• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM SMK N 2 GODEAN

B. Analisis Data

a. Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing variabel, apakah berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan analisis chi-kuadrat (X2) dengan taraf signifikansi 5%. Kriteria pengujian normalitas yaitu jika X2 hitung lebih kecil dari harga X2 tabel dengan derajat kebebasan (db) sama dengan K-1 pada taraf signifikan 5%, berarti distribusi tidak menyimpang dari distribusi normal, demikian pula sebaliknya. Setelah dianalisis dengan teknik analisis chi-kuadrat dengan bantuan komputer Seri Program Statistik (SPS) diperoleh hasil seperti yang diterangkan dalam lampiran 5.

Tabel 12

Rangkuman Hasil Uji Normalitas

No Variabel db X2 hitung X2 tabel Kesimpulan 1 Prestasi belajar siswa 9 15,312 16,919 Normal 2 Jenis pekerjaan 2 3,989 5,991 Normal

3 Pendapatan 2 2,464 5,991 Normal

4 Minat berwiraswasta 9 14,153 16,919 Normal

Dari tabel diketahui bahwa X2 hitung antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat lebih kecil dari pada X2 tabel dengan taraf signifikan 5%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat berdistribusi normal.

b. Uji Linieritas

Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data-data masing-masing variabel bebas mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel terikat. Uji linieritas dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS. Kriteria pengambilan kesimpulan linier terjadi apabila nilai F hitung lebih kecil daripada F tabel (F hitung < F tabel), demikian sebaliknya. Setelah dilakukan uji linieritas pada masing-masing variabel maka diperoleh hasil seperti yang diterangkan dalam lampiran 6.

Tabel 13

Rangkuman Hasil Uji Linieritas No Variabel bebas Variabel

Terikat db F hitung F tabel Kesimpulan 1 Prestasi belajar siswa Minat berwiraswasta 38 : 60 1,340 1,653 Linier 2 Jenis pekerjaan orang tua Minat berwiraswasta 97 : 1 0,254 3,939 Linier 3 Pendapatan orang tua Minat berwiraswasta 95 : 3 1,299 2,700 Linier

Dari tabel di atas diketahui bahwa F hitung antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat lebih kecil daripada F tabel dengan taraf signifikansi 5% (lihat lampiran 6). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa, jenis pekerjaan orang tua dan pendapatan orang tua mempunyai hubungan linier dengan minat siswa berwiraswasta

c. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas digunakan untuk menyelidiki terjadi tidaknya multikolonieritas dalam regresi yang dapat mengganggu ketepatan estimasi. Dengan menggunakan metode VIF, jika didapat korelasi antar variabel bebas <5 tidak terjadi multikolonieritas (Lampiran 7). Hal tersebut mengandung arti bahwa regresi tersebut tidak terjadi penyimpangan.

Tabel 14

Rangkuman Hasil Multikolonieritas Variabel bebas VIF

hitung

VIF

Standar Kesimpulan Prestasi belajar siswa 1,033 <5 Tidak terjadi multiko Jenis Pekerjaan orang tua 1,291 <5 Tidak terjadi multiko Pendapatan orang tua 1,283 <5 Tidak terjadi multiko

2) Heteroskedasitas

Heteroskedasitas maksudnya variasi residual tidak sama untuk semua pengamatan, jika pengamatan semakin besar akan mengakibatkan residual yang semakin besar pula. Heteroskedasitas merupakan pelanggaran dari asumsi klasik. Untuk mendeteksi apakah dalam regresi terjadi heteroskedasitas dapat dideteksi dengan spearman’s-rho dengan ketentuan sebagai berikut, jika koefisien korelasi mempunyai tingkat kesignifikanan <1 dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedasitas (Lampiran 7)

Tabel 15

Rangkuman Hasil Heteroskedasitas Variabel bebas VIF

Standar Kesimpulan

Prestasi belajar siswa 0,604 Tidak terjadi heteroskedasitas Jenis Pekerjaan orang tua 0,978 Tidak terjadi heteroskedasitas Pendapatan orang tua 0,970 Tidak terjadi heteroskedasitas

