• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN

4.3 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Data analisis tayangan ini disajikan dengan 2 cara/bentuk penyajian; dengan penyajian per video dan penyajian per kategori indikator. Terdapat tiga belas video tayangan berita di program Newsline NHK WORLD TV selama periode 11-15 Maret 2011 yang dianalisis.

Video 1.

Judul: BREAKING NEWS: TSUNAMI HITS Tanggal: 11 Maret 2011

Visual: Melaporkan secara live kejadian saat tsunami mulai menerjang area Sendai, setelah sebelumnya gempa datang.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Tidak Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Informasi yang relevan Ada Informasi yang mengarah ke

rekonstruksi

Tidak

Video 2.

Judul: JAPANESE SURVIVORS DESCRIBE ESCAPE FROM TSUNAMI, SEARCH FOR FAMILY, EMPLOYEES

Tanggal: 11 Maret 2011

Visual: Testimoni seorang pria paruh baya yang menjadi korban tsunami, kehilangan keluarga dan rumah yang telah menjadi tempat tinggalnya selama 30 tahun. Ia menceritakan di lokasi rumahnya yang tersapu tsunami. Ditambahi dengan laporan beberapa korban lain yang masih mencari anggota keluarga yang hilang.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Ada

Informasi yang memperhatikan sensitivitas dalam pelaporan

Ada

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Tidak

Video 3.

Judul: BREAKING NEWS: POWERFUL QUAKE ROCKS JAPAN

Tanggal: 11 Maret 2011

Visual: Memperlihatkan tepat saat tsunami besar menelan pelabuhan sebuah kota di area pesisir Prefektur Iwate, serta keterangan bahwa gempa 8,9 Skala Richter telah memutus listrik dan akses transportasi.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Tidak

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Tidak

Informasi yang memperhatikan sensitivitas dalam pelaporan

Tidak

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Tidak

Video 4.

Judul: UPDATE JAPAN EARTHQUAKE AND TSUNAMI Tanggal: 12 Maret 2011

Visual: Memotret komprehensif keadaan setelah gempa dahsyat yang memicu tsunami, peringatan tsunami di seputar Pasifik masih ada untuk kemungkinan tsunami susulan. Menampilkan anak-anak di pengungsian sedang bercanda, dan juga wawancara dengan ahli gempa mengenai faktor penyebab gempa/tsunami.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi berorientasi pada korban Ada Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Ada

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Ada

Video 5.

Judul: NUCLEAR PLANT EMERGENCY Tanggal: 12 Maret 2011

Visual: Menjelaskan bagaimana concern pemerintah terhadap bahaya radiasi nuklir. TEPCO telah menginvestigasi dan mengerahkan tim penanganan ke lokasi reaktor nuklir Fukushima, atas tanggapan laporan ekplosi pascagempa. Permohonan maaf para pejabat TEPCO terbuka pada korban dan masyarakat Jepang.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Ada Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Ada

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Ada

Video 6.

Judul: DEATH TOLL RISES Tanggal: 12 Maret 2011

Visual: Gambar pantauan udara seputar prefektur sementara keterangan menyebutkan jumlah korban terkonfirmasi.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Ada

Informasi yang memperhatikan sensitivitas dalam pelaporan

Ada

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Ada

Video 7.

Judul: BEFORE AND AFTER IMAGES OF THE QUAKE TSUNAMI ZONE

Tanggal: 13 Maret 2011

Visual: Siaran ulang banjir tsunami, yang menunjukkan satu zona wilayah, tempat-tempat pentingnya, nampak berubah sebelum dan sesudah bencana tsunami dengan gambar yang diambil dari udara.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Tidak

Informasi yang memperhatikan sensitivitas dalam pelaporan

Tidak

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Ada

Video 8.

Judul: JAPAN GOVERNMENT EXPANDS EVACUATION ZONE Tanggal: 12 Maret 2011

Visual: Reaksi dari otoritas berwenang yang menerangkan mengenai perkembangan situasi yang terjadi di PLT Nuklir Fukushima Daiichi setelah gempa, dilengkapi dengan infografis untuk menjelaskan upaya pendinginan reaktor (water removal efforts on power plant).

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Tidak

Informasi yang memperhatikan sensitivitas dalam pelaporan

Tidak

Informasi yang relevan Ada

Informasi mengarah ke rekonstruksi Ada

Video 9.

