Pembentukan portofolio optimal dalam penelitian ini menggunakan data harian dengan periode waktu selama 3 tahun yaitu dari tahun 2009-2011, yang merupakan waktu pasca terjadinya krisis ekonomi yang dialami oleh banyak negara di Dunia termasuk Indonesia. Dengan menggunakan data harian IHSG dan data harian saham-saham yang termasuk ke dalam kategori saham LQ-45 selama periode tersebut, yang kemudian akan dikelompokkan dalam portofolio bulanan dengan jumlah periode sebanyak 35 periode.
Return aktual serta return harapan saham diperoleh dengan menggunakan harga penutupan harian sebagai dasar perhitungan, sedangkan dengan menggunakan harga penutupan indeks harga saham gabungan pada masing-masing periode dapat diperoleh data tentang return aktual pasar, variance pasar, standar deviasi pasar.
Selanjutnya dengan menggunakan harga penutupan saham harian dan harga penutupan indeks harga saham gabungan harian dapat diproyeksikan
54 alpha beta masing-masing saham yang diperoleh dengan menggunakan model regresi sederhana.
Berdasarkan model indeks tunggal maka dapat diperoleh nilai residual error, serta variance residual error dari masing-masing saham. Sedangkan risk free atau suku bunga bebas risiko yang dalam hal ini diproyeksikan melalui SBI bulanan selama periode waktu penelitian, tapi dikarenakan tingkat suku bunga SBI yang diperoleh masih dalam bentuk tingkat suku bunga bulanan, maka angka / nilai suku bunga tersebut selanjutnya dikonversi menjadi tingkat suku bunga harian.
Dari data-data yang diketahui tersebut maka dapat dicari nilai excess return to beta, cut off point yang merupakan dasar penentuan / pembentukan portolio optimal berdasarkan model indeks tunggal sekaligus mencari proporsi alokasi dana yang harus diinvestasikan pada masing-masing saham (Wi) sebagai dasar dalam perhitungan return harapan, beta, alpha, varian dan standar deviasi portofolio selama periode 35 bulan.
Setelah didapat portofolio optimal maka langkah selanjutnya adalah mengukur kinerja portofolio pada masing-masing periode dengan menggunakan rasio kinerja yang terdiri dari rasio Sharpe, rasio Treynor, rasio jensen, serta rasio M².
55 C. Pembentukan Portofolio Optimal Berdasarkan Model Indeks Tunggal
Pada tahapan ini, perhitungan menggunakan bantuan software Microsoft Excel untuk mempercepat proses perhitungan dikarenakan banyaknya data yang dipergunakan dalam penelitian.
Selama periode waktu Januari 2009 – November 2011 terjadi variasi kombinasi saham-saham yang membentuk portofolio optimal berdasarkan model indeks tunggal. Emiten yang paling sering masuk menjadi kandidat saham pembentuk portofolio optimal adalah SMGR sebanyak 14 periode, LSIP sebanyak 12 periode, dan BBNI sebanyak 11 periode yang mengindikasikan bahwa saham SMGR dan LSIP selama periode penelitian mampu menghasilkan return postitif di atas nilai tingkat suku bunga bebas risiko dengan risiko sistematis saham yang relative lebih rendah dibandingkan dengan saham-saham lainnya. Sedangkan emiten yang paling jarang masuk menjadi kandidat saham pembentuk portolio optimal adalah TLKM sebanyak 3 periode serta MEDC sebanyak 4 periode.
Berikut adalah saham-saham yang termasuk dalam kombinasi portofolio optimal periode waktu Januari 2009 – November 2011 :
56 Tabel 4.2.
Saham Pembentuk Portofolio Optimal Pada Setiap Periode
Bulan
57
Sep-10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Oct-10 1 1 1 1 1 1 1 1
Nov-10 1 1 1 1
Dec-10 1 1 1
Jan-11 1
Feb-11 1 1 1 1 1 1 1 1
Mar-11 1 1 1 1 1
Apr-11 1 1 1 1 1 1 1 1 1
May-11 1 1
Jun-11 1 1 1
Jul-11 1 1 1 1 1 1 1
Aug-11 1
Sep-11 1
Oct-11 1 1 1 1
Nov-11 1 1 1
Sumber : Data sekunder yang diolah
Keterangan : Angka 1 menunjukkan bahwa saham tersebut pada periode tersebut dapat dimasukkan ke dalam pembentukan portofolio optimal.
