BAB II LANDASAN TEORI
C. Kompetensi profesional Guru
Seorang guru harus menjadi orang yang spesial, namun lebih baik lagi jika menjadi spesial bagi semua siswanya. Guru harus merupakan kumpulan orang-orag yang pintar di bidangnya masing-masing dan juga dewasa dalam bersikap. Namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana caranya guru tersebut dapat menularkan kepintarannya dan kedewasaannya tersebut kepada siswa di kelas. Sebab guru adalah jembatan bagi lahirnya anak-anak cerdas dan dewasa di masa mendatang.
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran disekolah dan substansi keilmuannya secara filosofis. Kompetensi ini juga disebut dengan penguasaan sumber bahan ajar atau sering disebut dengan bidang studi keahlian. Dalam standar nasional pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat 3 butir (c) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi profesional adalah penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang diterapkan dalam
standar nasional pendidikan (Jamal Ma’mur Asmani, 2009:157).
Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007 tentang kompetensi guru, dimana kompetensi guru terdiri atas empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Dalam kompetensi profesional, ada beberapa kompetensi yang perlu dimiliki dan diperhatikan oleh guru, yaitu sebagai berikut:
1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
2. Mengetahui standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran atau bidang pengembangan yang diampu.
3. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 74 Tahun 2008 tentang guru, kompetensi profesional sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (2) merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan :
a. Materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran,dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
b. Konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan satuan program pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu.
Dari beberapa pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru merupakan kemampuan guru dalam menguasai materi atau bahan ajar yang diampu.
2. Kompetensi Profesional Guru F isika Tentang Materi Gerak Parabola
Kata “profesional” berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian
dan sebagai kata bendaberarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru, dokter, hakim, dan sebagainya. Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh mreka
yang secara khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Nana Sudjana dalam Usman, 1995:14). Dengan demikian, guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru. Atau dengan kata lain, guru profesional adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya dalam bidangnya (Agus F. Tamyong dalam Usman, 1995:15). Jadi, guru fisika yang profesional adalah guru yang sudah terdidik dan terlatih serta yang memiliki keahlian khusus dan pengetahuan yang luas dalam bidang fisika.
Untuk menjadi guru fisika yang sungguh bermutu dan profesional, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilatih oleh guru secara terus menerus, antara lain:
1. Penguasaan materi gerak parabola
Guru fisika harus menguasai bahan yang akan diajarkan sehingga tidak menyebabkan miskonsepsi pada siswa. Maka guru fisika harus terus mengembangkan diri dengan mempelajari bahan fisika. Ada baiknya juga mengembangkan bahan yang lebih tinggi setingkat universitas, sehingga dapat mengajarkan dengan lebih luas dan tidak picik.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menyampaikan materi gerak parabola, yaitu:
a. Materi gerak parabola
Perpaduan antara gerak lurus beraturan dengan gerak lurus berubah beraturan akan menghasilkan gerak parabola.
Perpaduan antara gerak lurus beraturan dengan gerak lurus berubah beraturan tersebut yang dapat menghasilkan gerak parabola bisa juga terjadi pada gerak dalam bidang horizontal dan gerak dalam bidang vertikal.
Gerak dalam Bidang Horizontal
Pada perpaduan antara gerak lurus beraturan dengan gerak lurus berubah beraturan dalam bidang horizontal, akan dibahas lagi kasus perahu yang menyeberangi sebuah sungai. Dalam hal ini perahu bergerak dipercepat dengan percepatan a. Misalnya, perahu bergerak dari keadaan diam tanpa kecepatan awal ( 0 = 0 ) dan mengalami percepatan a = 2 m/s2, maka nilai x dan y untuk kecepatan arus sungai a = 3 m/s2 adalah seperti pada garfik 2.1 dan tabel 2.1 dibawah ini
Grafik 2.1 Lintasan Perpaduan antara GLB dengan GLBB
Waktu t (s) 0 1 2 3 4 5
Jarak pada arah horizontal
x = at (m) 0 3 6 9 12 15
Jarak pada arah vertikal
y = at2 (m) 0 1 4 9 16 25
Tabel 2.1 Nilai x dan y untuk beberapa nilai t
Gerak dalam Bidang Vertikal
Pada perpaduan antara gerak lurus beraturan dengan gerak lurus berubah beraturan dalam bidang vertikal, sepertinya pada bidang horizontal, juga akan menghasilkan gerak parabola. Gerak parabola yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah perpaduan gerak lurus beraturan arah horizontal dan perpaduan gerak lurus berubah beraturan arah vertikal dengan besar percepatan a = g. Gerak parabola dalam bidang vertikal ini secara umum disebut gerak peluru, 20 25 15 10 5 3 6 9 12 15 0 y x
sedangkan gerak parabola lain sebenarnya adalah bagian dari gerak peluru ini. Tentunya, gerak parabola lain dapat diselesaikan dengan pendekatan gerak peluru, hanya bergantung pada kondisi awal dan syarat batas lainnya.