Judul: M8.9 QUAKE HITS JAPAN Tanggal: 11 Maret 2011

Visual: Melaporkan langsung lewat pantauan udara kejadian sepanjang tsunami, mendefinisikan perkembangan dari pengamatan di daerah-daerah tsunami.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Tidak Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Informasi yang relevan Ada Informasi yang mengarah ke

rekonstruksi

Tidak

Video 10.

Judul: COLD WEATHER AND SHORTAGES IN FUEL AND SUPPLIES

Tanggal: 15 Maret 2011

Visual: Menunjukkan kerusakan-kerusakan akibat gempa/tsunami serta situasi di pengungsian yang sulit di Minamisanriku, karena turunnya salju. Hasil:

INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Ada Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Ada

Video 11.

Judul: MILLIONS WITHOUT WATER Tanggal: 14 Maret 2011

Visual: Warga korban bencana antre mengambil air. Memperlihatkan kondisi pengungsi sedang dibagikan jatah makanan dan air.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Ada

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Ada Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Ada

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Video 12.

Judul: LATEST PLANT SITUATION Tanggal: 14 Maret 2011

Visual: Kepala Sekretaris Kabinet Yukio Edano tampil memberi keterangan seputar krisis nuklir. Ia meminta masyarakat tetap tenang, namun waspada terhadap radiasi nuklir Fukushima dan evakuasi bagi setiap penduduk di radius 30 kilometer.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Tidak

Informasi yang akurat Ada

Informasi yang menjelaskan perubahan Ada Informasi berorientasi pada korban Ada Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Tidak

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Video 13.

Judul: JAPANESE TSUNAMI SURVIVOR - MOTHER AND BABY NARROWLY ESCAPE JAPAN TSUNAMI

Tanggal: 11 Maret 2011

Visual: Kisah seorang ibu dan bayinya yang berhasil selamat dari tsunami dengan pertolongan para tetangga sekitar.

Hasil: INDIKATOR

Informasi yang mendalam Tidak

Informasi yang akurat Tidak

Informasi yang menjelaskan perubahan Tidak Informasi berorientasi pada korban Ada Informasi yang memperhatikan

sensitivitas dalam pelaporan

Ada

Informasi yang relevan Ada

Informasi yang mengarah ke rekonstruksi

Data dari rangkuman hasil yang diperoleh ditampilkan di dalam tabel [dengan diagram]

No. Indikator Frekuensi Presentase

1 mendalam 10 berita 76,92%

2 akurat 12 berita 92,31%

3 menjelaskan perubahan 12 berita 92,31%

4 berorientasi pada korban 7 berita 53,85%

5 memperhatikan sensitivitas 8 berita 61,54%

6 memiliki relevansi 13 berita 100%

7 mengarah ke rekonstruksi 9 berita 69,23%

Catatan. Pembulatan statistik dua angka di belakang koma

Maka dari total 13 video, berita yang mengandung nilai informasi yang mendalam dari 10 berita (76,92%). Untuk berita yang mengandung nilai informasi akurat dari 12 berita (92,31%). Berita yang mengandung nilai informasi yang menjelaskan perubahan adalah juga 12 berita (92,31%). Berita yang mengandung nilai informasi yang relevan 13 berita (100%). Berita yang mengandung nilai informasi berorientasi pada korban 7 berita (53,85%). Berita yang mengandung nilai informasi yang

memperhatikan sensitivitas dalam pelaporan 8 berita (61,54%). Sementara berita yang mengandung nilai informasi yang mengarah ke rekonstruksi atau kelanjutan bencana sebanyak 9 berita (69,23%).

76.92 92.31 92.31 53.85 61.54 100 69.23 23.08 7.69 7.69 46.15 38.46 0 30.77 0 20 40 60 80 100 120 1 2 3 4 5 6 7 K a t e g o r i Tidak Ya

Keterangan. Kategori 1: mendalam Kategori 2: akurat

Kategori 3: menjelaskan perubahan Kategori 4: orientasi pada korban Kategori 5: sensitivitas

Kategori 6: relevan

Kategori 7: mengarah rekonstruksi

KATEGORI 1. Nilai Informasi yang Mendalam

Adanya nilai informasi yang mendalam adalah jika informasi berita bersifat membedah sebab-akibat, selain memenuhi syarat kelayakan berita (unsur-unsur 5W+1H). Artinya kategori nilai mendalam dikatakan termuat ketika informasi itu menyingkap melebihi fakta yang tampak, hal ini akan terlihat dari narasi yang mendukung visualnya.

