HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Proses Pengembangan
1. Tahap Penelitian dan Pengumpulan Informasi Awal
Tahap penelitian dan pengumpulan informasi awal merupakan proses awal untuk mendapatkan informasi tentang tujuan dari pembelajaran, hal ini dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan pendidik di SMPN 1 Painan, pendidik di MTsN 2 Pesisir Selatan, dan peserta didik di MTsN 2 Pesisir Selatan tentang masalah yang dihadapi di kelas selama proses pembelajaran, baik itu masalah dari pendidik maupun dari peserta didik.
Adapun pengumpulan informasi meliputi:
a. Melakukan wawancara, analisis materi, dan analisis peserta didik 1) Melakukan wawancara dengan pendidik IPA dan Peserta Didik
Wawancara dengan pendidik IPA sebagai berikut:
Bapak DN, Pendidik Fisika di SMAN 1 Bayang, wawancara langsung, tanggal 14 Juli 2016 pukul 19:15 WIB, diperoleh :
“Bahwa kecendrungan peserta didik belajar/mencari informasi dari media elektronik yaitu google, Sehingga banyak kesalahan yang terjadi dalam memahami materi. Maka sebaiknya ada media yang dapat membantu belajar peserta didik sehingga tidak terjadi kesalahan yang berlanjut.”
Ibu ZN, Pendidik IPA di SMPN 1 Painan, wawancara langsung, tanggal 22 September 2016 pukul 15:40, diperoleh:
“Pada pembelajaran K-13 pendidik tidak terlalu banyak menjelaskan materi yang diajarkan tetapi peserta didik diharapkan untuk aktif dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, sebelum belajar di sekolah sebaiknya peserta didik dapat belajar di rumah terlebih dahulu. Selanjutnya, peserta didik juga sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal fisika karena kecendrungan peserta didik sulit memahami rumus-rumus fisika”.
Bapak IC, Pendidik IPA di MTsN 2 Pesisir Selatan, wawancara langsung, 10 Februari 2017 pukul 10:25, diperoleh :
“Peserta didik cendrung malas membawa buku cetak ke sekolah karena ukurannya yang besar. Selanjutnya, ketika peserta didik diminta untuk membaca buku cetak di rumah, hanya beberapa peserta didik yang mau membacanya di rumah”.
Wawancara dengan peserta didik di MTsN 2 Pesisir Selatan, sebagai berikut:
Peserta didik kelas VIII ananda NAP , wawancara langsung, pada tanggal 13 Februari pukul 10:00, diperoleh hasil:
“Pembelajaran fisika termasuk pembelajaran yang sulit karena banyak rumus yang sulit dipahami”.
Peserta didik kelas IX ananda HP, wawancara langsung, pada tanggal 13 januari pukul 10:30, diperoleh hasil:
“Saya sedikit malas membaca buku cetak yang berukuran besar karena penjelasan materi terlalu panjang dan terlalu tebal sehingga saya mudah bosan untuk membacanya”.
2) Analisis Materi
Materi yang terdapat di dalam pocket book berbasis K-13 berdasarkan kurikulum 2013 edisi revisi 2016. Terdiri dari materi IPA (Fisika) yang banyak menggunakan rumus yaitu kelas VII materi pengukuran, suhu, kalor, dan pemuaian. Kelas VIII materi gerak lurus, pesawat sederhana, dan tekanan. Kelas IX materi listrik (listrik statis dan listrik dinamis).
3) Analisis Peserta Didik
Berdasarkan analisis peserta didik diketahui peserta didik kelas IX MTsN 2 Pesisir Selatan pada umumnya rata-rata berusia 14 – 15 tahun. Menurut teori belajar Piaget anak yang berusia demikian berada pada tahap operasional formal. Pada periode ini anak dapat menggunakan operasi-operasi konkretnya untuk membentuk operasi yang lebih kompleks. Kemajuan utama anak selama periode ini adalah ia perlu berpikir dengan pertologan benda atau peristiwa konkret, dan ia mempunyai kemampuan untuk berpikir abstrak (Dahar, 2006).
