Pembahasan dan analisa atas kondisi keuangan dan kinerja operasi Perseroan berikut ini harus dibaca bersama dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan-catatannya untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan 31 Juli 2006 (tidak diaudit) dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 yang termuat dalam Bab XVI. (Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan Perseroan). Pembahasan dan analisa yang disajikan memuat pernyataan kedepan yang mengandung risiko-risiko dan ketidakpastian. Pencapaian aktual Perseroan bisa berbeda secara signifikan dari apa yang diperkirakan dalam pernyataan kedepan tersebut. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hasil akhir berbeda secara signifikan dari apa yang diperkirakan dalam pernyataan kedepan termasuk, tetapi tidak terbatas pada hal-hal yang dibahas dibawah ini maupun bagian lainnya dalam Prospektus ini, khususnya Bab V (Risiko Usaha).
Laporan keuangan Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan untuk tiga tahun yang masing-masing berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 telah diaudit oleh kantor akuntan publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar dengan pendapat wajar tanpa pengeculian. Laporan keuangan Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2006 telah di review oleh kantor akuntan publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar untuk tujuan perbandingan. Laporan keuangan Perseroan telah disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia.
1. Pendahuluan
Perseroan didirikan pada tahun 1995 dengan nama PT Kawan Lama Home Center dan merupakan pemain utama ritel produk-produk perbaikan rumah (home improvement) dan gaya hidup (lifestyle) di Indonesia. Perseroan memperoleh hak untuk menggunakan merek ACE berdasarkan Perjanjian Lisensi yang ditandatangani dengan Ace Hardware Corporation pada tahun 1996 dengan masa berlaku sepanjang 15 tahun. Nama Perseroan diubah menjadi PT Ace Hardware Indonesia pada tanggal 28 Agustus 2001 dengan suatu akta. Perseroan merupakan bagian dari Kelompok Usaha Kawan Lama, yang merupakan importir dan distributor peralatan, sistem keamanan dan furnitur untuk di dalam dan di luar ruangan di Indonesia.
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki dan mengoperasikan 24 gerai ritel di berbagai lokasi pusat perdagangan di segenap penjuru Indonesia, mencakup pulau Jawa dengan 12 gerai di Jabodetabek, dan tujuh gerai yang berlokasi di ibukota propinsi di Jawa Barat dan Jawa Timur (yakni Bandung, Cirebon dan Surabaya). Perseroan juga mengoperasikan empat gerai di beberapa ibukota propinsi (yaitu Medan, Balikpapan, Bali dan Makasar), yang masing-masing terletak di propinsi di pulau-pulau Sumatra, Kalimantan, Bali dan Sulawesi dan di zona ekonomi istimewa Batam.
Sampai dengan tanggal 31 Juli 2007, Pendapatan Perseroan terbagi menurut propinsi di Indonesia sebagai berikut:
Pendapatan Penjualan (dalam jutaan Rp)
31 Juli 31 Desember 2007 2006 2005 2004 (Rp m) (%) (Rp m) (%) (Rp m) (%) (Rp m) (%) Jakarta 229.940 49,1% 350.971 50,9% 263.228 54,4% 176.176 50,8% Jawa Barat 68.828 14,7% 66.268 14,4% 37.792 7,8% 27.349 7,9% Jawa Timur 55.452 11,9% 59.605 9,3% 56.040 11,6% 45.841 13,2% Sumatera Utara 22.766 4,9% 33.702 5,3% 32.963 6,8% 20.892 6,0% Kalimantan Timur 17.830 3,8% 27.543 4,3% 22.699 4,7% 16.911 4,9% Sulawesi Selatan 16.629 3,6% 21.690 3,4% 0 0,0% 0 0,0% Bali 30.427 6,5% 43.423 6,8% 37.536 7,8% 31.215 9,0% Riau 7.393 1,6% 9.466 1,5% 8.080 1,7% 5.966 1,7% Banten 18.590 4,0% 26.278 4,1% 25.393 5,2% 22.249 6,4% Indonesia 467.857 100% 638.946 100% 483.731 100% 346.599 100%
Perseroan mengoperasikan dua jenis utama gerai ritel:
• ACE Home Centre – gerai ritel dengan luas lebih dari 3.000 meter persegi, dimana Perseroan mengadaptasi konsep super store “big box” yang dilakukan oleh perusahaan ritel asal Amerika Serikat seperti Home Depot dan Walmart untuk memenuhi kebutuhan setempat. Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Perseroan mengoperasikan 4 (empat) gerai ritel jenis ini, berlokasi di Mal Artha Gading di Jakarta, di IBCC di Bandung, Royal Plaza dan Pakuwon di Surabaya.