Pada tayangan keberadaan nilai ini diindikasikan dengan:

- mengungkap sebab gempa (mengapa berkekuatan lebih besar daripada gempa-gempa biasa) lewat narasi yang dipaparkan bersama visual

- mencari bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhinya, banyak pula informasi menjelaskan mengenai kondisi geografis Jepang, dipaparkan oleh pakar gempa bumi dan tsunami secara jelas dan gamblang

- berita tentang perkembangan krisis nuklir di area Fukushima Daiichi Nuclear Power Station of Tokyo Electric Power Company (TEPCO), di mana NHK mengundang para pakar dan analis ke

studio menjadi narasumber, untuk membantu memberi pemahaman pada audiens mengenai krisis yang tengah berlangsung

Sebagai contoh, di tayangan Breaking News: Tsunami Hits, Update

Japan Earthquake and Tsunami, Japan Government Expands

Evacuation Zone.

KATEGORI 2. Nilai Informasi yang Akurat

Adanya informasi yang akurat adalah jika informasi berita cermat dan tepat dalam memberitakan fakta.

Pada tayangan keberadaan nilai ini diindikasikan dengan:

- memperlihatkan saat tsunami melanda di beberapa lokasi - memberikan laporan berita lengkap 5W+1H

- mengonfirmasi kebenaran dan ketepatan angka-angka tertentu seperti jumlah korban yang terus meningkat

- tidak alpa mendokumentasikan momen-momen penting terutama ketika tsunami yang telah diprediksi datang menerjang kota

Sebagai contoh, di tayangan video Death Toll Rises dan M8.9

KATEGORI 3. Nilai Informasi yang Menjelaskan Perubahan

Adanya nilai informasi yang menjelaskan perubahan adalah jika informasi berita menunjukkan perubahan, apa yang berubah sebelum dan sesudah sebuah peristiwa bencana terjadi seperti kerusakan yang terjadi pascabencana.

Pada tayangan keberadaan nilai ini diindikasikan dengan:

- memperlihatkan saat tsunami melanda di beberapa lokasi

- memantau perkembangan situasi, akibat kerusakan-kerusakan yang terjadi seperti tempat-tempat yang dulu berdiri, terutama bangunan penting, kemudian tertelan oleh gelombang tsunami

- melaporkan paparan radiasi Fukushima Nuclear Power Plant yang dipicu oleh gempa

Sebagai contoh, di tayangan video Before and After Images of the

Quake Tsunami Zone, Japan Government Expands Evacuation

Zone, Latest Plant Situation, Breaking News: Powerful Quake

KATEGORI 4. Nilai Informasi Berorientasi pada Korban

Adanya nilai informasi berorientasi pada korban adalah jika informasi berita memperlihatkan situasi keadaan korban selamat atau survivor, psikis maupun psikologis, dalam berita. Bisa melalui visual dan narasi mendukung, atau dengan soundbite dari korban (diwawancarai). Selain itu, orientasi pada korban juga bisa dilihat ketika memberitakan yang tujuannya membantu korban bencana, termasuk inisiatif pemerintah atas kebijakan-kebijakan yang mengurangi derita korban.

Pada tayangan keberadaan nilai ini diindikasikan dengan:

- menampilkan para korban yang selamat (survivor) yang berada di pengungsian, di jalan

- orientasi kepada korban juga ditunjukkan dengan jalan meliput tentang relawan yang membantu ke lokasi prefektur yang dilanda gempa

- pertanggungjawaban pemerintah Jepang dan berbagai otoritas lain seperti TEPCO yang meminta maaf secara resmi pada warga masyarakat atas kelalaian mereka yang mengakibatkan bencana lanjutan krisis nuklir

Sebagai contoh, di tayangan Japanese Survivors Describe Escape

From Tsunami, Search For Family, Employees, Nuclear Plant

Emergency.

KATEGORI 5. Nilai Informasi yang Memperhatikan Sensitivitas Pelaporan

Adanya nilai informasi yang memperhatikan sensitivitas dalam pelaporan adalah jika informasi berita jelas tidak menempatkan gambar-gambar dan/atau narasi yang dramatis, yang dapat membuat trauma setiap kali tayangan diputar. Dalam hal narasi, pemilihan kata dan kalimat sangat berperan. Saat wawancara, pemilihan atau pengarahan pertanyaan pun harus benar-benar mempertimbangkan sensitivitas ini.

