• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Proses Penelitian

D. Analisis Data

1) Analisis Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif variabel digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai variabel mean. Dengan interval 0,75 maka rentang skor analisis deksriptif variabel adalah sebagai berikut:

Tabel V.8

Rentang Skor Analisis Deskriptif

Rentang skor Promosi Store Atmosphere Kecenderungan pembelian impulsif 1 – 1,75 1,76 – 2,50 2,51 – 3,25 3,26 – 4 Sangat tidak menarik Tidak menarik menarik Sangat menarik

Sangat tidak baik Tidak baik Baik Sangat baik Sangat rendah Rendah Tinggi Sangat tinggi

a. Promosi

Tabel V.9

Hasil Analisis Deskriptif Promosi

No Pernyataan Mean Kategori

1 Papan nama distro Starcross memiliki desain yang menarik.

3,08 Menarik

2 Pramuniaga distro Starcross memberikan pilihan alternatif jika produk yang saya cari tidak tersedia.

3,28 Sangat menarik

3 Pramuniaga distro Starcross membantu memperkenalkan produk.

3,02 Menarik

4 Saya tertarik membeli barang saat melihat diskon di dalam distro Starcross

3,18 Menarik

Mean 3,14 Menarik

Sumber: data primer yang diolah 2019.

Dari tabel V.9 di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden tentang promosi adalah 3,14. Berdasarkan rentang skor analisis, 3,14 termasuk ke dalam interval 2,51 – 3,25 yang berarti bahwa promosi menarik.

b. Store Atmosphere

Tabel V.10

Hasil Analisis Deskriptif Store Atmosphere

No Pernyataan Mean Kategorei

1 Produk yang dipajang di distro Starcross terlihat menarik dari luar toko.

3,05 Baik

2 Lingkungan sekitar distro Starcross cukup luas.

3,12 Baik

Starcross mampu

meningkatkan daya tarik toko.

4 Tata warna yang digunakan pada ruang belanja pada distro Starcross memberikan rasa nyaman saat berbelanja.

3,4 Sangat baik

5 Didalam distro Starcross diputarkan musik yang membuat nyaman berada didalam toko.

3,16 Baik

6 Pengelompokkan produk sejenis di distro Starcross mempermudah

pengunjung mencari produk yang diinginkan

3,34 Sangat baik

7 Suhu udara di distro Starcross membuat saya nyaman

3,26 Sangat baik

8 Pengaturan tempat distro Starcross memberikan ruang yang mudah bagi saya untuk melihat setiap produk yang dipajang.

3,29 Sangat baik

9 Produk di distro Starcross bermacam-macam

jenisnya.

3,23 Baik

Mean 3,23 Baik

Sumber: data primer yang diolah 2019.

Dari tabel V.10 di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden tentang store atmosphere adalah 3,23. Berdasarkan rentang skor analisis, 3,23 termasuk ke dalam interval 2,51 – 3,25 yang berarti bahwa store atmosphere baik.

c. Kecenderungan pembelian impulsif Tabel V.11

Hasil Analisis Deskriptif Kecenderungan Pembelian Impulsif

No Pernyataan Mean Kategori

1 Saya cenderung membeli suatu produk distro Starcross secara spontan karena keinginan sesaat.

2,63 Tinggi

2 Saya cenderung membeli suatu produk yang menarik secara tiba-tiba saat didalam distro Starcross.

2,94 Tinggi

3 Saya cenderung membeli suatu produk secara tiba-tiba karenamelihat diskon di ditro Starcross.

3,15 Tinggi

4 Saya cenderung membeli produk melebihi dari yang sudah direncanakan karena dorongan

teman/keluarga.

3,13 Tinggi

5 Saya cenderung terobsesi membelanjakan uang saya baik sebagian maupun seluruhnya saat di distro Starcross.

3,19 Tinggi

6 Saya cenderung membeli produk di distro Starcross meskipun tidak begitu membutuhkannya.

3,86 Sangat tinggi

Mean 2,98 Tinggi

Sumber: data primer yang diolah 2019.

Dari tabel V.11 di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata jawaban responden tentang kecenderungan pembelian impulsif baik adalah 2,98. Berdasarkan rentang skor analisis, 2,98 termasuk ke dalam interval 2,51 – 3,25 yang berarti kecenderungan pembelian impulsif tinggi.

2) Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal.

Gambar V.1 Uji Normalitas Sumber: data primer yang diolah 2019.

Dapat dilihat dari gamabr V1, kita dapat melihat bahwa titik – titik yang ada selalu mengikuti mendekati garis diagonalnya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal sehingga syarat normalitas nilai residual untuk analisis regresi dapat terpenuhi.

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas merupakan pengujian yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antara variabel independen dalam model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam

model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Variabel yang menyebabkan multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance maupun VIF. Jika nilai tolerance ≥ 0,1 dan VIF ≤ 10, maka tidak terjadi multikolinieritas. Tetapi apabila nilai tolerance ˂ 0,1 dan VIF˃ 10, maka terjadi multikolinieritas.

Tabel V.12 Uji Multikolinearitas

Collinearity Statistics

Model Tolerance VIF

(Constant)

Promosi .978 1.022

Store Atmosphere .978 1.022

Sumber: data primer yang diolah 2019.

Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas yang disajikan pada Tabel V.12, dapat dilihat bahwa nilai VIF pada setiap variabel bebas adalah lebih kecil dari 10. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas di antara variabel bebas tersebut.

c. Heterokedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya, jika varian dari residual berbeda dari satu pengamatan ke pengamatan maka disebut heteroskedastisitas. Cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat

(studentized residual) SRESID. Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas

dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik

Scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang

telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di studentized. Dasar analisisnya adalah apabila terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Apabila tidak terdapat pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Gambar V.2 Uji Heteroskedastisitas Sumber: data primer yang diolah 2019.

Berdasarkan gambar V.2 dapat dilihat bahwa titik-titik pada grafik

scatterplot menyebar merata tanpa membentuk pola tertentu. Maka dapat

disimpulkan bahwa data yang diuji dalam penelitian ini tidak mengalami heteroskedastisitas.

d. Linieritas

Uji linearitas digunakan untuk mengetahui adanya hubungan linier antara dua variabel atau lebih. Uji linearitas dilakukan menggunakan Test

for Linearity pada program SPSS dan taraf signifikansinya 0,05. Apabila

nilai sig. deviation from linearity > 0,05 maka hubungan antara variabel independen dan dependen dinyatakan linear. Hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel V.13

Hasil Uji Linearitas Variabel Promosi Tabel Anova Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Y1_Total * X1_Total Between Groups (Combined) 35.288 8 4.411 .766 .633 Linearity 17.150 1 17.150 2.980 .088 Deviation from Linearity 18.138 7 2.591 .450 .868 Within Groups 523.712 91 5.755 Total 559.000 99

Sumber: data primer yang diolah 2019.

Berdasarkan data hasil uji linearitas variabel promosi pada tabel V.13, nilai sig. deviation from linearity sebesar 0,868 yang berarti lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara promosi dengan kecenderungan pembelian impulsif.

Tabel V.14

Hasil Uji Linearitas Variabel Store Atmosphere Tabel Anova Sum of Squares df Mean Square F Sig. Y1_Total * X2_Total Between Groups (Combined) 88.310 13 6.793 1.241 .265 Linearity 23.541 1 23.541 4.301 .041 Deviation from Linearity 64.768 12 5.397 .986 .469 Within Groups 470.690 86 5.473 Total 559.000 99

Sumber: data primer yang diolah 2019.

Berdasarkan data hasil uji linearitas variabel promosi pada tabel V.14, nilai sig. deviation from linearity sebesar 0,469 yang berarti lebih besar dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara promosi dengan kecenderungan pembelian impulsif.

3) Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen dengan variabel dependen. Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berpengaruh positif atau negatif. Analisis ini juga untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.

Tabel V.15

Analisis Regresi Linear Berganda

Unstandardized Coefficients Model B Std. Error 1 (Constant) 7.982 3.315 Promosi .309 .144 Store Atmosphere .208 .067

Sumber: data primer yang diolah 2019.

