BAB IV ANALISIS DATA
1. Analisis Data tentang Intensitas Kegiatan
Untuk mengetahui data intensitas kegiatan keagamaan penulis menggunakan instrumen angket yang terdiri dari lima belas pertanyaan, dari masing-masing pertanyaan angket tersedia 4 alternatif jawaban dan jika pernyataan favorable sebagai berikut:
a.Kriteria jawaban SS (Sangat Sesuai) memiliki nilai 4 dengan kategori sangat tinggi
b. Kriteria jawaban S (Sesuai) memiliki nilai 3 dengan kategori tinggi c. Kriteria jawaban TS (Tidak Sesuai) memiliki nilai 2 dengan kategori
sedang
d. Kriteria jawaban STS (Sangat Tidak Sesuai) memiliki nilai 1 dengan kategori rendah
Jika pernyataan yang berupa unfavorable terdapat ketentuan sebagai berikut:
a. Kriteria jawaban STS (Sangat Tidak Sesuai) memiliki nilai 4 dengan kategori sangat tinggi
b. Kriteria jawaban TS (Tidak Sesuai) memiliki nilai 3 dengan kategori tinggi
c. Kriteria jawaban S (Sesuai) memiliki nilai 2 dengan kategori sedang d. Kriteria jawaban SS (Sangat Sesuai) memiliki nilai 1 dengan
kategori rendah
Dengan demikian setelah masing-masing jawaban diberi skor angka, maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.1
Hasil Angket Variabel X (Intensitas Kegiatan Keagamaan)
Resp No. Angket Jml 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 1 2 2 2 32 2 4 3 3 2 2 3 3 2 2 4 3 2 1 3 2 39 3 3 3 3 2 2 2 1 1 2 2 2 3 2 3 2 33 4 3 3 4 3 2 3 3 2 3 2 3 2 2 2 2 39 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60 6 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 51 89
7 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 2 2 1 2 1 46 8 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 50 9 4 4 4 1 4 4 3 2 1 1 1 1 2 4 2 38 10 4 3 2 4 4 3 2 1 2 3 3 4 4 3 2 44 11 4 3 4 4 3 4 4 2 3 4 2 2 4 2 1 46 12 3 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 1 3 2 37 13 4 2 4 4 3 4 4 3 3 4 1 2 1 4 1 44 14 2 3 4 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 40 15 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 2 3 2 51 16 3 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 3 2 35 17 3 1 2 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 34 18 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 39 19 4 2 4 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 46 Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jml 20 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 1 3 2 2 3 47 21 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 2 3 3 2 44 22 3 3 4 2 3 4 2 3 3 2 2 4 2 4 3 44 23 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 2 38 24 3 4 4 4 1 3 4 3 4 4 1 1 1 1 1 39 25 4 4 4 1 4 4 2 1 1 4 2 4 1 4 1 41 26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 1 2 1 48 27 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 43 90
28 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 1 1 1 4 1 46 29 3 3 2 4 2 3 4 3 2 2 3 3 3 2 3 42 30 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 43 31 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 1 4 1 51 32 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 2 1 3 3 44 33 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 2 3 3 4 2 39 34 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 43 35 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 48 36 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 1 3 1 4 3 49 37 3 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 2 3 3 3 42 38 4 4 3 4 2 4 4 2 4 3 2 3 2 3 4 48 39 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 44 40 3 2 4 1 3 4 4 1 4 2 3 2 1 3 4 41 41 4 3 4 3 2 3 4 2 4 2 2 1 1 3 4 42 42 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 32 43 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 32 44 3 3 2 3 3 2 3 2 4 2 2 2 2 2 2 37 45 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 43 46 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 1 3 2 3 3 50 47 3 4 3 3 4 3 4 2 3 3 1 3 1 3 2 42 48 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 2 4 2 51 49 4 4 4 4 4 3 4 2 4 3 2 3 1 3 2 47 91
50 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 2 4 4 4 2 52 51 3 4 2 4 3 1 4 2 4 1 1 4 1 4 4 42 52 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 2 2 2 2 3 42 53 3 2 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3 39 54 3 4 3 3 4 4 3 1 4 1 1 2 1 2 3 39 55 4 3 3 2 3 3 4 3 3 2 2 2 1 2 1 38 56 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 2 3 2 3 2 47 57 3 4 3 4 4 4 3 2 4 3 3 3 2 4 4 50 58 3 4 4 4 4 3 4 2 4 2 3 1 1 4 4 47 59 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 1 3 2 3 3 48 60 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 1 2 1 3 2 48 Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jml 61 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 2 4 2 52 62 3 4 2 4 4 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 43 63 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 4 47 64 3 3 3 2 2 3 3 2 3 1 1 3 2 3 3 37 65 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 2 1 38 66 3 4 3 1 2 3 3 2 3 1 3 3 2 3 3 39 67 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 2 3 2 3 3 48 68 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 44 69 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 2 3 2 3 1 44 70 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 43 92
