• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode Penelitian

7. Analisis Data

Analisis data dilakukan terus menerus, setelah data diperoleh dari lapangan, seterusnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992:16-20) sebagai berikut:

a. Reduksi data

Reduksi data dilakukan dengan proses memilih data dan menyederhanakan. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian atau data lapangan dituangkan dalam uraian lengkap. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok dan kemudian difokuskan pada hal-hal penting. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru sosiologi, kepala dan wakil kepala sekolah, kemudian dibaca, dipelajari, ditelaah, dan direduksi dalam bentuk analisis yang terperinci serta dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. Reduksi data berjalan secara terus-menerus, baik pada saat pengumpulan data maupun sesudah membaca, mempelajari dan menelaah data yang diperoleh. b. Penyajian data

Dalam menyajikan data penulis melakukan secara terus-menerus berhati-hati agar data yang teruji tidak menimbulkan bias yang akhirnya dapat mengurangi kesahihan data yang terkumpul, penyajian data dilakukan dengan hati-hati sehingga penulis untuk mengambil kesimmpulan dan tindakan yang tepat sehingga akhirnya terkumpul benar-benar valid.

c. Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan adalah bagian dari suatu kegiatan konfigurasi untuk mendapatkan kebenaran mengenai keterampilan guru dalam pelaksanaan

pembelajaran sosiologi, penarikan kesimpulan dilakukan secara cermat dan bertahap dari kesimpulan sementara sampai pada kesimpulan terakhir, peneliti bersifat terbuka terhadap kesimpulan yang dapat sebelumnya. Kesimpulan dapat berupa pemikiran yang timbul dalam pemikiran peneliti ketika menulis dengan melihat kembali catatan lapangan dan membandingkan pernyataan yang diberikan kepada informan yang berbeda sehingga kesimpulan dapat sesuai dengan tujuan penelitian. Dari semua tahap tersebut serta berdasarkan pada informasi yang di dapat di lapangan dapat memberikan gambaran tentang keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sosiologi di SMA N se-Kabupaten Padang Pariaman.

BAB II

GAMBARAN UMUM SEKOLAH PENELITIAN 1. SMAN 1 Ulakan Tapakis

a. Letak Geografis Sekolah

SMAN 1 Ulakan Tapakis memiliki luas ± 2 Ha. Sekolah ini terletak di Jl. Syech Burhanudin No.17 Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, dan agak menjorok ke dalam, sehingga pelaksanaan proses pembelajaran tidak terganggu oleh kebisingan lalu lintas.

b. Visi dan Misi Sekolah

Visi sekolah SMAN I Ulakan Tapakis adalah “Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas berlandaskan iman dan taqwa.”

Misi sekolah adalah:

1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2) Membentuk siswa yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur 3) Membekali siswa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi

4) Mengembangkan minat dan bakat siswa sesuai dengan kondisi daerah

5) Berorientasi pendidikan masa depan yang sesuai dengan perkembangan zaman

6) Mewujudkan manusia yang berjiwa kebangsaan dan nasionalisme 7) Mempersiapkan siswa berkompetitif baik secara nasional maupun

internasioanal

c. Profil Guru Sosiologi SMAN 1 Ulakan Tapakis

Guru yang mengajar di SMAN 1 Ulakan Tapakis berjumlah 51 orang dan guru bidang studi sosiologi berjumlah 3 orang. Guru yang mengajar sosiologi yaitu Novalina, Maini haryati dan Jamilah.

Ibu Novalina SPd mempunyai latar belakang pendidikan Sosiologi UNP beliau sudah 27 tahun memegang bidang studi sosiologi tapi beliau merupakan guru baru di SMAN Ulakan Tapakis, yaitu mulai dari semester Juli-Desember 2012 (lebih kurang 3 bulan). Beliau merupakan tenaga guru dari SMAN 4 Padang hal ini dilakukan untuk memenuhi jam dalam rangka sertifikasi guru dan juga kurangnya tenaga pengajar sosiologi di SMAN 1 Ulakan Tapakis.

Ibu Maini Haryati memegang bidang studi sosiologi selama 27 tahun yaitu dari tahun 1985 sampai sekarang. Tetapi beliau mengajar di SMAN Ulakan Tapakis terhitung dari semester Juli-Desember tahun ajaran 2012/2013 (lebih kurang 3 bulan) Latar belakang pendidikan beliau adalah sosiologi UNP. Ibu Maini ini juga berasal dari SMAN 4 Padang Hal ini dilakukan untuk memenuhi jam dalam rangka sertifikasi guru dan juga kurangnya tenaga pengajar sosiologi.

Ibu Jamilah telah memegang bidang studi sosiologi selama 5 tahun yaitu dari tahun 2008 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah D3 sosiologi Unand. Ibu Jamilah hanya memegang satu bidang studi sosiologi saja. Hal ini dilakukan karena dia belum sertifikasi.

d. Kurikulum dan Sarana Penunjang

Sarana yang dimiliki belum cukup lengkap, mulai dari jumlah dan kwalifikasi tenaga kependidikan yang belum sesuai dengan kebutuhan. Selain

kondisi tersebut kondisi yang mendukungnya antara lain seluruh tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis telah memenuhi kualifikasi pendidikan dimana hampir 99% adalah lulusan strata satu dan 1% lulusan diploma, semuanya mengajar berdasarkan kualifikasi lulusannya terkecuali sosiologi. Bahan ajar berupa Buku Penunjang baru 75%, peralatan Pusat Sumber Belajar (TIK) belum mencukupi.

Sedangkan prasarana yang dimiliki SMAN 1 Ulakan Tapakis adalah ruang belajar yang cukup, sudah memiliki tempat ibadah, tetapi tempat ibadah tersebut sedang direnovasi karena tempat ibadah yang lama diperbaharuhi menjadi ruangan majelis guru dan kepala sekolah, jumlah WC siswa belum mencukupi. Memiliki 1 ruang labor IPA yang digunakan untuk praktek IPA (Kimia, Fisika dan Biologi). Tetapi peneliti melihat fasilitas labor belum lengkap karena labor tersebut baru selesai direnovasi.

Kurikulum yang digunakan di SMAN 1 Ulakan Tapakis adalah kurikulum KTSP yang merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dimana semua guru telah membuat administrasi pembelajaran tetapi masih belum mengacu pada administrasi yang ideal terutama ketika diberlakukannya KTSP.

Pemanfaatan media pembelajaran yang berbasis teknologi dalam proses pembelajaran belum cukup optimal. Hal ini terjadi karena guru masih banyak

yang belum mengetahui dan memahami strategi dan model-model pembelajaran. Selain itu, buku-buku referensi sebagai bahan rujukan belum mencukupi kebutuhan, peneliti juga melihat guru lebih berpedoman pada LKS.

Dokumen terkait