Untuk keperluan uji hipotesis data penelitian ini diolah menggunakan analisis variansi multivariat dua jalan dengan sel tak sama.
1. Uji Prasyarat Univariat
Uji Prasyarat Univariat ini meliputi uji normalitas dan uji homogenitas.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah data yang diperoleh berasal dari populasi yeng berdistribusi normal atau tidak. menggunakan metode Llilifors, dengan prosedur sebagai berikut:
1) Hipotesis
H0 : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal H1 : sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal 2) Tarif Signifikan (n) = 0,05
3) Statistik Uji
Sebelum diolah, setiap data X diubah menjadi data baku z dengan transformasi:
zi = ππβ πΜ
π
keterangan:
Xi = skor sampel πΜ = rataan sampel zi =skor standar s = standar deviasi
kemudian dilakukan pengujian dengna statistik uji:
L = Maks |F(zi) β S(zi)|
Dengan
L = koefisien Lillefors dari pengamatan F(zi) = P(Z ο£ zi), Z ~ N(0,1) commit to user
S(zi) = proporsi cacah Z ο£ zi terhadap seluruh zi
4) Daerah Kritis (DK)
DK = {L| L οΎ Lο‘:n} dengan n adalah ukuran sampel 5) Keputusan Uji
H0 ditolak jika Lhitung terletak di daerah Kritis
H0 diterima jika Lhitung tidak terletak di daerah Kritis 6) Kesimpulan
Sampel berasal dari populasi yang berditribusi normal jika H0
diterima.
(Budiyono, 2017: 170) b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi penelitian beberasal dari populasi yang homogen (mempunyai variasi yang sama) atau tidak. Untuk menguji homogenitas digunakan metode Bartlet dengan statistik uji Chi Kuadrat dengan prosedur sebagai berikut:
1) Hipotesis
H0 : ο³12 = ο³22 = β― = ο³π2 (variasi populasi homogen)
H1 : tidak semua variansi sama (variansi populasi tidak homogen) 2) Taraf signifikan (ο‘ = 0,05)
3) Statistik Uji yang digunakan
ο£2 = 2,303
π (π log π πΎπΊ β β ππlog π π2) Dengan
ο£2 - ο£2(k β 1)
k = banyaknya populasi = banyaknya sampel N = banyanya seluruh nilai (ukuran)
nj = banyaknya nilai (ukuran) sampel ke-j = ukuran sampel ke-j
fj = nj β 1 = derajat kebebasan untuk π π2 ; π = 1, 2, 3, β¦ π f = N - k β1π=1ππ : derajat kebebasan untuk RKG
commit to user
c = 1 + 1
3(πβ1) (β 1
ππβ 1
π) RKG = β πππ
β ππ : rerata kuadrat galat SSi = β ππ2 - β ππ
2
ππ = (nj β 1)sj2 : jumlah kuadrat deviasi data amatan
4) Derah kritis (DK): DK = {ο£2|ο£2οΎο£2ο‘:k-1} 5) Keputusan Uji
H0 ditolak jika ο£2hitung terletak di daerah kritis H0 diterima jika ο£2hitung tidak terletak di daerah kritis 6) Kesimpulan
Varinsi dari populasi-populasi sama (homogen) jika H0 diterima (Budiyono, 2017: 176-177) 2. Uji Prasyart Multivariat
Pada prasyarat multivariat asumsi-asumsi diuji adalah Uji Normalitas Multiariat dan Uji kesamaan Variansi dan Kovariansi.
a. Uji Normalitas Multivariat
Langkah-langkah dalam menentukan Uji Normalitas Multivariat yaitu:
1) Hipotesis
H0 : Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi nolmal multivariat.
H1 : Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal . multivariat.
