BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
F. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menginterpretasikan data sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah yang dihadapi dan hasil perhitungan.
G. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan mempergunakan program SPSS 17. Analisis regresi berganda dipakai untuk menghitung besarnya pengaruh secara kuantitatif dari suatu perubahan kejadian (variabel X) terhadap kejadian lainnya (variabel Y). Dalam penelitian ini analisis regresi berganda berperan sebagai teknik statistik yang digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh faktor strata sosial, keluarga, gaya hidup,
29
Analisis regresi menggunakan rumus persamaan regresi berganda seperti yang dikutip dalam Sugiyono (2005:261), yaitu:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4
Dimana: X1 = Strata Sosial Y = Keputusan konsumen X2 = Keluarga a = Konstanta Intersepsi X3 = Gaya Hidup b = Koefisien regresi X4 = Motivasi
Teknik analisis yang digunakan sesuai dengan model diatas adalah regresi berganda dimana nilai dari variabel independen, dan dependen dapat diperoleh dari hasil survey yang perhitungannya akan menggunakan skala Likert. Cara perhitungannya adalah dengan menghadapkan seorang responden dengan beberapa pertanyaan dan kemudian diminta untuk memberikan jawaban. Data yang berhasil dikumpulkan dari kuisioner selanjutnya akan diukur dengan bobot hitung 1 sampai 5, dengan kategori:
a. Sangat setuju dengan bobot 5 b. Setuju dengan bobot 4
c. Ragu-ragu dengan bobot 3
d. Kurang setuju dengan bobot 2 e. Tidak setuju dengan bobot 1
30
H. Analisis Koefisien Korelasi (R)
Pada model linear berganda ini, akan dilihat besarnya kontribusi untuk variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel antara dan kemudian kontribusi variabel antara terhadap variabel terikatnya dengan melihat besarnya koefisien korelasi totalnya (R). Jika (R) yang diperoleh mendekati 1 (satu) maka dapat dikatakan semakin kuat model tersebut menerangkan hubungan variabel bebas terhadap variabel antara dan hubungan variabel antara terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika (R) makin mendekati 0 (nol) maka semakin lemah hubungan variabel-variabel bebas terhadap variabel antara dan hubungan variabel antara terhadap variabel terikat.
Kriteria koefisien korelasi
Koefisien korelasi Tingkat keeratan 0,80-1,00 Sangat kuat
0,60-0,79 kuat
0,40-0,59 Sedang
0,20-0,39 rendah
0,00-0,19 sangat rendah Sumber : Sugiyono (2008 : 184)
31
semua variabel independen terhadap variabel antara dan variabel angtara terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi berbeda antara 0 sampai dengan 1. Semakin mendekati 1 maka variabel bebas hampir memberikan semua informasi untuk memprediksi variabel antara dan terikat atau merupakan indikator yang menunjukan semakin kuatnya kemampuan menjelaskan dari perubahan variabel bebas terhadap variabel terikat.
J. Pengujian Hipotesis Uji F (Uji Serempak)
Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel bebas terhadap variabel antaranya. Dimana Fhitung > Ftabel, maka H1 diterima atau secara bersama-sama variabel bebas dapat menerangkan variabel antaranya secara serentak. Sebaliknya apabila Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima atau secara bersama-sama variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel antaranya.
Untuk mengetahui signifikan atau tidak pengaruh secara bersama- sama variabel bebas terhadap variabel antaranya maka digunakan probability sebesar 5% (α= 0,05).
Jika sig > ά (0,05), maka H0 diterima H1 ditolak.
Jika sig < ά (0,05), maka H0 ditolak H1 diterima.
32
menggunakan definisi operasional variabel sebagai berikut :
1. Keputusan konsumen dalam berbelanja di pasar modern (alfamart) Keputusan konsumen untuk berbelanja di pasar modern (alfamart) disini didefinisikan dengan terjadinya keputusan konsumen dalam hal memilih untuk berbelanja di pasar modern dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
Dimensi-dimensi yang digunakan untuk menjelaskan variabel keputusan konsumen untuk berbelanja di pasar modern (alfamart) ialah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen :
a. Faktor Budaya (Strata Sosial)
Sebuah faktor yang memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumen, dimana hampir seluruh kelompok manusia mengalami stratifikasi sosial, sering kali dalam bentuk strata sosial, divisi yang relatif homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat, tersusun secara hirearki dan mempunyai anggota yang berbagi nilai, minat, dan perilaku yang sama. Salah satu contoh ialah Pekerjaan.
