• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Hasil Penelitian Siklus II

4.3.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II

4.3.3.2 Analisis Data Observasi Aktivitas Guru dan Siswa

Kegiatan observasi bertujuan untuk merekam kejadian-kejadian yang terjadi dalam pelaksanaan tindakan sebagai bahan refleksi untuk perencanaan tindakan selanjutnya. Peneliti menggunakan dua lembar observasi, yaitu lembar aktivitas siswa dan lembar aktivitas guru. Berikut hasil observasi akivitas guru.

Tabel 4.29

Lembar Observasi Akivitas Guru No Hal yang Diamati

(Penerapan Strategi

Writing in The Here and Now)

Hasil Pengamatan

Pengamat 1 Pengamat 2 Pengamat 3

1 Kemampuan membuka

pelajaran 4 4 4

2 Sikap dalam proses

pembelajaran 4 4 4 3 Penguasaan materi pembelajaran 4 4 4 4 Implementasi langkah-langkah pembelajaran 4 4 4 5 Penggunaan media pembelajaran 4 4 4 6 Evaluasi 3 4 4 7 Kemamuan menutup pelajaran 3 4 4

Dewi Octapriani, 2014

Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks Melalui Strategi Writing In the Here And Now

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Jumlah Nilai Aspek 26

28 x 100 = 93 28

28 x 100 = 100 28

28 x 100 = 100

Nilai Keseluruhan = Nilai pengamat 1+Nilai pengamat 2+Nilai pengamat 3

3

= 93+100+100

3 = 97

Berdasarkan hasil pengamatan, pengamat 1, 2, dan 3 memberikan penilaian yang baik pada proses pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari pengamat yang memberikan penilaian pada skala baik dan baik sekali. Proses kegiatan tersebut meliputi kemampuan membuka pelajaran, sikap dalam proses pembelajaran, penguasaan materi pembelajaran, implementasi langkah-langkah pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, evaluasi, dan kemampuan menutup pelajaran.

Pada siklus II ini, peniliti sudah mampu meningkatkan penampilan mengajar. Jika pada siklus pertama peneliti dinilai masih kurang dalam mengondisikan kelas, maka pada siklus II ini peneliti sudah mampu mengondisikan kelas dengan baik. Secara garis besar, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada siklus II ini, peneliti sudah sangat baik dalam proses penampilan mengajar, baik itu dari aspek pengondisian kelas, pemberian materi, serta pengembangan alat evaluasi.

Hasil penilaian pada siklus II lebih baik dari siklus I. Terjadi perbaikan-perbaikan pada kekurangan-kekurangan siklus berikutnya. Berikut catatan lapangan dari pengamat.

Tabel 4.30

Catatan Lapangan Pembelajaran Siklus 2

Pengamat Catatan Lapangan

Pengamat 1 Kondisi kelas sudah kondusif, siswa menulis dengan tenang dan dengan privasinya. Siswa pun lebih antusias

Dewi Octapriani, 2014

Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks Melalui Strategi Writing In the Here And Now

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pada pembelajaran hari ini.

Pengamat 2 Siswa sudah tenang dan serius mengerjakan tugas yang diberikan.

Pengamat 3 Suasana kelas sudah kondusif, siswa tidak ribut dan mengikuti pelajaran dengan baik.

Selain aktivitas guru yang diamati, aktivitas siswa dalam pembelajaran pun diamati. Pada umumnya siswa sudah siap untuk belajar. Siswa juga mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Hanya sedikit siswa yng tidak memperhatikan guru, selebihnya telah mengerjakan tugas yang diminta. Selain itu, ketika guru memberikan pertanyaan pada pembuka dan akhir penutup, banyak siswa yang mampu menjawab. Hal ini jelas berbeda dengan aktivitas pada siklus I. Ketika diminta untuk mengajukan pendapat pun, banyak siswa yang mengangkat tangannya pertanda kesediaan untuk berbicara.

Tabel 4.31

Persentase Aktivitas Siswa Selama Mengikutu PBM

No Aspek yang Diaamati Presentase

1 Siswa memperhatikan penjelasan guru 96%

2 Siswa serius mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 100%

3 Siswa mengajukan pendapat dan pertanyaan 89%

4 Siswa menjawab pertanyaan dari guru 90%

Dalam pelaksanaan PBM, masih terdapat beberapa siswa yang melakukan kegiatan yang tidak sesua dengan PBM. Kegiatan yang tidak sesuai tersebut di antaranya, mengobrol, melamum, dan lain-lain. Namun, jika dibandingkan dengan siklus I, jumlah siswa yang melakukan kegiatan menyimpang pada siklus II jauh berkurang. Hal ini terjadi karena penyiasatan yang dilakukan guru sebelumnya.

Dewi Octapriani, 2014

Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks Melalui Strategi Writing In the Here And Now

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Persentase Aktivitas Siwa yang Tidak Sesuai dengan PBM

No Aspek yang Diaamati Presentase

1 Melamun 5%

2 Mebgobrol dengan temannya 7,2%

3 Melakukan pekerjaan lain 8%

4 Membuat corat-coret di kertas 0%

Respon siswa ketika menulis teks prosedur kompleks dengan menggunakan strategi writing in the here and now sudah sangat baik. Menulis dengan mengedepankan pengalaman nyata dan teraktual sebagai stimulus, cukup digemari siswa karena ide yang mereka tuangkan tidak jauh dari kesehariannya. Apalagi pada siklus II ini, stimulus yang diberikan sangat menarik bagi siswa. Berikut tabel respon siswa terhadap penggunaan strategi writing in the here and

now.

Tabel 4.33

Persentase Respon Siswa terhadap Penggunaan Strategi Writing in The Here

and Now

No Aspek yang Diaamati Presentase

1 Menulis dengan nyaman melalui penciptaan privasi di kelas

97%

2 Menulis dengan gelisah 0%

3 Menunjukkan sikap senang 100%

4.3.3.3 Analisis Jurnal Siswa

Jurnal siswa pada siklus II ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa setelah diberi tindakan dengan strategi writing in the here and now dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. Jurnal ini diisi oleh 29 siswa.

Dewi Octapriani, 2014

Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks Melalui Strategi Writing In the Here And Now

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan hasil pengamatan jurnal siswa siklus satu ini, dapat dijabarkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Siswa mengetahui dan memahami materi tentang menulis teks prosedur kompleks yang telah dipelajari pada hari itu.

2. Siswa menyatakan perasaan senang dengan pembelajaran pada hari itu karena strategi pembelajaran yang tidak membosankan.

3. Siswa merasa senang dan antusias akan stimulus yang diberikan guru dengan bantuan media video yang berkaitan dengan tema. Selain itu, pemutaran media musik instrumental membuat suasana lebih tenang, serta menghilangkan rasa bosan.

4. Siswa tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menulis teks prosedur kompleks, terutama pada aspek pemilihan kata, penyusunan kalimat, penggunaan tanda baca, pembuatan kalimat imperatif dan deklaratif, serta kekurangan referensi untuk data.

5. Siswa berharap tidak ada lagi kesalahan yang mereka lakukan pada teks prosedur kompleks yang telah dibuat.

Dokumen terkait