ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. ANALISIS DATA
1. Penentuan Tarif Sewa Kamar Menurut Rumah Sakit
RSUD Kabupaten Karanganyar dalam menentukan tarif menggunakan tarif subsidi silang, yaitu kebijakan agar masyarakat yang termasuk ekonomi mampu (individu yang memiliki harta atau kekayaan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan untuk kehidupan sehari-hari) dapat ikut meringankan pembiayaan pelayanan rumah sakit bagi masyarakat yang ekonomi yang kurang mampu. Selain itu surplusnya dapat digunakan untuk menutup kekurangan biaya operasionalnya.
Biaya-biaya operasional pada kamar dewasa yang dikeluarkan oleh RSUD Kabupaten Karanganyar pada tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tabel II.1
Biaya-biaya operasional yang dikeluarkan RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2009
No. Rekening Biaya-biaya operasional (dlm rupiah) 1.02 . 1.02.02.01 . 01.01 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 1.544.000 1.02 . 1.02.02.01 . 01.02 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber
Daya Air dan Listrik
397.142.260 1.02 . 1.02.02.01 . 01.12 Penyediaan Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
14.999.930
Biaya Telephon, Listrik dan Air. 413.686.190
1.02 . 1.02.02.01 . 01.08 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 192.595.780
Biaya Kebersihan. 192.595.780
1.02 . 1.02.02.01 . 01.14 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 39.047.000
Biaya Penyediaan Kebutuhan. 132.650.730
1.02 . 1.02.02.01 . 02.22 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
265.564.000 1.02 . 1.02.02.01 . 02.37 Pemeliharaan Rutin/Berkala SUmur
WC, Ledeng
28.692.925 1.02 . 1.02.02.01 . 27.17 Pemeliharaan Rutin/Berkala Alat-Alat
Kesehatan Rumah Sakit
89.775.080 1.02 . 1.02.02.01 . 02.29 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleur 32.397.372
Biaya Pemeliharaan Bangunan. 416.429.377
1.02 . 1.02.02.01 . 02.23 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan
4.607.000 1.02 . 1.02.02.01 . 02.24 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/Operasional
60.501.100
Biaya Pemeliharaan Kendaraan. 65.108.100
1.02 . 1.02.02.01 . 02.26 Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor
13.009.900 1.02 . 1.02.02.01 . 02.28 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan
Gedung Kantor
9.745.000
Biaya Pemeliharaan Perlengkapan dan
Peralatan.
22.754.900 1.02 . 1.02.02.01 . 26.23 Pengadaan Bahan-Bahan Logistik
Rumah Sakit
643.927.895
Biaya makan dan minum pasien. 643.927.895
1.02 . 1.02.02.01 . 01.18 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Dalam/ Luar Daerah
37.256.040 1.02 . 1.02.02.01 . 01.34 Pembayaran PBB dan Kendaraan
Bermotor
1.836.672 Biaya lain-lain diluar operasional rumah
sakit
39.092.712 JUMLAH BIAYA YANG DIBEBANKAN KE TARIF SEWA
KAMAR
1.926.245.684 Sumber: Data primer
Tingkat hunian kamar RSUD Kabupaten Karanganyar ditentukan berdasarkan bed yang dipakai oleh pasien dalam satu tahun untuk masing-masing kelas. Penjualan kamar dalam setahun dapat dilihat pada tabel II.2 berikut ini:
Tabel II.2
Jumlah hunian kamar per kelas tahun 2009
No. Kelas TRIB.I TRIB.II TRIB.III TRIB.IV Jumlah 1 Kelas III 798 745 784 640 2.967 2 Kelas II 995 971 903 885 3.754 3 Kelas I 896 1.137 998 640 3.671 4 Kelas Utama 3.514 3.763 3.474 3.454 14.205 5 Kelas Teladan 3.149 3.159 3.115 3.198 12.621
Jumlah hunian tahun 2009 37.218
Sumber: Data Primer
Tarif yang diterapkan di RSUD Kabupaten Karanganyar yang diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar No.7 Tahun 2007 adalah:
Tabel II.3 Tarif sewa kamar RSUD Kabupaten Karanganyar
No. Kelas Tarif
1. Kelas III Rp15.000 2. Kelas II Rp20.000
3. Kelas I Rp40.000
4. Kelas Utama Rp70.000
5. Kelas Teladan Rp100.000
2. Penentuan Tarif Sewa Kamar Menurut Penulis
Pengelompokan biaya dalam penentuan harga pokok tarif sewa kamar pada RSUD Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut:
a. Biaya Telephon, Listrik dan Air.
