1. Analisis Deskriptif Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini dapat dikategorikan dalam beberapa karakteristik responden, yaitu berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Komposisi responden berdasarkan usia secara rinci diperlihatkan dalam tabel berikut ini:
Tabel 5.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Persentase %
≤ 15 tahun 12 12
16 - 25 tahun 78 78
26 - 35 tahun 10 10
Total 100 100
Sumber : Data diolah dari Output SPSS
Berdasarkan Tabel 5.1 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berusia 16 – 25 tahun dengan persentase sebesar 78%. Responden dengan usia ≤ 15 tahun sebesar 12% sedangkan responden usia 26 – 35 tahun 10%.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Komposisi responden berdasarkan jenis kelamin secara rinci di perlihatkan dalam tabel berikut ini :
Tabel 5.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase %
Laki-laki 53 53
Perempuan 47 47
Total 100 100
Sumber : Data diolah dari Output SPSS
Berdasarkan Tabel 5.2 dapat dilihat bahwa responden penelitian ini lebih banyak laki-laki yaitu sebanyak 53% sedangkan reponden perempuan sebanyak 47%.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat Tinggal
Komposisi responden berdasarkan tempat tinggal secara rinci di perlihatkan dalam pada tabel berikut ini :
Tabel 5.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat Tinggal Tempat Tinggal Frekuensi Persentase %
Kabupaten Kulon Progo 25 25
Luar Kabupaten Kulon
Progo Provinsi DIY 37 37
Luar DIY 38 38
Total 100 100
Sumber : Data diolah dari Output SPSS
Berdasarkan Tabel 5.3 dapat dilihat bahwa jumlah responden yang bertempat tinggal di Kabupaten Kulon Progo sebanyak 25%. Responden Luar Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY yaitu 37% dan responden luar DIY sebanyak 38%.
Dalam penelitian ini juga memperlihatkan perhitungan mean butir pertanyaan variabel electronic word of mouth, variabel daya tarik, dan variabel lokasi. Perhitungan mean pada penelitian ini dengan tujuan memperlihatkan bobot jawaban antar pertanyaan pada tiap variabelnya sehingga dapat dilihat perbedaan jumlah bobot jawaban tiap butir pertanyaan. Kesimpulan berdasarkan perhitungan mean butir pertanyaan antar variabel dapat dijadikan sebagai tambahan bahan masukan bagi pengelola obyek wisata Curug Sidoharjo. Mean tiap butir pertanyaan dapat dilihat dalam tabel berikut:
a. Variabel Electronic Word of Mouth Tabel 5.4
Mean Butir Pertanyaan Variabel Electronic Word of Mouth
No Butir Pertanyaan Mean
1
Melalui instagram, saya mendapat rekomendasi yang berkaitan dengan obyek
wisata Curug Sidoharjo. 3.64
2
Melalui instagram, saya terbantu untuk mendapat informasi mengenai lokasi
obyek wisata Curug Sidoharjo. 3.76
3
Melalui instagram, say dapatmerasakn kepedulian orang lain saat
merekomendasikan obyek wisata Curug Sidoharjo. 3.25
4
Melalui instagram, saya mendapat informasi mengenai bagaimana keindahan
obyek wisata Curug Sidoharjo. 3.70
5
Melalui instagram, saya mendapatkan informasi mengenai keunggulan obyek
wisata Curug Sidoharjo. 3.14
6
Melalui instagram, saya dapat merasakan kesenangan orang lain pada obyek
wisata Curug Sidoharjo. 3.10
7
Melalui instagram, saya dapat merasakan kebanggaan orang lain saat
berkunjung ke obyek wisata Curug Sidoharjo. 3.07
8
Melalui instagram, saya mendapat informasi bahwa obyek wisata Curug
Sidoharjo merupakan pilihan yang tepat untuk berwisata. 3.32 9
Melalui instagram, saya mendapat informasi mengenai pengalaman positif
orang lain terhadap obyek wisata Curug Sidoharjo. 3.26
10
Melalui instagram, saya dapat merasakan kesediaan orang lain dalam
membantu publikasi obyek wisata Curug Sidoharjo. 3.70
11
Melalui instagram, saya dapat merasakan orang lain menginginkan obyek
wisata Curug Sidoharjo dikenal banyak orang. 3.99
12
Instagram mempermudah word-of-mouth mengenai obyek wisata Curug
Sidoharjo. 4.01
13
Saya dapat merasakan bahwa instagram adalah alat yang efektif untuk
membantu proses promosi obyek wisata Curug Sidoharjo. 4.03 Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan Tabel 5.4, dapat dilihat bahwaa nilai mean paling kecil sebesar 3,07 pada butir pertanyaan nomor 7. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada butir pertanyaan nomor 7 memiliki rata-rata jawaban responden yang lebih kecil dibanding dengan butir pertanyaan lain, sehingga perlu adanya perhatian khusus pada variabel electronic word of mouth terkait faktor apa yang dapat menimbulkan rasa bangga seorang wisatawan saat berkunjung ke Curug Sidoharjo.