2) Taraf Signifikan: ο‘ = 0,05 3) Statistik Uji
a) Menghitung nilai jarak kuadrat
dj2 = (Xj - πΜ )1 S-2 ((Xj - πΜ ) ) dimana j = 1, 2, 3, ..., n dengan:
Xj =[π1π π2π]
commit to user
.πΜ = [π1 π2] S = [π12 π1,2
π1,2 π22] Dengan
S12 = β (π1 β πΜ Μ Μ Μ ) .1
2 πβ1
S22 = β (π2 β πΜ Μ Μ Μ ) .2
2 πβ1
S12 = β (π1 β πΜ Μ Μ Μ ) (π1 2 β πΜ Μ Μ Μ ) 2
πβ1
S21 = β (π2 β πΜ Μ Μ Μ ) (π2 1 β πΜ Μ Μ Μ ) 1
πβ1
d12 = nilai jarak kuadrat ke-j Xj = Objek pengamatan ke-j j = 1. 2. 3, ..., n
S = matriks variansi kovariansi S-1 = invers matriks variansi kovariansi
b. Mengurutkan nilai yaitu dari nilai yang terkecil sampai yang terbesar d12 ο£ d22ο£ . . . ο£ dn2
c. Mencari nilai ο£2 (0,05; p)
4) Keputusan Uji
H0 ditolak jika banyaknya dj2 ο£ ο£2 (0,05; p) kurang dari 50% data.
Johnson dan Wiethan (dalam Budiyono, 2017b: 76) b. Uji Kesamaan Variansi dan Kovariansi
Syarat selanjutnya pada Multivariate Analysis Of Variance (MANOVA) yang dibutuhkan adalah kesamaan matrik variansi dan kovariansi. Untuk menguji kesamaan matriks variansi an kovariansi maka digunakan uji Boxβs M. Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji Boxβs M sebagai berikut :
1) Hipotesis
H0 = matriks variansi dan kovariansi pada penalaran matematis dan . . komunikasi matematis siswa sama. commit to user
H1 = matriks variansi dan kovariansi pada penalaran matematis dan komunikasi matematis siswa tidak sama.
2) Taraf signifikan : ο‘ = 0,05 3) Statistik Uji :
ο£2 = (1 - C)W ~ ο£2 (π (π+1)(πβ1)
2 )
Dengan:
C = 2π
2+3πβ1
6(π=1)(πβ1) [β 1
π£1 ππ=1
1 π£π] w = π£πlog|π | β βππ=1π£π log|ππ| S = β π£πππ
ππ=1 π£π
ve = n β k vi = ni β 1 n = βππ=1ππ dengan :
k = banyaknya kelompok
ni = ukuran sampel ke-i = 1, 2, 3, ..., k n = banyaknya data
Si = matriks variansi kovariansi sampel ke βi S = matriks variansi kovariansi gabungan sampel p = banyaknya variabel terikat
4) Daerah kritik
DK= {ο£2|ο£2οΎο£2 (ο‘π(π+1)(πβ1)
2 )}
5) Keputusan Uji
H0 = ditolak jika ο£2obs Π DK
Timm(dalam Budiyono, 2015b: 79 3. Uji Kseimbangan
Uji keseimbangan ini digunakan untuk menguji tiga rataan kelas eksperimen pertama, kelas eksperimen kedua dan kelas kontrol apakah ketiganya mempunyai kemampuan yang seimbang. Data yang diambil dalam uji keseimbangan ini adalah hasil dari tes kemampuan penalaran matematis commit to user
sebelum diberikan perlakuan dan tes kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum diberikan perlakuan.
a. Rerata Data Amatan
Untuk mempermudah keperluan analisis data, berikut disusun tabel tata letak rerata data amatan.
Tabel 3. 13 Tata Letak Rerata Data Amatan Analisis Multivariat Satu Jalan Sel Tak sama
Variabel Terikat Kelompok Rerata
Total Eksperimen 1 Eksperimen 2 Kontrol
Kemampuan Penalaran
πΜ 1 = rerata hasil tes kemampuan penalaran matematis πΜ 2 = rerata hasil tes kemampuan komunikasi matematis πΜ 11 = rerata hasil tes kemampuan penalaran kelas eksperimen 1 πΜ 21 = rerata hasil tes kemampuan komunikasi kelas eksperimen 1 πΜ 12 = rerata hasil tes kemampuan penalaran kelas eksperimen 2 πΜ 22 = rerata hasil tes kemampuan komunikasi kelas eksperimen 2 πΜ 13 = rerata hasil tes kemampuan penalaran kelas kontrol
πΜ 23 = rereta hasil tes kemampuan komunikasi kelas kontrol
Berdasarkan rerata-rerata tersebut, didefinisikan matriks-matriks rerata sebagai berikut.
3) Stattistik Uji
Perhitungan matriks Sum of Square and Cross Product (SSCP) pada analisis variansi multivariat satu jalan dengan sel tak sama sebagai berikut :
Tabel 3.14 Multivariat Satu Jalam dengan sel tak Sama.
