ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini akan menguraikan gambaran keseluruhan hasil penelitian. Pemaparan dalam bab ini akan diawali dengan pembahasan mengenai gambaran umum subjek penelitian yang dilanjutkan dengan analisis dan interpretasi data penelitian sesuai dengan masalah yang akan dijawab maupun analisis tambahan atas data yang ada.
A. ANALISIS DATA
1. Gambaran Umum Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adala remaja etnis minoritas dengan jumlah sampel keseluruhan 214 orang. Seluruh subjek dalam penelitian ini akan dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, pendapatan orang tua, sekolah, dan etnis.
a. Gambaran subjek berdasarkan jenis kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti pada tabel 5 di bawah ini:
Tabel 5. Persentase Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)
Laki-Laki 114 53,27%
Perempuan 100 46,73%
Jumlah 214 100
Tabel 5 menunjukkan jumlah subjek laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah subjek perempuan. Subjek laki-laki berjumlah 114 orang
(53.27%), sedangkan subjek perempuan berjumlah 100 orang (46.73%). Penyebaran subjek berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada grafik 1.
Grafik 1. Penyebaran Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin
b. Gambaran subjek berdasarkan Usia
Berdasarkan usia, penyebaran subjek penelitian berdasarkan usia digambarkan seperti pada tabel 6 berikut ini :
Tabel 6. Persentase Subjek Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Persentase (%)
Remaja Tengah 14-16 99 46,26 Remaja Akhir 17-18 115 53,74 Jumlah 214 100
Berdasarkan tabel 6 di atas dapat dilihat bahwa dari usia subjek, usia yang tergolong dalam penelitian ini yaitu usia 14 hingga 16 tahun yaitu sebanyak 99 orang (46.26%). Selanjutnya subjek berusia 17 hingga 18 tahun tahun sebanyak
Jenis Kelamin 114 100
115 orang (53.74%). Penyebaran subjek berdasarkan usia dapat dilihat pada grafik 3 berikut ini.
Grafik 2. Penyebaran Subjek Berdasarkan Usia.
c. Gambaran subjek berdasarkan pendapatan Orang tua
Penyebaran subjek penelitian berdasarkan pendapatan orang tua digambarkan seperti pada tabel 7 berikut ini :
Tabel 7. Persentase Subjek Berdasarkan Pendapatan Orang tua
Berdasarkan tabel 7 di atas, dapat dilihat bahwa subjek penelitian berasal dari keluarga dengan pendapatan orang tua tergolong SES tinggi terdapat 78 orang (36,4%). Kemudian dilanjutkan dengan subjek yang memiliki orang tua dengan
90 95 100 105 110 115 Remaja Tengah Remaja Akhir Usia
Pendapatan Orang tua Jumlah Persentase (%)
SES rendah 49 22,7
SES menengah 87 40,7
SES tinggi 78 36,4
pendapatan orang tua tergolong SES menengah terdapat 87 orang (40,7%). Subjek penelitian dengan pendapatan orang tua tergolong rendah yaitu sebanyak 49 orang (22,7%). Penyebaran subjek dengan pendapatan orang tua dapat dilihat pada grafik 3.
Grafik 3. Penyebaran Subjek Berdasarkan Pendapatan Orang tua.
d. Gambaran subjek berdasarkan Asal Sekolah
Penyebaran subjek penelitian berdasarkan asal sekolah digambarkan seperti pada tabel 8 berikut ini :
Tabel 8. Persentase Subjek Berdasarkan Asal Sekolah
Asal Sekolah Jumlah Persentase (%)
SMA Raksana 21 9,8
SMK Raksana 18 8,4
SMA St. Thomas 1 74 34,6 SMA Bridgen Katamso 61 28,5 SMA Sultan Iskandar Muda 40 18,7
Jumlah 214 100 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Berdasarkan asal sekolah, subjek yang paling banyak berasal dari sekolah SMA St. Thomas 1 yaitu sebanyak 74 orang (34,6%). Kemudian subjek yang berasal dari sekolah SMA Bridgen Katamso sebanyak 61 orang (28,5%). Selanjutnya subjek yang berasal dari SMA Sultan Iskandar Muda yaitu sebanyak 40 orang (18,7%). Kemudian pada subjek yang berasal dari sekolah SMA Raksana yaitu sebanyak 21 orang (9,8%). Dan subjek yang paling sedikit berasal dari SMK Raksana yaitu sebanyak 18 orang (8,4%). Penyebaran subjek berdasarkan asal sekolah dapat dilihat pada grafik 5.
