• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam pengolahan uji t statistik bertujuan melihat seberapa besar berpangaruh masing-masing variabel

BIAYA ADMINISTRASI (Rp)

B. Analisis Data

1. Uji Normalitas Data

Semua data-data yang digunakan untuk melakukan analisis suatu masalah harus diuji validitasnya. Untuk memenuhi syarat validitasnya suatu model dapat diuji dengan memenuhi syarat asumsi klasik

normalitas dengan menggunakan Normal Probabilitas Plot. Uji

normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Berikut hasil uji normalitas data ditunjukkan pada gambar 4.3, yaitu:

Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sebuah diagonal. Dari grafik di atas dapat terlihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas artinya data ini terdistribusi normal.

2. Uji T Statistika

Uji T digunakan untuk menguji pengaruh variabel X (Pembiayaan

Ar-Rahn) terhadap variabel Y (peningkatan keuntungan BMT

Al-Rifa’ie). Berikut hasil uji t yang ditunjukkan pada tabel 4.8 coefisients, sebagai berikut:

Tabel 4.8 : Coefisients

Dari tabel coefisients di atas menunjukkan bahwa:

a) Uji terhadap konstanta (a)

Pada prinsipnya uji terhadap konstanta, jika t tabel < t hitung maka Ho ditolak, berarti variabel independen secara individual berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini

menunjukkan nilai t tabel sebesar -2,722 dengan signifikan sebesar

0,01 (p < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti

variabel X yaitu Pembiayaan Ar-Rahn memiliki pengaruh signifikan

Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. Correlations Collinearity Statistics B Std. Error Beta

Zero-order Partial Part Tolera nce VIF (Constant) -5165878.684 1897812.396 -2.722 .010 Pembiayaan_Ra hn .043 .009 .624 4.651 .000 .624 .624 .624 1.000 1.000 a. Dependent Variable: Peningkatan_Keuntungan

negatif terhadap variabel Y yaitu peningkatan keuntunga BMT Al-Rifa’ie.

b)Uji terhadap koefisien regresi (b)

Pada prinsipnya uji terhadap konstanta, Jika t tabel < t hitung maka Ho ditolak, berarti variabel independen secara individual berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini

menunjukkan nilai t tabel sebesar 4,651 dengan signifikan sebesar

0,00 (p < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti

variabel X yaitu Pembiayaan Ar-Rahn memiliki pengaruh signifikan

positif terhadap variabel Y yaitu peningkatan keuntunga BMT Al-Rifa’ie.

3. Analisis Regresi Linier Sederhan

Analisis regresi linier sederhana dilakukan untuk mencari hubungan antara variabel X dengan variabel Y. Sehingga mendapatkan hasil regresi yang dapat dilihat pada tabel 4.8. Berikut model regresi dari hasil analisis di atas yaitu:

Y = a + bX

Y = -5165878.684 + 0,043X Berikut penjelasan dari angka-angka diatas, yaitu:

 a = -5165878.684 artinya apabila X= 0 atau tidak ada

pembiayaan Ar-Rahn, maka keuntungan BMT Al-Rifa’ie (Y)

 b = koefisen regresi hasil menunjukkan sebesar 0,043. Ini berarti

setiap adanya peningkatan pembiayaan Ar-Rahn naik sebesar

satu satuan, maka akan meningkatkan keuntungan BMT Al-Rifa’ie sebesar 0,043 atau setiap penurunan jumlah pembiayaan

Ar-Rahn sebesar satu satuan, maka akan menurunkan keuntungan

BMT Al-Rifa’ie sebesar 0,043.

4. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar

sumbangan atau kontribusi variabel independen (pembiayaan Ar-Rahn)

terhadap variabel dependen (peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie)

yang dinotasikan dengan R2. Pada regresi linier sederhana (satu variabel

bebas) koefisien determinasi dapat dinyatakan dengan R2 = r2 x 100%;

Dengan : R2 = koefisien determinasi

r = koefisien kolerasi sederhana.

