• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

G. Struktur Organisasi Dinas Sosial Kota Jambi

Perda Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Jambi

31 Ibid

Gambar 3

Sumber Kantor Dinas Sosial Kota Jambi31

H. Tim Koordinasi BPNT Kota Jambi Kedudukan

Tim koordinasi Bansos Pangan Kota Jambi adalah pelakasana Program Bansos Pangan di Kota Jambi yang berjedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota.

Tugas

Tim koordinasi Bansos Pangan Kota Jambi Mempunyai tugas melakukan koordinasi perencanaan,anggara, pemuktahiran data KPM, sosialisasi, pelaksana penyaluran, pemantauan dan evaluasi, penanaganan pengaduan, serta melaporkan hasilnya kepada Tim Koordinasi Bansos Pangan Provinsi dan Tim Koordinasi Bansos Pangan Pusat

Fungsi

Dalam melaksanakan tugas tersebut, terkait Program BPNT Tim Koordinasi Bansos Pangan Kota mempunyai fungsi :

a. Koordinasi perencanaan dan penyediaan APBD untuk mendukung pelaksana Program Bansos Pangan di Kota Jambi dengan aparatur setempat.

b. Pelaksanaan validasi dan pemuktakhiran data KPM serta mengkoordinasikan dengan Bank dan Tim Koordinasi Bansos Pangan Pusat.

c. Menyediakan pendamping dan aparat setempat untuk membantu kelancaran proses sosialisai, verivikasi Penerima Bantuan Sosial dan pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial.

d. Melakukan sosialisasi Program Bansos Pangan kepada jajaran pemerintah daerah tingkat kota, pendamping BPNT, Camat, dan Lurah.

e. Perencanaan dan koordinasi penyaluran BPNT dengan Bank Penyalur.

f. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program Bansos Pangan di kecamatan, desa/ kelurahan/ pemerintahan setingkat.

g. Penanganan pengaduan Program Bansos Pangan di kota.

h. Pembinaan terhadap pelaksana tugas dan fungsi Tim Koordinasi Bansos Pangan Kecamatan dan perngkat des/ kelurahan/ pemerintah setingkat.

i. Pelaporan pelaksanaProgram Bantuan Pangan kepada Tim Koordinasi Bansos Pnga Provinsi dan tim Koordinasi Bansos Pangan Pusat.

BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Mekanisme Penyaluran Penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur

Bantuan pangan secara non tunai mulai dilaksanakan pada tahun 2017 di 44 kota yang memiliki akses dan fasilitas yang memadai , secara bertahap, bantuan pangan akan diperluas keseluruh kota dan kabupaten sesui dengan kesiapan sarana dan prasarana penyaluran non-tunai. Mulai tahun 2018, subsidi Rastra juga dialihkan menjadi bantuan sosial.dengan demikian, mulai tahun 2018 Bantuan Pangan akan disalurkan ke masing-masing Kabupaten/Kota dalam bentuk non-tunai, yaitu tetap dalam bentuk beras.32

BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui Mekanisme akun Elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE yang bekerja sama dengan Bank.

KPM mendapatkan 4 unsur karbohidrat dan sejenisnya berupa protein, nabati, buah-buahan dan kacang-kacanagan.

Tujuan Progrm BPNT adalah untuk :

1) Mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 2) Memberikan gizi yang lebih seimbang terhadap KPM

3) Memberikan pilihan dan kendali kepada KPM dalam memenuhi kebutuhan pangan

32 Tim Pengendalian Pelaksana Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai, Pedoman Umum Bantuan Pangan Non Tunai (Jakarta Pusat : Undang – Undang,2017) hal.3

42

4) Mendorong pencapaian tujuan pemanguanan yang berkelanjut.33

Manfaat Program BPNT adalah :

1) Meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligis sebagai mekanisme perlindungan sosial pada penanggulangan kemiskinan 2) Meningkatkan efesien penyaluran bantuan sosial

3) Meningkatkan transaksi non-tunai untuk mendukung Gerakan Nasional Nontunai (GNNT)

4) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah terutama usaha mikro dan lecil di bidang usaha penjualan beras dan telur.

