• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data Dan Pembahasan

1. Analisis Hasil Usahatani Teh Rakyat

a. Biaya Produksi

Biaya produksi yang diperhitungkan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah meliputi biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap meliputi biaya sewa lahan dan biaya sewa pajak, sedangkan biaya tidak tetap meliputi biaya bibit, pupuk, petisida serta biaya tenaga kerja. Biaya usahatani teh rakyat di Desa Mojotengah dapat dilihat pada Lampiran 5.

Dari Lampiran 5 dapat diketahui bahwa biaya produksi rata-rata per tahun yang paling rendah dalam usahatani teh rakyat sebesar Rp 602.500,- per hektar. Hal ini disebabkan karena penggunaan tenaga kerja sedikit mengingat lahan yang digarap tidak terlalu besar atau luas. Sedangkan biaya produksi tertinggi, yaitu sebesar Rp 22.705.000,- hal tersebut karena penggunaan faktor produksi seperti penggunaan pupuk, tenaga kerja juga sebanding dengan besarnya luas lahan. Sehingga biaya produksinya pun tinggi. Rata-rata jumlah biaya produksi usahatani teh rakyat per hektar per tahun dapat dilihat pada tabel 4.7.

commit to user Tabel 4.7

Rata-rata Penerimaan, Biaya Produksi, dan Pendapatan Teh Rakyat per Hektar per Tahun

a. Perhitungan Secara Finansial

No. Jenis Biaya Biaya Produksi rata-rata (Rp/Ha)

1 Penerimaan (Total Revenue) 4.764.000 2 Biaya tetap (Fixed Cost) 19.850

3 Biaya variabel (Variable Cost) 2.372.075

a. Bibit - b. Pupuk (Urea, TSP, KCL) 293.780 c. Pestisida - d. Upah 2.078.295 e. Tenaga Kerja - Keuntungan 2.372.075

Sumber : Hasil olahan data primer, 2011 b. Perhitungan Secara Ekonomis

No. Jenis Biaya Biaya Produksi rata-rata (Rp/Ha)

1 Penerimaan (Total Revenue) 4.764.000 2 Biaya tetap (Fixed Cost) 734.450

3 Biaya variabel (Variable Cost) 2.513.290

a. Bibit 3.772 b. Pupuk (Urea, TSP, KCL) 293.780 c. Pestisida - d. Upah 2.078.295 e. Tenaga Kerja 137.444 Keuntungan 1.516.260

Sumber : Hasil olahan data primer, 2011

Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang besar kecilnya tidak tergantung atau dipengaruhi oleh besar kecilnya faktor produksi. Biaya variabel merupakan biaya yang besar kecilnya dipengaruhi dan berhubungan langsung dengan faktor produksi. Dari Tabel 4.7 dapat diketahui biaya tetap secara perhitungan finansial sebesar Rp 19.850,- sedangkan secara ekonomis sebesar Rp 734.450,- per hektar per tahun.

commit to user

Biaya tenaga kerja dalam penelitian ini tidak dibedakan antara upah tenaga kerja keluarga dengan upah tenaga kerja dari luar keluarga. Rata-rata upah tenaga kerja yang dikeluarkan oleh petani teh rakyat sebesar Rp 2.215.739,- per hektar per tahun. Upah tenaga kerja merupakan biaya usahatani yang paling besar apabila dibandingkan dengan biaya lainnya yang dikeluarkan seperti biaya bibit, pupuk, dan lain-lain. Hal ini karena, jumlah tenaga kerja relatif sedikit sehingga upah tenaga kerja menjadi mahal. Kebanyakan penduduk atau warga Desa Mojotengah lebih memilih menjadi buruh pabrik, karena mendapatkan upah dalam bentuk tunai dan jumlah upah yang relatif tinggi.

b. Penerimaan

Penerimaan usahatani adalah nilai total produksi petani dikalikan dengan harga satuan produk yang berlaku pada saat penelitian. Dalam Lampiran 5 dapat diketahui bahwa rata-rata penerimaan usahatani teh rakyat, yaitu sebesar Rp 4.764.000,- per hektar per tahun. Sedangkan rata- rata hasil produksinya sebesar 3.811 kg per hektar per tahun dengan harga daun teh sebesar Rp 1.250,- per kg.

