• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dalam penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan gambaran variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu Right issue, kinerja keuangan yang dilihat dari current ratio, debt to equity rasio, return of equity, net profit margin, dan total assets turnover. Analisis deskriptif data yang akan dianalisis dapat disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 3 Analisis Deskriptif

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

RightIssue 41 .06 76.09 1.0275 .5506 CR 41 .24 156.20 1.1678 .4304 DER 41 .00 10.33 .9649 .3170 ROE 41 -.40 .39 .2866 .1648 NPM 41 -.95 21.38 .5764 .3949 TATO 41 .00 2.43 .8060 .2423 Valid N (listwise)

Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Tabel di atas dapat diketahui jumlah pengamatan yang diteliti sebanyak 41 pengamatan, berdasarkan 4 periode terakhir Laporan Keuangan Tahunan (2010-2013). Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dalam tabel dapat diketahui bahwa:

1. Right Issue memiliki nilai minimum 0,49, maximum 2,95, mean sebesar 1,0275 dan nilai deviasi standar sebesar 0,5506. Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel Right Issue untuk setiap obyek observasi relatif sama.

2. Current rasio memiliki nilai minimum 0,70, maximum 3,54, mean sebesar 1,1678 dan nilai deviasi standar sebesar 0,4304. Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel Right Issue untuk setiap obyek observasi relatif sama.

3. Debt to equity memiliki nilai minimum 0,00, maximum 1,79, mean sebesar 0,9649 dan nilai deviasi standar sebesar 0,3170. Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel Right Issue untuk setiap obyek observasi relatif sama.

4. Return of equity memiliki nilai minimum 0,00, maximum 0,62, mean sebesar 0,2866 dan nilai deviasi standar sebesar 0,1648. Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel Right Issue untuk setiap obyek observasi relatif sama.

5. Net profit margin memiliki nilai minimum 0,00, maximum 2,15, mean sebesar 0,5764 dan nilai deviasi standar sebesar 0,3949. Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel Right Issue untuk setiap obyek observasi relatif sama.

6. Total assets turnover memiliki nilai minimum 0,00, maximum 1,25, mean sebesar 0,8060 dan nilai deviasi standar sebesar 0,2423. Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel Right Issue untuk setiap obyek observasi relatif sama.

4.3 Uji Asumsi Klasik

Persamaan regresi yang baik harus bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimator), artinya pengambilan keputusan melalui uji t tidak boleh bias. Untuk menghasilkan keputusan yang BLUE tersebut maka harus dipenuhi beberapa asumsi klasik sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk meguji apakah dalam model regresi, variabel bebas dan variabel terikat keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Uji normalitas dalam penelitian ini dideteksi dengan uji

statistik antara lain dengan metode kolmogorov Smirnov dan pendekatan grafik (Ghozali, 2011:160).

Dasar pengambilan keputusan dengan pendekatan Kolmogorov Smirnov (1-Sample K-S), sebagai berikut:

a. Nilai Asymp. Sig (2-tailed) > 0,05, maka Ho ditolak, berdistribusi normal. b. Nilai Asymp. Sig (2-tailed) < 0,05, maka Ho diterima. Hal ini berarti data

tidak berdistribusi normal.

Dari pengolahan data dengan menggunakan program SPSS didapatkan hasil sebagai berikut:

a. Uji normalitas Current rasio, Debt to equity, Return of equity, Net profit margin, dan Total assets turnover.

Tabel 4

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan Variabel Dependen Current Rasio

CR

N 41

Normal Parametersa,b Mean 1.1678

Std. Deviation .43047 Most Extreme Differences Absolute .304 Positive .304 Negative -.162 Test Statistic .304

Asymp. Sig. (2-tailed) .000

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model regresi dengan variabel dependen current rasio memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi tidak normal.

Tabel 5

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan Variabel Dependen Debt to Equity Rasio

DER

N 41

Normal Parametersa,b Mean .9649

Std. Deviation .31704 Most Extreme Differences Absolute .092 Positive .092 Negative -.088 Test Statistic .092

Asymp. Sig. (2-tailed) .200

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model regresi dengan variabel dependen debt to equity rasio memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,200. Nilai sebesar 0,200 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal.

Tabel 6

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan Variabel Dependen Return of Equity

ROE

N 41

Normal Parametersa,b Mean .2866

Std. Deviation .16482 Most Extreme Differences Absolute .078 Positive .078

Negative -.078

Test Statistic .078

Asymp. Sig. (2-tailed) .200

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model regresi dengan variabel dependen return of equity memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,200. Nilai sebesar 0,200 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal.

