BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4. Analisis dan Uji Hipotesis
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti sebaran normal atau tidak (Sumarsono, 2004: 40). Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov Smirnov., yang hasilnya adalah: Tabel 4.13: Hasil Uji Normalitas
Variabel Penelitian Kolmogorv
Smirnov
Tingkat Signifikan Partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA (X1
Kemampuan teknik personal SIA (X
) 2
Dukungan manajemen puncak (X ) 3
Keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X
) 4
Kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) ) 0,666 1,066 0,848 0,780 0,609 0,767 0,206 0,469 0,578 0,852 Sumber : Lampiran H
Berdasarkan tabel 4.13 dapat disimpulkan bahwa distribusi data pada variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi
(X1), kemampuan teknik personal sistem informasi akuntansi (X2), dukungan manajemen puncak (X3), keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X4) dan kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) adalah berdistribusi normal, karena tingkat signifikan dari
Kolmogorov-Smirnov yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 (sig > 5%).
4.4.2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji multikolinieritas dan heteroskedastisitas, sedangkan uji autokorelasi tidak dilakukan karena data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang tidak berdasarkan waktu urut (time series). (Santoso, 2000: 216)
1. Multikolinieritas
Berikut ini nilai VIF pada variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi (X1), kemampuan teknik personal sistem informasi akuntansi (X2), dukungan manajemen puncak (X3), keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X4
Tabel 4.14 : Nilai VIF (Variance Inflation Factor)
):
No. Variabel Bebas VIF
1. 2. 3. 4.
Partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA (X1 Kemampuan teknik personal SIA (X
) 2
Dukungan manajemen puncak (X ) 3
Keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X ) 4 4,600 ) 5,440 2,830 2,431 Sumber : Lampiran I
Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan bahwa nilai VIF dari masing-masing variabel bebas menunjukkan bahwa angka kurang dari 10 (VIF < 10), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut mengindikasikan tidak adanya multikolinieritas.
2. Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedasitisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Heteroskedastisitas dapat diidentifikasikan dengan cara menghitung koefisien korelasi Rank Spearman antara nilai residual dengan seluruh variabel bebas. Berikut hasil uji heteroskedastisitas untuk masing-masing variabel bebas.
Tabel 4.15: Korelasi Rank Spearman
Variabel Bebas Koefisien korelasi
Rank Spearman
Tingkat signifikansi Partisipasi pemakai dalam pengembangan
SIA (X1
Kemampuan teknik personal SIA (X )
2 Dukungan manajemen puncak (X
) 3 Keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X ) 4 0,073 ) 0,120 0,001 0,004 0,703 0,527 0,995 0,983
Sumber: Lampiran J
Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan bahwa nilai signifikan korelasi Rank Spearman untuk masing-masing variabel lebih besar dari 5% (0,05) yang berarti tidak terdapat korelasi antara residual dengan variabel bebasnya atau dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.
4.4.3. Persamaan Regresi Linier Berganda
Analisis data untuk menggambarkan pengaruh antara satu variabel terikat (kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi) dengan beberapa variabel bebas (partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA, kemampuan teknik personal SIA, dukungan manajemen puncak dan keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai) dapat dilakukan dengan metode regresi linier berganda. Berikut ini hasil analisis regresi linier berganda :
Tabel 4.16: Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Model Koefisien Regresi Konstanta
Partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA (X1 Kemampuan teknik personal SIA (X
) 2
Dukungan manajemen puncak (X ) 3
Keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X ) 4 0,519 ) 0,139 0,209 0,253 0,278 R = 0,881 R2 = 0,776 Sumber : Lampiran I
Secara statistik diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 0,519 + 0,139 X1 + 0,209 X2 + 0,253 X3 + 0,278 X
Dari persamaan regresi di atas dapat diperoleh penjelasan sebagai berikut:
4
a = Konstanta menunjukkan besarnya nilai dari kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) yaitu sebesar 0,519 apabila variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA (X1), kemampuan teknik personal SIA (X2), dukungan manajemen puncak (X3
b
) dan keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X4) adalah konstan.
1 = Koefisien regresi untuk X1 = 0,139 artinya jika variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA (X1
b
) naik satu satuan, maka kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) akan naik sebesar 0,139 dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan. 2 = Koefisien regresi untuk X2 = 0,209 artinya jika variabel kemampuan
teknik personal SIA (X2
b
) naik satu satuan, maka kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) akan naik sebesar 0,209 dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
3 = Koefisien regresi untuk X3 = 0,253 artinya jika variabel dukungan manajemen puncak (X3) naik satu satuan, maka kinerja manajerial
ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) akan turun sebesar 0,253 dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
b4 = Koefisien regresi untuk X4 = 0,278 artinya jika variabel keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X4) naik satu satuan, maka kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) akan naik sebesar 0,278 dengan asumsi variabel bebas lainnya adalah konstan.
