• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA

Dalam dokumen Strategi Pengembangan Sub Sektor Pertani (Halaman 17-78)

4.1 Analisis Location Quotient (LQ)

Untuk mengetahui jenis sektor pertanian apa saja yang memiliki komoditas basis, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan analisis Location Quotient. Sektor pertanian yang dapat dianalisis berdasarkan data yang ada antara lain pertanian pangan, pertanian buah, perkebunan, peternakan, perikanan dan perindustrian. Berikut pembahasannya.

4.1.1 Sektor Pertanian Pangan

Sektor pertanian pangan merupakan salah satu dari beberapa sektor dominan yang ada di Kecamatan Penajam. Beberapa komoditas yang masuk ke dalam tanaman pangan adalah padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedelai dan kacang hijau. Berikut ini merupakan hasil LQ dari pertanian pangan.

Tabel 6 Hasil Analisis LQ Data Sektor Pertanian Pangan Kecamatan Penajam tahun 2013 Jenis Tanaman Produksi per sub sektor (ton) LQ per sub sektor

Kecamatan Kabupaten Padi Sawah 15871 68444 0,95 Padi Ladang 1611 4233 1,56 Jagung 56 66 3,47 Ubi Kayu 613 1140 2,20 Ubi Jalar 193 1139 0,69 Kacang Tanah 16 30 2,18 Kedelai 0 3 0,00 Kacang Hijau 5 11 1,86 Total 18365 75066 12,90

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Berdasarkan tabel perhitungan, maka hampir seluruh sektor pertanian pangan menjadi sektor basis di Kecamatan Penajam dikarenakan LQ > 1. Tanaman jagung merupakan sektor basis yang paling utama karena memiliki nilai LQ tertinggi yaitu 3,47, sehingga tanaman ini dapat memiliki potensi untuk diekspor ke luar wilayah kecamatan Penajam. Sedangkan yang menjadi sektor non basis yaitu tanaman padi sawah dengan nilai LQ sebesar 0,95 ,tanaman ubi jalar dengan nilai LQ 0,69 serta tanaman kedelai yang memilii nilai LQ 0.

4.1.2 Sektor Pertanian Buah

Jenis pertanian buah yang ada di Kecamatan Penajam memiliki variasi yang tinggi sesuai dengan iklim yang ada di wilayah tersebut. Berikut ini merupakan hasil perhiungan LQ dari sektor pertanian buah yang ada di Kecamatan Penajam.

Tabel 7 Hasil Analisis LQ Data Sektor Pertanian Buah Kecamatan Penajam tahun 2013 Jenis Tanaman Produksi per sub sektor (kw) LQ per sub sektor

Kecamatan Kabupaten

Alpukat 45 630 0,45

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 18 Duku/ langsat 1784 8600 1,31 Durian 1714 5700 1,90 Jambu Biji 490 990 3,13 Jeruk 403 1200 2,12 Mangga 47 1510 0,20 Manggis 55 130 2,67 Melinjo 50 940 0,34 Nangka/ cempedak 1362 2490 3,46 Nanas 0 280 0,00 Papaya 234 2410 0,61 Pisang 882 15240 0,37 Rambutan 1032 7540 0,87 Salak 961 3330 1,82 Sawo 1010 4420 1,44 Sirsak 31 510 0,38 Sukun 177 330 3,39 Total 12460 78770 25,08

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Berdasarkan hasil perhitungan LQ tanaman pertanian buah yang ada di Kecamatan Penajam, tanaman buah yang berpotensi menjadi sektor basis antara lain duku/langsat, durian, jambu biji, jeruk, manggis,nangka/cempedak, salak, sawo dan sukun. Besarnya keragaman buah ini akan membantu meningkatkan kemampuan ekonomi daerah dan juga masyarakat di wilayah Kecamatan Penajam.

