• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Analisis Data 1.Siklus I

Penelitian yang dilakukan terhadap siswa mengenai upaya peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPS-Ekonomi melalui Keterampilan Dasar Variasi Stimulus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Untuk siklus I berlangsung selama 2 pertemuan (4x45 menit), berikut ini akan diuraikan tahapan dalam siklus I terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. a. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan peneliti menentukan materi pelajaran yang akan diterapkan dengan menggunakan keterampilan dasar variasi stimulus, pokok bahasan yang diambil yaitu Pendapatan Nasional. Selanjutnya peneliti mempersiapkan skenario pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), instrument penelitian, lembar wawancara, dan lembar observasi yang sebelumnya telah didiskusikan dan disepakati oleh guru bidang studi. Setelah itu peneliti merencanakan pembelajaran dengan membentuk kelompok yang

67

beranggotakan 5 orang, mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Setelah perencanaan tertata dengan baik maka yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun (RPP siklus I pada lampian).

b. Tahap Tindakan

Tahapan selanjutnya pada siklus I adalah tindakan. Yang diberikan pada siswa kelas X-6 yaitu tindakan sesuai pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat. Pertama pada pembukaan peneliti yang dalam penelitian ini bertindak sebagai guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa mengenai materi pendapatan nasional. Kemudian guru menberikan pretest.

Setelah peserta didik menyelesaikan pretest guru menjelaskan keterampilan dasar variasi stimulus yang akan digunakan pada proses pembelajaran. Guru meminta siswa membentuk 6 kelompok pemelihan kelompok dilakukan dengan cara berhitung 1 sampai 6. Setelah terbentuk kelompok guru menjelaskan materi tentang pendapatan nasional dengan menggunakan variasi stimulus yaitu dengan variasi suara, pemusatan perhatian siswa, kebisuan guru atau kesenyapan, Mengadakan kontak pandang dan gerak dan Gerakan badan mimik. Setelah menjelaskan siswa diberikan tugas untuk didiskusikan yaitu tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional. Setiap kelompok menjelaskan apa saja faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional dikerjakan di kertas satu lembar dan dikumpulkan. Guru akan menjelaskan kembali terkait hasil diskusi kelompok siswa tersebut. Pada akhir siklus I siswa diberikan posttest. c. Tahap Pengamatan

Tahap ketiga pada penelitian tindakan kelas yaitu tahap pengamatan. Pada penelitian ini peneliti mengamati langsung setiap aktivitas siswa ketika pembelajaran mulai dri pembukaan hingga penutupan. Pada siklus I siswa tertarik dengan keterampilan dasar variasi stimulus yang digunakan karena keterampilan yang digunakan

berbeda dengan biasanya yaitu penggunaan metode ceramah yang monoton.

Kemudian peneliti mengamati ketika penggunaan keterampilan dasar variasi stimulus berlangsung siswa cukup antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan guru yang menggunakan perubahan suara dari keras menjadi lembut, dari pelan menjadi kencang dan dari lambat menjadi cepat. Bukan hanya itu siswa terlihat sangat terkejut dan dan bergembira ketika guru tiba-tiba melakukan kebisuan. Walaupun masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan pada siklus I diantaranya memerlukan ekspresi wajah yang total karena perubahan mimic dan gerak sangat mempengaruhi keterampilan dasar variasi stimulus ini. Pengamatan selama proses penelitian berlangsung dimuat dalam lembar observasi pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.4

Rekapitulasi Persentase Hasil Observasi Guru Siklus I

No Aspek yang diamati Nilai

1 2 3 4

I Membuka Pelajaran

1. Mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan

siswa

2. Apersepsi √

3. Memotivasi Siswa √

4. Memberikan Pre test √

5. Menyampaikan tujuan pembelajaran √

II Kegiatan Inti

6. Menjelaskan Materi Pembelajaran a. Kualitas Bahasa

b. Sistematika Penulisan

√ √

69

c. Penggunaan Waktu √

7. Menggunakan Alat atau Media Pembelajaran √

8. Menggunakan Keterampilan Dasar Variasi Stimulus

a. Membagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil

b. Menggunakan variasi dalam cara mengajar meliputi:

