• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Karakteristik Tanggapan Responden

Penelitian dengan judul ”Pengaruh Musik TerhadapMinat Beli (Studi pada

Toko Pakaian Tom Cat)” dengan sampel 200 responden. Karakteristik tanggapan

responden terhadap kuesioner yang diberikan peneliti nampak pada jawaban

responden. Dalam analisis ini akan diuraikan mengenai kecenderungan pendapat

dan tanggapan dari pengunjung Toko Pakaian Tom Cat selaku responden dalam

penelitian ini. Jawaban atas pernyataan atau pertanyaan yang diajukkan untuk

penelitian ini dapat dilihat pada jawaban responden terhadap kuesioner yang

diberikan peneliti dan pernyataan ini membentuk skala likert dengan 7 skala.

1. Tanggapan Responden pada Variabel Shopping/ Purchase Intention

(Minat Beli)

Deskripsi tanggapan responden sebanyak 200 responden terhadap item pernyataan Shopping/ Purchase Intention (Minat Beli) sebanyak 4 item. Dari data kuesioner yang terdapat pada lampiran dapat dilihat deskripsi tanggapan responden pada setiap item pertanyaan adalah sebagai berikut:

commit to user

Tabel IV.1

Deskripsi Tanggapan Responden

Shopping/ Purchase Intention (Minat Beli)

NO PERNYATAAN JAWABAN

STSS STS TS KS CS SS SSS Total

1. Saya akan berbelanja di toko ini sesering mungkin.

- - 5 42 77 60 16 200

2. Saya akan jarang berbelanja di toko ini, karena harga yang ditawarkan tinggi.

- - 8 41 84 53 14 200

3. Saya harus

mempertimbangkan kembali, untuk berbelanja di toko ini karena produk yang ditawarkan biasa saja.

- - 6 42 79 65 8 200

4. Saya tidak akan berbelanja di toko ini, karena atmosfir (suasana) kurang nyaman.

- - 8 45 86 52 9 200

Total - - 27 170 326 230 47

Sumber : Data primer yang diolah, 2011

a. Berdasarkan Tabel IV.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 77 orang atau 38,5% menjawab cukup setuju atas item pertanyaan/pernyataan, ”Saya akan berbelanja di toko ini sesering mungkin”. Hal ini berarti bahwa sebagian besar responden menyatakan untuk berbelanja di Toko Pakaian Tom Cat sesering mungkin.

b. Berdasarkan Tabel IV.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 84 orang atau 42,0% menjawab cukup setuju atas item pertanyaan/pernyataan, ” Saya akan jarang berbelanja di toko ini, karena harga yang ditawarkan tinggi”. Hal ini berarti bahwa sebagian

commit to user

besar responden mengatakan untuk jarang berbelanja di Toko Pakaian Tom Cat jika harga yang ditawarkan tinggi.

c. Berdasarkan Tabel IV.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 79 orang atau 39,5% menjawab cukup setuju atas item pertanyaan/pernyataan, ”Saya harus mempertimbangkan kembali, untuk berbelanja di toko ini karena produk yang ditawarkan biasa saja”. Hal ini berarti bahwa sebagian besar responden menyatakan untuk mempertimbangkan dalam berbelanja di Toko Pakaian Tom Cat jika produk yang ditawarkan biasa saja.

d. Berdasarkan Tabel IV.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 86 orang atau 43,0% menjawab cukup setuju atas item pertanyaan/pernyataan, ”Saya tidak akan berbelanja di toko ini, karena atmosfir (suasana) kurang nyaman”. Hal ini berarti bahwa sebagian besar responden menyatakan untuk tidak berbelanja di Toko Pakaian Tom Cat jika suasana (atmosfer) di toko tersebut tidak nyaman.

