( BANTUAN PANGAN NON TUNAI ) DI KELURAHAN TANJUNG PINANG KECAMATAN JAMBI TIMUR KOTA JAMBI
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S.1)
Dalam Prodi Ilmu Pemerintahan Pada Fakultas Syariah
Oleh : EGI FITRIYANI NIM : 105170439
Pembimbing I : Drs. Amhar Rasyid, L.sc., M.A Pembimbing II : Tri Endah Karya Lestiyani, S.I.P., M.I.P
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2021
Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Egi Fitriyani
NIM 105170439
Jurusan : Ilmu Pemerintahan Fakultas : Syariah
Alamat : Jln. Amangkurat rt32 rw08 no20 kel. Tanjung pinang kec. Jambi timur Kota Jambi
Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa skripsi yang berjudul “Implemetasi Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi” adalah hasil karya pribadi yang tidak mengandung plagiarisme dan tidak berisi materi yang di publikasikan atau ditulis orang lain, kecuali kutipan yang telah disebutkan sumbernya sesuai dengan ketentuan yang dibenarkan secara ilmiah.
Apabila penyataan ini tidak benar, maka peneliti siap mempertanggungjawabkannya sesuai hukum yang berlaku dan ketentuan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, termasuk pencabutan gelar yang saya peroleh dari skripsi ini
Jambi, April 2021
Egi Fitriyani NIM.105170439
ii
PENGESAHAN SKRIPSI/ TUGAS AKHIR
Nomor : B-………/D.II./PP.06/05/2021
Skripsi/ Tugas Akhir dengan judul: “Implementasi Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non-Tunai BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi”
.
Yang dipersiapkan dan disusun oleh
Nama : Egi Fitriyani
NIM 105170439
Telah dimunaqasyahkan pada : Senin, 03 Mei 2021
Nilai Munaqasyah :78,145 (B+)
Dinyatakan telah diterima oleh Fakultas Syariah UIN SulthanThaha Saifuddin Jambi.
Tim Munaqasyah / Tim Penguji Ketua Sidang
Siti Marlina, S.Ag., M.Hi NIP.19750221 200701 2 015 Penguji I
Drs. M. Hasbi Ash-Shiddiqi,M.A NIP. 19640608 1992031 0 004
Penguji II
Muatiah RH, S.Ag.,M.Sy NIP.19700706 199803 2 003 Pembimbing I
Drs. Amhar Rasyid,L.sc.,M.A NIP.19570124 198803 1 001
Pembimbing II
Tri Endah Karya Lestiyani, S.IP.,M.IP NIP. 19710706 200710 2 001 Sekretaris Sidang
Dra. Choiriyah NIP.19660250 199403 2 001
Jambi, Maret 2021 FakultasSyariah
UIN SulthanThahaSaifuddin Jambi DekanFakultasSyariah
Dr. Sayuti Una, S. Ag., M.H
iv
NIP. 19720102 200003 1 005 BUKTI PENYERAHAN SKRIPSI Nomor : B- ……./D.II/PP.006/05/2021
Nama : Egi Fitriyani
NIM 105170439
Tanggal Munaqasah : 03 Mei 2021
Judul Skripsi : “Implementasi Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantaun Sosial Non-Tunai BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi”
.
No Penerima Jumlah Tanda
Tangan Penerima 1. Bag, Akademik Fak. Syariah : Zarkani,S.Ag
2. Ketua sidang : Siti Marlina, S.Ag., M.Hi
3. Penguji I :Drs. M. Hasbi Ash-Shiddiqi,M.A 4. Penguji II : Muatiah RH, S.Ag.,M.Sy 5. Pembimbing I : Drs. Amhar Rasyid,L.sc.,M.A
6. Pembimbing II: Tri Endah Karya Lestiyani, S.IP.,M.IP 7. Ketua Jurusan : Dr. Irmawati Sagala, S.IP.,M.Si
8. Perpustakaan Fakultas Syariah 9. Perpustakaan Pusat UIN STS Jambi
Jambi, Mei 2021 Mengetahui,
Kasubag Akademik & Kemahasiswaan
Zarkani, S. Ag
NIP. 197603262002121001
v MOTTO
س ِ ب ِ ي
ل ل ا ح ض و مز ع ل ا ق د ص اذ إ
Artinya : Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya
vi
PERSEMBAHAN
Alhamdulillahhirobbil alamin dengan Rahmat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Skripsi ini saya persembahkan kepada orang-orang yang telah memberikan cinta,
kasih, perhatian serta motivasi dalam menuntut ilmu, terkhusus kepada kedua orang tua saya tercinta Ayahanda Mujiono dan Ibunda Suhartinah, terimakasih telah mengantarkan ku sampai
jenjang pendidikan ini, terimakasih atas doa-doanya disetiap malamnya, berkat dorongan motivasi dan doa nya lah saya dapat menyelesaikan skripsi dengan tepat waktu.
Dan tak lupa kepada kakak saya Deswita Muji Harti yang sedikit banyaknya memberi masukan dalam penulisan skripsi ini. Serta kepada Dosen Pembimbing terima kasih atas bimbingannya dalam memeberikan pemikiran-pemikiran dan pemasukan gambaran ide-ide dalam setiap proses
penyelesaian skripsi.
Dan untuk sahabat-sahabatku selama 4 tahun di kampus Dewi Febriani, Novila tesa Mawarni, Auliyana Sari, Sukma Watil Ridho. Terimakasih telah memberikan semangat sejauh ini, selalu
ada di saat suka maupun duka. Semoga kalian dipermudah dalam setiap urusan.
vii ABSTRAK
Masalah kemiskinan dianggap sebagai salah satu hal penghambat proses pembangunan sebuah negara. Salah satu negara yang masih dibelit oleh masalah sosial ini adalah Indonesia Oleh sebab itu Pemerintah memberikan program bantuan sosial kepada masyarakat, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2017 yang disahkan pada tanggal 12 Juli 2017 berisi tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai.Program ini diharapkan mampu diterima dengan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu, dan tepat administrasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui bagaimana mekanisme pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi dan untuk mengetahui apakah indikator 5T sudah tercapai sesuai dengan Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi langsung ke lapangan serta wawancara kebeberapa masyarakat dan dinas terkait dengan menggunakan pendekatan penelitian yuridis empiris yaitu sesuai atau tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil hasil dan kesimpulan bahwa pada pengimplementasian bantuan ini masih kurang optimal dilihat dari kendala kartu yang terblokir yang penyelesaian membutuhkan jangka waktu yang lama, sasaran yang kurang tepat kepada masyarakat yang menerima bantuan ini serta data yang tidak valid dengan apa yang terjadi dilapangan dapat diartikan disini bahwa tepat administrasi dan tepat sasaran belum sepenuhnya tercapai dengan baik.
Kata Kunci :Implementasi, Mekanisme,Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017
viii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana dalam penyelesain skripsi ini penulis selalu diberi kesehatan dan kekuatan, sehingga dapat menyelesaikan skrisi ini dengan baik. Di samping itu, tidak lupa iringan sholawat serta salam penulis sampaikan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.