4.1.3 Sektor Perkebunan

Sektor perkebunan merupakan sektor yang berkembang di Kalimantan Timur. Kecamatan Penajam memiliki jenis perkebunan yang hampir sama dengan lokasi lainnya di wilayah Kalimantan. Berikut ini merupakan hasil perhiungan LQ dari sektor perkebunan yang ada di Kecamatan Penajam.

Tabel 8 Hasil Analisis LQ Data Sektor Perkebunan Kecamatan Penajam tahun 2013 Jenis Tanaman Produksi per sub sektor (ton) LQ per sub sektor

Kecamatan Kabupaten Kopi 32,4 54 9,35 Kelapa 1824,6 2589,8 10,97 Kelapa Sawit 22211 367266 0,94 Karet 151 6477 0,36 Kakao 6,7 8,7 12,00 Lada 4,5 1028 0,07 Total 24230,2 377423,5 33,69

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Berdasarkan perhitungan di atas, menunjukkan bahwa yang menjadi sektor basis adalah tanaman kopi, kelapa dan kakao dengan nilai LQ berturut-turut 9,35 , 10,97 , dan 12. Sedangkan jenis tanaman yang memiliki nilai LQ < 1 antara lain kelapa sawit, lada, dan karet.

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 19 4.1.4 Sektor Peternakan

Sektor peternakan di Kecamatan Penajam ini bukan merupakan sektor yang dominan hal ini dikarenakan masyarakat Kecamatan Penajam menjadikan sektor peternakan sebagai sektor sampingan. Berikut ini merupakan jenis dan hasil LQ yang ada di Kecamatan Penajam.

Tabel 9 Hasil Analisis LQ Data Sektor Peternakan Kecamatan Penajam tahun 2013 Jenis Ternak Produksi per sub sektor (ekor) LQ per sub sektor

Kecamatan Kabupaten Sapi 5478 10879 1,14 Kerbau 202 490 0,94 Kambing 962 3531 0,62 Domba 0 0 0,00 Babi 425 693 1,39 Rusa 0 194 0,00 Ayam Ras 65921 104205 1,44 Ayam Buras 76101 212334 0,81 Itik 3876 15077 0,58 Angsa 0 0 0,00 Total 152965 347403 6,93

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Berdasarkan hasil di atas, sektor peternakan yang memiliki nilai LQ> 1 adalah sapi, babi dan ayam ras. Sedangkan untuk jenis lainnya yang memiliki nilai LQ < 1 menjadi sektor non basis yang ada di Kecamatan Penajam.

4.1.5 Sektor Perikanan

Sektor perikanan merupakan sektor yang berkembang dengan adanya Dermaga Penajam yang berbatasan langsung dengan sungai dan Selat Balikpapan, serta berhadapan langsung dengan Pelabuhan Balikpapan. Berikut ini merupakan jenis perikanan dan hasil LQ dari sektor perikanan.

Tabel 10 Hasil Analisis LQ Data Sektor Perikanan Kecamatan Penajam tahun 2013 Jenis Produksi per sub sektor (ton) LQ per sub sektor

Kecamatan Kabupaten Perikanan Laut 1460 44667 0,39 Perikanan Umum 115 1851 0,73 Perikanan Tambak 2565,3 7236,2 4,19 Perikanan Kolam 466,8 658,12 8,37 Keramba 2,5 2,5 11,81 Total 4609,6 54417,32 25,49

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa perikanan tambak, perikanan kolam dan keramba menjadi sektor basis dilihat dari nilai LQ yang masing-masing nilainya adalah 4,19 , 8,37 dan 11,81.

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 20 Sedangkan jenis perikanan lainnya yang berpeluang menjadi sektor non basis adalah perikanan laut dan perikanan umum .

Sehingga potensi perekonomian dari sektor pertanian yang merupakan komoditas basis di Kecamatan Penajam antara lain sebagai berikut.