Grafik 4. Penyebaran Subjek Berdasarkan Asal Sekolah.
e. Gambaran subjek berdasarkan Etnis
Subjek dalam penelitian ini merupakan remaja etnis minoritas yang berbeda. Dari 214 subjek penelitian, terdapat subjek yang merupakan etnis Tamil dan
0 10 20 30 40 50 60 70 80 SMA Raksana SMK Raksana SMA St. Thomas 1 SMA Bridgen Katamso SMA Sultan Iskandar Muda Sekolah
0 20 40 60 80 100 120 140 160 Etnis Tamil Tionghoa
Tionghoa. Penyebaran subjek penelitian berdasarkan latar belakang etnis dapat digambarkan seperti pada tabel 9 berikut ini :
Tabel 9. Persentase Subjek Berdasarkan Etnis
Berdasarkan tabel 9 di atas dapat dilihat bahwa dari 214 subjek, subjek yang terbanyak dalam penelitian ini adalah subjek yang merupakan etnis Tionghoa sebanyak 143 orang (66,82%). Sedangkan subjek yang berasal dari etnis Tamil sebanyak 71 orang. Penyebaran subjek berdasarkan etnis dapat dilihat pada grafik 5.
Grafik 5. Penyebaran Subjek Berdasarkan Etnis.
Etnis Jumlah (orang) Persentase (%)
Tamil 71 33,18%
Tionghoa 143 66,82%
e.1 Gambaran remaja etnis Tionghoa berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Asal Sekolah dan Pendapatan orang tua.
1. Gambaran Etnis Tionghoa berdasarkan Jenis Kelamin
Penyebaran subjek penelitian etnis Tionghoa berdasarkan jenis kelamin dapat digambarkan seperti pada tabel 10 berikut ini :
Tabel 10. Persentase Jenis Kelamin pada subjek etnis Tionghoa
Tabel 10 menunjukkan jumlah remaja etnis Tionghoa berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah subjek perempuan. Subjek laki-laki berjumlah 72 orang (50,37%), sedangkan subjek perempuan berjumlah 71orang (49,7%). Penyebaran remaja etnis Tionghoa berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada grafik 6.
Grafik 6. Penyebaran etnis Tionghoa berdasarkan Jenis Kelamin. Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)
Perempuan 71 49,7 Laki-laki 72 50,3 Total 143 100 Jenis Kelamin 72 71 Laki-laki Perempuan
2. Gambaran etnis Tionghoa berdasarkan Usia.
Penyebaran subjek penelitian etnis Tionghoa berdasarkan usia dapat digambarkan seperti pada tabel 11 berikut ini :
Tabel 11. Presentae Usia pada subjek etnis Tionghoa
Usia Jumlah Persentase (%)
Remaja Tengah 14-16 70 48,9 Remaja Akhir 17-18 73 51,1 Jumlah 143 100
Tabel 11 menunjukkan jumlah remaja etnis Tionghoa berusia 17 hingga 18 lebih banyak dibandingkan dengan jumlah subjek berusia 14-16. Subjek berusia 17-18 berjumlah 73 orang (51,1%), subjek berusia 14 hingga 16 tahun berjumlah 70 orang (48,9%). Penyebaran subjek berdasarkan usia dapat dilihat pada grafik 8.