Sumber Matriks SSCP Derajat Kebebasan
Perlakuan B = βππ=1ππ(πΜ π β πΜ )(πΜ π β πΜ )β k - 1 Galat W = βππ=1βππ=1π (πΜ ππβ πΜ π)(πΜ ππ β πΜ π)β N - k Total T = βππ=1βππ=1π (πΜ ππ β πΜ )(πΜ ππβ πΜ )β N - 1 Selanjutnya, mementukan nilai fobs dalam penelitian yang menggunakan uji Wilkβs Lambda yaitu:
F = (1β ββ
ββ ) (ππβ1
ππ΅ )~ F ( 2(k - 1)), 2(N β k - 1) Keterangan :
p : banyaknya variabel terikat k : banyaknya kelompok B : SSCP untuk perlakuan
W : jumalah dari seluruh SSCP untuk galat T : jumalah dari seluruh SSCP total
Vb : derajat kebebasan untuk B (perlakuan) = k β 1 Vw : derajat kebebasan untuk W (galat) = N β k N : banyaknya data amatan = n1 + n2 + ... + nk
β : lambda Wilks; β = |π|
|π©+πΎ|
4) Daearah Kritis
DK = {F|F οΎ F(ο‘,2 (k - 1), 2(N β k - 1) )} 5) Keputusan Uji
H0 ditolk jjika Fobs ο DK 4. Uji Hipotesis
Pada penelitian ini data hasil penelitian diolah menggunakan manova 2 jalan sebagai keperluan hipotesis dengan statistik uji Wilkβs. Sebelum data dianalisis dilakukan terlebih dahulu uji prasyara, yaitu uji normalitas commit to user
multivariat dan uji kesamaan variansi dan kovariansi. Data kemampuan penalaran matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 3.15 Desain Faktorial Uji Hipotesis Model
Berdasarkan rerata tersebut didefinisikan matriks-matriks rerata sebagai berikut
Model data untuk populasi pada analisis multivariat ua jalan sel tak sama (Budiyono, 2016: 122), yaitu:
` Xijk = ο + ο‘i + ο’j + (ο‘ο’)ij + ο₯ijk
t = 1, ... , a: j = 1, ... ,bik = 1, ..., nij
dengan βππ=1ο‘π = βππ=1ο’π = βππ=1(ο‘ο’)ππ = βππ=1(ο‘ο’)ππ = 0
semua vektor berukuran p x 1 dan ο₯ijk diasumsikan berdistribusi NP (0, β ).
Model ini menurut Rencher (1998: 68) dinakan overparameterized model.
commit to user
Keterangan:
ο‘1 : matriks faktor A (model pembelajaran) katagori ke β i
ο’j : matriks faktor B (kecerdasan linguistik) kategori ke-i (ο‘ο’)ij : matriks kombinasi efek faktor A katagori i dan faktor B katagori j
ο₯ijk :diasumsikan untuk vektor random berdistribusi Np (0,β ) b. Porsedur Hipotesis
1) Uji Hipotesis
a) Hipotesis perbedaan efek antar baris H0A :[ο11. b) Hipotesis perbedaan efek antar kolom
H0B : [ο1.1 kecerdasan linguistik siswa pada kemampuan penalaran mateamtis dan kemampuan komunikasi mateamatis siswa.
H1AB : Ada interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan linguistik siswa pada kemampuan penalaran matematis siswa dan kemampuan komunikasi matematis siswa.