Berdasarkan pendekatan model indeks tunggal dengan menggunakan data harga penutupan harian saham, data harga penutupan indeks harga saham gabungan harian, serta tingkat suku bunga SBI bulanan dapat diketahui tingkat keuntungan portofolio yang direpresentasikan dengan E(Rp) yaitu tingkat keuntungan rata-rata tertimbang, serta tingkat risiko portofolio yang direpresentasikan dengan σp yang merupakan kombinasi dari risiko yang unik (σei²) dan risiko yang berhubungan dengan pasar (Husnan, 2005 : 105).
58 Tabel 4.3
Risiko dan Tingkat Keuntungan Porotofolio
Bulan σ²RM σRM RF E(RM) αp βp E(Rp) σ²p σp
Feb-09 0.000114668 0.010708305 0.0002339 -0.0018 -0.00398 1.030637 -0.005836 0.000194937 0.013962
Mar-09 0.0002572 0.016038407 0.0002182 0.00547 -0.00412 1.416291 0.0036287 0.000645461 0.025406
Apr-09 0.0004089 0.020221624 0.0002137 0.009171 0.281412 1.245574 0.0078986 0.001138072 0.033735
May-09 0.0003783 0.019450718 0.0001941 0.005337 0.004466 1.687883 0.0134743 0.001224033 0.034986
Jun-09 0.0004029 0.020072729 0.0001854 0.002535 -0.00126 1.507952 0.0025667 0.001048450 0.03238
Jul-09 0.0002274 0.015081033 0.0001823 0.006501 -0.00541 1.271388 0.0028556 0.000756865 0.027511
Aug-09 0.0002307 0.015189792 0.0001749 0.000392 0.000676 1.201553 0.0011472 0.000588870 0.024267
Sep-09 0.0001382 0.011754273 0.0001741 0.002913 -0.00025 1.228116 0.0033319 0.000447795 0.021161
Oct-09 0.000133175 0.011540146 0.0001717 -0.00188 0.002014 1.434727 -0.000681 0.000319472 0.017874
Nov-09 0.0001168 0.010806359 0.0001721 0.001006 -0.00041 1.444274 0.0010454 0.000337955 0.018384
Dec-09 0.0001272 0.011278593 0.0001715 0.002521 0.000758 1.185463 0.0037459 0.000284023 0.016853
Jan-10 0.0000874 0.009349114 0.0001713 0.001486 -0.00104 1.541731 0.001246 0.000248918 0.015777
Feb-10 0.0001236 0.011117662 0.0001709 -0.00126 -0.00051 1.182537 -0.002004 0.000227320 0.015077
Mar-10 0.0001061 0.010300116 0.0001699 0.003898 0.000127 1.18619 0.0047516 0.000257047 0.016033
Apr-10 0.0001086 0.010421538 0.0001651 0.003214 -0.00028 1.020796 0.0030024 0.000182772 0.013519
May-10 0.0007299 0.02701699 0.0001669 -0.00318 0.001577 1.122191 -0.002828 0.001021909 0.031967
Jun-10 0.0001690 0.012998727 0.0001664 0.001858 0.000524 1.034412 0.0024462 0.000315337 0.017758
Jul-10 0.0000465 0.006817273 0.0001759 0.002365 0.002942 0.498291 0.0041199 0.000165091 0.012849
59
Aug-10 0.0000999 0.009996739 0.0001759 0.000195 -0.00123 1.076906 0.000556 0.000170484 0.013057
Sep-10 0.0001459 0.01207878 0.0001761 0.007505 -0.01 1.857574 0.0039465 0.000853506 0.029215
Oct-10 0.0000551 0.00742591 0.0001692 0.001789 0.001447 0.909436 0.0030737 0.000155189 0.012458
Nov-10 0.0001285 0.011334117 0.0001692 -0.00138 0.001283 1.182337 -0.000353 0.000321798 0.017939
Dec-10 0.0001448 0.012032751 0.0001692 0.002382 0.000294 1.025081 0.0027358 0.000366097 0.019134
Jan-11 0.0003189 0.017857047 0.0001617 -0.00394 -0.0008 1.091683 -0.005109 0.000557777 0.023617
Feb-11 0.0000871 0.009332664 0.0001617 0.000988 0.003647 0.669969 0.0043093 0.000530068 0.023023
Mar-11 0.0000743 0.008619521 0.0001617 0.002535 -0.00302 1.257021 0.0001711 0.000166409 0.0129