71 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 40 72 3 3 2 2 2 2 3 2 2 1 3 2 3 3 3 36 73 3 4 3 3 4 3 4 2 4 4 1 3 1 4 1 44 74 3 3 3 3 3 4 4 2 4 1 1 3 1 4 1 40 75 4 4 3 3 3 4 3 2 4 2 2 3 1 4 3 45 76 3 3 3 3 3 4 3 3 4 1 1 3 1 3 2 40 77 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 3 2 4 1 48 78 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 1 3 1 3 1 36 79 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 50 80 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 2 46 81 4 2 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 44 82 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 2 34 2 3 4 82 83 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 2 2 2 3 3 49 84 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 2 2 2 3 2 46 85 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 2 3 3 46 86 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 1 4 1 4 4 47 87 3 4 3 3 2 3 2 3 4 4 3 4 3 1 3 45 88 4 4 3 3 4 2 2 3 2 3 2 4 4 3 4 47 89 3 3 3 2 2 2 2 2 3 4 2 2 2 2 3 37 90 4 3 4 3 2 2 2 3 3 4 2 4 3 4 3 46
Dalam menentukan intervalnya, peneliti menggunakan rumus:
I= (π +1)
πΎ
Keterangan: I = Interval
R = Range atau batas nilai tertinggi dikurangi nilai terendah K = Jumlah kelas
Berdasarkan nilai hasil tentang interval kegiatan keagamaan, nilai tertinggi adalah 60 dan nilai terendah adalah 32 kemudian memasukkan angka tersebut dalam rumus, maka dapat dicari interval sebagai berikut:
I = (60β32)+1 4
I = 7,25 Tabel 4.2
Interval Intensitas Kegiatan Keagamaan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah
No. Nilai Interval Jumlah Santri
1. 53 β 60 1 2. 46 β 52 35 3. 39 β 45 38 4. 32 β 38 16 Jumlah 90 94
Setelah diketahui beberapa banyak santri yang berada pada kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian dicari presentase masing-masing kategori dengan rumus sebagai berikut:
P = πΉ πx 100 % Keterangan: P : Persentase F : Frekuensi N : Jumlah Sampel
Sehingga diketahui sebagai berikut:
a. Prosentase kegiatan keagamaan interval 39 - 45 adalah: P= 38
90 x 100%
P = 42%
Artinya prosentase kegiatan keagamaan interval 39 β 45 yaitu 42,2% b. Prosentase kegiatan keagamaan interval 46 β 52 adalah:
P = 35
90 x 100%
P = 39%
Artinya prosentase kegiatan keagamaan interval 46 β 52 yaitu 39% c. Prosentase kegiatan keagamaan interval 32 β 38 adalah:
P = 16
90 x 100%
P = 18%
Artinya prosentase kegiatan keagamaan interval 32 β 38 yaitu 18%
d. Prosentase kegiatan keagamaan interval 53 β 60 adalah: P = 1
90 x 100%
P = 1%
Artinya prosentase kegiatan keagamaan interval 53 β 60 yaitu 1,1%. Untuk lebih jelas, peneliti menguraikan ke dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tentang kegiatan keagamaan sebagai berikut:
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Kegiatan Keagamaan
No Tingkatan variabel X Interval Frekuensi Prosentase 1 Sangat Tinggi 53 β 60 1 1%
2 Tinggi 46 β 52 35 39%
3 Sedang 39 β 45 38 42%
4 Rendah 32 β 38 16 18%
Jumlah 90 100%
Berdasarkan perhitungan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa intensitas mengikuti kegiatan keagamaan santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah Salatiga pada umumnya dalam kondisi sedang. Terbukti 42% dari 90 santri yaitu 38 santri dalam kategori sedang, kemudian 39% dari 90 santri yaitu 35 santri dalam kategori tinggi, sedangkan 18% dari 90 santri yaitu 16 santri dalam kategori
rendah, dan 1% dari 90 santri yaitu 1 santri dalam kondisi sangat tinggi intensitasnya dalam mengikuti kegiatan keagamaan.
2. Analisis Data tentang Kecerdasan Spiritual Santri
Untuk mengetahui data intensitas kegiatan keagamaan penulis menggunakan instrumen angket yang terdiri dari lima belas pertanyaan, dari masing-masing pertanyaan angket tersedia 4 alternatif jawaban dan jika pernyataan favorable sebagai berikut:
a.Kriteria jawaban SS (Sangat Sesuai) memiliki nilai 4 dengan kategori sangat tinggi
b. Kriteria jawaban S (Sesuai) memiliki nilai 3 dengan kategori tinggi c. Kriteria jawaban TS (Tidak Sesuai) memiliki nilai 2 dengan kategori
sedang
d. Kriteria jawaban STS (Sangat Tidak Sesuai) memiliki nilai 1 dengan kategori rendah
Jika pernyataan yang berupa unfavorable terdapat ketentuan sebagai berikut:
a. Kriteria jawaban STS (Sangat Tidak Sesuai) memiliki nilai 4 dengan kategori sangat tinggi
b. Kriteria jawaban TS (Tidak Sesuai) memiliki nilai 3 dengan kategori tinggi
c. Kriteria jawaban S (Sesuai) memiliki nilai 2 dengan kategori sedang
