• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data dan Pembahasan

Dalam penelitian ini, peneliti tidak membuat penilaian terhadap cara mengajar guru atau membuat kesimpulan bahwa guru yang bersangkutan merupakan guru yang profesional atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi profesional guru dan strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Maksudnya adalah, apakah guru yang profesional juga akan menerapkan strategi pembelajaran yang baik pula. Peneliti tidak terlibat dalam proses pembelajaran atau pun dalam menyiapkan proses pembelajaran. Pembelajaran murni disiapkan oleh guru.

Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana kompetensi profesional guru tentang materi gerak parabola. Kompetensi profesional guru memiliki beberapa kompetensi yang harus diperhatikan, diantaranya yang paling yang harus diperhatikan adalah menguasai materi, struktur, konsep, pola pikir mengenai materi yang diajarkan, standar kompetensi dan kompetensi dasar, mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif, mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Analisis dan pembahasan mengenai kompetensi profesional guru adalah sebagai berikut :

1. Penguasaan Materi

a. Materi gerak parabola

Sebagai seorang guru fisika dituntut untuk menguasai materi-materi fisika yang diajarkan, secara khusus pada materi-materi gerak parabola. Dalam hasil penelitian ini, guru menguasai materi gerak parabola dengan baik. Ketika guru menyampaikan materi gerak parabola ini, tidak ada satupun bahasan yang terlupakan. Jadi semua cakupan yang ada dalam materi gerak parabola dijelaskan secara runtut dan rapi.

Mengawali penyampaian materi, guru terlebih dahulu menggambar sktesa gerak parabola.

Gambar 4.1 Guru Membuat Sketsa Gerak Parabola

Kutipan penyampaian materi yang dilakukan oleh guru pada materi gerak parabola adalah sebagai berikut :

Kecepatan dan posisi benda setiap saat Pada sumbu x : x = 0x cos

α

(konstan) Pada sumbu y : y = 0y - gt = 0 sin

α

– gt Pada sumbu x : x = 0x t = 0 cos

α

t

Pada sumbu y : y = 0yt - gt2 = 0 sin

α

t - gt2

Gambar 4.2 Penguraian Pers. Kecepatan dan Posisi Ketinggian maksimum

Pada titik puncak (ketinggian maksimum) kecepatan pada arah vertikal adalah nol.

y = 0 0 sin

α

– gt = 0 0 sin

α

= gt

t =

waktu yang diperlukan untuk mencapai tinggi maksimum.

Gambar 4.3 Waktu yang diperlukan Untuk Mencapai Puncak Untuk menentukan tinggi maksimumnya, substitusikan nilai tH kepersamaan posisi untuk arah vertikal (sumbu y) :

y = 0 sin

α

t - gt2

ym = ( 0 sin

α)(

)- g

=

(

) -

(

)

ym =

(

)  Tinggi Maksimum

Jarak jangkauan maksimum

Jarak jangkauan dapat dihitung dengan meninjau bahwa posisi benda pada arah vertikal (sumbu y) adalah nol.

y = ( 0 sin

α)

t - gt2 0 = 0 sin

α

t - gt2 gt2 = 0 sin

α

t

t =

waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak jangkauan maksimum

Gambar 4.5 Waktu yang diperlukan Mencapai Jarak Maks substitusikan nilai t kepersamaan posisi benda pada arah horizontal (sumbu x), sehingga :

x = ( 0 cos

α

) t

R =

Guru : Menurut rumus trigonometri 2 sin

α cos α

= sin2

α

,

sehingga :

R = Jarak jangkauan maksimum

Gambar 4.6 Jarak Maksimum

Dilihat dari kutipan-kutipan di atas bahwa penyampaian materi gerak parabola yang dilakukan oleh guru sesuai dengan urutan materi yang ada di buku panduan yang digunakan dan keseluruhan

materi disampaikan dengan baik oleh guru tanpa ada yang terlewatkan.