Pada tayangan keberadaan nilai ini diindikasikan dengan:

- memperlihatkan saat tsunami melanda di beberapa lokasi - menceritakan keadaan korban tanpa derai air mata

- menunjukkan kebutuhan akan bantuan bagi para korban tersebut seperti tengah kesulitan air bersih

- tidak sekali pun menayangkan gambar jasad korban gempa atau tsunami

- dalam pemilihan kata lebih menggunakan ”survivor” ketimbang

”victim” untuk korban bencana

Sebagai contoh, di tayangan Japanese Survivors Describe Escape

From Tsunami, Search For Family, Employees, Cold Weather and

Shortages in Fuel and Supplies, Millions Without Water.

KATEGORI 6. Nilai Informasi yang Relevan

Adanya nilai informasi yang relevan adalah jika informasi berita mengandung relevansi adalah pemberitaan yang memberikan pelaporan serta analisis yang sesuai.

Pada tayangan keberadaan nilai ini diindikasikan dengan:

- memberikan arahan bagi audiens mengenai situasi bencana yang tengah berlangsung

- menajamkan laporan berita terhadap situasi krisis nuklir terkini - update dari waktu ke waktu

- cara-cara menghadapi bencana alam dan akses telepon ke pusat bencana yang bisa dihubungi 24 jam

- menyiarkan peringatan resmi tsunami serta evakuasi radiasi (dari otoritas), mewawancarai para pakar sebagai narasumber untuk memberi penjelasan terkait penjelasan saintifik, antara lain pakar gempa dan pakar nuklir.

Sebagai contoh, di tayangan M8.9 Quake Hits Japan, Latest Plant

Situation, Update Japan Earthquake and Tsunami.

KATEGORI 7. Nilai Informasi yang Mengarah ke Rekonstruksi

Adanya nilai informasi yang mengarah ke rekonstruksi adalah jika informasi berita tidak hanya berpusat pada keterpurukan: kerugian, kematian; melainkan menawarkan semangat membangun kembali. Pada tayangan keberadaan nilai ini diindikasikan dengan:

- melaporkan seputar usaha pemerintah melakukan normalisasi keadaan baik setelah gempa, tsunami hingga krisis nuklir Fukushima

- beberapa kali pula NHK menyiarkan mengenai survivor secara khusus, mengambil gambar mereka berpelukan dengan sanak

keluarga yang berhasil ditemukan, memuat kesaksian mereka yang kehilangan, mengangkat kisah-kisah selama mereka bertahan hidup dan bagaimana semangat bangkit (ganbarou) melandasi mereka

Sebagai contoh, di tayangan Japanese Tsunami Survivor – Mother

and Baby Narrowly Escape Tsunami, Japanese Survivors Describe

Escape From Tsunami, Search For Family, Employees, Cold

Weather and Shortages in Fuel and Supplies.

4.4 DISKUSI

Kesiapsiagaan Jepang menghadapi tsunami sudah dilakukan sejak lama, berbagai upaya struktural dan nonstruktural telah dilakukan dalam mitigasi bencana. Namun lebih dari itu, ternyata faktor negeri yang sudah kerap dilanda bencana tsunami juga berpengaruh terhadap kesiapan media/pers Jepang, pada khususnya lembaga penyiaran publik satu-satunya di Jepang yang menjadi fokus pada penelitian ini: NHK. Kehidupan media televisi Jepang ini berdampingan dengan bencana-bencana alam yang perlu diawartakan secara cepat, tepat, dan etis.

Dalam pemberitaan bencana gempa dan tsunami NHK yang disebut sebagai pemberitaan sarat informasi adalah pemberitaan yang

mengenai detik-detik kejadian, keadaan korban selamat di barak pengungsian, peringatan pemerintah akan gempa susulan, serta imbauan kepada masyarakat.

Berita bencana setelah hari kejadian, 11 Maret, didominasi oleh kisah tentang pengungsi agar pemirsa pun bisa mengetahui kebutuhan korban-korban di pengungsian.