Berikut ini disajikan hasil koefisien determinasi yang dapat dilihat pada tabel 4.9, Model Summary:

Tabel 4.9 : Model Summary Hasil Koefisien Determinasi

Berdasarkah hasil print out dari perhitungan SPSS di atas,

koefisien determinasinya (r2/R Square) atau koefisien penentunya sebesar

0,389 = 38,9% artinya keuntungan BMT (Y) dapat dijelaskan oleh

Model Summaryb Mode l R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .624a .389 .371 2939058.64994 .389 21.629 1 34 .000 2.370 a. Predictors: (Constant), Pembiayaan_Rahn

pembiayaan Ar-Rahn (X) sebesar 38,9%. Sedangkan sisanya sebesar 61,1% dapat dijelaskan oleh faktor lain. Dalam hal ini

faktor-faktor lain tersebut dimungkinkan adalah produk pembiayaan Al-Qardhul

H{asan, produk simpanan, pembiayaan Murabahah{, dan unit usaha rill. Sedangkan hasil koefisien korelasi dapat dilihat pada tabel Correlation 4.10 di bawah ini:

Tabel 4.10 : Correlations Hasil Koefisien Korelasi

Koefisien korelasi yang diperoleh dari pengolahan data dengan menggunakan program SPSS di atas, dapat dijelaskan dalam perhitungan

SPSSnya adalah sebesar 0,624. Ini artinya jumlah pembiayaan Ar-Rahn

(X) mempunyai korelasi (hubungan) yang positif dan kuat. Dimana

hubungan yang positif artinya, jika pembiayaan Ar-Rahn bertambah

maka keuntungan BMT akan naik, atau sebaliknya jika pembiayaan Ar

-Rahn berkurang maka keuntungan BMT akan turun.

Dari tabel correlations di atas terlihat bahwa nilai Sig adalah sebesar 0,000. Untuk melihat signifikan koefisien korelasi di mana nilai Sig lebih kecil daripada alpha (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi pada penelitian ini adalah signifikan secara statistik.

Correlations

Peningkatan_Keunt

ungan Pembiayaan_Rahn Pearson Correlation Peningkatan_Keuntungan 1.000 .624

Pembiayaan_Rahn .624 1.000

Sig. (1-tailed) Peningkatan_Keuntungan . .000

Pembiayaan_Rahn .000 .

N Peningkatan_Keuntungan 36 36

76

PEMBAHASAN

Dari semua teori dan data yang diperoleh penulis serta telah dilakukan analisis data, maka selanjutnya akan dilakukan pembahasan. Pembahasan ini dilakukan berdasarkan data-data yang telah diolah dengan SPSS 19.0 serta teori yang di dipakai pada penelitian. Berikut pembahasan pada penelitian ini:

1. Untuk membuktikan adanya pengaruh pada variabel X (pembiayaan Ar

-Rahn) terhadap variabel Y (peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie)

dapat dilihat hasil dari persamaan regresi linier sederhana, yang memperoleh hasil Y = -5165878.684 + 0,043X, menunjukkan bahwa

konstanta sebesar -5165878.684; artinya jika pembiayaan Ar-Rahn (X)

nilainya 0, maka peningkatan keuntungan nilainya negatif 5165878.684. koefisien regresi variabel pembiayaan X sebesar 0,043; yang nilai

koefisiennya positif artinya jika pembiayaan Ar-Rahnmengalami kenaikan

0,043, maka keuntungan BMT Al-Rifa’ie (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,043 dengan asumsi variabel lainnya konstan. Hasil ini

menunjukkan bahwa pembiayaan Ar-Rahnpada BMT Al-Rifa’ie memiliki

pengaruh terhadap peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie, dibuktikan

dengan meningkatnya pembiayaan Ar-Rahndari tahun ketahun (lihat

lampiran 1) sehingga menghasilkan pendapatan yang juga terus meningkat. Akan tetapi, peningkatan pendapatan tidak selalu meningkatkan keuntungan tetapi juga dapat mengalami kerugian.Menurut