Anak yang berusia 14-15 tahun tergolong generasi teknologi (generasi Z), Menurut Tapscott (2008) dalam Mahani dan Nazlinda generasi Z merupakan golongan yang lahir tahun 1998 hingga 2009. Sehingga anak/ peserta didik pada tingkat SMP/MTs sangat suka belajar melalui internet dan tidak suka belajar melalui buku yang berlembar-lembar dan besar. Tetapi kecendrungan peserta didik belajar melalui internet sangat sering terjadi kesalahan dalam pemahaman konsep. Oleh sebab itu, maka dibutuhkan media yang dapat membantu belajar peserta didik seperti pocket book Fisika. Tujuannya, agar tidak terjadi lagi kesalahan konsep dalam memahami materi fisika.
b. Melakukan tinjauan terhadap kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD)
Materi yang akan di bahas di kelas VII, VIII, dan IX terdapat dalam silabus di lampiran V. Kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) dapat dilihat dalam tabel 4.1.
Tabel 4.1 KD dan Indikator K-13
Kelas : VII
Kompetensi Dasar Indikator
3.1 Menerapkan konsep peng-ukuran berbagai besaran yang ada pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar serta pentingnya
3.1.4 Menjelaskan pengertian pengukuran 3.1.5 Membandingkan satuan baku dan
tidak baku
3.1.6 Memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran
3.1.7 Mengkonversi satuan dalam SI (Sistem Internasional)
3.1.8 Menjelaskan pengertian besaran pokok
Kompetensi Dasar Indikator
penggunaan satuan standar (baku) dalam pengukuran
3.1.9 Menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya 3.1.10 Menjelaskan pengertian besaran
turunan
3.1.11 Menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya 3.4 memahami konsep suhu, pe-muaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari ter-masuk me-kanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan
3.4.1 Menjelaskan definisi suhu 3.4.2 Menjelaskan berbagai jenis
termometer
3.4.3 Menentukan skala suhu dengan melakukan pengukuran suhu dan menggunakan termometer 3.4.4 Menjelaskan definisi pemuaian 3.4.5 Menjelaskan pengertian kalor
3.4.6 Mendeskripsikan hubungan ka-lor dengan suhu dan hubungan kalor dengan perubahan wujud
3.4.7 Menentukan macam-macam perpindahan kalor
Kelas: VIII
Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya terhadap gerak berdasarkan hukum Newton, dan penerapan-nya pada gerak benda dan gerak makhluk hidup
3.2.1 Menjelaskan tentang pengertian gerak lurus
3.2.2 Menjelaskan tentang macam-macam gerak
3.2.3 Menjelaskan tentang unsur-unsur dalam gerak
3.2.4 Menjelaskan tentang gerak lurus beraturan (GLB)
3.2.5 Menjelaskan tentang gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
3.2.6 Menjelaskan tentang pengaruh gaya terhadap gerak
3.2.7 Menjelaskan tentang Hukum Newton tentang gerak 3.3 Memahami konsep usaha, pesawat sederhana, dan penerapannya dalam ke-hidupan sehari-hari, serta hubungan-nya
3.3.1 Menjelaskan tentang konsep kerja/usaha
3.3.2 Mengidentifikasi jenis tuas serta menjelaskan keuntungan mekanik dari tuas tersebut
3.3.3 Mengidentifikasi jenis katrol serta menjelaskan keuntungan mekanik
Kompetensi Dasar Indikator
dengan kerja otot pada struktur rangka manusia
dari katrol tersebut
3.3.4 Mengidentifikasi jenis bidang miring serta menjelaskan ke-untungan mekanik dari bidang miring tersebut 3.3.5 Mengidentifikasi jenis roda berporos
serta menjelaskan ke-untungan mekanik dari roda berporos tersebut 3.8 Memahami
tekanan zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tekanan darah, osmosis, dan kapilaritas jaringan angkut pada tumbuhan
3.8.1 Menjelaskan konsep tekanan zat padat
3.8.2 Menjelaskan konsep serta macam- macam tekanan zat cair
3.8.3 Menjelaskan konsep tekanan zat udara/gas
Kelas: IX
Kompetensi Dasar Indikator
3.4 Memahami konsep listrik statis dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan hewan yang
mengandung listrik
3.4.1 Menjelaskan tentang konsep listrik statis
3.4.2 Menjelaskan tentang interaksi antara muatan listrik
3.4.3 Mengidentifikasi tentang gaya listrik 3.4.4 Mengidentifikasi tentang potensial
listrik
3.5 Menerapkan konsep rangkaian listrik, energi dan daya listrik, sumber energi listrik termasuk sumber energi listrik alternatif, serta berbagai upaya meng-hemat energi listrik
3.5.1 Menjelaskan tentang karakteristik rangkaian listrik (arus listrik, Hukum Ohm, Hukum I Kirchhoff, dan rangkaian listrik)
3.5.2 Menjelaskan tentang rumus energi listrik dan bentuk transmisi energi listrik
3.5.3 Menjelaskan tentang sumber-sumber energi listrik/ manfaat energi listrik dalam kehidupan sehari-hari 3.5.4 Menjelaskan cara/ upaya dalam
2. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan analisi tujuan yang ingin dicapai dari pengembangan media pembelajaran fisika dalam bentuk pocket book berbasis K-13, dan menyusun instrumen yang digunakan pada saat validasi produk dan uji coba produk.