2. Tanggapan Responden pada Happy/Sad

Deskripsi tanggapan responden sebanyak 200 responden terhadap item pernyataan Happy/Sad dengan 1 item. Dari data kuesioner yang terdapat pada lampiran dapat dilihat deskripsi tanggapan responden pada item pertanyaan adalah sebagai berikut:

commit to user

Tabel IV.2

Deskripsi Tanggapan Responden Happy/Sad

NO PERNYATAAN JAWABAN

SS TS CS N CG G SG Total

1. Menurut saya, musik yang diputar pada Toko Pakaian Tom Cat berkategori musik...

- - 8 26 78 67 21 200

Total - - 8 26 78 67 21

Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan Tabel IV.2 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 78 orang atau 39,0% menjawab cukup gembira atas item pertanyaan/pernyataan, ” Menurut saya, musik yang diputar pada Toko Pakaian Tom Cat berkategori musik...”. Hal ini berarti bahwa sebagian besar responden menyatakan musik yang diputar pada Toko Pakaian Tom Cat berkategori musik gembira.

3. Tanggapan Responden pada Liked/Disliked

Dari data kuesioner yang terdapat pada lampiran dapat dilihat deskripsi tanggapan responden sebagai berikut:

Tabel IV.3

Deskripsi Tanggapan Responden Liked.Disliked 11 5.5 5.5 5.5 94 47.0 47.0 52.5 95 47.5 47.5 100.0 200 100.0 100.0 Disliked Netral Liked Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

commit to user

Berdasarkan Tabel IV.3 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 95 orang atau 47,5% menyukai musik yang diputar pada Toko Pakaian Tom Cat. Responden yang menjawab netral diartikan bahwa responden tersebut menganggap musik yang diputar biasa saja.

B. Karakteristik Data Responden

Deskripsi data responden diperoleh berdasarkan distribusi data tentang berdasarkan jenis kelamin responden, usia responden, dan pendidikan terakhir responden. Adapun hasil selengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Responden

Berdasarkan hasil distribusi tentang jenis kelamin responden dapat dilihat pada frekuensi data responden sebagai berikut:

Tabel IV.4

Distribusi Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

Laki-laki 98 49,0

Perempuan 102 51,0

Jumlah 200 100%

Sumber : data primer yang diolah, 2011

Hasil tabel di atas diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 102 orang atau sebesar 51,0%.

commit to user

2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Responden

Berdasarkan hasil distribusi tentang usia responden dapat dilihat pada frekuensi data responden sebagai berikut:

Tabel IV.5

Distribusi Usia Responden

Usia (Tahun) Frekuensi Persentase (%)

15-17 th 52 26,0

18-20 th 64 32,0

21-23 th 50 25,0

> 23 th 34 17,0

Jumlah 200 100%

Sumber : data primer yang diolah, 2011

Dari hasil tabel di atas diperoleh hasil bahwa sebagian besar distribusi responden berdasarkan usia berada pada usia 18-20 tahun dengan persentasi 32,0%.

3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Terakhir Responden

Untuk mengetahui lebih lanjut distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir responden dapat dilihat pada hasil frekuensi data responden sebagai berikut:

Tabel IV.6

Distribusi Pendidikan Terakhir Responden

Pendidikan Frekuensi Persentase (%)

SMP 55 27,5

SMA/K 66 33,0

D3 51 25,5

S1 28 14,0

Jumlah 200 100%

commit to user

Hasil tabel di atas diperoleh hasil diketahui bahwa sebagian besar distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir berada pada lulusan SMA/K yaitu 66 orang dengan persentasi 33,0%.

C. Pengujian Kualitas Instrumen Penelitian

Pengujian kualitas instrument tahap pra analisis dilakukan bersamaan dengan pemberian/eksperimen atas sikap pengunjung atas 10 sampel musik yang akan digunakan.

1. Uji Validitas

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dimana setiap item pertanyaan harus mempunyai factor loading ≥ 0,50. Confirmatory factor analysis (CFA) harus dipenuhi karena merupakan salah satu syarat untuk dapat menganalisis model dengan structural equation modelling (SEM).

