ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
2. Analisis Deskriptif Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Dalam hal ini akan dianalisis semua data yang telah diperoleh dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Dengan melakukan analisis deskriptif dari hasil kuesioner yang telah disebarkan maka analisis tersebut dapat diukur dengan cara menggolongkan menjadi empat, yaitu Product, Price, Place dan Promotion.
a. Product
Product menggambarkan apakah produk yang ditawarkan bermanfaat dan mampu membantu responden dalam memenuhi kebutuhan mereka. Hasil dari penyebaran kuesioner dapat dilihat dalam Tabel III.7 sebagai berikut :
Tabel III.7 Analisis Product Pernyataan Setuju ( S ) Ragu ( R) Tidak Setuju ( TS )
Produk yang ditawarkan bank
memberikan banyak manfaat bagi saya
81% 19% 0%
Produk yang ditawarkan bank cukup lengkap
75% 25% 0%
Produk yang ditawarkan bank cukup inovatif
44% 48% 8%
Total 100% 100% 100%
Rata-Rata 66,7% 30,7% 2,7%
Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Tabel III.7 dapat dijelaskan bahwa berdasarkan kuesioner yang diberikan kepada 100 responden maka dapat diketahui bahwa rata-rata responden setuju terhadap produk yang ditawarkan sebesar 66,7% sedangkan yang ragu akan produk tersebut sebesar 30,7% dan sebesar 2,7% responden tidak setuju pada produk yang ditawarkan perusahaan. Banyaknya responden yang setuju akan produk yang ditawarkan perusahaan disebabkan karena produk commit to user
tersebut sangat bermanfaat bagi responden dan mampu memenuhi kebutuhan responden.
b. Price
Price merupakan tingkat suku bunga yang membedakannya dengan perusahaan lain. Dalam hal ini, akan dianalisis apakah tingkat suku bunga yang ditawarkan perusahaan bersaing dengan perushaan lain dan terjangkau oleh para responden. Hasil ditunjukkan sebagai berikut :
Tabel III.8 Analisis Price Pernyataan Setuju ( S ) Netral ( N ) Tidak Setuju ( TS ) Suku bunga BPR Trihasta Prasodjo
bersaing dengan bank lain
79% 12% 9%
Nasabah BPR Trihasta Prasodjo mengetahui tingkat suku bunga bank lain
67% 17% 16%
Tingkat bunga di BPR Trihasta Prasodjo bisa terjangkau
76% 18% 6%
Total 100% 100% 100%
Rata-Rata 74% 15,7% 10,3%
Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Tabel Price diatas berdasarkan dari 100 responden menunjukkan bahwa 79% dari reponden setuju bahwa suku bunga PT. BPR TRIHASTA PRASODJO bersaing denga suku bunga bank lain. Selain itu sebesar 76% dari responden setuju bahwa tingkat bunga yang ditawarkan perusahaan terjangkau oleh para konsumen. Sehingga dapat diketahui rata-rata dari responden yang setuju akan tingkat suku bunga yang
ditawarkan perusahaan sebesar 74% kemudian yang
meragukan suku bunga tersebut sebesar 15,7% dan yang tidak setuju sebesar 10,3%.
c. Place
Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan analisis dengan menggunakan kuisioner kepada responden tentang kelayakan dan kenyamanan bangunan dari perusahaan dan seberapa strategis letak perusahaan dari rumah para responden serta kemudahan responden untuk menjangkau tempat tersebut, dapat dilihat pada tabel III.9.