Indikator : 1. Pekerjaan 2. Pendapatan
b. Faktor Sosial (Keluarga)
Keluarga juga sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen
33
kelompok referensi utama yang paling berpengaruh.
Ada dua keluarga dalam kehidupan pembeli. Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua dan saudara kandung. Dari orang tua, seseorang mendapatkan orientasi terhadap agama, politik, dan ekonomi serta rasa ambisi pribadi, harga diri, dan cinta. Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian setiap hari adalah keluarga prokreasi (family of procreation), yaitu pasangan dan anak-anak.
Indikator : 1. Referensi
2. Keluarga pro-kreasi (istri, anak)
3. Keluarga orientasi (orang tua, saudara kandung) c. Faktor Pribadi (Gaya Hidup)
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh Gaya Hidup (lifestyle). Gaya hidup (lifestyle) adalah pola hidup seseorang di dunia yang tercermin dalam kegiatan, minat dan pendapat. Gaya hidup memotret interaksi “seseorang secara utuh” dengan lingkungannya. Indikator : 1. Minat
2. Opini 3. Aktifitas
d. Proses Psikologis Kunci (Motivasi, Maslow)
Menjelaskan mengapa orang didorong oleh kebutuhan tertentu pada
34
menekan—kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Orang-orang akan berusaha memuaskan kebutuhan terpentingnya terlebih dahulu. Ketika seseorang berhasil memuaskan sebuah kebutuhan penting, maka ia akan berusaha memuaskan kebutuhan penting berikutnya. Indikator :
1. Kebutuhan fisiologis 2. Kebutuhan keamanan 3. Kebutuhan sosial
4. Kebutuhan penghargaan 5. Kebutuhan aktualisasi diri
e. Keputusan Konsumen
Proses keputusan pembelian konsumen merupakan urutan- urutan kejadian yang dimulai dari pengenalan kebutuhan kemudian pencarian informasi atas kebutuhan tersebut setelah itu melakukan evaluasi alternatif dan akhirnya melakukan keputusan pembelian serta diakhiri dengan perilaku setelah pembelian. Jadi jelas sekali proses pembelian dimulai jauh sekali sebelum pembelian aktual dilakukan dan mempunyai konsekuensi yang lama setelah pembelian terjadi.
Menurut Lamb, Hair, McDaniel, (2001) “ Proses pengambilan Keputusan konsumen tidak biasa terjadi dengan sendirinya karena
35
1. Pencarian informasi 2. Evaluasi alternatif 3. Keputusan konsumen 4. Perilaku pembelian.
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat Alfamart
Alfamart adalah sebuah brand minimarket penyedia kebutuhan hidup sehari-hari yang dimiliki oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk.
Pada tahun 1989 merupakan awal beridrinya alfamart, dengan dimulainya usaha dagang rokok dan barang-barang konsumsi oleh Djoko Susanto dan keluarga yang kemudian mayoritas kepemilikannya dijual kepada PT.
HM Sampoerna pada Desember 1989. Pada tahun 1994 Struktur kepemilikan berubah menjadi 70% dimiliki oleh PT HM Sampoerna Tbk dan 35% dimiliki oleh PT Sigmantara Alfinda (keluarga Djoko Susanto).
PT. Alfa Minimart Utama (AMU) didirikan pada tanggal 27 Juli 1999, dengan pemegang saham PT. Alfa Retailindo, Tbk sebesar 51%
dan PT. Lancar Distrindo sebesar 49%. PT. Alfa Minimart Utama (AMU) ini kemudian membuka Alfa Minimart pada tanggal 18 Oktober 1999 berlokasi dijalan Beringin Raya Karawaci Tangerang.
Pada tanggal 27 Juni 2002, PT.HM Sampoerna Tbk secara resmi merestrukrurisasi kepemilikan sahamnya di PT.Alfa Retailindo Tbk.
Saham HM Sampoerna di Alfa Retailindo yang semula 54,4%
dikurangi menjadi 23,4%. Di sisi lain, perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia akan mulai menggarap serius pasar minimarket yang selama ini belum tergarap melalui Alfa.
Pada tanggal 1 Agustus 2002, kepemilikan beralih ke PT.
Sumber Alfaria Trijaya dengan pemegang saham PT.HM. Sampoerna, Tbk sebesar 70% dan PT.Sigmantara Alfalindo sebesar 30%.