c. Keuntungan

Keuntungan usahatani merupakan selisih antara penerimaan usahatani dengan nilai total biaya produksi. Dalam Lampiran 5 dapat diketahui bahwa rata-rata keuntungan usahatani menurut perhitungan finansial sebesar Rp 2.372.075,- sedangkan secara ekonomis sebesar Rp 1.516.260,- per hektar per tahun. Hal tersebut karena dalam proses

commit to user

produksinya pemeliharaan tanaman dan pemetikan daun teh dilakukan dengan menggunakan tenaga kerja dibayar sehingga biaya tenaga kerja yang diperlukan menjadi besar.

2. Analisis Kelayakan Usahatani

Untuk mengetahui kelayakan usahatani teh rakyat di Desa Mojotengah, Kecamatan Reban Kabupaten Batang dapat dilihat pada Tabel 4.8 dibawah ini :

Tabel 4.8

Analisis Kelayakan Usahatani Teh Rakyat Desa Mojotengah, Kecamatan Reban Kabupaten Batang

a. Perhitungan Secara Finansial

No Analisis Kelayakan Rata-rata

1 Break Even Point (BEP)

» BEP (Rp) dalam rupiah `1.250

» BEP (Q) dalam kg 1.914

2 Revenue Cost Ratio (RCR) 1,99

3 Net Present Value (NPV)

» NPV 1 (10 %) 215.621.617,50

» NPV 2 (18 %) 200.914.752,50

4 Internal Rate of Return (IRR) 11,17% 5 Return On Investment (ROI) 99,17%

Sumber : Hasil olahan data primer, 2011 b. Perhitungan Secara Ekonomis

No Analisis Kelayakan Rata-rata

1 Break Even Point (BEP)

» BEP (Rp) dalam rupiah `1.250

» BEP (Q) dalam kg 3.186

2 Revenue Cost Ratio (RCR) 1,20

3 Net Present Value (NPV)

» NPV 1 (10 %) 71.066.519,85

» NPV 2 (18 %) 66.219.298,48

4 Internal Rate of Return (IRR) 11,17% 5 Return On Investment (ROI) 19,60%

commit to user a. Break Even Poin (BEP)

Untuk mengetahui titik impas atau pendapatan terendah dari usahatani teh rakyat, atau pendapatan yang diterima sama dengan total biaya yang dikeluarkan (TR = TC) digunakan analisis BEP (Break Even Point).

Dari tabel 4.8 dapat dilihat bahwa rata-rata BEP produksi secara perhitungan finansial selama 26 tahun yaitu sebesar 1.914 kg per hektar per tahun dan pada kenyataannya rata-rata produksi teh di Desa Mojotengah Kecamatan Reban mencapai 3811,2 kg per hektar per tahun. Jadi, petani memperoleh selisih keuntungan produksi sebesar 1.897,2 kg setiap hektarnya, sehingga usahatani teh rakyat layak untuk diusahakan. Sedangkan rata-rata BEP produksi secara perhitungan ekonomis yaitu sebesar 3.186 kg per hektar per tahun dan pada kenyataannya rata-rata produksi teh di Desa Mojotengah Kecamatan Reban mencapai 3811,2 kg per hektar per tahun. Jadi, petani memperoleh selisih keuntungan produksi sebesar 625.2 kg setiap hektarnya, dan usahatani teh rakyat ini masih layak untuk diusahakan. Hal ini karena pemeliharaan tanaman yang dilakukan oleh petani seperti pemupukan yang baik, pemangkasan dilakukan secara teratur dan penyiangan benar-benar dilakukan dengan baik sehingga produksi yang diperoleh tinggi.

Rata-rata BEP harga selama 26 tahun yaitu sebesar Rp 1.250,- per kg. Hal ini berarti usahatani teh rakyat mengalami titik impas (TR =

commit to user

TC). Dikarenakan, pada kenyataannya harga teh menurut data penelitian saat ini adalah Rp 1.250,- per kg.