Grafik 7. Penyebaran etnis Tionghoa berdasarkan Usia
3. Gambaran etnis Tionghoa berdasarkan Asal Sekolah
Penyebaran subjek penelitian etnis Tionghoa berdasarkan asal sekolah dapat digambarkan seperti pada tabel 12 berikut ini :
68 69 70 71 72 73 14-15 17-18
Tabel 12. Persentase Asal Sekolah pada subjek etnis Tionghoa
Tabel 12 menunjukkan jumlah remaja etnis Tionghoa yang berasal dari sekolah SMA St. Thomas 1 berjumlah 74 orang (51,7%), subjek etnis Tionghoa berasal dari sekolah SMA Bridgen Katamso berjumlah 29 orang (20,3%), sedangkan subjek etnis Tionghoa berasal dari SMA Sultan Iskandar Muda berjumlah 40 orang (28%). Penyebaran subjek berdasarkan asal sekolah dapat dilihat pada grafik 8.
Grafik 8. Penyebaran etnis Tionghoa berdasarkan asal sekolah.
4. Gambaran etnis Tionghoa berdasarkan Pendapatan Orang tua.
Penyebaran subjek penelitian etnis Tionghoa berdasarkan pendapatan orang tua dapat digambarkan seperti pada tabel 13 berikut ini :
0 10 20 30 40 50 60 70 80 St. Thomas 1 Bridgen Katamso Sultan Iskandar Muda SMK Raksana SMA Raksana Asal Sekolah
Asal sekolah Jumlah (Orang) Persentase (%)
SMA St. Thomas 1 74 51,7
SMA Bridgen Katamso 29 20,3
SMA Sultan Iskandar Muda 40 28
Tabel 13. Persentase pendapatan orang tua pada subjek etnis Tionghoa.
Tabel 13 menunjukkan jumlah remaja etnis Tionghoa paling banyak memiliki orang tua dengan pendapatan kelas ekonomi atas. Terdapat 18 orang (12,6%) subjek etnis Tionghoa yang memiliki orang tua dengan pendapatan tergolong kelas ekonomi bawah, kemudian terdapat 55 orang (385%) etnis Tionghoa yang memiliki orang tua dengan pendapatan tergolong kelas ekonomi menengah, kemudian terdapat 70 orang (49 %) etnis Tionghoa yang memiliki orang tua dengan pendapatan tergolong kelas ekonomi atas. Penyebaran subjek berdasarkan pendapatan orang tua dapat dilihat pada grafik 9.
Grafik 9. Penyebaran etnis Tionghoa berdasarkan pendapatan orang tua. 0 10 20 30 40 50 60 70
SES rendah SES menengah SES tinggi
Pendapatan Orang Tua Jumlah (Orang) Persentase (%)
SES rendah 18 12,6
SES menengah 55 38,5
SES tinggi 70 49,0
0 20 40 60 Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
e.2 Gambaran remaja etnis Tamil berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, Asal Sekolah dan Pendapatan orang tua.
1. Gambaran remaja etnis Tamil berdasarkan Jenis Kelamin.
Penyebaran subjek penelitian etnis Tamil berdasarkan jenis kelamin dapat digambarkan seperti pada tabel 15 berikut ini :
Tabel 14. Persentase jenis kelamin pada subjek etnis Tamil.
Tabel 14 menunjukkan jumlah remaja etnis Tamil berjenis kelamin laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah subjek perempuan. Subjek laki-laki berjumlah 42 orang (29,6%), sedangkan subjek perempuan berjumlah 29 orang (12,7%). Penyebaran remaja etnis Tamil berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada grafik 10.
Grafik 10. Penyebaran etnis Tamil berdasarkan jenis kelamin. Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)
Perempuan 29 12,7
Laki-laki 42 29,6
2. Gambaran remaja etnis Tamil berdasarkan Usia.
Penyebaran subjek penelitian etnis Tamil berdasarkan usia dapat digambarkan seperti pada tabel 15 berikut ini :
Tabel 15. Persentase usia pada subjek etnis Tamil.
