BAB II Kerangka Teori
METODE PENELITIAN
4.12 Analisis Data
4.12 Analisis Data
Suatu kantor yang sukses bersumber dari keberhasilannya melayani masyarakat sesuai dengan prosedur yang direncanakan untuk mencapai tujuan organisasi serta memiliki kemampuan untuk mengetahui kekurangan yang ada pada kantor tersebut. Budaya perusahaan merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah organisasi dimana budaya organisasi merupakan pola asumsi dasar dimana kelompok mempelajarinya untuk memecahkan masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal yang telah berhasil dengan baik sehingga dianggap sah untuk diajarkan kepada para anggota baru sebagai cara yang tepat untuk berpikir, melihat, merasakan dan memecahkan suatu masalah. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau tingkatan prestasi yang dapat dicapai dan mencerminkan keberhasilan pemimpin dalam organisasi tersebut.
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh pegawai ini akan dianalisis berdasarkan kerangka teori sebelumnya dan temuan-temuan yang
98
diperoleh dilapangan yang selanjutnya akan dianalisis sesuai dengan pemikiran penulis. Berikut adalah hasil analisis data yang diperoleh :
Budaya memang hal yang penting didalam kehidupan dunia kerja. Dengan adanya budaya organisasi maka akan mempengaruhi kualitas kinerja para pegawai. Setelah data yang didapat dari lapangan dan kerangka teori yang diseminarkan, data-data ini tidak menyimpang dari teori yang digunakan. Berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan dapat dilihat bahwa pegawai Samsat Medan Utara masing-masing sudah mempunyai Inisiatif Individual untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan kepadanya sehingga para pegawai dapat menghargai waktu dan bekerja dengan fokus terbukti pada setiap harinya para pegawai selalu menyelesaikan tugasnya sesuai dengan rencana yang dibuat.
Dalam melakukan tugasnya pegawai di kantor samsat mempunyai kreatifitas atau keterampilan dan bekerja yaitu pegawai harus mempunyai ketelitian yang tinggi dalam bekerja agar pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Dalam melaksanakan pekerjaannya, para pegawai harus melakukan pelayanan yang terbaik. Sudah banyak inovasi pelayanan yang dilakukan pada kantor tersebut baik dari alat-alat pendukung maupun program-program baru untuk mempermudah masyarakat membayar pajak. Visi dan misi merupakan hal yang penting dalam organisasi. Agar tujuan organisasi dapat tercapai anggota organisasi harus mengerti dan memahami visi, misi dan tujuan pembentukan organisasi. Tujuh puluh persen dari jumlah pegawai yang telah mengerti visi, misi dan tujuan
99
pembentukan dan tiga puluh persen lagi hampir memahami. Pegawai yang telah mengerti visi dan misi akan lebih bijak dalam bertindak.
Kebersamaan merupakan tindakan yang penting didalam sebuah organisasi. Jika pegawai di kantor tersebut mempunyai rasa kebersamaan yang tinggi maka pekerjaan yang akan diselesaikan juga akan lebih ringan dilakukan. Untuk melakukan pelayanan yang prima di kantor diperlukan kerjasama yang baik di organisasi. Pegawai di kantor ini memiliki rasa kebersamaan yang besar, hal ini dilihat dari pekerjaan yang mereka lakukan antar tim dalam melayani pajak.
Untuk mencapai tujuan yang cepat dan tepat maka tugas pokok pegawai dibagi-bagi. Tugas pokok pegawai yang dibagi menjadi beberapa tim akan lebih cepat dalam melakukan tugasnya dan setiap pegawai mempunyai rasa tanggung jawab atas tugas yang telah diterimanya. Di dalam tim selalu ada seorang ketua yang bertujuan untuk mengawasi pekerjaan pegawai, memberi dukungan dan motivasi kepada anggotanya dan setelah pekerjaan selesai ketua tim yang akan melaporkan kegiatan kepada atasannya.
