• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Asumsi Klasik

ANALISIS DATA Gambaran Cafe Rindang dan Responden Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6-31 Oktober 2014, di Cafe Rindang yang berada di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang terletak di Jalan Diponegoro No. 52-56, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan cara membagi kuesioner dengan 48 item pertanyaan kepada 100 mahasiswa yang sedang berkunjung ke Cafe Rindang. Setelah peneliti mendapat persetujuan secara lisan oleh Koordinator Cafe Rindang untuk melakukan penelitian, maka peneliti membagi kuesioner kepada mahasiswa yang sedang berkunjung.

Proses dan Hasil Analisis

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Setelah dianalisis pada kuesioner Pengaruh Citra dan Tata Ruang Cafe Terhadap Preferensi Konsumen, 48 item pertanyaan sudah memenuhi syarat validitas atau valid. Dengan demikian, kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 48 item pertanyaan. Hasil uji validitas variabel Citra Cafe pada 32 item pertanyaan memiliki corrected item-total correlation di atas 0,2, maka 32 item pertanyaan dinyatakan valid. Hasil uji validitas variabel Tata Ruang cafe pada 10 item pertanyaan memiliki corrected item-total correlation di atas 0,2, maka 10 item pertanyaan dinyatakan valid. Hasil uji validitas variabel Preferensi Konsumen pada 6 item pertanyaan memiliki corrected item-total

correlation di atas 0,2, maka 6 item pertanyaan dinyatakan valid. (lihat pada

lampiran 5)

Hasil uji reliabilitas pada variabel Citra Cafe diperoleh nilai Cornbach’s Alpha sebesar 0,8666 dengan jumlah item pertanyaan 32 pada 100 responden. Hasil uji reliabilitas pada variabel Tata Ruang Cafe diperoleh nilai Cornbach’s Alpha sebesar 0,7021 dengan jumlah item pertanyaan 10 pada 100 responden. Hasil uji reliabilitas pada variabel Preferensi Konsumen diperoleh nilai Cornbach’s Alpha sebesar 0,6635 dengan jumlah item pertanyaan 6 pada 100

21

responden (lihat pada lampiran 5). Menurut Arikunto (2002), koefisien korelasi 0,8 sampai dengan 1 tergolong sangat tinggi. Maka dapat dikatakan bahwa reliabilitas Pengaruh Citra dan Tata Ruang Cafe Terhadap Preferensi Konsumen sangat tinggi. Hasil uji reliabilitas menunjukkan sebanyak 48 item pertanyaan reliabel sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur.

Responden Menurut Jenis Kelamin dan Uang Saku Per Bulan

Berdasarkan hasil penelitian (lihat pada lampiran 6), jumlah responden yang berjenis kelamin wanita sebanyak 56 orang dan yang berjenis kelamin pria sebanyak 44 orang. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin wanita lebih banyak daripada responden yang berjenis kelamin pria. Mahasiswa yang memiliki uang saku per bulan kurang dari < Rp 500.000 berjumlah 19 orang, sedangkan mahasiswa yang memiliki uang saku per bulan antara Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 berjumlah 54 orang, dan mahasiswa yang memiliki uang saku per bulan lebih dari > Rp 1.000.000 berjumlah 27 orang. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki uang saku per bulan antara Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 lebih banyak dari pada uang saku per bulan kurang dari < Rp 500.000 dan lebih dari > Rp 1.000.000.

Hasil Uji Asumsi Klasik

Pada hasil uji asumsi klasik (lihat pada lampiran 7), uji normalitas Kolmogorov-Smimov Pengaruh Citra dan Tata Ruang Cafe Terhadap Preferensi Konsumen dapat disimpulkan bahwa hubungan antar variabel tersebut berdistribusi normal. Hal ini dibuktikan dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05. Uji normalitas variabel dependen dalam penelitian ini, yaitu variabel Citra Cafe dengan Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,175 dan variabel Tata Ruang Cafe dengan Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,262. Sedangkan variabel independen dalam penelitian ini yaitu preferensi konsumen dengan Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,095. Berdasarkan hasil uji Multikolinearitas, Nilai

22

Tolerance masing-masing variabel independen > 0,10 yaitu 1,000. Nilai FIV masing-masing variabel independen < 10,0 yaitu 1,000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Multikolinearitas.

Hasil Analisis Regresi

Analisis ini digunakan untuk menghitung besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, berikut hasilnya:

Tabel di atas dapat dijabarkan persamaan regresi sebagai berikut : Y = 1.302 + 0,227X1 - 0,167X2

Pada persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai koefisien regresi variabel Citra Cafe (b1) = +0,227 lebih besar dari nilai koefisien regresi variabel Tata Ruang Cafe (b2) = -0,167, berarti pengaruh citra cafe terhadap preferensi konsumen (Y) lebih besar dibanding tata ruang cafe. Variabel citra cafe berpengaruh positif (+) terhadap preferensi konsumen, hal ini berarti citra cafe (X1) baik, maka preferensi konsumen (Y) meningkat. Sedangkan tata ruang cafe berpengaruh negatif (-) terhadap preferensi konsumen, hal ini berarti ketika tata ruang cafe (X2) buruk, maka preferensi konsumen (Y) menurun.

