• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DESKRIPTIF CAPAIAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2016

AKUNTABILITAS KINERJA

B. ANALISIS DESKRIPTIF CAPAIAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2016

Analisis deskriptif terhadap capaian indikator kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau untuk setiap indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam rencana kinerja tahunan dan berorientasi pada percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di pusat dan daerah.

1. Sasaran Strategis Indikator Kinerja ke – 1 yaitu :

Meningkatnya nilai - nilai demokrasi yang bermartabat dengan semakin bijaknya masyarakat dalam menggunakan hak politik dan hak sipilnya

Capaian kinerja indikator ini diukur melalui kinerja 8 ( delapan ) kegiatan, yaitu:

Monitoring dan Peliputan PILKADA Kab/Kota, dimana pelaksanaan Monitoring dan Peliputan PILKADA Kab/Kota,ini terlaksana pada 2 Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada serentak. Dari monitoring yang dilaksanakan pelaksanaan tahap pertahap pemilukada serentak baik di Kab. Kampar maupun di Kota Pekanbaru berjalan dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan begitu juga halnya dengan daftar pemilih. Ini dapat terlaksana dengan baik karena juga terlaksananya kegiatan Forum Fasilitasi Pemilu dalam Rangka Partisipasi

34

|

LAPORAN KINERJA

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI RIAU

Masyarakat, dan Fasilitasi Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Pendidikan bagi Calon Pemilih Pemula.

Dalam mengukur Jumlah Parpol yang mendapatkan pembinaan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau juga melaksanakan Dialog Partai Politik se Provinsi Riau juga melakukan pembinaan melalui kegiatan Pendidikan

Budaya Politik bagi Elemen Masyarakat dan Partai Politik, Fasilitasi Pelaksanaan Komunikasi Politik terhadap Partai Politik, serta Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Partai

Politik dan Sosialisasi Peraturan Bantuan Keuangan Partai Politik ada sebanyak 12 Partai Politik yang dilibatkan pada

kegiatan tersebut.

2. Sasaran Strategis Indikator Kinerja ke – 2 yaitu :

Terdeteksinya kondisi – kondisi laten aktual dalam sosial kemasyarakatan yang berpotensi memproduksi rasa ketidak puasan terhadap pihak lain (sikap/perilaku, kebijakan) guna meminimalisasi konflik sosial.

Capaian kinerja indikator ini diukur melalui kinerja 9 (sembilan ) kegiatan, yaitu:

Pengawasan Kegiatan Orang Asing di Daerah adalah

kegiatan yang dilaksanakan untuk melakukan deteksi dini terhadap Ketahanan Bangsa terhadap pengaruh dan tindakan – tindakan yang dilakukan oleh orang asing maupun lembaga dan ormas asing.

Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Terorisme

dan Penguatan Kelembagaan Forum Kewaspadaan Dini

35

|

LAPORAN KINERJA

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI RIAU

preventif yang membangun kepedulian masyarakat dan generasi muda terhadap bahaya terorisme, serta Aparat. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau melalui

Pelatihan Deteksi Dini, guna meminimalisir bahaya

radikalisme di Provinsi Riau maka dilakukan koordinasi antar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik se Provinsi Riau melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Identifikasi Paham Radikal

se Provinsi Riau serta Pemetaan Potensi Konflik dan Penanganan Konflik Sosial se Provinsi Riau juga Investigasi Masalah Aktual dan Aksi – Aksi Unjuk rasa se Provinsi Riau, Penyusunan, Fasilitasi, Evaluasi Rencana Aksi Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri dan menjaga kedaulatan wilayah perbatasan melalui

kegiatan Pembinaan Masyarakat Wilayah Perbatasan terkait

Kewaspadaan Nasional.