Skripsi ini diberi judul “Implementasi PeraturanPresiden No 63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non-Tunai BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ) di KelurahanTanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi”
Oleh karena itu, hal yang pantas penulis ucapkan adalah kata terimakasih kepada semua pihak yang turut memantu penyelesaian skripsi ini, terutama sekali kepada Yang Terhormat :
1. Bapak Prof. Dr H. Su’aidi , Ma., Ph.D, sebagai Rektor UIN STS Jambi.
2. Bapak Dr. Sayuti, S.ag., M.H sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN STS Jambi.
3. Bapak Agus Salim, S.Th.I, M.A., MIR, Ph.D sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik.
4. Bapak Dr. Ruslan Abd Gani, S.H., M.Hum sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan.
5. Bapak Dr. H. Ishaq S.H., M.Hum, sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama di Lingkungan UIN STS Jambi.
viii
6. Ibu Dr. Irmawati Sagala, S.IP.,M.Si dan Bapak Yudi Armansyah, S.Th.I.
M..Hum, sebagai Ketua dan sekretaris Prodi IlmuPmerintahan.
7. Bapak Drs. Amhar Rasyid, L.sc.,M.A selaku Pembimbing I dan Ibu Tri Endah Karya Lestiyani,S.IP.,M.I.P selaku Pembimbing II.
8. Bapak Ibu Dosen, Asisten Dosen, seluruh Karyawan / Karyawati Fakultas Syariah UIN STS Jambi, dan semua pihak yang terlibat , yang tidak dapat penulis tuliskan satu persatu.
9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu kelancaran dalam penyusunan skripsi ini.
Di samping itu penulis juga menyadari bahwaskripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya diharapkan kepada semua pihak untuk dapat memberikan Kritikdan Saran pemikirannya demi perbaikan skripsi ini. Kepada Allah SWT penulis memohon ampunan atas semuakesalahan yang ada di dalam skripsi ini, semoga amal kebaikan kita dinilai seimbang oleh Allah SWT.
Jambi, Maret 2021
EgiFitriyani NIM. 105170439
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBARAN PERNYATAAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
PENGESAHAN PANITIA UJIAN ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR SINGKATAN ... xiii
DAFTAR TABEL... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 3
C. Batasan Masalah... 4
E. Kegunaan Penelitian... 5
F. Kerangka Teori... 6
G. Tinjaun Pustaka ... 12
BAB II : METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 17
B. Pendekatan Penelitian ... 17
C. Jenis Penelitian ... 18
D. Sumber Data ... 18
E. Teknik Pengumpulan Data ... 20
F. Analisis Data ... 22
G. Sistematika Penulisan ... 26
H. Jadwal Penelitian ... 28
BAB II : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Letak Geografis Kelurahan Tanjung Pinang ... 30
B. Penduduk di Kelurahan Tanjung Pinang ... 31
C. Keadaan Sosial Kelurahan Tanjung Pinang ... 33
D. Keagamaan Masyarakat Kelurahan Tanjung Pinang ... 35
E. Struktur Organisasi Kelurahan Tanjung Pinang ... 36
F. Tugas dan Fungsi Dinas Sosial Kota Jambi ... 38
G. Struktur Organisasi Dinas Sosial Kota Jambi ... 38
BAB IV : PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
A. Mekanisme penyaluran BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi ... 42 B. Indikator 5T dalam pelaksanaan penyaluran BPNT di
Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur 51
C. Peran pemerintah sesuai pasal 17 Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 dalam menindaklanjuti laporan masyarakat pada pelaksanaan penyaluran BPNT di KelurahanTanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur ... 56 BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan ... 59 B. Saran ... 60
DAFTAR PUSTAKA ...
LAMPIRAN-LAMPIRAN ...
CURRICULUM VITAE ...
xiii
DAFTAR SINGKATAN BPNT : Bantuan Pangan Non-Tunai
KPM : KeluargaPenerimaManfaat E-Warong : ElektronikWarong
KUBE : Kelompok Usaha Bersama PKH : Program Kelarga Harapan BUMN : Badan Usaha Milik Negara NIK : Nomor Induk Kependudukan ProKes : Protokol Kesehatam
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 1 :Daftar Responden
Tabel 2 :Jumlah Penduduk Kelurahan Tanjung Pinang Tahun 2020 Tabel 3 :Mata Pencarianatau Pekerjaan di Kelurahan Tanjung Pinang Tabel 4 :Tingkat Pendidikan Penduduk
Tabel 5 :Pemeluk Agama di KelurahanTanjung Pinang
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Peta KelurahanTanjung Pinang Kota Jambi
Gambar 2 :Struktur Organisasi Kelurahan Tanjung Pinang Kota Jambi Tahun 2020
Gambar 3 :Struktur Organisasi Dinas Sosial Kota Jambi Tahun 2021 Gambar 4 :Kartu Bantuan Pangan Non Tunai
Gambar 5 :Bagan Proses Penyaluran BPNT di KelurahanTanjung Pinang
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masalah kemiskinan dianggap sebagai salah satu hal penghambat proses pembangunan sebuah negara. Salah satu negara yang masih dibelit oleh masalah sosial ini adalah Indonesia. Angka kemiskinan ditingkat masyarakat masih cukup tinggi meskipun oleh lembaga statistik negara, selalu dinyatakan bahwa setiap tahun angka kemiskinan cenderung menurun, Maka dari itu, pemerintah sebagai penyelenggara, pemerintahan bertanggung jawab atas kelangsungan dan kesejahteraan rakyatnya melalui program-program penanggulangan kemiskinan yang berupaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan yang terjadi di Indonesia.
Oleh sebab itu Pemerintah memberikan program bantuan sosial kepada masyarakat, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2017 yang disahkan pada tanggal 12 Juli 2017 berisi tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai.Program ini diharapkan mampu diterima dengan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu, dan tepat administrasi. Selain itu, penyaluran bantuan sosial dapat mendukung peningkatan manfaat bagi penerima bantuan serta berkontribusi terhadap peningkatan keuangan inklusif, Menurut perpres ini, dilaksanakan oleh pemberi bantuan sosial melalui bank penyalur ke rekening atas nama penerimabantuan sosial.
BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya
untuk membeli pangan di e-Warong Kube PKH/pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank. Tujuan Program BPNT untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.1
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses rakyat miskin akan gizi yang lebih seimbang, mendorong kegiatan pemberdayaan ekonomi rakyat, memberi akses jasa keuangan dan tentu saja mengefektifkan anggaran.
Data penerima manfaat BPNT Nasional pada tahun 2019 meningkat jadi 15,6 juta keluarga, Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 yang hanya memberikan bantuan kepada 10,3 juta keluarga. Dilakukannya peningkatan jumlah keluarga penerima BPNT adalah salah satu jalan untuk mengentaskan keluarga pra-sejahtera menjadi tercukupi. 2
Di Provinsi Jambi tepatnya pada Kelurahan Tanjung Pinang yang menerima Bantauan Pangan Non-Tunai berjumlah 500 per KK atau per KPM dengan jumlah 33 RT.
Bantuan program pangan di kelurahan ini hanya untuk masyarakat yang berpendapatan rendah dengan kondisi ekonomi 25% terendah di daerahnya, dengan mendapat bantuan beras sebesar 20 kg setiap bulannya, selain beras terdapat juga sembako lainnya seperti telur, kacang hijau, dan tempe. Jumlah nominal uang yang diterima di akun rekening KPM Tanjung Pinang Kota Jambi sebesar Rp 200.000 per bulan yang akan dibelanjakan di e-warong.
1www.kemensos.go.id
2https://nasional.kompas.com/read/2019/01/28/17591171/mensos-penerima-manfaat- bpnt-2019-meningkat-jadi-156-juta-keluarga
Dalam pelaksanan pendistribusian bantuan ini diharapkan mampu untuk memenuhi 5 Indikator dalam Peraturan Presiden no 63 Tahun 2017 yaitu tercapainya Tepat sasaran, Tepat jumlah, Tepat waktu, Tepat kualitas dan Tepat administrasi .