Biaya ini terdiri dari penyediaan surat menyurat, penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik serta penyediaan komponen instansi listrik.
b. Biaya Kebersihan.
Biaya ini terdiri dari penyediaan jasa kebersihan kantor. c. Biaya Penyediaan Kebutuhan.
Biaya ini terdiri dari penyediaan alat tulis kantor dan penyediaan peralatan rumah tangga.
d. Biaya Pemeliharaan Bangunan.
Biaya ini terdiri dari pemeliharaan rutin / berkala gedung kantor, pemeliharaan rutin / berkala sumur, WC dan ledeng, pemeliharaan rutin / berkala alat-alat kesehatan rumah sakit dan pemeliharaan rutin / berkala mebeleur.
e. Biaya Pemeliharaan Kendaraan.
Biaya ini terdiri dari pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional dan pemeliharaan rutin / berkala mobil jabatan.
f. Biaya Pemeliharaan Perlengkapan dan Peralatan.
Biaya ini terdiri dari pemeliharaan rutin / berkala perlengkapan gedung kantor dan pemeliharaan rutin / berkala peralatan gedung kantor.
g. Biaya makan dan minum pasien.
Biaya ini terdiri dari pengadaan bahan-bahan logistik rumah sakit.
h. Biaya lain-lain diluar operasional rumah sakit.
Biaya ini terdiri dari biaya rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke dalam / ke luar daerah dan pembayaran PBB dan pajak kendaraan bermotor yang dibebankan kependapatan rawat inap.
Biaya-biaya operasional pada kamar dewasa yang dikeluarkan oleh RSUD Kabupaten Karanganyar pada tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tabel II.4
Biaya-biaya operasional yang dikeluarkan RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2009
No. Rekening Biaya-biaya operasional (dlm rupiah) 1.02 . 1.02.02.01 . 01.01 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 1.544.000 1.02 . 1.02.02.01 . 01.02 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber
Daya Air dan Listrik
397.142.260 1.02 . 1.02.02.01 . 01.12 Penyediaan Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
14.999.930
Biaya Telephon, Listrik dan Air. 413.686.190
Biaya Kebersihan. 192.595.780
1.02 . 1.02.02.01 . 01.10 Penyediaan Alat Tulis Kantor 93.603.730 1.02 . 1.02.02.01 . 01.14 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 39.047.000
Biaya Penyediaan Kebutuhan. 132.650.730
1.02 . 1.02.02.01 . 02.22 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
265.564.000 1.02 . 1.02.02.01 . 02.37 Pemeliharaan Rutin/Berkala SUmur
WC, Ledeng
28.692.925 1.02 . 1.02.02.01 . 27.17 Pemeliharaan Rutin/Berkala Alat-Alat
Kesehatan Rumah Sakit
89.775.080 1.02 . 1.02.02.01 . 02.29 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleur 32.397.372
Biaya Pemeliharaan Bangunan. 416.429.377
1.02 . 1.02.02.01 . 02.23 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan
4.607.000 1.02 . 1.02.02.01 . 02.24 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan
Dinas/Operasional
60.501.100
Biaya Pemeliharaan Kendaraan. 65.108.100
1.02 . 1.02.02.01 . 02.26 Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor
13.009.900 1.02 . 1.02.02.01 . 02.28 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan
Gedung Kantor
9.745.000
Biaya Pemeliharaan Perlengkapan dan
Peralatan.