d. Kriteria jawaban SS (Sangat Sesuai) memiliki nilai 1 dengan kategori rendah
Dengan demikian setelah masing-masing jawaban dibberi skor angka, maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.4
Hasil Angket Variabel Y (Kecerdasan Spiritual)
Resp No. Angket Jml 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 1 3 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 3 2 3 2 31 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 3 37 3 2 1 2 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 3 2 35 4 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 2 4 36 5 4 1 1 1 1 1 4 4 4 4 4 1 4 1 4 39 6 3 2 2 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 43 7 4 2 1 1 3 1 3 3 3 4 3 1 3 1 4 37 8 4 2 3 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 1 49 9 3 1 1 2 3 1 4 3 3 1 4 1 4 4 4 39 10 4 4 2 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 47 11 4 1 2 2 1 1 4 4 4 4 4 1 4 1 4 41 12 3 3 2 3 2 1 3 4 4 4 3 2 4 2 3 43 13 4 1 1 1 1 1 4 2 3 1 4 1 4 2 1 31 98
14 3 3 1 4 3 2 1 4 4 4 3 1 2 2 4 41 15 3 1 1 3 4 1 3 4 3 2 3 4 4 2 4 42 16 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 4 4 2 2 42 17 3 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 2 3 2 3 38 18 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 43 19 3 3 2 3 3 2 2 3 3 4 3 2 2 2 4 41 20 3 3 2 2 2 2 3 4 4 3 4 1 4 2 3 42 21 1 3 1 2 1 2 4 3 4 1 3 2 4 2 4 37 22 3 2 2 2 4 4 4 4 3 4 4 2 4 3 3 48 23 3 3 2 2 2 2 3 3 3 1 2 3 3 3 4 39 24 1 1 1 1 1 1 1 4 4 4 1 1 4 1 4 30 25 4 3 1 4 3 2 4 3 3 4 2 2 4 1 1 41 26 4 2 2 1 4 1 4 3 3 4 3 1 4 1 4 41 27 3 2 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 40 28 4 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 1 4 1 3 50 29 3 2 3 4 3 2 3 3 3 2 4 3 2 3 4 44 30 3 1 2 2 3 1 4 3 3 4 4 1 4 2 3 40 31 4 1 1 1 1 1 4 4 4 4 4 1 4 1 4 39 32 4 1 1 2 3 2 3 3 3 4 3 1 3 2 3 38 33 1 2 2 3 3 2 3 3 2 2 2 3 2 3 3 36 34 4 2 2 2 3 2 1 4 4 4 3 2 3 2 3 41 35 3 2 1 1 1 3 3 3 3 4 3 1 3 1 3 35 99
36 4 1 1 1 3 1 4 4 4 4 4 1 4 1 4 41 37 3 2 1 1 2 2 3 3 3 4 2 2 3 2 3 36 Resp 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jml 38 4 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 41 39 3 1 1 2 3 2 3 4 3 3 3 2 3 2 3 38 40 1 1 1 2 3 1 3 3 3 4 4 1 3 3 4 37 41 3 1 1 4 3 1 2 2 4 4 3 2 4 3 4 41 42 2 2 2 3 3 2 2 2 3 3 4 2 3 2 2 37 43 2 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 1 2 36 44 3 2 1 1 2 2 3 4 3 3 2 1 3 2 2 34 45 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 38 46 3 1 2 2 3 2 3 4 4 4 4 1 3 1 2 39 47 4 4 1 2 3 1 3 4 3 4 3 1 3 3 3 42 48 3 2 2 2 3 2 4 4 4 3 3 2 3 1 4 42 49 4 3 1 2 3 3 4 4 3 4 2 3 4 3 4 47 50 2 3 1 4 4 1 3 3 4 4 2 2 4 4 3 44 51 4 1 2 2 3 1 4 4 2 4 4 1 3 2 4 41 52 3 2 2 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 42 53 3 1 1 3 3 1 4 2 3 3 2 2 3 3 4 38 54 3 1 1 3 3 2 2 3 3 3 3 1 3 3 3 37 55 2 1 1 2 2 2 2 3 3 1 3 3 3 2 2 32 56 4 1 2 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 2 3 43 100
57 4 2 3 3 4 2 3 3 3 4 2 2 3 3 3 44 58 3 4 2 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 49 59 3 1 1 3 2 1 3 3 2 4 3 2 3 1 3 35 60 3 1 1 4 4 1 3 3 4 4 2 3 4 1 3 41 61 4 2 1 3 3 2 4 4 4 1 3 3 2 1 4 41 62 2 2 2 3 3 2 3 3 3 1 3 1 3 1 4 36 63 4 2 2 3 3 2 4 4 3 1 1 1 3 1 3 37 64 3 2 1 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 39 65 3 1 1 2 3 1 3 3 3 4 3 1 3 2 4 37 66 3 2 2 2 3 2 3 3 3 4 4 2 3 2 4 42 67 2 2 1 1 4 2 4 4 4 4 3 2 4 4 4 45 68 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 4 2 4 3 3 43 69 3 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 37 70 3 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 42 71 3 2 2 2 3 2 3 3 3 4 3 2 3 1 3 39 72 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 3 39 73 3 2 1 1 3 1 4 3 3 4 2 2 3 2 4 38 74 3 2 1 3 3 2 4 3 3 4 2 2 3 2 4 41 75 4 1 2 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 39 76 3 2 1 2 3 2 4 3 3 4 2 2 3 1 4 39 77 3 3 2 2 4 1 3 3 3 3 3 1 3 2 3 39 78 3 1 2 2 2 1 3 4 4 4 4 1 4 2 4 41 101
79 3 3 4 4 4 4 2 2 3 3 2 2 3 2 2 43 Resp 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Jml 80 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 40 81 3 2 2 3 4 3 3 4 3 2 3 2 3 3 3 43 82 4 3 1 3 4 2 3 4 4 4 3 4 3 2 3 47 83 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 4 2 4 46 84 3 2 2 3 3 2 2 3 3 4 3 2 3 2 3 40 85 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 4 41 86 4 3 2 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 1 4 50 87 4 4 3 3 2 3 3 1 4 4 3 3 2 3 3 45 88 1 2 3 3 3 4 2 2 3 3 3 4 2 2 3 40 89 3 3 4 4 3 4 3 4 1 2 3 3 3 2 2 44 90 2 2 2 3 3 4 2 3 1 3 3 3 2 3 2 38
Dalam menentukan intervalnya, peneliti menggunakan rumus:
I = (π +1)
πΎ
Keterangan: I = Interval
R = Range atau batas nilai tertinggi dikurangi nilai terendah K = Jumlah kelas
Berdasarkan nilai hasil tentang interval kecerdasan spritual, nilai tertinggi adalah 50 dan nilai terendah adalah 31, kemudian