Usia Jumlah Persentase (%)
Remaja Tengah 14-16 30 42,2 Remaja Akhir 17-18 41 57,8 Jumlah 71 100
Tabel 15 menunjukkan jumlah remaja etnis Tamil berusia 17 hingga 18 lebih banyak dibandingkan dengan jumlah subjek berusia 14-16. Subjek berusia 17-18 berjumlah 41 orang (57,8%), subjek berusia 14-16 berjumlah 30 orang (42,8%). Penyebaran subjek berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada grafik 11.
Grafik 11. Penyebaran etnis Tamil berdasarkan Usia 0 10 20 30 40 50 14-16 17-18 Usia
3. Gambaran remaja etnis Tamil berdasarkan Pendapatan Orang tua
Penyebaran subjek penelitian etnis Tamil berdasarkan usia dapat digambarkan seperti pada tabel 16 berikut ini :
Tabel 16. Persentase pendapatan orang tua pada subjek etnis Tamil.
Tabel 16 menunjukkan jumlah remaja etnis Tamil paling banyak memiliki orang tua dengan pendapatan tergolong kelas ekonomi menengah. Terdapat 30 orang (42,3%) subjek etnis Tamil yang memiliki orang tua dengan pendapatan tergolong kelas ekonomi rendah, kemudian terdapat 33 orang (46,55%) etnis Tamil yang memiliki orang tua dengan pendapatan tergolong kelas ekonomi sedang, kemudian terdapat 8 orang (11,2 %) etnis Tamil yang memiliki orang tua dengan pendapatan tergolong kelas ekonomi atas. Penyebaran subjek berdasarkan pendapatan orang tua dapat dilihat pada grafik 12.
0 5 10 15 20 25 30 35
SES rendah SES menengah SES tinggi
Pendapatan Orang tua Jumlah
(Orang) Persentase (%) SES rendah 30 42,3 SES Menengah 33 46,5 SES tinggi 8 11,2 Total 71 100
Grafik 12. Penyebaran etnis Tamil berdasarkan pendapatan orang tua. 4. Gambaran remaja etnis Tamil berdasarkan Asal Sekolah.
Penyebaran subjek penelitian etnis Tamil berdasarkan asal sekolah dapat digambarkan seperti pada tabel 17 berikut ini :
Tabel 17. Persentase asal sekolah pada subjek etnis Tamil
Tabel 17 menunjukkan jumlah remaja etnis Tamil yang berasal dari sekolah SMA Raksana berjumlah 32 orang (45,1%), subjek etnis Tamil berasal dari sekolah SMK Raksana berjumlah 21 orang (29,6%), sedangkan subjek etnis Tamil berasal dari SMA Bridgen Katamso berjumlah 18 orang (25,4%). Penyebaran subjek berdasarkan asal sekolah dapat dilihat pada grafik 13.
Grafik 13. Penyebaran etnis Tamil berdasarkan asal sekolah. 0 5 10 15 20 25 30 35
SMA Raksana SMK Raksana SMA Bridgen Katamso
Asal sekolah Jumlah (Orang) Persentase (%)
SMA Raksana 32 45,1
SMK Raksana 21 29,6
SMA Bridgen Katamso 18 25,4
2. Hasil Penelitian
Data dalam penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik variabel yang diteliti, dalam hal ini adalah gambaran Peer relationships (hubungan dengan teman sebaya) pada remaja etnis minoritas. Fungsi analisis deskriptif adalah menyederhanakan kumpulan data hasil pengukuran sedemikian rupa sehingga kumpulan data tersebut berubah menjadi informasi yang berguna. Secara teknis, analisis deskriptif merupakan kegiatan meringkas kumpulan data menjadi ukuran tengah dan ukuran variasi. Selanjutnya membandingkan data kelompok subjek satu dan lainnya (Hastono, 2001).