Tabel 11 Komoditas Basis di Kecamatan Penajam

Sektor Jenis LQ

Pertanian Pangan Padi Ladang 1,56

Jagung 3,47

Ubi Kayu 2,20

Kacang Tanah 2,18

Kacang Hijau 1,86

Pertanian Buah Duku/Langsat 1,31

Durian 1,90 Jambu Biji 3,13 Jeruk 2,12 Manggis 2,67 Nangka/Cempedak 3,46 Salak 1,82 Sawo 1,44 Sukun 3,39 Perkebunan Kopi 9,35 Kelapa 10,97 Kakao 12,00 Peternakan Sapi 1,14 Babi 1,39 Ayam Ras 1,44

Perikanan Perikanan Tambak 4,19

Perikanan Kolam 8,37

Keramba 11,81

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Berdasarkan tabel potensi ekonomi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari kelima sub sektor pertanian yang terdiri dari sub sektor pertanian pangan, pertanian buah, perkebunan, peternakan dan perikanan, mempunyai beberapa komoditas basis. Sehingga kelima sub sektor tersebut memiliki peluang untuk dilakukan analisis selanjutnya, yang outputnya berupa penentuan strategi pengembangan sub sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam yang akan dipilih salah satu diantara kelima sub sektor tersebut dengan analisis AHP berdasarkan hasil kuisioner para stakeholder.

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 21

4.2 Analisis Stakeholder

Berikut merupakan perincian mengenai alur skema pemilihan stakeholders dalam kasus penelitian.

a. Tahap I

Stakeholders yang terlibat dalam analisis ini antara lain : - Pemerintah Kabupaten PPU

- Pemerintah Kecamatan Penajam

- Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah

- Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) - Dinas Pendapatan Daerah

- Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (DKP)

- Masyarakat Kecamatan Penajam (yang berprofesi di sektor pertanian)

Strategi Pengembangan

Sub Sektor Pertanian

Basis di Kecamatan

Penajam

Identifikasi

stakeholders yang

terlibat

Menganalisis kepentingan dan pengaruh stakeholders terhadap kebijakan, program/proyek Menilai dan memetakan tingkat kepentingan dan pengaruh masing-masing stakeholders

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 22 b. Tahap II dan III

Tahap selanjutnya yaitu menganalisis kepentingan dan pengaruh stakeholders terhadap kebijakan, program/proyek serta menilai dan memetakan tingkat kepentingan dan pengaruh masing-masing stakeholders

Tabel 12 Penilaian Kepentingan dan Pengaruh Stakeholders

Kelompok Stakeholders

Kepentingan Stakeholders Dampak Berdasarkan Kepentingan

Pengaruh Stakeholders

Keterangan Tingkat Keterangan Tingkat

Pemerintah Kabupaten PPU

1. Melaksanakan penyusunan dan penetapan Peraturan Daerah

2. Mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan bersama

DPRD 3 +

1.Ikut serta dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan bersama DPRD

2.Ikut serta dalam penyusunan dan penetapan Peraturan Daerah

3.Terlibat dalam pelaksanaan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan

2

Pemerintah

Kecamatan Penajam

1. Melaksanakan koordinasi kegiatan pemberdayaan masyarakat

2. Melaksanakan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum 3. Mewujudkan pemeliharan prasarana dan

fasilitas pelayanan umum

4. Melakukan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan

5. Mewujudkan penyelenggaraan kegiatan pemerintah di tingkat Kecamatan

5 +

1. Ikut serta dalam mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat

2. Ikut serta dalam mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum

3. Ikut serta dalam mengkoordinasikan pemeliharan prasarana dan fasilitas pelayanan umum

4. Ikut serta dalam mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan

5. Ikut serta dalam mengkoordinasikan

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 23 penyelenggaraan kegiatan pemerintah di

tingkat Kecamatan

6. Ikut serta dalam membina penyelenggaraan pemerintah Desa / Kelurahan

Badan Perencana dan Pembangunan

Daerah (Bappeda)

