Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
METODE PENELITIAN
3.5 Analisis Data
Proses analisis data merupakan pekerjaan untuk menemukan tema-tema dan merumuskan hipotesa- hipotesa, meskipun sebenarnya tidak ada formula yang pasti untuk dapat digunakan unuk merumuskan hipotesa. Hanya saja pada analisis data tema dan hipotesa lebih diperkaya dan diperdalam dengan cara menggabungkanya dengan sumber- sumber data yang ada.126
Analisis data dari suatu penelitian dapat pula diartikan sebagai suatu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari sumber sumber
126
penelitian sehingga dapat ditemukan suatu kesimpulan yang mudah dipahami. Dalam penelitian ini analisis data metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Metode kualitatif berupa penggambaran fakta- fakta yang dikumpulkan serta analisis data melalui sumber- sumber primer, skunder dan tersier yang berkaitan.
BAB V
PENUTUP 5.1 KesimpulanBerdasarkan pemaparan dan penjelasan di atas, dapat disimpulan bahwa :
1) Proses penyelesaian sengketa kuil Preah Vihear antara Thailand dan Kamboja di Mahkamah Internasional dimulai dengan disepakatinya perjanjian khusus (special agreement). Setelah perjanjian khusus dilanjutkan dengan tahap:
- Pengajuan permohonan penafsiran (Application) yang di lakukan oleh Kamboja melalui permohonan 28 April 2011 daftar umum nomor 151, - Keputusan Sementara (Provisional Measure) yang memutuskan kedua
ngara untuk melakukan gencatan senjata,
- Pembelaan tertulis (Written Pleading) yang di sampaikan oleh masing-masing pihak antara lain mengenai perbedaan pendapat atas makna dan ruang lingkup dari putusan tahun 1962,
- Pembelaan Lisan (Oral Pleading) dalam bentuk presentasi dimana Mahkamah mendengarkan argumen dari masing- masing perwakilan mengenai klaim yang diyakini berdasarkan bukti- bukti yang dimiliki para pihak,
- Putusan (Judgement) 11 November 2013 daftar umum nomor 151 dengan hasil penafsiran yang secara bulat menyatakan, Mahkamah Internasional memliliki yurisdiksi berdasarkan pasal 60 Statuta
Mahkamah Internasional untuk menerima permohonan penafsiran. Hasil dari penafsiran keputusan 1962 menyatakan bahwa keputusan tersebut mempunyai kekuatan hukum mengikat, istilah daerah sekitar kuil dan areal kuil memiliki arti yang sama sehingga daerah sekitar kuil merupakan kedaulatan Kamboja, sebagai konsekuensi Thailand wajib menarik pasukan dari wilayah kedaulatan Kamboja.
2) Dasar hukum Mahkamah Internasional dalam proses penyelesaikan sengketa antara lain Piagam Perserikatan Bangsa- Bangsa, Statuta Mahkamah Internasional, Aturan Mahkamah Internasional 1978, Aturan Praktek. Dasar hukum Mahkamah Internasional dalam menyelesaikan sengketa Kuil Preah Vihear antara lain, bukti- bukti perjanjian terdahulu antara pendahulu kedua negara yaitu Perancis dan kerajaan Siam, prinsip hukum umum seperti prinsip Estoppel, bukti-bukti pendukung seperti peta
Annex I dan perjanjian khusus (special agreement) yang disepakati, argumen-argumen baik lisan maupun tertulis dari kedua pihak dalam persidangan, serta keputusan 15 Juni 1962 yang kembali ditegaskan melalui penafsiran keputusan Mahkamah Internasional 11 November 2013. Berdasarkan data dan fakta yang tertuang di dalam dokumen-dokumen dan bukti- bukti sebagai dasar Mahkamah Internasional dalam memutuskan penafsiran terhadap kepemilikan areal sekitar Kuil Preah Vihear pada keputusan 1962 maka sudah jelas dinyatakan bahwa baik kuil maupun wilayah sekitar kuil merupakan kedaulatan Kamboja berdasarkan garis batas wilayah di areal sekitar Kuil Preah Vihear. Sehingga, Mahkamah Internasional akhirnya mencatat bahwa, dalam proses ini,
Thailand telah menerima bahwa ia memiliki kewajiban hukum umum dan harus menghormati integritas wilayah Kamboja, yang berlaku untuk setiap wilayah sengketa yang diputuskan oleh Mahkamah Internasional berada di bawah kedaulatan Kamboja
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan dari penjelasan yang diperoleh, adapun rekomendasi yang dapat saya sampaikan adalah:
1) Dalam penyelesaian sengketa melalui Mahkamah Internasional maka diharapkan proses yang dilalui dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam segi waktu dan Mahkamah Internasional memberikan jangka waktu yang lebih singkat dalam proses persidangan, mengingat tahapan dan proses yang dilalui dalam kasus sengketa Kuil Preah Vihear antara Thailand dan Kamboja memakan waktu hampir 3 tahun, sehingga apabila jangka waktu yang diberikan lebih singkat maka penyelesaian melalui Mahkamah dapat menjadi pilihan utama.