Apr-11 0.0000356 0.005963653 0.0001617 0.00188 0.000327 1.28263 0.002738 0.000096004 0.009798
May-11 0.0000673 0.008202171 0.0001617 0.000216 -0.00129 1.373058 -0.000995 0.000194267 0.013938
Jun-11 0.0000640 0.008001403 0.0001617 0.000668 -0.0035 1.41223 -0.002552 0.000552111 0.023497
Jul-11 0.0000611 0.007815061 0.0001778 0.002878 -0.00043 1.697086 0.0044509 0.000241047 0.015526
Aug-11 0.0004357 0.020874221 0.0001778 -0.00382 0.001812 1.23242 -0.002894 0.000788090 0.028073
Sep-11 0.0007876 0.028063839 0.0001778 -0.00396 -0.00245 1.159815 -0.007044 0.001658475 0.040724
Oct-11 0.0005114 0.022613198 0.0001778 0.003139 -0.00171 0.184927 -0.001133 0.000284136 0.016856
Nov-11 0.0001956 0.013984007 0.0001778 -0.00092 -0.00219 1.244057 -0.003327 0.000341005 0.018466
Dec-11 0.0000715 0.008455198 0.0001778 0.001351 -0.00184 0.714782 -0.000873 0.000125616 0.011208
Sumber : Data yang diolah
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat keuntungan portofolio tertinggi diperoleh pada bulan mei 2009 sebesar 1,347% dan tingkat keuntungan terendah diperoleh pada bulan September 2011 sebesar -0,7044%.
60 Beta portofolio yang merupakan risiko sistematis (non diversibe risk) memiliki nilai tertinggi ada pada bulan September 2010 sebesar 1,8575 dan beta terendah ada pada bulan 2011 sebesar 0,1849. Standar deviasi yang merupakan indikator risiko total memiliki nilai tertinggi pada bulan September 2011 sebesar 0,04074 dan memiliki nilai terendah pada bulan april 2011 sebesar 0,00978. Alpha portofolio memiliki nilai tertinggi pada bulan april 2009 sebesar 0,28142 dan memiliki nilai terendah pada bulan april 2010 sebesar -0,01.
D. Pengukuran Kinerja Portofolio
Langkah selanjutnya yang dilakukan setelah diketahui nilai alpha, beta, standar deviasi, rata-rata tingkat keuntungan pasar, itingkat suku bunga bebas risiko, serta diketahu juga tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio adalah melakukan pengukuran kinerja portofolio dengan menggunakan rasio Sharpe, rasio Jensen, rasio Treynor, dan rasio M2 dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja portofolio yang telah dibentuk pada periode tersebut. Rincian perhitungan atas kinerja portofolio pada masing-masing periode dengan menggunakan keempat rasio pengukuran tersebut dapat dilihat pada tabel 4.4
Tabel 4.4
Rasio Kinerja Portofolio Bulan Sharpe Ratio Treynor Ratio Alpha Jensen
Ratio M²
Feb-09 -0.434761213 -0.00588969 -0.003971217 -0.004421688 Mar-09 0.134237556 0.002408 -0.004026926 0.00237118 Apr-09 0.227801954 0.006169825 -0.003471541 0.00482019
61 Mei-09 0.379583699 0.007867952 0.004599347 0.007577252 Jun-09 0.07354402 0.001579188 -0.001162115 0.001661612 Jul-09 0.09716984 0.00210263 -0.005359748 0.00164773 Agust-09 0.040070284 0.000809262 0.000711079 0.000783522 Sep-09 0.149223189 0.002571204 -0.000205986 0.001928126 Okt-09 -0.047709119 -0.000594359 0.00208849 -0.000378855 Nov-09 0.047508289 0.000604713 -0.000331523 0.000685454 Des-09 0.212092375 0.003015184 0.000789519 0.002563644 Jan-10 0.068114969 0.000697048 -0.000951849 0.000808157 Feb-10 -0.144231479 -0.001838926 -0.00048241 -0.001432593 Mar-10 0.285772469 0.003862532 0.000158944 0.003113386 Apr-10 0.209871394 0.002779516 -0.000275464 0.002352283 Mei-10 -0.093695583 -0.002669062 0.000762554 -0.00236444 Jun-10 0.128382981 0.002203947 0.000529522 0.001835239 Jul-10 0.306955693 0.007915066 0.002853313 0.002268497 Agust-10 0.029114618 0.000353 0.000359416 0.000466947 Sep-10 0.129058236 0.002029751 -0.009844401 0.001734931 Okt-10 0.233149725 0.003193697 0.001431523 0.001900542 Nov-10 -0.029136028 -0.000442059 0.001313361 -0.000161038 Des-10 0.134141099 0.002503813 0.000298269 0.001783279 Jan-11 -0.223166777 -0.004827955 -0.000788976 -0.003823364 Feb-11 0.180147221 0.006190683 0.003593887 0.001842989 Mar-11 0.000724245 7.43245E-06 -0.00297349 0.000167979 Apr-11 0.262934935 0.002008595 0.000372511 0.001729789 Mei-11 -0.083023149 -0.000842771 -0.001231406 -0.000519234 Jun-11 -0.115496644 -0.001921663 -0.00342872 -0.000762399 Jul-11 0.275225027 0.002517878 -0.000308711 0.002328729 Agust-11 -0.109428716 -0.002492644 0.001852948 -0.00210641 Sep-11 -0.17734233 -0.006226989 -0.002420246 -0.004799078 Okt-11 -0.077739678 -0.007086053 -0.001857968 -0.001580114 Nov-11 -0.189811511 -0.002817493 -0.002142229 -0.002476496 Des-11 -0.093724384 -0.001469607 -0.001889027 -0.000614629 Sumber : Data yang diolah
Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa nilai rasio Sharpe tertinggi terdapat pada bulan juli 2010 sebesar 0,379584 dan nilai rasio Sharpe terendah terdapat pada bulan april 2009 sebesar -0,43476. Sedangkan nilai rasio Treynor tertinggi terdapat pada bulan november 2009 sebesar 0,007915 dan
62 rasio Treynor terendah terdapat pada bulan maret 2009 sebesar -0,00709.
Sedangkan nilai rasio Jensen tertinggi terdapat pada bulan juli 2010 sebesar 0,00459935 dan nilai rasio Jensen terendah terdapat bulan febuari 2010 sebesar -0,0098444. Sedangkan nilai rasio M² tertinggi terdapat pada bulan juli 2010 sebesar 0,007577252 dan nilai rasio M² terendah terdapat pada bulan febuari 2009 sebesar -0,004799078.
Hasil pengukuran antar rasio terdapat perbedaan angka indeks kinerja, hal ini disebabkan karena walaupun semua rasio memasukkan unsur risk dan return ke dalam perhitungannya, namun terdapat perbedaan dalam karakteristik serta formula perhitungan.
E. Perbandingan Kinerja Portofolio Saham
Keempat indeks kinerja yang digunakan menghasilkan nilai yang berbeda-beda antar masing-masing jenis rasio yang tidak dapat dibandingkan satu sama lain secara langsung yang disebabkan karena adanya perbedaan karakterisik serta formulasi yang digunakan dalam perhitungan, sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan transformasi (penyesuaian) angka indeks.
Karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah berbeda / tidak berbeda hasil indeks yang diperoleh dari keempat rasio pengukuran kinerja portofolio yang digunakan, maka angka indeks haruslah ditransformasi terlebih dahulu dengan cara mencari nilai standar dari masing-masing rasio pengukuran kinerja. Nilai standar akan dihitung dengan menggunakan metode transformasi z-score (standardized), yang disajikan pada tabel 4.5.