Kemudian nama Alfa Minimart diganti menjadi Alfamart pada tanggal 1 Januari 2003. Pada tahun 2005 Jumlah gerai Alfamart bertumbuh pesat menjadi 1.293 gerai hanya dalam enam tahun. Semua toko berada di pulau Jawa.
Awal tahun 2006 PT HM Sampoerna Tbk menjual sahamnya, sehingga struktur kepemilikan menjadi PT Sigmantara Alfindo (60%) dan PT Cakrawala Mulia Prima (40%). Mendapat Sertifikat ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu”. Pertengahan 2007 Alfamart sebagai Jaringan Minimarket Pertama di Indonesia yang memperoleh Sertifikat ISO 9001:2000 untuk Sistem Manajemen Mutu. Jumlah gerai mencapai 2000 toko dan telah memasuki pasar Lampung. Awal 2009 menjadi perusahaan publik pada tanggal 15 Januari 2009 di Bursa Efek Indonesia disertai dengan penambahan jumlah gerai mencapai 3000 toko dan juga memasuki Pasar Bali.
B. Visi, Misi, dan Budaya Alfamart VISI
"Menjadi jaringan distribusi retail terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global.”
Misi
1. Memberikan kepuasan kepada pelanggan / konsumen dengan berfokus pada produk dan layanan yang berkualitas unggul.
2. Selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan dan selalu menegakkan tingkah laku / etika bisnis yang tertinggi.
3. Ikut berpartisipasi dalam membangun negara dengan menumbuh- kembangkan jiwa wiraswasta dan kemitraan usaha.
4. Membangun organisasi global yang terpercaya, tersehat dan terus bertumbuh dan bermanfaat bagi pelanggan, pemasok, karyawan, pemegang saham dan masyarakat pada umumnya.
BUDAYA
1. Integritas yang tinggi.
2. Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik.
3. Kualitas & Produktivitas yang tertinggi.
4. Kerjasama tim.
5. Kepuasan pelanggan melalui standar pelayanan yang terbaik.
Board Of Commisioner
Board Of Directors
Audit Committe
Merchandising Property
Development IT
Operation Marketing
Corporate Audit Corporate Legal
Corporat
Development Franchise Commorate
Affair
Finance Human
Capital
C. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas Alfamart
Tugas masing-masing adalah : 1. Board of Commisioners
a. Melakukan pengawasan atas jalannya usaha dan memberikan nasihat kepada direktur.
b. Dalam melakukan tugas dewan direksi berdasarkan pada kepentingan perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan.
c. Kewenangan khusus pada dewan komisaris bahwa dewa komisaris dapat diamanatkan dalam anggaran dasar melaksanakan tugas-tugas tertentu direktur.
d. Membuat risalah rapat dewan komisaris dan menyimpan salinan rapat.
e. Melaporkan kepada perusahaan kepada kepemilikan saham dan saham- saham lainnya.
f. Memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang dilakukan.
2. Audit Committee
a. Melakukan penelaan terhadap informasi keuangan yang diterbitkan perusahaan.
b. Penelaan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang- undangan dibidang pasar modal dan dibidang lain yang relevan.
c. Melakukan penelaan terhadap independensi dan objektivitas akuntan publik.
d. Penelaan terhadap kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan publik untuk memastikan semua resiko yang penting telah dipertimbangkan.
e. Melakukan penelaan jika terdapat pengaduan yang berkaitan dengan perusahaan.
3. Board of Directors
a. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.
b. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas-tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer).
c. Menyetujui anggaran tahunan perusahaan.
d. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan.
e. Mengurus dan mengelola perusahaan untuk kepentingan perusahaan yang sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan.
f. Melaksanakan kepengurusan perusahaan sesuai dengan kebijakan yang tepat (keahlian, peluang, dan kelaziman) usaha yang ditentukan dalam UU PT.
4. Corporate Audit
a. Menyediakan penipuan deteksi, investigasi dan pengalaman forensik akuntansi dan keahlian untuk program monitoring.
b. Melakukan analisis data akun laporan keuangan (buku besar umum), pengeluaran (hutang, waktu dan biaya), informasi dan data lainnya.
c. Mengembangkan prosedur dan analisis untuk mengidentifikasi tren yang tidak biasa atau pola dan anomali antara data-data.
d. Mengembangkan dan menerapkan prosedur investigasi dengan tren yang tidak biasa atau pola dan anomali untuk disposisi.
e. Membuat rencana yang efektif, mengkoordinasi dan melakukan audit berkala wilayah operasional dan keungan sesuai dengan rencana audit tahunan yang telah disetujui.
f. Berinteraksi dengan manajer senior.
g. Mendokumentasikan kertas kerja dan hasil audit dan keterlibatan konsultan.
h. Menyediakan kepemimpinan yang tepat dan mentoring untuk
staf audit korporasi untuk mencapatai tujuan edit.