Permasalahan yang ada di kelurahan ini yaitu adanya sebagian warga yang membutuhkan tetapi tidak menerima bantuan tersebut, permasalahan selanjutnya terdapat beberapa kartu yang terblokir oleh pihak Bank dalam jangka waktu yang lama, dan juga kualitas beras yang terkadang kurang bagus. Informasi tersebutdidapat oleh peniliti pada saat wawancara bersama beberapa warga di Kelurahan Tanjung Pinang.
Berdasarkan uraian masalah yang terkait dalam penyaluran bantuan sosial di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kurang tepat administrasi pada masalah kartu yang terblokir, kurang tepatnya kualitas pada beras yang di salurkan, serta kurang tepatnya sasaran pada KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
Maka berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pendistribusian pelaksanaan BPNT di kelurahan tersebut dengan judul ” Implementasi Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bntuan Sosial Non – Tunai BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur “
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang menarik untuk diteliti adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana mekanisme penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur ?
2. Apakah indikator 5T (Tepat sasaran, Tepat jumlah, Tepat waktu, Tepat kualitas, Tepat administrasi) dalam pelaksanaan penyaluran BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur telah tercapai ?
3. Apa peran pemerintah sesuai dengan pasal 17 Peraturan Presiden No 63 Tahun 2017 dalam menindaklanjuti laporan masyarakat pada pelaksanaan penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur ?
C. Batasan Masalah
Untuk menghindari adanya perluasan masalah yang dibahas meyebabakan pembahasan ini menjadi tidak konsisten dengan rumusan masalah yang telah penulis buat sebelumnya agar lebih terarah, terkonsep dan tidak terjadi perluasan pada inti pokok pembahasan yang telah peneliti buat, sehingga penulis memberi batasan masalah yang hanya membahas dan terfokus kepada Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun 2020 - 2021 di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi.
D. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui mekanisme penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non- Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi
2. Untuk mengetahu indikator 5T (Tepat sasaran, Tepat jumlah, Tepat waktu, Tepat kualitas, Tepat administrasi) dalam pelaksanaan penyaluran BPNT di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur telah tercapai 3. Untuk mengetahui peran pemerintah sesuai dengan pasal 17 Peraturan
Presiden No 63 Tahun 2017 dalam menindaklanjuti laporan masyarakat pada pelaksanaan penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur
E. Kegunaan Penelitian
Dari penelitian di atas, maka hasil penelitian ini akan memiliki kegunaan bagi penulis maupun pembaca, adapun kegunaan penulis tersebut:
1. Kegunaan teoritis, sebagai salah satu bahan perbandingan dari studi lebih lanjut dalam peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ilmu pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan peran pemerintah dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai.
2. Kegunaan praktis, sebagai salah satu masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kelularahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, diutamakan untuk memberikan masukan mengenai penyaluran program BPNT.
3. Sebagai syarat dalam menyelesaikan program strata satu (S1) Ilmu Pemerintahan di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
F. Kerangka Teori
Teori merupakan serangkaian konsep, definisi yang saling berkaitan dan bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis tentang suatu fenomena, gambaran sistematis ini dijabarkan dan menghubungkan antara variable yang satu dengan variabel yang lainnya degan tujuan untuk menjelaskan fenomena tersebut
Dalam penelitian ini, penulis meneliti mengenai Implementasi Peraturan Presiden No63 Tahun 17 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non-Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, dalam upaya menjawab rumusan masalahan penelitian ini, penulis mengambil beberapa teori yaitu :
1. Teori Implementasi
Implementasi diartikan sebagai pelaksanaan atau penerapan. implementasi merupakan suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap sempurna. Secara umum dikatakan bahwa implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara bersungguh-sungguh berdasarkan dengan tujuan mencapai kegiatan tertentu.
Implementasi merupakan penyediaan sarana untuk melaksanakan sesuatu yang menimbulkan dampak atau akibat terhadap sesuatu. Sesuatu tersebut dilakukan untuk menimbulkan dampak atau akibat itu dapat berupa undang- undang, peraturan pemerintah, keputusan peradilan dan kebijakan yang dibuat oleh lembaga lembaga pemerintah dalam kehidupan kenegaraan. Secara etimologi
pengertian implementasi menurut kamus Webster yang dikutip oleh Solichin Abdul Wahab adalah “konsep implementasi berasal dari bahasa Inggris yaitu to implement. (mengimplementasikan) berarti to providethe means for carrying out (menyediakan sarana untuk melakukan sesuatu): dan to givepracticaleffect to (untuk menimbulkan dampak/akibat terhadap sesuatu ).3
Jadi implementasi itu merupakan tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan kebijakan. Akan tetapi pemerintahan dalam membuat kebijakan juga harus mengkaji terlebih dahulu apakah kebijakan tersebut dapat memberikan dampak yang buruk. Secara sederhana implementasi itu bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Majone dan Wildavsky, mengemukakan implementasi sebagai evaluasi, Brownedan Wildavsky mengemukakan bahwa “Implementasi adalah perluasan aktifitas yang saling menyesuaikan.” pengertian implementasi sebagai aktifitas yang saling menyesuaikan juga dikemukakan Melaughin.4
Kebijakan menurut pendapat Carl Friendrich yang dikutip oleh Wahab bahwa : kebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah, kebijakan tentu mempunyai hambatan hambatan pada pelaksanaan tetapi harus mencari peluang untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.5
3Solichin Abdul Wahab, Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi KebijakanNegara,( Jakarta: Bumi Aksara, 1997), hlm. 64.
4Solichin Abdul Wahab, Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Negara,( Jakarta: Bumi Aksara, 1997), hlm. 3.
5H.R, Ridwan, Hukum Administrasi Negara, ( Jogyakarta; UI Pres, 2002 ) hlm. 101-102
6A.G. Subarsono, Analisis Kebijakan Publik, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008 ), hlm.
89.
Kebijakan dalam perumusannya adalah proses sosial dimana proses intelektual melekat didalamnya tidak berarti bahwa efektivitas relatif dari proses intelektual tidak dapat ditingkatkan, atau bahwa proses sosial dapat “diperbaiki”.
Subarsono mengemukakan beberapa teori dari beberapa ahli mengenai implementasi kebijakan salah satunya, yaitu : Dalam pandangan Edward III, implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat variabel, yaitu:6
a. Komunikasi : yaitu keberhasilan implementasi kebijakan masyarakat agar implementor mengetahui apa yang harus dilakukan, dimana yang menjadi tujuan dan sasaran kebijakan harus di tranmisikan kepada kelompok sasaran (target group) sehingga akan mengurangi distory implementasi.
b. Sumber Daya : dimanapun meskipun kebijakan telah di komunikasikan secara jelas dan konsisten, tetapi apabila implementor kekurangan sumberdaya untuk melaksanakan, maka implementasi tidak akan berjalan efektif. Sumber daya tersebut dapat terwujud sumber daya manusia, misalnya kompetesi implementor dan sumber daya financial.
c. Disposisi : watak dan karakteristik yang dimiliki implementor, Apabila implementor memiliki disposisi yang baik, maka implementor tersebut dapatmenjalankan kebijakan dengan baik seperti apa yang di inginkan oleh pembuat kebijakan. menyatakan bahwa sikap dari pelaksanaan kadangkala menyebabkan masalah apabila sikap atau cara pandangan berbeda dengan pembuat kebijakan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi dapat
7William N. Dunn, Pengantar Analisis Kebijakan Publik, (Gadjah Mada University Press, 2003), hlm. 28.
mempertimbangkan atau memperlihatkan aspek penempatan pegawai ( pelaksana ) dan isentif.
d. Struktur Birokrasi : merupakan susunan komponen ( unit – unit ) kerja dalam organisasi yang menunjukkan adanya pembagian kerja serta adanya kejelasan bagaimana fungsi fungsi atau kegiatan yang berbeda beda diintegritaskan atau dikondisikan.