b. Variabel Daya Tarik
Tabel 5.5
Mean Butir Pertanyaan Variabel Daya Tarik
No Butir Pertanyaan Mean
14
Pemandangan alam yang masih alami menjadi daya tarik obyek wisata
Curug Sidoharjo. 4.38
15 Ketinggian air terjun menambah keindahan obyek wisata Curug Sidoharjo. 4.45 16
Saya mengabadikan momen wisata dengan berfoto kemudian mengunggah
foto ke jejaring sosial. 4.40
17 Curug Sidoharjo memungkinkan saya untuk menginap dan berkemah. 2.22
18 Saya bisa berwisata air di Curug Sidoharjo. 4.09
19
Di sekitar obyek wisata Curug Sidoharjo banyak terdapat penjual oleh-oleh
khas obyek wisata tersebut. 2.31
20
Saya dapat dengan mudah memperoleh oleh-oleh khas daerah tempat obyek
wisata Curug Sidoharjo. 2.43
21 Banyak tersedia transportasi umum disekitar obyek wisata. 2.12 22
Terdapat penginapan disekitar obyek wisata Curug Sidoharjo yang dapat
digunakan untuk beristirahat wisatawan. 2.26
23
Banyak terdapat rumah makan disepanjang jalan menuju obyek wisata Curug
Sidoharjo. 2.30
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan Tabel 5.5, dapat dilihat bahwa mean terkecil terdapat pada butir pertanyaan nomor 21 dengan mean 2,12. Hal tersebut menunjukkan bahwa banyak responden yang cenderung tidak menyetujui sehingga butir pertanyaan nomor 21 memiliki rata-rata
nilai jawaban yang lebih kecil dari butir pertanyaan lain. Perlu adanya perhatian khusus pengelola obyek wisata Curug Sidoharjo terkait jasa transportasi umum yang dapat dimanfaatkan wisatawan.
c. Variabel Lokasi
Tabel 5.6
Mean Butir Pertanyaan Variabel Lokasi
No Butir Pertanyaan Mean
24 Lokasi obyek wisata Curug Sidoharjo mudah dijangkau. 3.09
25 Jarak dari kota ke obyek wisata cukup dekat 2.72
26 Lokasi obyek wisata Curug Sidoharjo dekat dengan tempat wisata lain. 4.16 27 Akses menuju obyek wisata Curug Sidoharjo tidak memakan waktu lama. 2.87 28 Arus transportasi menuju obyek wisata Curug Sidoharjo lancar. 3.28 29 Kondisi jalan menuju obyek wisata Curug Sidoharjo bagus. 3.04 30
Sarana transportasi dari dan menuju obyek wisata Curug Sidoharjo mudah
diperoleh. 2.19
31 Obyek wisata Curug Sidoharjo terlihat jelas dari tepi jalan. 2.20 32 Petunjuk jalan menuju obyek wisata Curug Sidoharjo jelas. 3.04 33 Obyek wisata Curug Sidoharjo memiliki tempat parkir yang luas. 2.04 34
Sarana Prasarana seperti toilet di obyek wisata Curug Sidoharjo cukup
memadai. 2.80
35
Banyak tempat sampah di obyek wisata Curug Sidoharjo yang memudahkan
wisatawan membuang sampah. 2.20
36 Lingkungan sekitar obyek wisata Curug Sidoharjo bersih. 3.41 37 Lingkungan sekitar obyek wisata Curug Sidoharjo nyaman. 3.65
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan Tabel 5.6, dapat dilihat bahwa mean terkecil sebesar 2,04 berada pada butir pertanyaan nomor 33. Hal ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan dari jawaban responden cenderung tidak setuju pada butir pertanyaan nomor 33 sehingga perlu perhatian khusus terhadap variabel lokasi khususnya dalam pengadaan tempat parkir.