memasukkan angka tersebut dalam rumus, maka dapat dicari interval sebagai berikut: I = (50β30)+1 4 I = 5, 25 Tabel 4.5
Interval Kecerdasan Spiritual
No NilaiInterval Jumlah Santri (f)
1 45 β 50 11
2 40 β 44 39
3 35 β 39 35
4 30 β 34 5
Jumlah 90
Setelah diketahui beberapa banyak santri yang berada pada kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian dicari prosentase masing-masing kategori dengan rumus sebagai berikut:
P = πΉ
πx 100 %
Keterangan:
P : Persentase
F : Frekuensi N : Jumlah Sampel
Sehingga diketahui sebagai berikut:
a. Prosentase kecerdasan spiritual interval 40 - 44 adalah: P = 39
90 x 100%
P = 41%
Artinya prosentase kecerdasan spiritual interval 40 - 44 yaitu 41% b. Prosentase kecerdasan spiritual interval 35 - 39 adalah:
P = 35
90 x 100%
P = 37%
Artinya prosentase kecerdasan spiritual interval 35 β 39 yaitu 38% c. Prosentase kecerdasan spiritual interval 45 - 50 adalah:
P = 11
90 x 100%
P = 12%
Artinya prosentase kecerdasan spiritual interval 45 β 50 yaitu 12% d. Prosentase kecerdasan spiritual interval 30 β 34 adalah:
P = 5
90 x 100%
P = 0,4% = 0%
Artinya prosentase kecerdasan spiritual interval 30 β 34 yaitu 0,4%. Untuk lebih jelas, peneliti menguraikan ke dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tentang kecerdasan spiritual sebagai berikut:
Tabel 4.6
Distribusi Frekuensi Kecerdasan Spiritiual
No Tingkatan Variabel X Interval Frekuensi Prosentase
1 Sangat Tinggi 45 β 50 11 12%
2 Tinggi 40 β 44 39 41%
3 Sedang 35 β 39 35 37%
4 Rendah 30 β 34 5 0%
Jumlah 90 100%
Berdasarkan perhitungan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah Salatiga pada umumnya dalam kondisi tinggi. Terbukti 41% dari 90 santri yaitu 39 santri dalam kondisi tinggi, kemudian 37 % dari 90 santri yaitu 35 santri dalam kondisi sedang, sedangkan 12% dalam kondisi sangat tinggi, dan 0% atau bisa dikatakan tidak ada siswa yang kecerdasan spiritualnya rendah.
3. Analisis Pengaruh Intensitas Kegiatan Keagamaan terhadap Kecerdaan Spiritual Santri
Tabel kerja untuk mencamtumkan koefisien antara variabel X (intensitas kegiatan keagamaan) dan variabel Y (kecerdasan spiritual santri), sebagai berikut:
Tabel 4.7
Tabel Kerja Koefisisen Variabel X dan Variabel Y
No. X Y XY X2 Y2 1 32 31 992 1024 961 2 39 37 1443 1521 1369 3 33 35 1155 1089 1225 4 39 36 1404 1521 1296 5 60 39 2340 3600 1521 6 51 43 2193 2601 1849 7 46 37 1702 2116 1369 8 50 49 2450 2500 2401 9 38 39 1482 1444 1521 No. X Y XY X2 Y2 10 44 47 2068 1936 2209 11 46 41 1886 2116 1681 12 37 43 1591 1369 1849 13 44 31 1364 1936 961 14 40 41 1640 1600 1681 15 51 42 2142 2601 1764 16 35 42 1470 1225 1764 17 34 38 1292 1156 1444 106
18 39 43 1677 1521 1849 19 46 41 1886 2116 1681 20 47 42 1974 2209 1764 21 44 37 1628 1936 1369 22 44 48 2112 1936 2304 23 38 39 1482 1444 1521 24 39 30 1170 1521 900 25 41 41 1681 1681 1681 26 48 41 1968 2304 1681 27 43 40 1720 1849 1600 28 46 50 2300 2116 2500 29 42 44 1848 1764 1936 30 43 40 1720 1849 1600 31 51 39 1989 2601 1521 32 44 38 1672 1936 1444 33 39 36 1404 1521 1296 34 43 41 1763 1849 1681 35 48 35 1680 2304 1225 36 49 41 2009 2401 1681 37 42 36 1512 1764 1296 38 48 41 1968 2304 1681 No. X Y XY X2 Y2 107
39 44 38 1672 1936 1444 40 41 37 1517 1681 1369 41 42 41 1722 1764 1681 42 32 37 1184 1024 1369 43 32 36 1152 1024 1296 44 37 34 1258 1369 1156 45 43 38 1634 1849 1444 46 50 39 1950 2500 1521 47 42 42 1764 1764 1764 48 51 42 2142 2601 1764 49 47 47 2209 2209 2209 50 52 44 2288 2704 1936 51 42 41 1722 1764 1681 52 42 42 1764 1764 1764 53 39 38 1482 1521 1444 54 39 37 1443 1521 1369 55 38 32 1216 1444 1024 56 47 43 2021 2209 1849 57 50 44 2200 2500 1936 58 47 49 2303 2209 2401 59 48 35 1680 2304 1225 60 48 41 1968 2304 1681 108
61 52 41 2132 2704 1681 62 43 36 1548 1849 1296 63 47 37 1739 2209 1369 64 37 39 1443 1369 1521 65 38 37 1406 1444 1369 66 39 42 1638 1521 1764 67 48 45 2160 2304 2025 68 44 43 1892 1936 1849 No. X Y XY X2 Y2 69 44 37 1628 1936 1369 70 43 42 1806 1849 1764 71 40 39 1560 1600 1521 72 36 39 1404 1296 1521 73 44 38 1672 1936 1444 74 40 41 1640 1600 1681 75 45 39 1755 2025 1521 76 40 39 1560 1600 1521 77 48 39 1872 2304 1521 78 36 41 1476 1296 1681 79 50 43 2150 2500 1849 80 46 40 1840 2116 1600 81 44 43 1892 1936 1849 109
82 82 47 3854 6724 2209 83 49 46 2254 2401 2116 84 46 40 1840 2116 1600 85 46 41 1886 2116 1681 86 47 50 2350 2209 2500 87 45 45 2025 2025 2025 88 47 40 1880 2209 1600 89 37 44 1628 1369 1936 90 46 38 1748 2116 1444
N βX βY βXY βX2 βY2
90 3945 3622 176861 147230 159746
Berdasarkan tabel tersebut diperoleh distribusi frekuensi koefisien korelasi variabel X (Intensitas Kegiatan Keagamaan) dan variabel Y (Kecerdasan Spiritual) sebagai berikut:
N = 90 βX = 3.945 βY = 3.622 βXY = 176.861 βX2 = 147.230 βY2 = 159.746 110