22.754.900 1.02 . 1.02.02.01 . 26.23 Pengadaan Bahan-Bahan Logistik
Rumah Sakit
643.927.895
Biaya makan dan minum pasien. 643.927.895
1.02 . 1.02.02.01 . 01.18 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Dalam/ Luar Daerah
37.256.040 1.02 . 1.02.02.01 . 01.34 Pembayaran PBB dan Kendaraan
Bermotor
1.836.672 Biaya lain-lain diluar operasional rumah
sakit
39.092.712 JUMLAH BIAYA YANG DIBEBANKAN KE TARIF SEWA
KAMAR
1.926.245.684 Sumber: Data primer
Tarif jasa sarana rawat inap kelas II dijadikan dasar perhitungan untuk penetapan tarif jasa sarana kelas perawatan lainnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
Tabel II.5
Rumus tarif dasar rawat inap No Kelas Rumus Tarif Dasar Sewa Kamar
A Kelas III = 3/4 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
B Kelas II = 1 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
C Kelas I = 2 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
D Kelas Utama = 3,5 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
E Kelas Teladan = 5 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
Sumber: Data primer
Perhitungan tarif sewa kamar per hari dengan biaya akomodasi ruang rawat inap kelas II dihitung sesuai dengan biaya akomodasi rata-rata yang digunakan pasien dan ditetapkan sebagai Unit Cost Break Even Point:
Jumlah biaya = biaya telephon, listrik dan air + biaya kebersihan + biaya penyediaan kebutuhan + biaya pemeliharaan bangunan + biaya pemeliharaan kendaraan + biaya pemeliharaan perlengkapan dan peralatan + biaya makan dan minum pasien + biaya lain-lain di luar operasional
= 413.686.190 + 192.595.780 + 132.650.730 + 416.429.377 + 65.108.100 + 22.754.900 + 643.927.895 + 39.092.712
Tabel II.6
Jumlah hunian kamar per kelas tahun 2009
No. Kelas TRIB.I TRIB.II TRIB.III TRIB.IV Jumlah
1 Kelas Teladan 798 745 784 640 2.967
2 Kelas Utama 995 971 903 885 3.754
3 Kelas I 896 1.137 998 640 3.671
4 Kelas II 3.514 3.763 3.474 3.454 14.205 5 Kelas III 3.149 3.159 3.115 3.198 12.621
Jumlah hunian tahun 2009 37.218
Sumber: Data primer
Karena yang ditetapkan sebagai Unit Cost Break Even Point adalah kelas II, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
Unit Cost BEP = jumlah biaya : total hunian tahun 2009 = 1.926.245.684 : 37218
= 51.755,75485 Sedangkan tarif dasar sewa kamar adalah: Kelas III = ¾ X Unit Cost BEP
= ¾ X 51.755,75485 = Rp 38.816,82 Kelas II = 1 X Unit Cost BEP
= 1 X 51.755,75 = Rp 51.755,75 Kelas I = 2 X Unit Cost BEP
= 2 X 51.755,75485 = Rp 103.511,51
Kelas Utama = 3.5 X Unit Cost BEP = 3.5 X 51.755,75485 = Rp 181.145,14 Kelas Teladan = 5 X Unit Cost BEP
= 5 X 51.755,75485 = Rp 258.778,77
Tabel II.7
Perhitungan tarif dasar sewa kamar
No. Jumlah Biaya Kelas Jumlah Hunian Unit Cost BEP Harga Pokok 1 1.926.245.684 Kelas III 37218 51755,755 Rp38.816,82 2 1.926.245.684 Kelas II 37218 51755,755 Rp51.755,75 3 1.926.245.684 Kelas I 37218 51755,755 Rp103.511,51 4 1.926.245.684 Kelas Utama 37218 51755,755 Rp181.145,14 5 1.926.245.684 Kelas Teladan 37218 51755,755 Rp258.778,77
Sumber: Data sekunder yang diolah
Rumus perhitungan tarif sewa kamar per hari dengan tambahan laba yang diinginkan RSUD Kabupaten Karanganyar. Dalam hal ini diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar No.7 Tahun 2007 Pasal 9 bahwa tarif RSUD tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan dan ditetapkan berdasarkan asas gotong royong, adil dengan mengutamakan kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah. Perhitungan penentuan tarif sewa kamar RSUD Kabupaten Karanganyar adalah:
a. Rumus tarif RSUD Kabupaten Karanganyar jika masih diberi subsidi oleh pemerintah adalah
Keterangan: T = Tarif
HP = Harga Pokok Sub = Subsidi Pemerintah TS = Target Surplus
b. Rumus dan perhitungan tarif RSUD Kabupaten Karanganyar yang telah menjadi BLUD adalah
Rumus ini telah dipakai oleh rumah sakit swasta, dikarenakan dari awal berdirinya memang tidak pernah di subsidi oleh pemerintah. Keterangan: T = Tarif HP = Harga Pokok TS = Target Surplus TS = 0%T Sehingga T = HP + 0%T T = HP
T = HP + TS - Sub
T = HP + TSTabel II.8
Tarif sewa kamar per hari
RSUD Kabupaten Karanganyar Tahun 2010
No. Kelas Harga Pokok TS Tarif Usulan 1. Kelas III Rp38.816,82 Rp0,00 Rp38.816,82 2. Kelas II Rp51.755,75 Rp0,00 Rp51.755,75 3. Kelas I Rp103.511,51 Rp0,00 Rp103.511,51 4. Kelas Utama Rp181.145,14 Rp0,00 Rp181.145,14 5. Kelas Teladan Rp258.778,77 Rp0,00 Rp258.778,77
Sumber: Data sekunder yang diolah
Perhitungan tarif sewa kamar perhari selama tahun 2010 untuk tiap kamar dapat dihitung sebagai berikut:
1) Kelas III Harga Pokok = Rp 38.816,82 Tarif = Rp 38.816,82 2) Kelas II Harga Pokok = Rp 51.755,75 Tarif = Rp 51.755,75 3) Kelas I Harga Pokok = Rp 103.511,51 Tarif = Rp 103.511,51
4) Kelas Utama Harga Pokok = Rp 181.145,14 Tarif = Rp 181.145,14 5) Ketas Teladan Harga Pokok = Rp 258.778,77 Tarif = Rp 258.778,77
BAB III TEMUAN
Dari ketentuan Peraturan Daerah No.7 Tahun 2007, penulis mendapatkan harga pokok (unit cost) rawat inap yaitu dengan cara menjumlahkan keseluruhan biaya operasional dibagi dengan hari hunian selama setahun. Harga pokok yang didapat adalah merupakan tarif yang diberlakukan di RSUD. Ketentuan Peraturan Daerah No.7 Tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel III.1 Ketentuan Tarif
Peraturan Daerah No.7 Tahun 2007
No. Kelas Tarif
RSUD 1. Kelas III Rp15.000 2. Kelas II Rp20.000 3. Kelas I Rp40.000 4. Kelas Utama Rp70.000 5. Kelas Teladan Rp100.000 Sumber: Data primer
Dalam perjalananya, RSUD Kabupaten Karanganyar perlu mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan baik dari segi kualitas maupun kualitas. Disamping itu, pemenuhan target tingkat hunian kamar yang tinggi adalah target yang ingin dicapai setiap rumah sakit tidak terkecuali RSUD Kabupaten Karanganyar. Hal ini dimaksudkan agar RSUD Kabupaten Karanganyar dapat memimpin peta persaingan yang semakin kompetitif. Dibawah ini penulis
menyajikan perhitungan rata-rata yang dicapai RSUD Kabupaten Karanganyar selama tahun 2009 adalah sebagai berikut:
TABEL III.2
Jumlah tempat tidur dan persediaan hari hunian tahun 2009
No. Kelas Jumlah
tempat tidur Hari dalam setahun Persediaan hari hunian Hari rawat inap 1. Kelas III 39 365 14235 12.621 2. Kelas II 55 365 20075 14.205 3. Kelas I 17 365 6205 3.671 4. Kelas Utama 17 365 6205 3.754 5. Kelas Teladan 10 365 3650 2.976
Sumber: data sekunder yang diolah
BOR = hari rawat inap / ( TT x 365) Keterangan:
BOR = Bed Occopancy Rate
TT = Jumlah tempat tidur 365 = hari dalam satu tahun
Perhitungan BOR-nya adalah sebagai berikut:
Kelas III dengan 39 tempat tidur pada tahun 2009 dihuni sebanyak 12.621 pasien. Jadi BOR-nya adalah 12.621 / ( 39 x 365 ) x 100% = 89%.