1. Melaksanakan perumusan kebijakan teknis perencanaan pembangunan

2. Melaksanakan penyusunan rencana pembangunan

4 +

1. Terlibat dalam proses perumusan kebijakan teknis perencanaan pembangunan

2. Ikut serta dalam mengkoordinir penyusunan rencana pembangunan 3. Terlibat dalam pembinaan dan pelaksanaan

tugas lingkup perencanaan pembangunan daerah

4. Ikut serta dalam pembinaan, monitoring, evaluasi dan laporan penyelenggaraan kegiatan Badan 4 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Daerah (BPMPD)

1. Meningkatkan pemberdayaan dan pengembangan partisipasi masyarakat 2. Meningkatkan pemberdayaan sumber

daya alam dan teknologi tepat guna 5 +

1.Ikut serta dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan partisipasi masyarakat 2.Terlibat dalam pemberdayaan usaha

ekonomi masyarakat

3.Terlibat dalam pemberdayaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna

5

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pendapatan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah;

2. Penyelenggaraan urusan di bidang Pendapatan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya;

3. Pembinaan dan pelaksanaan monitoring

4 +

1.Terlibat dalam perumusan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah

2.Ikut serta dalam penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang pendapatan daerah

3.Ikut serta dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendapatan daerah

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 24 di bidang Pendapatan Daerah;

4. Pembinaan Kelompok Jabatan Fungsional 5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan

oleh Bupati sesuai bidang tugas dan fungsinya

Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP)

1. Merumuskan kebijakan teknis di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah

2. Menyelenggarakan urusan dan pelayanan umum di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan sesuai dengan lingkup tugasnya

3. Membina dan melaksanakan monitoring di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan

4. Membina Kelompok Jabatan Fungsional 5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan

oleh Bupati sesuai bidang tugas dan fungsinya

5 +

1.Ikut serta dalam perumusan teknis bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura, peternakan, kelautan dan perikanan yang meliputi tanaman pangan dan holtikultura, sarana prasarana dan bina usaha tani, peternakan, kelautan dan perikanan serta penyuluhan

2.Ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana dan program kerja bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura, peternakan, kelautan dan perikanan yang meliputi tanaman pangan dan holtikultura, sarana prasarana dan bina usaha tani, peternakan, kelautan dan perikanan serta penyuluhan

3.Ikut serta dalam pembinaan dan pengendalian teknis bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura, sarana prasarana dan bina usaha tani, peternakan, kelautan dan perikanan serta penyuluhan 4.Ikut serta dalam penyelenggaraan perijinan

dan pelayanan umum bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura yang meliputi tanaman pangan dan holtikultura, sarana prasarana dan bina usaha tani, peternakan, kelautan dan perikanan serta penyuluhan

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 25 5.Ikut serta dalam pelaksanaan koordinasi

kegiatan dan kerjasama teknis dengan pihak lain yang berhubungan dengan bidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura yang meliputi tanaman pangan dan holtikultura, sarana prasarana dan bina usaha tani, peternakan, kelautan dan perikanan serta penyuluhan

6.Terlibat dalam pembinaan UPT dan Balai Penyulihan Kecamatan dalam lingkup pertanian tanaman pangan dan holtikutura, peternakan, kelautan dan perikanan

7.Ikut serta dalam penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan tugas-tugas bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, kelautan dan perikanan yang meliputi tanaman pangan dan hortikultura, sarana prasarana dan bina usaha tani, peternakan, kelautan dan perikanan serta penyuluhan

Dinas Kehutanan dan Perkebunan (DKP)

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Kehutanan dan Perkebunan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah; 2. Penyelengaraan urusan Kehutanan,

Perkebunan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya;

3. Pembinaan dan pelaksanaan monitoring di bidang Kehutanan dan Perkebunan 4. Pembinaan Kelompok Jabatan Fungsional.

5 +

1.Terlibat dalam perumusan serta perencanaan serta teknis operasional pembinaan, pengelolaan dan perijinan dibidang perkebunan dan kehutanan 2.Ikut serta dalam pelaksanaan kebijaksanaan

teknis dibidang produksi, penyuluh perlindungan serta pengembangan lahan dibidang perkebunan dan kehutanan 3.Terlibat dalam pengawasan serta

pengendalian teknis dibidang perkebunan

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 26 5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan

oleh Bupati sesuai bidang tugas dan fungsinya

dan kehutanan

4.Terlibat dalam penyusunan pelaksanaan program pembangunan dibidang perkebunan dan kehutanan