Dalam menyampaikan materi gerak parabola tidak terlihat bahwa guru selalu terpaku pada buku panduan ataupun catatan lainya. Guru sesekali memperhatikan buku hanya ketika menunggu siswa selesai mencatat materi yang sudah disampaikan. Keseluruhan materi yang disampaikan betul secara keilmuan dan jika dilihat kesesuaiannya dengan buku panduan. Guru juga menjelaskan materi gerak parabola secara mendalam, dimana setiap rumusan-rumusan yang dijelaskan disertai dengan beberapa penjelasan dan guru selalu melibatkan siswa untuk merumuskan persamaa-persamaan dengan melakukan tanya jawab dengan siswa.

Sebagian kutipan mengenai penjelasan materi gerak parabola adalah sebagai berikut (Lainnya dapat dilihat di lampiran):

Guru : gerak parabola biasa juga disebut sebagai gerak peluru, atau gerak bola yang dilempar. Secara konsep fisika, untuk peluru yang ditembakkan akan membentuk sudut

yang kita beri nama sudut alpha (α). Arah peluru pada

sumbu y maka kecepatannya kita sebut sebagai vy, dan peluru pada arah mendatar yaitu pada sumbu x kita sebut sebagai vx. Ketika peluru berada dipuncak tertinggi, kecepatannya adalah ??

Siswa: “nol”

Guru : iya benar. Karena tidak akan naik lagi. Kemudian suatu saat akan mencapai tanah. Ketika mencapai tanah ketinggiannya berarti berapa ??

Guru : besaran yang digunakan adalah : Kecepatan peluru pada sumbu x : vx = vocos α

Kecepatan peluru pada sumbu y : vy = vosin α – gt

Keterangan :

vo = kecepatan awal

α = sudut yang dibentuk ketika peluru ditembakkan

g = percepatan gravitasi t = waktu

Kemudian tingginya adalah :

y = vo sinα t - gt2, ini merupakan tinggi peluru yang dicapai.

Untuk jarak mendatar yang dicapai : x = vx t

dimana vx itu apa ??

Siswa: “vocosα t” Guru : iya, maka :

x = vocosα t

nah sekarang pertanyannya, kapan peluru mencapai titik tertinggi?

ketika mencapai titik tertinggi, kecepatannya berapa ?

Siswa : “nol”

Guru : kecepatannya kearah ?

b. Konsep penting

Sebagai seorang guru fisika, dalam menyampaikan materi sebaiknya guru mengerti dan paham konsep-konsep penting apa saja dan seperti apa yang harus disampaikan kepada siswa agar tidak terjadi miskonsepsi terhadap materi yang diajarkan, dan juga dapat membuat siswa lebih mudah memahami materi.

Penyampaian konsep penting pada materi gerak parabola, guru memulainya dari sketsa gambar gerak parabola itu sendiri. Gambar ini akan sangat membantu siswa dalam berimajinasi mengenai gerak parabola. Guru beranggapan bahwa salah satu kesulitan siswa memahami materi fisika adalah sulit berimajinasi. Karena memang kebanyakan siswa tidak terlalu suka berimajinasi mengenai fisika sehingga menyebabkan siswa sulit dalam memahami konsep-konsep penting yang merupakan hal paling utama untuk mengerti dan menguasai pelajaran fisika dengan baik.

Rangkuman kutipan mengenai konsep penting pada materi gerak parabola yang disampaikan oleh guru kepada siswa adalah sebagai berikut :

Gerak parabola identik dengan sudut elevasi yang sering

dinamakan sebagai sudut α atau β. Benda yang mengalami gerak

parabola, akan bergerak pada dua arah yaitu arah pada sumbu x dan arah pada sumbu y, yang juga menyebabkan benda mengalami kecepatan pada sumbu x yang disebut vx, dan kecepatan pada sumbu y yang disebut vy. Ketika benda mencapai puncak tertinggi, nilai vy

