• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

2. Analisis Data

Berdasarkan data hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan melakukan analisis data untuk mendeskripsikan tentang data hasil penelitian penerapan strategi card sort pada pembelajaran tematik kelas IV, V, dan VI yang meliputi analisis perencanaan, analisis pelaksanaan, dan analisis evaluasi.

Dari beberapa kali observasi, penulis dapat menganalisis terhadap data yang diperoleh dari penelitian terkait efektifitas penggunaan strategi card sort pada pembelajaran tematik kelas IV, V, dan VI di UPT SPF SD Inpres Parang Kecamatan Mamajang Kota Makassar dengan tema 3 subtema 2 pembelajaran 2 materi tentang hak dan kewajiban terhadap makhluk hidup

dengan aspek PPKn dan SBdP untuk kelas IV, tema 3 subtema 2 pembelajaran 5 materi tentang tempat hidup dan ciri khusus hewan dengan aspek IPS dan SBdP untuk kelas IV. Tema 4 subtema 1 pembelajaran 1 materi tentang peredaran darahku sehat dengan aspek IPA dan Bahasa Indonesia untuk kelas V, tema 4 subtema 1 pembelajaran 6 materi interaksi manusia dengan aspek IPS dan PPKn untuk kelas V. Tema 4 subtema 1 pembelajaran 1 materi tentang sikap hidup hemat listrik dengan aspek Bahasa Indonesia dan IPA untuk kelas VI, tema 4 subtema 1 pembelajaran 4 materi mencintai produk Indonesia dengan aspek PPKn dan Bahasa Indonesia untuk kelas VI adalah sebagai berikut:

a. Analisis Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan merupakan kegiatan untuk mempersiapkan sesuatu, demi tercapainya suatu tujuan pembelajaran dengan upaya-upaya yang dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dari observasi yang dilakukan penulis, perencanaan atau persiapan yang dilakukan oleh Ibu Ridha, Ibu Zulfieyantie, dan Ibu Wahyuni Antasari dengan pembelajaran tematik antara lain mereka mempersiapkan waktu dan tempat pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berikut dengan isi RPP yang meliputi tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran, metode dan strategi pembelajaran, yang sesuai dengan materi yang akan diberikan kepada peserta didik kemudian sumber belajar serta program evaluasi dan tindak lanjut yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik

sehingga pembelajaran akan semakin terarah dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam menyiapkan materi pembelajaran tematik guru mempersiapkan LKS Tematik, buku cetak MBP (Modul Belajar Praktis) dan referensi buku lain serta yang berkaitan dengan subtema dan pembelajarannya.

b. Analisis Pelaksanaan Pembelajaran

Hal yang terpenting sebelum mengajar adalah guru mempersiapkan suatu materi pembelajaran. Selain itu, guru juga harus menguasai materi yang akan diajarkan. Tanpa penguasaan materi, guru tidak akan bisa menyampaikan materi tersebut secara maksimal. Materi yang akan disampaikan adalah tema 3 subtema 2 pembelajaran 2 materi tentang hak dan kewajiban terhadap makhluk hidup dengan aspek PPKn dan SBdP untuk kelas IV dan tema 3 subtema 2 pembelajaran 5 materi tentang tempat hidup dan ciri khusus hewan dengan aspek IPS dan SBdP untuk kelas IV. Tema 4 subtema 1 pembelajaran 1 materi tentang peredaran darahku sehat dengan aspek IPA dan Bahasa Indonesia untuk kelas V dan tema 4 subtema 1 pembelajaran 6 materi interaksi manusia dengan aspek IPS dan PPKn untuk kelas V. Tema 4 subtema 1 pembelajaran 1 materi tentang sikap hidup hemat listrik dengan aspek Bahasa Indonesia dan IPA untuk kelas VI dan tema 4 subtema 1 pembelajaran 4 materi mencintai produk Indonesia dengan aspek PPKn dan Bahasa Indonesia untuk kelas VI.

c. Analisis Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi dalam proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, karena digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang telah diberikan. Sebenarnya, seorang guru dalam menerapkan sebuah strategi pembelajaran tidak hanya diukur dari nilainya saja, tetapi juga mengacu pada kriteria evaluasi dalam mengefektifitaskan penggunaan strategi pembelajaran, seperti membuat laporan tentang kegiatan belajar yang baru dilaksanakan.

Evaluasi tahap ini sebenarnya dilakukan dengan pre-tes dan post-test.

Untuk pre-tes guru menggunakan beberapa soal evaluasi seperti tes pilihan ganda, isian, dan jawaban singkat guna mengukur sejauh mana kemampuan peserta didik dalam mengingat materi yang telah diajarkan oleh guru baik teknik pemberian tugas untuk perorangan atau kelompok yang dikerjakan di sekolah maupun berbentuk tugas rumah atau PR.

Sedangkan untuk post-test guru juga bisa menggunakan soal evaluasi seperti pilihan ganda, isian, dan jawaban singkat, atau guru juga bisa melakukan penilaian dengan melihat keaktifan peserta didik saat berdiskusi dengan teman sekelompoknya dalam menjawab suatu permasalahan selama kegiatan berlangsung.