B. Hasil Uji Statistik dan Pembahasan 1. Hasil Uji Statistik
a. Uji Validitas
1) Electronic Word of Mouth (X1) Tabel 5.7
Hasil uji validitas Variabel Electronic Word of Mouth
No soal r hitung Syarat Kesimpulan
1 0,792 > 0,361 Valid 2 0,931 > 0,361 Valid 3 0,726 > 0,361 Valid 4 0,917 > 0,361 Valid 5 0,764 > 0,361 Valid 6 0,896 > 0,361 Valid 7 0,865 > 0,361 Valid 8 0,827 > 0,361 Valid 9 0,874 > 0,361 Valid 10 0,772 > 0,361 Valid 11 0,742 > 0,361 Valid 12 0,500 > 0,361 Valid 13 0,709 > 0,361 Valid
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Dari Tabel 5.7 di atas terlihat bahwa hasil uji validitas terhadap variabel electronic word of mouth semua butir pertanyaannya valid karena r hitung lebih besar dari nilai r tabel (0.361) dapat disimpulkan bahwa item pada instrumen variabel Electronic Word Of Mouth (X1) semuanya valid.
2) Hasil uji validitas Variabel Daya Tarik
Hasil uji validitas terhadap variabel Daya Tarik dikatakan valid bila r hitung lebih besar dari nilai r kritis (0.361).
Tabel 5.8
Hasil uji validitas pertama Variabel Daya Tarik
No Soal
r hitung Syarat Kesimpulan 14 0,134 > 0,361 Tidak Valid 15 0,152 > 0,361 Tidak Valid 16 0,139 > 0,361 Tidak Valid 17 0,531 > 0,361 Valid 18 0,476 > 0,361 Valid 19 0,589 > 0,361 Valid 20 0,628 > 0,361 Valid 21 0,724 > 0,361 Valid 22 0,811 > 0,361 Valid 23 0,787 > 0,361 Valid
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan tabel 5.8 di atas, dapat dilihat bahwa item pada instrumen variabel Daya Tarik yang valid ada 8 pertanyaan, sedangkan yang tidak valid ada 3 pertanyaan yaitu nomor 14, 15, dan 16. Pertanyaan yang tidak valid tersebut harus dikeluarkan dan di ulang lagi uji validitasnya.
Tabel 5.9
Hasil uji validitas kedua Variabel Daya Tarik
No Soal
r hitung Syarat Kesimpulan 17 0,531 > 0,361 Valid 18 0,476 > 0,361 Valid 19 0,589 > 0,361 Valid 20 0,628 > 0,361 Valid 21 0,724 > 0,361 Valid 22 0,811 > 0,361 Valid 23 0,787 > 0,361 Valid
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan tabel 5.9 di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji validitas variabel daya tarik yang kedua semua item pada instrumen variabel daya tarik sudah valid.