Peran seorang pemimpin sangat dibutuhkan bagi organisasi dan anggotanya. Kesuksesan organisasi merupakan cerminan dari adanya pengaruh pemimpin. Atasan yang baik akan sering memberikan dukungan, motivasi dan inspirasi bagi bawahannya. Pada kantor Samsat peran seorang pemimpin sangat berpengaruh dapat dilihat dari inovasi pelayanan. Inovasi pelayanan itu ada karena ditanggapi dan dibahas dalam rapat harian. Pegawai yang bersikap baik kepada wajib pajak
100
mencerminkan bahwa pegawai itu dipimpin oleh pemimpin yang baik. Pemimpin yang bersikap baik akan dihormati dan disegani oleh bawahannya.
Komunikasi merupakan proses bagi seseorang atau beberapa orang di organisasi yang menciptakan dan menggunakan informasi agar terhibung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi didalam organisasi pasti sangat penting apalagi komunikasi yang dilakukan antara atasan dengan bawahan, antar pegawai serta antar pegawai dengan masyarakat. Seorang pemimpin sudah pasti mempunyai cara berkomunikasi yang bagus kepada anggotanya. Menjaga komunikasi antara atasan kepada bawahan yaitu dengan sering melihat anggota bekerja sambil memberi dukungan dan motivasi kepada bawahannya. Menjaga komunikasi antar pegawai yaitu dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain pada saat bekerja. Dari komunikasi yang baik bisa menjalin kerjasama yang bagus dalam satu tim. Dengan demikian tujuan organisasi dalam melayani masyarakat akan tercapai.
Pendapat dan kritikan sangat diperlukan dalam membentuk sebuah organisasi yang besar. Kritikan dan saran itu mengarahkan organisasi agar lebih baik lagi dengan memberitahukan kekurangan yang ada di organisasi. Di kantor ini, sering menerima saran dan kritik dari masyarakat. Setelah mendapat kritikan dan saran kemudian para pegawai akan membahasnya pada saat rapat harian atau mingguan untuk memperbaiki dan mengubah pelayanan yang lebih baik.
101
Pemberian imbalan sangat penting bagi para pegawai karena imbalan merupakan salah satu pemicu semangat kerja pegawai. Imbalan yang sering dilihat pada organisasi yaitu berupa gaji pegawai, promosi jabatan dan penghargaan buat pegawai yang rajin. Di kantor Samsat, gaji pegawai honor belum sesuai dengan kinerjanya, selain belum sesuai gajinya sering terlambat dikasih. Jika hal ini sering terjadi bisa saja kinerja pegawai akan menurun. Promosi jabatan diberikan pemimpin kepada pegawai yang mempunyai kemampuan dalam bidangnya.
Kualitas kerja diukur dari hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai serta keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh pegawai dalam mengerjakannya dan melayani masyarakat. Pada kantor ini mengukur kualitas kinerja pegawai dapat dilihat dari kotak kritik dan saran yang diterima serta dapat dilihat dari Indeks Kepuasan Masyarakat. Saat ini pelayanan yang diberikan lebih baik dari sebelumnya.
Kuantitas kinerja merupakan jumlah produk yang bisa dihasilkan pegawai dalam perhari. Di kantor tersebut jumlah kendaraan bermotor yang diregistrasi setiap tahunnya bertambah karena banyaknya pelayanan baru yang dibuat untuk mempermudah masyarakat membayar pajak. Jumlah produk yang dihasilkan perhari tidak bisa dihitung karena tergantung berapa masyarakat yang datang. Intinya, masyarakat yang mengurus STNK/BBN berkasnya akan diselesaikan pada hari itu juga.
Ketepatan waktu merupakan tugas pokok yang diselesaikan oleh pegawai dalam melakukan pekerjaannya. Ketepatan waktu termasuk kedisiplinan pegawai di kantor. Waktu pelayanan di kantor Samsat sesuai dengan
102
standarisasi ISO 9001-2008. Sebelum melakukan pekerjaan pegawai wajib mengkuti apel pagi dan mendapatkan arahan dari pemimpin. Jika pegawai ada yang melanggar waktu datang akan dikenakan sanksi atau teguran. Efektivitas adalah merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi berupa tenaga, uang, teknologi dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya. Semakin banyak sumber daya yang digunakan semakin baik pula pelayanan yang diberikan kepada wajib pajak. Di kantor ini sumber daya yang digunakan dalam melakukan pekerjaannya telah efektif. Alat canggih yang terdapat di kantor tersebut membantu pegawai dalam menjalankan pekerjaannya.