Untuk mengetahui korelasi antara variabel X (intensitas kegiatan keagamaan) terhadap variabel Y (kecerdasan spiritual santri), maka variabel X dan variabel Y dimasukkan dalam rumus product moment sebagai berikut:
Rxy = ππ΄π₯π¦β(π΄π₯)(π΄π¦)
οΏ½[π.π΄π2β (π΄π)2][π.π΄π2β(π΄π)2 Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi antara x dan y x = Variabel independent
y = Variabel dependent N = Jumlah sampel
Untuk mengetahui pengaruh antara variabel X (Intensitas Kegiatan Keagaman) dengan variabel Y (Kecerdasan Spiritual), nilai-nilai yang telah diperoleh pada analisa pendahuluan dimasukkan ke dalam rumus Korelasi Product Moment sebagai berikut:
rxy = ππ΄ππβ(π΄π)(π΄π) οΏ½(ππ΄π2β (π΄π)2) (ππ΄π2β (π΄π)2 rxy = 90 159.746β (3.945)(3.622) οΏ½οΏ½90π₯176.861 β (3.945)2οΏ½ (90π₯147.230 β (3.622)2) rxy = 14.377.140 β 14.288.790 οΏ½οΏ½15.917.490β15.563.025οΏ½(13.250.700β13.118.884) 111
rxy = 88.350 β354.465π₯131.816 rxy = 88.350 β46.724.158.440 rxy = 88.350 216.157,72 rxy= 0.409 4. Uji Hipotesis
Setelah diperoleh nilai rxy, untuk dapat menginterpretasikan pengaruh antar variabel, digunakan pedoman untuk memberikan interpretasi terhadap korelasional yang diperoleh pada tabel berikut: Tabel 4.8
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval koefisien
βrβ
Tingkat Hubungan (Interpretasi)
0,00 β 0,200 Korelasi antara variable X dengan Y sangat lemah/rendah, sehingga dianggap tidak ada korelasi 0,200 β 0,400 Korelasi lemah atau rendah
0,400 β 0,700 Korelasi sedang atau cukup 0,70 β 0,900 Korelasi kuat atau tinggi
0,900 β 1,000 Korelasi sangat kuat atau sangat tinggi
Berdasarkan tabel koefisien korelasi tersebut (Arikunto 2014:319), dengan nilai rxy sebesar 0,409yang mana nilai r terletak terletak pada peringkat antara 0,400 β0,700 yang berarti korelasi sedang atau cukup. Maka hipotesis penelitian ini yang menyebutkan bahwa intensitas kegiatan keagamaan berpengaruh terhadap kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah diterima.
Dengan demikian, nilai korelasional 0,409 bernilai positif menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas keagamaan yang diberikan akan semakin meningkat kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah. Ini berarti bahwa, semakin intensif dalam mengikuti kegiatan keagamaan, semakin meningkat pula tingkat kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah.
B. Pembahasan
1. Intensitas Kegiatan Keagamaan Santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah
Intensitas kegiatan keagaman adalah tingkat keseringan/ kebiasaan-kebiasaan seseorang yang bernilai positif dalam mengerjakan suatu ibadah kepada Allah SWT sebagai wujud pengabdian dan ketaatan dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya
dibawah bimbingan pengasuh dan ustadz-ustadzah yang menyelenggarakan kegiatan keagamaan di lingkungan pondok pesantren. Hal ini senada dengan penjelasan Abin Syamsudin (2007: 105-106) menyatakan bahwa perkembangan kegiatan keagamaan dalam satu paket dengan perkembangan perilaku sosial dan moralitas. Bahkan, dijelaskan bahwa perkembangan penghayatan keagamaan sejalan dengan perkembangan moralitas dan erat kaitannya dengan perkembangan intelektual, emosional, spiritual, dan volisional
(konatif). Hal ini dimungkinkan karena secara potensial (fitriah) manusia adalah makhluk sosial (zoon politicon) dan makhluk beragama.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif diatas, dapat diketahui bahwa intensitas kegiatan keagamaan tahun 2016/ 2017 berturut-turut adalah sedang(42%) terletak pada interval 39 - 45 dengan responden sejumlah 38 orang, kategori tinggi (39%) terletak pada interval 46 β 52 dengan responden 35 orang, kategori rendah (18%) terletak pada interval 32 β 38 dengan responden 16 orang, dan kategori sangat tinggi (1%) terletak pada interval 53 β 60 dengan responden seorang.
Dari uraian diatas tentang prosentase masing-masing kategori, terlihat bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang yakni sebanyak 38 responden (42%) terletak pada interval 39 β 45. Dengan
demikian intensitas kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah tahun 2016 berada pada kondisi sedang.
2. Kecerdasan Spiritual Santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah
Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi perilaku hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa hidup seseorang lebih bermakna apabila dibandingkan dengan yang lain. Stephen Covey (2004:53) mengungkapkan bahwa kecerdasan spiritual merupakan jembatan yang menghubungkan, menyeimbangkan perkembangan dimensi-dimensi kecerdasan lain yang secara fitrah telah diberikan oleh Yang Maha Pencipta. Orang yang cerdas spiritual akan memiliki tujuan hidup yang jelas, mempunyai prinsip hidup, selalu merasakan kehadiran Allah SWT, cenderung bersikap baik, berjiwa besar, dan memiliki rasa empati.