• ACE Hardware – gerai ritel yang luasnya kurang dari 3.000 meter persegi. Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Perseroan mengoperasikan 20 (dua puluh) gerai ritel jenis ini, yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia, dimana 12 (dua belas) gerai berlokasi di Jabodetabek.
Gerai-gerai Perseroan berlokasi strategis di tempat dengan lalu lintas ritelyang tinggi seperti pusat perbelanjaan / mal utama dan pusat ritel, yang dijadikan basis distribusi ritel untuk produk-produk Perseroan berkisar lebih dari 60.000 produk.
Perseroan mengkategorikan produk-produk home improvement dan lifestyle kedalam 15 departemen sebagai berikut:
Produk-produk Home Improvement Produk-produk Lifestlye
• Hardware • Automotive
• Home Appliance • Furniture
• Cleaning Aids • Houseware dan Gift
• Lawn dan Gardening • Sporting Goods dan Pet supplies
• Lighting • Outdoor Living • Paint dan Sundries
• Plumbing Supplies dan Fixtures • Electrical Supplies
• Tools
• Miscellaneous
Pendirian
Perseroan didirikan pada tahun 1995 di Jakarta dengan nama PT Kawan Lama Home Center berdasarkan Akta No. 17 tanggal 3 Pebruari 1995, yang dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-6190 HT.01.01.Th.95 tanggal 17 Mei 1995, dan telah didaftarkan dalam Buku Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan No. 1668/1995 tanggal 13 September 1995, dan telah diterbitkan di Berita Negara Republik Indonesia tanggal 22 Desember 1995 No. 102, Tambahan No. 10484. Kemudian berdasarkan Akta No. 140 tanggal 28 Oktober 1997, dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12832 HT.01.04.TH.98 tanggal 3 September 1998, kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09021614733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Barat di bawah No. 1658/BH09.02/XI/1998 pada tanggal 11 Nopember 1998, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2000 No. 83, Tambahan No. 6217, nama PT. Kawan Lama Home Center diubah menjadi PT. Ace Indoritel Perkakas. Selanjutnya berdasarkan Akta No. 40 tanggal 28 Agustus 2001 oleh Fathiah Helmi, S.H. Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-08339 HT.01.04.TH.2001 tanggal 14 September 2001, kemudian didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan dengan No. TDP 090215114733 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan di bawah No. 1490/RUB.09.02/XI/2001 pada tanggal 16 Nopember 2001, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 24 September 2002 No. 77, Tambahan No. 11366, nama PT. ACE INDORITEL PERKAKAS diubah menjadi PT Ace Hardware Indonesia.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan dan perubahan terakhir adalah sehubungan dengan perubahan status dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dan perubahan nama menjadi PT. ACE HARDWARE INDONESIA Tbk. serta menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan Perseroan sebanyak 515.000.000,- (lima ratus lima belas juta rupiah) saham baru yang dikeluarkan dari portepel yang ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum PerdanaAnggaran Dasar Perseroan telah diubah berdasarkan Akta No.33 tanggal 29 Agustus 2007yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi SH, Notaris di Jakarta, dan telah memperoleh persetujuan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan No.W7-09693HT01.04TH2007 tanggal 4 September 2007 yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran perusahaan (Wajib Daftar Perusahaan) pada Kantor Suku Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kotamadya Jakarta Barat, setelah proses pemberitahuan pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia diterima oleh Kantor Notaris Fathiah Helmi, S.H. berdasarkan Surat Keterangan No. 334/Ket/Not/IX/2007 tanggal 27 September 2007 yang dikeluarkan oleh Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.
Perseroan berkantor pusat di Jakarta, di Gedung Kawan Lama, lt. 5, JI Puri Kencana No. 1, Meruya-Kembangan, Jakarta 11610, Indonesia.
Perkembangan Kegiatan Usaha
Perseroan memulai kegiatan perdagangan setelah penandatangan Perjanjian Lisensi pada tahun 1996, dimana Perseroan memperoleh hak eksklusif untuk mempergunakan merek Ace Hardware di Indonesia. Awalnya gerai Perseroan dikembangkan berdasarkan model Ace Hardware yang ada di Amerika Serikat, dimana Perseroan menjual produk-produk yang mencakup peralatan/perkakas untuk home improvement dan finishing, piranti keras dan materi bangunan ringan. Dalam perkembangannya, Perseroan mulai mengkhususkan konsep tersebut untuk memenuhi permintaan domestik dan juga telah memperluas jaringan yang sebelumnya berupa gerai-gerai kecil yang biasa digunakan di Amerika Serikat berkembang menjadi format ritel “big-box” yang komprehensif. Perseroan tidak menandatangani perjanjian waralaba anak (sub-franchising arrangements), dimana hal ini memungkinkan Perseroan untuk melakukan pengendalian operasional yang menyeluruh dan menjamin pelayanan dan pengiriman produk yang konsisten.