5. Corporate Legal
a. Mengurusi urusan RUPS dan perubahan anggaran dasar.
b. Persiapan merger, akuisisi bila ada kemungkinan seperti itu.
c. Perpanjangan HGB – HGU aset tanah milik perusahaan.
d. Mengurus perizinan, perpanjangan TDP, NPWP, dan pembuatan API.
e. Mengawal business development (berkaitan dengan perjanjian-perjanjian). f. Mereview usulan pembuatan / perubahan SOP.
f. Mengawal ketentuan dan peraturan yang baru.
6. Operation
a. Mengawasi kegiatan operasi.
b. Mengawasi keberadaan serta kondisi mesin dan peralatan.
c. Membuat rancangan produk yang dipesan.
d. Membuat keputusan harian sehubungan dengan kegiatan di Alfamart.
7. Marketing
a. Bertanggung jawab terhadap bagian pemasaran.
b. Bertanggung jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dan promosi.
c. Sebagai koordinator manajer produk dan manajer penjualan.
d. Membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh karyawan dibagian pemasaran.
e. Membuat laporan pemasaran kepada direksi.
8. Merchandising
a. Memajang / mendisplay dan menata produk.
b. Menjaga kebersihan produk dan pajangan.
c. Menjalankan semua program promosi perusahaan.
d. Menjalankan tugas kunjungan sesuai dengan rencana kerja.
e. Merapikan, menata, membersihkan produk dengan standar perusahaan.
f. Mengecel harga jual produk dan kompetitor.
g. Memastikan jadwal pengiriman barang.
h. Membuat laporan RDC dan laporan hasil kerja.
i. Mengganti produk yang rusak.
j. Mengecek dan merealisasikan program promosi.
k. Menyelesaikan masalah di gerai.
l. Menginformasikan perubahan planogram dan display.
m. Memberikan informasi tentang produk baru.
9. Property Development
a. Mengkoordinasikan kegiatan pengendalian properti dan lingkungan di wilayah usaha perusahaan dan lingkungannya.
b. Menyusun program pengendalian properti sesuai dengan rencana investasi serta melakukan evaluasi secara periodik.
c. Menyelenggarakan pengelolaan data dan penyimpanan dokumen asli properti.
d. Menyiapkan laporan kegiatan divisi secara benar dan tepat waktu.
10. IT
a. Bertanggung jawab memelihara sistem jaringan.
b. Mengoptimalisasi perangkan IT atau server yang ada di Alfamart.
11. Finance
a. Membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, nota supplier, laporan AP/AR untuk memastikan status utang atau piutang.
b. Memvuat, mencetak tagihan dan surat tagihan untuk memastikan tagihan terkirim kepada pelanggan dengan benar dan tepat waktu.
c. Menerika, memeriksa tagihan dari vendor dan membuat rekapnya untuk memastikan pembayaran terkirim tepat waktu.
d. Memeriksa rangkuman kas kecil untuk memastikan penggunaan dan ketersediaan kas kecil yang efektif.
e. Menginput penerimaan pembayaran dari pelanggan, dan pembayaran ke supplier dengan tepat waktu dan akurat untuk memastikan ketepatan waktu dan keakuratan penerimaan maupun pembayaran.
f. Memeriksa laporan rekonsiliasi untuk memastikan data terinput dengan benar.
g. Mengarsip seluruh dokumen transaksi untuk menjaga ketertiban administrasi dan memudahkan penelusuran dokumen.
h. Melakukan stock opname setiap akhir bulan untuk melihat ada atau tidaknya selisih jumlah barang di gudang dan catatan di keuangan.
12. Human Capital
a. Memperbaiki dan memperhatikan mutu karyawan.
b. Menyediakan tenaga yang ahli dan sesuai dengan bidangnya masing- masing.
13. Corporate Development
a. Bertugas merencanakan, merancang dan menyajikan presentasi yang menarik dan proposal untuk pendekatan bisnis baru.
b. Memberikan bantuan mentoring kepada pejabat fundraising perusahaan
14. Franchise
a. Menyediakan tempat usaha dan modal sejumlah tertentu bergantung pada jenis waralaba yang akan dibeli.
b. Menjaga image produk waralaba.
c. Membayar franchise fee dan royalty fee.