Teori perkembangan kecerdasan spiritual yang dikembangkan berdasarkan pada teori Piaget digagas oleh Fowler, James W.F (Aliah, 2006:297), teori perkembangan spiritual dalam konteks teori perkembangan Fowler dikenal dengan faith development, dipandang sebagai inti dari perkembangan kecerdasan spiritual. Teori Fowler menjelaskan bahwa sepanjang rentang kehidupan manusia, keimanan sebagai orientasi holistik yang menunjukkan adanya hubungan antara
individu dengan alam semesta mengalami tahap perkembangan (stages of faith development).
Mengetahui kategori kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah tahun 2016, berturut-turut adalah tinggi (41%) terletak pada interval 40-44 dengan responden sejumlah 39 orang, sedang (37%) terletak pada interval 35-39 dengan responden sejumlah 35 orang, sangat tinggi (12%) terletak pada interval 45-50 dengan responden sejumlah 11 orang, dan rendah (0%) terletak pada interval 30 - 34 dengan responden sejumlah 5 orang .
Dari uraian diatas tentang prosentase masing-masing kategori, terlihat bahwa mayoritas responden berada dalam kategori tinggi yakni sejumlah 39 responden (41%) terletak pada interval 40 - 44. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan spiritual santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah tahun 2016 berada pada kategori tinggi.
3. Pengaruh Intensitas Kegiatan Keagamaan terhadap Kecerdasan Spiritual Santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas bahwa salah satu faktor pendukung tercapainya kecerdasan spiritual adalah antara lain dengan intensif mengikuti kegiatan keagamaan, dikarenakan apabila seseorang intensif mengikuti kegiatan keagamaan maka
keimanan orang tersebut otomatis menyatu dengan alam semesta terutama Sang Khaliq (Allah SWT). Meski bukan satu-satunya penentu utama keberhasilan seseorang untuk cerdas secara spiritualnya dengan intensif mengikuti kegiatan keagamaan, namun bisa menjadi langkah awal seseorang cerdas spiritualnya.
Kebiasaan/ intensifnya seseorang mengikuti keagamaan menjadi kebutuhan untuk setiap orang yang haus akan rohani (spiritual), karena dengan demikian akan mengembalikan keyakinan, memenuhi kewajiban agama, serta menyeimbangkan kemampuan intelektual dan emosional yang dimiliki seseorang. Sebagaimana dijelaskan oleh Jalaludin bahwa salah satu langkah untuk meningkatkan kecerdasan spiritual adalah dengan melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan keagamaan (Ulfah Rahmawati, 2016:97).
Tabel koefisien korelasi diatas menunjukkan bahwa nilai rxy sebesar 0,409 yang berarti korelasi sedang atau cukup, yakni pada peringkat 0,400 β 0,700.Jadi, penulis menyimpulkan bahwa kebiasaan yang sering/ intensitas yang dilakukan santri dalam mengikuti kegiatan keagamaanberpengaruhterhadap kecerdasan spiritual (SQ).
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisa hasil observasi menggunakan angket kuesioner serta rumusan masalah penelitian ini maka diambil kesimpulan bahwa:
1. Tingkat intensitas kegiatan keagamaan santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-FalahSalatiga Tahun Ajaran 2016/ 2017dalam kondisi sedang, terbukti dari 90 santri yang menjadi responden yang mendapat kategori sedang sebanyak 38 santri atau 42%, kategori tinggi sebanyak 35 santri atau 39%, kategori rendah sebanyak 16 santri atau 18%, dan kategori sangat tingi sebanyak seorang santri atau 1%.
2. Tingkat kecerdasan spiritual santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-FalahSalatiga Tahun Ajaran 2016/ 2017 mendapat kategori tinggi sebanyak 39 santri atau 41%, kategori sedang sebanyak 35 santri atau 37%, kategori sangat tinggi sebanyak 11 santri atau 12%, dan kategori rendah sebanyak 5 santri atau 0%.
3. Intensitas kegiatan keagamaan berpengaruh terhadap kecerdasan spiritual Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah, ditunjukkan dengan korelasional rxy sebesar 0,409, dimana nilai tersebut berada pada rentang interpretasi 0,400 β 0,700 dan menunjukkan terdapat hubungan korelasional yang sedang dengan nilai korelasi positif yang artinya semakin tinggi tingkat
kecerdasan spiritual santri, maka akan semakin meningkatkan intensitas kegiatan keagamaan santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah.
B. Saran
1. Untuk Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah Salatiga
a. Santri adalah peserta didik yang memiliki potensi untuk tumbuh secara psikologis, maka penulis menyarankan agar keterlibatan santri dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren perlu bimbingan secara terencana, terorganisir, dan berkesinambungan. Bimbingan tersebut dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan di pondok pesantren.
b. Mengingat pendidikan agama di pondok pesantren memiliki peran penting dalam pembentukan budi pekerti luhur bagi seorang santri, maka pihak pondok pesantren hendaknya mengoptimalkan pemanfaatan sarana pendidikan agama yang ada, misalnya masjid, kitab-kitab dan buku agama, serta sarana-sarana yang lainnya.
2. Untuk Santri
a. Untuk meningkatkan intensitas kegiatan keagamaan santri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah, pengasuh pondok pesantren diharapkan lebih memperhatikan dan lebih mengenal satu per satu bagaimana kecerdasan spiritual masing-masing santri.
b. Santri hendaknya selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di pondok pesantren, dan menjalani aktifitas tersebut sebagai salah satu tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang santri. c. Dengan hasil penelitian ini, diharapkan akan ada tindak lanjut baik bagi
Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al-Falah, maupun bagi peneliti-peneliti lain untuk lebih mengembangkan penelitian sejenis demi membangun generasi muda yang cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan, spiritual yang kelak menjadi tonggak utama pembangunan bangsa dan Negara Indonesia untuk siap bersaing serta siap menghadapi tantangan global.