Kemandirian merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya pada komitmen kerja atau suatu tingkat dimana pegawai mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab pegawai pada kantor. Setiap pegawai pasti harus bertanggung jawab dengan tugas yang telah diberikan. Dalam arti pegawai bekerja harus mengikuti peraturan yang ada di kantor seperti kedisiplinan, ketepatan waktu dalam penyelesaian tugasnya maupun melayani wajib pajak. Hal ini telah tertulis pada komitmen pelayanan dimana setiap Pokja mempunyai job description yang terdiri dari 13 pokja dan mempunyai maklumat pelayanan.
103 BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data yang dilakukan tentang budaya organisasi terhadap pada kinerja karyawan di Kantor Samsat Medan Utara, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
104
1. Budaya organisasi dalam suatu organisasi diperlukan dakam rangka membangun organisasi yang efektif dan efisien sesuai dengan visi dan misi yang akan dicapai.
2. Budaya organisasi di kantor Samsat sangat berpengaruh dengan peningkatan kinerja yang dilakukan para pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa apabila budaya kerja seperti disiplin, kerja keras, jujur, sopan dan bertanggung jawab terus menerus dipertahankan sesuai prosedur maka kinerja pegawai akan lebih meningkat dan berkualitas.
3. Untuk membangun kinerja yang efektif dan efisien di kantor Samsat dibutuhkan kemampuan sumber daya pegawai dan teknologi dalam proses menyelesaikan tugas pokok masing-masing. Sumber daya manusia yang paling penting yaitu ketelitian pegawai dalam mengerjakan tugas pokok, bekerja sesuai dengan prosedur yang ada dan kedisiplinan yang harus dimiliki setiap pegawai. Teknologi yang digunakan sangat membantu pegawai dalam mengerjakan tugasnya. 4. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan
penulis, budaya organisasi yang ada di kantor Samsat sangat erat kaitannya dengan kinerja pegawai karena budaya organisasi merupakan faktor dalam meningkatkan kualitas kinerja pegawai. 5. Indeks Kepuasan Masyarakat merupakan salah satu tolak ukur dari
kualitas kinerja yang ada di kantor Samsat. Setiap wajib pajak mempunyai hak untuk menilai kinerja pegawai melalui tombol Indeks Kepuasan Masyarakat.
105
6. Inovasi pelayanan di kantor Samsat merupakan hasil dari kritik dan saran yang diberikan oleh masyarakat dan wajib pajak untuk memperbaiki kinerja pegawai dan pelayanan agar lebih baik.
7. Badge adalah salah satu inovasi pelayanan yang memberikan identitas wajib pajak di dalam kantor yaitu pengurus langsung, kuasa keluarga dan tamu. Dengan adanya penggunaan badge salah satunya untuk menghindari calo.
8. Jam pelayanan yang berlaku di kantor Samsat sesuai dengan ISO 9001-2008.
5.2SARAN
1. Kantor Samsat Medan Utara diharapkan dapat mempertahankan budaya kerja yang telah diterapkan sehingga dapat mendorong kinerja pegawai secara maksimal. Semakin meningkat kinerja pegawai maka tujuan kantor akan tercapai. Kantor Samsat Medan
106
Utara diharapkan akan masuk kedalam Top 100 kantor pelayanan publik di Indonesia.
2. Kesadaran untuk terus disiplin dalam bekerja dengan semangat kerja keras mencapai target sebaiknya terus ditingkatkan yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan pegawai.
3. Pegawai telah bekerja sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada di kantor sebaaiknya waktu pemberian gaji para pegawai honor juga harus diperhatikan, tidakada hambatan dalam pemberiannya.