Teknik yang digunakan adalah dengan melihat output dari rotated component matrix yang harus ekstrak secara sempurna. Proses pengujian validitas dengan confirmatory factor analysis harus diulang dengan cara menghilangkan item pertanyaan yang memiliki nilai ganda jika masih ada item pertanyaan belum ekstrak secara sempurna. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

commit to user

Tabel 1V.7

Uji Validitas Variabel Shopping Intention

Rotated Component Matrixa

Component 1 2 3 HS .941 LD .990 si1 .737 si2 .707 si3 .785 si4 .858

Sumber : Data primer yang diolah oleh peneliti (2011)

Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa semua item pertanyaan dinyatakan valid karena setiap item pertanyaan yang menjadi indikator masing-masing variabel telah ekstrak secara sempurna dan mempunyai factor loading > 0,4.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2006: 178). Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Berdasarkan taraf signifikan 5%, jika diperoleh nilai

commit to user

cronbach's alpha lebih besar 0,60 (Ghozali, 2001: 129) maka kuesioner dinyatakan reliabel. Pengujian reliabilitas terhadap kuesioner dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 15.0 for windows. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 1V.8 Uji Reliabilitas

Variabel Nilai Cronbach’s Alpha Keterangan

Shopping Intention 0,683 Reliabel

Sumber : Data primer yang diolah oleh peneliti (2011)

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha untuk variabel Shopping Intention lebih besar daripada nilai 0,60, maka instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah reliabel atau cukup dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data.

D. Uji Kecukupan Sampel dan Asumsi SEM

Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 200 responden. Jumlah sampel tersebut merupakan responden yang memenuhi syarat dalam menjawab kuesioner yang diberikan. Jumlah tersebut juga dinilai memenuhi, karena jumlah sampel minimal bagi penelitian yang menggunakan alat statistik Structural Equation Modelling (SEM) sebesar 5-10 observasi untuk setiap parameter yang diestimasi. Metode analisis SEM yang digunakan dengan prosedur Maximum Likelihood (ML) yaitu antara 100-200.

commit to user

1. Uji Normalitas

Syarat yang harus dipenuhi selain kecukupan sampel dalam mengunakan analisis SEM yaitu normalitas data. Nilai statistik untuk menguji normalitas menggunakan z-value (Critical Ratio atau C.R pada output Amos 16.0) dari nilai skewness dan kurtosis sebaran data. Bila nilai C.R lebih besar dari nilai kritis maka dapat diduga bahwa distribusi data tidak normal. Nilai kritis untuk C.R dari skewness dan nilai C.R kurtosis di bawah ± 2,58. Hasil selengkapnya adalah berikut ini:

Tabel IV.9 Hasil Uji Normalitas

Variable Min max skew c.r. kurtosis c.r.

Happy/Sad 3.000 7.000 -.278 -1.602 -.150 -.434 Liked/Disliked 1.000 3.000 -.474 -2.735 -.665 -1.919 si4 3.000 7.000 -.048 -.280 -.281 -.811 si3 3.000 7.000 -.183 -1.057 -.420 -1.213 si2 3.000 7.000 -.028 -.164 -.302 -.872 si1 3.000 7.000 -.014 -.083 -.495 -1.428 Multivariate 2.001 1.444

Sumber: data primer diolah, 2011

Berdasarkan hasil pengujian normalitas pada tabel di atas diperoleh hasil bahwa secara univariate terdapat satu item yang memiliki nilai C.R skewness > 2,58, akan tetapi tidak ada yang memiliki nilai C.R. kurtosis yang > 2,58, sehingga dapat dikatakan secara univariate data terdistribusi normal. Pengujian normalitas secara multivariate menunjukkan nilai sebesar 1,444 < 2,58 yang menandakan bahwa data dalam penelitian ini secara multivariate terdistribusi normal. Dengan demikian hasil dari uji

commit to user

normalitas dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal baik secara univariate, maupun secara multivariate.