Tabel III.9 Analisis Place Pernyataan Setuju ( S ) Ragu ( R ) Tidak Setuju ( TS ) Lokasi BPR Trihasta Prasodjo tidak
jauh dengan tempat tinggal saya
52% 0% 48%
Lokasi bank mudah untuk dijangkau dengan transpotasi umum
78% 19% 3%
Tempat parkir bank cukup memadai & aman
62% 35% 3%
Total 100% 100% 100%
Rata-Rata 64% 19,3% 16,7%
Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Analisis diatas dilakukan berdasarkan hasil kuisioner yang disebarkan kepada 100 responden yang mana hasilnya adalah 52% dari responden bertempat tinggal dekat dari kantor pusat PT. BPR TRIHASTA PRASODJO sedangkan sebesar 48% dari responden bertempat tinggal jauh dari kantor pusat PT. BPR TRIHASTA PRASODJO yang responden tersebut bertempat tinggal di desa-desa yang jauh dari keramaian kota. Dan sebesar 64% dari commit to user
responden setuju terhadap penempatan lokasi kantor pusat PT.BPR TRIHASTA PRASODJO sedangkan sebesar 19,3% responden ragu akan ke-strategisan letak kantor tersebut dan sebesar 16,7% dari total responden tidak setuju terhadap penempatan lokasi kantor pusat tersebut.
d. Promotion
Untuk dapat menjelaskan tentang Promotion ini sangat terkait dengan pengaruh volume penjualan dengan melihat tabel III.10. Dalam tabel tersebut akan tampak sejauh mana produk PT. BPR TRIHASTA PRASODJO dikenal oleh masyarakat luas bahkan hingga ke pelosok desa. Berikut tabel III.10 disajikan : Tabel III.10 Analisis Promotion Pernyataan Setuju ( S ) Ragu ( R ) Tidak Setuju ( TS ) Melalui media pemasaran saya
memperoleh informasi dengan jelas mengenai produk yang ditawarkan
86% 14% 0%
Bank memberikan informasi yang jelas mengenai produk
73% 21% 6%
Produk yang dipromosikan sesuai dengan kenyataan
74% 19% 7%
Total 100% 100% 100%
Rata-Rata 77,7% 18% 4,3%
Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Tabel diatas menunjukkan hasil penelitian terhadap 100 responden yang rata-rata menjawab setuju dengan kegiatan promosi yang dilakukan PT.BPR TRIHASTA PRASODJO sebesar 77,7% dan mereka jelas akan informasi yang disampaikan oleh pihak bank sedangkan yang masih meragukannya sebesar 18% dan yang tidak setuju dengan cara mempromosikan produk PT. BPR sebesar 4,3%. Dari analisis tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan selama ini berjalan lancar dan melalui kegiatan itu pula masyarakat dapat mengetahui informasi tentang produk tersebut.
e. Sumber Media Informasi
Berdasarkan 100 responden yang diambil saat peneliti melakukan penelitian mengenai sumber media informasi yang
diperoleh responden untuk mengetahui Produk yang
ditawarkan dan untuk menganalisis melalui media manakah kebanyakan responden mengetahui produk dan perusahaan PT. commit to user
BPR TRIHASTA PRASODJO. Berikut tabel yang menjelaskan keberadaan tersebut :
Tabel III.11 Sumber Media Informasi
Sumber Media Informasi Frekuensi Persentase (%)
Iklan di radio 2 2% Iklan di TV 3 3% Brosur 10 10% Billboard 3 3% Penjualan Perseorangan 27 27% Sponsor 2 2% Word of mouth 53 53% Total 100 100%
Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Tabel III.11 diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden mengetahui tentang produk PT. BPR TRIHASTA PRASODJO melalui media word of mouth yaitu informasi yang disebarkan dari mulut ke mulut atau sering disebut dengan sistem getok tular, kebanyakan dari responden mendapat informasi tersebut dari tetangga, kerabat dan lingkungan sekitar mereka yang pernah menggunakan produk
tersebut. Dan dari 100 responden yang mengetahui informasi tersebut melalui media word of mouthsebanyak 53 responden.