5.Ikut serta dalam pelaksanaan pembinaan, pengelolaan serta pemasaran hasil hutan dan perkebunan

6.Ikut serta dalam pelaksanaan pembinaan serta pengawasan penggunaan dan pemanfaatan dibidang perkebunan dan kehutanan

7.Terlibat dalam pelaksanaan pembinaan, pengendalian serta pengawasan perijinan dan rekomendasi usaha kehutanan dan perkebunan

8.Terlibat dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan usaha konservasi sumber daya alam dibidang perkebunan dan kehutanan 9.Terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan

teknis dibidang produksi, usaha tani, penyuluhan, perlindungan serta pengembangan lahan dibidang perkebunan dan kehutanan

Masyarakat

Kecamatan Penajam (berprofesi di sektor pertanian)

1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya memanfaatkan potensi ekonomi basis yang ada

2. Meningkatkan pemahaman terkait strategi-strategi pengembangan ekonomi basis

5 +

1.Terlibat dalam aturan dan kebijakan yang sudah ditentukan.

2.Ikut serta dalam proses penyelenggaran.

5

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 27 c. Identifikasi Stakeholders Menurut Tingkat Kepentingan Dan Pengaruh

Tabel 13 Hasil Identifikasi Stakeholders Menurut Tingkat Kepentingan dan Pengaruh Tingkat

Kepentingan Stakeholders

Pengaruh Aktivitas Stakeholders

0 1 2 3 4 5 0 1 2 3 1. Pemerintah Kabupaten PPU 4 1. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) 1. Badan Perencana dan Pembagunan Daerah (Bappeda)

5 1. Pemerintah Kecamatan Penajam

2. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD)

3. Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP)

4. Dinas Kehutanan dan Perkebunan (DKP) 5. Masyarakat Kecamatan Penajam (yang

berprofesi di sektor pertanian)

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Dari tabel di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa stakeholders yang terpilih ada 5 yang meliputi Pemerintah Kecamatan Penajam, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Dinas Kehutanan dan Perkebunan (DKP), dan Masyarakat Kecamatan Penajam (yang berprofesi di sektor pertanian). Yang selanjutnya stakeholders tersebut mempengaruhi dalam pemilihan salah satu sub sektor pertanian basis yang akan dirumuskan strategi pengembangan sub sektor basis tersebut yang akan menunjang perekonomian di Kecamatan Penajam.

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 28

4.3

Analisis Delphi

Berikut merupakan kerangka dan step tahapan analisis Delphi.

1. Spesifikasi isu / penentuan permasalahan

Isu yang dibahas pada penelitian kali ini yaitu adanya potensi untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Penajam yang difokuskan pada sektor pertanian. Dimana di wilayah Kecamatan Penajam didominasi oleh guna lahan pertanian. Output yang diharapkan berupa strategi-strategi pengembangan potensi ekonomi basis di salah sub sektor pertanian yang terpilih melalui analisis AHP berdasarkan kuisioner para pakar. Untuk mempermudah hal tersebut, dengan analisis Delphi ini digunakan untuk merumuskan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam.

2. Menyeleksi advokat / pakar

Untuk penelitian ini, stakeholder kunci yang terpilih untuk membahas persoalan ini antara lain.