Pada tujuh bulan yang berakhir 31 Juli 2007 dan tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, Perseroan mendapat pasokan sekitar 9,2%, 8,4%, 11,1% dan 8,7% dari Ace Hardware Corporation. Pada tanggal saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki 24 gerai ritel dengan luas bervariasi dari 795 meter persegi sampai 10.158 meter persegi.
2. Penentu Utama Kinerja Operasi Perseroan Pendapatan Penjualan
Seluruh pendapatan Perseroan dihasilkan dari penjualan produk-produk home improvement dan lifestyle melalui gerai-gerai ritelnya di Indonesia. Penjualan dibukukan dalam dua kelompok utama produk untuk tujuh bulan yang berakhir 31 Juli 2007 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut:
Departemen Pendapatan Penjualan (dalam jutaan Rp)
Juli 2007 2006 2005 2004
Total Kategori Lifestyle 134.758 28,8% 186.638 29,2% 151.168 31,3% 114.846 33,1% Total Kategori Home Improvement 333.099 71,2% 452.306 70,8% 332.563 68,7% 231.753 66,9% Total Penjualan 467.857 100% 638.945 100% 483.731 100% 346.599 100%
Penjualan dibukukan pada saat pencetakan nota melalui mesin point of sale. Sejumlah kecil penjualan dilakukan dengan pihak yang terkait yaitu dengan PT Home Center Indonesia dan Kawan Lama. Dalam hal ini, penjualan dibukukan pada saat invoice dikeluarkan dan Perseroan memberikan kredit sampai dengan 60 hari.
Biaya renovasi untuk membuka gerai berkisar antara Rp 735.000 sampai dengan Rp 1.300.000 per meter persegi tergantung dari sifat dari gerai tersebut. Marketing dan promosi untuk gerai dilakukan sampai dengan empat bulan sebelum pembukaan gerai yang berarti bahwa gerai akan beroperasi penuh pada saat pembukaan.
Manajemen mengkategorikan penjualan berdasarkan jenis gerai sebagai kategori utama dan kemudian berdasarkan departemen sebagai kategori sekunder. Pada tahun 2004, Perseroan membuka gerai di Mal Puri Indah dan mulai memperkenalkan produk lifestyle yang terdiri dari empat kategori utama yakni houseware, otomotif, alat-alat olahraga dan furnitur. Pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk-produk lifestyle telah meningkat sebesar 62,5% dari Rp 114.846 juta pada tahun 2004 menjadi Rp 186.638 juta pada tahun 2006.
Peningkatan Penjualan dipicu oleh 3 hal utama yaitu: a. Pertumbuhan penjualan pada gerai yang sama b. Pertumbuhan gerai baru
c. Pengaruh pengoperasian gerai baru selama 1 tahun penuh (pada tahun berikutya).
Penjualan juga dipengaruhi oleh ketersediaan produk yang diminati konsumen pada situasi tertentu. Sebagai contoh dapat diambil penjualan generating set pada saat suplai power dari PLN mengalami gangguan.
Penyajian demo produk pada akhir minggu di gerai-gerai juga memicu peningkatan penjualan produk tersebut.
Pemasangan iklan di surat kabar dan majalah tentang produk baru atau program khusus akan meningkatkan penjualan.
Perseroan mengadakan program penjualan dengan harga khusus sebanyak 2 kali dalam 1 tahun yaitu di bulan April dan September. Tujuan program ini adalah mempercepat penjualan produk yang berputaran rendah.
Penjualan produk-produk home improvement Perseroan telah meningkat sebesar 95,2%, dari Rp 231.753 juta pada tahun 2004 menjadi Rp 452.306 juta pada tahun 2006. Perseroan berkeyakinan dua kelompok produk tersebut terbukti saling menunjang dan mendukung serta menarik basis konsumen yang luas. Menurut data keanggotaan konsumen Perseroan, jumlah anggota konsumen yang tercatat meningkat sebesar 111,2% dari 85.348 orang pada tahun 2004 menjadi 180.366 orang pada tahun 2006. Penjualan ke para konsumen yang ada dalam daftar keanggotaan mencapai kurang lebih 59,2% dari seluruh penjualan pada tahun 2006 dengan rata-rata pembelian per anggota adalah sebesar Rp2,1 juta.