f. Ringkasan Analisis Marketing Mix
Berdasarkan analisis Marketing mix mengenai produk PT. BPR TRIHASTA PRASODJO, maka dapat ditunjukkan ringkasan analisis marketing mix dalam tabel III.12. sebagai berikut :
Tabel III.12 Ringkasan Marketing mix No Marketing mix Setuju
( S ) Ragu ( R ) Tidak Setuju ( TS ) 1. Product 66,7% 30,7% 2,7% 2. Price 74% 15,7% 10,3% 3. Place 64% 19,3% 16,7% 4. Promotion 77,7% 18% 4,3%
Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Tabel III.12 adalah ringkasan dari marketing mix yang
menunjukkan bahwa Promotion atau Promosi merupakan
variabel yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan karena memiliki rata-rata presentase responden yang setuju terbanyak yaitu sebesar 77,7%. Sedangkan untuk variabel Price atau harga memiliki peringkat kedua setelah commit to user
Promotion/promosi dengan presentase setuju sebesar 74%. Kemudian variabel Product/produk dengan presentase setuju sebesar 66,7%. Dan diposisi terakhir terdapat variabel Place/tempat dengan presentase setuju sebesar 64%.
Tabel III.13
Volume Penjualan Tahun 2007-2011
No Tahun Volume Penjualan
1. 2007 17.756.844
2. 2008 15.283.050
3. 2009 18.638.400
4. 2010 17.634.850
5. 2011 18.428.750
Sumber : Data dari Perusahaan, 2012
Tabel III.13 menunjukkan tingkat volume penjualan PT. BPR TRIHASTA PRASODJO selama 5 tahun terakhir. Dari tabel diatas dapat dilihat perkembangan volume penjualan dari tahun ke tahun dan pada tahun 2009 perusahaan memiliki volume penjualan tertinggi dan pada tahun 2009 volume penjualan perusahaan mengalami penurunan yang cukup drastis.
Perusahaan harus lebih meningkatkan promosi mereka guna menjaga tingkat volume penjualan agar tidak mengalami commit to user
penurunan yang cukup drastis karena promosi merupakan salah satu variabel bauran pemasaran yang memiliki peran penting dan paling berpengaruh terhadap volume penjualan.
BAB IV PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan tehadap marketing mix yang telah dilakukan sebelumnya, maka hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut :
a. Data karakteristik responden pada bab pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebesar 53%, berusia diatas 30 tahun sebanyak 61%, bertempat tinggal di kecamatan Karanganyar sebesar 25% dan berprofesi sebagai petani sebesar 51%.
b. Perhitungan analisis marketing mix dapat disimpulkan bahwa
Promotion atau Promosi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan karena memiliki rata-rata presentase responden yang setuju terbanyak yaitu sebesar 77,7%. Sedangkan untuk variabel Price atau harga memiliki peringkat kedua setelah Promotion/promosi dengan presentase setuju sebesar 74%. Kemudian variabel Product/produk dengan presentase setuju sebesar 66,7%. Dan diposisi terakhir terdapat variabel Place/tempat dengan presentase setuju sebesar 64%.
2. Saran
a. Bagi perusahaan
1) Dalam meningkatkan promosi untuk menambah jumlah nasabah perlu adanya semacam kegiatan yang bersifat sosial seperti membantu korban bencana alam dan donor darah serta mempublikasikan kegiatan tersebut pada media cetak lokal seperti jawapos dan solopos untuk memberikan citra yang baik di mata masyarakat dan kesan yang positif kepada perusahaan sehingga masyarakat tertarik terhadap produk perusahaan.
2) Dengan menjadi sponsor spanduk pada pengusaha kecil, seperti
membuat spanduk untuk padagang mie ayam dengan
menambahkan nama perusahaan sebagai sponsornya.
3) Lebih memfokus promosi untuk daerah yang memiliki tingkat penjualan yang rendah..
b. Bagi peneliti yang akan datang
Pada penelitian ini, kuesioner kebanyakkan diisi oleh mereka yang sekedar tahu saja mengenai keberadaan perusahaan asuransi. Untuk itu, bagi peneliti yang akan datang responden yang diambil adalah mereka yang benar-benar tahu tentang perusahaan jasa asuransi sehingga data yang diperoleh lebih akurat.