1. Pemerintah Kecamatan Penajam

2. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) 3. Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) 4. Dinas Kehutanan dan Perkebunan (DKP)

5. Masyarakat Kecamatan Penajam (yang berprofesi di sektor pertanian)

Penilaian

(Keberhasilan

/

Hasil yang

Diinginkan

Penyusunan

Kuisioner I

Wawancara

Pakar

Kompilasi

Iterasi 2,3,4 dst:

Kuisioner dan

Wawancara

Penentuan

Objek

Evaluasi

Pemikiran

Pakar

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 29 3. Menentukan variabel, sub variabel, serta definisi operasional

Adapun variabel berikut faktor yang akan diajukan terkait jajak pendapat terhadap kelima stakeholder kunci antara lain :

Tabel 14 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Strategi Pengembangan Sub Sektor Pertanian Basis di Kecamtan Penajam

Variabel Sub-Variabel Definisi Operasional

Ekonomi

Tenaga Kerja Jumlah tenaga kerja mempengaruhi tinggi-rendahnya nilai ekonomi. Dukungan

Anggaran Pemerintah

Dukungan anggaran pemerintah merupakan seberapa besar dana yang dialokasikan pemerintah untuk mengembangkan sub-sektor.

Dana Investasi Dana investasi dapat menambah kesempatan pengelolaan sub-sektor.

Stok (Ekspor – Impor)

Stok berupa banyaknya produktivitas komoditas dalam sub-sektor yang mempengaruhi ekspor dan impor.

Strategis

Teknologi Penggunaan teknologi mempengaruhi tingkat produktivitas dalam sub-sektor.

Sumber Daya Manusia

Kualitas sumber daya manusia mempengaruhi arahan apa yang dapat diberlakukan dalam pengembangan sub-sektor.

Sumber Daya Alam

Tinggi dan rendahnya ketersediaan sumber daya alam mempengaruhi pemberian arahan pengembangan sub-sektor.

Sosial

Dukungan Masyarakat

Dukungan masyarakat berupa partisipasi masyarakat dalam pengembangan sub-sektor dapat berpengaruh. Semakin tinggi dukungan masyarakat dalam upaya pengelolaan sub-sektor, maka semakin besar peluang keberhasilan upaya pengembangan.

Pemberdayaan Masyarakat

Upaya pemberdayaan masyarakat dapat memberikan kemampuan (skill) pada masyarakat sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengelolaan sub-sektor.

Tingkat Pendidikan

Semakin baik tingkat pendidikan masyarakat, maka wawasan masyarakat dapat menjadi lebih luas, sehingga dalam penglolaan sub-sektor, masyarakat dapat memberikan inovasi agar sub-sektor dapat lebih berkembang.

Lingkungan

Pencemaran Air Air merupakan salah satu bahan baku dari pengelolaan sub-sektor, sehingga pencemaran air dapat merusak dan menurunkan kualitas dari hasil pengelolaan sub-sektor.

Global Warming Kecamatan Penajam yang merupakan area pesisir dapat terkena dampak buruk global warming meliputi kenaikan tinggi muka air laut yang dapat mempengaruhi kegiatan di sub-sektor.

Limbah B3 Limbah B3 dapat merusak sumber daya alam yang menjadi bahan baku dalam sub-sektor.

sub-T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 30 sektor. Di sisi lain, eksploitasi hutan dapat mengurangi ketersediaan sumber daya alam.

Sumber : Hasil Analisis, 2015

4. Penyusunan kuisioner pakar

Dari variabel berikut faktor yang ada, disusun desain kuisioner yang nantinya akan diajukan kepada lima stakeholder kunci. Adapun desain kuisionernya adalah sebagai berikut.

Tabel 15 Desain Kuisioner Pakar untuk Analisis Delphi

No Variabel Sub-variabel Tanggapan Alasan

S TS 1. Ekonomi Tenaga Kerja

Dukungan Anggaran Pemerintah Dana Investasi

Stok (Ekspor – Impor) 2. Strategis Teknologi

Sumber Daya Manusia Sumber Daya Alam 3. Sosial Dukungan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Pendidikan