DAFTAR PUSTAKA
Abd, Mujib dan Jusuf Mudzakir. 2002. Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Abd, WahabdanUmiarso, 2011, KepemimpinanPendidikandanKecerdasan Spiritual. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Agustian, GinanjarAry. 2001.
RahasiaSuksesMembangunKecerdasanEmosional&Spiritual Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Agra.
Arikunto, Suharsimi. 2005a. Manajemen Penelitian. Jakarta: RinekaCipta.
2014a. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Asyhari.Relasi Agama dan Negara dalamKonteksPendidikan. 2016. Semarang: Fatawa Publishing.
Basuki, M. 2010. AdabdalamBeribadah.Semarang: Aneka Ilmu. Chaplin, J.P. 1989. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: Rajawali Press.
Darmawan, Deni.2014. MetodePenelitianKuantiatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Departemen Agama RI.2005. Al Qurβan dan Terjemahnya.Bandung: Diponegooro. DepartemenPendidikanNasional. 2008. KamusBesarBahasa Indonesia.Jakarta. Dewa, M. Syakur&Roy Fadli,
KamusPintarSantriMengupasIstilah-IstilahPopulerdalamBidang Al-Qurβan, Al-Hadist, Fiqh, TauhiddanTasawuf. Ghazali, Bahri. 2003. Pesantren Berwawasan Lingkungan. Jakarta: CV. Prasasti.
Hadjar, Ibnu. 2014. Dasar-dasarStatistik UntukIlmuPendidikan, Sosial, &Humaniora, Semarang: PusakaZaman.
Hamka.1987. TasawufModern.Jakarta: Pustaka Panji Mas.
Hood, Ralph W., C. Hill, Peter., Spilka, Bernard, The psychology of religion : an empirical approach. 4π‘β edition. New York: Guilford Publications, Inc.
Huda, Niaβmul. 1995. Tata Cara Bertahlil yang Benar Dilengkapi dengan bacaan Surat Ya Siin dan Bacaan Arab-latin. Demak: CV. Media Ilmu.
Jaelani, A.F. 2001.PenyucianJiwa (Tazkiyat Al-nafs) &Kesehaan Mental.Jakarta: Amzah.
John M, Echols, KamusInggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Kasiram, Mohammad. 2008. MetodologiPenelitianKualitatifdanKuantitatif.Malang: UIN Maliki Press.
Krisnatuti, Diah, Tin Herawati, & Nurlaili Rahmah Dini. 2011. Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Kepatuhan dan Kemandirian Santri Remaja. Ilmu Keluarga & Konsultasi. 4(2): 149-150.
Kurniawan,Sidik. 2009. Pengaruh Intensitas Kegiatan Keagamaan terhadap Kepribadian Siswa Kelas XI SMA 2 Wonosobo. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.
Makmun, Abin Syamsudin. 2003. Psikologi kependidikan : Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Rosda.
Poerbawakatja, Soeganda. dan H.A.M. Harahap. 1982. Ensiklopedi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung,.
Poerwadarminto, W.J.S. 1991. KamusUmumBahasa Indonesia.Jakarta: Gramedia.
Rahmawati, Ulfah. 2016. PengembanganKecerdasan Spiritual Santri:
StuditerhadapKegiatanKeagamaan di RumahTahfizQuDeresanPutriYogyakarta.JurnalPenelitian, 1(10): 97.
Rakhmat, Jalaludin. 2004. Psikologi Agama sebuah Pengantar. Bandung: Mizan. Ridlo,Ziyat. 2011. Studi Korelasi antara Inensitas Mengikuti Kegiatan Keagamaan
dengan Kepatuhan terhadap Tata Tertib Bagi Siswa SMP N 3 Ambarawa tahun 2011. Skripsi tidak diterbitkan. Salatiga: Jurusan Tarbiyah IAIN Salatiga.
Royyan, Danial, Sejarah Tahlil Kumpulan Tahlil, Talqin, dan Ziarah Kubur Dalam Sejarah dan Argumentasinya, (Kendal: LTN NU & Pustaka Amanah, 2013). Saefullah, U. 2012. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan. Bandung: CV Pustaka
Setia.
Saifudin, Abdullah. 2015. Memakmurkan Masjid AmaliyahSunnahWalJamaβah. Semarang: Fatawa Publishing.
Saleh, Abd. Rahman. 1985. PedomanPembinaanPondokPesantren. Jakarta: Departemen Agama R.I.
Satiadarma,Monty P.dan Fidelis E. Waruwu. 2003. MendidikKecerdasan. PedomanbagiOrangTuadanGurudalamMendidikAnakCerdas. Jakarta: PustakaPopulerObor.
Shihab, Quraish. 2006. DiaDimana-mana βTanganβ
TuhandibalikSetiapFenomena.Jakarta: Lentera Hati.
Siswanto,Wahyudi.2012. MembentukKecerdasanSpiritual Anak. Jakarta: Amzah. Sugiyono, 2009. Metode Penelitian KuanitatifKualitatifdan R&D. Bandung: CV.
Alfabeta,.
Suharto, Dedhi. 2003. Quranis Quotient. Jakarta: YayasanUkhuwah. Sukidi,2004.Kecerdasan Spiritual. Jakarta: GramediaPustakaUtama.
Tamim, Daris. 2009. Program Bimbingan dan Konseling untuk Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Sekolah Dasar. Tesistidak diterbitkan. Bandung: Sps Universitas Pendidikan Indonesia.
Thobroni, Muhammad. 2008. TahajudEnergiSejutaMukjizat. Yogyakarta: Pustaka Marwa.