dalam teori keuntungan menyatakan Apabila pendapatan lebih besar dari pada biaya, maka dikatakan bahwa perusahaan memperoleh keuntungan, dan bila terjadi sebaliknya (pendapatan lebih kecil dari pada biaya) maka

perusahaan menderita rugi.1Hasil dan teori tersebut sesuai dengan data

yang diperoleh dari BMT Al-Rifa’iebahwa selama tiga periode dari tahun 2011-2013 tidak selalu mengalami keuntungan, yang berarti pernah mengalami kerugian. BMT Al-Rifa’ie mengalami kerugian pada tahun 2011 sebesar Rp. 7.860.642-,untuk berikutnya tahun 2012 dan 2013 BMT Al-Rifa’ie mengalami keuntungan.Pada tahun 2012 keuntungan mencapai sebesar Rp. 31.986.281dan pada tahun 2013keuntungan mencapai Rp. 75.736.938. Perhitungan keuntungan yang diperoleh dari laporan Laba/Rugi pada BMT Al-Rifa’ie ini sudah sesuai dengan syariah, dimanaBMT Al-Rifa’ie telah mengikuti cara perhitungan keuntungan

dalam Islam dimana telah sesuai dengan teori falah{ labayang menyatakan

bahwa keuntungan ialah suatu keuntungan yang diperoleh darisetelah laba bruto dikurangi biaya operasitelah dikurangi dengan zakat dengan beban

pajak.2 Selain dibuktikan dengan hasil pengolahan data, teori dan data

yang diperoleh dari BMT Al-Rifa’ie, dapat dibuktikan pula dengan hasil wawancara dengan staf keuangan BMT Ibu Hikmah, bahwa:

”Memang benar pembiayaan Ar-Rahn ini terus mengalami

peningkatan dari tahun-ketahun sehingga dapat mempengaruhi peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie, akan tetapi BMT tidak sealalu mengalami keuntungan, tetapi dapat mengalami kerugian juga.

1

Al. Haryono Jusup, Dasar-Dasar Akuntansi, Jilid 1 Edisi Ke-6 (Yogyakarta: Aditya Media, 2005), 24.

2

Ibrahim Sany, “Analisis Pengaruh Penghimpunan dan Pembiayaan terhadap Falah Laba” (Skripsi - -Universitas Diponegoro, Semarang, 2014),26.

Seperti yang terjadi pada tahun 2011. BMT mengalami kerugian karena diakibatkan oleh beban yang harus ditanggung BMT Al-Rifa’ie terlebih dahulu pada Bank Mu’amalah dikarenakan dana yang disalurkan untuk kegiatan pembiayaan masih dipinjamkan belum semuanya kembali, karena dana pada BMT Al-Rifa’ie terus berputar. Maksudnya, ketika dana sudah kembali ke BMT dana tersebut akan terus digunakan untuk kegiatan operasional BMT. Seperti, dana

pembiayaan Ar-Rahnsudah kembali maka dana tersebut dapat

digunakan kembali untuk disalurkan kembali untuk produk

pembiayaan Ar-Rahndan juga produk yang lainnya”.3

Dari hasil pengolahan data, teori dan data wawancara yang

diperoleh penulis menunjukkan hasil yang sama, bahwa pembiayaan Ar

-Rahnmemilik pengaruh terhadap peningkatan keuntungan BMT

Al-Rifa’ie.