Prinsip utama BPNT adalah sebagai berikut :

1) Mudah dijangkau dan digunakan oleh KPM 2) Memberikan pilihan dan kendali kepada KPM 3) Mendorong usaha eceran rakyat

4) Memberikan akses jasa keuangan kepada usaha eceran rakyat dan kepada KPM

5) e-warong (elektronik warung gotong royong) dapat membeli pasokan bahan pangan dari berbagai sumber

6) bank penyalur bertugas menyalurkan dana kepada rekening KPM dan tidak bertugas menyalurkan bahan pangan kepada KPM, termasuk tidak melakukan pemesanan bahan pangan.

33 http://keluargaharapan.com.Diakses pada tanggal Rabu 24 Maret 2021

. Penerima manfaat BPNT adalah kelurga yang selanjutnya disebut Keluarga Penerima Manfaat KPM BPNT, dengan kondisi sosial ekonomi 25% terendah didaerah pelaksanaan.34

Data nama dan alamat kelurga penerima manfaat untuk penyaluran BPNT bersumber dari Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DT-PPFM) yang merupakan hasil Pemuktahiran Basis Data Terpadu di tahun 2015, yang disiapkan oleh Pokja Data dan dikirimkan oleh sekjen Kementrian Sosial kepada Bupati/ Walikota dengan tembusan kepada Tim Koordinasi Bansos Pangan Pusat,Ketua dan Sekretaris Tim Pengendali, Dirjen PFM Kementrian Sosial selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Gubenur35 .

Dari penjelasan diatas, dapat diartikan bahwa Bantuan Pangan Non Tunai atau (BPNT) adalah bantuan sosial pangan yang diberikan oleh pemerintah sebagai pengganti program Rastra/Raskin yang disalurkan secara non-tunai dengan menggunakan kartu elektronik yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya, dan digunakan hanya untuk membeli bahan kebutuhan pokok seperti beras , telur , gula dan kain sebagainya. Pencairan dana bantuan sosial dapat dilakukan di e-Warong atau agen yang telah bekerjasama dengan Bank Himbara.

Sesuai hasil wawancara peneliti kepada salah satu masyarakat yang menerima bantuan di kelurahan Tanjung pinang yaitu Ibu Rini Mariyati, beliau mengatakan bahwa :

34Tim Pengendali Pelaksana Penyaluran BPNT “Pedoman Umum Bantuan Pangan Non Tunai”(Jakarta : November 2017), hlm.14

35 Ibid hlm 26

Alhamdulillah saya mendapatkan beberapa bantuan yang dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari saya, sepeti beras, telur, bahkan buah-buahan juga kadang di kasih, pokoknya sangat membantu saya dan keluarga saya

Berikut mekanisme penyaluran bantuan sosial non-tunai :

Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial secara Non-Tunai meliputi ; a) Proses registrasi dan / atau pembukuan rekening

b) Pelaksanaan edukasi dan sosialisasi c) Proses penyaluran dan

d) Penarikan uang dan / atau pembelian barang/ jasa menggunakan dana dari rekening Penerima Bantuan Sosial. 36

Proses registrasi dan / atau pembukuan rekening

Pada proses regristrasi dan pembukuan rekening ini dilakukan oleh pihak Bank Penyalur berdasarkan data yang telat di tetapkan oleh pemberi Bantuan Pangan Non Tunai berdasarkan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin.

Berdasarkan wawancara kepada salah satu warga yang bernama ibu Eliyati sebagai salah satu warga yang menerimabantuan BPNT di kelurahan Tanjung Pinang mengatakan bahwa:

kalo mau ambil beras di e-warong setiap bulannya harus membwa kartu atm sama buku rekeningnya untuk di cek dulu baru besoknya bisa diambi, nanati pengambilannya dikonfirmasi mealui grup Whatapp atau dari mulut ke mulut dek37

36 Peraturan Presiden (Perpres) Bab III pasal 5 ayat 1

37 Wawancara bersama ibu eliyati sebagai warga yang menerima bantuan di kelurahan Tanjung Pinang pada tanggal 5 Februari 2021

Kartu yang dimkasud adalah kartu kombo yaitu Kartu Keluarga Sejahtera.