63 Tabel 4.5
Nilai Z-Score Indeks Sharpe, Treynor, Jensen, M²
Bulan
Feb-09 -2,69685 -1,80677 -1,195830 -1,990790 Mar-09 0,46202 0,47056 -1,216350 0,703220 Apr-09 0,98145 1,503 -1,011700 1,674480 Mei-09 1,82409 1,96906 1,962310 2,767920 Jun-09 0,12507 0,24309 -0,160710 0,421810 Jul-09 0,25623 0,38675 -1,707480 0,416300 Agust-09 -0,06077 0,03178 0,529540 0,073560 Sep-09 0,54521 0,51535 0,191610 0,527510 Okt-09 -0,54808 -0,35345 1,037090 -0,387430 Nop-09 -0,01947 -0,02436 0,145350 0,034670 Des-09 0,89424 0,6372 0,558440 0,779550 Jan-10 0,09493 0,00098 -0,083230 0,083330 Feb-10 -1,08394 -0,69503 0,089750 -0,805330 Mar-10 1,30328 0,86976 0,326080 0,997570 Apr-10 0,88191 0,57252 0,166010 0,695730 Mei-10 -0,80338 -0,92286 0,548500 -1,174900 Jun-10 0,42951 0,41455 0,462630 0,490670 Jul-10 1,42088 1,98199 1,318920 0,662500 Agust-10 -0,12159 -0,09344 0,399950 -0,051990 Sep-10 0,43326 0,36675 -3,360010 0,450890 Okt-10 1,01114 0,6862 0,795010 0,516570 Nop-10 -0,44497 -0,31165 0,751470 -0,301040 Des-10 0,46148 0,49685 0,377420 0,470060 Jan-11 -1,52216 -1,51538 -0,023210 -1,753500
64 Feb-11 0,71689 1,50873 1,591810 0,493740
Mar-11 -0,2792 -0,18829 -0,828180 -0,170560 Apr-11 1,1765 0,36094 0,404780 0,448850 Mei-11 -0,74414 -0,42163 -0,186240 -0,443100 Jun-11 -0,92442 -0,71773 -0,995920 -0,539540 Jul-11 1,24473 0,50071 0,153760 0,686380 Agust-11 -0,89073 -0,87444 0,950300 -1,072560 Sep-11 -1,26776 -1,89935 -0,624310 -2,140460 Okt-11 -0,7148 -2,13512 -0,417120 -0,863840 Nop-11 -1,33698 -0,9636 -0,521870 -1,219340 Des-11 -0,80354 -0,59367 -0,428570 -0,480930 Sumber : Data yang diolah
Nilai-nilai hasil transformasi z-score tersebut akan menunjukkan jangkauan dari masing-masing ukuran kinerja yang dihitung dengan metode yang berbeda. Pengukuran kinerja portofolio dengan metode sharpe memiliki nilai z-score terendah sebesar -2,69685 pada bulan Febuari 2009 dan memiliki nilai z-score tertinggi sebesar 1,82409 pada bulan Mei 2009. Sedangkan pengukuran kinerja portofolio dengan metode Treynor memiliki nilai z-score terendah sebesar -2.13512 pada bulan Oktober 2011 dan memiliki nilai z-score tertinggi sebesar 1,98199 pada bulan Juli 2010. Sedangkan pengukuran kinerja portofolio dengan metode Jensen memiliki nilai z-score terendah sebesar -3.36001 pada bulan September 2010 dan memiliki nilai z-score tertinggi sebesar 1,96231 pada bulan Mei 2009. Sedangkan perngukuran kinerja dengan rasio M² memiliki nilai z-score terendah sebesar -2,14046 pada bulan September 2011 dan memiliki nilai z-score tertinggi sebesar 2,76792 pada bulan Mei 2009.
65 Setelah ditransformasi maka masing-masing periode akan memiliki rangking tertentu dari pengukuran kinerja portofolio dengan metode yang berbeda, maka tahapan berikutnya dalam penelitian ini adalah menentukan adakah perbedaan pengukuran penggunaan keempat rasio tersebut dalam mengukur suatu portofolio yang sama. Dengan demikian pengujiannya kali ini adalah apakah kinerja portofolio pada tiap-tiap periode akan memiliki rangking yang sama jika diukur dengan menggunakan empat rasio yang berbeda.
Karena data yang digunakan selanjutnya adalah berupa ranking, maka pengujian dengan statistik non parametrik akan lebih tepat digunakan.
Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan individu / sampel yang sama atau kasus yang sama dengan empat kondisi yang berbeda, dan desain seperti ini disebut dengan one way analysis of variance by rank dan metode yang digunakan adalah uji Kruskal wallis (Suryawan, 2000 : 63).