2) Taraf signifikan ο‘ = 0,05
commit to user
3) Statistik Uji
Perhitungan matriks SSCP pada analisis Multivariat dua jalan sel tak sama sebagai berikut :
Tabel 3.16 Multivariat dua jalan sel tak sama
Sumber Matriks SSCP Derajat Kebebasan
Faktor A SSCPA = (AM)β [A(LβL)-1Aβ]-1 AM VHA = a - 1 Faktor B SSCPB = (BM)β [B(LβL)-1Bβ]-1 BM VHb = b - 1 Interaksi SSCPAB = (CM)β [C(LβL)-1Cβ]-1 CM VHAB = (a β 1)(b - 1)
Galat :SSCPG = βππ=1βππ=1βππ=1(ππππ - πΜ Μ Μ Μ Μ (πππ) πππβ πππ)β
vHE = N β ab atau
SSCPG = (X - LM)β (X - LM) Total
SSCPr = βππ=1βππ=1βππ=1(ππππ - πΜ Μ Μ Μ Μ (πππ) πππβ πππ)β N β 1 Keterangan:
a : banyaknya baris (klasifikasi faktor A) b : banyaknya kolom (klasifikasi faktor B)
N : banyaknya seluruh data amatan = n11 + n12 + ... + ny
L : matriks ukuran N x (ab) dengan rank penuh sebesar ab Lβ : transpose matriks L merupakan matriks ukuran (ab)x LβL : matrik diagonal ukuran (ab)x(ba) dengan entri seluruh ny
LβL : diag(n11, n12, ..., nab)
X : matriks ukurn N x p dengan entri seluruh data amatan M : matriks ukuran (ab)xp dengan entri π₯Μ oij = (WβW)-1WβX A : matriks kontras untuk efek utama baris (faktor A) B : matriks kontras untuk egek utama kolom (faktor B) C : matriks kontras untuk efek sederhana (interaksi)
Budiyono (2015b: 159)
Selanjutnya, menetukan nilai Fobs dalam penelitian yang menggunakan uji Wilksβ Lambda yaitu:
commit to user
a) Efek faktor A FA = (1β ββπ΄
ββπ΄ ) (π£πΈβ1)
π£π»π΄ ~ F (2vHAβ 2(vE - 1) Dimana βA = |πππΆππΊ|
|πππΆππ΄+ πππΆππΊ| dan vHA = a β 1 dan vE = N β ab b) Efek faktor B
FB = (1β ββπ΅
ββπ΅ ) (π£πΈβ1)
π£π»π΅ ~ F (2, vE + vHB - 1) Dimana βA = |πππΆππΊ|
|πππΆππ΅+ πππΆππΊ| dan vHB = b β 1 dan vE = N β ab c) Efek Interaksi
FAB = (1β ββπ΄π΅
ββπ΄π΅ ) (π£πΈβ1)
π£π»π΄π΅ ~ F (2vHAβ 2(vE - 1) Dimana βA = |πππΆππΊ|
|πππΆππ΄π΅+ πππΆππΊ| dan vHAB = a β1 dan vE = N β ab Keterangan:
vHA : derajat kebebasan untuk HA
vHB : derajat kebebasan untuk HB
vHAB : derajat kebebasan untuk HAB
vE : derajat kebebasan untuk E a : banyak baris
b : banyak kolom
N : banyaknya seluruh data amatan p : banyaknya variabel terikat 4) Daerah Kritis
a. DKA = {F\F οΎ F(ο‘,2(a - 1), 2(N β ab - 1))} b. DKB = {F\F οΎ F(ο‘,2(b - 1), 2(N β ab - 1))} c. DKAB = {F\F οΎ F(ο‘,2(a - 1)(b - 1), 2(N β ab - 1))} 5) Keputusan Uji
H0 ditolak jika Fobs ο DK
Rancher (1998: 169-170)
commit to user
5. Uji Lanjut
Setelah meakukan uji multivariat, apabila H0A, H0B, dan H0AB ditolak maka uji selanjutnya untuk melihat perbedaan efek pada masing-masing model pembelajaran, kecerdasan linguistik dan interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan linguistik pada variabel terikat yaitu kemampuan penalaran matematis dan kemampuan komunikasi matematis menggunakan uji univariat dua alan dengan sel tak sama.
a. Model Data
Xijk =ο + ο‘i + ο’j + (ο‘ο’)ij + ο₯ijk
Xijk = data amatan ke-k pada baris ke-i dan kolom ke-j
ο = rerata dari seluruh data amatan (rerata besar, grand mean)
ο‘i = efek baris ke-i pada variabel terikat
ο’j = efek kolom ke-j pada variabel terikat
(ο‘ο’)ij = interaksi efek baris ke-i dan efek kolom ke-j variabel terikat
ο₯ijk = deviasi data amatan terhadap rataan populasi yang berdistribusi dengan rataan 0 (disebut galat atau error).