a. Hasil Utama Peneltian 1. Uji Normalitas
Sebelum melakukan kategorisasi, asumsi bahwa skor subjek pada kelompok merupakan estimasi terhadap skor subjek dalam populasi dan bahwa skor subjek dalam populasi telah terdistribusi secara normal harus terpenuhi. Data diuji dengan
menggunakan One Sample Kolmogorov- Smirnov untuk mengetahui apakah data telah terdistribusi secara normal. Menurut Hadi (2000), kaidah yang digunakan yaitu jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas (p) di bawah 0.05, sebaran data tidak normal. Apabila nilai probabilitas (p) di atas 0.05, data yang diuji tidak memiliki perbedaan yang
signifikan dengan data normal baku, sehingga sebaran data normal. Hasil uji normalitas data penelitian dari skala Peer Relationships (hubungan dengan teman sebaya) dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 18 berikut ini.
Tabel 18. Hasil Uji Normalitas Data Penelitian dari Skala Peer Relationships (hubungan dengan teman sebaya)
Peer relationships (hubungan dengan teman sebaya)
Kolmogorov-Smirnov Z 1.049
Asymp. Sig. (2-tailed) 0.221
Berdasarkan tabel 18, diperoleh nilai Z sebesar 1.049 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0.221. Karena nilai p > 0.05, data dalam penelitian deskripsi umum Peer relationships (hubungan dengan teman sebaya) terhadap ini terdistribusi secara normal. Dengan demikian, subjek penelitian dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori
berdasarkan model distribusi normal, Peer Relationship tinggi, Peer Relationship sedang, dan Peer Relationship rendah.
2. Gambaran Umum Peer relationships (hubungan dengan teman sebaya) Remaja Etnis Minoritas.
Sebelum dipaparkan cara pengkategorian subjek ke dalam kelompok subjek yang memiliki Peer relationships tinggi, Peer relationships, dan Peer relationships rendah, berikut ini akan disajikan deskripsi umum skor peer relationships subjek penelitian etnis minoritas. Data ini penting dalam pengolahan data dalam mengkategorikan subjek ke dalam tiga kelompok subjek yang dimaksudkan. Deskripsi umum skor maksimum, minimum, mean, dan standar deviasi Peer relationships dapat dilihat pada tabel 19.
Tabel 19. Deskripsi Umum Skor Maksimum, Minimum, Mean, dan Standar Deviasi Skor Peer Reltionship (hubungan dengan teman sebaya).
Variabel Data N Min Maks Mean Standard
Deviasi Peer
relationships
Data Hipotetik 214 48 192 120 24 Data Empirik 214 97 187 143.4 14.18
Dari tabel 19 dapat diketahui bahwa nilai mean yang diperoleh dari data hipotetik lebih rendah dibandingkan dengan mean dari data empirik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peer relationships pada remaja etnis minoritas lebih baik dibandingkan dengan populasi yang diasumsikan. Dari hasil tersebut maka subjek penelitian akan dikelompokkan ke dalam tiga kelompok berdasarkan tingkatan kategorisasi peer relationships, yaitu : rendah, sedang, dan tinggi. Untuk
mengelompokkan subjek ke dalam masing-masing kelompok, dibuat suatu kategorisasi skor berdasarkan norma pada tabel 18 yang selanjutnya menghasilkan pengkategorian skor peer relationships seperti pada tabel 20.
Tabel 20. Pengkategorian Peer Reltionship (Hubungan dengan Teman Sebaya) Remaja Etnis Minoritas
Keterangan :
X : Skor yang didapatkan oleh subjek µ : Mean empirik skala Peer relationships σ : Standard deviasi
Rumus Kategori
X < (µ - 1,0 σ) Rendah
(µ - 1,0 σ) ≤ X < (µ + 1,0 σ) Sedang
Berdasarkan kategorisasi norma pada tabel 18 dan skor mean dan standar deviasi yang ada pada tabel 20 di atas maka diperoleh penggolongan peer relationships remaja serta frekuensi subjek dalam setiap kategori seperti yang diperlihatkan pada tabel 21 dan grafik 6 berikut.