2) Mahkamah Internasional dalam memutuskan perkara Kuil Preah Vihear antara Thailand dan Kamboja dapat mempertimbangkan seluruh dasar hukum lainnya yang merupakan sumber hukum Intenasional seperti doktrin para ahli hukum internasional yang belum dijadikan dasar pertimbangan Mahkamah Internasional dalam memutus sengketa Kuil Preah Vihear. Sehingga secara keseluruhan, dasar hukum internasional menurut pasal 38 Statuta Mahkamah Internasional dijadikan sebagai dasar pertimbangan Mahkamah Internasional dalam memutus suatu perkara.
Buku
Adolf, Huala, Hukum Penyelesaian Sengketa, Jakarta: Raja Grasindo Persada, 2008
Ashshofa,Burhan Metode Penelitian Hukum ,Jakarta: Rineka Cipta, 2004
Friedmann,Wolfgang et.al., International Law : Cases and materials, St. Paul Minn: West Publishing, 1969
Jawahir Thantowi dan Pranoto Iskandar, Hukum Internasional Kontemporer, (Bandung: Refika Aditama, 2006)
Kusumaatmadja, Mochtar Etty R Agoes, Pengantar Hukum Internasional Bandung: PT Alumni, 2003
Mauna,Boer Hukum Internasional: Pengertian, Peranan, dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global, Edisi Kedua, cet ke-4, Bandung: Alumni, 2011
Muhammad, Abdulkadir, Hukum dan Penelitian Hukum ,Bandung:PT.Citra Aditya Bakti, 2004
Nasution, Bahder Johan, Metode Penelitian Hukum, Bandung: Mandar Maju, 2008
Ralston, J.H International Arbitration from Athens to Locarno (London,1929);and cf.A.M.Stuyt, survey of international Arbitration 1794-1989,3rd edn. (Doedrecht, 1990)
Suwardi, Sri Setianingsih, Pengantar Hukum Organisasi Internasional, (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press, 2004)
Sunggono,Bambang Metode Penelitian Hukum ,Jakarta: Raja Grafindo, 2001 Soekamto,Soerjono Pengantar Penelitian Hukum ,Jakarta: Universitas Indonesia
(UI-Press), 2007
Wallace,Rebbeca MM, International Law , London: Sweet & Maxwell, 1986,Terjemahan : Bambang Arumanadi, Cetakan Pertama, IKIP Semarang Press, Semarang, 1993
C.M.Fombad,’ Consultation and Negotiation in the Pacific Settlement of
International Disputes’ (1989) 1 AJICL 707:F.C Ikle, How Nations Negotiate (New York, 1964): S.L.Kass,’Obligatory Negotiations in
International Organizations’ (1965) 3 CYIL 36, A.Lall,Modern
International Negotiation ( New York, 1966); P.J.I.M de Waart, The element of negotiation in the pacific settlement of Disputes ( The Hague, 1973).
Dewa Gede Sudika Mangku, (2012), Suatu Kajian Tentang Penyelesaian Sengketa Internasional Termasuk di dalam tubuh ASEAN, Jurnal Perspektif Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Volume XVII No. 3 Tahun 2012,
Group, I.C., 2011, ‘Waging peace: ASEAN and The Thailand-Cambodia Border
Conflict’, Asia Report N215.