Kaidah etika serta profesionalitas jurnalisme ditunjukkan oleh performa NHK TV dengan nihilnya liputan tentang korban meninggal yang bergelimpangan di lokasi bencana misalnya. Pada saat yang sama jurnalis juga beroperasi dengan referensi “newsworthiness” (kelayakan berita) dalam berbagai hal yang secara rinci dapat dilihat pada keterangan pembahasan. Ini sesuai dengan yang dikemukakan dalam Teori Media Performance McQuail.

Namun, sesudah menganalisis tayangan pemberitaan bencana NHK, praktik jurnalisme standar pun tidak mencukupi untuk memenuhi keinginan akan terciptanya perdamaian. Praktik jurnalisme standar itu perlu diperlengkapi dengan beberapa kriteria lain. Pembedaan tegas konsep jurnalisme damai versus jurnalisme kekerasan ditandai garis keras

antara kegiatan jurnalistik sebagai bisnis yang utama sekaligus meminimalisir idealisme.

Kekukuhan media untuk hanya menyajikan data atau informasi apa adanya dalam berita akan menghambat jurnalis untuk melayani kepentingan publik yang sudah seharusnya menjadi pondasi dan orientasi pada peristiwa semacam bencana nasional. pemikir

Kembali, karakteristik jurnalisme damai adalah mengembangkan asas imparsialitas dan tidak menempatkan media sebagai bagian dari konflik atau masalah—dalam kasus ini, bencana alam--melainkan sebagai bagian dari solusi. Peliputan yang dilakukan merupakan sebuah peliputan yang melihat problem kemanusiaan secara proporsional, dengan kadar takaran yang tepat juga, sambil terus menyodorkan inisiatif-inisiatif rekonsiliasi, rekonstruksi.

Melalui analisis dari ketiga belas tayangan video, hampir seluruh sampel paket berita NHK TV menunjukkan kesamaan dalam hal tingkat keakuratan informasi yang tinggi. Di samping itu, kesamaan juga bahwa para jurnalisnya baik setiap reporter (di lapangan) maupun penyiar berita (di studio) tampak tenang, tidak panik dalam membacakan narasi berita. Suara dan perilaku mereka terjaga.

Penerapan teknologi juga dapat menjadi pelengkap pendukung pemberitaan yang akurat. Alarm peringatan tsunami (tsunami early

warning) milik Japan Meteorological Agency terhubung langsung dengan

NHK, hingga datanya otomatis sampai segera ketika ada getaran yang terdeteksi.

Dalam dua menit, NHK mulai mengalihkan setiap jaringan salurannya (televisi, radio) pada pemberitaan darurat bencana. Oleh sebab itu, NHK berhasil mendapatkan gambar saat kejadian, ketika banjir tsunami melanda Prefektur Iwate, pesisir timur laut Jepang lewat helikopter. Rekaman ini yang banyak direlai oleh saluran-saluran televisi di seluruh dunia, termasuk saluran internasional seperti CNN.

Breaking News disajikan secara aktual, tepat pada waktunya.

Bahkan di beberapa tayangan, NHK dapat merekam atau melaporkan saat peristiwa terjadi. Kerap sang jurnalis menyatakan di tengah keterangannya, “It happens as we speak.” (Ini sedang terjadi tatkala kami berbicara). Pasalnya NHK memiliki kamera-kamera remote controlled yang ditempatkan di titik-titik kunci strategis sehingga mereka dapat bersiaga dan berjaga-jaga pada posisi tertentu. NHK memiliki remote

menyiarkan liputan bencaana dari scene di kawasan mana pun dan kapan pun.

Dilihat dari tanggal beritanya, isi siaran berita di hari kejadian awal 11 Maret 2011 belum menyentuh aspek rekonstruksi, meski sudah cukup mendalam, akurat, relevan, menjelaskan perubahan, dan berorientasi ke korban dalam memberitakan peristiwa bencana. Ragam berita NHK di hari itu lebih banyak melaporkan perkembangan faktual dari lokasi peristiwa gempa dengan banyak paket model Breaking News.

Namun pada hari kedua, ketiga, dan seterusnya nilai informasi mengarah rekonstruksi itu ditampakkan dengan menyoroti tanggapan pemerintah, juga upaya pemulihan keadaan di pengungsian-pengungsian, atau bagaimana berbagai pihak otoritas terkait menangani bencana tambahan yakni krisis radiasi nuklir yang sudah santer diberitakan sejak tanggal 12 Maret.

BAB V

Dokumen terkait