• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KETERAMPILAN GURU DALAM PELAKSANAAN

2. Kegiatan Inti

b. Elaborasi c. Konfirmasi 3. Penutup a. Membuat rangkuman b. Melakukan penilaian c. Umpan balik d. Tindak lanjut e. Rencana pembelajaran berikutnya Permendiknas No.41 tahun 2007

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengkaji keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran Sosiologi pada SMAN di Kabupaten Padang Pariaman adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan untuk melihat yang sebenarnya dan menggambarkan secara mendalam sejauhmana Keterampilan Guru dalam Pelaksanaan pembelajaran Sosiologi di SMAN di Kabuptaten Padang Pariaman. Sedangkan Tipe Penelitian adalah evaluatif, yaitu merupakan penelitian untuk menjawab apakah suatu program terlaksana. Adapun tujuan penelitian evaluatif adalah mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan, apakah program dilaksanakan sebagaimana mestinya dan apakah tujuannya tercapai sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses pelaksanaan pembelajaran.

2. Lokasi penelitian

Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMAN se-Kabupaten Padang Pariaman. Kabupaten Padang Pariaman mempunyai 15 SMA negeri dan 4 SMA swasta. Mengingat tempat, waktu dan biaya penelitian ini hanya dilaksanakan di 5 SMA Negeri Kabupaten Padang Pariaman yaitu SMAN 1 Ulakan Tapakis, SMAN 1 Enam Lingkung, SMAN 1 Nan Sabaris, SMAN 2x11 Enam Lingkung dan SMAN 1 Batang Anai. Alasan pemilihan lokasi ini sebagai tempat penelitian didasarkan pada pertimbangan di antaranya: karena latar belakang pendidikan guru sosiologi di SMA Negeri Kabupaten Padang Pariaman umumnya berasal dari latar belakang ilmu pendidikan yang berbeda. Selain itu Guru di SMA ini sudah

lama mengajar terlihat pada saat wawancara, peneliti mendapatkan informasi bahwa dari sembilan orang guru yang diteliti semuanya sudah mengajar selama 9-28 tahun. Dari sini dapat kita lihat bahwa guru sosiologi di SMAN Kabupaten Padang Pariaman pada umumnya sudah berpengalaman dalam mengajar Sosiologi.

3. Informan Penelitian

Informan adalah adalah orang yang dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Jadi, ia harus mempunyai banyak pengalaman tentang latar penelitian. Teknik pemilihan informan adalah purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu informan ditetapkan secara sengaja oleh peneliti. Teknik ini digunakan karena dalam penelitian ini peneliti sudah mengetahui informan. Setelah dilakukan penelitian jumlah informan penelitian ini adalah 2 orang guru sosiologi dan 2 orang siswa SMAN 1 Ulakan Tapakis, 2 orang guru sosiologi dan 2 orang siswa SMAN 1 Enam Lingkung, 2 orang guru sosiologi dan 2 orang siswa SMAN 1 nan sabaris, 1 orang guru sosiologi dan 2 orang siswa SMAN 2x11 Enam Lingkung, 2 orang guru sosiologi dan 1 orang siswa SMAN 1 Batang Anai. jadi semuanya berjumlah 18 orang yang mana guru yang di teliti semuanya berjumlah 9 orang dan siswa berjumlah 9 orang. Alasan memilih 18 orang informan karena, peneliti perlu informasi dan jawaban lebih dalam dari informan. 4. Jenis dan Sumber Data

Sumber dan teknik pengumpulan data dalam penelitian disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.

Data primer yaitu data yang diperoleh dari guru mata pelajaran sosiologi, dan siswa SMA N 1 Ulakan Tapakis, SMAN 1 Enam Lingkung, SMAN 1 Nan Sabaris, SMAN 2x11 Enam Lingkung dan SMAN 1 Batang Anai, melalui observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui studi pustaka berupa dokumen, buku yang relevan sesuai dengan obyek penelitian dan lain-lainnya yang sangat membantu dalam mengumpulkan data. 5. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilaksanakan oleh peneliti secara langsung melalui teknik observasi dan wawancara mendalam (indepth interview), pengumpulan data yang dilaksanakan pada penelitian ini sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi adalah teknik pengamatan dan pencatatan secara sistematik semua kegiatan yang diselidiki secara langsung. Teknik observasi digunakan untuk mengamati secara langsung tentang keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Observasi yang dilakukan adalah observasi terbatas. Observasi terbatas peneliti lakukan untuk mendapatkan data langsung dari informan dimana dalam observasi penulis bertindak sebagai partisipan pasif, penulis ikut berada di dalam kelas mengamati jalannya proses pembelajaran yang dilaksanakan guru tetapi penulis tidak ikut dalam kegiatan pembelajaran tersebut.