Berdasarkan hasil analisis Regresi Linier Berganda pada Tabel V.15 diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 7,982 + 0,309X1 + 0,208 X2

Keterangan:

Y = Kecenderungan Pembelian Impulsif

X1 = Promosi

E. Uji Hipotesis 1. Uji F

Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel promosi dan variabel store atmosphere secara simultan terhadap variabel dependen yaitu kecenderungan pembelian impulsif. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut: Tabel V.16 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 47.649 2 23.825 4.519 .013b Residual 511.351 97 5.272 Total 559.000 99

Sumber: data primer yang diolah 2019.

a) Menentukan Ho (hipotesis nol) dan Ha (hipotesis alternatif) Ho: artinya promosi dan store atmosphere secara simultan tidak berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif. Ha: promosi dan store atmosphere secara simultan berpengaruh terhadap Kecenderungan pembelian impulsif.

b) Menentukan tingkat signifikansi dan Ftabel

Taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,05 (5%).

c) Menentukan Fhitung

Berdasarkan tabel V.16 nilai Fhitung adalah sebesar 4,519 d) Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan Ho

H0 ditolak dan HA diterima apabila nilai probabilitas (sig) <α atau Fhitung> Ftabel.

H0 diterima dan HA ditolak apabila nilai probabilitas (sig) ≥ α atau Fhitung ≤ Ftabel.

e) Menarik kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian statistic dengan program SPSS, pada tabel V.16 didapatkan bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (4,519 > 3,08) serta tingkat signifikansi (sig) adalah sebesar 0,013 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,013 < 0,05) sehingga HA diterima dan H0 ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa, promosi dan store atmosphere secara simultan memiliki pengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

2. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji apakah variabel Promosi dan

Store atmosphere berpengaruh secara parsial terhadap variabel

dependen yaitu kecenderungan pembelian impulsif. Berikut ini merupakan tahapan dalam melakukan uji t menurut Atmaja (2009:112):

Tabel V.17 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients

Model B Std. Error Beta T Sig.

1 (Constant )

7.982 3.315 2.408 .018 X1_Total .309 .144 .210 2.138 .035 X2_Total .208 .087 .236 2.405 .018

Sumber: data primer yang diolah 2019. Variabel Promosi

a) Menentukan H0 (hipotesis nol) dan HA (hipotesis alternatif). H0 : b1 = 0. Artinya promosi secara parsial tidak berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

HA : b1 ≠ 0, artinya promosi secara parsial berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

b) Menentukan tingkat signifikansi dan ttabel

Taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,05 (5%) dan ttabel = 1,66

c) Berdasarkan tabel V.17 thitung promosi = 2,138 d) Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan H0

H0 ditolak dan HA diterima bila nilai probabilitas (sig) < 0,05 atau –ttabel > thitung > ttabel.

H0 diterima dan HA ditolak bila nilai probabilitas (sig) ≥ 0,05 atau –ttabel ≤ thitung ≤ ttabel.

e) Menarik kesimpulan

Berdasarkan hasil uji t tabel V.17 diperoleh nilai PValue (sig) untuk variabel promosi sebesar 0,035. Diketahui Pvalue (sig) sebesar 0,035 < α (0,05), Maka HO ditolak dan HA diterima. Atau berdasarkan tabel V.17 thitung untuk variabel promosi 2,138 lebih besar dari ttabel (1,66). Jadi dapat disimpulkan bahwa promosi berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

Variabel Store Atmosphere

a) Menentukan H0 (hipotesis nol) dan HA (hipotesis alternatif). H0 : store atmosphere secara parsial tidak berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

HA : store atmosphere secara parsial berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

b) Menentukan tingkat signifikansi dan ttabel

Taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,05 (5%) dan ttabel = 1,66

c) Menentukan nilai thitung

Berdasarkan tabel V.17 didapatkan thitung = 2,405 d) Menentukan kriteria penerimaan atau penolakan H0

H0 ditolak dan HA diterima bila nilai probabilitas (sig) < 0,05 atau –ttabel > thitung > ttabel.