3) Hasil uji validitas Variabel lokasi Tabel 5.10
Hasil uji validitas Variabel Lokasi
No soal
r hitung Syarat Kesimpulan
24 0,837 > 0,361 Valid 25 0,760 > 0,361 Valid 26 0,515 > 0,361 Valid 27 0,790 > 0,361 Valid 28 0,691 > 0,361 Valid 29 0,863 > 0,361 Valid 30 0,807 > 0,361 Valid 31 0,615 > 0,361 Valid 32 0,673 > 0,361 Valid 33 0,396 > 0,361 Valid 34 0,591 > 0,361 Valid 35 0,681 > 0,361 Valid 36 0,769 > 0,361 Valid 37 0,669 > 0,361 Valid
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Dari Tabel 5.10 diatas terlihat bahwa hasil uji validitas terhadap variabel lokasi sudah valid karena r hitung lebih besar dari nilai r tabel (0.361) sehingga dapat disimpulkan bahwa item pada instrumen variabel lokasi semuanya valid.
4) Hasil uji validitas Variabel Keputusan Berkunjung
Hasil uji validitas terhadap variabel Keputusan Berkunjung dikatakan valid bila r hitung lebih besar dari nilai r kritis (0.361).
Tabel 5.11
Hasil uji validitas pertama Variabel Keputusan Berkunjung
No Soal
r hitung Syarat Kesimpulan 38 0,487 > 0,361 Valid
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan tabel 5.11, dapat dilihat bahwa item pada instrumen variabel Keputusan Berkunjung yang valid ada 12 pertanyaan, sedangkan yang tidak valid ada 2 pertanyaan nomor 39 dan 44. Pertanyaan yang tidak valid tersebut harus dikeluarkan dan di ulang lagi uji validitasnya.
Tabel 5.12
Hasil uji validitas kedua Variabel Keputusan Berkunjung
No soal
r hitung Syarat Kesimpulan
38 0,487 > 0,361 Valid
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan tabel 5.12 dapat disimpulkan bahwa hasil uji validitas terhadap instrument variabel Keputusan Berkunjung semuanya valid.
b. Uji Reliabilitas
Tabel 5.13 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
Koef.
Alpha Cronbach
Limit Koef.
Alpha Cronbach
Keterangan Electronic Word of Mouth
(X1) 0,951 0,6 Reliabel
Daya Tarik (X2) 0,823 0,6 Reliabel
Lokasi (X3) 0,912 0,6 Reliabel
Keputusan berkunjung (Y) 0,882 0,6 Reliabel
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS
Berdasarkan tabel 5.13 dapat diketahui bahwa nilai alpha untuk electronic word of mouth, daya tarik, lokasi, dan keputusan berkunjung masing-masing nilainya lebih dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa nilai lebih besar daripada
sehingga dapat disimpulka bahwa butir-butir pertanyaan sudah reliabel.
Menurut Sugiyono (2004:149) ketentuan nilai reliabilitas dikategorikan sebagai berikut:
0,00 – 1,19 = reliabilitas sangat rendah 0,20 – 0,39 = reliabilitas rendah
0,40 – 0,59 = reliabilitas sedang 0,60 – 0,70 = reliabilitas tinggi
0,80 – 1,00 = reliabilitas sangat tinggi
Tabel 5.14 Hasil Uji Reliabilitas
No Item Pertanyaan Nilai α Keterangan 1 Variabel Electronic
Word of Mouth
0,951 Reliabilitas sangat tinggi
2 Variabel Daya Tarik 0,823 Reliabilitas sangat tinggi
3 Variabel lokasi 0,912 Reliabilitas sangat tinggi
4 Variabel Keputusan Berkunjung
0,882 Reliabilitas sangat tinggi
Sumber: Data Diolah dari Output SPSS c. Uji Asumsi Klasik
1) Uji Normalitas
Gambar 5.1. Histogram Uji Normalitas Sumber: Output SPSS
Gambar 5.2. P-Plot Uji Normalitas Sumber: Output SPSS
Berdasarkan Gambar 5.2 dapat dilihat bahwa grafik histrogram maupun grafik plot menunjukkan data berdistribusi normal.