Kelas II dengan 55 tempat tidur pada tahun 2009 dihuni sebanyak 14.205 pasien. Jadi BOR-nya adalah 14.205 / ( 55 x 365 ) x 100% = 71%.
Kelas I dengan 17 tempat tidur pada tahun 2009 dihuni sebanyak 3.671 pasien. Jadi BOR-nya adalah 3.671 / ( 17 x 365 ) x 100% = 59%.
Kelas Utama dengan 17 tempat tidur pada tahun 2009 dihuni sebanyak 3.754 pasien. Jadi BOR-nya adalah 3.754 / ( 17 x 365 ) x 100% = 60%.
Kelas Teladan dengan 10 tempat tidur pada tahun 2009 dihuni sebanyak 2.967 pasien. Jadi BOR-nya adalah 2.967 / ( 10 x 365 ) x 100% = 81%.
Sebagai rumah sakit yang telah menggunakan BLUD sebagai dasarnya maka RSUD Kabupaten Karanganyar harus mengetahui perbandingan pendapatan di tiap-tiap kelasnya. Dibawah ini penulis menyajikan perhitungan pendapatan yang diterima RSUD Kabupaten Karanganyar pada tahun 2009 dengan menggunakan tarif yang berlaku adalah sebagai berikut:
TABEL III.3
Pendapatan RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2009
No Kelas Hari Rawat Inap Tarif Berlaku Pendapatan Tarif Berlaku 1. Kelas III 12.621 Rp15.000 Rp189.315.000 2. Kelas II 14.205 Rp20.000 Rp284.100.000 3. Kelas I 3.671 Rp40.000 Rp146.840.000 4. Kelas Utama 3.754 Rp70.000 Rp262.780.000 5. Kelas Teladan 2.976 Rp100.000 Rp297.600.000
Sumber: Data sekunder yang diolah
Setelah melakukan penelitian dan analisis data, penulis mendapatkan hasil penelitian sebagai berikut:
1. Kamar dewasa pada RSUD Kab Karanganyar terdiri dari lima tipe kamar yaitu kelas Teladan, kelas Utama, Kelas I, Kelas II dan kelas III. Kelas III merupakan tipe kamar yang mempunyai penjualan bed paling besar, yaitu 89% dari penjualan bed yang tersedia. Sedangkan Kelas I merupakan tipe
kamar dengan penjualan bed yang paling kecil yaitu 59% dari jumlah bed yang tersedia.
2. Jumlah hunian kamar pada RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2009 yang paling besar adalah Kelas II jumlah hari hunian 14.205 dan jumlah hari hunian yang paling kecil adalah 2.976 terjadi pada Kelas Teladan. 3. Pendapatan kamar pada RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2009 yang
paling besar adalah Kelas Teladan yaitu sebesar Rp 297.600.000,00 sedangkan pendapatan yang paling kecil terjadi pada Kelas I yaitu sebesar Rp 146.840.000,00
A. KELEBIHAN
1. Dengan menetapkan tarif yang masih bersubsidi di RSUD Kabupaten Karanganyar dipastikan memimpin peta persaingan rumah sakit di Karanganyar.