2. Uji Outlier

Outlier adalah observasi yang muncul dengan nilai-nilai ekstrim yang memiliki karakteristik unik yang sangat berbeda dari observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim baik untuk variabel tunggal maupun variabel kombinasi. Dalam analisis multivariate adanya outlier dapat diuji dengan statistik chi square2) terhadap nilai mahalanobis distance squared pada tingkat signifikansi 0,01 dengan degree of freedom sejumlah variabel yang digunakan dalam penelitian atau secara univariate dapat dilihat dengan melihat nilai p1 dan p2, dengan ketentuan apabila nilai probabilitas > 0,05 maka data observasi dikatakan tidak mengalami masalah outlier.

Tabel IV.10 Hasil Pengujian Outlier

Observation Number Mahalanobis d-squared p1 p2

3 23.264 .001 .133 1 18.218 .006 .316 128 16.482 .011 .398 178 16.356 .012 .219 79 16.240 .013 .108 177 15.763 .015 .084 24 13.793 .032 .460 78 13.380 .037 .473 18 12.856 .045 .558 149 12.369 .054 .648 - - - - - - - - - - - -

commit to user

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui terdapat 9 indikasi nomor observasi yang mengalami outlier karena memiliki nilai p1 (probabilitas) < 0,05. Adapun syarat ketentuan dinyatakan nomor observasi mengalami outlier adalah apabila nomor observasi tersebut memiliki nilai p1 dan p2 < 0,05. Sedangkan apabila nomor observasi hanya memiliki satu nilai probabilitas < 0,05 (probabilitas satunya > 0,05) maka indikasi outlier nomor observasi tersebut masih dapat diterima.

Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas diketahui semua nomor observasi tidak ada yang mengalami masalah outlier (tidak memiliki nilai probabilitas p1 dan p2 dibawah 0,05). Sehingga dapat dikatakan dalam penelitian ini tidak ada observasi yang mengalami masalah outlier.

3. Multicollinearity dan Singularity

Multikolinearitas dilihat pada determinant matriks kovarians. Nilai yang terlalu kecil menandakan adanya multikolinearitas atau singularitas. Dalam program komputer SEM telah menyediakan fasilitas “warning” setiap kali terdapat indikasi multikolinieritas atau singularitas, maka data dalam penelitian ini tidak terdapat gejala multikolinearitas dan singularitas karena program komputer SEM tidak memberikan “warning”.

commit to user

E. Analisis Konfirmatori Faktor (Confirmatory Factor Analysis = CFA)

Analisis konfirmatori faktor merupakan salah satu teknik analisis multivariat yang digunakan untuk menguji sebuah konsep yang dibangun dengan menggunakan beberapa indikator terukur. Analisis faktor konfirmatori adalah salah satu jenis analisis faktor yang ditujukan untuk menguji sebuah teori atau konsep mengenai sebuah proses atau sebuah pengertian atau sebuah fenomena.

Analisis faktor konfirmatori berangkat dari adanya teori dasar yang digunakan dalam sebuah penelitian. Kajian terhadap teori dasar menghantar peneliti untuk menggali kembali konsep-konsep lama yang menjadi dasar membangun teori dasar. Untuk mendefinisikan konsep yang dikembangkan, maka peneliti akan mencari, merumuskan, atau menggunakan indikator-indikator yang dapat mendefinisikan dimensi konsep yang dikembangkan. Hasil pengujian, akan digunakan untuk mengkonfirmasi ulang konsep dan struktur teori yang ada.

Untuk menilai kemantapan model, kita mesti melakukan analisis faktor konfirmatori (confirmatory factor analysis = CFA) pada langkah pertama analisis data (Bentler, 1982; Chi & Duda, 1995; Doll, Hendrickson & Deng, 1998). SEM adalah suatu pendekatan analisis faktor konfirmatori yang cukup baik. SEM bukanlah untuk menghasilkan kausalitas, tetapi untuk membenarkan adanya kausalitas teoritis atau untuk menguji kausalitas yang

commit to user

sudah ada teorinya. Hasil analisis konfirmatori faktor dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

.26

Shopping

Dokumen terkait