2. Pengaruh Pembiayaan Ar-Rahn terhadap peningkatan keuntungan BMT

Al-Rifa’ie,dapat dilihat dari seberapa besar kontribusi keuntungan dari

Pembiayaan Ar-RahnBMT Al-Rifa’ie.Dalam hal ini, Pembiayaan Ar

-Rahnmampu memberikan kontribusi atau pengaruh sebesar 38,9%

terhadap peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie. Pada prakteknya, peningkatan keuntungan yang ada di BMT Al-Rifa’ie tidak hanya

dipengaruhi oleh pembiayaan Ar-Rahnsaja, tetapi juga dipengaruhi oleh

produk jasa lain pada BMT Al-Rifa’ie misalnya produk pembiayaan Al

-Qardhul H{asan, produk simpanan, pembiayaan Murabahah{, dan unit

usaha rill. Kontribusi sebesar 38,9% dari pembiayaan Ar-Rahnini termasuk

angka yang tidak sedikit, mengingat produk BMT Al-Rifa’ie yang cukup banyak macamnya hanya tersisa 61,1% untuk seluruh produk selain

3

pembiayaan Ar-Rahn, maka produk pembiayaan Ar-Rahnpada BMT Al-Rifa’ie termasuk produk yang paling banyak digunakan masyarakat atau anggota BMT. Hal ini diperkuat oleh data yang telah peneliti peroleh dari hasil wawancara dengan Ibu Hikmah sebagai staf keuangan di BMT Al-Rifa’ie bahwa:

” Memang benar pembiayaan Ar-Rahnini termasuk produk yang

paling banyak digunakan daripada produk-produk yang lain oleh

anggota ataupun masyarakat sekitardengan alasanpembiayaanAr-Rahn

ini dapat membantu ketika membutuhkan dana mendadak dan ketika tidak mempunyai dana untuk keperluannya. Dengan menggunakan

pembiayaan Ar-Rahnini orang yang membutuhkan dana mendadak

dapat memperoleh pinjaman dana secara kontan dan cepat dengan menyerahkan barang berharganya sebagai jaminan utang serta melaksanakan syarat-syarat dan prosedurnya yang dianggap mudah bagi mereka. Karena hanya dengan menyetorkan identitas pengenal berupa KTP atau SIM dan memiliki barang berharga berupa emas, membuka rekening tabungan BMT (Tab. Hijrah), memberi keterangan kepada BMT alasan meminjam dana dan membayar biaya administrasi di muka yang termasuk murah, maka anggota dapat memperoleh pinjaman dana secara langsung tanpa harus menunggu

lama atau berhari-hari.” 4

Hasil wawancara di atas sesuai dengan hasil pengolahan data

bahwa pembiayaanAr-Rahndapat memberikan kontribusi yang paling

banyak daripada produk pembiayaan yang lain. Dan teori tentang

pembiayaanAr-Rahnmenguatkan hasil wawancara di atas bahwa

pembiayaan Ar-Rahnadalah menjadikan barang berharga sebagai jaminan

utang. Dengan begitu jaminan tersebut berkaitan erat dengan utang piutang dan timbul dari padanya. Sebenarnya pemberian utang itu merupakan suatu tindakan kebijakan untuk menolong orang yang sedang dalam keadaan terpaksa dan tidak mempunyai uang dalam keadaan kontan.

4

Namun untuk ketenangan hati, pemberian utang memberikan suatu jaminan, bahwa utang itu akan dibayar oleh yang berutang. Untuk maksud itu pemilik uang boleh meminta jaminan dalam bentuk barang

berharga.5Begitu juga teori pembiayaan Ar-Rahntentang mekanisme

produk gadai syariah menyebutkan bahwa bagi calon anggota yang ingin mengajukan permohonan dapat mendatangi lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pembiayaan gadai emas syariah dengan memenuhi