Dari hasil observasi yang dilakukan oleh penulis, guru kelas IV, V, dan VI di UPT SPF SD Inpres Parang sudah melaksanakan evaluasi strategi pembelajaran card sort, yaitu dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Serta memberikan penguatan pada materi tersebut.

Evaluasi yang dilakukan guru diakhir pembelajaran adalah memberikan soal kepada siswa sesuai apa yang telah disampaikan.

Berdasarkan hasil dari wawancara dilakukan kepada pendidik kelas tinggi di UPT SPF SD Inpres Parang. Wawancara yang diberikan kepada pendidik ada beberapa pertanyaan mengenai strategi card sort pada pembelajaran tematik. Berikut pemaparan beberapa pertanyaan mengenai wawancara dengan pendidik kelas tinggi yaitu Ibu Ridha, S.Pd. Ibu Zulfieyantie, S.Pd. dan Wahyuni Antasari, S. Pd. Peneliti mengambil hasil wawancara pada guru kelas IV. Pendidikan merupakan suatu proses komunikasi antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran yang disampaikan berupa isi/ajaran yang secara seimbang agar tujuan dari pendidikan tersebut dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang di inginkan.

Pertanyaan pertama yaitu Apakah dengan penggunaan strategi Card sort ini lebih mudah dipaham oleh siswa atau tidak . Wawancara yang

dilakukan oleh penulis dengan seorang pendidik pada tanggal 16 oktober 2021. Ibu Ridha , S.Pd. menuturkan bahwa:

“Iya mudah karna sebelumnya saya sudah menguasai materi yang akan saya ajarkan kepada pesrta didik saya dan cara saya menjelaskan materi itu lebih rincih shingga pesrta didik saya itu bisa paham pada materi yang saya berikan”.

Jawaban hampir sama yang diberikan oleh Ibu Zulfieyantie, S.Pd. dan Wahyuni Antasari, S. Pd.

Pada pertanyaan kedua yaitu, apakah dengan menerapkan strategi card sort dapat meningkatkan hasil belajara siswa khususnya pada

pembelajaran temati. Ibu Ridha , S.Pd. menuturkan bahwa:

“Iya, karna peserta didik itu menjadi lebih aktif sehingga proses pemblajaran itu menjadi hidup dan peserta didik juga bisa saling mengeluarkan pendapatnya masing-masing dan saling kerjasama dalam memecahkan suatu masalah.”

Pada pertanyaan ketiga yaitu, hal-hal apa yang perlu dipersiapan sebelum menerapkan strategi Card sort pada pembelajaran tematik agar tujuan pembelajaran tercapai. Ibu Ridha , S.Pd. menuturkan bahwa:

“Hal-hal yang saya persiapkan ketika akan mengajar terutama waktu dan tempat itu sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, kemudian silabus dan RPP itu tidak lupa saya selalu mempersiapkan sehari sebelum saya mengajar, kemudian saya mempersiapkan matri dan media/strategi yang akan saya gunakan ketika mengajar itu juga harus disesuaikan dengan materi yang kita ajarkan”.

Wawancara dengan peserta didik dan kepsek sebagai informan Ibu UPT SPF SD Inpres Parang. Apa hambatan yang didapat sehingga belum diterapkannya strategi card sort dan Selama proses mengajar di SD Inpres Parang apa saja hambatan yang dihadapkan oleh guru disetiap kelas? Ibu Hj. Hasnah, S.Pd menyatakan :

“Yang pertama adanya pembatasan kehadiran yang disebabkan karna proses belajar mengajar di SD Inpres Parang masih melalui BDR

(belajar dari rumah) dan hambatan, hampir sama yah yaitu sama-sama diakibatkan karna pembelajaran masih dilaksanakan secara daring”.

Pertanyaan yang diberikan oleh salah satu peserta didik yaitu Kesulitan apa yang kamu temui dalam mengikuti pembelajaran tematik dan apa yang menarik dalam pembelajaran tematik dengan menggunakan strategi card sort?

“Pada saat mencari teman, karena ingin berkelompok sama teman sangat susa saat mendapatkan kartunya kita juga belajar sambil bermain dan bisa saling berkomunikasi sama temanku.”

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan seorang pendidik dan peserta didik di atas, maka dapat penulis pahami bahwa persiapan yang dilakukan dalam penerapan strategi card sort ialah, menyiapkan materi pembelajaran, menyiapkan RPP, buku paket, dan menyiapkan potongan kertas berisikan pokok materi serta peserta didik diperintahkan mengatur posisi tempat duduk sesuai kelompok peserta didik juga merasa tidak bosan atau jenuh saat pembelajaran berlangsung.

