Hasil analisis data hasil belajar siswa kelas 4 pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 4.14
Tabel 4.14
Nilai Tes Siklus I Tema 3 Sub Tema 2
No Rentang Nilai Frekuensi Presentase
1 0-25 0 0% 2 26-50 2 8% 3 51-75 22 88% 4 76-100 1 4% Rata-rata 66.4 Nilai Tertinggi 77 Nilai Terendah 45 0 20 40 60 80 100 120
Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2
85
Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat hasil belajar siswa pada siklus I yang berada pada rentang nilai 0-25 tidak ada atau 0%, siswa yang berada pada rentang nilai 26-50 berjumlah 2 siswa atau sebesar 8%, pada rentang nilai 51-75 berjumlah 22 siswa atau sebesar 88%, dan pada rentag nilai 76-100 hanya terdapat 1 siswa atau sebesar 4%. Hasil belajar pada siklus I dengan keseluruhan jumlah siswa 25 dengan KKM 70 mencapai rata-rata 66.4 dengan nilai terendah 45 dan nilai tertinggi 77.
Tabel 4.15
Nilai Tes Siklus II Tema 3 Sub Tema 3
No Rentang Nilai Frekuensi Presentase
1 0-25 0 0% 2 26-50 0 0% 3 51-75 2 8% 4 76-100 23 92% Rata-rata 81.56 Nilai Tertinggi 94 Nilai Terendah 74
Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat hasil belajar siswa pada siklus II tidak ada siswa yang berada pada rentang nilai 0-25 dan 26-50 atau 0%, siswa, pada rentang nilai 51-75 hanya berjumlah 2 siswa atau sebesar 8%, dan pada rentang nilai 76-100 hampir keselurahan siswa yaitu 23 siswa atau sebesar 92%. Hasil belajar pada siklus II dengan keseluruhan jumlah siswa 25 dengan KKM 70 mencapai rata-rata 81.56 dengan nilai terendah 74 dan nilai tertinggi 94.
Maka dapat disimpulkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model Problem
86 Tabel 4.16
Nilai Tes Siklus I dan Siklus II Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup
No Rentang Nilai Siklus I Siklus II
Jumlah Presentase Jumlah Presentase
1 0-25 0 0 0 0% 2 26-50 2 8% 0 0% 3 51-75 22 88% 2 8% 4 75-100 1 4% 23 92% Jumlah 25 100% 25 100% KKM 70 70 Rata-rata 66.4 81.54 Nilai Tertinggi 77 94 Nilai Terendah 45 74
Berdasarkan tabel 4.25 diatas mengenai nilai yang diperoleh dari siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa adanya peningkatan. Pada siklus I menunjukkan siswa yang memperoleh rentang nilai 26-50 berjumlah 2 siswa atau sebanyak 8%, sedangkan siswa yang memperoleh rentang nilai 51-75 berjumlah 22 siswa atau sebanyak 88% dan siswa yang memperoleh rentang nilai 75-100 berjumlah 1 atau sebanyak 4% dengan rata-rata kelas 66.4 dari total keseluruhan 25 siswa. Pada siklus II mengalami peningkatan, siswa yang memperoleh rentang nilai 51-75 berjumlah 2 siswa atau sebanyak 8% dan siswa yang memperoleh rentang nilai 75-100 berjumlah 23 atau sebanyak 92% dengan rata-rata kelas 81.54 dari total keseluruhan 25 siswa. Peningkatan hasil belajar siswa SD N Kalinanas 2 lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
87 Grafik 4.6
Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II
Secara spesifik peningkatan hasil belajar siswa jika dilihat dari muatan mata pelajaran yang berapada pada Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup yaitu mata pelajaran IPA, IPS dan Bahasa Indonesia baik pada siklus I maupun siklus II dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.17
Data Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup Siklus I dan Siklus II
No Ketuntasan Siklus I Siklus II
Jumlah Presentase Jumlah Presentase
1 Tuntas 6 24% 25 100%
2 Tidak Tuntas 19 76% 0 0
Jumlah 25 100% 25 100%
Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat pada siklus I muatan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan nilai tuntas yaitu ≥ 70 sebanyak 6 siswa atau sebesar 24%, dan siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 19 siswa atau
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0-25 26-50 51-75 76-100 Siklus 1 Siklus 2
88
sebesar 76%. Sedangkan pada siklus II semua siswa mampu mencapai nilai tuntas yaitu ≥ 70.