Tabel 7

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan Variabel Dependen Net Profit Margin

NPM

N 41

Normal Parametersa,b Mean .5764

Std. Deviation .34497 Most Extreme Differences Absolute .206 Positive .206 Negative -.137 Test Statistic .206

Asymp. Sig. (2-tailed) .001

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model regresi dengan variabel dependen net profit margin memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,001. Nilai sebesar 0,001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi tidak normal.

Tabel 8

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan Variabel Dependen Total Assets Turnover

TATO

N 41

Normal Parametersa,b Mean .8060

Std. Deviation .24236 Most Extreme Differences Absolute .081 Positive .079 Negative -.081 Test Statistic .081

Asymp. Sig. (2-tailed) .200

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa model regresi dengan variabel dependen total assets turnover memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,200. Nilai sebesar 0,200 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal.

Pendekatan kedua digunakan untuk menilai normalitas data dengan pendekatan grafik, yaitu grafik Normal P-P Plot of Regresion Standart. Dasar pengambilan keputusan dengan analisis grafik adalah:

a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Gambar 2

Histogram Penelitian dengan Variabel Dependen Current Ratio Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 3

Grafik P-P Plot dengan Variabel Dependen Current Ratio Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari gambar di atas, data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.

Gambar 4

Histogram Penelitian dengan Variabel Dependen Debt to Equity Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 5

Grafik P-P Plot dengan Variabel Dependen Debt to Equity Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari gambar di atas, data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.

Gambar 6

Histogram Penelitian dengan Variabel Dependen Return of Equity Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 7

Grafik P-P Plot dengan Variabel Dependen Return of Equity Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari gambar di atas, data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.

Gambar 8

Histogram Penelitian dengan Variabel Dependen Net Profit Margin Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 9

Grafik P-P Plot dengan Variabel Dependen Net Profit Margin Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari gambar di atas, data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.

Gambar 10

Histogram Penelitian dengan Variabel Dependen Total Assets Turnover Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 11

Grafik P-P Plot dengan Variabel Dependen Total Assets Turnover Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari gambar di atas, data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Deteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat grafik scatter plot antara standardized predicted value (ZPRED) dengan studentized residual (SRESID), ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatter plot antara SRESID dan ZPRED dengan sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya).

Gambar 12

Grafik Scatterplot dengan Variabel Dependen Current Rasio Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 13

Grafik Scatterplot dengan Variabel Dependen Debt to Equity Rasio Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 14

Grafik Scatterplot dengan Variabel Dependen Return of Equity Rasio Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 15

Grafik Scatterplot dengan Variabel Dependen Net Profit Margin Rasio Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Gambar 16

Grafik Scatterplot dengan Variabel Dependen Total Assets Turnover Rasio Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari kelima gambar grafik scatter plot di atas terlihat bahwa sebaran titik-titik menyebar secara acak dan tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

3. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan penganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Regresi yang baik adalah regresi yang tidak terjadi autokorelasi di dalamnya. Ada atau tidaknya autokorelasi dalam regresi dapat dilihat dari besarnya nilai Durbin Watson.

Kriteria pengujian Durbin Watson dengan variabel dependen current rasio, debt to equity, return of equity, net profit margin, dan total assets turnover adalah sebagai berikut:

Tabel 9

Kriteria Durbin Watson dengan Variabel Dependen Current Rasio, Debt to Equity, Return of Equity, Net Profit Margin, dan Total Assets Turnover

DW Kesimpulan

< 1,4493 Ada autokorelasi (+) 1,4493 s.d. 1,5490 Tanpa kesimpulan 1,5490 s.d. 2,4510 Tidak ada Autokorelasi 2,4510 s.d. 2,5507 Tanpa kesimpulan

Tabel 10

Hasil Uji Autokolerasi Variabel Dependen Current Rasio

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,502a ,252 ,233 ,37704 2,047

a. Predictors: (Constant), Right b. Dependent Variable: CR Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari hasil yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil untuk regresi variabel kinerja keuangan sebagai variabel dependen menunjukkan nilai DW variabel current rasio sebesar 2,047 dengan jumlah data (n) sebesar 41 dan jumlah variabel bebas yang diteliti (k) sebesar 1, maka dapat disimpulan bahwa dalam model regresi tidak terdapat autokorelasi karena terletak antara 1,5490 dan 2,4510.

Tabel 11

Hasil Uji Autokolerasi Variabel Dependen Debt to Equity

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,542a ,294 ,275 ,26986 2,062

a. Predictors: (Constant), Right b. Dependent Variable: DER Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari hasil yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil untuk regresi variabel kinerja keuangan sebagai variabel dependen menunjukkan nilai DW variabel debt to equity 2,062 dengan jumlah data (n) sebesar 41 dan jumlah variabel bebas yang diteliti (k) sebesar 1, maka dapat disimpulan bahwa dalam model regresi tidak terdapat autokorelasi karena terletak antara 1,5490 dan 2,4510.