15. Corporate Affair
a. Bertanggung jawab untuk semua komunikasi internal dan eksternal b. Mengurus hal-hal seperti buletin karyawan, laporan bisnis
tahunan dan siaran pers.
46
BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui kuesioner kepada pengunjung pasar modern (Alfamart) yang dijadikan sebagai responden, maka dapat diketahui karakteristik setiap responden.
Karakteristik/identitas responden yang diukur dalam kuesioner meliputi : karakteristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, profesi/ pekerjaan, pengeluaran rutin per bulan, dan frekuensi berbelanja di pasar modern (Alfamart) selama bulan April 2014.
Pada tabel berikut ini adalah pengelompokkan responden berdasarkan usia:
Tabel 5.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Responden Presentase
17 - 21 Tahun 29 23.2 %
22 - 26 Tahun 44 35.2 %
27 - 31 Tahun 37 29.6 %
> 31 Tahun 15 12 %
Jumlah Total: 125 100 %
Sumber : Data Primer (Kuesioner), diolah 2014
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa responden berumur antara 22-26 tahun paling banyak yaitu sebesar 35,2%, sedangkan yang paling sedikit adalah responden berumur > 31 tahun yaitu sebesar 12%.
47
Berikutnya tabel 5.2 memperlihatkan responden berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 5.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah
Responden Presentase
Laki-Laki 43 34.4 %
Perempuan 82 65.6 %
Jumlah Total: 125 100 %
Sumber : Data Primer (Kuesioner), diolah 2014
Berdasarkan jenis kelamin, responden terdiri dari 82 orang dengan persentase 65,6 % berjenis kelamin perempuan dan 43 orang berjenis kelamin laki-laki dengan persentase 34,4 %.
Tabel 5.3 berikut memperlihatkan responden yang dikelompokkan berdasarkan pendidikan terakhir:
Tabel 5.3
Karakterisitk Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Responden Presentase
SD/Sederajat 0 0 %
Sumber : Data Primer (Kuesioner), diolah 2014
Berdasarkan pendidikan terakhir yang dimiliki para responden, terdiri atas 69 orang dengan pendidikan terakhir sarjana dengan persentase 55,2%, 38 orang tingkat pendidikan terakhir SMA/ sederajat
48
dengan persentase 30,4 dan 18 orang dengan persentase 14,4%
pendidikan terakhir lain- lain.
Tabel 5.4 berikut, responden dikelompokkan berdasarkan profesi atau pekerjaan mereka.
Tabel 5.4
Karakteristik Reponden Berdasarkan Profesi / Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah
Responden Presentase
Pelajar/Mahasiswa 32 25.6 %
Pegawai Negeri/Karyawan 53 42.4 %
Wiraswasta 31 24.8 %
Lain-Lain 9 7.2 %
Jumlah Total 125 100 %
Sumber : Data Primer (Kuesioner), diolah 2014
Dari data di atas diketahui karakteristik profesi responden yang paling dominan yaitu diikuti pegawai negeri / karyawan sebanyak 53 orang dengan persentase 42,4%, diikuti pelajar/mahasiswa sebanyak 32 orang dengan presentase 25.6% selanjutnya wiraswasta 31 orang dengan persentase 24,8% dan lain-lain sebanyak 9 orang dengan persentase 7,2 %.
Tabel 5.5
Karakteristik Responden berdasarkan frekuensi berbelanja di Alfamart selama bulan April 2014
Frekuensi Belanja Jumlah Responden Presentase
1 - 5 Kali 87 69.6 %
> 5 Kali 38 30.4 %
Jumlah Total 125 100 %
Sumber : Data Primer (Kuesioner), diolah 2014
49
Tabel 5.5 menunjukkan bahwa 87 orang responden dengan persentase 69,6% memiliki frekuensi berbelanja sebanyak 1 – 5 kali selama bulan April 2014, sedangkan 38 orang responden dengan persentase 30,4% memiliki frekuensi berbelanja sebanyak > 5 kali selama bulan April 2014.
Tabel 5.6 berikut, Frekuensi rata-rata pengeluaran responden dalam sebulan.