1. Penggunaan variasi suara (Teacher Voice);

2. Pemusatan Perhatian Siswa (Focusing) 3. Kebisuan guru atau kesenyapan (Teacher

Silence)

4. Mengadakan kontak pandang dan gerak (Eye Contact and Movement)

5. Gerakan badan mimik

√ √ √ √ √ √

9. Kualitas Interaksi Pembelajaran a. Bahasa Tubuh

b. Suara

c. Pemusatan Perhatian Kepada Siswa

√ √ √

10.Kualitas Pengelolaan Kelas

a. Pengelolaan Kesiapan Siswa dalam Pembelajaran

b. Pengelolaan Suasana Siswa dalam Pembelajaran

√ √

11.Siswa Menanyakan hal-hal yang kurang

dipahami

III Kegiatan Penutup

13.Menutup Kegiatan Pembelajaran √

IV Penilaian Evaluasi

14.Pemberian Tes (Post test) √

Jumlah 12 + 30 + 32 = 74 Skor Ideal 95 Persentase 77,89% Kategori Baik Keterangan: 1 = Kurang 2 = Cukup 3 = Baik 4 = Sangat Baik

Dari hasil analisis data observasi pada siklus I diperoleh nilai 74 berarti dapat dikatakan aktivitas guru ketika memulai proses

pembelajaran hingga penutup yang telah dilakukan “Baik” atau

77,89%. Walaupun masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan pada siklus pertama ini diantaranya pada saat mengkondisikan kesiapan siswa masih kurang karena pada saat pergantian jam guru sebelumnya terlalu lama sehingga waktu untuk pelajaran ekonomi terpakai sehingga siswa sulit dikondisikan. Selain itu kualitas bahasa yang digunakan masih kurang karena banyak kata-kata yang tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan sistematika penulisan masih kurang. Dalam kualitas interaksi pembelajaran seperti bahasa tubuh masih kurang karena pada saat pembelajaran berlangsung guru masih jarang menggunakan bahasa tubuh, suara guru masih kurang terdengar sampai ke belakang sehingga siswa yangduduk dibelakang asyik ngobrol tidak mendengarkan penjelasan guru serta kurangnya pemusatan perhatian kepada siswa sehingga kelas menjadi

71

berisik karena kurangnya perhatian siswa tentang apa yang dijelaskan guru.

Tabel 4.5

Rekapitulasi Persentase Hasil Observasi Siswa

Kelompok Total Skor Persentase Keterangan

1 33 68,75% Tidak Tercapai 2 34 70,83% Tidak Tercapai 3 36 75% Tercapai 4 35 72,91% Tidak Tercapai 5 36 75% Tercapai 6 37 77,08% Tercapai

Rata-rata 35 73% Tidak Tercapai

Berdasarkan data dari tabel di atas didapatkan persentase hasil belajar afektif pada siklus I. Dapat dilihat bahwa kelompok 1, 2, dan 4 masih belum mencapai standar ketercapaian karena hasilnya dibawah 75%, yaitu 68,75%, 70,83%, dan 72,91% sedangkan kelompok 3, 5 dan 6 sudah mencapai standar ketercapaian yaitu 75%, 75% dan 77,08%.

Kelompok 1 masih cukup jauh dibandingkan dengan kelompok 2, 3, 4, 5, dan 6 hal ini dapat dilihat dari hasil persentasenya yaitu 68,75% . Hal ini diakibatkan karena kelompok 1 kurang aktif dalam mengungkapkan pendapat dan kurang aktif dalam bertanya sehingga harus lebih ditingkatkan lagi. Kelompok 6 merupakan kelompok yang mendapatkan nilai paling tinggi dibandingkan dengan kelompok 1, 2, 3, 4, dan 5 hal ini dapat dilihat dari hasil persentasenya yaitu 77,08%. Hal ini diakibatkan karena kelompok 6 lebih aktif bertanya dan mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru dengan menggunakan variasi stimulus.

Berdasarkan hasil observasi dari seluruh aktivitas kelompok pada saat siklus I didapatkan bahwa rata-rata aktivitas kelompok siswa masih kurang aktif untuk bertanya. Hal ini dijadikan patokan pada saat siklus II.