Tabel 4.18
Data Ketuntasan Hasil Belajar IPS pada Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup Siklus I dan Siklus II
No Ketuntasan Siklus I Siklus II
Jumlah Presentase Jumlah Presentase
1 Tuntas 8 32% 22 88%
2 Tidak Tuntas 17 68% 3 12%
Jumlah 25 100% 25 100%
Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat pada siklus I muatan mata pelajaran IPS dengan nilai tuntas yaitu ≥ 70 sebanyak 8 siswa atau sebesar 32%, dan siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 17 siswa atau sebesar 68% . Sedangkan pada siklus II siswa mampu yang mencapai nilai tuntas terdapat 22 atau sebesar 88% dan 3 siswa atau sebesar 12% belum mencapai nilai tuntas.
Tabel 4.19
Data Ketuntasan Hasil Belajar IPA pada Tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup Siklus I dan Siklus II
No Ketuntasan Siklus I Siklus II
Jumlah Presentase Jumlah Presentase
1 Tuntas 8 32% 25 100%
2 Tidak Tuntas 17 68% 0 0%
Jumlah 25 100% 25 100%
Berdasarkan tabel diatas maka dapat dilihat pada siklus I muatan mata pelajaran IPA dengan nilai tuntas yaitu ≥ 70 sebanyak 8 siswa atau sebesar 32%, dan siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 16 siswa atau sebesar 68%. Sedangkan pada siklus II semua siswa mampu mencapai nilai tuntas yaitu ≥ 70.
89
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada tiga muatan mata pelajaran tersebut mengalami peningkatan khusunya pada mata pelajaran IPA setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning telah dibuktikan melalui soal evaluasi yang dikerjakan oleh siswa setelah proses pembelajaran. Dilihat dari nilai siklus I dan siklus II mengalami peningkatan.
4.4 Pembahasan
Pada kegiatan pra siklus atau sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas di SD N Kalinanas 2 khususnya kelas 4 yang berjumlah 25 siswa, peneliti memperoleh data rendahnya kreativitas belajar yang menunjukkan kriteria kurang kreatif 72% yaitu siswa yang kesulitan dalam mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran IPA dan siswa yang kurang berani dalam mengungkapkan ide, kategori kreatif 8%, kategori cukup kreatif 20% dan sangat kreatif 0% siswa yang senang mencari pengalaman baru, mampu beradaptasi, dan berpendapat dengan guru maupun siswa lainnnya. Selain itu, hasil nilai ulangan pada semester II tahun pelajaran 2017/2018 pada mata pelajaran IPA sebanyak 10 siswa atau 45% yang dapat memenuhi KKM dan sisanya 15 siswa atau 55% yang masih dibawah KKM.
Setelah guru menerapkan langkah-langkah model Problem Based
Learning dapat mengalami peningkatan kreativitas belajar dan hasil belajar siswa
yang ditunjukkan pada siklus I dan siklus II pada pembelajaran Tema 3. Tema dalam pembelajaran tematik mengacu dengan karakteristik peserta didik sesuai tingkat perkembangannya. Dalam pembelajaran tematik integratif, tidak hanya memuat pengetahuan saja akan tetapi juga kompetensi tertentu, baik sikap
maupun keterampilan, seperti yang dikemukakan (Fadilah, 2014:176)
pembelajaran tematik integratif dimaksudkan bahwa pembelajaran tersebut dibuat per tema dengan mengacu pada karakteristik peserta didik dan dilaksanakan secara integrasi antara tema satu dengan tema yang lain maupun antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain. Pembelajaran tematik integratif menurut Rusman (2012: 254) merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa
90
baik secara individual maupun kelompok aktif dalam menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik.
Pada penelitian ini terdapat satu variabel yaitu kreativitas belajar siswa yang akan ditingkatkan melalui model Problem Based Learning. Kreativitas belajar merupakan kemampun yang dimiliki siswa untuk mengembangkan gagasan baru dalam menghasilkan produk sesuatu yang baru, orisinil dan bermakna atas pemecahan masalah yang lebih efisien dan unik dalam proses belajar. Penelitian yang sudah dilakukan oleh Cicik Budi Asih (2013) menunjukkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan kreativitas belajar dan hasil belajar siswa yang melakukan penelitian tentang peningkatan kreativitas belajar IPA melalui strategi Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IV SDN Tluwah Tahun Pelajaran 2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kreativitas belajar IPA pada siswa melalui strategi Problem Based Learning (PBL).
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Novitasari, Resty Adelia (2017) dengan judul peningkatan kreativitas dan hasil belajar IPA siswa Kelas 5 SD Taruna Bangsa Melalui model Problem Based Learning, yaitu penerapan dengan menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas 5 SD Taruna Bangsa tahun ajaran 2017/2018.Penelitian selanjutnya oleh Anna Mai Sandhi (2014) tentang Peningkatan Kreativitas Belajar menggunakanProblem Based
Learning (PBL).
Hasil penelitian oleh Serly Medianita dan Krisma Widi (2018) dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas 3 semester II SDN Bugel 01 Salatiga tahun pelajaran 2017/2018.Ketika tingkat kreativitas belajar siswa meningkat maka akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, pernyataan tersebut dapat dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Rendi Ruspiandi (2016) dalam menerapkan model Problem Based Learning untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS Kelas V. Penggunaan model Problem Based
91
dilakukan oleh Desi Ariani dan Mawardi (2018) dengan judul peningkatan hasil belajar melalui penerapan model Problem Based Learningdengan berbantu kartu domino. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Arista Khoirul Mungzilina (2018) juga membuktikan bahwa dengan menggunakan model Problem Based
Learningmampu meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas 2 SD.
Penelitian yang dilakukan oleh Fitrianingsih dan Mei Erayanti (2011) membuktikan bahwa dengan menggunakan pendekatan berbasis masalah mampu meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V di SDN Ngepungrojo 02 Pati pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Sama seperti penelitian yang dilakukan oleh Fitrianingsih dan Mei Erayanti , penelitian yang dilakukan oleh Andreas (2015) dengan judul Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui model pembelajaran Problem
Based Learningpada siswa kelas V SDN 3 Dukuh 3 pada Semester II Tahun
Pelajaran 2015/2016 terbukti mampu meningkat. Begitu juga seperti penelitian yang dilakukan oleh Indri Anugraheni dan Dwi Agung (2017) membuktikan bahwa melalui model Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika.
Berdasarkan beberapa temuan penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa dan hasil belajar dapat menerapkan model pembelajaran Problem Based Learningatau model pembelajaran yang menuntut siswa belajar lebih aktif, kritis , kreatif dan komunikatif dengan apa yang sudah dipelajari dan tentunya juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam beberapa mata pelajaran.
Penelitian ini kreativitas belajar siswa yang berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem
Based Learning dapat dikatakan berhasil jika kreatvitas belajar siswa mengalami
peningkatan ≥25% dan hasil belajar siswa mampu mencapai ≥70% jumlah siswa yang tuntas dengan kriteria KKM 70.
Penelitian ini dapat membuktikan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan kreativitas belajar yang berdampak pada hasil belajar siswa.
92
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti bahwa kreativitas belajar siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model Problem Based Learning yang berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa kelas 4 SD N Kalinanas 2.