• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.5.1 Analisis Statistik Minat Wirausaha

Uji deskriptif memaparkan data dan angka yang diperoleh dari pengamatan di lapangan, kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Data analisis dikemukakan untuk mengetahui mean (rata-rata) kemudian ditarik kesimpulan berdasarkan angka yang diperoleh. Nilai skor rata-rata dan interpretasinya menurut Arikunto (2006) dapat dilihat pada Tabel 3.2.

Tabel 4.26 Analisa Statistik Variabel Terikat

Descriptive Statistics

N Mean

Minat Wirausaha 96 4.0625

Valid N (listwise) 96

Nilai rata-rata pada variabel terikat adalah 4,06 hal ini berarti minat wirausaha pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan berada pada daerah sangat positif.

4.5.2 Analisis Statistik Jenis Kelamin terhadap Minat Wirausaha

Hasil Uji deskriptif Jenis Kelamin terhadap Mindat Wirausaha diperlihatkan oleh Tabel 4.27. Tabel tersebut menjelaskan bahwa Minat wirausaha pemuda laki-laki berada pada daerah sangat positif, sedangkan perempuan berada pada daerah positif. Dengan demikian, minat berwirausaha laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pada pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Temuan penelitian ini mendukung hasil penelitian Azhar et al (2010), yang menyatakan bahwa jenis kelamin berkorelasi positif dengan minat berwirausaha. Indarti dan Rostiani (2008:10) mengungkapkan bahwa mahasiswa laki-laki memiliki intensi yang lebih

Tabel 4.27 Analisa Statistik Jenis Kelamin terhadap Minat Wirausaha

Descriptive Statistics

N Mean (Y)

Laki-Laki 48 4.29

Perempuan 48 3.83

kuat dibandingkan mahasiswa perempuan untuk berwirausaha. Secara umum, sektor wiraswasta adalah sektor yang didominasi oleh kaum laki-laki (Indarti dan Rostiani, 2008:10). Temuan penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Papzan et al (2012) yang menyatakan tidak ada hubungan gender dengan minat berwirausaha.

4.5.3 Analisis Statistik Suku terhadap Minat Wirausaha

Literasi yang mengaitkan hubungan antara suku atau etnis terhadap minat wirausaha masih terbatas. Dalam penelitian ini, Hasil uji deskriptif suku terhadap minat wirausaha diperlihatkan dalam Tabel 4.28.

Tabel 4.28 Analisa Statistik Suku terhadap Minat Wirausaha

Descriptive Statistics

N Mean (Y)

Jawa 42 4.31

Batak 31 3.67

Melayu 14 3.98

Tabel tersebut menjelaskan bahwa Minat wirausaha pemuda suku Jawa berada pada daerah sangat positif, sedangkan Batak dan Melayu berada pada daerah positif. Dengan demikian, minat berwirausaha suku Jawa adalah yang paling tinggi diikuti Melayu dan Batak secara berurutan di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian Wiwik et al (2011), yang menemukan bahwa suku Jawa memiliki minat wirausaha lebih tinggi dibandingkan suku Batak. Meskipun demikian, Wiwik (2011), menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan minat wirausaha jika ditinjau dari segi suku atau etnis.

4.5.4 Analisis Statistik Tingkat Pendidikan terhadap Minat Wirausaha

Charles Screibe menyatakan bahwa keberhasilan kegiatan seorang usahawan ditentukan oleh : pendidikan formal (15%) dan nilai-nilai sikap mental dan kepribadian seseorang (85%). Sumahamijaya menyatakan, keberhasilan ditentukan oleh kesediaan jerih payah (25%), pendidikan sekolah formil (15%) serta pengembangan pribadi (60%) (Asri Laksmi Riani, 2005 : 25). Menurut Klien dan Maher mengatakan makin tinggi tingkat pendidikan akan mempengaruhi tingkat kebutuhan individu tersebut. Individu yang pendidikannya rendah dalam hal ini menuntut pemenuhan kebutuhan pokok atau dasar dalam memperjuangkan kehidupannya. Sedangkan individu yang mempunyai pendidikan yang tinggi akan menuntut perbaikan taraf kehidupan (Asri Laksmi Riani, 2005 : 42).Dalam penelitian ini, Hasil uji deskriptif tingkat pendidikan terhadap minat wirausaha diperlihatkan dalam Tabel 4.29

Tabel 4.29 Analisa Statistik Tingkat Pendidikan terhadap Minat Wirausaha

Descriptive Statistics

N Mean (Y)

SMA 34 4.11

S-1 55 4.01

Hasil penelitian, menjelaskan bahwa minat wirausaha pemuda dengan tingkat pendidikan SMA dan S-1, kedua-duanya berada pada daerah sangat positif. Meskipun demikian, minat wirausaha pemuda SMA lebih tinggi dibanding S-1 di Kecamatan Percut Sei Tuan. Hasil penelitian ini sesuai dengan Masrun dalam Yuwono et al (2004), menyatakan

bahwa banyak lulusan perguruan tinggi belum mampu berwirausaha. Mahasiswa cenderung berpikir bagaimana caranya mereka bisa diterima bekerja sesuai dengan gelar kesarjanaannya dan dengan gaji yang sesuai ketika menyelesaikan kuliahnya. Mereka berpendapat lebih baik menganggur daripada mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya. Lebih lanjut Masrun menyatakan bahwa penduduk yang mempunyai pendidikan tinggi justru kurang berminat menjadi wirausaha, tercatat hanya 10% yang berminat menjadi wirausaha. Mereka yang pendidikannya rendah justru 49% yang berminat menjadi wirausaha.