Pengamatan yang dilakukan selanjutnya pada hasil belajar ranah kognitif siswa yang dilakukan pada siklus I. Pretes dan postes pada siklus I siswa diberikan soal dalam bentuk multiple choice atau pilihan ganda. Adapun nilai pretes dan postes yang didapat pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.6

Hasil Belajar Ranah Kognitif Siswa Pada Siklus I

No Nama Siswa Siklus I N-Gain

I Keterangan Pretes Postes

1 Ahmad Giovani Adinata 45 75 0.55 Sedang 2 Andhika Pratomo 40 75 0.58 Sedang 3 Apriliano Agung 50 80 0.6 Sedang

4 Bhayu Mukti 25 60 0.47 Sedang

5 Citra Syaputri Maharani 30 75 0.64 Sedang 6 Daniel Stefanus 40 85 0.75 Tinggi 7 Dimas Farid Arief Putra 50 85 0.70 Sedang 8 Eka Wahyuningsih 30 65 0.50 Sedang 9 Elsah Marwiyah 50 70 0.40 Sedang

10 Garnis Nilam 45 65 0.36 Sedang

11 Imam Muhammad 55 75 0.44 Sedang

12 Inda Maulida 45 60 0.27 Rendah

13 Iqbal Nur Afifudin 45 85 0.72 Tinggi

14 Jody Adithya 40 75 0.58 Sedang

73

16 M. Alghifary 35 75 0.62 Sedang

17 M. Favian Ali 35 80 0.76 Tinggi 18 Mala Silviani 35 65 0.46 Sedang 19 Miftahul Jannah 40 65 0.33 Sedang 20 Mochamad Bagus 35 80 0.77 Tinggi 21 Nadila Amalia 55 80 0.67 Sedang 22 Rakha Zharfarizqi 50 85 0.70 Sedang

23 Remo Ibrahim 40 85 0.75 Tinggi

24 Rismawati 50 70 0.40 Sedang

25 Rista Sanlia 45 70 0.55 Sedang

26 Sifa Chuhaimassalam 35 70 0.54 Sedang 27 Siti Bilqisti 50 70 0.40 Sedang 28 Sumbai Distapratama 50 65 0.30 Sedang 29 Whendy Alwalidaeni 40 75 0.58 Sedang 30 Wisara Pujangga 50 75 0.50 Sedang

Total 1270 2215 16.51

Rata-rata 42,33 73,83 0,55 Sedang

Dari tabel 4.6 diperoleh rata-rata hasil pretes siswa sebesar 42,33 dengan nilai terendah 25 dan nilai tertinggi 55. Sedangkan hasil postes diperoleh rata-rata 73,83% dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 85. Sehingga pada siklus I siswa yang mencapai KKM yaitu 75 ada 18 siswa atau 60%. Hal ini menunjukan besarnya penigkatan hasil belajar siswa secara langsung tampak dari rata-rata nilai N-gain sebesar 0,55 yang termasuk kategori sedang.

Grafik 4.1

Persentase N-Gain Siklus I

Pada grafik 4.1 dapat dilihat rata-rata N-gain pada setiap kelompok berdasarkan pretes dan postes adalah kelompok rendah terdiri dari 1 siswa atau 3%, kelompok sedang terdiri dari 24 siswa atau 80% dan kelompok tinggi terdiri dari 5 siswa atau17%.

d. Tahap Refleksi

Tahap selanjutnya peneliti melakukan refleksi bersama dengan guru bidang studi mengenai segala kekurangan yang terjadi selama penelitian di siklus I. Adapun kekurangan pada siklus I yang dianggap perlu diperhatikan oleh peneliti antara lain:

1) Guru kurang berinteraksi dengan siswa sehingga proses pembelajaran kurang optimal.

2) Guru masih kurang mengatur waktu yang tersedia sehingga lebih efektif.

3) Guru masih kurang memberikan penjelasan yang lebih rinci daam menjelaskan materi.

Berdasarkan hasl belajar serta refleksi yang dilakukan untuk siklus II perlu diadakan perbaikan dalam pemebelajaran, diantaranya:

3% 80% 17% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

N-gain kategori rendah N-gain kategori Sedang N-gain kategori Tinggi

N-GAIN SIKLUS I

75

1) Perlu ditingkatkan lagi interaksi dengan siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih optimal.