Berikut adalah tabel dari hasil uji Kruskal Wallis : Table 4.6
Hasil Uji Kruskal Wallis Ranks
VAR00002 N Mean Rank
VAR00001
1,00 35 70,83
2,00 35 69,51
3,00 35 71,06
4,00 35 70,60
Total 140
66 Test Statisticsa,b
Nilai_Rasio Chi-Square .030
Df 3
Asymp.
Sig. .999
a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable:
Jenis_Rasio
Hasil pengujian dengan uji Kruskal Wallis pada keempat metode didapatkan nilai χ2 hitung = 0,030 dengan probabilitas 0,999. Maka diperoleh kesimpulan bahwa :
a. χ2 hitung (0,030) < χ2 tabel (7,82)
b. probilitas pengujian (0,999) > tingkat signifikansi (0,05)
Hasil tersebut menunjukan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan antara pengujian dengan menggunakan rasio Sharpe, rasio Treynor, rasio Jensen dan rasio M2. Dengan demikian Hipotesis Nihil (H0) dalam penelitian ini diterima.
Tidak adanya perbedaan antara keempat metode pengukuran kinerja tersebut menunjukan bahwa pengukuran kinerja dengan metode Sharpe, Treynor, Jensen, dan M2 tidak menghasilkan adanya perbedaan yang signifikan atas hasil kerja portofolio dalam suatu periode.
Dengan melihat selisih keempat mean rank maka metode M2 dan Sharpe adalah yang paling menunjukan konsistensi terhadap tidak adanya perbedaan
67 antara keempat pengukuran, karena rasio M2 dan Sharpe memiliki selisih mean rank yang lebih rendah dibandingkan rasio lainnya. Dari hasil pengujian di atas maka terbukti bahwa keempat measurement ratio yang digunakan dalam pengukuran kinerja portofolio saham yang dibentuk dari model indeks tunggal yaitu rasio Sharpe, rasio Treynor, rasio Jensen, M2 relatif konsisten untuk mengukur kinerja portofolio saham.
68 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja portofolio optimal LQ-45 yang dibentuk dengan menggunakan pendekatan model indeks tunggal, jika diukur dengan menggunakan rasio Sharpe, Treynor, Jensen, M2 dan apakah terdapat perbedaan hasil pengukuran antar masing-masing rasio.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan :
1. Nilai rasio Sharpe tertinggi terdapat pada bulan juli 2010 sebesar 0,379584 dan nilai rasio Sharpe terendah terdapat pada bulan april 2009 sebesar -0,43476. Sedangkan nilai rasio Treynor tertinggi terdapat pada bulan november 2009 sebesar 0,007915 dan rasio Treynor terendah terdapat pada bulan maret 2009 sebesar -0,00709. Sedangkan nilai rasio Jensen tertinggi terdapat pada bulan juli 2010 sebesar 0,00459935 dan nilai rasio Jensen terendah terdapat bulan febuari 2010 sebesar -0,0098444. Sedangkan nilai rasio M² tertinggi terdapat pada bulan juli 2010 sebesar 0,007577252 dan nilai rasio M² terendah terdapat pada bulan febuari 2009 sebesar -0,004799078.
2. Pengukuran kinerja portofolio dengan metode sharpe memiliki nilai z-score terendah sebesar -2,69685 pada bulan febuari 2009 dan memiliki
69 nilai z-score tertinggi sebesar 1,82409 pada bulan mei 2009. Sedangkan pengukuran kinerja portofolio dengan metode Treynor memiliki nilai z-score terendah sebesar -2.13512 pada bulan oktober 2011 dan memiliki nilai z-score tertinggi sebesar 1,98199 pada bulan juli 2010. Sedangkan pengukuran kinerja dengan rasio Jensen memiliki nilai z-score terendah sebesar -3.36001 pada bulan September 2010 dan memiliki nilai z-score tertinggi sebesar 1,96231 pada bulan mei 2009. Sedangkan pengukuran kinerja portofolio dengan metode M2 memiliki nilai z-score terendah sebesar -2,14046 pada bulan September 2011 dan memiliki nilai z-score tertinggi sebesar 2,76792 pada bulan mei 2009..