Pengumpulan data melalui observasi ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa lembaran observasi yang berisi hal-hal tentang keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sosiologi sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses pelaksanaan pembelajaran.

Penelitian ini terhitung mulai bulan 1 Oktober s/d 31 Desember 2012 di SMAN se-Kabupaten Padang Pariaman. Pada saat mencari informasi di lapangan, peneliti mengamati kegiatan yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran.

b. Wawancara

Wawancara digunakan dalam rangka memperoleh informasi secara langsung dari guru sosiologi, dan beberapa orang siswa tentang keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran Sosiologi. Wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth interview). Penulis terlebih dahulu mempersiapkan pedoman wawancara yang ditujukan kepada informan. Wawancara ini dilakukan secara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah berisikan pokok pertanyaan yang kemudian dikembangkan ketika wawancara berlangsung. Dalam teknik wawancara ini, peneliti menggunakan alat berupa catatan lapangan. Dengan demikian, diperoleh informasi yang detail dan dapat mengungkapkan data yang dibutuhkan.

Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan yang terbuka dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan idenya. Dalam hal ini penulis melakukan wawancara dengan guru dan siswa mata pelajaran sosiologi di SMAN Kabupaten Padang Pariaman. wawancara dilakukan dengan bertatap muka langsung dengan informan disekolah masing-masing. Setelah selesai wawancara penulis langsung menuliskan kembali hasil wawancara agar tidak hilang dan memudahkan untuk dianalisa. Dengan demikian, dapat diperoleh informasi yang detail dan dapat mengungkapkan data yang dibutuhkan.

Setelah selesai observasi, Penulis mewawancarai informan dengan cara langsung bertatap muka di sekolah. Wawancara dilakukan dengan santai dan bebas. Untuk lebih baik hasilnya penulis memilih waktu wawancara saat pergantian jam dan sehabis informan mengajar di lokal agar tidak mengganggu aktifitas informan. Setelah selesai wawancara peneliti lansung menuliskan kembali hasil wawancara tersebut agar tidak hilang dan memudahkan untuk dianalisa.

6. Validitas Data

Agar data yang diperoleh valid, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi data. Menurut Sugiyono (2008: 83) Teknik Triangulasi data adalah teknik pengumpulan data dari sumber data yang telah ada. Triangulasi data dilakukan dengan menyimpulkan data dari berbagai sumber dan metode yang berbeda. Teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang sama kepada informan yang berbeda.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber yaitu membandingkan hasil wawancara informan satu dengan informan yang lain. Data dari guru yang satu dibandingkan dengan data hasil wawancara dengan guru yang lain, kemudian data dari guru dibandingkan lagi dengan data siswa. Data dari hasil wawancara tersebut peneliti ambil yang tidak sesuai dengan prosedur Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses pelaksanaan pembelajaran. Data sudah dianggap valid apabila sudah terdapat jawaban yang relatif sama dari berbagai informan.

7. Analisis Data

Analisis data dilakukan terus menerus, setelah data diperoleh dari lapangan, seterusnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1992:16-20) sebagai berikut:

a. Reduksi data

Reduksi data dilakukan dengan proses memilih data dan menyederhanakan. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian atau data lapangan dituangkan dalam uraian lengkap. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok dan kemudian difokuskan pada hal-hal penting. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru sosiologi, kepala dan wakil kepala sekolah, kemudian dibaca, dipelajari, ditelaah, dan direduksi dalam bentuk analisis yang terperinci serta dikelompokkan sesuai dengan bidangnya. Reduksi data berjalan secara terus-menerus, baik pada saat pengumpulan data maupun sesudah membaca, mempelajari dan menelaah data yang diperoleh. b. Penyajian data