persyaratan:pertama, memiliki identitas diri KTP/SIM yang masih

berlaku. Kedua, Perorangan WNI. Ketiga, Cakap secara hukum. Keempat,

Mempunyai rekening atau tabungan di lembaga keuangan tersebut.Kelima,

Menyampaikan NPWP (untuk pembiayaan tertentu sesuai dengan aturan

yang berlaku). Keenam, Adanya barang jaminan berupa emas. Bentuk

dapat emas batangan, emas perhiasan atau emas koin. Ketujuh,

memberikan keterangan yang diperlukan dengan benar mengenai alamat,

data penghasilan atau data lainnya.6 Untuk teori pembiayaan Ar

-Rahntentang mekanisme produk gadai syariah dari keseluruhan sesuai

dengan mekanisme pembiayaan Ar-Rahndi BMT Al-Rifa’ie, akan tetapi

ada beberapa mekanisme yang tidak digunakan pada BMT yaitu mekanisme yang kedua yaitu perorangan WNI, ketiga yaitu cakap secara hukumdan kelima yaitu menyampaikan NPWP (untuk pembiayaan tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku). Tetapi hal ini wajar, karena teori hanyalah acuan saja,BMT dapat merubah baik menambah atau

5

Abdul Rahman, Dkk, Fiqh{ Mua’malat(Jakarta: Kencana, 2010),265.

6

mengurangi sesuai yang diinginkan selama dapat melancarkan kegiatan di BMT itu sendiri. Karena, BMT itu pasti memiliki strategi tersendiri untuk menjalankan usahanya.

Sedangkan untuk hubungan antara pembiayaan Ar-Rahndengan

peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie diperoleh dari hasil koefisien korelasi yaitu sebesar 0,624. Nilai ini menunjukkan hubungan antara

pembiayaan Ar-Rahndengan peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie

kuat. Hasil seperti ini adalah wajar mengingat pergerakan variabel X dan variabel Y di BMT Al-Rifa’ie bergerak seiringan dan kontribusi variabel X bagi variabel Y-nya juga signifikan. Hal ini juga menunjukkan hubungan yang searah, dimana kenaikan suatu variabel akan menyebabkan kenaikan variabel lain dan sebaliknya.

Semakin banyak pembiayaan Ar-Rahn , maka semakin banyak pula

keuntungan BMT Al-Rifa’ie, alasan pembiayaan Ar-Rahn dapat

memberikan kontribusi pendapatan pada BMT Al-Rifa’ieyang bersumber dari biaya administrasi dan biaya sewa tempat yang dibayar oleh

peminjam dana. Hal ini sejalan dengan teori pembiayaan Ar-Rahntentang

penetapan biaya gadai syariah bahwa Dalam menjalankan sistem gadai, murtahi>n diperbolehkan mengambil biaya kepada rahi>n. Adapun biaya

yang akan dibayar oleh rahi>n kepada murtahi>n yang berkaitan dengan

pelaksanaan transaksi gadai, yaitu: (a) Biaya Administrasi, dimana biaya

administrasi yang harus dibayarkan kepada murtahi>n berdasarkan

terjadi akad. Dan (b) Biaya Sewa Tempat,untuk tarif jasa simpanan mencakup biaya pemeliharaan barang gadaian yang dijaminkan. Tarif

biaya simpan tersebut akan dibayarkan pada saat pelunasan.7Hasil dari

pendapatan biaya tersebut dapat memberikan kontribusi keuntungan pada BMT Al-Rifa’ie. Dengan melihat keadaan tersebutmaka BMT Al-Rifa’ie

dapat terus mengembangkan produk pembiayaannya yaitu pembiayaan Ar

-Rahn dan terus meningkatkan pemberian pembiayaan kepada masyarakat

dengan akad gadai (Ar-Rahn).

Dari hasil dan pembahasan diatas menunjukkan BMT Al-Rifa’ie disini mengikuti teori tentang pedoman untuk mencapai keuntungan maksimal bahwa, sebuah perusahaan hanya akan berproduksi jika dia menjadi lebih baik dengan menghasilkan daripada dia tidak menghasilkan. Perusahaan selalu punya pilihan untuk tidak menghasilkan apa-apa. Jika perusahaan tidak memproduksi apa-apa, dia akan punya kerugian sebesar biaya tetapnya. Jika dia memutuskan untuk berproduksi, dia akan mengeluarkan biaya produksi variabel dan menerima pendapatan melebihi biaya variabel, kerugian perusahaan lebih kecil daripada kerugian pada

waktu tidak memproduksi apa-apa.8Hal ini diperkuat dengan hasil

wawancara dengan Ibu Hikmah sebagai staf keuangan di BMT Al-Rifa’ie bahwa:

”Produk pembiayaan Ar-Rahntidak akan terhapus meskipun pernah

merugi, karena apa? Menurut BMT pembiayaan Ar-Rahnini tidak

akan merugikan BMT karena risiko untuk merugikan pada BMT

7

Zainuddin Ali, Hukum Gadai Syariah (Jakarta : Sinar Grafika, 2008),49.