3. Hasil pengujian dengan uji Kruskal Wallis pada keempat metode didapatkan nilai χ2 hitung (0,030) < χ2 tabel (7,82) dengan probabilitas pengujian (0,999) > tingkat signifikansi (0,05) . Hasil tersebut menunjukan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pengujian dengan menggunakan rasio Sharpe, rasio Treynor, rasio Jensen, dan rasio M². Dengan demikian Hipotesis Nihil (Ho) dalam penelitian ini diterima, tidak terdapat perbedaan kinerja portofolio saham optimal LQ-45 yang dievaluasi dengan menggunakan rasio Sharpe, Treynor, Jensen, dan M2.
4. Dengan melihat selisih keempat mean rank maka metode M2 dan Sharpe adalah rasio yang paling menunjukan konsistensi terhadap tidak adanya perbedaan antara keempat pengukuran, karena rasio M2 dan Sharpe
70 memiliki selisih mean rank yang paling rendah terhadap rasio lainnya, serta relatif konsisten untuk mengukur kinerja portofolio saham.
B. Saran
Berdasarkan tinjauan teori yang telah dikemukakan, pengolahan, pembahasan serta analisis data pada bab sebelumnya, maka peneliti menyampaikan beberapa saran dengan harapan akan dilakukannya analisis lebih lanjut dengan hasil yang lebih baik, yaitu :
1. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode pembentukan portofolio saham optimal selain model indeks tunggal, seperti model korelasi konstan ataupun menggunakan kriteria tertentu seperti Roy, Kataoka, dan Tesler.
2. Penelitian berikutnya dapat menggunakan periode waktu penelitian yang lebih panjang dari 3 tahun, dengan harapan dapat memberikan gambaran hasil yang lebih baik.
3. Penelitian selanjutnya bisa menggunakan metode rasio pengukuran kinerja lainnya selain rasio Sharpe, Treynor, Jensen, dan Modigliani-Square.
71
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. “Manajemen Penelitian”, Rineka Cipta, Jakarta, 2000.
Ayuda Minerva, Lora. “Perbandingan Kinerja Portfolio Saham LQ45 dan Saham Consumer Goods dengan Pendekatan Teori Efficinet Frontier dan Teori Single Index Model”, Karya Akhir Fakultas Ekonomi Program Studi Magister Manajemen, Universitas Indonesia, 2006.
Bodie, Zvi, et.al. “Investasi”, Edisi Enam, Salemba Empat, Jakarta, 2006.
Brown, Keith C, et. al. “Asset Allocation and Portfolio Performance : Evidence from University Endowment Funds”, Journal of Financial Market 13: 268-294, 2010.
Darmadji, Tjiptono. Fakhruddin, Hendy M. “Pasar Modal di Indonesia : Pendekatan Tanya Jawab”, Salemba Empat, Jakarta, 2006.
Eko, Umanto. “Analisis dan Penilaian Kinerja Portofolio Optimal Saham-Saham LQ-45”, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi September – Desember, 2008, hlm 178-87, ISSN 0854-3844.
Fabozzi, Frank J, et. al. “The Legacy of Modern Portfolio”, Institutional Investor, 2002.
Http://www.asiafxonline.com/1new/index.php?option=basic&contentid=29 Http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/BI+Rate/Data+BI+Rate/
Http://www.idx.co.id/
Husnan, Suad. “Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas”, Edisi Keempat. UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2005.
Husnan, Suad., Pudjiastuti, Enny. “Dasar-Dasar Manajemen Keuangan”, Edisi Petama. UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 1994.
Jagric, T., Podobnik, B., Strasek, S., dan Jagric, V. “Risk-Adjusted Performance of Mutual Funds : Some Tests”, South-Eastern Europe Journal of Economics 2 : 233-244, 2007.
Kolbadi, Pegah dan Ahmadinia, Hamed. “Examining Sharp, Sortino and Sterling Ratios in Portfolio Management, Evidence from Tehran Stock Exchange”, International Journal of Business and Management, Vol. 6 No. 4 : 222-236, 2011.
72 Meytasari, Lina. “Evaluasi Kinerja Reksa Dana Saham di Indonesia dengan metode EROV, Sortino, dan Sharpe”. Skripsi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.
