• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

3. Analisis Data

Data-data yang telah diperoleh dari penelitian, akan dianalisis berdasarkan level dari soal-soal PISA yang diberikan dan akan dideskripsikan sesuai data yang ada dengan dibantu hasil kuesioner dan hasil wawancara yang akan menguatkan data dari tes yang ada.

a. Data Tes

Tes tertulis merupakan tes pertama dari serangkaian tes yang dilakukan selama penelitian. Hasil dari tes tertulis ini akan dikategorikan sesuai levelnya dan dianalisis berdasarkan level tersebut. Dari data yang terdapat dalam Tabel 4.2,

maka kita dapat menghitung persentase skor tiap soal berdasarkan jawaban siswa. Adapun persentasenya sebagai berikut :

Tabel 4. 4

Kriteria Ketercapaian berdasarkan Persentase Skor Tiap Soal

Nomor

soal Level Skor (dalam %)

Kriteria Ketercapaian 1 1 96,1 % Baik sekali 2 2 71,1 % Baik 3 1 65 % Cukup 4 3 70,7 % Baik 5 2 82,7 % Baik sekali 6 3 92,3 % Baik sekali 7 4 36,5 % Kurang sekali 8 4 87,7 % Baik sekali 9 5 26,9 % Kurang sekali 10 6 24,23 % Kurang sekali

Berdasarkan Tabel 4.4, dapat dilihat bahwa tidak ada yang mendapatkan skor sempurna atau 100% dan tidak ada yang memiliki persentase yang sama ditiap nomor soal. Hal ini menandakan bahwa setiap soal memiliki kesulitan yang berbeda-beda, dan juga kemampuan siswa dalam menyelesaikannya pun berbeda- beda. Berkaitan dengan kemampuan siswa, sesuai dengan tujuan penelitian ini yakni ingin mengetahui kemampuan litersi mamtematis siswa, maka berikut diberikan tabel mengenai kemampuan literasi 26 siswa utnuk setiap level.

Tabel 4. 5

Kemampuan Literasi matematis Tiap Siswa dari Level 1 sampai level 6

Siswa Level 1 2 3 4 5 6 S1 C C BS C KS KS S2 C C C C KS B S3 BS BS BS B BS KS S4 BS C C BS KS KS S5 BS C BS BS KS KS S6 BS BS BS BS BS KS S7 BS C BS C KS BS S8 B BS BS B KS KS S9 C BS KS KS KS KS S10 BS BS BS B KS KS S11 C BS KS K KS KS S12 BS BS BS B BS KS S13 C BS BS B KS KS S14 C C C B KS BS S15 BS BS C C KS KS S16 C C BS BS KS KS S17 BS BS BS B BS BS S18 C BS BS BS BS KS S19 BS B BS K BS KS S20 C KS C C KS KS

S21 BS KS C C BS KS S22 C BS BS C KS KS S23 BS C BS KS KS BS S24 BS BS BS BS KS BS S25 BS BS BS C KS KS S26 BS BS BS KS KS BS Keterangan : BS = Baik Sekali B = Baik C = Cukup K = Kurang KS = Kurang Sekali

Berdasarkan Tabel 4.4 dan Tabel 4.5, maka dapat dinyatakan persentase kemampuan menyelesaikan soal yang dilihat berdasarkan level soal sebagai berikut.

Tabel 4. 6

Persentase Kemampuan Siswa Berdasarkan Level Soal

Level Persentase kemampuan siswa Kriteria ketercapaian 1 80,5 % Baik sekali 2 76,9 % Baik 3 81,5 % Baik sekali

4 62,1 % Cukup 5 26,9 % Kurang sekali 6 24,2 % Kurang sekali

Apabila melihat hasil persentase skor pada tiap levelnya, maka dapat dikatakan semakin tinggi level semakin rendah persentase skor yang diperoleh begitu juga dengan karakteristik kemampuan siswa, kecuali pada level 3. Level 3 lebih tinggi dari level 1 dan 2, hal ini disebabkan oleh pada level 3 siswa telah terbiasa dengan soal-soal tersebut, dimana soal-soal itu adalah soal-soal analisa yang berkaitan rumus.

b. Data Kuesioner

Data kuesioner yang diberikan menggambarkan kesulitan kesulitan yang dialami siswa selama menyelesaikan soal-soal PISA yang diberikan. Berikut merupakan paparan lebih lanjut akan data kuesioner yang telah dipaparkan sebelumnya, yakni tentang besar persentase terhadap macam kesulitan yang dihadapi siswa :

1) Level 1

 50% siswa mengalami kesulitan pada perhitungan. Bentuk perhitungan yang dimaksud adalah membulatkan hasil perhitungan dan sulit dalam menghitung bilangan dalam jumlah yang besar.

 7,7% siswa mengatakan bahwa soal sulit dipahami, sehingga sulit menyelesaikannya. Hal ini terjadi pada soal nomor 3.

 42,3% siswa tidak mengalami atau menemukan kesulitan dalam menyelesaikan soal di level 1.

2) Level 2

 34% mengalami kesulitan dalam keterangan-keterangan pendukung dalam soal. Keterangan-keterangan yang dimaksud adalah keterangan skala yang tepat pada soal nomor 2 dan keterangan-keterangan tambahan yang ada di nomor 5 yaitu arah berputar kincir dan jarak antara air dan kincir.

 7,7% siswa tidak tahu harus menggunakan rumus yang mana untuk menjawab soal.

 7,7% siswa mengatakan bahwa soal kurang jelas  50% siswa lainnya tidak mengalami kesulitan 3) Level 3

 11,53% siswa mengatakan bahwa soal kurang jelas  26,9% siswa mengalami kesulitan dalam perhitungan.  15,3 siswa sulit dalam memahami soal.

 46,2% siswa tidak mengalami kesulitan 4) Level 4

 23,08% siswa mengalami kesulitan dalam perhitungan. Namun, perhitungan yang dimaksudakn pada level 4 ini, tidak lagi berkaitan dengan perhitungan dasar yakni proses pembulatan atau pengoperasian bilangan, melainkan menghitung disini berkaitan dengan menentukan perhitungan yang efisien dalam memperoleh jawaban.

 3,8% siswa mengalami kesulitan dalam menjelaskan cara yang digunakan dalam menjawab soal.

 42,42% siswa tidak mengalami kesulitan 5) Level 5

 100% siswa mengalami kesulitan dalam membayangkan bentuk dari jaring-jaring kubus yang dimaksud.

6) Level 6

 38,46% siswa mengalami kesulitan dalam memahami soal

 30,46% siswa sulit menyelesaikan soal karena tidak tahu rumus yang harus digunakan.

 23,08% siswa pada mulanya bingung dalam menyelesaikan soal, namun setelah mencoba berbagai cara maka siswa tersebut dapat menyelesaikan soal yang diberikan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi level soal, maka semakin banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami maksud soal dan bagi soal yang memerlukan nalar dan analisa yang tinggi (seperti soal di level 4-6), maka kecenderungan yang terjadi adalah jumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menganalisa maksud soal pun meningkat dari level-level sebelumnya.

c. Data Wawancara

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, berikut merupakan kesimpulan dari hasil wawancara tersebut :

Tabel 4. 7

Kesimpulan Hasil Wawancara

Nomor

soal Level Hasil wawancara

1 1 Dari 26 siswa, ada satu orang siswa yang menjawab salah. Siswa tersebut sadar kalau jawaban yang diberikan keliru. Kekeliruan dalam menjawab karena siswa keliru dalam membaca grafik

2 2 Seluruh siswa yang diwawancarai tidak tahu pasti berapa penurunan nilai penjualan, sehingga jawaban yang diberikan hanya mengira-ngira saja

3 1 - Bagi siswa yang menjawab 340 dan 3400, siswa mencoba menghitung total hari dari tanggal 01Juli sampai 27 Agustus. Lalu, jumlah pendaki dibagi dengan jumlah hari yang telah dihitung sebelumnya. Hanya saja beberapa siswa keliru dalam membagi, sehingga memilih jawaban 340. - Bagi yang menjawab 7400, alasannya karena

jumlah pendaki itu banyak, sehingga memilih rata- rata yang paling banyak jumlahnya

- Selain itu, siswa salah menjawab karena kurang teliti dalam membaca soal

4 3 - Dari 26 orang siswa, ada 18 orang siswa telah mengetahui bagaimana cara menjawab soal ini - Bagi 8 siswa yang keliru bahkan tidak bisa

menyelesaikan, siswa masih bingung bagaimana cara menghitung, harus menggunakan rumus apa dan keliru memahami maksud soal

5 2 - Siswa menggunakan banyak cara dalam menyelesaikan soal ini. Namun, bagi 5 orang siswa yang salah dalam menjawab, mereka keliru dalam menghitung jumlah titik yang ada pada kincir

- Ada satu orang siswa juga bingung dengan keterangan-keterangan tambahan yang ada pada gambar. Bagi siswa, keterangan tersebut berpengaruh dalam menyelesaikan soal

6 3 Bagi satu siswa yang menjawab keliru, hal ini disebabkan karena menurut siswa mobil dapat dibuat dengan ukuran yang kecil menggunakan siswa jawaban yang ada, dan juga ada satu siswa yang keliru dalam memahami soal

7 4 - Ada 4 macam jawaban yang ada. Ada 13 siswa yang menjawab Pizza kecil lebih menguntungkan, 5 siswa menjawab sama-sama untung, 6 siswa menjawab Pizza besar lebih untung dan 2 siswa tidak menjawab.

- Bagi yang menjawab Pizza kecil lebih untung, mereka berpikir untuk mencari harga Pizza per 1 cm2, sehingga diperoleh Pizza kecil yang lebih

menguntungkan. Mereka menggunakan cara ini karena bagi mereka, untuk membandingkan harus berawal dari titik acuan yang sama dan mereka memilih untuk mencari harga per 1 cm2

8 4 - Dua puluh empat siswa mampu menyelesaikan soal ini. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak menemukan kesulitan apapun, dan soal ini sebenarnya bisa dijadikan bentuk persamaan linear dua variabel

- Bagi 2 orang siswa yang salah menjawab, hal ini disebabkan karena mereka bingung harus menggunakan rumus apa dalam menjawab dan terjadi kekeliruan dalam proses perhitungan 9 5 Pada umumnya, siswa bingung dalam

membayangkan jaring-jaring kubus hasil dari potongan-potongan yang ada, dan ada juga satu orang yang bingung karena disebabkan oleh tidak adanya alat peraga.

10 6 Pada umumnya siswa tidak tahu seperti apa harus menyelesaikan soal ini. Namun, 8 siswa di antara mereka mencoba-coba berbagai cara salah satunya dengan membagi 2 gelas yang ada. Alasan dibagi dua karena kapasitas timbangan yang terbatas. Karena cara ini efektif, maka mereka memilih untuk menggunakan cara ini. Selain itu, ada 2 orang siswa

yang terpaku dengan rumus, sehingga tidak dapat menjawab soal ini karena tidak menemukan rumus yang sesuai untuk digunakan pada soal.

Dokumen terkait