Grafik penjualan bersih Perseroan untuk periode tujuh bulan yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 dan periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004, adalah sebagai berikut :
Harga Pokok Penjualan
Perseroan memperoleh pasokan produk-produknya dari Ace Hardware Corporation, Kawan Lama, dan pemasok-pemasok pihak ketiga baik dalam dan luar negeri. Harga Pokok Penjualan Perseroan adalah masing-masing sebesar kurang lebih 64,4%, 66,0%, 69,0% dan 69,1%, dari total pendapatan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan tahun-tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005, dan 2004. Untuk tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, masing-masing kurang lebih 8,4%, 16,3%, dan 75,4% dari total pembelian produk Perseroan berasal dari Ace Hardware Corporation, Kawan Lama, dan pemasok-pemasok pihak ketiga.
Perseroan memperoleh produk-produknya, termasuk produk-produk bermerek yang diageni Kawan Lama, siap untuk didistribusi dan dijual. Harga Pokok Penjualan secara langsung ditentukan oleh harga yang dibayar untuk produk-produk terkait kepada para pemasok termasuk biaya transportasi dan bea masuk impor barang karena secara umum, barang-barang dibeli dengan syarat FOB. Perseroan memandang bahwa bauran produk merupakan aspek inti dari kinerja usaha dan keuangannya, karena itu manajemen senior Perseroan berperan aktif dalam menentukan produk-produk yang dijual oleh Perseroan dan juga menentukan para pemasok.
Perseroan berniat terus memperkenalkan dan memperbaiki penawaran produk, melalui penawaran produk baru, mengembangkan jenis produk yang ada dan menarik produk lama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mengefisiensikan biaya perolehan barang. Marjin laba kotor Perseroan telah meningkat dari 30,9% pada tahun 2004 menjadi 34,0% pada tahun 2006, disebabkan antara lain peningkatan penjualan yang dibeli dari pemasok secara langsung, dengan merek yang dilisensi dari pemegang saham Kelompok Usaha Kawan Lama (lihat Bab VII – 10 Ikatan dan Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga). Produk-produk ini biasanya memiliki marjin yang lebih tinggi dari pada produk yang dibeli melalui distributor. Faktor lain yang mempengaruhi tingkat laba kotor adalah peningkatan daya beli Perseroan karena peningkatan jumlah pembelian. Selain itu, Perseroan juga semakin meningkatkan pemasokan produk dari Asia, dengan hanya mempertahankan beberapa merek dan produk home improvement dari Eropa dan Amerika Serikat.
Beban Usaha
Beban penjualan sebagian besar merupakan beban operasional Perseroan dan terutama berupa gaji dan manfaat karyawan, biaya sewa gerai ritel, pemasaran, distribusi dan royalti. Beban penjualan menunjukan kurang lebih 18,1 %, 18,3%, 16,8% dan 16,1% dari total penjualan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan untuk tahun-tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005, dan 2004.
Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki karyawan sebanyak 3,656 orang. Mayoritas tenaga kerja penjualan dan distribusi dipekerjakan berdasarkan kontrak kerja. Semua kontrak kerja memenuhi syarat upah minimum regional seperti disyaratkan Undang-Undang Tenaga Kerja.
Gaji karyawan bagian penjualan dan pemasaran adalah 6,2% dari total penjualan pada tahun 2006 dan mengalami peningkatan dari tahun 2004 yang sebesar 5,2%. Peraturan Ketenagakerjaan di Indonesia akan menjadi faktor pendorong utama atas perubahan signifikan besaran gaji dan keuntungan Perseroan. Industri ritel lain juga akan mengalami dampak negatif apabila terjadi perubahan peraturan yang meningkatkan biaya tenaga kerja.
Perseroan berkeyakinan akan mendapatkan persyaratan sewa yang menarik antara lain karena mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi menjadi penyewa utama (anchor tenant), berdasarkan beberapa faktor seperti konsumen yang sangat mengenal merek Ace Hardware, ukuran gerai ritel yang cukup besar dan kemampuan gerai-gerai tersebut untuk menarik lalu lintas pelanggan ke lokasi tersebut. Biaya sewa gerai Perseroan sebagai bagian dari total pendapatan telah menurun dari 4,2% pada tahun 2004 menjadi 3,4% pada tahun 2006 karena Perseroan berhasil memperoleh persyaratan sewa yang atraktif.
