• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Analisis Data Dan Hasil Penelitian

Hasil temuan peneliti di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta bahwa pendidikan karakter secara komprehensif dilakukan dalam tiga bentuk kegiatan yaitu :

1. terpadu dalam proses pembelajaran, 2. terpadu dalam manajemen sekolah, dan

3. terpadu dalam kegiatan pembinaan kesiswaan.

Berdasarkan wawancara dengan guru matematika yang menyatakan bahwa

“Pendidikan karakter dilaksanakan oleh Ibu Kepala Sekolah, Guru, dan BK secara bersama-sama sebagai suatu komunitas sekolah untuk mencapai tujuan

pendidikan karakter”.

Pernyataan tersebut mengidentifikasikan bahwa kekuatan pendidikan karakter di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta dilaksanakan secara komprehensif atau

menyeluruh pada unsur dan komponen pendidikan sehingga penerapan pendidikan karakter dapat berjalan secara efektif. Sedangkan, kelemahan bentuk pendidikan karakter yang komprehensif tersebut adalah pada sistem evaluasi atau penilaian. Kelemahan tersebut yaitu pendidikan karakter yang telah diterapkan dalam manajemen sekolah dan kegiatan pembinaan siswa (kegiatan ektrakurikuler) tidak dievaluasi oleh Kepala Sekolah maupun Pembina kegiatan ekstrakurikuler. Evaluasi pendidikan karakter hanya dilakukan dalam proses pembelajaran oleh guru kelas saja.

Berikut ini akan di uraikan hasil temuan tentang bentuk-bentuk pendidikan karakter yang komprehensif di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta:

1. Pendidikan Karakter Secara Terpadu dalam Pembelajaran

Guru Matematika menyisipkan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan kepada siswa dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sehingga ketika mengajar dikelas guru dapat langsung fokus terhadap nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai karakter selain diterapkan dalam pembelajaran, berdasarkan observasi peneliti guru Matematika juga menerapkan nilai-nilai karakter dalam keseharian misalnya guru masuk kelas tepat waktu, guru berpakaian dan bersepatu rapi.

Berdasarkan hasil wawancara penelitian maka dapat diketahui siswa mempraktekkan nilai-nilai karakter dalam berperilaku. Misalnya, siswa tidak mencontek, masuk kelas tepat waktu, pantang menyerah dalam mengerjakan soal matematika yang sulit dan mau bekerjasama dalam kelompok.

Dalam proses pembelajaran yang mencerminkan pendidikan karakter di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta berdasarkan observasi adalah sebagai berikut:

a. Guru telah memiliki RPP yang didalamnya sudah ditentukan nilai-nilai karakter yang akan ditanamkan dan dikembangkan kepada siswa.

b. Guru selama proses pembelajaran di kelas menyuruh siswa bekerja kelompok, hal ini dapat mencerminkan nilai karakter seperti bekerja keras, saling membantu, dan bertanggung jawab atas tugas kelompok.

c. Siswa berdiskusi dalam kelompok dengan saling bekerjasama dan saling membantu.

d. Siswa menunjukkan nilai-nilai karakter seperti bertanggung jawab, bekerja keras, dan pantang menyerah.

Hasil observasi pada proses pembelajaran memperlihatkan bahwa antara guru dan siswa saling menunjukkan nilai-nilai karakter. Temuan ini juga didukung dengan hasil wawancara kepada guru Matematika yang menyatakan

bahwa “sebelum memulai pelajaran saya telah merumuskan tujuan pembelajaran

yang didalamnya adalah menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada

siswa”.

Pada proses perencanaan guru Matematika membuat Silabus dan RPP yang didalamnya dicantumkan nilai-nilai karakter yang ingin dikembangkan pada siswa. Proses pelaksanaan pembelajaran, guru mulai menanamkan nilai-nilai karakter melalui penyampaian materi Aritmetika Sosial, model pembelajaran dengan berkelompok atau kooperatif dan menyuruh siswa mengerjakan soal didepan kelas.

Proses pembelajaran yang terakhir yaitu dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter. Proses evaluasi yang dilakukan oleh guru seperti dalam wawancara kepada guru Matematika yang mengatakan

bahwa “Selama ini yang saya nilai itu kompleksitas, daya dukung, image siswa,

proses pembelajaran aktif, perilaku, dan kepribadiannya”.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tersebut, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pendidikan karakter di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta yang dilakukan secara komprehensif dalam bentuk proses pembelajaran khususnya pembelajaran Matematika terjadi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

2. Pendidikan Karakter Secara Terpadu Melalui Manajemen Sekolah

Kepala Sekolah SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, dalam pelaksanaan pendidikan karakter memiliki peran dalam kutipan wawancara kepada kepala

sekolah yaitu “Menerapkannya kepada siswa secara terus-menerus, lalu kita anjurkan guru untuk memberikan contoh yang baik dan benar dalam perilaku sehari-hari di sekolah sehingga siswa dapat menirunya. Proses ini akan menjadi pola perilaku menuju pola kebiasaan yang menunjukkan keberhasilan pendidikan

karakter di sekolah”.

Pendidikan karakter secara komprehensif dalam bentuk manajemen sekolah di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta terlihat pada hasil observasi yaitu :

a. SMP Stella Duce 2 Yogyakarta mewajibkan semua warga sekolah yaitu siswa, guru, dan staf pendidikan lainnya untuk melakukan doa pagi bersama dengan cara bergiliran. Peraturan ini telah dibuat oleh sekolah untuk menanamkan nilai-nilai karakter dalam beribadah dan kebersamaan.

b. SMP Stella Duce 2 Yogyakarta juga telah menetapkan nilai-nilai karakter kompetensi lulusan yang dapat dilihat dari visi dan misi sekolah.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta maka dapat disimpulkan tentang contoh bentuk kegiatan pendidikan karakter yang terpadu dengan manajemen sekolah SMP Stella Duce 2 Yogyakarta antara lain yaitu :

a. pengelolaan tata tertib atau pelangggaran tata tertib, jika ada siswa yang melakukan pelanggaran maka akan berimplikasi pada pengurangan nilai dan hukuman atau pembinaan.

b. penyediaan tempat-tempat pembuangan sampah, sekolah sudah menyiapkan tempat-tempat sampah sehingga siswa diharapkan memiliki kebiasaan cinta kebersihan.

c. Penyediaan sarana ibadah dan pelaksanaan ibadah, misalnya ruang doa.

d. Pengelolaan dan kebersihan ruang kelas oleh siswa, dan bentuk-bentuk kegiatan lainnya.

3. Pendidikan Karakter Secara Terpadu Melalui Kegiatan Pembinaan Kesiswaan

Kegiatan pembinaan kesiswaan yang selama ini diselenggarakan SMP Stella Duce 2 Yogyakarta merupakan salah satu media yang potensial untuk pendidikan karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik. Kegiatan pembinaan kesiswaan merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.

Pembinaan kesiswaan di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta sebagai saran untuk menanamkan nilai-nilai karakter misalnya: kegiatan ekstrakurikuler olahraga, pramuka, dan kegiatan ekstra lainnya. Melalui kegiatan pembinaan kesiswaan diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dan rasa tangggung jawab sosial, serta potensi dan prestasi peserta didik.

Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, di bimbing oleh masing-masing yang memiliki tanggung jawab untuk kegiatan tersebut. Misalnya, kegiatan ekstra olahraga (basket, sepakbola, dan olahraga lainnya) dibimbing oleh guru Pendidikan Jasmanai dan Kesehatan. Guru olahraga tersebut yang akan menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa dalam kegiatannya.