Merrills, chapter 2, and G.P. McGinley’ Ordering a savage society: a study of
international disputes and a proposal for achieving their peaceful
resulution’ (1984) 25 Harvard International Law Journal 43
International Boundary Study No. 40( Revised), Cambodia- Thailand Boundary, The Geographer Office of Research in Economics and Science Bureau of Intelligence and Research, 23 November 1966
International Crisis Group, ‘Waging Peace: ASEAN and the Thai-Cambodian
Border‘, Conflict, Asia Report N°215, 6 December 2011,
Josephine K. Mason, ‘The Role of Ex Aequo et Bono in International Border
Settlement: A Critique of the Sudanese Abyei Arbitratio’ The American Review of International Arbitration, 2009, 20 Am. Rev. Int’l Arb 519, Popi Tuhulele, ‘Pengaruh Putusan Mahkamah Internasional Dalam Sengketa
Pulau Sipadan dan Ligitan Terhadap Penempatan Garis Pangkal
Kepulauan Indonesia’,Jurnal Sasi Vol. 17 No. 2 Bulan April - Juni 2011
Press Release, Request for Interpretation of the Judgment of 15 June 1962 in the case concerning the Temple of Preah Vihear (Cambodia v. Thailand),
3(4):921-929
United Nations, Handbook on the Peaceful Settlement of Disputes, United Nations Publication, Sales No. E.92.V.7New York, 1992
Wagener, Martin, ‘Lessons from Preah Vihear: Thailand, Cambodia, and the Nature of Low-Intensity Border Conflicts’, Journal of Current Southeast Asian Affairs, 2011,30, 3, 27-59.
Skripsi & Makalah
Gita Arja Pratama, Peranan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan African Union (AU) dalam Menyelesaikan Konflik Bersenjata Non-Internasional di Darfur-Sudan, Skripsi Universitas Lampung, Lampung, 2010
Endah dkk., Studi Kasus Temple of Preah Vihear, Makalah Hukum Internasional, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung 2013
Internet
Agil Iqbal Cahaya, Mengurai Benang Konflik Perbatasan Thailand - Kamboja , Sebagaimana diakses pada http://setkab.go.id/en/artikel-3789-mengurai-benang-konflik-perbatasan-thailand-kamboja.html 26 November 2013
ASEAN Sambut Putusan International Court of Justice Sebagaimana Diakses http://internasional.kompas.com/read/2011/07/20/02501739/ASEAN.Sambut.Putu san.ICJ 26 November 2013
CIA World Factbook, Sebagaimana diakses pada https://www.cia.gov /library/publications/the-world-factbook/geos/th.html 28 November 2013
CIA World Factbook, Sebagaimana diakses pada https://www.cia.gov /library/publications/the-world-factbook/geos/cb.html 28 November 2013
Culture in Thailand, Sebagaimana Diakses Pada http://www.reachtoteach recruiting.com/guides/thailand/culture-in-thailand/ 9 Februari 2014
Dewi Utariah, Makalah Konflik Internasional, FISIP Universitas Padjajaran, 2006 hlm.1 Sebagaimana diakses pada http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content /uploads/2009/05/konflik_internasional.pdf 26 November 2013
History of Cambodia, Sebagaimana Diakses Pada http://www.infoplease.com /country/cambodia.html 9 Februari 2014
Indo Dwi Haryono, Konflik Perbatasan Negara di Kawasan Asia-Pasifik, hlm 2-3 Sebagaimana diakses pada http://indronet.files.wordpress.com/2007/09/konflik-perbatasan-asia-pasifikrefisi1.pdf 26 November 2013
Indonesia Siap Tengahi Konflik Kkamboja-Thailand, Sebagaimana Diakses Pada
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/12/22/lwlmqe-indonesia-siap-tengahi-konflik-kambojathailand 10 Desember 2013
Indonesia, Thailand dan Kamboja., Heru Susetyo, Sebagaimana Diakses Pada
http://politik.kompasiana.com/2013/02/20/indonesia-thailand-dan-kamboja-450660.html 10 Desember 2013
Konflik Thailand- Kamboja, Sebagaimana Diakses Pada http://www.scribd.com /doc/29233196/Konflik-thailand-kamboja-doc# 10 Desember 2013
Konflik Thailand dan Kamboja, Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF, Sebagaimana Diakses Pada http://www.tandef.net/konflik-thailand-dan-kamboja 10 Desember 2013
Konflik Perbatasan Thailand- Kamboja, Sebagaimana Diakses Pada
http://id.shvoong.com/law-and-politics/international-law/2014090-konflik-perbatasan-thailand-dan-kamboja/ 10 Desember 2013
