BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Data dan Pembahasan
Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 100 responden. Analisis dilakukan dengan menggunakan dua analisis, yang pertama analisis yang digunakan untuk mengetahui karakteristik responden melalui identifikasi jenis kelamin, umur, dan rata-rata pendapatan selama satu bulan. Analisis yang kedua merupakan analisis untuk mengetahui tingkatan-tingkatan
brand loyalty konsumen antara lain :tingkat switcher, habitual buyer, satisfied buyer, likes the brand, dan committed buyer. Dan penelitian ditujukan kepada
konsumen PT. Calmic cabang Solo yang menggunakan produk hygiene merek
commit to user
46
1. Analisis Karakteristik Responden a. Analisis Jenis Kelamin
Sebanyak 100 kuesioner dibagikan kepada konsumen PT. Calmic Cabang Solo. Dari pencantuman data yang dituliskan oleh responden diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel III.3
Analisis Jenis Kelamin Responden
No Jenis Kelamin Responden %
1 Laki-laki 38 38%
2 Perempuan 62 62%
Jumlah 100 100%
Data : diolah tahun 2012
Berdasarkan tabel 3.3 diatas menunjukkan bahwajumlah responden perempuan lebih besar dibandingkan dengan responden laki-laki, yaitu responden laki-laki sebesar 38 responden (38%) dan responden perempuan sebesar 62 responden (62%). Jadi, kebanyakan pelanggan tetap produk
hygiene merek Calmic adalah perempuan.
b. Analisis Umur
Yang dimaksud umur disini adalah umur responden saat ini. Berikut ini adalah tabel umur responden saat ini:
commit to user
47
Tabel III.4
Analisis Berdasarkan Usia
No Usia Responden % 1 <15 tahun 0 0% 2 15-20 tahun 0 0% 3 21-26 tahun 8 8% 4 27-32 tahun 48 48% 5 >32 tahun 44 44% Jumlah 100 100%
Data : diolah tahun 2012
Berdasarkan tabel 3.4 diatas dapat diketahui bahwa tidak ada responden yang berumur <15 tahun dan berumur antara 15- 20 tahun, 8 responden (8%) berusia antara 21-26 tahun, 48 responden (48%) berusia antara 27-32 tahun, dan 44 responden (44%,) berusia >32 tahun. Jadi, kebanyakan pengguna
produk hygiene merek Calmic adalah konsumen yang berusia antara 27-32
tahun.
c. Analisis Pekerjaan
Yang dimaksud pekerjaan disini adalah pekerjaan yang dimiliki oleh konsumen. Berikut tabel pekerjaan dari responden:
commit to user
48
Tabel III.5
Analisis Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Responden % 1 Pelajar/ mahasiswa 0 0% 2 PNS 18 18% 3 Swasta 45 45% 4 Wiraswasta 13 13% 5 Lain-lain 24 24% Jumlah 100 100%
Data : diolah tahun 2012
Berdasarkan tabel 3.5 diatas dapat diketahui bahwa tidak ada responden yang memiliki pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa, 18 responden (18%) memiliki pekerjaan sebagai PNS, 45 responden (45%) memiliki pekerjaan sebagai swasta, 13 responden (13%) memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta, dan 24 responden (24%) memiliki pekerjaan selain pekerjaan diatas. Jadi,
sebagian besar pelanggan tetap produk hygiene merek Calmic memiliki
pekerjaan sebagai swasta.
d. Analisis Pendapatan
Yang dimaksud pendapatan disini adalah pendapatan yang diterima responden selama satu bulan ia bekerja. Berikut tabel pendapatan responden:
commit to user
49
Tabel III.6
Analisis Berdasarkan Pendapatan per Bulan
No Pendapatan/ bulan Responden %
1 < Rp 500.000,00 0 0% 2 Rp 500.000,00 - Rp 1.000.000,00 0 0% 3 Rp1.001.000,00 - Rp 1.500.000,00 4 4% 4 Rp 1.501.000,00 - Rp 2.000.000,00 24 24% 5 >Rp 2.000.000,00 72 72% Jumlah 100 100%
Data : diolah tahun 2012
Berdasarkan tabel 3.6 diatas dapat diketahui tidak ada responden yang berpenghasilan <Rp 500.000,00 dan antara Rp 500.000,00 - Rp 1.000.000,00, yang berpenghasilan Rp 1.001.000.00 - Rp 1.500.000,00 sebesar 4 responden (4%), yang berpenghasilan Rp 1.5001.000 - Rp 2.000.000,00 sebesar 24 responden (24%), dan yang berpenghasilan >Rp 2.000.000,00 sebesar 72
responden (72%). Jadi, sebagian besar para pelanggan tetap produk hygiene
merek Calmic memiliki pendapatan >Rp 2.000.000,00 tiap bulan.