3. Sasaran Strategis Indikator Kinerja ke – 3 yaitu :

Meningkatnya sikap nasionalisme, rasa persatuan dan serta kesadaran Bela Negara dikalangan masyarakat

Capaian kinerja indikator ini diukur melalui kinerja 8 (delapan) kegiatan, yaitu:

Dalam upaya pembangunan karakter bangsa dan penguatan nilai – nilai Pancasila serta semangat bela negara telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Bela Negara Bagi Perempuan, dan Jambore Bela negara dimana pada kegiatan ini juga dilaksanakan apel

peringatan hari Bela Negara dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan masyarakat dan generasi muda mampu

36

|

LAPORAN KINERJA

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI RIAU

mengaktualisasikan dan pengimplementasikan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Dalam penerapan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2011 tentang Pedoman Peningkatan Bela Negara di Daerah telah dilakukan Monitoring Evaluasi dan

Supervisi Peningkatan Kesadaran Bela Negara. Badan

Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau juga melaksanakan

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Melalui Media Massa,

serta kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan Bagi Etnis

Masyarakat se-Provinsi Riau, dan kegiatan Pemantauan Supervisi dan Evaluasi serta Monitoring Pelaksanaan Ketahanan ideologi Pembauran dan Kewarganegaraan se-Provinsi Riau sekaligus kegiatan Fasilitasi dan Sosialisasi Percepatan Proses Pembauran Bagi Warga Transmigrasi/ Pengungsi Pendatang di Lingkungan Masyarakat Riau Sekaligus Pemberian Tanda Penghargaan dan Kegiatan Forum Dialog Penguatan Nilai – nilai Sejarah Kebangsaan

4. Sasaran Strategis Indikator Kinerja ke – 4 yaitu :

Meningkatnya ketahanan budaya dan ekonomi masyarakat dalam menunjang ketahanan bangsa.

Capaian kinerja indikator ini diukur melalui kinerja 3 (tiga) kegiatan, yaitu:

Forum Koordinasi Peningkatan Peran Pemda dalam Pembentukan Lembaga Ekonomi di Daerah dalam Penyusunan Rekomendasi Strategis Penguatan Investasi dalam rangka Ketahanan Ekonomi. Penyusunan Rekomendasi

37

|

LAPORAN KINERJA

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI RIAU

terkonsentrasi pada kebijakan untuk Ketahanan Pangan, disamping itu juga dilaksanakan kegiatan Forum Dialog

Konflik Sumber Daya Ekonomi dan Sumber Daya Alam,

guna menginventarisir potensi konflik yang berhubungan dengan sumber daya ekonomi dan sumber daya alam.

Juga melaksanakan Pemantauan Perkembangan Harga

terkait Kewaspadaan Nasional. Kegiatan ini bertujuan agar

terwujudnya sinergitas program dan kegiatan antar pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota

5. Sasaran Strategis Indikator Kinerja ke – 5 yaitu :

Meningkatnya kapasitas lembaga non pemerintah (LSM/ orkemas, FPK, FKDM dan FKUB) dalam menunjang pembangunan daerah

Capaian kinerja indikator ini diukur melalui kinerja 6 (enam ) kegiatan, yaitu:

Dalam rangka meningkatkan peranan FKUB, kompetensi anggota FKUB, serta upaya antisipasi dan pencegahan konflik sosial bernuansa agama maka dilaksanakan kegiatan

Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama.

Fasilitasi Perkembangan Organisasi Kemasyarakatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota dan Pembinaan Ormas dan LSM di Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota serta Sosialisasi tentang Peraturan Organisasi Kemasyarakatan merupakan

Kegiatan bertujuan untuk meneguhkan kembali seluruh elemen bangsa tentang pilar – pilar kehidupan kebangsaan sehingga pembangunan karakter bangsa dapat dijaga dan diupayakan

38

|

LAPORAN KINERJA

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI RIAU

secara berkelanjutan dalam bentuk kebijakan strategis yang perlu di implementasikan secara masif. Terhadap organisasi masyarakat yang telah terdaftar dan mendapatkan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Riau, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau juga melakukan Verifikasi Evaluasi

dan Monitoring Penerima Bantuan Hibah dan Bantuan Sosial.

Disamping itu juga dilakukan monitoring dan identifikasi terhadap aliran atau kepercayaan yang menyimpang yaitu kegiatan Koordinasi Identifikasi Aliran Sempalan di

Provinsi Riau.

Dokumen terkait