b. Prosedur Uji Hipotesis 1) Hipotesis
H0A : ο‘i = 0 untuk setiap i = 1, 2, 3
(tidak ada perbedaan efek antar baris terhadap variabel terikat) H1A : paling sedikit ada ο‘i yang tidak nol
(ada perbedaan efek antar baris terhadap variabel terikat) H0B : ο’j = 0 untuk setiap j = 1, 2, 3
(tidak ada perbedaan efek antar kolom terhadap variabel terikat) H1B : paling sedikit ada ο’j yang tidak nol
(ada perbedaan efek antar kolom terhadap variabel terikat) H0AB : (ο‘ο’)ij = 0 untuk setiap i = 1, 2, 3 dan j = 1, 2, 3
(tidak ada interaksi baris dan kolom terhadap variabel terikat) H1AB : paling sedikit ada (ο‘ο’)ij yang tidak ada nol
(ada interaksi baris dan kolom terhadap variabel terikat) commit to user
2) Taraf signifikan : 0,05 3) Komputasi
a) Notasi dan tata letak data
Tabel 3.17 Notasi dan Tata letak data
Model Pembelajaran Kreativitas
Pada analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama didefinisikan notasi-notasi sebagai berikut ;
nij : banyak data amatan pada sel ij
πΜ n : rerata harmonik frekuensi seluruh sel = ππ
β 1 ππππ¦
N : βπ.ππππ : banyaknya seluruh data amatan SSij : βππ2ijk - (β ππππ )
π 2
ππ¦ : jumlah kuadrat dviasi data amatan pada sel ij
π΄π΅Μ Μ Μ Μ y : rerata pada sel ij
Ai : βππ΄π΅Μ Μ Μ Μ ij : jumlah rerata pada baris ke-i Bj : βππ΄π΅Μ Μ Μ Μ ij : jumlah reratapada kolom ke β j G : βπ.ππ΄π΅Μ Μ Μ Μ ij : jumlah rerata semua sel.
b) Komponen Jumlah Kuadrat Didefinisikan :
(1) = πΊ
2
ππ ; (2) = βπ.πππππ ; (3) = β π΄π
2
π π ; (4) =β π΅π
2
π π ; (5) = βπ.ππ΄π΅Μ Μ Μ Μ ππ2 c) Jumlah Kuadrat (JK)
JKA = πΜ h {(3) β (1)}
JKB = πΜ h {(4) β (1)}
JKAB = πΜ h {(1) + (5) β (3) β (4)}
JKG = (2)
JKT = JKA + JKB +JKAB + JKG Dengan :
JKA : jumlah kuadrat baris JKB : jumlah kuadrat kolom JKAB : jumlah kuadrat interaksi JKG : jumlah kuadrat galat JKT : jumlah kuadrat total d) Deraja Kebebasan (dk)
dkA = p -1
commit to user
dkAB = (p - 1)(q - 1) dkG = N - pq dkT = N β 1 e) Rataan Kuadrat (RK)
RKA = π½πΎπ΄
ππΎπ΄
RKB = π½πΎπ΄
ππΎπ΅
RKAB = π½πΎπ΄
ππΎπ΄π΅
RKG = π½πΎπ΄
ππΎπΊ
4) Statistik Uji
Statistik Uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama adalah:
1) Untuk H0A adalah Fa = π πΎπ΄
π πΎπΊ yang merupakan nilai variabel random yang berdistribusi F degan derajat kebebasan p - 1 dan N - pq 2) Untuk H0B adalah Fb = π πΎπ΅
π πΎπΊ yang merupakan nilai variabel random yang berdistribusi F dengan derajat kebebasan q β 1 dan N β pq 3) Untuk H0AB adalah Fab = π πΎπ΄π΅
π πΎπΊ yang merupakan niai variabel random yang berdistribusi F dengan derajat kebebasan (p-1)(q-1) dan N β pq
5) Daerah Kritik
Untuk masing-masing nilai F , daerah kritiknya adalah sebagai berikut a. Daerah kritik untuk Fa adalah Dka = {F | F οΎ Fο‘:p β 1, N - pq}
b. Daerah kritik untuk Fb adalah Dkb = {F | F οΎ Fο‘:q β 1, N - pq} c. Daerah kritik untuk Fab adalah Dkab = {F | F οΎ Fο‘: (p - 1)(q - 1), N- pq} 6) Keputusan Uji
H0 ditolak jika Fobs ο DK
commit to user
7) Rangkuman Analisis Variansi
Tabel 3.19 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan
Sumber JK dk RK Fobs Fο‘
Baris (A) p β 1 RKA Fa F*
Kolom (B) q - 1 RKB Fb F*
Interaksi (AB) (p-1)(q-1) RKAB Fab F*
Galat (G) RKG - -
Total - - -
Budiyono (2013: 228-234)
c. Prosedur Uji Lanjut Pasca Analisis Variansi
Komparansi ganda adalah tindak lanjut atau uji lanjut dari analisis variansi apabila hasil analisis variansi yang diperoleh menunjukan bahwa hipotesis nol (H0) tidak diterima. Uji lanjut setelah analisis variansi adalah dengan menggunakan metode Schaffeβ karena metode tersebut akan menghasilkan beda rerata dengan tingkat siqnifikan yang kecil. (Budiyono, 2017: 215-217)
1) Komparasi Rerata Antar Bais (baris ke-i dan baris ke-j)
Hipotesis nol dan Hipotesis alternatif yang diuji pada komparasi rerata antar baris adalah:
H0 :οi = οj , H1 :οi β οj
Uji Schaffe untuk komparasi ratan antar baris adalah : Fi. β j = (πΜ π.β πΜ π.)