4. Lingkungan Pencemaran Air Global Warming Limbah B3 Eksploitasi Hutan

Sumber : Hasil Analisis, 2015

Keterangan : S = Setuju TS = Tidak Setuju

Adapun pertanyaan yang akan diajukan terhadap kelima stakeholder kunci antara lain : 1. Menurut Anda, apakah tenaga kerja merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan

sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

2. Menurut Anda, apakah dukungan anggaran pemerintah merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

3. Menurut Anda, apakah dana investasi merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 31 4. Menurut Anda, apakah stok (export-import) merupakan faktor yang mempengaruhi

pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

5. Menurut Anda, apakah teknologi merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

6. Menurut Anda, apakah sumber daya manusia merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

7. Menurut Anda, apakah sumber daya alam merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

8. Menurut Anda, apakah dukungan masyarakat merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

9. Menurut Anda, apakah pemberdayaan masyarakat faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

10. Menurut Anda, apakah tingkat pendidikan merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

11. Menurut Anda, apakah pencemaran air merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

12. Menurut Anda, apakah global warming merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

13. Menurut Anda, apakah limbah B3 merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

14. Menurut Anda, apakah eksploitasi hutan merupakan faktor yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

Selain itu, untuk menghadapi kemungkinan munculnya faktor lain yang mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam, disediakan pertanyaan lain bila diperlukan yaitu :

- Menurut Anda, apakah terdapat faktor lain yang turut mempengaruhi pengembangan sektor pertanian basis di Kecamatan Penajam?

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 32 5. Wawancara pakar

Berikut merupakan hasil wawancara kelima pakar yang terpilih.

Pemerintah Kecamatan Penajam

No Variabel Sub-variabel Tanggapan Alasan

S TS

1. Ekonomi Tenaga Kerja √ peningkatan jumlah pekerja akan mempercepat pengembangan sektor pertanian Dukungan Anggaran

Pemerintah

√ insentif dana dari pemerintah akan mempermudah proses pengolahan bahan baku Dana Investasi √ masuknya dana dari pengembang mampu meningkatkan penggunaan teknologi dalam

pengolahan bahan baku

Stok (Ekspor – Impor) √ penyimpanan yang optimal mampu mempertahankan alur jual-beli mengingat cuaca yang tidak menentu

2. Strategis Teknologi √ penggunaan teknologi mengefektifkan proses pengolahan bahan baku mentah/ setengah jadi pertanian

Sumber Daya Manusia √ SDM yang terampil mampu meningkatkan produksi

Sumber Daya Alam √ kemudahan pemanfaatan SDA mampu meningkatkan hasil produksi

3. Sosial Dukungan Masyarakat √ partisipasi masyarakat mampu meningkatkan kebutuhan akan komoditi pertanian Pemberdayaan Masyarakat √ SDM yang terampil mampu meningkatkan produksi

Tingkat Pendidikan √ SDM yang cerdas mampu menggunakan teknologi modern untuk mengefektifkan proses produksi

4. Lingkungan Pencemaran Air √ kualitas air irigasi akan mempengaruhi keberlangsungan produksi dan hasil pertanian Global Warming √ perubahan iklim mengakibatkan cuaca tak menentu yang berpengaruh terhadap tingkat

produksi dan hasil pertanian

T e k n i k A n a l i s a K u a l i t a t i f | 33 sektor pertanian di Kecamatan Penajam mengingat tidak ada pabrik atau industri besar yang menggunakan bahan kimia yang berdiri di Kecamatan Penajam

Eksploitasi Hutan √ penebangan lahan hijau/ hutan mampu diminimalisir dengan perundangan yang ketat sehingga tidak berpengaruh signifikan

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD)

No Variabel Sub-variabel Tanggapan Alasan

S TS

1. Ekonomi Tenaga Kerja √ peningkatan tenaga kerja mampu meningkatkan hasil produksi Dukungan Anggaran

Pemerintah

√ adanya dana dari pemerintah mampu meringankan beban bahan baku

Dana Investasi √ adanya investasi dari pengembang mampu meningkatkan tingkat produksi/ pengolahan Stok (Ekspor – Impor) √ penyimpanan yang optimal mampu mempertahankan alur jual-beli mengingat cuaca yang

Dalam dokumen Strategi Pengembangan Sub Sektor Pertani (Halaman 17-78)

Dokumen terkait