H0 diterima dan HA ditolak bila nilai probabilitas (sig) ≥ 0,05 atau –ttabel ≤ thitung ≤ ttabel.

e) Menarik kesimpulan

Berdasarkan hasil uji t tabel V.17 diperoleh nilai PValue (sig) untuk variabel store atmosphere sebesar 0,018. Diketahui Pvalue (sig) sebesar 0,018 < α (0,05), Maka HO ditolak dan HA diterima. Atau thitung untuk variabel store atmosphere 2,405 lebih besar dari ttabel (1,66). Jadi dapat disimpulkan bahwa store atmosphere berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

3. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R Square) mengukur seberapa besar kemampuan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen menurut Ghozali (2013:87). Nilai maksimum dari koefisien determinasi adalah 1 dan nilai minimum koefisien determinasi adalah 0 (Budiyono, 2015:259). Apabila nilai koefisien determinasi mendekati 0 artinya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin lemah dan apabila nilai koefisien determinasi mendekat 1 artinya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin kuat. Menurut Santoso (2015:152) untuk regresi dengan jumlah variabel independen dua atau lebih sebaiknya menggunakan Ajusted R Square. Ajusted R Square adalah nilai R Square yang telah disesuaikan dan nilainya selalu lebih kecil dari R Square. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka penelitian ini menggunakan Ajusted R Square.

Tabel V.18 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .292a .085 .066 2.296

Sumber: data Primer yang diolah 2019.

Berdasarkan Tabel V.18 dapat dilihat bahwa besarnya Adjusted R

Square adalah 0,066 atau 6,6%. Artinya, variasi perubahan variabel

kecenderungan pembelian impulsif dijelaskan oleh variabel promosi dan

store atmosphere sebesar 6,6 %. Sedangkan 93,4% dijelaskan variabel

lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

F. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis mengenai perngaruh promosi dan store

atmosphere terhadap kecenderungan pembelian impulsif, maka dapat dibuat

pembahasan sebagai berikut:

1. Pengaruh Promosi dan Store Atmosphere terhadap kecenderungan pembelian impulsif.

Berdasarkan hasil uji F hitung lebih besar dari F tabel (47.649 > 3,09) dan Sig < 0,05 (0,013 < 0,05) maka H0 ditolak, artinya apabila terjadi perubahan pada variabel promosi dan store atmosphere secara bersama- sama akan mempengaruhi tinggi rendahnya kecenderungan pembelian impulsif di distro Starcross.

2. Pengaruh Promosi Terhadap Kecenderungan Pembelian Impulsif.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, hipotesis kedua (H2) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa promosi berpengaruh terhadap kecenderungan pembelian impulsif. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial melalui uji t, variabel promosi (X1) memiliki t tabel sebesar 2,138 > 1,66 untuk t hitung dan nilai signifikan 0,035 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan pembelian impulsif. Koefisien regresi variabel promosi sebesar 0,309 yang berarti bernilai positif, artinya terjadi hubungan positif antara promosi dengan kecenderungan pembelian impulsif, semakin menarik promosi maka semakin tinggi kecenderungan pembelian impulsif.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dan Kunto (2013). Hasil dari penelitian mereka menunjukkan bahwa promosi pada Matahari Department Store cabang Supermall Surabaya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap impulse

buying.

3. Pengaruh Store Atmosphere terhadap Kecenderungan pembelian Impulsif.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, hipotesis kedua (H2) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa store atmosphere berpengaruh positif terhadap kecenderungan pembelian impulsif. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial melalui uji t, variabel promosi

(X1) memiliki t tabel sebesar 2,405 > 1,66 untuk t hitung dan nilai signifikan 0,018 lebih kecil dari 0,05 . Hal ini menunjukkan store

atmosphere secara parsial berpengaruh signifikan terhadap terhadap

kecenderungan pembelian impulsif. Koefisien regresi variabel store

atmosphere sebesar 0,208 yang berarti bernilai positif, artinya terjadi

hubungan positif antara store atmosphere dengan kecenderungan pembelian impulsif, semakin baik store atmosphere maka semakin tinggi kecenderungan pembelian impulsif.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putu Bagus Wichitakani Wahyu Cakraningrat dan I G.A.K. Sri Ardani pada tahun penelitian 2016, bahwa store atmosphere berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying.

G. Koefisien Determinasi

Pada penelitian ini nilai Adjusted R Square sebesar 0,066 atau 6,6%. Artinya, variasi perubahan variabel kecenderungan pembelian impulsif dijelaskan oleh variabel promosi dan store atmosphere sebesar 6,6 %. Sedangkan 93,4% dijelaskan variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

BAB VI

Dokumen terkait