• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Proses Pengembangan

C. Analisis Data

Analisis data didasarkan pada kriteri produk, yaitu valid, praktis, dan efektif, yang dijelaskan sebagai berikut :

1. Analisis Data Validitas

Berdasarkan angket penilaian validitas yang diberikan kepada validator terhadap media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket book berbasis K-13 terdapat 3 variabel penilain, yaitu validitas isi, validitas konstruksi/media, serta validitas bahasa. Ketiga variabel dijelaskan dalam beberapa pernyataan.

Nilai setiap indikator validasi pocket book fisika berbasis K-13 untuk peserta didik kelas VII, VIII, dan IX dapat ditentukan dari nilai rata-rata semua pernyataan. Ketiga indikator media pocket book fisika berbasis K-13 meliputi: 1) Kelayakan isi, 2) kelengkapan dan kegrafisan media pembelajaran, 3) Penggunaan bahasa, dapat diperlihatkan pada Tabel 4.11

Tabel 4.11. Nilai Rata-rata oleh 5 orang validator untuk Setiap Indikator

No Indikator Nilai

Rata-rata

Kategori

1 Kelayakan isi 90 % Sangat Valid

2 Kegrafisan dan kelengkapan media

86.6 % Sangat Valid 3 Penggunaan bahasa 96.6 % Sangat Valid

Dari data di atas diperoleh hasil bahwa pocket book berbasis K-13 untuk peserta didik di SMP/MTs termasuk kategori sangat valid. Hasil analisis validasi oleh validator diperoleh nilai validitas pocket book fisika berbasis K-13 adalah 91.06 %. Oleh sebab itu, maka pocket book berbasis K-13 layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sesuai yang diungkapkap oleh Sugiyono dan Nieveen. Menurut Sugiyono (2012) valid berarti sesuai dengan yang seharusnya. Sedangkan menurut Nieveen (2013) valid berarti pernyataan sudah sesuai dengan kebutuhan dan komponennya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pocket book berbasis K-13 layak digunakan di SMP/MTs karena sudah sesuai dengan kelayakan isi, kegrafisan dan kelengkapan media, serta penggunaan bahasa yang telah dinilai oleh 5 orang validator.

2. Analisis Data Praktikalitas

Hasil praktikalitas oleh 3 orang pendidik di MTsN 2 Pesisir Selatan dan 2 orang pendidik di SMPN 1 Painan terhadap media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket book berbasis K-13. Hasil angket respon peserta didik yang diisi oleh 10 orang peserta didik kelas IX MTsN 2 Pesisir Selatan terhadap media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket

book berbasis K-13. Hasil angket respon peserta didik yang diisi oleh 28

orang peserta didik kelas IX MTsN 2 Pesisir Selatan terhadap media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket book berbasis K-13.

Untuk mendapatkan nilai akhir dari praktikalitas media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket book berbasis K-13 ditentukan

dari nilai rata-rata dari Uji efektivitas yaitu: a. Uji praktikalitas pendidik, b. Uji coba skala kecil, c. Uji coba skala besar, yang dapat dilihat dari Tabel 4.12.

Tabel 4.12 Nilai Rata-rata praktikalitas pocket book berbasis K-13

No Indikator Nilai

rata-rata indikator Kategori

1 Uji Praktikalitas Pendidik 96.4 % Sangat Prakttis 2 Uji coba skala kecil 88 % Sangat Praktis 3 Uji coba skala besar 94.63 % Sangat Praktis

Rata-rata 93.01 % Sangat Praktis

Dari data di atas diperoleh hasil bahwa pocket book berbasis K-13 untuk peserta didik di SMP/MTs termasuk kategori sangat praktis. Hasil analisis praktikalitas oleh validator diperoleh nilai praktikalitas pocket

book fisika berbasis K-13 adalah 93.01 %. Oleh sebab itu, maka pocket book berbasis K-13 mudah digunakan dalam proses pembelajaran. Hal

tersebut sesuai yang diungkapkap KBBI dan Nieveen. Menurut KBBI (2008) praktis berarti bersifat praktis, artinya mudah dan senang dalam pemakaiannya. Sedangkan menurut Nieveen (2013) praktis berarti kemudahan yang ada pada sebuah produk baik dalam mempersiapkan, menggunakan, menginterpresentasikan, atau memperoleh hasil maupun kemudahan dalam menyimpannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pocket

book berbasis K-13 mudah digunakan di SMP/MTs karena sudah sesuai

dengan kelengkapan dan kegrafisan media yang telah dinilai oleh 5 orang validator.

3. Analisis Data Efektifitas

Data yang diperoleh dari 28 orang peserta didik kelas IX MTsN 2 Pesisir Selatan di dapatkan hasil efektivitas penggunaan media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket book berbasis K-13 yang ditinjau dari aspek minat baca pesera didik menggunakan media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket book berbasis K-13. Hasil rata-rata uji efektivitas adalah 85.73 % .

Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa pocket book berbasis K-13 untuk peserta didik di SMP/MTs termasuk kategori sangat efektif. Oleh sebab itu, maka pocket book berbasis K-13 berhasil digunakan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sesuai yang diungkapkap Mulyasa dan Nieveen. Menurut Mulyasa (2007) efektif berarti apabila seluruh peserta didik dilibatkan secara aktif baik mental, fisik maupun sosial. Sedangkan menurut Nieveen (2013) efektif berarti bagaimana seseorang berhasil mendapatkan dan memanfaatkan metode belajar untuk mendapatkan hasil yang baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pocket book berbasis K-13 telah berhasil digunakan di SMP/MTs karena sudah sesuai dengan efektivitas minat baca peserta didik yang telah dinilai oleh 28 orang peserta didik kelas IX1 MTsN 2 Pesisir Selatan.

D. Pembahasan

1. Analisis Validitas Pocket Book Berbasis K-13

Berdasarkan hasil penilaian materi/isi yang terdapat di lampiran II.D diperoleh nilai 90 %. Menurut tabel validitas dari Riduwan dan

Sunarto (2010) nilai rentang 90 termasuk kategori sangat valid. Hal ini berarti media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi KI, KD, indikator pembelajaran, dan tujuan pembelajaran.

Berdasarkan Hasil Penilaian media/kontruksi yang terdapat di lampiran II.G diperoleh nilai 86,6 %. Menurut tabel validitas dari Ridwan dan Sunarto nilai rentang 86,6 termasuk kategori sangat valid. Hal ini berarti media pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi dari kriteria bentuk media.

Berdasarkan variabel bahasa yang terdapat di lampiran II.J diperoleh nilai 96,6 %. Menurut tabel validitas yang dimodifikasi dari Riduwan dan Sunarto (2010) nilai rentang 96,6 termasuk kategori sangat valid. Hal ini berarti media pembelajaran yang dikembangkan sudah sesuai dengan penggunaan bahasa dan EYD.

Analisis data dari angket uji validitas yang terdapat di lampiran II didasarkan kepada tiga aspek yaitu materi/isi, media/kontruksi, dan bahasa.hasil analisis data menunjukkan media pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 91,06 %. Menurut tabel validitas dari Ridwan dan Sunarto nilai rentang 91,06 termasuk kategori sangat valid. Tabel hasil validitas di atas sesuai dengan Nieveen (2013) yaitu intervensi harus sesuai dengan kebutuhan, komponennya didasarkan pengetahuan (validitas isi dan validitas kontruksi). Media pembelajaran sudah memenuhi kriteria valid.

2. Analisi Praktikalitas Pocket Book Berbasis K-13

Berdasarkan uji praktikalitas pendidik media pembelajaran diberikan kepada 5 orang pendidik IPA diperoleh nilai 96,4 %. Menurut tabel praktikalitas dari Riduwan (2010) nilai rentang 96,4 termasuk kategori sangat praktis. Hal ini berarti media pembelajaran yang dikembangkan mudah digunakan oleh pendidik.

Berdasarkan uji praktikalitas peserta didik media pembelajaran pada uji skala kecil yang diberikan kepada 10 orang peserta didik kelas IX2 MTsN 2 Pesisir Selatan diperoleh nilai 88 %. Menurut tabel praktikalitas dari Ridwan dan Sunarto (2010) nilai rentang 88 termasuk kategori sangat praktis. Sedangkan pada uji skala besar yang diberikan kepada 28 orang peserta didik kelas IX2 MTsN 2 Pesisir Selatan diperoleh nilai 94,63 %. Menurut tabel praktikalitas dari Ridwan dan Sunarto (2010) nilai rentang 94,63 termasuk kategori sangat praktis. Hal ini berarti media pembelajaran yang dikembangkan mudah digunakan oleh peserta didik. Analisis data dari angket uji praktikalitas yang terdapat di lampiran III didasarkan kepada dua aspek yaitu kegrafisan dan kelengkapan media pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 93,01 %. Menurut tabel validitas yang dari Ridwan dan Sunarto (2010) nilai rentang 93,01 termasuk kategori sangat praktis, sesuai dengan Nieveen (2013) yaitu kepraktisan mengacu pada tingkat pengguna (atau pakar lainnya) mempertimbangkan intervensi dapat digunakan atau disukai dalam kondisi normal. Kepraktisan dilihat dari aspek kemudahan media pembelajaran digunakan

oleh pendidik dan peserta didik. Oleh sebab itu, media pembelajaran sudah memenuhi kriteria praktis.

3. Analisis Efektivitas Pocket Book Berbasis K-13

Analisis data dari angket uji efektifitas dari 28 orang peserta didik

kelas IX1 yang terdapat di lampiran IV.D, didasarkan kepada empat aspek yaitu ketertarikan terhadap media pembelajaran, katerlibatan/partisipasi, perhatian, dan perasaan senang diperoleh nilai rata-rata 85,73 %. Menurut tabel validitas dari Riduwan dan Sunarto (2010) nilai rentang 85,73 termasuk kategori sangat efektif, sesuai dengan Kamah, dkk (2002) minat baca adalah adanya perhatian atau kesukaan (kecendrungan hati) di dalam membaca. Hal tersebut juga sesuai dengan Nieveen (2013) yaitu dalam menciptakan kondisi belajar yang efektif maka hal yang harus diperhatikan adalah melibatkan peserta didik secara aktif dan menarik perhatian peserta didik. Oleh sebab itu, maka dapat disimpulkan bahwa minat baca peserta didik sangat efektif ketika menggunakan pocket book fisika.

E. Revisi Produk