Tabel 21. Pengkategorian Peer relationships pada remaja etnis minoritas berdasarkan skor skala Peer relationships.
Dari tabel 21, dikategorikan rentang skor peer relationships berdasarkan data hipotetik. Dapat dilihat bahwa mayoritas etnis minoritas memiliki tingkat peer
relationships yang tergolong sedang sebanyak 116 orang (54,2%) dan Peer relationships yang tergolong tinggi sebanyak 98 orang (48,5%). Berikut ini akan ditampilkan grafik yang menggambarkan kategorisasi peer relationships remaja etnis minoritas berdasarkan skor skala peer relationships.
Grafik 14. Pengkategorian Peer relationships remaja etnis minoritas berdasarkan skor skala Peer relationships.
3. Gambaran aspek-aspek Peer relationships (Hubungan dengan Teman Sebaya) remaja etnis Minoritas.
0 20 40 60 80 100 120 Peer Relationship Rendah Sedang Tinggi Variabel Rentang Skor Kategorisasi Frekuensi
(N) Persentase (%) Peer relationships (Hubungan dengan Teman Sebaya) X < 96 Rendah 0 0 96 ≤ X < 144 Sedang 116 54.2 X ≥ 144 Tinggi 98 48.5 Jumlah 214 100
Gambaran peer relationships remaja etnis minoritas (tabel 21) juga dapat dilihat melalui bentuk-bentuk perilakunya, di mana hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek peer relationships yaitu persahabatan, kelompok teman sebaya, dan hubungan romantis. Dari 214 subjek yang digunakan dalam penelitian ini, maka akan diperoleh skor minimum, skor maksimum, mean, dan standar deviasi pada tiap aspek-aspek peer relationships (Hubungan dengan Teman Sebaya) yang dapat dilihat pada tabel 22 berikut.
Tabel 22. Kategorisasi Peer relationships (Hubungan dengan Teman Sebaya) pada etnis Minoritas. Subjek dengan kategorisasi Peer relationships. Aspek-aspek N Persahabatan Kelompok Sebaya Hubungan Romantis Tinggi Min 54 51 18 Maks 80 79 32 Mean 66.79 60.02 26.24 SD 4.830 6,208 3.411 N 98 Sedang Min 33 38 11 Maks 70 63 29 Mean 58.44 54,00 20,82 SD 5.651 4.931 3.275 N 116 Rendah Min - - - Maks - - - Mean - - - SD - - - N 0 Jumlah N 214
Dari tabel 22 di atas dapat dilihat kategorisasi peer relationships (hubungan dengan teman sebaya) pada remaja etnis minoritas secara keseluruhan ditinjau dari tiap-tiap aspek. Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat juga bahwa mayoritas remaja etnis minoritas memiliki kategori sedang yaitu 116 subjek. Berdasarkan kategori norma pada tabel 20 maka skor mean dan standar deviasi yang ada pada tabel 21 khususnya pada remaja dengan kategori peer relationships sedang dapat diperoleh penggolongan aspek-aspek peer relationships remaja minoritas serta frekuensi subjek dalam setiap kategori seperti yang diperlihatkan pada tabel 23 berikut.