Seperti yang terlihat pada gambar berkut ini :

Gambar 4

Kartu Bantuan Pangan Non-Tunai

Berkut beberapa penjelasan mengenai Kartu Kelurga Sejahtera (KKS)

1. Untuk Program Bantuan Pangan kartu KKS berfungsi sebagai alat transaksi, sehingga pada saat pemanfaatan bantuan wajib dibawa KPM.

2. KKS menyimpan nilai/besaran manfaat program pangan. KPM haruds manfaatkan seluruh dana bantuan program pangan. Dana bantuan program pangan. Dana bantuan program pangan tidak dapat dicairkan secara tunai.

3. Pada KKS tertera nama Pengurus KPM, nomor KKS nama Bank Penyalur, dan nomot telepon pengaduan.

38Tnp2k.go.id, di akses pada tanggal 6 Februari 2021 pukul 08.37

4. KKS dari Bank Penyalur dilengkapi dengan PIN ( personal identification number ) yaitu 6 (enam) angka yang digunakan untuk mengakses rekening pada saat transaksi.

5. KKS dan PIN tidak diperbolehkan untuk dipegang dan disimpan oleh pihak-pihak selain KPM.38

Untuk penyalurannya bantuan pangan harus menggugunakan kartu KKS yang mana nanatinya dana tersebut masuk kerekening KPM masing-masing setiap bulannya dan KPM harus membawa kartu ini sebagai alat transaksi pengambilan bantuan pangan. Program Bantuan pangan ini bekerjasama dengan Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Bank BUMN terdiri dari 4 Bank diantarnya Bank Rakyar Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI).

Sesuai wawancara yang dilakukan peneliti kepada Ibu Siti Fatima S.E., M.M. selaku Kasi Bansos( Kepala Seksi Bantuan Sosial ) di Kelurahan Tanjung Pinang, beliau mengatakan bahwa :

Untuk Program Bantuan Pangan Non-Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang` ini sendiri bekerjasama dengan Bank BRI (Bank Rakyat Indoesia) ,dan hanya mempunyai 1 e-warong

Pelaksanaan edukasi dan sosialisasi

Edukasi dan sosialisai program sembako merupakan tugas bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Penyalur dan tenaga pelaksana Pelaksana edukasi dan sosialisai adalah sebagai berikut :

39 Pedoman Umum Program Sembako Tahun 2020

1. Pemerintah : sosialisasi dilakukan oleh pemerintah secara berjenjang sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya

2. Bank Penyalur

3. Pemilik / pengelola e-warong

4. Tenaga pelaksana Bansos Pangan di daerah 39

Tujuan dari diadakan sosialisai di kelurahan Tanjung Pinang ini yaitu memberikan pemahaman kepada masyrakat KPM mengenai bagaimana tata cara atau proses pengambilan beras sehingga masyarakat tidak kebinguangan dan paham alur-alur pengambilan beras nya. Juga memberikan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi terhadap tubuh. Sosialisai ini juga penting karna banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan antara raskin dengan BPNT karna perubahan nama Progam tersebut sudah berubah sejak tahun 2017 sesuai dengan keluarnya Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017.

Sesuai wawancara yang dilakukan peneliti bersama Bapak Idham Kholid, SE selaku Kasi Bantuan Masyarakat, beliau mengatakan tujuan didknnya sosialisai yaitu :

Tujuan diadakan sosialisasi edukasi ini yaitu untuk memberikan bimbingan dan mengkoordinasi peregistrasian KPM, memberikan bimbingan mekanisme pencairan dan penyalurn, mengedukasi jenis bahan pangan yang dapat dibeli dengan kartu kombo, dan mengedukasi KPM mengenai cara pengaduan atau pelaporan.