Dalam menyajikan data penulis melakukan secara terus-menerus berhati-hati agar data yang teruji tidak menimbulkan bias yang akhirnya dapat mengurangi kesahihan data yang terkumpul, penyajian data dilakukan dengan hati-hati sehingga penulis untuk mengambil kesimmpulan dan tindakan yang tepat sehingga akhirnya terkumpul benar-benar valid.

c. Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan adalah bagian dari suatu kegiatan konfigurasi untuk mendapatkan kebenaran mengenai keterampilan guru dalam pelaksanaan

pembelajaran sosiologi, penarikan kesimpulan dilakukan secara cermat dan bertahap dari kesimpulan sementara sampai pada kesimpulan terakhir, peneliti bersifat terbuka terhadap kesimpulan yang dapat sebelumnya. Kesimpulan dapat berupa pemikiran yang timbul dalam pemikiran peneliti ketika menulis dengan melihat kembali catatan lapangan dan membandingkan pernyataan yang diberikan kepada informan yang berbeda sehingga kesimpulan dapat sesuai dengan tujuan penelitian. Dari semua tahap tersebut serta berdasarkan pada informasi yang di dapat di lapangan dapat memberikan gambaran tentang keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sosiologi di SMA N se-Kabupaten Padang Pariaman.

BAB II

GAMBARAN UMUM SEKOLAH PENELITIAN 1. SMAN 1 Ulakan Tapakis

a. Letak Geografis Sekolah

SMAN 1 Ulakan Tapakis memiliki luas ± 2 Ha. Sekolah ini terletak di Jl. Syech Burhanudin No.17 Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, dan agak menjorok ke dalam, sehingga pelaksanaan proses pembelajaran tidak terganggu oleh kebisingan lalu lintas.

b. Visi dan Misi Sekolah

Visi sekolah SMAN I Ulakan Tapakis adalah “Mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas berlandaskan iman dan taqwa.”

Misi sekolah adalah:

1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

2) Membentuk siswa yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur 3) Membekali siswa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi

4) Mengembangkan minat dan bakat siswa sesuai dengan kondisi daerah

5) Berorientasi pendidikan masa depan yang sesuai dengan perkembangan zaman

6) Mewujudkan manusia yang berjiwa kebangsaan dan nasionalisme 7) Mempersiapkan siswa berkompetitif baik secara nasional maupun

internasioanal

c. Profil Guru Sosiologi SMAN 1 Ulakan Tapakis

Guru yang mengajar di SMAN 1 Ulakan Tapakis berjumlah 51 orang dan guru bidang studi sosiologi berjumlah 3 orang. Guru yang mengajar sosiologi yaitu Novalina, Maini haryati dan Jamilah.

Ibu Novalina SPd mempunyai latar belakang pendidikan Sosiologi UNP beliau sudah 27 tahun memegang bidang studi sosiologi tapi beliau merupakan guru baru di SMAN Ulakan Tapakis, yaitu mulai dari semester Juli-Desember 2012 (lebih kurang 3 bulan). Beliau merupakan tenaga guru dari SMAN 4 Padang hal ini dilakukan untuk memenuhi jam dalam rangka sertifikasi guru dan juga kurangnya tenaga pengajar sosiologi di SMAN 1 Ulakan Tapakis.

Ibu Maini Haryati memegang bidang studi sosiologi selama 27 tahun yaitu dari tahun 1985 sampai sekarang. Tetapi beliau mengajar di SMAN Ulakan Tapakis terhitung dari semester Juli-Desember tahun ajaran 2012/2013 (lebih kurang 3 bulan) Latar belakang pendidikan beliau adalah sosiologi UNP. Ibu Maini ini juga berasal dari SMAN 4 Padang Hal ini dilakukan untuk memenuhi jam dalam rangka sertifikasi guru dan juga kurangnya tenaga pengajar sosiologi.

Ibu Jamilah telah memegang bidang studi sosiologi selama 5 tahun yaitu dari tahun 2008 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah D3 sosiologi Unand. Ibu Jamilah hanya memegang satu bidang studi sosiologi saja. Hal ini dilakukan karena dia belum sertifikasi.

d. Kurikulum dan Sarana Penunjang

Sarana yang dimiliki belum cukup lengkap, mulai dari jumlah dan kwalifikasi tenaga kependidikan yang belum sesuai dengan kebutuhan. Selain

kondisi tersebut kondisi yang mendukungnya antara lain seluruh tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Ulakan Tapakis telah memenuhi kualifikasi pendidikan dimana hampir 99% adalah lulusan strata satu dan 1% lulusan diploma, semuanya mengajar berdasarkan kualifikasi lulusannya terkecuali sosiologi. Bahan ajar berupa Buku Penunjang baru 75%, peralatan Pusat Sumber Belajar (TIK) belum mencukupi.