2. Dengan menetapkan tarif yang masih bersubsidi di RSUD Kabupaten Karanganyar diharapkan tidak kehilangan customernya karena harga tarif sewa kamar yang bersubsidi sebesar 39% x tarif yang tidak bersubsidi. 3. Dengan menetapkan tarif yang masih bersubsidi di RSUD Kabupaten
Karanganyar akan tetap terjangkau oleh masyarakat karena pada Pasal 9 Perda No.7 Tahun 2007 telah ditetapkan bahwa biaya penyelenggaraan RSUD dipikul bersama oleh pemerintah dan masyarakat dengan memperhatikan kemampuan keuangan Pemerintah Daerah dan keadaan sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan.
B. KEKURANGAN
1. Dengan menetapkan tarif yang masih bersubsidi, RSUD Kabupaten Karanganyar tidak mampu menutup biaya operasional karena pada bulan Mei 2009 telah ditetapkan sebagai BLUD. Sehingga, RSUD Kabupaten Karanganyar harus menutup biaya operasional dengan pendapatan selain sewa kamar.
2. Dengan menetapkan tarif yang masih bersubsidi di RSUD Kabupaten Karanganyar dipastikan dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik, kinerja keuangan dan kinerja manfaat bagi masyarakat masih meminta anggaran APBD Kabupaten Karanganyar dikarenakan RSUD tidak memiliki dana yang cukup untuk memenuhi hal itu.
3. Dengan menetapkan tarif yang masih bersubsidi di RSUD Kabupaten Karanganyar sudah tidak relevan lagi karena biaya yang dikeluarkan tahun 2006 yang dipakai untuk dasar membuat tarif tahun 2007 tidak sama dengan biaya operasional tahun 2009 yang dipakai penulis untuk menentukan tarif yang seharusnya dipakai RSUD Kabupaten Karanganyar.
BAB IV PENUTUP
Dari hasil perhitungan diatas, penulis mendapatkan harga pokok (unit cost)
rawat inap yaitu dengan cara menjumlahkan keseluruhan biaya operasional dibagi dengan hari hunian selama setahun. Harga pokok yang didapat adalah merupakan tarif yang diberlakukan di RSUD. Perbandingan penentuan tarif rawat inap per hari dari perhitungan penulis dan ketentuan Peraturan Daerah No.7 Tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel IV.1
Perbandingan tarif rekomendasi penulis dengan Peraturan Daerah No.7 Tahun 2007
No. Kelas Tarif
RSUD % Tarif Usulan % Selisih % 1. Kelas III Rp15.000 39% Rp38.816,82 100% Rp23.817 61% 2. Kelas II Rp20.000 39% Rp51.755,75 100% Rp31.756 61% 3. Kelas I Rp40.000 39% Rp103.511,51 100% Rp63.512 61% 4. Kelas Utama Rp70.000 39% Rp181.145,14 100% Rp111.145 61% 5. Kelas Teladan Rp100.000 39% Rp258.778,77 100% Rp158.779 61% Sumber: Data sekunder yang diolah
Dari hasil perhitungan yang penulis lakukan, terdapat selisih yang cukup signifikan antara perhitungan penulis dan penentuan tarif yang ditetapkan RSUD Kabupaten Karanganyar. Perhitungan penulis dengan metode full costing lebih mahal dibanding dengan penentuan tarif yang ditetapkan RSUD Kabupaten Karanganyar hal ini dikarenakan penentuan tarif rawat inap RSUD adalah kebijakan pemerintah tahun 2007, dimana harga pokok masih dikurangi subsidi
untuk mencari tarif sewa kamarnya. Dapat dikatakan bahwa pada tahun 2009 Pemerintah Daerah telah mensubsidi sebesar 61% dari total biaya yang dikeluarkan tahun 2009.