2) Alokasi waktu pembelajaran harus dapat dimaksimalkan agar diakhir pembelajaran dapat menyimpulkan atau menjelaskan materi pelajaran lebih rinci.

e. Tahap Keputusan

Pada siklus I hanya 60% siswa yang memenuhi KKM serta rata-rata kelas mencapai 73,83% dan hasil N-Gain diperoleh sebesar 16,51 dengan rata-rata 0,55 sehingga dapat dikategorikan sedang. Sedangkan intervensi yang diharapkan yaitu 100% tuntas secara individual, maka keputusan yang diambil oleh peneliti dan guru bidang studi sesuai pada tahap refleksi tadi yaitu dilakukan siklus II. Siklus II masih tetap menggunakan keterampilan dasar variasi stimulus dan dilakukan dengan segala perbaikan pada setiap kekurangan atau hambatan yang dialami pada siklus I, dengan kata lain siklus II dilakukan sesuai hasil refleksi pada siklus I.

2. Siklus II

Berdasarkan hasil pada siklus I diputuskan penelitian dilakukan pada tahap siklus II untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ranah kognitif serta melakukan perbaikan dari segala hambatan yang terjadi pada siklus II. Tahapan-tahapan pada siklus II tidak berbeda dengan siklus I yaitu:

a. Tahap Perencanaan

Hal pertama yang dilakukan pada siklus II yaitu perencanaan pembelajaran atau pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah diperbaiki sesuai dengan refleksi. Menentukan pokok bahasan untuk siklus II yaitu sama dengan siklus I tentang Pendapatan Nasional. Setelah perencanaan tertata dengan baik maka yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun (RPP siklus II pada lampiran).

b. Tahap Tindakan

Pada tahap ini, guru berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan keterampilan dasar variasi stimulus yang telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pertama guru yang sekaligus peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi kepada siswa mengenai pokok bahasan pendapatan nasional. Kemudian guru memberikan pretes.

Setelah peserta didik menyelesaikan pretes guru menjelaskan keterampilan dasar variasi stimulus yang akan digunakan pada proses pembelajaran. Guru meminta siswa membentuk 6 kelompok pemelihan kelompok dilakukan dengan cara berhitung 1 sampai 6. Setelah terbentuk kelompok guru menjelaskan materi tentang pendapatan nasional dengan menggunakan variasi stimulus yaitu dengan variasi suara, pemusatan perhatian siswa, kebisuan guru atau kesenyapan, Mengadakan kontak pandang dan gerak dan Gerakan badan mimik. Setelah menjelaskan siswa diberikan tugas untuk didiskusikan yaitu tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional. Setiap kelompok menjelaskan apa saja faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional dikerjakan di kertas satu lembar dan dikumpulkan. Guru akan menjelaskan kembali terkait hasil diskusi kelompok siswa tersebut. Pada akhir siklus II siswa diberikan postes. c. Pengamatan

Kegiatan siswa selama proses pembelajaran diamati dengan menggunakan lembar observasi. Hasil observasi kegiatan siswa di uraikan pada tabel:

Tabel 4.7

Rekapitulasi Persentase Hasil Observasi Guru Siklus II

No Aspek yang diamati Nilai

1 2 3 4

77

1. Mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan siswa

2. Apersepsi √

3. Memotivasi Siswa √

4. Memberikan Pre test √

5. Menyampaikan tujuan pembelajaran √

II Kegiatan Inti

6. Menjelaskan Materi Pembelajaran a. Kualitas Bahasa b. Sistematika Penulisan c. Penggunaan Waktu √ √ √

7. Menggunakan Alat atau Media Pembelajaran √

8. Menggunakan Keterampilan Dasar Variasi Stimulus

a. Membagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil

b. Menggunakan variasi dalam cara mengajar meliputi:

1. Penggunaan variasi suara (Teacher Voice); 2. Pemusatan Perhatian Siswa (Focusing) 3. Kebisuan guru atau kesenyapan (Teacher

Silence)