Sedangkan prasarana yang dimiliki SMAN 1 Ulakan Tapakis adalah ruang belajar yang cukup, sudah memiliki tempat ibadah, tetapi tempat ibadah tersebut sedang direnovasi karena tempat ibadah yang lama diperbaharuhi menjadi ruangan majelis guru dan kepala sekolah, jumlah WC siswa belum mencukupi. Memiliki 1 ruang labor IPA yang digunakan untuk praktek IPA (Kimia, Fisika dan Biologi). Tetapi peneliti melihat fasilitas labor belum lengkap karena labor tersebut baru selesai direnovasi.

Kurikulum yang digunakan di SMAN 1 Ulakan Tapakis adalah kurikulum KTSP yang merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dimana semua guru telah membuat administrasi pembelajaran tetapi masih belum mengacu pada administrasi yang ideal terutama ketika diberlakukannya KTSP.

Pemanfaatan media pembelajaran yang berbasis teknologi dalam proses pembelajaran belum cukup optimal. Hal ini terjadi karena guru masih banyak

yang belum mengetahui dan memahami strategi dan model-model pembelajaran. Selain itu, buku-buku referensi sebagai bahan rujukan belum mencukupi kebutuhan, peneliti juga melihat guru lebih berpedoman pada LKS.

e. Siswa SMAN 1 Ulakan Tapakis

Jumlah siswa di SMAN 1 Ulakan Tapakis adalah 630 orang siswa. Siswa ini terdiri dari: Kelas X: 228, Kelas XI: 211, Kelas XII: 201.

2. SMAN 1 Enam Lingkung a. Letak Geografis Sekolah

SMAN 1 Enam Lingkung merupakan salah satu sekolah yang terdapat di Kabupaten Padang Pariaman. Sekolah ini berlokasi di Jl. Padang-Bukittinggi kurang lebih 200 m dari jalan raya. Lingkungan sekolah relatif belum kondusif, karena masih satu lingkup dengan SMK. SMAN 1 Enam Lingkung memiliki luas tanah kurang lebih 3.000 m2. Sekolah ini didirikan pada tahun 1988 yang awalnya bernama SPG Lubuk Alung, kemudian mengalami beberapa tahap perubahan seperti SMAN 2 Lubuk Alung pada tahun 1989, SMAN 3 2X11 Enam Lingkung pada tahun 1993 dan SMU 2 2X11 Enam Lingkung pada tahun 2000. Barulah pada tahun 2005 sekolah ini berubah menjadi SMAN 1 Enam Lingkung.

b. Visi dan Misi Sekolah

Visi SMAN 1 Enam Lingkung yaitu ” Terwujudnya siswa berprestasi dan terampil dengan kinerja yang cermat dan teliti, beriman dan bertaqwa.”

Misi SMA Negeri 1 Enam Lingkung adalah:

1. Melaksanakan pembelajaran dengan bimbingan secara efektif. 2. Menumbuhkan semangat belajar berprestasi

3. Membentuk generasi yang cerdas, terampil, kreatif dan cinta terhadap tanah air.

4. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama, menjadi generasi yang beriman dan bertaqwa.

5. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan komite sekolah.

c. Profil Guru SMAN 1 Enam Lingkung

Guru yang mengajar di SMAN 1 Enam Lingkung berjumlah 56 orang. Guru bidang studi sosiologi berjumlah 3 orang. Guru yang mengajar sosiologi berasal dari berbagai bidang studi seperti Geografi, Antropologi, dan Teknik yaitu Agusni, Aida, Rissalmi.

Ibu Agusni memegang bidang studi sosiologi selama 6 tahun yaitu dari tahun 2006 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah Geografi. Ibu Agusni ini memegang dua bidang studi di sekolah yaitu geografi dan sosiologi. Hal ini dilakukan untuk memenuhi jam dalam rangka sertifikasi guru dan juga kurangnya tenaga pengajar sosiologi.