Gambar dibawah ini menunjukkan lintasan sebuah benda yang dilempar keatas dengan sudut elevasi
α
pada kecepatan awal 0. Pada sumbu x, benda bergerak dengan kecepatan konstan (GLB), sedangkan pada sumbu y percepatan konstan (GLBB), dalam hal ini percepatan gravitasi g. Gambar 2.1 α α 0 y x 0y 0x H R x y = 0x y x x = 0x y = - 0y = - 01. Pada sumbu x
Berlaku GLB, sehingga kecepatannya kontan yaitu sebesar :
a. x = 0x cos
α
(konstan) b. x = 0x x t = 0 cosα
x t 2. Pada sumbu yPada sumbu y kecepatan awal adalah 0y = sin
α
, kecepatan pada saat t adalah y, percepatan a = -g ( negative berarti arahnya kebawah ), maka :a. y = 0y - gt = 0 sin
α
- gtb. y = 0yt - gt2 = 0 sin
α
t - gt2Gerak pada sumbu y adalah GLBB, kecepatan pada sumbu y yang semula sebesar 0 terus berkurang karena diperlambat oleh percepatan gravitasi g hingga suatu saat bernilai nol (dipuncak) kemudian berbalik menuju kebawah (tanah).
Untuk Kecepatan Benda Setiap Saat ( ) :
Gerak dalam arah mendatar (GLB) x = 0x =cos
α
Gerak dalam arah vertikal (GLBB) y = 0y - gt = 0 sin
α
- gtMaka, = dengan arah terhadap sumbu x adalah θ :
θ = arc tan
Posisi Benda Setiap Saat
Gerak dalam arah mendatar (GLB) x = 0x x t = 0 cos
α
x tGerak dalam arah vertikal (GLBB) y = 0yt - gt2 = 0 sin
α
t - gt2 besar perpindahan, R =arah perpindahan, θ = arc tan
Ketinggian Maksimum
Pada saat benda mencapai ketinggian maksimum, kecepatan arah vertikal sama dengan nol.
y = 0
0 sin
α
– gt = 0 0 sinα
= gt tH =tH = waktu yang diperlukan untuk mencapai ketinggian maksimum. Substitusikan nilai tH kepersamaan posisi untuk gerak arah vertikal :
y = 0 sin
α
t - gt2H = ( 0 sin
α)(
)- g=
(
) -(
)H =
(
), Ketinggian MaksimumJangkauan Jarak
Jangkauan jarak dapat dihitung dengan meninjau bahwa bahwa posisi vertikal benda adalah nol.
y = ( 0 sin
α)
t - gt2 0 = 0 sinα
t - gt2 gt2 = 0 sinα
ttR =
tR = waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak jangkauan (waktu mengudara). Substitusikan nilai tR ke persamaan posisi benda setiap saat untuk gerak dalam arah horizontal, sehingga diperoleh :
x = ( 0 cos
α
) tR = ( 0 cos
α
)( )Menurut rumus trigonometri 2 sin
α cos α
= sin 2α
, sehingga :R = , Jarak Jangkauan.
b. Konsep
Gerak parabola merupakan perpaduan antara gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan(GLBB). Gerak peluru adalah gerak dua dimensi, di mana melibatkan sumbu horisontal dan vertikal. Jadi gerak parabola merupakan superposisi atau gabungan dari gerak horisontal dan vertikal. Kita sebut bidang gerak peluru sebagai bidang koordinat xy, dengan sumbu x horisontal dan sumbu y vertikal. Percepatan gravitasi hanya bekerja pada arah vertikal, gravitasi tidak mempengaruhi gerak benda pada arah horisontal.
Percepatan pada komponen x adalah nol (gerak peluru hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi, namun pada arah horisontal atau komponen x, gravitasi tidak bekerja). Percepatan pada komponen y atau arah vertikal bernilai tetap (g = gravitasi) dan bernilai negatif /‐g (percepatan gravitasi pada gerak vertikal bernilai negatif, karena arah gravitasi selalu ke bawah alias ke pusat bumi). Gerak horisontal (sumbu x) kita analisis dengan
Gerak Lurus Beraturan, sedangkan Gerak Vertikal (sumbu y) dianalisis dengan Gerak Jatuh Bebas.
c. Struktur materi
d. Pola pikir keilmuan
Gerak parabola merupakan perpaduan antara gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan(GLBB). Gerak peluru adalah gerak dua dimensi, di mana melibatkan sumbu horisontal dan vertikal.