Kronologi Konflik Thailand-Kamboja, Sebagaimana Diakses Pada http://www.antaranews.com/berita/136978/kronologi-konflik-thailand-kamboja 10 Desember 2013
Mahkamah Internasional Jatuhkan Vonis atas Status Kuil Preah Vihear,
Sebagaimana Diakses Pada http://indonesian.cri.cn/481/2013/12/12/1s144355.htm 15 Februari 2014
Menas, B., 2011. ‘Border Focus: Thailand and Cambodia’ Dapat Diakses Pada
http://www.menasborders.com/menasborders/border_focus/thailand cambodia_dispute.aspx
Oxford Online Dictionary, Sebagaimana dikutip dalam www.isical.ac.in/ ~palash/research-methodology/RM-intro.pdf,
People and Society of Cambodia, Sebagaimana Diakses Pada http://www.journeymart.com/de/cambodia-people-society.aspx 9 Februari 2014 Perang Thailand Kamboja 18 Orang Terbunuh http://harianhaluan.com
/index.php?option=com_content&view=article&id=4328:perang-thailand-Pertempuran di Perbatasan Thailand dan Kamboja Terus Berlangsung, Berita dapat diakses pada http://www.voanews.com/indonesian/news/Pertempuran-di-Perbatasan-Thailand-Kamboja-Terus-Berlangsung-115526364.html
Perbatasan Wilayah Menurut Hukum Internasional, Sebagaimana diakses pada http://kupang.tribunnews.com/2012/03/07/perbatasan-wilayah-menurut-hukum-international 27 November 2013
Staff of the United Nations Department of Public Information, UNITED NATIONS GENERAL ASSEMBLY (UNGA), Inventory of International Nonproliferation Organizations and Regimes © Center for Nonproliferation Studies, dapat dilihat pada http://cns.miis.edu/inventory/pdfs/unga.pdf 26 November 2013
UN court rules for Cambodia in Preah Vihear temple dispute with Thailand, Sebagaimana Diakses pada http://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID= 46461&Cr=court+of+justice&Cr1=#.UpSmXdLrw1Y 26 November 2013
Sengketa, Sebagaimana diakses pada http://www.bakti-arb/arbitrase.html 27 November 2013
Sesuai Keputusan Mahkamah Internasional, Kamboja dan Thailand Tarik Pasukan dari Wilayah Sengketa, Sebagaimana Diakses Pada http://utama.seruu.com /read/2012/07/18/108939/sesuai-keputusan-mahkamah-internasional-kamboja-dan-thailand-tarik-pasukan-dari-wilayah-sengketa 15 Februari 2014
Sistem Politik Kamboja, Sebagaimana diakses pada http://www.anneahira.com/ sistem-politik-kamboja.htm, 28 November 2013
Summaries of Judgments, Advisory Opinions and Orders of the International Court of Justice, Request for Interpretation of the Judgement of 15 June 1962 In The Case of Concerning The Temple of Preah Vihear (Cambodia-Thailand), Judgement of 11 November 2013 Paragraf ke 108 Sebagaimana Diakses Pada http://legal.un.org/ICJsummaries/documents/english/203_e.pdf 11 Februari 2014
Supalak Ganjana Khundee., 2008. ‘Allow Common Sense to Decide Preah Vihear
Temple Issue’, Dapat Diakses di http://nationmultimedia.com/2008 /07/02/politics/politics30077065.php
Temple of Preah Vihear, Sebagaimana Diakses Pada http://whc.unesco.org/ en/list/1224 10 Desember 2013
cambodia-end-clashes-preah-vihear-analysis/, 9 Februari 2014
Thailand, Sebagaimana diakses pada http://www.anneahira.com/thailand.htm WIB 28 November 2013
United Nations Charter, Sebagaimana Diakses Pada http://www.un.org/en/ documents/charter/index.shtml 27 November 2013
UNESCO, List of World Herritage, Sebagaimana dikutip pada
http://whc.unesco.org/en/news/453 26 November 2013
UNESCO, World Herritage List, Temple of Preah Vihear Sebagaimana diakses pada http://whc.unesco.org/en/list/1224 26 November 2013
http://www.law.fsu.edu/library/collection/limitsinseas/ibs040.pdf Sebagaimana diakses pada 8 Februari 2014
10 Sengketa Wilayah Paling Kontroversial Sebagaimana Diakses pada
http://nationalgeographic.co.id/berita/2011/09/10-sengketa-wilayah-paling-kontroversial 14 Januari 2014
Konvensi, Statuta dan Undang-Undang Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa 1945 Statuta Mahkamah Internasional 1945 Aturan Mahkamah Internasional
Judgement of 15 June 1962, Case Concerning The Temple of Preah Vihear (Thailand v Cambodia) Merits,
Judgement, Request for Interpretation of the Judgement of 11 November 2013 in The Case Concerning The Temple of Preah Vihear(Cambodia v Thailand)