4.5.5 Analisis Statistik Jenis Pekerjaan terhadap Minat Wirausaha

Hasil uji deskriptif Jenis Pekerjaan terhadap Minat Wirausaha diperlihatkan oleh Tabel 4.30. Tabel tersebut menjelaskan bahwa minat wirausaha pemuda para wirausahawan dan mahasiswa berada pada daerah sangat positif, sementara guru berada pada daerah positif di Kecamatan Percut Sei Tuan. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan minat wirausaha para wirausahawan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dan guru secara berurutan.

Tabel 4.30 Analisa Statistik Jenis Pekerjaan terhadap Minat Wirausaha

Descriptive Statistics

N Mean (Y)

Guru 32 3.97

Wirausaha 23 4.19 Mahasiswa 22 4.03

Hasil penelitian ini mendukung penelitian Tisnawari (2012) yang menyatakan bahwa pengalaman kewirausahaan berpengaruh positif terhadap minat kewirausahaan. Lebih lanjut, Minniti dan Bygrave (2001) mengatakan bahwa pengalaman berwirausaha, berhasil maupun tidak, menyediakan peluang untuk menguasai sejumlah keahlian dan untuk berhubungan dengan stakeholder yang positif dari wirausahawan lain. Keahlian dan hubungan tersebut memiliki efek positif terhadap rencana dan minat individu untuk berwirausaha. Beberapa studi (Scott dan Twimey, 1998; Zhao et al, 2005) menemukan bahwa pengalaman

berwirausaha mampu memprediksi minat berwirausaha di masa mendatang. Pengalaman berwirausaha secara langsung juga dapat meningkatkan kemampuan manajemen, pengembangan produk, penetrasi pasar, serta inovasi usaha baru.

Selain itu, hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Wiwik et al (2011) yang menyatakan bahwa minat wirausaha mahasiswa atmajaya sangat tinggi. Berbeda dengan penelitian Herwin (2014) yang menyatakan bahwa Minat Wirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Negeri Gorontalo masih rendah. Minat berwirausaha mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaraya pendidikan kewirausahaan dan dukungan akademik.

4.5.6 Analisis Statistik Jumlah Penghasilan terhadap Minat Wirausaha

Hasil uji deskriptif jumlah penghasilan terhadap minat wirausaha diperlihatkan oleh Tabel 4.31. Tabel tersebut menjelaskan bahwa minat wirausaha pemuda berpenghasilan kurang dari Rp. 1.000.000 dan antara Rp.1.000.000 hingga Rp.2.000.000 berada pada daerah positif,sementara itupemuda yang berpenghasilan antara Rp 2.000.000 hingga Rp 3.000.000 berada pada daerah sangat positif. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara jumlah penghasilan dan minat wirausaha pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan

Tabel 4.31 Analisa Statistik Jumlah Penghasilan terhadap Minat Wirausaha

Descriptive Statistics

N Mean (Y)

< Rp 1.000.000 39 3.96

Rp 1.000.000≤x>Rp 2.000.000 41 3.97 Rp 2.000.000≤x>Rp 3.000.000 11 4.4

Literasi yang membahas hubungan antara jumlah penghasilan dan minat wirausaha masih sangat terbatas. Namun, dalam penelitian Suhartini (2011) disimpulkan bahwa pendapatan berpengaruh terhadap minat wirausaha. Seseorang tertarik untuk menjadi wirausaha dikarenakan ekspektasi pendapatan yang diperolehnya jika sukses melebihi pendapatannya dalam kondisi eksisting.

4.5.7 Analisis Statistik Jumlah Tanggungan terhadap Minat Wirausaha

Hasil uji deskriptif jumlah tanggungan terhadap minat wirausaha diperlihatkan oleh Tabel 4.32. Tabel tersebut menjelaskan bahwa minat wirausaha pemuda yang memiliki tanggungan satu orang dan yang belum memiliki tanggungan berada pada daerah sangat positif. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara jumlah tanggungan dan minat wirausaha pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan

Tabel 4.32 Analisa Statistik Jumlah Tanggungan terhadap Minat Wirausaha

Descriptive Statistics

N Mean (Y)

Belum meiliki tanggungan 74 4.01

1 orang 14 4.12

Jumlah tanggungan keluarga akan menentukan pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan untuk melakukan wirausaha. Semakin banyak tanggungan dalam keluarga turut mempengaruhi kebutuhan konsumsi dan pendapatan. Berwirausaha akan memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatannya.

Dokumen terkait