Belanja iklan Perseroan mencakup iklan melalui media televisi dan koran, iklan berjalan (pada kendaraan pengiriman) dan brosur. Perseroan membatasi biaya iklan sebesar 2,5% dari penjualan kotor, diluar tambahan biaya pemasaran untuk mempromosikan pembukaan gerai baru dan peningkatan pengetahuan konsumen atas lokasi gerai baru tersebut. Dengan rencana Perseroan untuk meningkatkan ruang penjualan sampai dengan 28.000 meter persegi sampai dengan akhir tahun 2008, Perseroan berniat meningkatkan kapasitas pemasaran sesuai dengan perluasan tersebut.
Biaya royalti kepada Ace Hardware Corporation relatif rendah dengan struktur royalti dibuat berjenjang dimana tarif royalti menurun seiring dengan peningkatan penjualan. Biaya royalti masing-masing sebesar Rp 4.291 juta, Rp5.660 juta, Rp 4.073 juta dan Rp 3.032 juta pada tahun yang berakhir tanggal 31 Juli 2007 untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004.
Biaya Umum dan Administrasi merupakan bagian beban usaha Perseroan dan terdiri atas biaya tetap kantor pusat, termasuk biaya sewa kantor pusat. Biaya Umum dan Administrasi terutama berupa gaji dan manfaat karyawan di kantor pusat Perseroan selain dari departemen penjualan dan pemasaran, utilitas (telpon, listrik, air, dll.) dan biaya fotocopi dan cetakan. Biaya-biaya tersebut relatif cukup stabil, tidak berbanding lurus dengan perkembangan jumlah gerai ritel. Hampir seluruh karyawan kantor pusat adalah karyawan tetap dan mereka memenuhi sebagian besar fungsi manajemen dan administrasi. Untuk menjadi karyawan tetap Perseroan pada umumnya melalui 3 bulan masa percobaan. Biaya Umum dan Administrasi sebagai bagian dari total penjualan menurun dari 8,5% pada tahun 2004 menjadi 7,9% pada tahun 2006 dengan peningkatan produktifitas tercapai dari infrastruktur yang sudah ada.
Beban Lain-lain Bersih
Sebagian besar barang dagang yang dijual di gerai Perseroan berasal dari luar negeri. Transaksi yang terjadi dalam mata uang asing dibukukan dengan kurs yang berlaku pada saat transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban yang berdenominasi mata uang asing akan dikonversikan menggunakan kurs tengah dari Bank Indonesia. Keuntungan maupun kerugian yang terjadi akan dibukukan pada tanggal neraca sebagai laba atau rugi selisih kurs. Untuk tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 sekitar 50,6%, 0,5% dan 0,1% dari pembelian Perseroan terdenominasi dalam mata uang USD, Euro dan dolar Singapura, sementara seluruh pendapatan Perseroan terdenominasi dalam mata uang Rupiah. Pada saat ini, Perseroan belum mempunyai rencana dan dalam waktu dekat juga tidak berencana untuk menggunakan strategi lindung nilai.
Pendapatan lain-lain terdiri terutama dari biaya pendaftaran keanggotaan dan pendapatan bunga/ jasa giro. “Ace Reward” merupakan program keanggotaan Perseroan. Para anggota membayar uang pangkal sebesar Rp 100.000 per tahun untuk menjadi anggota dengan biaya perpanjangan keanggotan adalah sebesar Rp 50.000 per tahun. Dalam program “Ace Reward”, pelanggan akan mendapatkan poin untuk setiap pembelian yang dapat digunakan untuk pembelian berikutnya. Pelanggan juga akan memperoleh berbagai manfaat seperti harga khusus, pengiriman tanpa biaya dan pemasangan gratis apabila melebihi jumlah pembelian tertentu. Dalam keadaan tertentu Perseroan dapat menghapus biaya keanggotaan.
Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak Perseroan terdiri atas pajak yang berlaku dan pajak tangguhan. Pajak tangguhan timbul karena akibat perbedaan sementara antara nilai bawaan (carrying value) aktiva dan kewajiban dengan nilai pajak aktiva dan kewajiban tersebut. Biaya pajak Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 adalah 30.2%, 30.3% dan 30.0%.