Menurut Wiliam N. Dunn implementasi kebijakan akan dilaksanakan sesuai dengan policy statement saja. Akan tetapi keberhasilan dinilai setelah policy statement tersebut di implementasikan meskipun suatu policy statemen sangat ideal, akan tetapi dapat juga gagal mencapai tujuannya karena kesalahan dalam implementasi. Terkait dengan implementasi kebijakan, paling tidak empat elemen untuk di cermati yakni: siapa pelaksana kebijakan, hakekat dari proses administratif, kepatuhan pada kebijakan dan dampak dari proses implementasinya.
Keempat tahapan tersebut tentu saja berkaitan dengan aktor yang terlibat atau bersinggungan dengan proses implementasi kebijakan tersebut baik itu sebagai implementornya maupun elemen masyarakat yang menjadi objek kebijakan.7
Rangkaian proses untuk melakukan penilaian dari suatu kebijakan tentu baik yang sedang atau telah dilaksanakan. Evaluasi dilakukan untuk menilai apakah suatu kebijakan akan dilanjutkan. Paling tidak ada tiga elemen penting yang di pakai dalam menganalisa kebijakan yakni : pertama, siapa yang memperoleh akses terhadap input dan output kebijakan tersebut, kedua, bagaimana reaksi terhadap kegiatan tersebut, ketiga, bagaimana kebijakan dapat merubah perilaku
9William N. Dunn, Pengantar analisis kebijaka publik, (Gadjah mada university press.2003 ),hlm. 101.
mereka. Kegiatan maupun wewenang dari pemerintah daerah, namun seringkali banyak pihak diluar pemerintah yang melakukan evaluasi terhadap suatu kebijakan dengan berbagai alasan atau target yang ingin dicapai.
2. Teori Kebijakan
William N. Duun mengemukakan bahwa dalam pelaksanaan evaluasi akan menghasilkan tuntutan-tuntutan yang bersifat evaluasi, evaluasi kebijakan tersebut bukan hanya mengenai fakta dan aksi akan tetapi lebih kepada nilai nilai terhadap kebijakan publik8 dan William N. Duun dalam pasolong mengatakan bahwa “ Kebijakan publik adalah suatu rangkaian pilihan-pilihan pada bidang-bidang yang menyangkut tugas pemerintah, seperti pertahanan keamanan, energi, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, kriminalitas, dan lain-lain.”9
Kebijakan secara umum menurut Said Zainal Abidin dapat dibedakan dalam tiga tingkatan:
a) Kebijakan Umum
Kebijakan umum yaitu kebijakan yang menjadi pedoman atau petunjuk pelaksanaan baik yang bersifat positif ataupun yang bersifat negative yang meliputi keseluruhan wilayah instansi yang bersangkutan.
8William N. Dunn, Pengantar analisis kebijaka publik, (Gadjah mada university press.2003 ),hlm. 89
b) Kebijakan Pelaksanaan
Kebijakan Pelaksanaan yaitu kebijakan yang menjabarkan kebijakan umum, untuk tingkat pusat, peraturan pemerintah tentang pelaksanaan suatu undang-undang.
c) Kebijakan Teknis
Kebijakan Teknis yaitu kebijakan operasional yang dibawah kebijakan pelaksanaan.10
Menurut Van Metter dan Van Horn, yang mempengaruhi kinerja kebijakan yaitu:
a. Ukuran dan Tujuan Kebijakan
Kinerja implementasi kebijakan dapat diukur keberhasilannya jika dan hanya jika ukuran dan tujuan dari kebijakan memang realistis dengan sosiso kultur yang ada di level pelaksanaan kebijakan.
b. Sumber daya
Keberhasilan proses implementasi kebijakan sangat tergantung dari kemampuan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
c. Karakteristik Agen Pelaksana
Pusat perhatian pada agen pelaksana meliputi organisasi formal dan organisasi informal yang akan terlibat pengimplementasian kebijakan (public) akan sangant banyak dipengaruhi oleh ciri-ciri yang tepat serta sesuai dengan para agen pelaksananya. Selain itu, cakupan atau luas wilayah implementasi kebijakan perlu juga diperhitungkan manakah hendak menentukan agen pelakasana.
10Said Zainal Abidin, Kebijakan Publik, (Gadjah mada university press.2003 ),hlm. 57.
Semakin luas cakupan implementasi kebijakan, maka seharusnya semakin besar pula agen yang dibatalkan.
d. Sikap /Kecenderungan (Disposition) para pelaksana
Sikap penerimaan atau penolakan dari agen pelaksana akan sangat banyak mempengaruhi keberhasilan atau tidaknya kinerja implementasi kebijakan publik.
Hal ini sangat mungkin terjadi oleh karna kebijakan yang dilaksanakan bukanlah hasil formasi orang-orang yang terkait langsung terhadap kebijakan yang mengenal betul persoalan dan permasalahan yang mereka rasakan.
e. Komunikasi Antaroganisasi dan Aktivitas Pelaksana
Koordinasi merupakan mekanisme yang ampuh dalam implementasi kebijakan public. Semakin baik koordinasi komunikasi diantara pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proses implementsi, maka asumsinya kesalahan-kesalahan akan sangat kecil untuk terjadi dan begitu pula sebaliknya.
f. Lingkungan Ekonomi, Sosial, dan Politik
Sejauh mana lingkungan eksternal turut mendorong keberhasilan kebijakan publik yang telah ditetapkan. Lingkungan sosial, ekonomi, dan politik yang tidak kondusif dapat menjadi penyebab dari kegagalan kinerja implementasi kebijakan. 11
G. Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka adalah uraian hasil-hasil penelitian terdahulu (penelitian- penelitian lain) yang berkaitan dengan penelitian ini ada aspek fokus atau tema
11 Agostiono, Implementasi Kebijakan Publik Model Van Metter dan Van Horn, (Rajawali Press,Jakarta,2010), hal 154
yang di teliti. Setelah peneliti mengadakan suatu kajian kepustakaan terdapat penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan tema dengan penelitian yang peneliti lakukan , berikut beberapa penelitian yang terdahulu yaitu :
Pertama, penelitian yang terkait adalah Evaluasi Program Beras Sejahtera (RASTRA) Di Kecamatan Mersam Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi.
Metode yang digunakan adalah metode deskritif kualitatif, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendistribusian RASTRA di kecamatan tersebut sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan pedoman program RASTRA 2017, Namun ada beberapa kendala yang tidak sesuai harapan yaitu masih banyak di temukan jumlah beras yang tidak sesuai dengan ketetapan yaitu kurang dari 15kg/KK.12
Perbedaan dengan penelitian saya yang berjudul Implementsi Peraturan Presiden No63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi dengan Skripsi yang ditulis oleh Enda Meri Astusi yaitu yang pertama pada nama program nya karna dulu masih menggunkan nama Program Rastra sedangkan sekarang sejak tahun 2017 nama program Rastra dig anti dengan nama BPNT, selanjutnya yang kedua Skripsi yang di tulis oleh Enda Meri Astuti ini meneliti tentang Bagaimana Evaluasi Pelaksaan Program Rastra sedangkan penelitian saya membahas Bagaimana Mekanisme Penyaluran BPNT apakah berjalan sesuai atau tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No63 Tahun 2017.