Sebagai rumah sakit yang telah menggunakan BLUD sebagai dasarnya makan RSUD Kabupaten Karanganyar harus mengetahui perbandingan pendapatan di tiap-tiap kelasnya. Dibawah ini penulis menyajikan perhitungan pendapatan yang diterima RSUD Kabupaten Karanganyar pada tahun 2009 dengan menggunakan tarif usulan maupun tarif yang berlaku adalah sebagai berikut:
TABEL IV.2
Pendapatan RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2009
No Kelas Hari Rawat Inap Tarif Berlaku Pendapatan
Tarif Berlaku Tarif Usulan
Pendapatan Tarif Usulan 1. Kelas III 12.621 Rp15.000 Rp189.315.000 Rp38.816,82 Rp489.907.085,2 2. Kelas II 14.205 Rp20.000 Rp284.100.000 Rp51.755,75 Rp735.190.428,8 3. Kelas I 3.671 Rp40.000 Rp146.840.000 Rp103.511,51 Rp379.990.753,2 4. Kelas Utama 3.754 Rp70.000 Rp262.780.000 Rp181.145,14 Rp680.018.855,6 5. Kelas Teladan 2.976 Rp100.000 Rp297.600.000 Rp258.778,77 Rp770.125.619,5
Sumber: Data sekunder yang diolah
Pendapatan kamar pada RSUD Kabupaten Karanganyar tahun 2009 yang paling besar adalah Kelas Teladan yaitu sebesar Rp 297.600.000,00 sedangkan pendapatan yang paling kecil terjadi pada Kelas I yaitu sebesar Rp 146.840.000,00. Apabila menggunakan tarif usulan maka pendapatan terbesar terjadi pada Kelas Teladan yaitu sebesar Rp 770.125.619,50 sedangkan pendapatan paling kecil terjadi pada Kelas I yaitu Rp 379.990.753,20.
Jumlah pendapatan pada RSUD Kabupaten Karanganyar memakai tarif berlaku selama tahun 2009 adalah sebesar Rp 1.180.635.000,00 sedangkan apabila menggunakan tarif usulan adalah sebesar Rp 3.055.232.742,00. Selisih yang terjadi apabila kedua pendapatan antara tarif usulan dengan tarif berlaku dibandingkan adalah sebesar Rp 1.874.597.742,00.
A. KESIMPULAN
Setelah melakukan penelitian, pengumpulan data, menganalisis data dan menemukan hasil, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa tingkat keuntungan yang ditetapkan RSUD Kabupaten Karanganyar adalah sebesar 0% dan penetapan tarif saat ini belum tepat karena masih tersubsidi sebesar 61%. Artinya dengan tingkat subsidi yang lebih dari 50% dapat disimpulkan bahwa RSUD Kabupaten Karanganyar belum mampu menutup biaya (Cost Recovery)
bahkan hanya mampu menutup 39% dari total biaya untuk sewa kamar.
B. REKOMENDASI
1. Sebaiknya RSUD Kabupaten Karanganyar memperhatikan unit cost untuk penetapan tarif sewa kamar pada semua kelas kamar.
2. Untuk mempermudah perhitungan tarif sewa kamar sebaiknya RSUD Kabupaten Karanganyar membuat cost structure dengan teliti dan tepat yang kemudian dijadikan dasar untuk menghitung tarif sewa kamar.
3. RSUD Kabupaten Karanganyar seharusnya menaikkan tarifnya apabila BLUD telah dijalankan sepenuhnya, dikarenakan tarif yang berlaku saat ini tidak mampu menutup biaya yang dikeluarkan.