Beban keuangan dan belanja modal
Beban keuangan Perseroan terdiri atas biaya bunga dan beban keuangan lainnya yang timbul dari fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
(per 31 Juli 2007, dalam jutaan Rp)
Pinjaman Bank Jangka Pendek Total
PT Bank Central Asia Tbk 54.410
PT Bank International Indonesia Tbk 7.446
Pinjaman Bank Jangka Panjang Kredit Investasi Porsi Lancar Total Porsi Tidak Lancar PT Bank Central Asia TBK 18.147 8.323 9.824
PT Bank Akita 1.463 731 732
PT Bank Jasa Jakarta 344 344 0
Perseroan telah mendanai penambahan gerai dan perluasan gerai baru-baru ini menggunakan fasilitas kredit. Pertumbuhan ritel selanjutnya direncanakan akan dibiayai dengan dana hasil Penawaran Umum.
Pembelanjaan Modal
Perseroan telah mempercepat pertumbuhan gerai-gerai ritel baru, sebanyak dua gerai pada tahun 2004, dua gerai lagi pada tahun 2005, salah satu yang terbesar adalah di Mal Artha Gading dan empat gerai pada tahun 2006. Enam gerai lain direncanakan dibuka di tahun 2007 dimana empat gerai pada saat prospektus ini diterbitkan, telah dibuka. Selain menambah jumlah gerai, rata-rata luas gerai Perseroan juga terus meningkat dari 1.644 meter persegi menjadi 2.765 meter persegi.
Tiap gerai baru memerlukan investasi untuk membiayai fit-out awal gerai, biaya karyawan dan pelatihan, persediaan barang dagang tambahan, pembayaran sewa dimuka dan alokasi modal kerja. Perseroan telah membuka 24 gerai sehingga memiliki pedoman biaya pembukaan awal gerai baru. Perluasan terakhir telah dibiayai oleh hutang dan dana internal. Perseroan bermaksud untuk membiayai perluasan usaha untuk periode 2008 – 2010 yang sebagian dananya berasal dari Penawaran Umum.
Kebijakan Akuntansi
Penjualan dibukukan berdasarkan akrual.
Bangunan, prasarana dan renovasi bangunan, peralatan kantor dan kendaraan didepresiasikan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan perkiraan umur kegunaan masing-masing sepanjang 20 tahun, 3-5 tahun, 4 tahun dan 4 tahun.
Pencadangan piutang yang diragukan dilakukan berdasarkan kajian atas masing-masing akun debitur pada akhir tahun. Saldo piutang dihapus dari cadangan atau dari akun pelanggan apabila dianggap sudah tidak bisa ditagih. Per tanggal 31 Desember 2006, sebagian besar piutang Perseroan terdiri dari piutang perusahaan kartu kredit 44,7% dan piutang dari pihak terafiliasi, yaitu PT Home Center Indonesia dan Kawan Lama sebesar 45,0%. Manajemen berkeyakinan bahwa semua piutang tersebut bisa ditagih dan sehingga Perseroan tidak melakukan penyisihan atas piutang yang diragukan.
3. Hasil Operasi
Pembahasan dan analisa keuangan Perseroan dilakukan berdasarkan Laporan Keuangan untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2007 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2005 dan 2004 yang semuanya telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar. Laporan keuangan per tanggal 31 Juli 2006 telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto Amir Jusuf & Mawar Tabel berikut ini menyajikan ringkasan laporan laba rugi Perseroan untuk periode sebagai berikut:
(dalam jutaan Rp)
Tujuh bulan yang berakhir 31 Juli Tahun yang berakhir 31 Desember 2007 2006 (tidak diaudit) 2006 2005 2004
Penjualan Bersih 467.857 331.243 638.946 483.731 346.599
Harga Pokok Penjualan 301.381 222.624 421.709 333.700 239.434
Beban Usaha
Penjualan 84.443 62.160 117.104 81.117 55.897
Umum & Administrasi 38.042 29.053 50.592 41.501 29.607
Total Beban Usaha 122.485 91.213 167.696 122.618 85.504
Laba Usaha 43.991 17.406 49.541 27.413 21.661
Penghasilan (Beban) lain-lain
Pendapatan Bunga 44 36 74 67 38
Laba (Rugi) Kurs 1.317 (245) (214) 1.224 427
Beban keuangan (10.300) (7.350) (16.558) (8.284) (6.198)
Lain-lain 2.597 3.324 5.840 4.719 2.733
Total (Beban) lain-lain (6.342) (4.234) (10.858) (2.274) (3.000)
Laba Sebelum Pajak 37.649 13.172 38.683 25.139 18.662