8

sangatlah kecil. Dikatakan memiliki risiko kecil karena ada barang jaminan utang yang dapat dijual BMT sebagai ganti utang yang tidak dapat dikembalikan peminjam, akan tetapi hal ini dilakukan ketika sesudah ada kesepakatan antara peminjam dan BMT, jadi kemungkinan kecil untuk rugi. Rugi yang pernah dialami pada tahun 2011 itu bukan karena peminjam tidak mau membayar utangnya tetapi uang yang ada di BMT itu terus berputar jadi uang masih dijalankan untuk operasional terlebih dahulu apa lagi waktu peminjamannya selama 4 bulan dan dapat diperpanjangmaka dari

itu sementara BMT yang menanggung ke Bank terlebih dahulu.9

Dari data yang diperoleh penulis dan teori yang ada menunjukkan BMT Al-Rifa’ie mengikuti teori pedoman untuk mencapai keuntungan maksimal karena BMT Al-Rifa’ietetap akan mengeluarkan produk

pembiayaanAr-Rahn meskipun mengalami kerugian, karena BMT akan

lebih merugi ketika tidak mengeluarkan produk pembiayaan Ar

-Rahndisebabkan tidak akan mendapatkan kontribusi keuntungan dari produk

ini, dan secara otomatis keuntungan BMT Al-Rifa’ie akanberkurang apalagi kerugian dialami hanya sekali saja selama tiga periode ini.

9

84 PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan analisa dan pembahasan serta uraian-uraian sebelumnya

mengenai pengaruh pembiayaan Ar-Rahn terhadap peningkatan keuntungan

BMT Al-Rifa’ie Desa Ketawang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh antara pembiayaan Ar-Rahn terhadap peningkatan

keuntungan BMT Al-Rifa’ie. Hal ini ditunjukkan pada data print out

SPSS Y = -5165878.684 + 0,043X. Persamaan ini menunjukkan

konstanta (a) = -5165878.684 artinya apabila X= 0 atau tidak ada

pembiayaan Ar-Rahn, maka keuntungan BMT Al-Rifa’ie (Y) sebesar

negatif 5165878.684, dan koefisien regresi (b) sebesar 0,043 menyatakan

bahwa setiap adanya peningkatan pembiayaan Ar-Rahn naik sebesar satu

satuan, maka akan meningkatkan keuntungan BMT Al-Rifa’ie sebesar

0,043. Maka hasil tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan Ar-Rahn

memiliki pengaruh terhadap peningkatan keuntungan BMT Al-Rifa’ie Desa Ketawang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.

2. Pengaruh pembiayaan Ar-Rahn terhadap peningkatan keuntungan BMT

Al-Rifa’ie Desa Ketawang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang dari data print out SPSS yang sudah diolah memiliki hasil koefisien

artinya keuntungan BMT Al-Rifa’ie (Y) dapat dijelaskan oleh

pembiayaan Ar-Rahn (X) sebesar 38,9%. Sedangkan sisanya sebesar

61,1% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Kemudian koefisien korelasi dalam perhitungan SPSS diperoleh hasil sebesar 0,624. Ini

artinya jumlah pembiayaan Ar-Rahn (X) mempunyai korelasi (hubungan)

yang positif dan kuat. Dimana hubungan yang positif artinya, jika

pembiayaan Ar-Rahn bertambah maka keuntungan BMT akan naik, atau

sebaliknya jika pembiayaan Ar-Rahn berkurang maka keuntungan BMT

akan turun. B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis mencoba untuk memberikan beberapa saran dengan harapan dapat bermanfaat bagi lembaga syariah tersebut diantaranya:

1. Bagi BMT Al-Rifa’ie supaya bisa mempertahankan atau memperbaiki

manajemennya agar lebih baik lagi. Khususnya pada kegiatan pemberian

pembiayaan Ar-Rahn yang meningkatkan keuntungan BMT Al-Rifa’ie di

Desa Ketawang Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang.