4. Mengadakan kontak pandang dan gerak (Eye Contact and Movement)

5. Gerakan badan mimic

√ √ √ √ √ √

9. Kualitas Interaksi Pembelajaran a. Bahasa Tubuh

b. Suara

c. Pemusatan Perhatian Kepada Siswa

√ √

a. Pengelolaan Kesiapan Siswa dalam Pembelajaran

b. Pengelolaan Suasana Siswa dalam Pembelajaran

√ √

11.Siswa Menanyakan hal-hal yang kurang dipahami

III Kegiatan Penutup

12.Menyimpulkan Hasil Pembelajaran √

13.Menutup Kegiatan Pembelajaran √

IV Penilaian Evaluasi

14.Pemberian Tes (Post test) √

Jumlah 4 + 33 + 44 = 81

Skor Ideal 95

Persentase 85,26%

Kategori Sangat Baik

Keterangan: 1 = Kurang 2 = Cukup 3 = Baik

4 = Sangat Baik

Dari hasil analisis data observasi pada siklus II diperoleh nilai 81 berarti dapat dikatakan aktivitas guru ketika memulai proses

pembelajaran hingga penutup yang telah dilakukan “Sangat Baik” atau

85,26%. Sehingga dapat dikatakan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II telah berjalan dengan sangat baik. Namun pada saat mengkondisikan kelas tidak mengalami peningkatan dikarenakan guru sebelumnya keluar setelah 15 menit bel berbunyi sehingga waktu untuk pembelajaran ekonomi terpotong, dan pada saat guru masuk ke kelas siswa belum siap untuk memulai pelajaran ekonomi mereka masih sibuk dengan pelajaran sebelumnya itu yang mengakibatkan tidak adanya peningatan dari siklus I ke siklus II tentang aspek

79

mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan siswa. Sedangkan pada kualitas interaksi pembelajaran seperti bahasa tubuh, suara dan pemusatan perhatian kepasa siswa sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Guru juga sudah lebih sering berinteraksi dengan siswa sehingga dapat membimbing mereka dalam penggunaan keterampilan dasar variasi stimulus dan dapat menangani kelas agar tetap kondusif.

Tabel 4.8

Rekapitulasi Persentase Hasil Observasi Siswa

Kelompok Total Skor Persentase Keterangan

1 46 96% Tercapai 2 37 77% Tercapai 3 37 77% Tercapai 4 43 90% Tercapai 5 38 79% Tercapai 6 42 87% Tercapai Rata-rata 40 84% Tercapai

Berdasarkan data dari tabel di atas didapatkan persentase hasil belajar afektif pada siklus II. Dapat dilihat bahwa semua kelompok sudah mencapai ketercapaian karena hasilnya diatas 75%. Kelompok 1 merupakan kelompok yang mendapatkan nilai paling tinggi dibandingkan dengan kelompok 2, 3, 4, 5, dan 6 hal ini dapat dilihat dari hasil persentasenya yaitu 96% . Hal ini diakibatkan karena kelompok 1 aktif dalam mengungkapkan pendapat dan mendengarkan materi yang disampaikan guru dengan menggunakan variasi stimulus. Kelompok 2 dan kelompok 3 mendapatkan nilai sama yaitu 37 dengan hasil persentasi 77%.

Berdasarkan hasil observasi dari seluruh aktivitas kelompok pada saat siklus II didapatkan bahwa rata-rata aktivitas kelompok

siswa sudah cukup memperhatikan penjelasan guru dengan menggunakan variasi stimulus.

Pengamatan yang dilakukan selanjutnya pada hasil belajar ranah kognitif siswa yang dilakukan pada siklus II. Pretest dan posttest pada siklus II siswa diberikan soal dalam bentuk multiple choice atau pilihan ganda. Adapun nilai pretest dan posttest yang didapat pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.9

Hasil Belajar Ranah Kognitif Siklus II

No Nama Siswa Siklus II N-Gain II Keterangan Pretes Postes

1 Ahmad Giovani Adinata 75 95 0.80 Tinggi 2 Andhika Pratomo 65 95 0.86 Tinggi 3 Apriliano Agung 80 95 0.75 Tinggi

4 Bhayu Mukti 65 75 0.29 Rendah

5 Citra Syaputri Maharani 60 95 0.87 Tinggi 6 Daniel Stefanus 60 85 0.62 Sedang 7 Dimas Farid Arief Putra 75 90 0.60 Sedang 8 Eka Wahyuningsih 65 90 0.83 Tinggi 9 Elsah Marwiyah 70 95 0.83 Tinggi 10 Garnis Nilam 65 90 0.71 Tinggi 11 Imam Muhammad 50 80 0.60 Sedang 12 Inda Maulida 55 85 0.67 Sedang 13 Iqbal Nur Afifudin 50 90 0.80 Tinggi 14 Jody Adithya 60 85 0.62 Sedang 15 Luthfi Nur Abija 50 90 0.80 Tinggi 16 M. Alghifary 55 85 0.67 Sedang 17 M. Favian Ali 55 90 0.78 Tinggi 18 Mala Silviani 65 80 0.43 Sedang