4.4.4. Uji Hipotesis
4.4.4.1. Uji F (Uji Kecocokan Model)
Uji F digunakan untuk mengetahui atau menguji kecocokan model regresi linier berganda yang digunakan. Adapun langkah-langkah uji F adalah :
1. Hipotesis
H0 : βi= 0 (Model regresi linier berganda tidak cocok untuk mengetahui pengaruh variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA, kemampuan teknik personal SIA, dukungan manajemen puncak, keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai terhadap variabel kinerja manajerial ditinjau dari segi SIA)
H1 : β≠ 0 (Model regresi linier berganda cocok untuk mengetahui pengaruh variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA, kemampuan teknik personal SIA, dukungan manajemen puncak, keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai terhadap variabel kinerja manajerial ditinjau dari segi SIA)
2. Tingkat signifikan
( )
α = 5% (0,05) 3. Nilai FTabel 4.17: Hasil Uji F hitung Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 10,659 4 2,665 21,627 0,000 Residual 3,080 25 0,123 Total 13,739 29 Sumber : Lampiran I
Nilai Fhitung yang dihasilkan sebesar 21,627 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Karena tingkat signifikan yang dihasilkan kurang dari 5% maka H0 ditolak dan H1
Nilai koefisien determinasi (R
diterima yang artinya model regresi linier berganda cocok untuk mengetahui pengaruh variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA, kemampuan teknik personal SIA, dukungan manajemen puncak, keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai terhadap variabel kinerja manajerial ditinjau dari segi SIA.
2) yang dihasilkan dalam penelitian ini sebesar 0,776 (Tabel 4.16) menunjukkan partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi (X1), kemampuan teknik personal sistem informasi akuntansi (X2), dukungan manajemen puncak (X3), keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X4
Nilai koefisien korelasi ganda (R) yang dihasilkan dalam penelitian ini sebesar 0,881 (Tabel 4.16) menunjukkan partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi akuntansi (X
) berpengaruh terhadap kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) sebesar 77,6% sedangkan sisanya 22,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas pada penelitian ini.
1), kemampuan teknik personal sistem informasi akuntansi (X2), dukungan manajemen puncak (X3), keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X4) memiliki korelasi ganda yang tinggi terhadap kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi (Y) sebesar 88,1%.
4.4.4.2. Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui atau menguji pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat maka digunakan uji t. Adapun langkah-langkah uji t adalah :
1. Hipotesis H0 : βi
H
= 0 (secara parsial variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat)
1 : βi
2. Tingkat signifikan
≠ 0 (secara parsial variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat)
( )
α = 5% (0,05) 3. Nilai tTabel 4.18: Hasil Uji t hitung
Model thitung Sig Partisipasi pemakai dalam pengembangan
SIA (X1
Kemampuan teknik personal SIA (X )
2 Dukungan manajemen puncak (X
) 3 Keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai (X ) 4 0,865 ) 1,235 2,102 2,077 0,395 0,228 0,046 0,048 Sumber : Lampiran J 4. Analisis uji t :
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa :
a. Variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA dan kemampuan teknik personal SIA secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial ditinjau dari segi SIA, karena tingkat signifikan yang dihasilkan kedua variabel tersebut lebih dari 5%.
b. Variabel dukungan manajemen puncak dan keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai secara parsial berpengaruh terhadap kinerja
manajerial ditinjau dari segi SIA, karena tingkat signifikan yang dihasilkan kedua variabel tersebut kurang dari 5%.
Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis penelitian ini adalah ”Diduga bahwa partisipasi pemakai, kemampuan teknik personal, dukungan manajemen puncak, keberadaan program pendidikan dan pelatihan pemakai berpengaruh terhadap kinerja manajerial ditinjau dari segi sistem informasi akuntansi pada PT Pembangkitan Jawa-Bali Services” tidak semuanya teruji kebenarannya, karena hasil uji t adalah hanya variabel dukungan manajemen puncak dan keberadaan program pelatihan dan pendidikan pemakai secara parsial berpengaruh terhadap kinerja manajerial ditinjau dari segi SIA, sedangkan variabel partisipasi pemakai dalam pengembangan SIA dan kemampuan teknik personal SIA secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial ditinjau dari segi SIA.