12 Enda Meri Astuti ,Evaluasi Program Beras Sejahtera (RASTRA) Di Kecamatan Mersam Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi Skripsi Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negreri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, (2018).
Kedua, penelitian yang terkait yaitu Implementasi Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 11tahun 2018 Tentang Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (Bpnt) (Studi Di Kecamatan Vii Koto Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi) metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Faktor Penghambat Pelaksanaan Program BPNT yang pertama yaitu bersumber dari factor Komunikasi kurangnya koordinasi pelaksana program BPNT, yang kedua yaitu kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa Teluk Kepayang Pulau Indah yang masih rendah, yang ketiga Sikap Implementor (disposition) para Pelaksana Program BPNT yang apatis, faktor penghambat selanjutnya adalah kurangnya pemantauan, pengawasan serta evaluasi terkait Pelaksanaan Program BPNT di Desa Teluk Kepayang Pulau Indah oleh Tim Koordinasi Bansos Pangan Kabupaten/ Kota maupun Tim Koordinasi Bansos Pangan Kecamatan.13
Perbedaan dengan penelitian saya dengan penelitian Skripsi yang di tulis oleh Aziana yaitu terletak di faktor penghambat pelaksannan BPNT. Faktor penghambat di Kecamatan Vii Koto Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi yaitu salah satunya Sumber Daya Manusia yang masih rendah sedangkan dalam penelitian saya faktor penghambatnya mengenai masalah kartu yang terblokir serta kurang tepat sasaran.
13 Aziana, Implementasi Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 11tahun 2018 Tentang Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (Bpnt) (Studi Di Kecamatan Vii Koto Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Skripsi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, (2021).
Ketiga, penelitian yang terkait yaitu Monitoring dan Evaluasi Program Penyaluran Bnatuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis kebijakan dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulka bahwa pada pelaksanaan monitoring dan evaluasi program bpnt di kecamatan danau teluk telah berjalan dengan cukup baik namun tujuan programnya belum optimal karna masih ada kendala yang terjadi pada saat penyaluran yang tidak sesuai.14
Perbedaan dengan peelitian saya yang berjudul Implementsi Peraturan Presiden No63 Tahun 2017 Tentang Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi dengan Skripsi yang ditulis oleh Riziki Putri Amalia, yaitu yang pertama dari segi lokasi, dan yang kedua dari segi pembahasan, skripsi yang di tulis oleh Riziki Putri Amalia membahas tentang Bagaimana Pemantaun dan Pengawasan dari pihak Dinsos yang turun langsung kelapangan pada pelaksaan penyaluran BPNT sedangkan pada penelitian saya membahas mekanisme penyaluran BPNT dilapangan sesuai atau tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No63 Tahun 2017.
Keempat, penelitian yang terkait yaitu Analisis Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Desa Merak Batin Kecamatan Natar
14 Riziki Putri Amalia, Monitoring dan Evaluasi Program Penyaluran Bnatuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi Skripsi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi , (2021)
Kabupaten Lampung Selatan)metode yang digunkan penelitian ini adalah metode kualitatif dan bersifat deskriptif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa program bantuan non-tunai di desa tersebut tidak tepat sasaran dalam memberikan beras dan telur, hal ini dibuktikan bahwa masih terdapat mayarakat atau keluarga yang membutuhkan yang tidak mendapatkan manfaat program BPNT ini. Jadi implementasi program BPNT di Desa Merak Batin belum memenuhi keadilan.15
Perbedaan dengan penelitian saya dengan penelitian yang ditulis oleh Ahda Sulukin Nisa dengan judul Analisis Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan Implementasi program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Merak Batin menurut Prespektif Ekonomi Islam sedangkan penelitian Skripsi saya bertujuan untuk mengkaji Aspek 5T : Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Administrasi, dan Tepat Kualitas.
15 Ahda Sulukin Nisa, Analisis Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Desa Merak Batin Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan) Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung,(2019).
BAB II
METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah langkah yang dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data serta melakukan investigasi pada data yang telah didapatkan tersebut. Maksudnya ialah bahwa pembahasan kali ini akan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang penelitian.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kantor Lurah Tanjung Pinang Kota Jambi, dan e- warong yang berada di kelurahan Tanjung Pinang serta lokasi keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan diwawancarai dengan lingkup penelitian tentang Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi.
B. Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti.16 Peneliti juga akan menggunakan pendekatan penelitian yuridis empiris, dimana peneliti akan melihat bagaimana pelaksanaan penditribusian BPNT di lapangan tepatnya di kelurahan Tanjung Pinang Kota Jambi, apakah sesuai atau tidak sesuai dengan
16Umar, Metode Penlitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011), hlm 22.
17
Peraturan Presiden no 63 tahun 2017. Bantauan Pangan Non Tunai ini diharapkan mampu untuk tepat sasran, tepat administrasi, tepat kualitas, tepat waktu, dan tepat jumlah.
C. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yang membahas tentang bagaimana pelakasanaan pendistribusian progam Bantuan Pangan Non-Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi Provinsi Jambi.
Penelitian kualitatif adalah tatacara penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Yaitu apa yang dinyatakan oleh responden secara tertulis atau lisan dan prilaku nyata. Yang diteliti dan dipelajari adalah objek penelitian yang utuh, sepanjang hal tersebut mengenai manusia atau menyangkut sejarah kehidupan manusia.17
D. Sumber Data
Sumber data dalam penelitianadalah sumber objek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data dalam penelitian kualitatif ini adalah orang atau narasumber. Posisi narasumber sangat penting. Bukan hanya sekedar memberi respon melainkan juga sebagai pemilik informasi. Jadi sumber data di penelitian ini di peroleh:
a) Dari Kantor Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi
17Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Cet.X; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 3a
b) Wawancara Kasi Bansos dan Pengurus e-warong di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi
c) Dinas Sosial Kota Jambi d) Wawancara Kasi Bansos
Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan dua sumber data, yaitu 1. Data primer akan diperoleh oleh peniliti dari hasil wawancara dan
observasi,peneliti juga menggunakan data yang bersumber dari Peraturan Presiden no 63 tahun 2017.Penelitian ini menggunakan Informan dan responden dalam menghimpun data-data yang dibutuhkan. Informan dalam penelitian ini adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang suatu fakta dan pendapat terkait dengan pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi.
2. Data skunder adalah data atau sejumlah keterangan yang di peroleh secara tidak langsung atau melalui sumber perantara. Data ini diperoleh dengan cara mengutip dari sumber lain sehingga tidak bersifat autentik, karna sudah diperoleh oleh tangan kedua, ketiga, dan seterusnya.18 Data skunder dalam penelitian ini adalah :
a) Historis dan Geografis Kelurahan Tanjung Pinang b) Struktur Pemerintahan Kelurahan Tanjung Pianang c) Keadaan Penduduk Kelurahan Tanjung Pinang
18 Sayuti Una, Pedoman Penulisan skripsi, (UIN STS Jambi: Fakultas Syari’ah dan Syariah Press, 2014) Hlm 34.
d) Tugas dan Fungsi Dinas Sosial Kota Jambi e) Visi dan Misi Dinas Sosial Kota Jambi E. Teknik Pengumpulan Data
alam pengumpulan data, penulis mengunakan teknik-teknik sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi penelitian ini akan dilakukan di kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, pengamatan ini diharapkan agar mendapatkan informasi tentang Program BPNT . Observasi ini akan dilakukan ditingkat masyarakat penerima program BPNT serta aparat pemerintah setempat yang memiliki tanggung jawab terhadap berjalannya program BPNT ini.
