1877. Nilai rata-rata struktur modal sebesar 18,77% dari total aset bank syariah. Hal ini mengindikasikan bahwa sebanyak 18,77% dibiayai oleh sumber eksternal. Proporsi ini menunjukkan bahwa hanya
59 sebagian kecil bank berada dalam tahap pertumbuhan dan menyiratkan bahwa sebagian kecil bank masih bergantung pada utang dalam membiayai investasi. Namun, sebagain besar bank telah tumbuh dengan baik. Untuk nilai maksimum struktur modal mencapai 1.4372. Sedangkan nilai minimum dari struktur modal sebesar 0.0135. Pada standar deviasi struktur modal sebesar 0.1768 yang dimana lebih kecil dari nilai rata-rata, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran data struktur modal tidak cukup bervariasi dikarenakan lebih kecil dari nilai rata-rata. Artinya nilai dari struktur modal antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya memiliki nilai yang homogen.
Analisis statistik deskriptif untuk variabel ukuran perusahaan memiliki nilai rata-rata sebesar 22.7742. Dengan nilai median sebesar 22.9522. Hal ini mengindikasikan bahwa bank syariah memiliki ukuran yang besar. Untuk nilai maksimum pada ukuran perusahaan sebesar 25.3012 dan nilai minimum sebesar 19.6364. Pada standar deviasi ukuran perusahaan sebesar 1.2225, hal ini mengindikasikan bahwa penyebaran nilai ukuran perusahaan tidak bervariasi atau homogen dikarenakan nilai standar deviasi ukuran perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan nilai mean.
Variabel profitabilitas yang diukur menggunakan return on assets menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0.0198 atau 1,9%. Hal ini menjelaskan bahwa bank syariah menghasilkan laba sebesar 1,9% dari setiap set yang digunakan. Untuk nilai maksimum profitabilitas sebesar 1.8753, sedangkan nilai minimum sebesar -0.0415. Nilai median dari profitabilitas sebesar 0.0100. Pada standar deviasi profitabilitas sebesar 0.1364, ini menunjukkan bahwa ukuran dari
60 profitabilitas bervariasi atau heterogen ini dikarenakan nilai standar deviasi lebih besar dibandingkan nilai rata-rata.
Berdasarkan analisis statistik deskriptif pada variabel struktur aktiva yang diukur dengan perbandingan aset tetap dibagi dengan total aset, menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0.0185 atau 1,8%. Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah memiliki aset berwujud sebesar 1,8%. Untuk nilai maksimum sebesar 1.0954, sedangkan nilai minimum sebesar 0.0000. Nilai median dari struktur aktiva yaitu sebesar 0.0118. Standar deviasi variabel struktur aktiva sebesar 0.0798 yang dapat diartikan bahwa nilai dari struktur aktiva memiliki nilai yang bervariasi atau heterogen.
Hasil statistik deskriptif pada variabel pertumbuhan, menunjukkan nilai mean sebesar 0.1471 atau 14,7%. Hal ini menunjukan bahwa total aset bank syariah mengalami perubahan dengan naik sebesar 14,7% pertahun. Menyiratkan bahwa bank syariah memiliki potensi tumbuh dan membuat bank syariah memiliki kecenderungan mendapatkan utang dari pihak ekternal. Nilai median pertumbuhan sebesar 0.1203. Pada variabel pertumbuhan nilai maksimum mencapai sebesar 0.7967, sedangkan untuk nilai minimum sebesar -0.3056. Untuk standar deviasi variabel pertumbuhan sebesar 0.1541. Nilai standar deviasi variabel pertumbuhan lebih besar dari nilai mean, hal ini menunjukkan bahwa ukuran penyebaran data lebih bervariasi atau heterogen.