= 0 karena pada saat berada di puncak tertinggi, benda tidak akan naik lagi (diam) sebelum akhirnya bergerak turun. Setelah bergerak turun, benda akan kembali mecapai tanah dimana tinggi benda y =

0. Waktu yang diperlukan benda untuk kembali mencapai tanah adalah dua kalinya waktu benda mencapai titik puncak.”

Konsep-konsep tersebut juga dijelaskan guru beserta dengan persamaan-persamaan yang digunakan pada materi gerak parabola. Namun, secara spesifik guru tidak menjelaskan konsep mengenai gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Dalam penyampaiannya, guru langsung membahas bagaimana kecepatan, jarak, perpindahan, yang dialami oleh benda/peluru. Guru beranggapan bahwa, konsep tersebut seharusnya sudah diketahui oleh siswa pada materi fisika sebelumnya, jadi siswa tidak perlu lagi dijelaskan kembali bagaimana GLB dan GLBBnya. Kutipan pernyataan guru dalam wawancara adalah sebagai berikut :

Sebenarnya jika siswa sudah menguasai GLB dan GLBB tidak begitu masalah dalam mempelajari gerak parabola. Terkadang siswa melupakan Gerak Lurus Berubah Beraturan, artinya karena apa kemudian itu di anggap baru ya baru padahal kan tidak. Dalam parabola hanya itu saja sebenarnya, tetapi ketika siswa tidak menguasai sebelumnya ya pasti sulit. Maka dalam fisika itu saya sering pesan sama siswa bahwa terlewat satu saja materi dalam satu pertemuan ya pasti susah. Gerak parabola, jika siswa dari awal tidak mengikuti maka seter usnya juga akan susah. Saya berharap dalam mempelajari gerak parabola dari awal hingga akhir ya mengikuti dengan benar sebelum ganti materi baru.

c. Struktur materi

Urutan penyampaian materi meliputi pendahuluan, penyajian, dan penutup. Pendahuluan terdiri atas penjelasan singkat tentang isi pembelajaran, penjelasan relevansi isi pelajaran baru dengan

pengalaman siswa (appersepsi), dan latihan. Penutup terdiri atas tes formatif dan umpan balik, serta tindak lanjut.

Berikut ini akan dijabarkan urutan penyampaian materi gerak parabola, yaitu:

1. Pendahuluan

Penjelasan singkat

Sebelum memulai pembelajaran, guru sedikit menjelaskan tentang materi yang akan disampaikan.

Guru : Hari ini akan membahas materi baru yaitu gerak parabola. Apakah ada yang tahu seperti apa gerak parabola itu ?

Siswa : Tahu pak, seperti bentuk parabola (sambil memperagakan bentuk parabola). (sebagian siswa)

Guru : Iya benar, yang membedakannya adalah bentuk lengkungannya. Kalau parabola lengkungannya menghadap ke atas, tetapi untuk gerak parabola yang akan kita bahas bentuk lengkungannya kearah bawah. Ada yang suka main basket ??

Siswa: Ada pak

Guru : Nah, contohnya itu seperti ketika kalian melempar bola basket ke ring. Selain itu, ketika peluru ditembakkan.

Penjelasan isi materi yang diajarkan a. Pertemuan I (2 jam pelajaran)

Mengawali penjelasan materi, terlebih dahulu guru menggambarkan sketsa gerak parabola untuk mempermudah dalam menyampaikan dan siswa dapat lebih memahami materi dengan baik. Penjelasan mengenai isi

materi gerak parabola seperti yang tertera pada penjabaran materi diatas.