2. Analisis Tingkatan Brand Loyalty
“Brand loyalty merupakan sejauh mana seorang pelanggan menunjukkan sikap positif terhadap suatu merek, mempunyai komitmen pada merek tertentu, dan berniatuntuk terus membelinya di masa depan”
commit to user
50
beberapa tingkatan, dan setiap tingkatannya menunjukkan tantangan
pemasaran yang harus dihadapi tingkatan brand loyalty antara lain :
a. Switcher (berpindah-pindah)
b. Habituak buyer (pembeli yang bersifat kebiasaan)
c. Satisfied buyer (pembeli yang puas dengan biaya perlaihan)
d. Likes the brand (menyukai merek)
e. Committed buyer (pembeli yang komit)
Untuk mengetahui seberapa besar tingkatannya dibutuhkan sebuah analisa yang mempunyai dasar yang kuat.Penelitian ini dilakukan kepada
100 responden yang menggunakan produk hygiene merek Calmic lebih
dari satu kali di Surakarta.
a. Analisis Switcher
Switcher adalah konsumen yang sensitif terhadap perubahan harga, sehingga pada tingkatan loyalitas ditempatkan pada urutan paling bawah.Yang termasuk switcher adalah responden yang menjawab “sering”
commit to user 51 Tabel III.7 Analisis Switcher % Tidak pernah 10 1 10 1 10 10% Jarang 62 2 124 4 248 62% Kadang-kadang 21 3 63 9 189 21% Sering 5 4 20 16 80 5% Selalu 2 5 10 25 50 2% Total 100 227 557 100%
Data : diolah tahun 2012
Rata-rata = Switcher =
SD =
Jadi rata-rata responden merek Calmic jarang berpindah merek karena faktor harga.Sedangkan yang benar-benar sensitif terhadap harga berjumlah 7 orang (7%) dari 100 responden.
Dengan demikian nilai rata-rata responden yang switcher tersebut
(2,27) masuk dalam kategori jelek (rentang 1,8 - 2,60). Dengan demikian, infomasi yang tergali memberikan harapan yang baik bagi PT. Calmic.
b. Analisis Habitual Buyer
Habitual buyer dihitung berdasarkan jawaban “setuju” dan “sangat setuju” pada kuesioner. Hasil tabulasi merek Calmic menunjukkan sebagai berikut:
commit to user
52
Tabel III.8 Analisis Habitual Buyer
%
Sangat tidak setuju 2 1 2 1 4 2%
Tidak setuju 12 2 24 4 48 12%
Ragu-ragu 9 3 27 9 81 9%
Setuju 62 4 248 16 992 62%
Sangat setuju 15 5 75 25 375 15%
Total 100 376 1500 100%
Data: diolah tahun 2012
Rata-rata = Habitual buyer =
SD =
Rata-rata responden merasa tidak setuju atau ragu-ragu bahwa keputusan pembelian merek Calmic adalah karena kebiasaan.Sedangkan yang betul-betul membeli karena kebiasaan berjumlah 77 orang (77%) dari 100 responden.