2 π πΎπΊ [1
ππ.+ 1 ππ.]
dengan :
Fi. βj. : nilai Fobs pada pembandingan baris ke-i dan baris ke-j πΜ i. : rerata pada baris ke-i
πΜ j. : rerata pada baris ke-j
RKG : rerata kuadarat galat, yang diperoleh dari perhitungan analisis variansi
ni. ; ukuran sampel baris ke-i nj. : ukuran sampel baris ke-j commit to user
daerah kritis untuk uji itu adalah:
DK = {F|F οΎ (p - 1) Fο‘; p-1, N-pq}
(Budiyono, 2017: 215) 2) Komparasi Rerata Antar Kolom (kolom ke-i dan kolom ke-j)
Hipotesis nol dan hipotesis alternatif yang diuji pada komparasi rerata antar baris adalah:
H0 :οi = οj , H1 :οi β οj
Uji Schaffe untuk komparasi ratan antar baris adalah : Fi. β j = (πΜ .πβ πΜ .π)
2 π πΎπΊ [1
π.π+ 1 π.π]
dengan :
F.i β.j : nilai Fobs pada pembandingan kolom ke-i dan kolom ke-j πΜ .i : rerata pada kolom ke-i
πΜ .j : rerata pada kolom ke-j
RKG : rerata kuadarat galat, yang diperoleh dari perhitungan analisis variansi
n.i : ukuran sampel kolom ke-i n.j : ukuran sampel kolom ke-j daerah kritis untuk uji itu adalah:
DK = {F|F οΎ (q - 1) Fο‘; q-1, N-pq}
(Budiyono, 2017: 216) 3) Komparasi rerata antar sel pada kolom yang sama (sel ij dan sel kj)
Hipotesis nol dan hipotesis alternatif yang diuji pada komparasi rerata antar sel pada kolom sama adalah:
H0 :οi = οj , H1 :οi β οj
Uji Schaffe untuk komparasi antar sel pada kolom adalah : Fij βkj = (πΜ ππβ πΜ ππ)
2 π πΎπΊ [ 1
πππ+ 1 πππ]
dengan :
commit to user
Fij βkj : nilai Fobs pada pembandingan rerata pada sel ke-ij dan sel ke-kj
πΜ i. : rerata pada sel ke-ij πΜ j. : rerata pada sel ke-kj
RKG : rerata kuadarat galat, yang diperoleh dari perhitungan analisis variansi
ni. = ukuran sel ke-ij nj. = ukuran sel ke-kj daerah kritis untuk uji itu adalah:
DK = {F|F οΎ (pq - 1) Fο‘; pq-1, N-pq}
(Budiyono, 2017: 216) 4) Komparasi rerata antar sel pada baris yang sama (sel ij dan sel ik)
Hipotesis nol dan hiotesis alternatif yang diuji pada komparasi rerata antar baris adalah:
H0 :οi = οj , H1 :οi β οj
Uji Schaffe untuk komparasi ratan antar sel pada baris sama adalah : Fik β ij = (πΜ ππβ πΜ ππ)
2 π πΎπΊ [1
πππ+ 1 πππ]
dengan :
Fij βik : nilai Fobs pada pembandingan rerata pada sel ij dan rerata pada sel ik
πΜ i. : rerata pada sel ke-ij πΜ j. : rerata pada sel ke-ik
RKG : rerata kuadarat galat, yang diperoleh dari perhitungan analisis variansi
ni. = ukuran sel ke-ij nj. = ukuran sel ke-ik
daerah kritis untuk uji itu adalah:
DK = {F|F οΎ (pq - 1) Fο‘; pq-1, N-pq}
(Budiyono, 2017: 217) commit to user