Gerak lurus beraturan (GLB) memiliki kecepatan kostan artinya kecepatan awal dan akhir benda adalah sama, sedangkan pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB) memiliki percepatan konstan dan kecepatan yang selalu berubah.
Gerak Parabola
GLB (pengertian)
GLBB (pengertian)
Kecepatan, jarak, dan perpindahan.
Kecepatan, jarak, posisi, dan percepatan.
2. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar a. Standar kompetensi
Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan benda titik.
b. Kompetensi dasar
Menganalisis gerak lurus, gerak melingkar dan gerak parabola dengan menggunakan vektor.
3. Mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif
Pengembangan materi pembelajaran juga dapat dilihat dari media dan metode pembelajaran yang digunakan. Media yang digunakan apakah tertulis atau menggunakan media elektronik, seperti laptop, viewer, dan lain sebagainya. Sedangkan metode, dalam menyampaikan materi guru menggunakan metode mengajar yang beragam atau hanya satu metode untuk keseluruhan proses pembelajaran, seperti metode ceramah, diskusi, tanya jawab, metode demonstrasi dan eksperimen, dan masih banyak lagi.
4. Mengembangkan keprofesionalan
Peningkatan kompetensi guru disekolah dalam proses belajar mengajar selain tanggungjawab pimpinan lembaga, para guru juga dituntut melakukan upaya-upaya meningkatkan keprofesionalannya.
Upaya meningkatkan keprofesionalan guru dapat dilakukan dengan cara, antara lain (http://lib.uin-malang.ac.id/thesis):
a. Mengikuti penataran guru
Penataran dilakukan berkaitan dengan kesempatan bagi guru-guru untuk berkembang secara profesional untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Mengingat tugas rutin di dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas mendidik dan mengajar, maka guru perlu untuk menambah ide-ide baru melalui kegiatan penataran.
b. Mengikuti musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
Seorang guru dalam melaksanakan tugasnya, sudah pasti akan menjumpai permasalahan-permasalahan yang harus dicari pemecahannya. Permasalahan ini mungkin datang dari pihak luar atau mungkin dari teman sejawat, yang hal ini perlu dengan segera untuk mencari pemecahannya, misalnya melalui MGMP yaitu: guru dalam mata pelajaran berkumpul bersama untuk mempelajari atau membahas masalah dalam proses belajar mengajar.
Adapun MGMP ini bertujuan untuk menyatukan terhadap kekurangan konsep makna dan fungsi pendidikan serta pemecahannya terhadap kekurangan yang ada. Disamping itu juga untuk mendorong guru melakukan tugas dengan baik, sehingga mampu membawa mereka kearah peningkatan kompetensinya.
c. Mengikuti kursus
Mengikuti kursus merupakan suatu kegiatan untuk membantu guru dalam mengembangkan pengetahuan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Dengan mengikuti kursus, guru diarahkan ke dalam dua hal, pertama sebagai penyegaran dan kedua sebagai upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan mengubah sikap tertentu.
Penyegaran berarti bahwa guru telah mendapatkan pengetahuan disiplin ilmu tertentu, dan penyegaran disini mengupayakan kembali untuk mengingat, meningkatkan dan mengembangkan disiplin ilmu yang dimilikinya.
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri
Sebagai tambahan pengetahuan keilmuan, seorang guru tidak cukup mempelajari atau mendalami dari buku-buku pustaka yang ada, melainkan memerlukan media tambahan sebagai pendukung atau bekal dalam proses belajar mengajar.
Salah satu media yang cukup membantu dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar adalah media cetak dan media elektronik. Hal ini akan membawa pemikiran-pemikiran baru dan wawasan-wawasan baru bagi seorang guru dalam pengajaran.
Peningkatan kompetensi melalui media ini bisa diupayakan oleh sekolah, dengan menempatkan media elektronik dan media cetak di sekolah. Melalui media ini guru tidak hanya mengandalkan dari pustaka yang ia miliki, melainkan dapat memberikan perubahan kearah pengingkatan pengetahuan dan peningkatan keterampilan (http://lib.uin-malang.ac.id/thesis).
Dari keseluruhan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional seorang guru fisika khususnya terkait dengan materi gerak parabola meliputi, antara lain:
1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran fisika secara khusus pada materi gerak parabola.
2. Mengetahui standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berkaitan dengan materi gerak parabola.
3. Mengembangkan materi gerak parabola secara kreatif.
4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri, secara khusus pada materi gerak parabola.
26