Modigliani, F., dan Modigliani, L. “Risk Adjusted Performance – How to Measure It and Why”, Journal of Portfolio Management 23 : 45-54, 1997.
Mulyono, Sri. “Statistika untuk Ekonomi & Bisnis”, Edisi Ketiga, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI, Jakarta, 2006.
Nugroho, Rahardi Aditya. “Analisis Komparasi Pengukuran Kinerja Reksa Dana Menggunakan Metode Sharpe, Treynor dan M²”, Skripsi S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro, 2013.
Pidekso, Ari. “Seri Panduan Praktis : SPSS 18 Untuk Pengolahan Data Statistik”, Edisi Pertama, Andi, Yogyakarta, 2010.
Rodoni, Ahmad. “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, CSES Press, Jakarta, 2006.
Rodoni, Ahmad., Ali, Herni. “Manajemen Keuangan”, Edisi Pertama, Mitra Wacana Media, Jakarta, 2010.
Santosa, Magdalena., Apricia, Amelina. “Penilaian Kinerja Produk Reksadana dengan menggunakan Metode Perhitungan Jensen Alpha, Sharpe Ratio, Treynor Ratio, M², dan dan Information Ratio”, Program Studi Ekonomi Manajemen Universitas Kristen Maranatha, Jurnal Manajemen Volume 12 No. 1 November : 63-75, 2012.
Santoso, Singgih. “Buku Latihan SPSS Non Parametrik”, PT . Elex Media Komputindo, Jakarta, 2001.
Sekaran, Uma. “Metodologi Penelitian untuk Bisnis”, Edisi keempat, Jilid 1, Salemba Empat, Jakarta, 2006.
Sekaran, Uma. “Metodologi Penelitian untuk Bisnis”, Edisi keempat, Jilid 2, Salemba Empat, Jakarta, 2006.
Sukarno, Mokhamad. “Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Menggunakan Single Indeks di Bursa Efek Jakarta”, Tesis S2 Program Studi Magister Manajemen, Universitas Diponegoro, 2007
Sharpe, William F, et.al. “Investasi”, Edisi keenam, Jilid 1, Indeks, Jakarta, 2005.
73 Sharpe, W.F., Alexander, G.I., and Bailey, J.V. “Investment”, Prentice Hall, New
York, 1995.
Sulistiani, Novi. “Analisa Perbandingan Lima Model Indeks Kinerja Portofolio”, Skripsi S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2006.
Sulistyorini, Agustin. “Analisis Kinerja Portofolio Saham dengan Metode Sharpe, Treynor dan Jensen (Saham LQ 45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003 sampai 2007)”, Tesis S2 Program Studi Magister Manajemen, Universitas Diponegoro Semarang, 2009.
Suryawan, Yusman. “Evaluasi Kinerja Portofolio Saham di Bursa Efek Jakarta : Studi Empiris Saham-Saham LQ-45”, Tesis S2 Program Studi Magister Manajemen, Universitas Diponegoro Semarang, 2003.
Tendellin, Eduardus. “Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio”, BPFE, Yogyakarta, 2001.
Wardjianto.“Perbandingan Kinerja Portofolio Saham pada Pasar Bullish dan Bearish : Studi Empiris pada Saham-Saham Jakarta Islamic Index (JII) BEJ”, Tesis S2 Program Studi Magister Manajemen, Universitas Diponegoro Semarang, 2005.
74
LAMPIRAN
Lampiran 1. Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko
SBI Bulanan
75
Lampiran 2. Pembagian Dividen Tahun 2009
No. Issuer Security
76
77
31 INCO INTERNATI ONAL
78
Lampiran 3. Pembagian Dividen Tahun 2010
No. Issuer Security
79
80
24 UNITED TRACTOR Tbk, PT
26 LIPPO KARAWACI Tbk, PT
81
Lampiran 4. Pembagian Dividen Tahun 2011
No. Issuer Security
82
83
24 LIPPO KARAWACI Tbk, PT
27 UNITED TRACTOR Tbk, PT
84
30 PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) Tbk, PT
PGAS 16-Dec-11 10.87 IDR
31 BANK CENTRAL ASIA Tbk, PT
BBCA 23-Dec-11 43.5 IDR