Nilai rata-rata responden yang masuk klasifikasi habitual buyer
tersebut (3,76) jatuh dalam kategori baik (rentang 3,40 - 4,20). Dengan demikian, informasi yang tergali memberikan harapan yang baik bagi PT. Calmic.
c. Analisis Satisfied Buyer
Penghitungan satisfied buyer dalam kasus ini adalah bila
commit to user
53
dan “sangat puas”. Berikut tabel konsumen yang puas terhadap merek Calmic:
Tabel III.9
Analisis Satisfied Buyer
%
Sangat tidak puas 1 1 1 1 1 1%
Tidak puas 2 2 4 4 8 2%
Biasa saja 9 3 27 9 81 9%
Puas 69 4 276 16 1104 69%
Sangat puas 19 5 95 25 475 19%
Total 100 403 1669 100%
Data: diolah tahun 2012
Rata-rata = Satisfied buyer =
SD =
Kebanyakan responden merasa puas pada merek Calmic, ini terlihat pada rata-rata jawaban responden.Sedangkan sebanyak 89 orang (89%), merasa puas menggunakan merek Calmic.
Nilai rata-rata responden yang satisfied (4,03) tersebut masuk dalam kategori sangat baik (rentang 4,2 - 5,00). Dengan demikian,
informasi yang tergali mampu menunjukkan dukungan brand loyalty yang
commit to user
54
d. Analisis Liking The Brand
Komponen brand loyalty yang lain adalah liking the brand.
Responden yang termasuk tingkatan liking the brand adalah yang
menjawab “suka” dan “sangat suka”. Sesuai data yang didapat berikut ini
akan diuraikan hasilnya, hasil penghitungan liking the brand milik Calmic
adalah sebagai berikut:
Tabel III.10
Analisis Liking The Brand
%
Sangat tidak suka 0 1 0 1 0 0%
Tidak suka 2 2 4 4 8 2%
Biasa saja 12 3 36 9 108 12%
Suka 60 4 240 16 960 60%
Sangat suka 26 5 130 25 650 26%
Total 100 410 1726 100%
Data: diolah tahun 2012
Rata-rata = Liking the brand =
SD =
Rata-rata responden setuju bahwa mereka menyukai merek Calmic, terbukti dari jawaban rata-rata responden.Sedangkan jumlah responden yang benar-benar menyukai Calmic adalah 88 orang (88%).
Nilai rata-rata responden yang berada pada tingkat loyalitas liking
commit to user
55
Meskipun porsi konsumen yang masuk kategori liking the brand menurun
dibandingkan yang berada pada tingkatan satisfied buyer, informasi yang
tergali masih menunjukkan gambaran yang menggembirakan.
e. Analisis Committed Buyer
Committed buyer adalah keadaan yang paling diinginkan oleh setiap pemasar, karena bila konsumen sudah mencapai tingkat ini maka
tingkat perpindahannya akan sangat kecil. Yang tergolong committed
buyer berdasarkan kuesioner adalah responden yang menjawab “sering” dan “selalu”.
Berikut ini rincian hasil penelitian tentang committed buyer pada
responden Calmic:
Tabel III.11
Analisis Committed Buyer
% Tidak pernah 10 1 10 1 10 10% Jarang 33 2 66 4 132 33% Kadang-kadang 34 3 102 9 306 34% Sering 19 4 76 16 304 19% Selalu 4 5 20 25 100 4% Total 100 274 852 100%
Data: diolah tahun 2012
Rata-rata = Committed buyer =
commit to user
56
Rata-rata responden kadang-kadang menyarankan atau
mempromosikan merek Calmic kepada orang lain. Sedangkan yang
termasuk committed buyer sebanyak 23 orang dari 100 orang yang
memakai Calmic yang diteliti atau sebesat 23%.
Nilai rata-rata responden yang committed (2,74) tersebut masuk
dalam kategori cukup (rentang 2,60 - 3,40).
3. Penerapan Ke Dalam Piramida
Setelah semua elemen dari brand loyalty dihitung maka dapat
dirangkum dalam satu kesatuan berbentuk piramida brand loyalty.Bentuk
piramida yang terbentuk cenderung terlihat ideal, yaitu segitiga
terbalik.Rangkuman brand loyalty merek Calmic terlihat pada gambar di
bawah ini:
Gambar III.14
commit to user
57
Dari gambar di atas terlihat bahwa merek Calmic sudah cukup baik karena bentuk piramida makin ke atas makin melebar, tetapi pada
level liking the brand dan committed buyer terlihat mulai mengecil. Hal ini
yang merupakan masalah yang harus dipecahkan oleh manajemen PT. Calmic bagi kemajuan perusahaan di masa mendatang.
commit to user
58