Guru selalu melibatkan siswa dalam menjelaskan materi, seperti menganalisa (kecepatan, posisi, waktu yang ditempuh benda) dan melakukan penurunan rumus/persamaan-persamaan secara matematis.

b. Pertemuan II (1 jam pelajaran)

Pada pertemuan kedua ini, guru tidak lagi menjelaskan materi gerak parabola secara detail lagi karena sudah diselesaikan pada pertemuan sebelumnya. Tatap muka kali ini dimanfaatkan guru untuk membahas soal-soal latihan yang sudah diberikan dan beberapa tambahan soal lainnya. Latihan

Selesai menjelaskan materi gerak parabola, untuk memantabkan pemahaman siswa, guru memberikan beberapa contoh soal. Guru tidak meminta siswa secara khusus dalam membahas contoh soal, namun guru mengajak siswa menyelesaikannya bersama-sama dengan melakukan tanya jawab/diskusi kelas.

Penutup a. Pertemuan I

Diakhir proses pembelajaran, guru memberikan beberapa soal latihan untuk dikerjakan dirumah dan akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

b. Pertemuan II

Diakhir pertemuan ini, guru tidak lagi memberikan soal latihan kepada siswa karena soal-soal yang sudah dibahas dirasa sudah cukup membuat siswa memahami materi lebih baik.

Urutan penyampaian materi dilakukan guru dengan sangat baik. Penyampaian materi tidak dilakukan terburu-buru masuk pada materi dan konsep, namun mengawalinya guru sedikit menjelaskan mengenai materi yang akan dibahas dan mengajak siswa mencari beberapa contoh yang berkaitan dengan materi gerak parabola yang mungkin dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan sesuai dengan urutan yang ada pada buku panduan yang digunakan. Penyampaian materi berjalan cukup lancar, tanpa mnemukan banyak kendala terutama pada siswa sendiri.

Merangkum keseluruhan materi yang telah disampaikan, guru mengajak siswa membahas beberapa contoh soal sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Di akhir pembelajaran, guru memberi beberapa latihan soal kepada siswa untuk dikerjakan dirumah.

Latihan-latihan soal tingkat kesulitannya bervariasi. Ini dimaksudkan agar siswa terlatih dan tidak terpaku pada jenis soal tertentu yang relatif sama, sehingga ketika dihadapkan pada soal yang sedikit rumit siswa dapat menyelesaikannya dengan baik terutama untuk siswa yang kemampuan pemahamannya kurang.

Misalnya ada 3 soal, maka 1 soal itu akan dibuat agak sulit diperuntukkan anak yang cerdas). Artinya apa, kalau 3 soal maka 2 soal yakin akan dikuasai oleh semua siswa, 1 soal untuk membedakan. Karena apa, jika semua soal saya beri mudah maka anak anak yang pandai malah cenderung meremehkan. Untuk itu diberi 1 soal untuk membedakan”.

Secara keseluruhan, struktur materi gerak parabola yang disampaikan oleh guru adalah sebagai berikut:

Gerak Parabola

Sumbu x: kecepatan, posisi benda setiap saat, jarak jangkauan

Sumbu y: kecepatan, posisi, ketinggian maksimum

Struktur materi tersebut disampaikan oleh guru sesuai dengan urutan materi yang terdapat didalam buku panduan yang digunakan.

d. Pola pikir yang diterapkan

Pola pikir keilmuan pada materi gerak parabola yang disampaikan guru kepada siswa adalah sebagai berikut:

Gerak parabola merupakan perpaduan antara gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan(GLBB). RPP

Guru : gerak parabola biasa juga disebut sebagai gerak peluru, atau gerak bola yang dilempar. Secara konsep fisika, untuk peluru yang ditembakkan akan membentuk sudut yang kita beri nama sudut

alpha (α). Arah peluru pada sumbu y maka kecepatannya kita sebut

sebagai vy, dan peluru pada arah mendatar yaitu pada sumbu x kita sebut sebagai vx”.

Memasuki materi, guru mengawalinya dengan pola pikir keilmuan seperti kutipan diatas. Persamaan-persamaan yang digunakan dalam gerak parabola baik itu pada gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) diselesaikan oleh guru bersama siswa dengan melakukan tanya jawab.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa guru menguasai materi gerak parabola dengan baik. Dimana, ketika mengajar guru tidak berpaku pada buku panduan atau catatan-catatan lainya, materi yang disampaikan betul secara keilmuan dan sesuai dengan yang ada pada buku panduan, penjelasan materi dilakukan dengan sangat mendalam, dan dalam

merumuskan persamaan-persamaan selalu disertai dengan penjelasan yang sangat membantu siswa memahami materi.