2. Wawancara
Dalma penelitian ini, peneliti akan melakukan wawancara dengan beberaa aparat pemerintah dan masyrakat di kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi dengan memeberikan pertanyaan tentang masalah atau pelaksanaan yang peneliti teliti yaitu tentang Program BPNT.
Syamsudin dan Vismaia S.Damainti menyatakan wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.19 Wawancara digunakan apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang diteliti, tetapi apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Wawancara yang digunakan dalam penelitian adalah wawancara semi terstruktur dimana pelaksanaannya lebih bebas
19 Syamsudin dan Vismaia S.Damainti, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Hlm.238.
dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur yaitu bila peneliti atau pengumpulan data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.20.
Adapun responden yang akan peneliti wawancarai adalah sebagai berikut :
Tabel 1
Daftar Responden
NO Responden
1. Kepala Bagian Bansos Dinas Sosial
2. Kasi Sosial Bansos Tanjung Pinang
3. Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
4. Pendamping
5. Penyaulur E-warong
3. Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikhologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan.21
20Ibid, hlm.239.
21 Sugiyono, Metode enelitian Pendidikan pendekatan kuantitatif kualitatif dan R&D (Bandung; ALFABETA, 2013), hlm.203.
4. Dokumentasi.
Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara mengalir atau mengambil data-data dari catatan, dokumentasi, administrasi yang sesuai dengan masalah yang diteliti.22 Dalam hal ini dokumentasi diperoleh melalui dokumen- dokumen atau arsip-arsip dari lembaga yang diteliti.Dokumentasi dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk mengamalkan.
Analisis dokumen dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber di Kantor Kelurahan Tanjung Pinang Kota Jambi, dari arsip dan dokumen yang berada di kantor, adanya hubungan dengan penelitian.
Dokumentasi dalam Penelitian ini adalah penulis melihat beberapa sejumlah dokumen-dokumen yang telah dikeluarkan oleh Kantor Kelurahan Tanjung Pinang dan Kantor Dinas Sosial Kota Jambi terkait Bantuan Pangan Non Tunai di Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi, dokumen mengenai data penduduk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kasi Bansos Keluraha Tanjung Pinang, Buku Pedoman Umum Bantuan Sosial Non Tunai (BPNT), Buku Petunjuk Teknis Mekanisme Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai.
F. Analisis data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatatan lapangan dan dokumentasi dengan
22 Nasution. Metedologi Research Penelitian Ilmia, (Jakrta: Bumi Aksara, 2003), hlm.143
cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, memilih mana yng penting yang akan dipelajari, dan membut kesimpulan sehingg mudah dipahami diri sendiri dan orang lain.23
Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya dalam unit-unit, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Menurut Bogdan sebagaimana dikutip oleh sugiyono analisis data adalah mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain.24
Analisis data dilakukan dengan menguji kesesuaian antara data yang satu dengan data yang lain. Fakta atau informasi tersebut kemudian diseleksi dan dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaaan yang penuh makana. Analisis data merupakan langkah yang terpenting dalam suatu penelitian.
Mendeskripsikan data adalah menggambarkan data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden, sehingga lebih mudah dimengerti peneliti atau orang lain yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan. Jika data tersebut kualitatif, maka deskriptif ini dilakukan dengan menggambarkan peneliti berada pada tahap mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan ditanyakan sehingga segala yang diketahuinya serba sepintas.25 Sedangkan
23 Sugiyino,Metode Penelitian Pendidikan pendekatan kuantitatif kualitatif dan R&D(Bandung: ALFABETA,2013),hlm.334
24 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, hlm. 90.
25 Djam’an Satori, Aan Komariah, Op Cit, h. 222
jika data itu bersifat kuantitatif dalam bentuk angka, maka cara mendeskripsikan data dapat dilakukan dengan menggunakan statistic deskriptif.
Data yang telah diperoleh akan dianalisis pada tahap ini sehingga dapat ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini menggunakan tekhnik analiss model Miles and Huberman. Menurut Miles and Huberman di dalam buku Sugiyono mengemukaan bahawa “aktivitas analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga data nya sudah jenu.26
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif deskriptif. Analisis data kualitatif merupakan bentuk penelitian yang bersifat atau memiliki karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam keadaan yang sewajarnya dan sebagaimana adanya.27
Ada beberaapa langkah dalam proses analasis data kuantitatif, yaitu : a. Penyusunan Data
Penyusunan data ini dimaksud untuk mempermudah dalam menilai apakah data yang dikumpulkan itu sudah memadai atau belum dan data yang berguna atau tidak dalam penelitian sehingga dilakukan seleksi penyusunan
b. Klasifikasi Data
Klasifikasi data dimaksudkan sebagai usaha untuk menggolongkan data yang didasarkan pada kategori yang diteliti. Penggolongan ini disesuaikan
26Ibid., hlm. 95
27 Hadari Nawawi, “Metode Penelitian Bidang Sosial”, Jakarta: Gajah Mada Universitas Press, 1993. Hlm.174
dengan sub-sub permasalahan yang telah dibuat sebelumnya berdasarkan analisa yang terkandung dalam penelitian itu sendiri.
c. Pengelolaan Data
Setelah semua data dan fakta dimaksudkan sebagai usaha untuk menggolongkan data yang didasarkan pada kategori yang diteliti.
Penggolongan ini disesuaikan dengan sub-sub permasalahan yang telah dibuat sebelumnya berdasarkan analisa yang terkandung dalam masalah itiu sendiri.
d. Penyimpulan Data
Kegiatan ini dilakukan dengan cara menghubungkan data atau fakta yang satu dengan yang lain sehingga dapat ditarik kesimpulan dan jelas kegunaanya. Langkah ini dilakukan dalam analisis data kualitatif yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan apabila tidak dikemukakan bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
Terealisasinya keempat metode analisis data ini setelah semua data-data yang diperlukan dan dibutuhkan sudah diperoleh, kemudian akan di filter mana data yang dibutuhkan atau diperlukan untuk menyelesaikan penelitian ini dan mana yang tidak di perlukan.Dari data yang diperoleh, penulis dapat mengambil makna dari hasil penelitian dan dapat menyimpulkanya.
Pada tahap ini, peneliti menarik kesimpuulan dari data yang telah disimpulakan sebelumnya, kemudian mencocokan catatan dan pengamatan yang dilakukan penulis pada saat penelitian. Data yang diuji kebenarannya adalah permasalahan pelaksanaan distribusi program Bantuan Pangan Non
Tunai mulai dari pendataan, sosialisasi dan penyalurannya, serta mengenai masalah apa saja yang timbul di masyarakat mengenai Program Bantuan Pangan Non Tuna pada Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi
I. Sistematik Penulisan
Pembahasan diawali dengan Bab I, Pendahuluan. Bab ini pada hakikatnya menjadi pijakan bagi penulis skripsi. Bab ini berisikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, kerangka teori dan tinjauan pustaka.