Tabel 23. Pengkategorian siswa yang memiliki peer relationships sedang berdasarkan aspek-aspek peer relationships
Aspek Rentang Skor Kategorisasi Frekuensi (orang) Persentase (%) Persahabatan X < 53 Rendah 17 14.7 53 ≤ X < 65 Sedang 86 74.1 X ≥ 65 Tinggi 13 11.2 Jumlah 116 100 Kelompok Teman Sebaya X < 49 Rendah 13 11.2 49 ≤ X < 59 Sedang 81 69.8 X ≥ 59 Tinggi 22 19.0 Jumlah 116 100 Hubungan Romantis X < 18 Rendah 18 15.5 18 ≤ X < 24 Sedang 72 62.1 X ≥ 24 Tinggi 26 22.4 Jumlah 116 100
Berdasarkan pada tabel 23 dapat dilihat bahwa siswa yang memiliki peer relationships sedang pada tiap aspeknya juga mayoritas berada pada kategori sedang. Pada aspek persahabatan, remaja yang memiliki peer relationships sedang yang berada pada kategori rendah adalah sebanyak 17 orang (14.7%), kategori sedang sebanyak 86 orang (74.1 %), dan kategori tinggi sebanyak 13 orang (11.2 %). Pada aspek kelompok teman sebaya, remaja yang memiliki peer relationships sedang yang berada pada kategori rendah sebanyak 13 orang (11.2 %), kategori sedang sebanyak 81 orang (69.8 %), dan kategori tinggi sebanyak 22 orang (19.0%). Pada aspek hubungan romantis, siswa yang memiliki peer relationships sedang yang berada pada kategori rendah adalah sebanyak 18 orang (15.5 %), kategori sedang sebanyak 72 orang (62.1 %), dan kategori tinggi sebanyak 26 orang (22.4 %).
b. Hasil Tambahan Penelitian
Penelitian ini juga memperoleh beberapa hasil yaitu gambaran peer ralationships pada remaja etnis minoritas berdasarkan jenis kelamin, etnis dan status sosial ekonomi. Menurut Cammings (2010), remaja perempuan lebih mudah terpengaruh pada tekanan teman sebaya, dan remaja perempuan juga lebih tertekan dengan tuntutan teman sebaya mereka. Sejalan dengan yang diungkapkan oleh La Greca, (2005) bahwa perbedaan gender dalam menjalin peer relationships berbeda dalam tingkat depresi dan kecemasan sosial yang dialami, dimana remaja wanita lebih memiliki tingkat depresi dan kecemasan
yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja laki-laki. Hal ini bisa disebabkan oleh aspek psikologis yang dimiliki oleh perempuan. Selain itu, Cobb, (2007) juga
mengungkapkan bahwa remaja perempuan lebih memperhatikan hubungan emosional yang mereka jalin dimana perempuan saling membagi perasaan dibandingkan dengan remaja laki-laki.
Peneliti juga ingin melihat gambaran peer ralationships pada remaja etnis
minoritas berdasarkan status sosial ekonomi. Menurut Rice, (2004) remaja etnis minoritas yang memiliki orang tua dengan pendapatan yang rendah (status sosial ekonomi)
berhubungan dengan gangguan psikologis dan kesehatan mental. Gangguan tersebut misalnya depresi dan rasa rendah diri pada remaja etnis minoritas. Dan menurut Santrock, (2008) menjadi seseorang berlatarbelakang etnis minoritas merupakan suatu
permasalahan bagi remaja. Hal ini dikarenakan oleh adaya stereotype dan diskriminasi terhadap etnis minoritas. Etnis menentukan siapa, seberapa besar derajatnya dan dalam cara yang bagaimana seseorang akan menikmati status kewarganegaraan, dimana latar belakang etnis menentukan apakah seseorang akan diasingkan, ditekan atau dirugikan (Santrock, 2008). Hal ini bisa juga disebabkan oleh kelas sosial dan stereotype yang dimiliki oleh kedua etnis tersebut. Sehingga peneliti juga merasa perlu untuk meneliti bagaimana peer relationships pada remaja etnis minoritas bila ditinjau dari jenis kelaminnya, status sosial ekonomi dan etnis yang dimiliki oleh remaja.
