BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Data
3. Analisis data angket
Data yang didapat dari evaluasi motivasi yang dilakukan pada saat pre test dan post test diuji dengan menggunakan uji Independent Samples T-Test, tetapi sebelum di lakukan uji Independent Samples T-Test ersebut dilakukan uji normalitas dan homogenitas sebagai berikut:
a. Uji normalitas
Hasil pengujian normalitas adalah sebagai berikut: Tabel 24. Hasil Uji Normalitas Skor Motivasi
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic Df Sig.
mtv_ttl1_sblm .142 33 .088 .938 33 .061 mtv_ttl1_ssd .131 33 .162 .958 33 .228 gain_mtv_ttl1 .147 33 .069 .933 33 .043 mtv_ttl2_sblm .119 33 .200* .942 33 .080 mtv_ttl2_ssd .137 33 .118 .933 33 .042 gain_mtv_ttl2 .133 33 .144 .915 33 .013
a. Lilliefors Significance Correction
*. This is a lower bound of the true significance.
Dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05, maka kriteria pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:
a) Jika nilai signifikansi lebih besar atau sama dengan 0,05, maka H0 diterima.
b) Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak. Berdasarkan Tabel 24 maka kriteria pengujian di atas, dapat terlihat bahwa nilai signifikansi atau probabilitas dari nilai motivasi ttl 2 sebelum pembelajaran (kelompok eksperimen)
adalah 0,200 dan kelompok kontrol adalah 0,088. Nilai signifikansi kedua kelompok ini lebih besar dari 0,05, sehingga H0 diterima atau dengan kata lain data skor motivasi sebelum pembajaran dimulai kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol berdistribusi normal.
Nilai signifikansi atau probabilitas dari skor motivasi kelompok eksperimen sesudah pembelajaran adalah 0,188 dan kelompok kontrol adalah 0,162. Nilai signifikansi kedua kelompok ini lebih besar dari 0,05, sehingga H0 diterima atau dengan kata lain data skor motivasi sesudah pembajaran dimulai kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol berdistribusi normal.
Nilai signifikansi atau probabilitas dari nilai gain ternormalisasi motivasi kelompok eksperimen adalah 0,144 dan kelompok kontrol adalah 0,069. Nilai signifikansi kedua kelompok ini lebih besar dari 0,05, sehingga H0 diterima atau dengan kata lain data nilai gain ternormalisasi motivasi dimulai kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol berdistribusi normal.
Kedua kelompok pada penelitian ini berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan uji homogenitas varians.
b. Uji homogenitas
Tabel 25. Hasil Uji Homogenitas Skor Motivasi
Test of Homogeneity of Variances
Levene Statistic df1 df2 Sig.
mtv_sblm 1.400 1 65 .241
mtv_ssd .573 1 65 .452
gain_mtv .395 1 65 .532
ANOVA
Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
mtv_sblm Between Groups 97.911 1 97.911 2.918 .092 Within Groups 2181.074 65 33.555 Total 2278.985 66 mtv_ssd Between Groups 16.776 1 16.776 .635 .429 Within Groups 1717.940 65 26.430 Total 1734.716 66
gain_mtv Between Groups .187 1 .187 36.520 .000
Within Groups .332 65 .005
Total .519 66
Berdasarkan Tabel 25 terlihat bahwa nilai signifikansi skor motivasi sebelum pembelajaran adalah 0,241, sedangkan untuk skor motivasi sesudah pembelajaran adalah 0,452, dan untuk gain ternormalisasi motivasinya adalah 0,532. Nilai signifikansi untuk ketiga data tersebut semuanya lebih besar dari 0,05, maka berdasarkan pengujian kriteria diatas, H0 diterima. Hal ini berarti bahwa kedua kelompok memiliki tingkat varians yang sama. F hitung (skor motivasi sebelum pembalajaran) < F tabel (2,918 < 3,984) dan signifikansi > 0,05 (0,092> 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa
tidak ada perbedaan rata – rata antara motivasi siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. F hitung (skor motivasi sesudah pembelajaran) < F tabel (0,635 < 3,984) dan signifikansi > 0,05 (0,429 > 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa untuk data motivasi sesudah pembelajaran juga tidak ada perbedaan rata – rata skor motivasi siswa antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. F hitung (gain ternormalisasi motivasi) < F tabel (36,520 > 3,984) dan signifikansi > 0,05 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa untuk data gain ternormalisasi motivasinya ada perbedaan rata – rata peningkatan skor motivasi siswa antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki varians yang sama atau homogen, maka untuk menguji kesamaan dua rata-rata dilakukan dengan menggunakan uji Independent Samples T-Test.
c. Uji Independent Samples T-Test
Hasil uji Independent Samples T-Test untuk skor motivasi adalah sebagai berikut:
Tabel 26.Hasil Uji Independent Samples T-Test Skor Motivasi
Independent Samples Test Levene's
Test for Equality of
Variances
t-test for Equality of Means
95% Confidence Interval of the Difference F Sig. T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error
mtv_sblm Equal variances assumed 1.400 .241 1.708 65 .092 2.418 1.416 -.409 5.245 Equal variances not assumed 1.704 62.328 .093 2.418 1.419 -.419 5.255 mtv_ssd Equal variances assumed .573 .452 -.797 65 .429 -1.001 1.256 -3.510 1.508 Equal variances not assumed -.795 63.654 .429 -1.001 1.258 -3.515 1.513
gain_mtv Equal variances assumed
.395 .532 -6.043 65 .000 -.10557 .01747 -.14046 -.07068
Equal variances not assumed
-6.039 64.612 .000 -.10557 .01748 -.14049 -.07065
T tabel pada tabel statistik pada signifikansi 0,05 : 2 = 0,025 (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-2 atau 67-2 = 65 adalah -1,997. Kriteria pengujian adalah : jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel, maka tidak ada perbedaan nilai rata - rata skor motivasi, sebaliknya jika t hitung ≤ -t Tabel atau t hitung ≥ t tabel maka ada perbedaan nilai rata - rata skor motivasi. Berdasarkan signiflkansi jika signiflkansi > 0,05 maka tidak ada perbedaan rata - rata skor motivasi, sebaliknya jika signiflkansi < 0,05 maka ada perbedaan rata - rata skor motivasi. Berdasarkan kriteria tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk nilai t hitung motivasi sebelum pembelajaran adalah > -t tabel dan < t Tabel ( -1,997 < 1,708 < 1,997) dan signiflkansi 0.092 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan nilai rata -rata motivasi sebelum pembelajaran, yang berarti kedua kelompok tersebut ekuivalen, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian tidak disebabkan oleh perbedaan
subyek sejak awal melainkan merupakan akibat dari pemberian perlakuan.
Berdasarkan kriteria yang sama, dapat disimpulkan bahwa untuk nilai t hitung motivasi sesudah pembelajaran adalah > -t tabel dan < t Tabel ( -1,997 < -0,797 < 1,997) dan signiflkansi 0,429 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan nilai rata -rata motivasi sesudah pembelajaran antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Berdasarkan kriteria yang sama, dapat disimpulkan bahwa untuk nilai t hitung motivasi sesudah pembelajaran adalah > -t tabel dan < t Tabel ( -1,997 < -0,797 < 1,997) dan signiflkansi 0,429 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan nilai rata -rata motivasi sesudah pembelajaran antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Berdasarkan kriteria pengujian t hitung dan t tabel, dapat dilihat bahwa untuk nialai gain ternormalisaasi motivasi nilai t hitung < -t tabel (-6,043< -1,997) dan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan skor motivasi yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.