40Diolah oleh peneliti pada saat observasi lapangan di tanggal 3 Maret – 5 Maret 2021

KPM Datang KPM Melakukan

Pengecekan

KPM Menunggu 2 hari

KPM Menerima KPM Memilih

Proses Penyaluran Penarikan uang dan / atau pembelian barang/ jasa menggunakan dana dari rekening Penerima Bantuan Sosial.

Gambar 4

Bagan Proses Penyaluran BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang 40

1. Datang : KPM membawa Kartu Kombo datang ke e-warong yang bertanda khusus Non-Tunai dan sudah bekerjasama dengan Bank Penyalur.

2. Cek : melakukan cek kuota bantuan pangan melalui mesin EDC.

3. Menunggu : KPM menunggu 2 hari untuk dikonfirmasikan.

4. Pilih : pilih jenis bahan pangan beras dan telur dengan jumlah sesuai kebutuhan.

5. Terima : Terima bahan pangan yang sudah di beli serta bukti transaksi untuk disimpan.

Dari bagan diatas peneliti dapat menjelaskan sesuai hasil observasi di lapangan bahwa proses penyaluran registrasi yaitu pada saat KPM datang ke e- warong melakukan cek kuota bantuan pangan melalui mesin EDC apakah ada saldo atau tidak lalu di vervikasikan, setelah itu untu pengambilan beras dan sembako lainnya menunggu 2 hari dilanjutkan dengan memilih jenis bahan sembako dengan jumlah sesuai kebutuhan dan sesuai jumlah rupiah yang diberikan.

Berdasarkan wawancara peneliti bersama Ibu Emi selaku pengurus dan penyalur KUBE di e-warong Kelurahan Tanjung Pinang, beliau mengatakan bahwa :

Penyaluran tetap jalan, cuman kita pakai prokes, kalo dulu sebelum pandemi kan kita sehari dua hari penyaluran langsung tidak pakai jadwal lagi, tapi kalo sekarang pakai protokol kesehatan seperti cuci tangan ,jaga jarak, yang tidak pakai masker disuruh pulang, waktu awal-awal kami membagikan masker gratis untuk KPM yang mengambil beras41

Dari hasil wawancara diatas ditemukan juga kendala bahwa ada sebagian masyarakat yang masih nakal untuk tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19 sehingga pada saat penyaluran bantuan tidak berjalan efektif dan menghambat waktu penyaluran.

Wawancara juga dilakukan peneliti mengenai Pembiayaan Anggaran Dana bpnt kepada bapak Idham Kholid, SE selaku Kasi Bantuan Masyarakat, beliau mengatakan:

41 Wawancara bersama ibu emik selaku pengurus dan penyalur di e-warong Kelurahan Tanjung Pinang pada tanggal 9 Maret 2021

Anggaran Dana ini berasal dari Kemensos, Dinas Sosial hanya membantu jadi anggaran dana itu dikirimkan oleh kemensos langsung turun ke rekening masyarakat penerima bantuan ini yang disebut KPM dan setiap tanggal yang di tentukan menegecek saldo nya di e-warong42

Sesuai dengan Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non-Tunai pada Bab VI mengenai pembiayaan pasal 18, bahwa Segala biaya yang diperlukan bagi pelaksana penyaluran Bantuan Sosial Non-Tunai bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

B. Indikator 5T dalam Pelaksanaan Penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non- Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi

1) Tepat Sasaran

Bantuan Pangan Non Tunai hanya diberikan kepada keluarga yang kurang mampu, pernyataan ini diperkuat saat wawancara kepada ibu Siti Fatimah selaku Kasi Bansos Kelurahan Tanjung Pinang :

Pemberian Bantuan Pangan Non Tunai ini diberikan hanya kepada keluarga yang benar-benar tidak mampu dan terdata di kemensos, jadi kecil kemungkinan untuk tidak tepat sasaran 43 Tetapi berbeda dengan pernyataan masyarakat yang menerima bantuan ini, salah satunya ibu Tina saat diwawancarai beliau mengatakan bahwa:

42 Wawancara bersama bapak idham ,SE selaku Kasi Bantuan Masyarakat di Dinas Sosial Kota Jambi pada hari senin tanggal 8 Maret 2021

43 Wawancara bersama ibu siti fatimah selaku Kasi Bansos di Kelurahan Tanjung Pinang pada tanggal 3 november 2020

bantuan ini kurang tepat sasaran ada yang rumah nya bagus tetapi mendapatkan bantuan, malah justru yang ekonominya dibawah rata-rata tidak dapat bantuan

Diperkuat juga dengan pernytaan ibu emi selaku pengurus dan penyalur KUBE di e-warong Kelurahan Tanjung Pinang, saat diwawancara beliau mengatakan bahwa :

Untuk tepat sasaran saya rasa belum, soalnya masih banyak yang harusnya dapat ternyata tidak dapat, jadi kalo dilihat dari lapangan masih banyak yang istilahnya mampu tetapi mendapatkan bantuan ada yang bawa mobil, motornya masih bagus-bagus, memangsih kita tidak bisa menilai dari sisi itu saja cuman liatnya yang masih layak dapat malah justru tidak dapat44

Di jelaskan juga bahwa adanya penambahan kuota tergantung kepada pihak pusat kemensos nya, data tidak bisa diubah semena- menanya karna bukan data manual tetapi data yang di dapat dari elektronik. Justru pada saat penambahan kuota masih ada di temukan data yang tidak cocok seperti KPM nya sudah tidak ada, KPM sudah pindah, dan juga ada yang sudah meninggal.

Jadi untuk pembagian Bantuan Pangan Non Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang kurang tepat sasaran.

2) Tepat Jumlah

Besaran BPNT adalah Rp. 200.000 / KPM/Bulan. Bantuan tersebut tidak dapat diambil tunai, dan hanya dapat ditukarkan dengan beras dan telur sesuai kebutuhan e-warong. Apabila bantuan tidak dibelanjakan dibulan tersebut , maka nilai bantua tetap tersimpan dan terakumulasi dalan akun kartu elektronik Bantuan

44 Wawancara bersama ibu emik selaku pengurus dan penyalur di e-warong Kelurahan Tanjung Pinang pada tanggal 9 Maret 2021

Pangan. Pemilihan komoditas beras dan telur dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berdasarkan tujuan peningktan nutrisi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Penambahan jenis komoditas untuk mencapai tujuan tersebut akan dievaluasi.

Jumlah beras yang di tetapkan pemerintah dari tahun ke-tahun mengalami perubahan yaitu dari tahun 2017-2020.

di Tahun 2017 penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya RP 110.000 pe KPM sedangkan pada Tahun 2020 adanya kenaikan jumlah bantuan dengan nomilan RP 150.000 per KPM

Ujar Direktur Jendral Penanggulangan Fakir Miskin Kementrian Sosial Andi Dulung 45

Diperkuat data wawancara peneliti bersama Bapak Idham Kholid, SE selaku Kasi Bantuan Masyarakat, beliau mengatakan :

Nilai uang yang diterima per KPM sebasar RP. 200.000 untuk tahun 2021, dulunya pada tahun 2017 berjumlah RP. 110.000 selanjutnya pada awal tahun 2020, ada bencana covid dinaikan menjadi Rp. 150.000, ditahun 2020 juga sepertinya bencana covid tidak kunjung usai maka bantuan ditingkatkan kan lagi menjadi Rp. 200.000. tujunnya adalah untuk kecukupan gizi dari pada masyarakat yang menerima bantuan ini supaya imunya meningkat dan terhindar dari wabah covid ini, makanya di tingkakant jumlah nominal agar KPM dapat kebutuhan sembako yang lainnya46

Pada saat peneliti terjun ke lapangan, jumlah beras yang warga terima di Kelurahan Tanjung Pinang berjumlah sebanyak 15kg/ KPM dengan nominal uang di rekening sebesar Rp 200.000. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka

45Kontan.co.id

46 Wawancara bersama bapak idham ,SE selaku Kasi Bantuan Masyarakat di Dinas Sosial Kota Jambi pada hari senin tanggal 8 Maret 2021

untuk tepat jumlah beras yang di teriuma sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3) Tepat Waktu

Bentuk bantuan program BPNT yaitu menyalurkan beras serta sembako lain kepada warga yang terdaftar menjadi KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang diberikan setiap 1 bulan sekali dengan jumlah beras 15kg. selama masa penelitian, peneliti mengamati di lapangan bahwa waktu datangnya beras selalu tepat waktu sesuai orderan dari pihak pengurus di e-warong.

Berdasarkan wawancara bersama ibu emik selaku pengurus dan penyalur di e-warong Kelurahan Tanjung Pinang, beliau mengatakan bahwa :

Kalo untuk keterlambatan beras itu tidak pernah, soalnya sudah sesuai orderan misalnya kuota sudah masuk dari kemensos, kita langsung ngecek dan langsung order ke Bulog, biasanya kalo Bulog ini jangka waktunya sehari paling telat 2 hari. Misalnya senin kita order dan besok bisa langsung dikirim

Jadi dapat disimpulkan bahwa Penyaluran Beras Bantuan Pangan Non Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang sudah tepat waktu dan tidak pernah mengalami keterlambatan.

4) Tepat Kualitas

Dalam penelitian masih di temukan beberapa responden yang komplen mengenai masalah kualitas beras yang terkadang berbau apek walaupun beras sudah termasuk layak untuk di komsumsi.

Berdasarkan wawancara peneliti kepada ibu rini selaku warga setempat yang menerima bantua ini, beliau mengatakan bahwa:

beras yang kami terima lumayan bagus cuman terkadang ada beberapa kali ditemukan berasnya agak sedikit bau apek ”

Selanjutnya wawancara juga dilakukan bersama ibu emik selaku pengurus dan penyalur di e-warong Kelurahan Tanjung Pinang, beliau mengatakan bahwa :

Mengenai masalah beras, memang benar kadang bauk apek kurang bagus, dan terkadang bewarna hitam. tindakan yang bisa kami lakukan yaitu melapor atau menghubungi penyelia47 nanti pihak penyelia baru mengganti kualitas beras yang lebih bagus.48

Jadi untuk Indikator 5T, Program BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang belum bisa dikatakan tepat kualitas.

5) Tepat Administrasi

untuk indikator tepat administrasi di Kelurahan Tanjung Pinang harus memenuhi persyaratan administrasi secara benar, lengkap dan tepat waktu. Tetapi, sesuai hasil pengamatan dan wawancara peneliti kepada Masyarakat yang menerima Bantuan Pangan Non-Tunai ini, masih di temukan kendala masalah administrsi, yaitu mengenai kartu yang terblokir dan menunngu jangka waktu yang lama untuk penyelesaian nya. Hal itu dibuktikan saat peneliti mewawancari ibu eliyati, beliau mengatakan :

Kartu saya dulu pernah terblokir, dan selama terblokir saya tidak bisa mengambil bantuan tersebut, saya sudah mengadukan hal itu

47 Supervisor yang menangani beras BULOG

48 Wawancara bersama ibu emik selaku pengurus dan penyalur di e-warong Kelurahan Tanjung Pinang pada tanggal 9 Maret 2021

kepada pendamping49, tetapi jawabannya disuruh nunggu saja nanti terbuka sendiri blokirannya

Adapun Tugas Pendamping Sosial sebagai berkut :50

(Berdasarkan Kepmen No.592/SK/PFM.PPK.PAN.2/12/2017)

1) Mengkoordinasikan pelaksana verivikasi dan validasi KPM Bansos Pangan.

2) Mengkoordinasikan pelaksanaan edukasi dan sosialisasi dalam pelaksanan program Bantuan Pangan

3) Mengkoordinasikan pelaksana registrasi penerima KKS 4) Mengkoordinasikan pemantauan penyaluran Bansos Pangan

5) Membuat laporan pelaksanaan program Bansos pangan kepad Dinas Sosial Kabupaten/ Kota dan Kementrian sosial dengan tembusan Dinas Sosial Provinsi

Jadi untuk ketetapan administrasi di Kelurahan Tanjung Pinang masih belum bisa dikatakan tepat administrasi.