1. Uji Homogenitas
Sebelum menggambarkan subjek berdasarkan perbedaan jenis kelamin, etnis dan pendapatan orang tua uji homogenitas dilakukan terlebih dahulu untuk melihat apakah sampel dalam penelitian ini homogen. Uji homogenitas menggunakan Levene Statistik dengan bantuan SPSS 17.00 for windows. Menurut Hadi (2000), jika probabilitas (p) di atas 0.05 (p>0.05) maka sampel dalam penelitian ini homogen.
a. Uji Homogenitas berdasarkan Jenis Kelamin. Tabel 24
Hasil Uji Homogenitas Jenis Kelamin Levene Statistic df1 df2 Sig.
Pada tabel 24 dapat dilihat bahwa pada peer relationships nilai p adalah 0.577 memiliki nilai p > 0.05 maka sampel dalam penelitian ini memiliki varians skor yang homogen, oleh sebab itu dapat dilakukan uji perbedaan.
Tabel 25.
Hasil Uji ANOVA Jenis Kelamin
Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Between Groups 485.853 1 485.853 2.432 .120 Within Groups 42343.960 212 199.736
Total 42829.813 213
Dari hasil uji ANOVA pada tabel 25 terlihat bahwa diperoleh nilai F = 2.432 dengan signifikansi sebesar 0.120 (p>0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan peer relationships berdasarkan jenis kelamin.
b. Uji Homogenitas berdasarkan Etnis. Tabel 26
Hasil Uji Homogenitas Etnis Levene Statistic df1 df2 Sig.
1.978 1 212 .161
Pada tabel 26 dapat dilihat bahwa pada peer relationships nilai p adalah 0.161 memiliki nilai p > 0.05 maka sampel dalam penelitian ini memiliki varians skor yang homogen, oleh sebab itu dapat dilakukan uji perbedaan.
Tabel 27.
Hasil Uji ANOVA Etnis.
Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Between Groups 299.464 1 299.464 1.493 .223 Within Groups 42530.349 212 200.615
Total 42829.813 213
Dari hasil uji ANOVA pada tabel 27 terlihat bahwa diperoleh nilai F = 1,493 dengan signifikansi sebesar 0.223 (p>0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan peer relationships berdasarkan etnis.
c. Uji Homogenitas berdasarkan Pendapatan Orang tua Tabel 28
Hasil Uji Homogenitas Pendapatan Orang tua Levene Statistic df1 df2 Sig.
2.074 2 211 .128
Pada tabel 28 dapat dilihat bahwa pada peer relationships nilai p adalah 0.128 memiliki nilai p > 0.05 maka sampel dalam penelitian ini memiliki varians skor yang homogen, oleh sebab itu dapat dilakukan uji perbedaan.
Tabel 29.
Hasil Uji ANOVA Pendapatan Orang tua
Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 2151.508 2 1075.754 5.580 .004 Within Groups 40678.306 211 192.788
Tabel 29.
Hasil Uji ANOVA Pendapatan Orang tua
Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 2151.508 2 1075.754 5.580 .004 Within Groups 40678.306 211 192.788
Total 42829.813 213
Dari hasil uji ANOVA pada tabel 29 terlihat bahwa diperoleh nilai F = 5.580 dengan signifikansi sebesar 0.004 (p<0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan peer relationships berdasarkan pendapatan orangtua.
2. Gambaran Peer Relationships berdasarkan Jenis Kelamin Subjek Penelitian.
Berdasarkan jenis kelamin, gambaran Peer relationships remaja etnis minoritas dapat dilihat pada tabel 30.
Tabel 30. Gambaran Peer relationships berdasarkan jenis kelamin remaja etnis minoritas.
Dari tabel 30 dapat dilihat bahwa nilai mean tertinggi peer relationships pada remaja etnis minoritas berdasarkan jenis kelamin terdapat pada siswa perempuan yaitu sebesar 145.02, namun walaupun terdapat perbedaan mean, perbedaan ini tidak signifikan berdasarkan hasil uji homogenitas. Tabel 30 juga menunjukkan bahwa subjek penelitian berjenis kelamin laki-laki yang memiliki tingkat peer relationships tinggi berjumlah 48 remaja, kemudian yang memiliki tingkat peer relationships sedang berjumlah 66 remaja.