Tabel 12

Hasil Uji Autokolerasi Variabel Dependen Return of Equity

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,118a ,014 ,017 ,16621 1,683

a. Predictors: (Constant), Right b. Dependent Variable: ROE Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari hasil yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil untuk regresi variabel kinerja keuangan sebagai variabel dependen menunjukkan nilai DW variabel return of equity 1,683 dengan jumlah data (n) sebesar 41 dan jumlah variabel bebas yang diteliti (k) sebesar 1, maka dapat disimpulan bahwa dalam model regresi tidak terdapat autokorelasi karena terletak antara 1,5490 dan 2,4510.

Tabel 13

Hasil Uji Autokolerasi Variabel Dependen Net Profit Margin

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,539a ,291 ,268 ,33785 1,821

a. Predictors: (Constant), Right b. Dependent Variable: NPM Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari hasil yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil untuk regresi variabel kinerja keuangan sebagai variabel dependen menunjukkan nilai DW variabel net profit margin 1,821 dengan jumlah data (n) sebesar 41 dan jumlah variabel bebas yang diteliti (k) sebesar 1, maka dapat

disimpulan bahwa dalam model regresi tidak terdapat autokorelasi karena terletak antara 1,5490 dan 2,4510.

Tabel 14

Hasil Uji Autokolerasi Variabel Dependen Total Assets Turnover

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,650a ,422 ,408 ,18655 2,167

a. Predictors: (Constant), Right b. Dependent Variable: TATO Sumber: Lampiran 2 halaman 107

Dari hasil yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil untuk regresi variabel kinerja keuangan sebagai variabel dependen menunjukkan nilai DW variabel total assets turnover 2,167 dengan jumlah data (n) sebesar 41 dan jumlah variabel bebas yang diteliti (k) sebesar 1, maka dapat disimpulan bahwa dalam model regresi tidak terdapat autokorelasi karena terletak antara 1,5490 dan 2,4510.

4.2 Uji Beda T-test dengan sampel berpasangan (Paired Samples T-test) Uji t sample berpasangan sering kali disebut sebagai paired-sampel t test. Uji t berpasangan biasanya menguji perbedaan antara dua pengamatan. Untuk melihat perbedaan Kinerja Keuangan yang dilihat dari current rasio, debt to equity rasio, return of equity, net profit margin, dan total assets turnover sebelum melakukan right issue dan sesudah melakukan right issue, sebagai berikut:

Tabel 15

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 CR SB 1.1505 41 .72468 .11318

Pair 2 DER SB 1.9666 41 2.51661 .39303 DER SD .9649 41 .31704 .04951 Pair 3 ROE SB 1.0138 41 1.14490 .19635 ROE SD .2866 41 .16482 .02827 Pair 4 NPM SB -4.0076 41 15.71247 2.69467 NPM SD .5764 41 .39497 .06774 Pair 5 TATO SB .8132 41 .66926 .10452 TATO SD .8060 41 .24236 .03785

Sumber: Lampiran 1 halaman 105

Dari output SPSS terlihat bahwa rata-rata Current ratio sebelum right issue sebesar 1,15 dan rata-rata Current ratio sesudah right issue sebesar 1,16 mengalami peningkatan. Terlihat bahwa ada kecenderungan setelah right issue CR menjadi lebih tinggi dibanding sebelum right issue. Hal ini berarti bahwa setelah melakukan right issue, likuiditas perusahaan cenderung dapat mengalami kenaikan. Salah satu tujuan dilakukannya right issue adalah untuk meningkatkan likuiditas perusahaan.

Hasil rata Debt to Equity sebelum right issue sebesar 1,96 dan rata-rata Debt to Equity sesudah right issue sebesar 0,96 mean debt to equity mengalami penurunan. Hal ini dimungkinkan karena adanya penurunan pada hutang perusahaan, dimana penurunan diambilkan dari dana hasil Right Issue.

Mean return of Equity sebelum right issue sebesar 1,03 dan mean return of Equity sesudah right issue sebesar 0,28 mean debt to equity mengalami penurunan. Hal ini menujukkan bahwa penurunan mean ROE sesudah Right Issue hanya menggambarkan bahwa mungkin ada penambahan modal sendiri tetapi penambahan tersebut tidak cukup berarti jika dibandingkan dengan keadaan

sebelum Right Issue. Penjelasan yang mungkin yaitu sebagian besar dana dari Right Issue digunakan untuk mengurangi hutang.