C. Peran Pemerintah Sesuai Dengan Pasal 17 Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 Dalam Menindaklanjuti Laporan Masyarakat Pada Pelaksanaan Penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur

Permasalahan Kartu Terblokir

49 Pendamping adalah seseorang yang diberi tugas,untuk menampung pengaduan dari KPM mengenai permaslahan pemanfaatan BPNT.

50 Sikapdaya.kemensos.go.id

51 Tim Pengendali Pelaksana Penyaluran BPNT “Petunjuk Teknis Mekanisme Penyaluran Bantauan Pangan Non Tunai”(Jakarta : November 2017), hlm 63-64

Apabila ditemukan permasalahan kartu terblokir, maka dilakukan mekanisme penyelesaian dengn tahapan sebagai berikut:

1) KPM BPNT melaporkan masalah kartu terblokir kepada dinas sosisal daerah kabuaten/ kota melalui pendamping sosial Bantuan sosial Pangan 2) Dinas sosial kabupaten/kota melaorkan ke kantor cabang Bank Penyalur

dengan tebusan ke Direktur yang menangani pelaksanaan BPNT sesuai dengan wilayah kerja selaku kuasa pengguna anggaran serta memeberikan laporan secara tertulis dilengkapi dengan data dengan nama dan alamat ditambah no rekening dan no Kartu Kombo serta melampirkan kartu terblokir

3) Kantor cabang bank penyalur harus menindaklanjuti laporan tertulis dan mengganti Kartu Kombo yang terblokir paling lambat 21 hari kerja.

4) Kantor cabang Bank penyalur melaporkan hasil penyelesaian secara tertulis kepada Dinas Sosial Daerah kabupaten / kota dan lantor pusat Bank Penyalur

5) Dinas Sosial Daerah kabupate/ kota melaporkan secara tertulis kartu kombo yang terblokir kepada direktur yang menangani pelaksanaan BPNT sesuai dengan wilayah kerja selaku kuasa pengguna angganran

6) Bank Penyalur pusat melaporkan secara tertulis hasil penyelesaian kartu kombo yang terblokir kepada Direktur yang menangni pelaksana BPNT sesuai dengan wilayah kerja selaku kuasa pengguna anggaran.51

52 Wawancara bersama bapak idham ,SE selaku Kasi Bantuan Masyarakat di Dinas Sosial Kota Jambi pada hari senin tanggal 8 Maret 2021

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti kepada bapak Idham Kholid, SE selaku Kasi Bantuan Masyarakat, beliau mengatakan :

Kartu terblokir itu memang sering terjadi, tetapi itu bukan kesalahan pengelola di lapangan itu disebabkan diantaranya NIK yang tidak valid, NIK yang tidak valid yang dimaksud ialah nama yang bersangkutan tetapi NIK nya bukan NIK dia , ada NIK ganda contoh dua NIK orang nya satu, ada nama ganda, namanya 2,orang nya satu. Jadi kita selesaikan dulu siapa pemilik NIK ini ada juga data ganda misalnya satu rumah tangga itu menerima 2 mendapatkan 2 kali kartu jadi itu di blokir dulu sebelum selesai masalahnya atau ganda dengan dia menerima BPNT dia juga menerima PKH, mejelang administrasi nya benar kartu keduanya diblokir dulu, setelah tau kartu yang diterbitkan makanya diblokir dulu karna membutukan waktu 3 bulan untuk diproses lebih lanjut52

Jadi selama kartu nya diblokir, KPM tidak dapat menerima bantuan sosial pangan karna saldo yang terdapat di rekening hanya RP. 0. KPM akan menerima Bantuan Pangan kembali apabila kartu tesebut sudah di proses lebih lanjut.

Dokumen terkait