Tabel coeffisien di atas menunjukkan bahwa nilai p-value variabel citra cafe adalah 0,000 <0,05, maka variabel citra cafe berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian pada variabel citra cafe terhadap preferensi konsumen (H1), sehingga hipotesis penelitian diterima. Sedangkan tabel coeffisien di atas juga menunjukkan bahwa nilai

p-value variabel tata ruang cafe adalah 0,018 <0,05, maka variabel tata ruang cafe

Coeffici en tsa 1,302 2,234 ,583 ,561 ,227 ,027 ,900 8,310 ,000 -,167 ,069 -,260 -2,399 ,018 (Constant) CITRA TATA Model 1 B Std. Error Unstandardized Coef f icients Beta Standardized Coef f icients t Sig.

Dependent Variable: PREF a.

23

berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen tetapi tandanya berkebalikan. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis penelitian pada variabel tata ruang cafe terhadap preferensi konsumen (H2), sehingga hipotesis penelitian ditolak.

Tabel di atas menjelaskan bahwa variasi preferensi konsumen (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel citra cafe (X1) dan tata ruang cafe (X2) adalah sebesar 51,10% sehingga ada variabel lain di luar model yang dapat mempengaruhi preferensi konsumen (Y) sebesar 48,9%.

Analysis of variance (ANOVA) menghasilkan F-hitung sebesar 52,794 dengan signifikansi 0,000 mengindikasikan bahwa variabel citra dan tata ruang cafe berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen (Studi Kasus Pada Cafe Rindang Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) pada α (alpha) 0,05. Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan “Terdapat pengaruh signifikan citra dan tata ruang cafe terhadap preferensi konsumen (Studi Kasus Pada Cafe Rindang Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga), dapat diterima.”

Model Summary ,722a ,521 ,511 1,71089 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Est imat e

Predictors: (Constant), TATA, CITRA a. ANOVAb 309,068 2 154,534 52,794 ,000a 283,932 97 2,927 593,000 99 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), TATA, CI TRA a.

Dependent Variable: PREF b.

24 Pembahasan

Hasil analisis regresi pengaruh citra cafe terhadap preferensi konsumen adalah signifikan, hal tersebut dibuktikan nilai p-value variabel citra cafe < 0,05. Sedangkan hasil analisis regresi pengaruh tata ruang cafe terhadap preferensi konsumen adalah tidak signifikan, hal tersebut dibuktikan nilai p-value variabel tata ruang cafe > 0,05.

Pengaruh positif Citra Cafe terhadap Preferensi Konsumen menunjukkan bahwa Cafe Rindang dinilai oleh mayoritas responden telah mampu memberikan pengalaman yang mendukung terbentuknya sebuah citra café di benak responden, dan telah mampu menjaga hubungan baik dengan responden. Hal-hal yang dinilai memberikan pengalaman baik di Cafe Rindang oleh responden, yaitu: dibuktikan dari kualitas makanannya, seperti: menu makanan yang disajikan bervariasi, makanan berganti variasi setiap harinya, rasa makanan yang disajikan enak, memperhatikan kebersihan makanan yang disajikan, memperhatikan penampilan makanan saat disajikan, terdapat kandungan gizi dalam setiap makanan yang di sajikan. Dapat dibuktikan juga pada kualitas minumannya, seperti: minuman yang ditawarkan bervariasi, rasa minuman yang disajikan enak, memperhatikan kebersihan minuman yang disajikan, memperhatikan penampilan minuman saat disajikan. Kemudian dapat dibuktikan pada lokasinya yang dekat dengan mahasiswa, aksesbilitasnya mudah, berada dilingkungan yang bersih dan bebas dari kebisingan. Kemudian dapat dibuktikan pada pelayanan staf, seperti: yang baik, menciptakan hubungan yang hangat dengan pelanggan, memberikan kemudahan dalam mendapatkan makanan minuman, tingkat efisiensi kerjanya baik, cepat dalam melayani pelanggan, menjaga kesopanan, menjaga keramah tamahannya, dan juga memperhatikan penampilannya.

Pengaruh negatif Tata Ruang Cafe terhadap Preferensi Konsumen menunjukkan bahwa Cafe Rindang harus lebih meningkatkan citra cafenya untuk menarik preferensi konsumen daripada tata ruang cafenya. Tata ruang dapat menentukan dan merupakan salah satu hal utama yang menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam memilih tempat makan. Tata ruang yang dimaksud yaitu: tata ruang dalam (instore), meliputi: tata letak

25

meja kursi memudahkan untuk bersosialisasi, meja kasir yang strategis, pencahayaan di dalam cafe yang terang, jauh dari kebisingan lalu lintas, bau masakan yang menciptakan selera makan, bahan yang digunakan untuk meja kursi dalam ruangan cafe berkualitas, bahan yang digunakan untuk dinding ruang dalam cafe bagus. Kemudian dapat dibuktikan juga pada tata ruang luar ruangan (outstore), yang menimbulkan kesan rileks dan suasana di luar ruangan yang sejuk. Tetapi dalam penelitian ini tata ruang Cafe Rindang berpengaruh negatif terhadap Preferensi Konsumen.

Temuan hasil penelitian terdahulu Norvi Handayati (2011) didapat hasil bahwa terbentuk beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam preferensi konsumen Rahat Café. Faktor yang paling utama adalah kualitas layanan. Sedangkan pada hasil analisis faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen adalah kualitas layanan. Dalam penelitian ini yang berpengaruh positif terhadap preferensi konsumen adalah citra cafe, sedangkan tata ruang cafe berpengaruh negatif terhadap preferensi konsumen.

PENUTUP

Dokumen terkait