2. Agar keuntungan yang diterima BMT Al-Rifa’ie dapat terus meningkat,

perlu adanya alokasi dana yang tepat untuk produk pembiayaan kepada anggota atau masyarakat, agar tidak terjadi kredit macet sehingga tidak mengalami kerugian pada BMT Al-Rifa’ie.

3. Bagi peneliti selanjutnya, agar dapat melanjutkan penelitian ini lebih baik

apa saja yang menyebabkan kontribusi pembiayaan Ar-Rahn terhadap

peningkatan keuntungan BMT atau bagaimana produk pembiayaan Ar

-Rahn ini dapat memberikan lebih banyak keuntungan baik bagi pihak

87

Ali, Zainuddin. Hukum Gadai Syariah. Jakarta : Sinar Grafika. 2008.

Antonio, Muhammad Syafi’I. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema

Insani. 2001.

Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Sosial Format-Format Kuantitatif dan

Kualitatif. Surabaya: Airlangga University Press. 2001.

. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Cet. Ke-1. Jakarta: Kencana. 2005.

. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Komunikasi, Ekonomi dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya, Ed. 2. Cet. Ke-6. Jakarta: Kencana. 2011.

DSN-MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional, Cet.3. Jakarta: Gaung

Persada Press. 2006.

Halomoan Tamba dan Arifin Sitio. Koperasi Teori dan Praktik. Jakarta:Erlangga.

2001.

Harahap, Sofyan Syafri. Akuntansi Islam. Jakarta: PT. Bumi Aksara.2001.

Haroen, Nasrun. Fiqh{ Mua’malah{. Jakarta: Radar Jaya Pratama. 2000.

Idrus, Muhammad. Metode Penelitian Ilmu sosial. Jakarta: Erlangga. 2009.

J. Supranto. Statistik: Teori dan Aplikasi, Jilid II, Ed. 4. Jakarta: Erlangga. 2001.

Jusup, Al. Haryono. Dasar-Dasar Akuntansi, Jilid 1 Edisi Ke-6, Yogyakarta:

Aditya Media. 2005.

Limbong, Bernhard. Pengusaha Koperasi. Jakarta: Margaretha Pustaka. 2002.

Mohamad Heykal dan Nurul Huda. Lembaga Keuangan Islam. Jakarta: Kencana.

2010.

Muhammad. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam: Pendekatan Kuantitatif.

Jakarta: Rajagrafindo Persada. 2008.

Nazir, Moh. Metode Penelitian, Cet. Ke-7. Bandung : Ghalia Indonesia. 2009.

Peter dan Richard. Pengantar Ilmu Ekonomi, Edisi Ke-6. Jakarta: Bina Aksara.

Rahman, Abdul, Dkk. Fiqh{ Mua’malat. Jakarta: Kencana. 2010.

Rochayety, Ety dkk. Metodologi Penelitian Bisnis dengan Aplikasi SPSS. Jakarta:

Mitra Wacana Media. 2009.

Santoso, Singgih. Buku Latihan SPSS Statistik Parametik. Jakarta : PT Elex

Media Komputindo. 2000.

Soemitra, Andri. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah,I. Jakarta: Kencana.

2009.

Soraya, Muhammad Yusuf. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Praktik Perataan

Laba Perusahaan Asing dan Non Asing Di Indonesia”, JAAI, Vol 8, No.1,

t.tP., . 2004.

Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta. 2003.

. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Cet. Ke- 4.

Dokumen terkait