Rumus tarif dasar rawat inap No Kelas Rumus Tarif Dasar Sewa Kamar
A Kelas III = 3/4 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
B Kelas II = 1 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
C Kelas I = 2 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
D Kelas Utama = 3,5 X tarif rawat inap kelas II (Unit Cost BEP)
5.1.2.2 Belanja Barang Jasa
Realisasi belanja barang dan jasa tahun 2009 adalah sebesar Rp 10.300.305.734, terdiri dari:
Dari APBD Rp 208.652.592
Dari pendapatan BLUD Rp 10.091.653.142
JUMLAH Rp 10.300.305.734
BELANJA APBD BARANG & JASA
1.02 . 1.02.02.01 . 02.65 Pengadaan Komputer Billing System 7.343.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 05.06 Peningkatan Pelatihan Medis, Paramedis dan non medis 44.313.900,00 1.02 . 1.02.02.01 . 19.01 Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat 14.348.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 23.13 BLU Renstra, Kelola Data, SPM, Neraca Keuangan 16.726.011,00 1.02 . 1.02.02.01 . 24.14 Pemberian Bantuan Pelayanan Kesehatan Bagi Gakin 99.921.681,00 1.02 . 1.02.02.01 . 26.22 Pengadaan Perlengkapan RTRS 26.000.000,00
JUMLAH BELANJA APBD 208.652.592,00
BELANJA BLUD
1.02 . 1.02.02.01 . 01.01 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 1.544.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.02 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 397.142.260,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.08 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 192.595.780,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.10 Penyediaan Alat Tulis Kantor 93.603.730,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.12 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Ktr 14.999.930,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.14 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 39.047.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.18 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Dalam/ Luar Daerah 37.256.040,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.34 Pembayaran PBB dan Kendaraan Bermotor 1.836.672,00 1.02 . 1.02.02.01 . 01.49 Pengadaan Barang Catakan dan Penggandaan 125.985.050,00 1.02 . 1.02.02.01 . 02.22 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 265.564.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 02.23 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Jabatan 4.607.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 02.24 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 60.501.100,00 1.02 . 1.02.02.01 . 02.26 Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor 13.009.900,00 1.02 . 1.02.02.01 . 02.28 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor 9.745.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 02.29 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebeleur 32.397.372,00 1.02 . 1.02.02.01 . 02.37 Pemeliharaan Rutin/Berkala SUmur WC, Ledeng 28.692.925,00 1.02 . 1.02.02.01 . 03.03 Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan 15.000.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 06.01 Peny. Lap Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD 350.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 06.07 Penyusunan DPA RKA 660.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 06.11 Intensifikasi Pendapatan dan Penagihan Piutang RD 2.670.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 06.17 Penyusunan dokumen UKL/UPL 14.500.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 15.09 Pengadaan Bahan Lab. dan Radiologi 1.064.754.092,00 1.02 . 1.02.02.01 . 15.10 Pengadaan Bahan Pakai Habis Pasien 908.667.743,00 1.02 . 1.02.02.01 . 23.12 Akreditasi Rumah Sakit 9.023.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 26.19 Pengadaan Obat-Obatan Rumah Sakit 5.958.078.573,00 1.02 . 1.02.02.01 . 26.23 Pengadaan Bahan-Bahan Logistik Rumah Sakit 643.927.895,00 1.02 . 1.02.02.01 . 26.30 Perbaikan Canopy Cucian dan Doorlop 59.554.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 26.35 Pengadaan Sumur Dalam 6.165.000,00 1.02 . 1.02.02.01 . 27.17 Pemeliharaan Rutin/Berkala Alat-Alat Kesehatan Rumah Sakit 89.775.080,00
JUMLAH BELANJA BLUD 10.091.653.142,00
Ketentuan Tarif
Peraturan Daerah No.7 Tahun 2007
No. Kelas Tarif
RSUD 1. Kelas III Rp15.000 2. Kelas II Rp20.000 3. Kelas I Rp40.000 4. Kelas Utama Rp70.000 5. Kelas Teladan Rp100.000
Jumlah hunian kamar per kelas tahun 2009
No. Kelas TRIB.I TRIB.II TRIB.III TRIB.IV Jumlah
1 Kelas Teladan 798 745 784 640 2.967
2 Kelas Utama 995 971 903 885 3.754
3 Kelas I 896 1.137 998 640 3.671
4 Kelas II 3.514 3.763 3.474 3.454 14.205 5 Kelas III 3.149 3.159 3.115 3.198 12.621