Ibu Aida Rifni S.sos telah memegang bidang studi sosiologi selama 9 tahun yaitu dari tahun 2003 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah Antropologi Unand. Ibu Aida hanya memegang satu bidang studi sosiologi di SMAN 1 Enam Lingkung yaitu kelas XI.

Ibu Dra. Rissalmi memegang bidang studi sosiologi di SMAN 1 Enam Lingkung selama 17 tahun di kelas XII dan sudah mengajar selama 26 tahun yaitu dari tahun 87 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah Teknik .

Ibu Rissalmi ini memegang satu bidang studi di sekolah enam lingkung dan satu bidang studi lagi di sekolah lain. Hal ini dilakukan untuk memenuhi jam dalam rangka sertifikasi guru.

d. Kurikulum dan Sarana Penunjang

Sarana yang dimiliki belum cukup lengkap, mulai dari jumlah dan kwalifikasi tenaga kependidikan yang belum sesuai dengan kebutuhan, peralatan pusat sumber belajar (TIK) belum mencukupi, bahan ajar berupa buku penunjang baru 35%, belum memiliki Pusat Sumber Belajar (PSB).

Prasarana di SMAN 1 Enam Lingkung sudah memiliki sarana ibadah, jumlah WC siswa belum mencukupi, labor yang belum memadai. Dengan kurang lengkapnnya fasilitas sekolah tersebut, maka SMAN 1 Enam Lingkung mempunyai hambatan-hambatan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tetapi tidak mengurangi semangat guru-gurunya untuk mengajar.

Kurikulum yang digunakan di SMAN 1 Enam Lingkung adalah kurikulum KTSP kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dimana semua guru telah membuat administrasi pembelajaran tetapi masih belum mengacu pada administrasi yang ideal terutama ketika diberlakukannya KTSP. Selain itu buku-buku referensi sebagai bahan rujukan masih belum mencukupi kebutuhan sehingga guru cenderung menggunakan LKS sebagai sumber pembelajaran.

Pemanfaatan media pembelajaran yang berbasis teknologi dalam proses pembelajaran belum optimal. Pada pembelajaran sosiologi tidak ada menggunakan media pembelajaran karena menurut guru sosiologi SMAN I Enam Lingkung menggunakan media akan lebih banyak membuang waktu dan mereka pun belum bisa menggunakan laptop sehingga sulit untuk menggunakan media dalam pembelajaran.

e. Siswa SMAN 1 Enam Lingkung

Jumlah siswa SMAN 1 Enam Lingkung adalah 758 orang siswa. Siswa ini terdiri dari: Kelas X:321, Kelas XI:256, Kelas XII:181.

3. SMAN 1 Nan Sabaris

a. Letak dan luas Geografis Sekolah

SMA N 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman terletak kurang lebih 10 km dari pusat Kota Pariaman tepatnya di Jalan Tuanko Mudo Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman dan berjarak sekitar 100 meter dari jalan raya. Transportasi yang lancar dan letaknya yang tidak terlalu dekat dengan jalan raya membuat sekolah ini cukup nyaman dan ideal untuk belajar. Letak lokasi SMA N 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman berbatasan dengan :

- Sebelah Utara berbatasan dengan rumah masyarakat - Sebelah Selatan berbatasan dengan lahan kosong - Sebelah Barat berbatasan dengan lahan kosong - Sebelah Timur berbatasan dengan rumah masyarakat

b. Visi dan Misi Akademik SMA Negeri 1 Nan Sabaris

Adapun Visi dari SMA Negeri 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman ialah :

1. Unggul dalam prestasi 2. Terampil dalam berkarya 3. Sopan dalam bersikap

Adapun Misi dari SMA Negeri 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman ialah :

1. Membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Membekali siswa dengan ilmu pengetahuandan keterampilan / life skill 3. Mempersiapkan siswa melanjutkan pendidkan ke perguruan tinggi c. Profil Guru Sosiologi SMAN 1 Nan Sabaris

Guru yang mengajar di SMAN 1 Nan Sabaris berjumlah 75 orang. Guru bidang studi sosiologi berjumlah 3 orang. Guru yang mengajar sosiologi berasal dari berbagai bidang studi seperti Kurikulum, Sejarah, dan Kewarganegaraan yaitu Dra.Rike Komariah, Sumarni SPd, Miswarti SPd.