2. Uji Hipotesis

a. Prestasi belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat siswa berwiraswasta

Dari hasil analisis data diketahui bahwa harga koefisien korelasi (rxy) atau pengaruh prestasi belajar siswa terhadap minat siswa berwiraswasta sebesar 0,296 yang merupakan r hitung. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara prestasi belajar siswa terhadap minat siswa berwiraswasta bersifat positif dan rendah. Harga rxy tersebut lebih besar dari harga r tabel pada taraf signifikansi 5% dengan N : 100 sebesar 0,133 yang berarti hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Kemudian untuk menguji signifikansi koefisien prestasi belajar terhadap minat berwiraswasta dengan taraf signifikansi 5% dan db : 98 maka diperoleh t tabel : 1,661, sedangkan t hitung : 3,212 lebih besar dari t tabel. Hal ini berarti ada pengaruh positif dan signifikan prestasi belajar siswa terhadap minat berwiraswasta (Lampiran 7).

b. Jenis pekerjaan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwiraswasta

Dari hasil analisis data tersebut bahwa harga koefisien korelasi (rxy) atau pengaruh jenis pekerjaan orang tua terhadap minat berwiraswasta sebesar 0,383 yang merupakan r hitung. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara jenis pekerjaan orang tua terhadap minat siswa berwiraswasta bersifat positif dan rendah. Harga rxy tersebut lebih besar dari harga r tabel pada taraf signifikansi 5% dengan N : 100 sebsar 0,133 yang berarti hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Kemudian untuk menguji signifikansi koefisien jenis pekerjaan terhadap minat berwiraswasta dengan taraf signifikansi 5% dan db : 98 maka diperoleh t tabel ; 1,661, sedangkan t hitung : 4,443 lebih besar dari t tabel. Hal ini berarti ada pengaruh positif dan signifikan jenis pekerjaan terhadap minat berwiraswasta (Lampiran 7) c. Pendapatan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap

minat berwiraswasta

Dari hasil analisis data tersebut bahwa harga koefisien (rxy) atau pengaruh pendapatan orang tua terahadap minat berwiraswasta sebesar 0,414 yang merupakan r hitung. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi antara pendapatan orang tua terhadap minat siswa berwiraswasta bersifat positif dan sedang. Harga rxy tersebut lebih besar dari harga r tabel pada taraf signifikansi 5% dengan N : 100 sebesar 0,133 yang berarti hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Kemudian untuk menguji signifikansi koefisien pendapatan orang tua terhadap minat berwiraswasta dengan taraf signifikansi 5%

dan db : 98 maka diperoleh t tabel : 1,661, sedangkan t hitung : 4,946 lebih besar dari t tabel. Hal ini berarti ada pengaruh positif dan signifikan jenis pekerjaan terhadap minat berwiraswasta (Lampiran 7). d. Prestasi belajar siswa, jenis pekerjaan dan pendapatan orang tua secara

bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwiraswasta

Dari hasil perhitungan dapat diketahui persamaan regresi linier berganda adalah Y : 2,248 X1 + 2,134 X2 + 1,038 X3 + 17,161. Dari hasil perhitungan koefisien korelasi ganda, diperoleh harga koefisien determinasi yang diperoleh (R2) adalah 0,312.

Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi RY (1,2,3) dan analisis regresi linier berganda maka digunakan uji F pada taraf signifikansi 5%. Adapun harga F hitung yang diperoleh sebesar 14,545 dengan db pembilang 3 dan db penyebut 96 adalah 2,699. Dengan demikian harga F hitung lebih besar dari harga F tabel (14,545 > 2,696), pada taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan prestasi belajar, jenis pekerjaan dan pendapatan orang tua terhadap minat berwiraswasta (Lampiran 7)

Dokumen terkait