Tim Tirai I. 2015.FiqhIbadahPanduanMemahamiKitabFathulQorib. Magelang: API PesantrenAsri.
Tim Al-Falah. 2007. Buku Panduan Santri PPTI Al-Falah Reaktualisasi Peranan Santri sebagai Agen Social of Change. Salatiga: Al-Falah Press.
UU No. 23 Tahun 2003 tentangSistemPendidikanNasional
W.J.S, Poerwadarminta. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Zohar, Danah dan Ian Marshall. 2007. SQ: Kecerdasan Spiritual. Bandung: PT MizanPustaka.
ANGKET PENELITIAN
PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
1. Pada setiap item pertanyaan teIah disediakan alternatif jawaban, dengan bobot nilai rentang dari 1 s.d 4. Berdasarkan atas pengalaman saudara/ saudari, berilah tanda centang (β) pada bobot nilai alternatif jawaban yang paling tepat menurut kalian sesuai dengan kenyataan hidup anda sekalian dari setiap pernyataan.
Contoh :
NO PERNYATAAN
ALTERNATIF JAWABAN
1 2 3 4
1. Saya tidak berangkat
mengaji. β
Alternatif jawaban responden adalah sebagai berikut : 4 = Sangat Sesuai (SS)
3 = Sesuai (S)
2 = Tidak Sesuai (TS)
1 = Sangat Tidak Sesuai (STS)
2. Setiap item pernyataan mohon disisi dan jangan sampai ada yang dikosongi.
3. Kesungguhan kalian dalam mengisi angket, sangat bermanfaat bagi peneliti dan akan menjadi amal anda sekalian.
4. Kejujuran anda dalam mengisi angket ini sangat membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya.
5. Isilah identitas responden terlebih dahulu sebelum mengisi angket.
ANGKET IdentitasResponden Nama : ... Alamat : ... Jenis Kelamin : ... Umur : ... Kelas : ...
Petunjuk Pengisian Data Responden
1. Berilah tanda centang (β) pada kotak sebelah kiri pilihan yang disediakan!
2. Angket ini sebagai bahan penelitian, oleh karena itu diharapkan mengisi dengan sejujurnya sesuai kondisi yang anda alami!
NO PERNYATAAN
ALTERNATIF JAWABAN
SS S TS ST
S 1. Saya selalu mengikuti kegiatan tahlil pada malam jumβat
2. Sayaberusaha untuk fokus dalam mengikuti sorogan Al-Qurβan 3. Saya berusaha untuk tertib (tidak berbicara sendiri) dalam
mengikuti kegiatan mujahadah
4. Apabila saya ada jadwal kuliah, saya meminta izin kepada pengurus untuk tidak mengikuti mengaji kitab kuning bakda ashar
5. Saya selalu mengikuti sorogan Al-Qurβan bakda maghrib
6. Saya selalu mengikuti mujahadah seminggu sekali setiap malam jumβat
7. Saya selalu selalu wiridan sehabis solat fardhu
8. Saya berusaha untuk melaksanakan qiyam al-lail (solat tahajud) di keheningan malam
9. Saya selalu mengikuti khitobah seminggu sekali yaitu setiap malam jumβat
10. Ketika ada kegiatan di kampus, saya lebih memilih untuk mengikuti kegiatan keagamaan di pondok pesantren
11. Ketika ada rasa malas, saya tidak mengikuti kegiatan solat berjamaβah di aula
12. Apabila saya sedang sakit, saya mencoba tetap mengikuti khitobah pada malam jumβat
13. Saya kadang-kadang tidak berangkat takziyah ke makam pengasuh PPTI Al-Falah setiap jumβat pagi
14. Saya berusaha untuk datang tepat waktu pada acara al-barzanji malam jumβat, walaupun kadang-kadang jamnya molor
15. Saya datang terlambat untuk mengikuti solat jamaβah di aula, dikarenakan makan terlebih dahulu
16. Saya selalu berkhusnudzan dan sabar atas penyakit yang diderita 125
oleh saya, agar saya mawas diri
17. Saya tidak bisa memungkiri bahwa orang mulia di dunia ini adalah orang yang kaya akan hartanya
18. Kadang-kadang saya memakan makanan yang tergeletak di meja kalau tidak ada yang dilihat
19. Kadang-kadang saya merasa dendam, apabila teringat ucapan teman yang menyakitkan hati
20. Kadang-kadang saya merasa gelisah ketika dihadapkan oleh suatu masalah
21. Saya tidak mengerti manfaat apa yang diperoleh selama saya belajar di pondok pesantren
22. Saya siap menerima kekalahan, ketika saya mengikuti lomba dan akhirnya belum menang
23. Saya membiasakan memasang wajah senyum kepada semua orang
24. Kadang-kadang saya menolong teman yang sedang kesusahan di lingkungan pondok
25. Saya menolak ajakan teman untuk mengambil barang milik orang lain
26. Saya tidak sakit hati apabila dikritik oleh teman atas kejelekan saya
27. Saya ikut tertawa ketika teman mengajak bercanda pada waktu saya sedang solat.
28. Saya mencoba untuk lapang dada, akan situasi dan kondisi apapun
29. Pada saat saya terburu-buru, saya meninggalkan teman yang ingin membonceng dengan saya
30. Saya tetap belajar untuk ujian akhir esok hari, daripada menghadiri acara ulang tahun teman saya
Tabel Pengisi Angket Penelitian
No. Nama Alamat Jenis
Kelamin
Umur Kelas Ngaji
1. M. Tsabit Bil Khoiri Temanggung L 21 I Wushto
2. M. Evan Bagus P. Magelang L 19 I Wustho
3. M. Fathur Rijal Banding L 21 II Ula
4. Misbahul Huda Demak L 16 II Ula
5. Ahmad Marchaban Purworejo L 18 II Ula
6. Ahmad Nur Hakim Magelang L 19 II Wustho