Hasil rata-rata net profit margin sebelum right issue sebesar -4,00 dan rata-rata net profit margin sesudah right issue sebesar 0,57. Hal ini menunjukkan bahwa ketika mean NPM sesudah Right Issue mengalami kenaikan berarti ada usaha manajemen perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan bersih yang diterimanya, yang memberikan gambaran bahwa perusahaan semakin efektif dan efisien dalam mengelola biaya operasi.

Mean total assets turnover sebelum right issue sebesar 0,81 dan mean total assets turnover sesudah right issue sebesar 0,80 mean total assets turnover mengalami penurunan. Hal ini menujukkan bahwa penurunan mean TATO sesudah Right Issue menentukan bahwa dana benar digunakan untuk membayar kewajiban karena tidak ada perubahan yang lambat pada aktivitas penjualan dan profitabilitas pada perusahaan.

Tabel 16 Paired Samples Test

Kinerja Keuangan thitung Nilai Signifikan

Current rasio .020 .948

Debt to equity 2.648 .012

Return of equity 3.770 .001

Net profit margin 2.077 .046

Total assets turnover .085 .933

Sumber: Lampiran 1 halaman 105

Berdasarkan Uji t sample berpasangan atau paired-sampel t test di atas yang menguji perbedaan Kinerja Keuangan yang dilihat dari current rasio, debt to

equity rasio, return of equity, net profit margin, dan total assets turnover sebelum dan sesudah melakukan Right Issue, maka dapat disimpulkan bahwa:

H1: Uji perbedaan Kinerja Keuangan sebelum dan sesudah melakukan Right Issue Nilai signifikan debt to equity rasio sebesar 0,012 < 0,05, return of equity sebesar 0,001 < 0,05, net profit margin sebesar 0,046 < 0,05 maka dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan debt to equity rasio, return of equity, net profit margin sebelum dan sesudah melakukan right issue. Sedangkan current rasio 0,948 > 0,05 dan total assets turnover 0,933 > 0,05 dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan current rasio dan total assets turnover antara sebelum dan sesudah melakukan right issue.

4.3 Uji Regresi

Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana digunakan untuk melihat pengaruh right issue terhadap Kinerja Keuangan yang dilihat dari current rasio, debt to equity rasio, return of equity, net profit margin, dan total assets turnover. Hasil koefisien regresi disajikan pada tabel berikut ini.

Persamaan regresi yang dihasilkan adalah sebagai berikut:

a. Current rasio

CR = 0,765 + 0,392 x + e

Model regresi sederhana tersebut bermakna:

Artinya right issue bernilai positif terhadap current rasio dengan nilai 0,392, maka setiap peningkatan right issue sebesar 1% kinerja keuangan current rasio akan meningkat sebesar 0,392 atau 39,2%.

b. Debt to Equity

DER = 1,285 - 0,312 x + e

Model regresi sederhana tersebut bermakna:

𝛽 : Koefisien regresi untuk right issue sebesar 0,312

Artinya right issue bernilai negatif terhadap debt to equity rasio dengan nilai 0,312, maka setiap peningkatan right issue sebesar 1% kinerja keuangan debt to equity rasio akan menurun sebesar 0,312 atau 31,2%.

c. Return of Equity

ROE = 0,321 - 0,034 x + e

Model regresi sederhana tersebut bermakna:

𝛽 : Koefisien regresi untuk right issue sebesar 0,034

Artinya right issue bernilai negatif terhadap return of equity rasio dengan nilai 0,034, maka setiap peningkatan right issue sebesar 1% maka kinerja keuangan debt to equity rasio akan menurun sebesar 0,034 atau 3,4%.

d. Net Profit Margin

NPM = 0,199 + 0,370 x + e

Model regresi sederhana tersebut bermakna:

Artinya right issue bernilai positif terhadap net profit margin dengan nilai 0,370, maka setiap peningkatan right issue sebesar 1% kinerja keuangan net profit margin akan meningkat sebesar 0,370 atau 37,0%.

e. Total Assets Turnover

CR = 1,100 - 0,286 x + e

Model regresi sederhana tersebut bermakna:

𝛽 : Koefisien regresi untuk right issue sebesar 0,286

Artinya right issue bernilai negatif terhadap total assets turnover dengan nilai 0,286, maka setiap peningkatan right issue sebesar 1% kinerja keuangan total assets turnover akan menurun sebesar 0,286 atau 28,6%.

4.4 Uji Hipotesis

Dokumen terkait