Dimana grafik histrogram memberikan pola distribusi yang melenceng ke kanan yang artinya adalah data berdistribusi normal. Selanjutnnya, pada gambar P-Plot terlihat titik-titik mengikuti dan mendekati garis diagonalnya sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
2) Uji Multikolinearitas
Tabel 5.15
Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Colinearity Statistics
Tolerance VIF
Electronic word of Mouth 0,906 1,103
Daya Tarik 0,750 1,333
Lokasi 0,722 1,385
Sumber: Data diolah Output SPSS
Berdasarkan output diketahui bahwa:
a) Nilai Tolerance semua variabel independen lebih besar dari 0,10.
b) Nilai VIF semua variabel independen lebih kecil dari 10,00.
Berdasarkan nilai di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Multikolinearitas.
3) Uji Heteroskedastisitas
Gambar 5.3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Output SPSS
Berdasarkan Grafik Scatter di atas, dapat dilihat bahwa tidak ada pola tertentu karena titik meyebar tidak beraturan di atas dan di bawah sumbu 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.
d. Uji Hipotesis 1) Uji t
Tabel 5.16 Hasil Uji t
Sumber: Output SPSS Y= 27.705 + 0,388 X1 -0,245 X2 + 0,286 X3 + E
Langkah-langkah pengujian:
a) Rumusan Hipotesis
= Electronic word of mouth pada Instagram, daya tarik,
dan lokasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan di obyek wisata Curug Sidoharjo.
= Electronic word of mouth pada Instagram, daya tarik,
dan lokasi secara parsial berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan di obyek wisata Curug Sidoharjo.
b) Menentukan
Penentuan pada penelitian ini menggunakan tingkat
signifikansi α sebesar 0,05 dan derajat kebebasan (df) = n-k-1. Berdasarkan tingkat signifikansi 5% maka dengan
df=100 – 4 – 1 = 95, yaitu sebesar 1,985 c) Ketentuan Kriteria Pengujian
(1) Variabel electronic word of mouth
Jika maka ditolak dan diterima
maka diterima dan ditolak
(2) Variabel Daya Tarik
Jika maka ditolak dan diterima
maka diterima dan ditolak
(3) Variabel Lokasi
Jika maka ditolak dan diterima
maka diterima dan ditolak
d) Kesimpulan Pengujian Uji t
Untuk melihat apakah suatu variabel bebas memiliki pengaruh atau tidak dapat dilihat dari nilai t atau dari signifikansinya. Apabila suatu variabel terikat memiliki sig lebih kecil dari, 0,05 atau 5% maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas tersebut signifikan pada tingkat 5%, Apabila dinyatakan signifikan maka rumusan hipotesis dapat diterima.
Berdasarkan hal tersebut maka :
(1) Variabel Electronic Word of Mouth
Nilai variabel electronic word of mouth (X1)
yaitu 5,089 lebih besar daripada sebesar 1,985,
maka ditolak dan diterima. Sehingga electronic
word of mouth berpengaruh terhadap keputusan
berkunjung wisatawan. Semakin banyak informasi yang menyebar melalui electronic word of mouth maka keputusan berkunjung wisatawan akan meningkat.
(2) Variabel Daya Tarik
Nilai variabel daya tarik (X2) yaitu 1,519 dan
bertanda negatif yang mana lebih kecil daripada sebesar 1,985, maka diterima dan ditolak.
Sehingga daya tarik tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
(3) Variabel Lokasi
Nilai variabel lokasi (X3) yaitu 3,070 lebih besar
daripada sebesar 1,985, maka ditolak dan
diterima. Sehingga lokasi berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan. Semakin mudah akses jalan ke Curug Sidoharjo maka keputusan berkunjung wisatawan akan meningkat.
2) Uji F
Tabel 5.17 Hasil Uji F
Sumber: Output SPSS a) Rumusan Hipotesis
= Electronic word of mouth pada Instagram, daya tarik,
dan lokasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan di obyek wisata Curug Sidoharjo.