a. Penyusunan Instrumen Penelitian
Penyusunan instrumen penelitian dimulai dari penyusunan instrumen penilaian instrumen penelitian, yaitu lembar penilian yang digunakan untuk penilai instumen penelitian yang digunakan terdiri dari, lembar validitas, lembar praktikalitas, dan lembar efektifitas. 1) Lembar Validasi Angket Validitas Media Pembelajaran
Lembar validasi angket validitas media pembelajaran pocket
book fisika berbasis K-13 terdiri dari 5 pernyataan. Lembar
validasi angket untuk penilaian validitas pocket book fisika dinilai oleh 3 orang validator. Format lembar validasi angket validitas
pocket book fisika berbasis K-13 secara lengkap dapat dilihat pada
Lampiran I.C.
2) Lembar Validasi Angket Praktikalitas Media Pembelajaran
Lembar validasi angket praktikalitas pocket book untuk pendidik dan peserta didik terdiri dari 5 pernyataan yang akan divalidasi oleh 3 orang validator. Format lembar validasi angket praktikalitas pocket book fisika dapat dilihat pada Lampiran I.F.
3) Lembar Validasi Angket Efektifitas Media Pembelajaran
Lembar validasi angket efektifitas media pembelajaran
pocket book berbasis K-13 terdiri dari 4 pernyataan yang akan
validasi oleh 3 orang validator. Format lembar validasi angket efektivitas pocket book fisika dapat dilihat pada Lampiran I.I. 4) Lembar Validasi Media Pembelajaran
Lembar instrumen validasi untuk penilaian validitas media
pocket book terdiri dari 3 variabel yaitu: validitas isi, validitas
konstruksi/media, dan validitas bahasa. Lembar validitas media pembelajaran pocket book fisika diisi oleh 2 orang ahli media, 2 orang ahli materi, dan 1 orang ahli bahasa. Format penilaian lembar validasi pocket book fisika dapat dilihat pada Lampiran II.C, II.F, II.I.
5) Lembar Praktikalitas Media Pembelajaran
Lembar penilaian yang digunakan untuk mengetahui kepraktisan media pembelajaran pocket book fisika untuk pendidik dan peserta didik terdiri dari 3 variabel yaitu: kemudahan dalam proses penggunaan, pemahaman konsep, dan materi. Lembar praktikalitas oleh pendidik diisi oleh 5 orang pendidik fisika dan lembar praktikalitas oleh peserta didik untuk uji skala kecil 10 orang peserta didik dan untuk uji skala besar diisi oleh 28 orang peserta didik. Format penilaian lembar praktikalitas untuk pendidik dapat dilihat pada Lampiran III.C. Format penilaian lembar
praktikalitas untuk peserta didik dapat dilihat pada Lampiran III.G, dan III.K.
6) Lembar Efektifitas Media Pembelajaran
Lembar efektifitas minat baca peserta didik terdiri dari 4 variabel, yaitu: ketertarikan peserta didik, perasaan senang peserta didik, perhatian peserta didik, pertisipasi peserta didik, serta keinginan dan kesadaran peserta didik. Lembar efektifitas diisi oleh 28 orang peserta didik. Format penilian lembar efektifitas dapat dilihat pada Lampiran IV.C.