TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
2.1 Tinjauan Teoretis .1 Pasar Modal
2.1.4 Penelitian Terdahulu
1. Yakobus (2009), Pengaruh Right Issue Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Nilai mean ROA sebelum Right Issue berbeda secara signifikan dengan sesudah Right Issue dapat dijelaskan setelah adanya Right Issue mean ROA
meningkat, artinya terjadi peningkatan laba juga peningkatan total asset yang berasal dari suntikan dana hasil Right Issue. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dianggap baik karena perusahaan dapat memanfaatkan aktiva yang dimilikinya secara optimal.
Hasil pengujian terhadap ROE sebelum dan sesudah Right Issue menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini menujukkan bahwa kenaikan mean ROE sesudah Right Issue hanya menggambarkan bahwa mungkin ada penambahan modal sendiri tetapi penambahan tersebut tidak cukup berarti jika dibandingkan dengan keadaan sebelum Right Issue. Penjelasan yang mungkin yaitu sebagian besar dana dari Right Issue digunakan untuk mengurangi hutang.
Pengujian terhadap mean NPM juga menujukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ketika mean NPM sesudah Right Issue mengalami kenaikan berarti ada usaha pihak perusahaan untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan bersih yang diterimanya, yang memberikan gambaran bahwa perusahaan semakin efektif dan efisien dalam mengelola biaya operasi.
Hasil pengujian terhadap debt ratio menujukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan yang signifikan ini mengindikasikan bahwa adanya Right Issue mempengaruhi kinerja keuangan debt ratio. Mean debt ratio mengalami penurunan sesudah Right Issue, hal ini dimungkinkan karena adanya penurunan pada hutang jangka panjang perusahaan, dimana penurunan diambilkan dari dana hasil Right Issue.
Hasil pengujian terhadap mean DER menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Penjelasan yang mungkin atas kondisi ini adalah bahwa dana yang berasal dari Right Issue antara lain digunakan untuk mengurangi hutang sehingga beban tetap perusahaan berkurang dan pengurangan ini mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Dengan demikian adanya Right Issue tidak membawa pengaruh yang cukup berarti bagi kinerja keuangan perusahaan yang didasarkan pada ROE, NPM. Tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan setelah melakukan Right Issue dapat terjadi karena dana yang diperoleh dari Right Issue tidak dipergunakan untuk perluasan investasi melainkan untuk mengurangi hutang. Sedangkan kinerja keuangan ROA, Debt Ratio, DER menunjukkan bahwa dengan dikeluarkannya Right Issue membawa pengaruh yang cukup berarti. Keadaan ini sesuai balancing theory dimana perusahaan-perusahaan ingin mencapai keseimbangan antara cost dan benefit dalam mencapai tingkat leverage ratio yang optimal.
2. Khajar (2010), Pengaruh Right Issue Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan.
Secara umum terjadi kenaikan rasio CR dari rata-rata 21 perusahaan yang melakukan right issue. Terlihat bahwa ada kecenderungan setelah right issue CR menjadi lebih tinggi dibanding sebelum right issue. Hal ini berarti bahwa setelah melakukan right issue, likuiditas perusahaan cenderung dapat mengalami kenaikan. Salah satu tujuan dilakukannya right issue adalah untuk meningkatkan likuiditas perusahaan. Total Debt To Total Asset Ratio
merupakan salah satu dari ukuran kinerja perusahaan yang termasuk dalam kelompok rasio Leverage. Secara praktis Total Debt To Total Asset Ratio diperoleh dengan membagi besarnya total hutang dengan total asset. Rasio TDTA pada dua tahun setelah pelaksanaan right issue menunjukkan lebih rendah dibanding pada dua tahun sebelum dilakukannya right issue. Hal ini sesuai dengan maksud dilakukannya right issue oleh perusahaan, dimana perusahaan memilih mengeluarkan saham baru untuk mendapatkan dana segar, dimana dana segar tersebut dapat digunakan untuk membayar hutang atau memanfaatkannya untuk operasional dengan memperkecil proporsi penggunaan hutang. Net Profit Margin merupakan salah satu rasio yang menunjukkan profitabilitas perusahaan. Secara praktis NPM diperoleh dengan membagi laba bersih setelah pajak dengan besarnya penjualan. Terjadi pola yang tidak jelas dari rasio NPM dari 21 perusahaan pada dua tahun sebelum dan dua tahun sesudah right issue. Hal ini berarti bahwa setelah melakukan right issue, Net Profit Margin perusahaan masih bervariasi sebagaimana sebelum melakukan right issue.
ATO merupakan salah satu rasio yang menunjukkan aktivitas perusahaan. Secara praktis ATO diperoleh dengan membagi besarnya penjualan dengan total aktiva. Sesudah right issue, nilai rasio ATO secara umum cenderung lebih rendah dibandingkan pada sebelum right issue. Hal ini ditunjukkn bahwa secara umum terjadi sedikit penurunan rasio aktivitas perputaran modal perusahaan. Hal ini disebabkan setelah melakukan right issue, nilai
aset perusahaan akan bertambah tetapi perputaran asset nampaknya semakin kecil dibanding dengan perputaran asset sebelum right issue.
Price Earning Ratio merupakan salah satu ratio yang menunjukkan kinerja saham perusahaan. Secara praktis Price Earning Ratio diperoleh dengan membagi harga saham dengan laba per lembar sahamnya. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum terjadi peningkatan Price Earning Ratio yang cukup besar dari perusahaan yang melakukan right issue.
Peneliti memberikan hasil bahwa right issue secara total belum menunjukkan perubahan kinerja keuangan yang signifikan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan right issue dalam periode empat tahun (dua tahun sebelum dan sesudah right issue). Ditunjukkan bahwa dari lima rasio yaitu CR, TDTA, NPM, ATO, dan PER hanya dua rasio yaitu CR dan PER saja yang menunjukkan berbeda secara signifikan pada dua tahun sebelum dan sesudah right issue. Kecilnya pengaruh yang signifikan dari hasil pengujian ini adalah karena faktor periode penelitian yang relatif singkat, sehingga perubahan yang terjadi kurang memberikan perbedaan yang cukup besar pada perusahaan. Selain itu faktor perekonomian nasional yang belun stabil cukup memberikan alasan yang kuat mengenai kurang berpengaruhnya right issue terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
3. Syuhana (2013), Pengaruh Right Issue Terhadap Kinerja Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia.
Pada penelitian ini right issue berpengaruh negatif dan signifikan pada debt ratio dan net profit margin. Hasil debt ratio yang negatif menunjukkan dana
yang diperoleh untuk membayar kewajiban bukan investasi. Hal itu dapat terlihat dari hasil total asset turnover, return on asset dan net profit margin yang berpengaruh negatif karena perputaran penjualan pada total asset turnover yang berputar masih lambat, sehingga profitabilitas pada return on assets dan net profit margin perusahaan tidak terlihat baik. Seharusnya return on asset dan net profit mrgin berpengaruh positif karena tingkat permintaan dan harga yang stabil akan menunjukkan penerimaan penjualan yang stabil juga. Right issue berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap current ratio karena perusahaan membayar utang yang telah jatuh tempo. Hal itu menentukan bahwa dana benar digunakan untuk membayar kewajiban karena tidak ada perubahan pada aktivitas penjualan dan profitabilitas pada perusahaan.