Dari uraian tersebut, maka usahatani teh rakyat di Desa Mojotengah Kecamatan Reban layak untuk diusahakan.

b. Revenue Cost Ratio (RCR)

Merupakan perbandingan antara penerimaan kotor dengan biaya total yang telah dikeluarkan selama proses produksi. Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa rata-rata RCR secara finansial sebesar 1,99 sedangkan secara ekonomis sebesar 1,20. Artinya setiap pengeluaran biaya sebesar 1 satuan akan memberikan penerimaan sebesar 1,99 satuan atau dapat juga diartikan, apabila setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.000,- maka akan memberikan penerimaan sebesar Rp 1.990,-. Jadi kesimpulannya, jika RCR > 1 berarti usahatani tersebut layak untuk dijalankan atau diusahakan.

c. Net Present Value (NPV)

Dapat diketahui bahwa dengan tingkat suku bunga Bank10% per tahun diperoleh NPV secara finansial sebesar Rp 215.621.617,50,- (nilai positif) sedangkan secara ekonomis Rp 71.066.519,85,- (masih bernilai positif), berarti usahatani teh rakyat selama ini sangat menguntungkan. Hal ini berarti petani mampu mengembalikan modal yang diberikan pemerintah. Petani dapat mengembalikan modal karena didukung oleh produksi yang tinggi dan harga jual yang tinggi pula sehingga pendapatan yang diperoleh juga tinggi. Upaya peningkatan

commit to user

produksi dapat dilakukan dengan penggunaan bibit teh varietas unggul yang berkualitas, pemupukan secara efektif dan efisien, dan pemakaian kerja yang efektif.

d. Internal Rate of Return (IRR)

Dari tabel, dapat diketahui bahwa IRR sebesar 11,17% per tahun artinya kemampuan dari modal yang diinvestasikan oleh pemerintah dalam keseluruhan usahatani teh untuk menghasilkan pendapatan sebesar 11,17% per tahun. Hal ini berarti IRR lebih besar dari suku bunga Bank yang berlaku sebesar 10% per tahun, sehingga petani masih memperoleh keuntungan 1,17% per tahun dari biaya yang dikeluarkan, sehingga usahatani dapat dikatakan layak untuk diusahakan.

e. Return Of Investment (ROI)

ROI merupakan perbandingan antara pendapatan yang diterima dengan investasi yang dikeluarkan. Dari Tabel dapat diketahui bahwa nilai ROI usahatani teh rakyat secara finansial sebesar 99,17% , sedangkan secara ekonomis diketahui sebesar 19,60%. Menurut kaidah keputusan, apabila ROI mendekati 100% maka menunjukkan prospek yang baik dalam percepatan pengembalian modal (Rahardi, 1999) dan tingkat suku bunga bank BRI setahun rata-rata 18% (1,5% per bulan), artinya usahatani teh rakyat di Desa Mojotengah, Kecamatan Reban layak untuk diusahakan karena sangat menguntungkan.

commit to user

3. Analisis Secara Ekonomis

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa analisis pendapatan setelah biaya implisit masuk, seperti sewa lahan, bibit, dan tenaga kerja yang dihitung secara ekonomis maka pendapatan atau keuntungan petani mengalami penurunan.

Begitu pula dengan analisis kelayakan hasil perhitungan secara ekonomis pada Tabel 4.8 menunjukkan bahwa usahatani teh rakyat di Desa Mojotengah Kecamatan Reban Kabupaten Batang adalah layak dan menguntungkan untuk diusahakan dengan tingkat RCR secara finansial sebesar 1,99 sedangkan secara ekonomis sebesar 1,20 ; BEP produksi secara finansial sebesar 1.914 sedangkan secara ekonomis sebesar 3.186 kg per hektar per tahun berarti lebih rendah dari rata-rata produksi sebesar 3.811,2 kg per hektar per tahun; BEP harga sebesar Rp 1.250,- per kg; nilai NPV layak secara finansial sebesar Rp 215.621.617,50,- (nilai positif) sedangkan secara ekonomis sebesar Rp 71.066.519,85,- (mengalami penurunan namun tetap bernilai positif) dengan tingkat suku bunga Bank sebesar 10%; IRR sebesar 99.97% per tahun; dan nilai ROI secara finansial sebesar 99,17% sedangkan secara ekonomis yaitu 11.17%. Apabila ROI mendekati 100% maka menunjukkan prospek yang baik dalam percepatan pengembalian modal.

commit to user

60

Dokumen terkait