B. Pembahasan

Berdasarkan pada hasil penelitian maka diuraikan pembahasan hasil penelitian yang terdapat pengaruh terhadap hasil belajar siswa setelah menggunakan strategi card sort. Melihat hasil belajar siswa dapat dikatakan bahwa penggunaan strategi card sort lebih efektif dibandingkan dengan sebelum diterapkannya strategi card sort, hal ini berarti pembelajaran dengan menggunakan strategi card sort membantu siswa untuk mencapai nilai ketuntasan

dan keaktifan siswa. Di lihat dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Atik Nurhidayah (2015) tentang keefektfan strategi card sort dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas III di Sekolah Dasar Negeri Pekauman 2 kota tegal. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa hasil pembelajaran IPS yang diperoleh pada kelas yang menerapkan strategi card sort lebih tinggi dari hasil belajar IPS pada kelas yang menerapkan pembelajaran biasa. Di lihat juga pada penelitian yang dilakukan oleh Kurniawati (2016) tentang pengaruh penggunaan strategi card sort dengan media gambar terhadap hasil belajar IPS kelas V SDN 1 Taruban Nogosari dan hasil belajar dengan menerapkan strategi card sort lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa pada kelas yang menerapkan pembelajaran biasa.

Penggunaan strategi card sort pada penelitian ini terlihat pengaru hasil belajar tematik siswa terhitung sejak pertemuan pertama hingga terakhir dengan lima aspek yang terdiri dua sampai tiga aspek dalam satu pembelajaran yang diamati memenuhi kriteria efektif dengan menggunakan evaluasi berupa pretes dan postest. Siswa memberi respon positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan strategi card sort, strategi permainan seperti ini mempengaruhi antusias siswa dalam mencari/memilih kartu yang disediakan. Hal penting lain yang diperoleh dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh yang signifikan pada pembelajaran tematik. Pada pembelajaran tematik untuk indikator keaktifan belajar ini dapat mencapai kriteria tinggi karena adanya langkah dalam strategi ini. Langkah yang dimaksud adalah langkah pertama dalam strategi card sort, yaitu tahap pembentukan kelompok di dalam kelas. Pada fase ini, guru membagikan kartu yang gunanya untuk mebentuk kelompok-kelompok kecil

beranggota 3-5 orang siswa. Fungsi kelompok di sini adalah untuk mengarahkan semua anggota untuk belajar mengkaji materi yang disampaikan oleh guru, berdiskusi, membantu anggotanya sehingga mereka secara kelompok nantinya siap untuk mengikuti proses pembelajaran di kelas. Langkah selanjutnya yaitu memulai pembelajaran dengan menggunakan strategi card sort, dimana siswa untuk terlibat langsung dalam mempelajari dan memahami suatu materi secara berkelompok dengan tahapan-tahapan berpikir melalui bahan bacaan, berkomunikasi dalam diskusi kelompok, membuat ringkasan dan menyimpilkan yang dibantu oleh guru. Setelah proses tersebut dilaksanakan terlihat bahwa penggunaan strategi card sort mendapat respon yang baik dari siswa.

Berdasarkan uraian di atas, proses pembelajaran strategi card sort yang diterapkan ternyata dapat dibuktikan bahwa strategi card sort mampu membuat siswa aktif dan mandiri dalam proses pembelajaran baik secara individu maupun kelompok karena ada proses pembelajaran dengan menggunakan strategi card sort siswa diberikan kesempatan setiap kelompok untuk merumuskan pendapat

mereka yang dikembangkan, sehingga kemandirian siswa tersebut dapat berkembang dan juga bisa menggali informasi dari berbagai informasi yang relevan. Kegiatan-kegiatan siswa tersebut berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa.

60 BAB VI PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari simpulkan bahwa strategi card sort lebih efektif dalam penerapan pembelajaran tematik di UPT SPF SD

Inpres Parang. Efektifitas penggunan strategi card sort ini pada pembelajaran tematik di kelas tinggi dengan meliputi tiga tahap pembelajaran yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Strategi card sort digunakan agar terciptanya proses kegiatan pembelajaran yang aktif sehingga membuat peserta didik dapat lebih antusias dan semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.

Selain itu, akan melatih perkembangan peserta didik dalam bekerja sama, berdiskusi, menyampaikan pendapat dan berani menjawab pertanyaan atau sanggahan, serta memiliki rasa tanggung jawab yang merupakan tugas bersama.

Dengan menggunakan strategi pembelajaran ini, membuat peserta didik lebih mudah memahami materi guna mencari pasangan kartu yang sesuai dengan kartunya, sehingga tidak mudah lupa dengan materi pelajaran, serta mudah untuk berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran tematik yang dilaksanakan dengan baik.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, diajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi seluruh guru UPT SPF SD Inpres Parang kecamatan mamajang Kota Makassar, disarankan agar menerapkan strategi card sort untuk meningkatkan minat dan keaktifan siswa.

62

2. Bagi guru, kelas lebih memperhatikan dan memberi motivasi kepada peserta didik yang terlihat tidak begitu semangat dan peserta didik yang pendiam.

3. Bagi siswa, harus membangun kesadaran diri, siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompoknya, siswa harus mengungkapkan pendapatnya didalam kegiatan pembelajaran.

4. Bagi peneliti, agar diadakan peneliti yang sejenis, diharapkan mampu mengembangkan dan memperkuat strategi ini agar siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan sehingga dapat meningkatkan keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah.

62

Dokumen terkait