2. Standar kompetensi dan kompetensi dasar

Sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh guru, standar kompetensi dan kompetensi dasarnya adalah sebagai berikut :

Standar kompetensi

Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan benda titik.

Kompetensi dasar

Menganalisis gerak lurus, gerak melingkar dan gerak parabola dengan menggunakan vektor.

3. Mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif

Dalam upaya mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif, diawal pembelajaran sebelum memasuki materi gerak parabola terlebih dahulu guru mengajak siswa untuk menemukan apapun yang pernah dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan gerak parabola. Artinya bahwa, guru ingin siswa menyadari dan mengetahui bahwa gerak parabola ternyata mungkin terjadi didalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan materi secara kreatif ini hanya terlihat di awal materi saja dan tidak terlihat ketika guru menjelaskan materi, baik itu dalam

penyampaian konsep, penurunan rumus secara matematis, maupun di akhir pembelajaran. Selain itu, di dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) juga belum terlihat ada pengembangan materi yang dilakukan oleh guru misalnya dengan mmberikan beberapa contoh mengenai gerak parabola pada aplikasi lainnya.

Guru hanya menggunakan metode mengajar berupa ceramah aktif, yaitu berupa tanya jawab. Maksudnya adalah dalam menyampaikan materi dan melakukan penurunan rumus-rumus, guru selalu mengajak siswa untuk terlibat aktif dengan melakukan tanya jawab. Untuk media, guru juga hanya menggunakan media papan tulis (WhiteBoard) selama proses pembelajaran berlangsung.

4. Mengembangkan keprofesionalan

Sebagai upaya pengembangan keprofesionalan guru dilakukan dengan mengikuti musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Kegiatan MGMP ini selalu diikuti oleh guru yang bertujuan untuk mengembangkan keprofesionalan yang dimiliki.

Di SMA Pangudi Luhur Sedayu ini mewajibkan guru-guru mengikuti kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan keprofesionalannya, seperti penataran, musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), dan lain sebagainya. Ini terlihat ketika dalam pelaksanaan penelitian beberapa sumber mengatakan bahwa ada beberapa guru mata pelajaran yang tidak hadir karena mengikuti MGMP dan penataran diluar

kota. Artinya bahwa, sekolah sangat memfasilitiasi dan mendukung guru untuk mengembangkan keprofesionalan mereka.

5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri

Dalam meningkatkan pengetahuan, guru diharapkan bisa memanfaatkan berbagai macam media yang mendukung, seperti halnya media elektronik dan media cetak. Dengan menggunakan media elektronik, guru dapat menambah wawasan dan referensi dari berbagai sumber yang ada di internet. Sama halnya dengan media cetak yang berupa macam-macam buku pedoman yang dapat dibaca. Untuk media cetak ini sendiri diharapkan bahwa sekolah perlu memperhatikannya, yaitu dengan mengadakan berbagai macam buku atau bahan bacaan lain yang dapat menambah pengetahuan guru.

Pemanfaatan teknologi informasi ini terutama media elektronik belum terlihat ketika melaksanakan penelitian. Selain itu, tidak terlihat pula guru menggunakan berbagai macam buku panduan disaat mengajar, artinya guru hanya menggunakan satu buku sebagai pegangan dan sebagai sumber pengajaran.

Pada bagian ini, peneliti tidak menanyakan secara detail kepada guru mengenai pemnafaatan berbagai media teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan guru baik pengetahuan dalam pengembangan materi ajar secara kreatif maupun pengetahuan guru mengenai metode dan media pembelajaran

yang akan digunakan dalam proses pembelajaran guna menciptakan suasana dan kondisi kelas yang menyenangkan.

Dokumen terkait