81

19 Miftahul Jannah 65 95 0.67 Sedang 20 Mochamad Bagus 60 95 0.87 Tinggi 21 Nadila Amalia 70 95 0.83 Tinggi 22 Rakha Zharfarizqi 50 85 0.70 Sedang 23 Remo Ibrahim 55 85 0.67 Sedang

24 Rismawati 65 90 0.71 Tinggi

25 Rista Sanlia 50 85 0.70 Sedang 26 Sifa Chuhaimassalam 65 80 0.71 Tinggi 27 Siti Bilqisti 55 95 0.89 Tinggi 28 Sumbai Distapratama 50 80 0.60 Sedang 29 Whendy Alwalidaeni 70 95 0.83 Tinggi 30 Wisara Pujangga 75 80 0.20 Rendah

Total 1850 2650 20.91

Rata-Rata 61.67 88.33 0.69 Sedang

Grafik 4.2

Persentase N-Gain Siklus II

Dari tabel 4.9 diperoleh rata-rata hasil pretest siswa sebesar 61,67 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80. Sedangkan hasil

7% 40% 53% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60%

N-Gain Kategori Rendah N-Gain Kategori Sedang N-Gain Kategori Tinggi

N-GAIN SIKLUS II

postes diperoleh rata-rata 88,33 dengan nilai terendah 75 dan nilai tertinggi 95. Sehingga pada siklus II siswa yang mencapai KKM yaitu 75 ada 30 siswa atau ketuntasan siswa mencapai 100%. Hal ini menunjukan besarnya peningkatan hasil belajar ranah kognitif siswa secara langsung tampak dari rata-rata nilai N-gain sebesar 0,69 yang termasuk sedang.

Pada grafik 4.2 dapat dilihat rata-rata N-gain pada setiap kelompok berdasarkan pretes dan postes adalah kelompok rendah terdiri dari 2 siswa atau 7%, kelompok sedang terdiri dari 12 siswa atau 40% dan kelompok tinggi terdiri dari 16 siswa atau 53%.

d. Refleksi

a. Selama siklus II seluruh siswa berpartisipasi aktif selama pembelajaran berlangsung, hanya beberapa siswa yang masih pasif. b. Pada saat diskusi seluruh siswa sudah berani mengemukakan

pendapatnya.

c. Siswa sudah terbiasa dan lebih senang mendengarkan materi yang dijelaskan oleh guru dengan menggunakan variasi stimulus.

d. Hasil belajar ranah kognitif pada siklus II ini menunjukan seluruh siswa telah mencapai KKM.

e. Keputusan

Berdasarkan hasil refleksi siklus II dapat disimpulkan bahwa hasil belajar ranah kognitif siswa pada pokok bahasan pendapatan nasional telah memenuhi indikator yang peneliti harapkan adalah sebesar 100% siswa mencapai KKM sekolah yaitu 75.

Hasilnya, pemberian tindakan pada siklus II menunjukan jumlah siswa yang mencapai KKM yaitu 100% oleh karena itu peneliti memutuskan untuk menghentikan pemberian tindakan berupa pembelajaran yang menerapkan keterampilan dasar variasi stimulus pada mata pelajaran Ekonomi.