Kemudian pada Bab II, membahas tentang metode penelitian dalam pembutan skripsi dengan sub-sub tempat dan waktu penelitian, pendekatan penelitian, jenis dan sumber data, instrumen pengumpulan data, analisis data sistematika penulisan dan jadwal penelitian. Untuk mempermudah penulisdalam menggunakan waktu dengan tepat maka dibuat jadwal penelitian dalam sub-sub ini agar penelitian dalam penlisan ini selesai teepat pada waktunya.
Dalam Bab III berisi tentang gambaran umum Penyaluran BNPT di Kelurahan Tanjung Pinang Kota Jambi.
Selanjutnya dalam penelitinian Bab IV berisi tentang pembahasan dan hasil penelitian.
Pembahasan ini diakhiri dengan Bab V yaitu bab penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran-saran serta dilengkapi dengan daftar pustaka,
lampiran dan curriculum vitae. Kesimpulan ditarik dari pembuktian dan dari uraian yang telah ditulis terdahulu dan berkaitan erat dengan pokok masalah
J.Jadwal Penelitian
No Kegiatan
Tahun
2020 2021
September Januari Februari Maret April Mei
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan Judul
X
2 Pembuatan Proposal
X
3 Perbaikan Proposal dan Seminar
X
4 Surat Izin Riset
X
5 Pengumpulan Data
X
6 Pengolahan dan Analisis Data
X
7 Pembuatan Laporan
X
8 Bimbingan dan
Perbaikan
X X X
9 Agenda dan Ujian Skripsi
X
10 Perbaikan dan Penjilidan
BAB III
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A. Letak Geografis Kelurahan Tanjung Pinang
Kelurahan Tanjung Pinang adalah salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Jambi Timur.Kota Jambi yang memiliki 9 Kelurahan yaitu Kelurahan Sijenjang,Kelurahan Kasang Jaya, Kelurahan Talang Banjar, Kelurahan Budiman, Kelurahan Sulanjana, Kelurahan Kasang, Kelurahan Tanjung Sari,Kelurahan Rajawali Kelurahan Tanjung Pinang.28
Gambar 1
Peta Kelurahan Tanjung Pinang Kota Jambi
Kelurahan Tanjung Pianag memiliki batas – batas wilayah sebagai berikut :
28https://jambikota.go.id/new/kecamatan-dan-kelurahan/ diakses pada tanggal 22 feb 2021 jam 9.61
30
A. Sebelah Timur Berbatasan dengan Kelurahan Tanjung Sari Kota jambi B. Sebelah Utara Berbatasan dengan Kelurahan Kasang Jaya Kota Jambi C. Sebelah Selatan Berbatasan dengan Kelurahan Talang Banjar Kota
Jambi
D. Sebelah Barat berbatasan dengan Keluraga Rajawali Kota Jambi
B. Penduduk di Kelurahan Tanjung Pinang
Jumlah penduduk yang besar biasanya menjadi modal dasar pembanguanan sekaligus bisa menjadi beban pembangunan, jumlah penduduk Kelurahan Tanjung Pinang sangat besar yaitu 13.733 jiwa, Agar dapat menjadi dasar pembangunan maka jumlah penduduk harus yang besar harus disertai kualitas SDM yang tinggi, penanganan penduduk, aspek yang oenting antara lain perkembangan jumlah penduduk, kepadatan dan pesebaran penduduk.
Tabel 2
Jumlah Penduduk Kelurahan Tanjung Pinang Tahun 2020 1. Jumlah Kepala Rumah Tangga sebanayak 2.939 KK
2. Jumlah RT sebanyak 33 RT di Kelurahan Tanjung Pinang
Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Jumlah
0-4 Tahun 1586 661 2147
5-9 Tahun 655 915 1824
10-14 Tahun 863 1141 2004
15-24 Tahun 1319 1877 3196
25-49 Tahun 1842 1589 3413
50 Tahun Keatas 370 419 789
Jumlah 6535 6602 13.733
Sumber :Data Statistik Kantor Kelurahan Tanjung Pinang 202029
Tabel 2 diatas menjelaskan jumlah penduduk Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi pada tahun 2020 dengan jumlah 13.373 jiwa dan memiliki 2.939 KK. Tabel ini juga menjelaskan jumlah penduduk menurur umur , terlihat bahwa sebagian besar pendududk usia produktif yaitu pada usia 24- 49 tahun laki-laki sebanyak 1.842 Orang dan perempuan sebanyak 1.589 Orang.
Sementara jumlah usia yang paling sedikit yaitu 50 tahun keatas laki-laki berjumlah 370 Orang dan Perempuan berjumlah 419 Orang. Kemudian juga dari table ini dapat diketahui bahwa ternyata di Kelurahan Tanjung Pinang lebih banyak atau dominan jumlah penduduk perempuan yaitu sebanyak 6.602 Orang sementara jumlah penduduk laki-laki berjumlah 762 Orang.
Akibat dari pertumbuhan penduduk dan berkembangnya fisik kota yang cukup pesat di kelurahan ini maka melonjaklah pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun sehingga wilayah ini di jadikan objek pengembangan kegiatan pusat pembelajaan barang-barang pokok kebutuhan dengan terbukti banyaknya usaha yang bermunculan di daerah ini yang dapat memberikan prosfek yang cukup bagus bagi kemajuan kehidupan masyarakat di Kelurahan Tanjung Pinang.
29 Data diambil di Kantor Kelurahan Tanjung Pinang, pada tanggal 3 Maret 2021
C. Keadaan Sosial
Keadaan sosial adalah kondisi yang mana menggambarkan tentang hal yang berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan,perbuatan masyarakat satu sama lain serta komunikasi satu sama lain.
1. Mata Pencarian
Tabel 3
Mata Pencarian atau Pekerjaan di Kelurahan Tanjung Pinang
No Mata Pencarian Jumlah
1. Petani -
2. Buruh Tani -
3. Nelayan -
4. Pengusaha 35 Orang
5. Buruh Banguanan 625 Orang
6. Pedagang 235 Orang
7. Pengankutan Jasa 90 Orang
8. Pertukangan 60 Orang
9. Pensiunan 35 Orang
10. Pegawai Negri Sipil / ABRI 325 Orang
11. Lainnya 425 Orang
Sumber :Data Statistik Kantor Kelurahan Tanjung Pinang 2020
Tabel 3 diatas menjelaskan bahwa jenis mata pencarian atau jenis pekerjaan masyarakat Kelurahan Tanjung Pinang Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi memiliki mata pencarian yang bervariasi mulai dari Pengusaha, Buruh
Bangunana, Pedagang, Pengangkutan Jasa, Pertukangan, Pensiunan, Pegawai Negeri Sipil / ABRI, dan lain sebagainya.
Dari tabel diatas juga dapat disimpulkan bahwa mayoritas mata pencarian masyarakat di Kelurahan Tanjung Pinang yaitu memiliki pekerjaan Buruh Bangunan di karnakan tingkat pendidikan yang rendah dan sengitnya persaingan di dunia pekerjaan..
2. Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menjalani kehidupan manusia baik kehidupan perorangan, keluarga maupun kehidupan berbangsa , bernegara dan beragama . hal ini terlihat dari pembangunanan atau banyaknya sekolah yang ada di kawasan Kelurahan Tanjung Pinang, sekarang masyarakat jauh lebih sadar akan pentingnya pendidikan dilihat dari progress perubahan dari tahun ke tahun yang tingkat pendidikan terakhirnya mecapai sekolah menengah keatas (sekolah wajib 12 Tahun). Walaupun belum sepenuhnya mencapai jenjang yang lebih tinggi dikarnakan tidak semua keluarga mampu untuk membiayai pendidikan anaknya.