61 4.3 Pemilihan Model Regresi Data Panel
Untuk menentukan model regresi data panel yang tepat untuk digunakan dalam penelitian dari Common Effect Model, Fixed Effect Model dan Random
Effect Model. Prosedur dalam melakukan pengujian pemilihan model
pertama-tama akan dilakukannya pengujian antara common effects model dan fixed effects
model. Jika fixed effects model lebih baik, maka akan dilakukan pengujian antara
fixed effects model dengan random effect model, kemudian memilih model yang
lebih baik dari hasil pengujian tersebut. Namun, jika pengujian antara common
effects dan fixed effects menghasilkan hasil yang lebih baik common effects maka
pengujian selesai (Sriyana, 2014).
4.3.1. Uji F-Stat (Common Effect Model vs Fixed Effect Model)
Uji F-Stat atau dapat disebut juga dengan uji Chow. Uji F ini memiliki tujuan untuk menentukan model terbaik dari model Common Effects dan Fixed
Effects. Jika digunakan tingkat signifikansi α sebesar 5% maka jika hasil uji F
lebih besar dari 5% atau 0,05 maka model yang didepatkan adalah common
effects. Namun, jika hasil uji F kurang dari 5% atau 0,05 maka model yang
didapatkan fixed effects.
Tabel 4. 3 Hasil Uji F-Stat
Fixed-Effect (within) regression Group variable: code
Number of obs = 192
R-sq: Within 0.9981 Obs per Group: min 8
Between 0.9800 Avg 8.0
Overal 0.9959 max 8
Corr (u_i, Xb) 0.0651 F (4,164) 21396.3
Prob > F 0.0000
62 Size -.1034894 .0341953 -3.03 0.003 -.1710092 -.0359696 Prof 28.71055 .104385 275.04 0.000 28.50443 28.91666 Aktv .1993 .1720792 1.16 0.248 -.1404762 .5390763 Pert -.4034527 .0967317 -4.17 0.000 -.5944529 -.2124526 _cons 2.312131 .7804726 2.96 0.004 .7710612 3.253201 Sigma_us .19638332 Sigma_e .17266001
Rho .56401872 (fraction of variance due to u_i)
F test that all u_i=0: F(23, 164) = 8.66 Prob > F = 0.0000 Sumber: Data diolah, 2020
Keterangan:
Srml : Struktur Modal Size : Ukuran Perusahaan Prof : Profitabilitas Aktv : Struktur Aktiva Pert : Pertumbuhan
Dengan melihat gambar 4.1 hasil yang didapatkan probabiliti uji F sebesar 0.0000. Dapat disimpulkan bahwa model yang diterima adalah fixed effects, ini dikarenakan nilai probabiliti uji F kurang dari 5% atau 0.05.
4.3.2. Uji Hausman (Random Effect Model vs Fixed Effect Model)
Uji Hausman memiliki tujuan untuk mengetahui model terbaik antara
random effects model dan fixed effects model. Dalam uji hausman bahwa jika nilai
dari p-value < 0,05 maka fixed effect model yang akan digunakan. Namun, jika nilai p-value > 0.05 maka random effect model yang akan digunakan.
Tabel 4. 4 Hasil Uji Hausman
---Coefficients--- (b) (B) (b-B) sqrt (diag(V_b-V_B)) fe Re Difference S.E. Size -.1034894 -.1383006 .0348113 .0240416 Prof 28.71055 28.69839 .0121593 .0188296 Aktv .1993 .196288 .0030121 .0267933 Pert -.4034527 -.4075688 .0041161 .0167214
63 b = consistent under Ho and Ha; obtained from xtreg B = inconsistent under Ha, efficient under Ho; obtained from xtreg Test: Ho: difference in coefficients not systematic
Chi2 (4) = (b-B) ‘ [(V_b-V_B) ^ (-1)] (b-B) = 2.32
= 0.6764 Sumber: Data diolah, 2020 Keterangan:
Srml : Struktur Modal Size : Ukuran Perusahaan Prof : Profitabilitas Aktv : Struktur Aktiva Pert : Pertumbuhan
Dengan melihat pada gambar 4.2 nilai p-value yang didapatkan sebesar 0.06764. Hal ini menunjukkan bahwa model yang lebih tepat digunakan adalah
random effect model.