= Electronic word of mouth pada Instagram, daya tarik,
dan lokasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan di obyek wisata Curug Sidoharjo.
b) Menentukan F tabel Df pembilang = k – 1
4 – 1 = 3
Df penyebut = n – k – 1
100 – 4 – 1 = 95
Berdasarkan tabel F pada α = 5% diketahui bahwa dengan df pembilang 3 dan df penyebut 95 adalah 2,70
c) Kriteria Pengujian
Jika maka ditolak dan diterima
maka diterima dan ditolak
d) Kesimpulan Pengujian Uji F
Nilai sebesar 15,183 lebih besar daripada
sebesar 2,70, maka ditolak dan diterima. Sehingga
electronic word of mouth, daya tarik, dan lokasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
3) Koefisien Determinasi
Tabel 5.18
Hasil Koefisien Determinasi
Sumber: Output SPSS
Dari tabel 5.22 dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R square sebesar 0,301 memiliki arti bahwa kemampuan variabel bebas untuk menjelaskan besarnya variasi dalam variabel terikat adalah
sebesar 30,1 % sehingga sisanya 69,9 % dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
2. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil analisis karakteristik responden diketahui bahwa sebagian besar responden berusia 16 – 25 tahun dengan persentase 78%.
Responden laki-laki lebih banyak daripada perempuan meskipun jumlahnya tidak terpaut jauh yaitu laki-laki sebanyak 53 dan perempuan sebanyak 47. Dilihat dari tempat tinggal, responden penelitian ini paling banyak bertempat tinggal di luar DIY meskipun selisih dengan jumlah responden yang bertempat tinggal di luar Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY hanya sedikit yaitu 38% untuk luar DIY dan 37% dari luar Kabupaten Kulon Progo Provinsi DIY.
Berdasarkan Uji Hipotesis dapat di jelaskan dalam pembahasan sebagai berikut :
a. Pengaruh Electronic Word Of Mouth terhadap Keputusan Berkunjung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variabel electronic word of mouth berpengaruh terhadap Keputusan Berkunjung. Electronic word of mouth berpengaruh terhadap keputusan berkunjung artinya harus diperhatikan karena electronic word of mouth berpengaruh positif terhadap Keputusan Berkunjung wisata Curug Sidoharjo artinya bahwa jika semakin banyak informasi yang menyebar
melalui electronic word of mouth maka keputusan kunjungan juga akan meningkat.
Pengaruh Daya Tarik terhadap Keputusan Berkunjung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel daya tarik tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung. Daya tarik tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung, artinya semakin menarik suatu daya tarik wisata tidak akan mempengaruhi keputusan berkunjung wisatawan
.
Pengaruh lokasi terhadap Keputusan Berkunjung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lokasi berpengaruh terhadap keputusan berkunjung. Lokasi berpengaruh terhadap keputusan berkunjung, artinya harus diperhatikan karena lokasi berpengaruh positif maka semakin mudah suatu obyek wisata dijangkau, maka keputusan berkunjung pengunjungnya pun akan meningkat
.
b. Pengaruh electronic word of mouth, daya tarik dan lokasi terhadap Keputusan Berkunjung
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel electronic word of mouth, daya tarik dan lokasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Curug Sidoharjo.
Besarnya pengaruh electronic word of mouth, daya tarik dan lokasi
secara bersama-sama berpengaruh terhadap Keputusan Berkunjung wisatawan Curug Sidoharjo adalah sebesar 30,2 %. Electronic word of mouth, daya tarik dan lokasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan di Curug Sidoharjo artinya bahwa perlu adanya perhatian pengelola terkait pada variabel electronic word of mouth, daya tarik dan lokasi wisata Curug Sidoharjo, jika tidak memperhatikan variabel electronic word of mouth, daya tarik dan lokasi maka dapat berpotensi mengurangi atau dapat menurunkan tingkat keputusan berkunjung wisatawan di Curug Sidoharjo.
91 BAB VI
KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN