• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data Hasil Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

BAB IV METODE PENELITIAN

G. Analisis Data Hasil Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

1. Analisis Data Hasil Penelitian Kuantitatif tahun pertama (2017)

Adapun teknik analisis data yang dilakukan pada tahun pertama (2017) adalah analisis data hasil penelitian kuantitatif, kecendrungan datanya masih dalam bentuk data kasar yang masih memerlukan interpretasi lebih lanjut. Untuk itu diperlukan analisis data yang merupakan sebuah proses yang sangat penting karena dengan melakukan analisa, maka data yang diperoleh dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian (Nazir, 1988:405). Analisis data dalam penelitian tahun pertama menggunakan pendekatan, terdiri dari 1) analisis statistik dan 2) analisis deskripritif.

Analisis statistik, terdiri dari: 1) seleksi data dan klasifikasi data, 2) pengolahan data dan pengorganisasian data dengan menghitung jumlah skor item instrumen dan skor jawaban dari responden. Langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah melakukan seleksi dengan cara memeriksa instrument secara cermat, apakah instrument terkumpul semua atau tidak. Dari 32 sekolah yang menjadi lokasi penelitian, setiap sekolah dipilih 4 orang yang akan mengisi instrumen penelitian, jadi jumlah responden terpilih sebanyak 128 orang. Namun yang mengembalikan instrumen secara utuh dan mengisi dengan sempurna sebanyak 116 orang responden. Dari segi jumlah dipandang sudah representative. Sekaligus karena keterbatasan waktu untuk menunggu responden mengisi dan mengembalikannya, maka dipandang 116 responden sudah cukup. Proses klasifikasi atau mengelompokkan data dilakukan berdasarkan cakupan pada kisi-kisi instrumen penelitian dengan menentukan bobot alternative jawaban dan kategori jawaban responden berdasarkan Skala Likert (lihat tabel 4.4 sebelumnya terus di konversikan dengan nilai untuk mengetahui indeks persepsi atau pandangan kepala sekolah, guru, bendahara dan orang tua siswa atau pengurus komite sekolah sebagaimana dijelaskan dalam tabel 4.10 di bawah ini: Tabel 4.10 Bobot atau skor alternative jawaban responden

Alternatif Jawaban Bobot atau Skor Kategeri hasil konversi

Selalu (SL) 5 Sangat Baik

Sering (SR) 4 Baik

Kadang-Kadang (KK) 3 Cukup Baik

Jarang (JR) 2 Kurang Baik

Langkah kedua, pengolahan data dilakukan dengan beberapa proses;

a) menentukan arti atau makna setiap item instrument dan membuat kesimpulan berdasarkan arti jawaban responden dengan teliti dan sistematis serta menghubungkan keseluruhan dengan menggunakan rumus Weighted Means

Scores (WMS), sebagai dikemukakan Sudjana (2005;67) sebagai berikut :

=

Keterangan :

=Skor rata-rata yang dicari

Xi = Jumlah skor gabungan (hasil frekuensi dengan bobot nilai untuk setiap alternatif jawaban

N = Jumlah responden

b) Dilanjutkan dengan menghitung persentase masing-masing indikator menggunakan rumus persentase (%) sebagai berikut:

x 100% selanjutkan di konversikan ke formula X = x 100% Keterangan : P = persentase

X = Rata-rata F = Frekuensi

N = Jumlah Responden (F.X) = Jumlah skor kategori jawaban

c) Peneliti mengkolerasikan dengan tolak ukur pemberian makna untuk setiap alternatif jawaban responden sesuai dengan criteria yang sudah ada. Sehingga untuk mengetahui Efektivitas kebijakan PRODIRA dan Partisipasi masyarakat konteks budaya huyula dalam pembiayaan pendidikan, peneliti menggunakan kriteria sebagai berikut 86-100%=sangat baik, 76-85% = baik, 60-75% = cukup, 45-59% = kurang baik dan < 45% = sangat tidak baik.

Langkah selanjutnya melakukan analisis deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi mengenai data pada variabel yang akan diteliti yaitu efektivitas kebijakan PRODIRA dengan indikator, keselarasan kebijakan PRODIRA, target capaian, pengelolaan, kepengawasan PRODIRA dan variabel partisipasi masyarakat konteks budaya huyula dalam pembiayaan pendidikan dengan indikator, mensikapi kebijakan PRODIRA, Kesadaran pembiayaan pendidikan tanggungjawab bersama, tolong menolong jadi budaya masyarakat (local wisdom), dan keaktifan berpartisipasi. Adapun proses analisis deskriptif yang dilakukan adalah;

a. Membuat distribusi frekuensi skor masing-masing variabel

b. Perhitungan nilai kecendrungan sentral dan standar deviasi nilai variabel X dan Y guna untuk mengetahui kecendrungan persepsi stakeholder pendidikan di SMA/SMK dan MA se Provinsi Gorontalo tentang efektivitas kebijakan PRODIRA dan kontribusinya terhadap partisipasi masyarakat konteks budaya huyula dalam pembiayaan pendidikan di provinsi Gorontalo..

c. Pengujian persyaratan analisis uji normalitas dan uji homogenitas, uji independensi variabel bebas dan uji linearitas.

d. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis korelasi, regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial. Semua pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 0,05% atau = α = 0,05. Dengan \ketentun sebaga berikut ”

1) Analisis korelasi sederhana, dilakukan untuk mengetahui besarnya ry1, r2y1. 2) Analisis Regresi sederhana, dilakukan untuk mengetahui kontribusi variabel

efektivitas kebijakan PRODIRA (X) terhadap partisipasi masyarakat konteks budaya huyula dalam pembiayaan pendidikan di Provinsi Gorontalo (Y)

2. Kualitatif (Tahun Kedua 2018)

Sedangkan pada tahap kedua (2018) penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai metode primer, analisis data yang digunakan adalah model interaktif mengadaptasi pendapat Miles & Huberman, 1994;12) menempuh tiga langkah, yaitu; a) reduksi data, b) penyajian data, dan c) penarikan kesimpulan/verifikasi, sebagaimana dijelaskan dalam gambar 3.2 dibawah

Gambar 4.3. Komponen-komponen Analisis Data Model Interaktif, diadaptasi dari Miles & Huberman (1994:12).

Pengumpulan data Penyajian data Reduksi data Kesimpulan-Kesimpulan: Penarikan/Verifikasi

Pengkodean dibuat berdasarkan; fokus penelitian, teknik pengumpulan data, sumber data, dan lokasi penelitian.Pengkodean yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 4.11 di bawah ini.

Tabel 4.11 Sistem Pengkodean Analisis Data

No. Aspek Pengkodean Kode

1 Fokus Penelitian:

 keselarasan reulasi dan tujuan kebijakan pembiayaan PRODIRA  Target Capaian Kebijakan PRODIRA

 Pengelolaan Kebijakan PRODIRA  Kepengawasan Kebijakan PRODIRA

 Dinamika Partisipasi Masyarakat dalam Pembiayaan

 Hambatan Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam pembiayaan Pendidikan  Model Pengembangan Partisipasi masyarakat

KES TAR KEL KEP DIN HAM MOD 2

Teknik Pengumpulan Data:  Wawancara  Observasi  Dokumentasi W O D 3 Sumber Data:  Kepala Sekolah  Guru  Bendahara sekolah  Komite Sekolah

 Dinas Pendidikan Provinsi  Dinas Pendidikan Kabupaten  Dinas Pendidikan Kota

KS G BS KoSe DPP DPKa DPKo Pengkodean tersebut digunakan dalam kegiatan analisis data.Kode fokus penelitian digunakan untuk mengelompokkan data hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Kemudian, pada bagian akhir catatan lapangan/transkrip wawancara dicantumkan; kode lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, sumber data, tanggal, bulan dan tahun.

Contoh penerapan kode dan cara membacanya adalah sebagai berikut:

Kota

Wawancara

Kepala Sekolah/Komite Tanggal, bulan dan tahun