Tabel 4
Tingkat Pendidikan Penduduk
No Tingkat Pendidikan Penduduk Jumlah
1. Tamat Perguruan Tinggi / Akademi 82 Orang
2. Tamat SLTA 838 Orang
3. Tamat SLTP 81 Orang
4. Tamat Sekolah Dasar 611 Orang
5. Tidak Tamat Sekolah Dasar 156 Orang
6. Masih Sekolah SD / Sederajat 140 Orang
7. Belum Sekolah 640 Orang
8. Tidak Sekolah -
Sumber :Data Statistik Kantor Kelurahan Tanjung Pinang 2020
Dari Tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Penduduk di Kelurahan Tanjung Pinang banyak mengenyam pendidikan terakhirnya Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dengan jumlah paling banyak 838 Orang dan yang paling dikit jumlahnya pada tingkat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dengan jumlah 81 Orang, lalu disusul setelah itu pada tingkatan pendidikan Peguruan Tinggi / Akademi dengan jumlah 82 Orang.
D. Keagamaan
Dalam menjalani kehidupan, agama merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia karena tanpa agama manusia tidak akan mengetahui arah hidupnya. Jadi dengan adanya agama akan mengetahui arah hidupnya dan akan merasakan kedamaian dalam hidupnya. Agama adalah sistem yang mengatur kepercayaan dan peribadatan Kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatana kehidupan. Berikut adalah jumlah pemeluk agama yang berada di Kelurahan Tanjung Pinang.
Tabel 5
Pemeluk Agama di Kelurahan Tanjung Pinang
No Pemeluk Agama Jumlah
1. Islam 11.279 Orang
2. Kristen Protestan 398 Orang
3. Kristen Khatolik 398 Orang
4. Budha 1104 Orang
5. Hindu 194 Orang
Sumber :Data Statistik Kantor Kelurahan Tanjung Pinang 2020
Dari Tabel 5 diatas dapat diambil kesimpulan bahwa di lingkungan Kelurahan Tanjung Pinang, Masyarakat yang menganut agama Islam lebih mayoritas dengan jumlah sebanyak 11.279 Orang, agama Kristen Protestan dengan jumlah 398 Orang, agama Kristen Khatolik sebanyak 398 Orang, agama Budha sebanyak 1104 Orang dan Hindu sebanyak 194 Orang. Letak masjid tidak begitu jauh dari lingkungan rumah masing-masing yang ada di Kelurahan Tanjung Pinang, hal ini terlihat dari kegiatan untuk melaksanakan ibadah sholat jumat, Majlim ta’lim serta kegiatan-kegiatan besar agama lainnya
E. Struktur Organisasi Kelurahan Tanjung Pinang Kota Jambi
Suatu wilayah biasanya harus mempunyai setidaknya tiga persyaratan unsur penting yaitu adanya rakyat, pemimpin atau pemerintah, dan daerah kekuasaan. Maka dengan hal ini juga Kelurahan Tanjung Pinang dipimpin oleh seorang Lurah. Dengan demikian berjalan atau tidaknya suatu pemerintah sangat
CEKMAT
,
SE SITI FATIMAH, SEBASTIAH
SEKSI KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN SEKSI PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT KELURAHAN KASI PEMT DAN
PELUM
MARDIAH
,
SE SEKRETARISLURAH
AMDAN H
LURAH
bergantung kepada kemampuan, kemauan, dan kecakapan dari pemimpinnya.
Adapun struktur pemerintah Kelurahan Tanjung Pinang sebagai berikut :
Gambar 2
Struktur Organisasi Kelurahan Tanjung Pinang Kota Jambi Tahun 2020
Sumber : Kantor Kelurahan Tanjung Pinang
Berdasarakan gambaran struktur organisasi Kantor Kelurahan Tanjung Pinang diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam menjalankan tugasnya setiap aparat mengemban tugas dan fungsinya masing – masing sehingga mudah untuk mengimplementasikan visi dan misi guna mensejahterahkan masyarakat dengan meningkatkan pelayanan prima dan efektif melalui pembagian tugas dan wewenang dalam pelayanan publik.
30 Sumber data Kantor Dinas Sosial Kota Jambi, pada tanggal 8 Maret 2021
F. Tugas dan Fungsi Dinas Sosial Kota Jambi Tugas
Melakasanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang sosial Fungsi
1. Perumusan, penetapan, da pelaksanaan kebijakan dibidang perlindungan dan jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin.
2. Penetapan kriteria dan data fakir miskin dan orang todak mampu 3. Penetapan standar rehabilitas
4. Pengelolaan barang milik / kekayaan daerah yang menjadi tanggung jawab dinas sosial
5. Pengawasan atau pelaksanaan tugas di lingkungan dinas sosial
6. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervise atas pelaksanaan urusan dinas sosial di daerah
7. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dan pengembangan kesejahteraan sosial, serta penyuluhan sosial dan
8. Pelaksanaan dukungan yang bersifat subtantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan dinas sosial
9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan walikota sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya.30
G. Struktur Organisasi Dinas Sosial Kota Jambi
Perda Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Jambi
31 Ibid
Gambar 3
Sumber Kantor Dinas Sosial Kota Jambi31
H. Tim Koordinasi BPNT Kota Jambi Kedudukan
Tim koordinasi Bansos Pangan Kota Jambi adalah pelakasana Program Bansos Pangan di Kota Jambi yang berjedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota.
Tugas
Tim koordinasi Bansos Pangan Kota Jambi Mempunyai tugas melakukan koordinasi perencanaan,anggara, pemuktahiran data KPM, sosialisasi, pelaksana penyaluran, pemantauan dan evaluasi, penanaganan pengaduan, serta melaporkan hasilnya kepada Tim Koordinasi Bansos Pangan Provinsi dan Tim Koordinasi Bansos Pangan Pusat
Fungsi
Dalam melaksanakan tugas tersebut, terkait Program BPNT Tim Koordinasi Bansos Pangan Kota mempunyai fungsi :
a. Koordinasi perencanaan dan penyediaan APBD untuk mendukung pelaksana Program Bansos Pangan di Kota Jambi dengan aparatur setempat.
b. Pelaksanaan validasi dan pemuktakhiran data KPM serta mengkoordinasikan dengan Bank dan Tim Koordinasi Bansos Pangan Pusat.
c. Menyediakan pendamping dan aparat setempat untuk membantu kelancaran proses sosialisai, verivikasi Penerima Bantuan Sosial dan pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial.
d. Melakukan sosialisasi Program Bansos Pangan kepada jajaran pemerintah daerah tingkat kota, pendamping BPNT, Camat, dan Lurah.
e. Perencanaan dan koordinasi penyaluran BPNT dengan Bank Penyalur.
f. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program Bansos Pangan di kecamatan, desa/ kelurahan/ pemerintahan setingkat.
g. Penanganan pengaduan Program Bansos Pangan di kota.
h. Pembinaan terhadap pelaksana tugas dan fungsi Tim Koordinasi Bansos Pangan Kecamatan dan perngkat des/ kelurahan/ pemerintah setingkat.
i. Pelaporan pelaksanaProgram Bantuan Pangan kepada Tim Koordinasi Bansos Pnga Provinsi dan tim Koordinasi Bansos Pangan Pusat.