Ibu Rike Komariah memegang bidang studi sosiologi selama 17 tahun di kelas XII dan mulai mengajar yaitu dari tahun 2008 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah Kurikulum. Ibu Rike hanya memegang satu bidang studi saja di SMAN 1 Nan Sabaris yaitu sosiologi di kelas XII.

Ibu Sumarni SPd telah memegang bidang studi sosiologi selama 20 tahun yaitu dari tahun 1992 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah sejarah. Ibu Sumarni hanya memegang satu bidang studi sosiologi di SMAN 1 Nan Sabaris yaitu kelas XI.

Ibu Miswarti Spd telah memegang bidang studi sosiologi selama 10 tahun yaitu dari tahun 2002 sampai sekarang. Latar belakang pendidikan beliau adalah

Kewarganegaraan. Ibu Miswarti hanya memegang satu bidang studi sosiologi di SMAN 1 Nan Sabaris yaitu kelas X.

d. Luas SMA N 1 Nan Sabaris

Lahan tempat berdirinya SMA N 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman ini cukup luas yaitu kurang lebih 14.750 m2 dengan luas bangunan 2.368 m2, luas halaman dan taman 750 m2, lapangan olahraga 825 m2 dan lain-lain 10.807 m2.

e. Sejarah SMA N 1 Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman

SMA N 1 Nan Sabaris berlokasi di jalan Tuanku Mudo Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten padang Pariaman. SMAN 1 Nan Sabaris berdiri pada tahun 1985 dengan Kepala Sekolah pertamanya Drs. Syibli Syarif yang pada awal berdiri hanya memiliki 9 lokal.

SMA 1 Nan Sabaris sekarang dipimpin oleh Drs. Zulkaham M.Pd dan sejak berdirinya pada tahun 1985 SMA 1 Nan Sabaris telah mengalami pergantian pemimpin atau kepala sekolah sebanyak sembilan kali.

Tabel 1

Daftar Nama Kepala Sekolah SMA 1 Nan Sabaris Dalam Beberapa Periode

No Nama Kepala Sekolah Masa Jabatan 1 Drs. Syibli Syarif 1985-1986 2 Drs. Syafrial Rizal 1986-1990 3 Drs. H. Nursyamin 1990-1995 4 Anas Aliruddin 1995-1998 5 Drs. H. Bustamar 1998 6 Drs. Zulkarnaini 1998-2001 7 Drs. Lahmuddin 2001-2009 8 Akmal, S.Pd 2009-2010 9 Drs. Zulkaham, M. Pd 2010-sekarang Sumber: SMAN 1 Nan Sabaris

Berdasarkan tabel 1 di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kepala sekolah yang paling lama masa jabatannya adalah Bapak Drs. Lahmuddin yang menjabat dari tahun 2001-2009 yaitu selama 8 tahun, dan masa jabatan kepala sekolah sekarang Drs. Zulkaham, M.Pd baru menjabat selama 2 tahun mulai dari tahun 2010-sekarang.

f. Sarana dan Prasana

Sarana dan prasarana merupakan faktor penunjang dari kelancaran proses kegiatan belajar mengajar. Saat ini SMA N 1 Nan Sabaris sudah memiliki bangunan sekolah yang permanen dan sarana prasarana yang cukup. Ini bisa terlihat dari :

Tabel 2

Sarana dan Prasarana yang Tersedia Di SMAN 1 Nan Sabaris

No Ruangan Jumlah

1 Ruang Kepala Sekolah 1 2 Ruang Wakil Kepala Sekolah 1 3 Ruang Majelis Guru 1

4 Ruang Tata Usaha 1

5 Ruangan Perpustakaan 1

6 Ruangan Komputer 1

7 Ruangan Multimedia 1

8 Ruangan Labor IPA 2

9 Ruang Belajar/Kelas 24 10 Ruang Bimbingan dan Konseling 1

11 Musholla 1

12 Ruang Osis 1

13 Ruang SKM 1

14 Ruang Serba Guna 1

15 Ruang Auvi 16 Gudang 1 17 WC Guru 2 18 WC Siswa 6 19 Lapangan Upacara 1 20 Lapangan Basket 1

Dokumen terkait