83

3. Hasil Wawancara

Data kualitatif berupa wawancara digunakan sebagai data penunjang bagi data kuantitatif. Wawancara dilakukan pada guru bidang studi dan siswa setelah penelitian sebagai respon mengenai keterampilan dasar variasi stimulus yang telah diterapkan. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang kemudian diwawancarai berdasarkan kelompok belajarnya.

a. Data Hasil Wawancara Guru Bidang Studi

Pembelajaran ekonomi melalui keterampilan dasar variasi stimulus cukup efektif ini sangat membantu dalam pembelajaran karena biasanya pada mata pelajaran ekonomi banyak teori dan analisis yang membuat mereka malas belajar. Tapi setelah diterapkan keterampilan dasar variasi stimulus siswa lebih termotivasi dan antusias mengikuti pelajaran. Sehingga guru bidang studi ekonomi ingin mencoba menerapkan keterampilan dasar variasi stimulus ini pada pembelajaran berikutnya. Hampir semua siswa sangat berpartisipasi aktif. Ada peningkatan hasil belajar dan banyak siswa yang sudah mencapai KKM.

Tetapi ada beberapa kendalanya pada penerapan variasi stimulus ini guru harus benar-benar menekankan pada posisi yang pas. Misalnya pada variasi suara guru harus pandai melakukan perubahan suaranya dari keras menjadi lembut, dari tinggi menjadi rendah, dari gembira menjadi sedih dan lainnya. Bukan hanya itu tapi pada saat melakukan gerakan badan mimik ekspresi wajah guru sangat berpengaruh karena guru harus pandai menarik perhatian siswa agar dapat menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan.

Guru memberikan solusi yang mungkin dapat mengatasi kendala yang terjadi yaitu guru harus benar-benar memiliki suara yang benar-benar maksimal sehingga siswa dapat merasakan perbedaan variasi suara dari keras menjadi lembut dari tinngi menjadi rendah dan lainnya. Dan ekspresi wajah yang dilakukan guru harus benar-benar

mempunyai arti sehingga siswa tidak salah mengartikan apa maksud ekspresi guru tersebut.

b. Hasil Wawancara Siswa

Hasil wawancara dengan siswa pada kelompok 1 mengenai pembelajaran yang dilaksanakan menunjukan bahwa siswa sangat menyukai karena lebih menarik dan tidak membosankan. Siswa belum pernah belajar meggunakan keteramilan dasar variasi stimulus karena biasanya guru hanya menjelaskan dan memberikan tugas. Menurut siswa melalui keterampilan dasar variasi stimulus mereka lebih antusias untuk mengikuti pembelajaran dan mereka merasa senang dan cepat mengerti tentang materi yang dijelaskan.

Meskipun ada kendala diawal yaitu siswa merasa heran dan tidak mengerti tentang apa yang dilakukan oleh guru karena baru pertama kali proses pembelajaran menggunakan variasi stimulus tersebut. Menurut siswa guru harus lebih menjelaskan terlebih dahulu sampai siswa mengerti apa yang akan dilakukan pada saat pembelajaran, sehingga siswa tidak merasa heran atau aneh mengikuti proses pembelajaran.

E. Pembahasan

Penggunaan keterampilan dasar variasi stimulus pada mata pelajaran ekonomi mampu meningkatkan hasil belajar ranah kognitif. Sebelum menggunakan variasi stimulus siswa hanya didominasi oleh guru saja biasanya guru menggunakan metode ceramah yang monoton sehingga siswa kurang berpartisipasi aktif dan menjadi jenuh ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas yaitu dengan menggunakan keterampilan asar variasi stimulus hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tes belajar siswa mengungkapkan bahwa pada siklus I diperoleh rata-rata N-gain

85

sebesar 0,55 (55%) yang dapat dikategorikan sedang. Hal ini menunjukan bahwa pada siklus I hasil yang diperoleh belum mencapai intervensi yang diharapkan. Perbaikan yang dilakukan pada siklus I guru harus lebih berinteraksi lagi dengan siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan harus mampu mengatur waktu pembelajaran agar dapat dimaksimalkan dan diakhir pembelajaran dapat menyimpulkan atau menjelaskan materi pelajaran lebih rinci.

Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata N-gain sebesar 0,69 (69%) yang dapat dikategorikan sedang. Sehingga indikator keberhasilan telah tercapai dan tidak akan dilanjutkan pada siklus berikutnya. Dengan demikian maka terlihat jelas dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan N-gain sebesar 0,14 (14%). Perbandingan persentase N-gain pada siklus I dan siklus II ditunjukan pada gambar berikut:

Grafik 4.3

Persentase Perbandingan N-Gain Siklus I dan Siklus II

Dokumen terkait