Tabel 5.6
Frekuensi rata-rata pengeluaran responden dalam Sebulan Pengeluaran Perbulan Jumlah Responden Presentase
< Rp.500.000 20 16 %
Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000 35 28 %
Rp. 1.000.000 - Rp.1.500.000 46 36.8 %
> Rp. 1.500.000 24 19.2 %
Jumlah Total 125 100 %
Sumber : Data Primer (Kuesioner), diolah 2014
Berdasarkan frekuensi rata-rata pengeluaran responden dalam waktu sebulan, sebanyak 20 orang dengan persentase 16% rata-rata pengeluaran < Rp 500.000, dan sebanyak 35 orang dengan persentase 28% rata-rata pengeluaran Rp. 500.000 - Rp 1 juta, dan sebanyak 46 orang dengan persentase 36,8% rata-rata pengeluaran Rp 1 juta – 1,5 juta, serta 24 orang dengan persentase 19,2% dengan rata-rata pengeluaran > Rp 1,5 juta.
50
B. Penentuan Range
Survey ini menggunakan skala Likert dengan skor tertinggi di tiap pertanyaannya adalah 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden sebanyak 125 orang, maka:
Skor tertinggi : 125 x 5 = 625 Skor terendah : 125 x 1 = 125
Sehingga range untuk hasil survey = 625 – 125 = 100 5
Range skor:
125 – 225 : Sangat Tidak Berpengaruh 225 – 325 : Tidak Berpengaruh
325 – 425 : Cukup Berpengaruh 425 – 525 : Berpengaruh
525 – 625 : Sangat Berpengaruh
C. Deskripsi Variabel Strata Sosial, Keluarga, Gaya HIdup, danMotivasi dan Perhitungan Skor Variabel (X)
Untuk melihat tanggapan responden terhadap indikator-indikator dan juga penghitungan skor bagi variabel Perilaku Konsumen yang terbagi atas empat, yakni Strata Sosial (X1), Keluarga (X2), Gaya HIdup (X3), dan Motivasi (X4), serta Keputusan Konsumen untuk Berbelanja di Pasar Modern (Alfamart) (Y), mari kita uraikan sebagai berikut :
1. Pertanyaan mengenai variabel Strata Sosial (X1)
Indikator – indikator dari variabel ini terbagi atas empat. Hasilnya
51
dapat kita lihat pada tabel berikut:
Tabel 5.7
Tanggapan Responden terhadap variabel Strata Sosial (X1)
Sumber: data diolah, 2014
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel Strata Sosial berada pada range keempat (berpengaruh), yang berarti bahwa strata sosial yang terdiri dari indikator pekerjaan, pendapatan dan kedudukan dimasyarakat berpengaruh dalam membuat konsumen memilih berbelanja di pasar modern (Alfamart).
2. Pertanyaan mengenai variabel Keluarga (X2)
Indikator – indikator dari variabel ini terbagi atas tiga. Hasilnya
N keputusan anda dalam memilih tempat keputusan anda dalam memilih tempat keputusan anda dalam memilih tempat anda berbelanja.
14 11,2 52 41,6 43 34,4 15 12 1 0,8 438
Rata-Rata 445,5
52
dapat kita lihat pada tabel berikut:
Tabel 5.8
Tanggapan Responden terhadap variabel Keluarga (X2)
Sumber: data diolah, 2014
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel Keluarga berada pada range ketiga (cukup berpengaruh), yang berarti bahwa variabel keluarga dalam pengambilan keputusan untuk berbelanja pada Alfamart (pasar modern) cukup memberi pengaruh kepada konsumen dalam memutuskan tempat berbelanjanya.
3. Pertanyaan mengenai variabel Gaya Hidup (X3)
Indikator – indikator dari variabel ini terbagi atas empat. Hasilnya dapat kita lihat pada tabel berikut:
NO
keputusan anda dalam memilih tempat menemani anda ketika berbelanja di Alfamart (pasar modern)
8 6,4 44 35,2 55 44 16 12,8 2 1,6 413
Rata-rata 419,6
53
Tabel 5.9
Tanggapan Responden terhadap Gaya Hidup (X3)
Sumber: data diolah, 2014
Dari hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel Gaya Hidup berada pada range ketiga (cukup berpengaruh), yang berarti bahwa gaya hidup yang dimiliki oleh seseorang yang terdiri dari minat, pendapat dan aktifitas, memiliki pengaruh yang cukup terhadap keputusan konsumen untuk berbelanja di Alfamart (pasar modern).
4. Pertanyaan mengenai variabel Motivasi (X4)
Indikator – indikator dari variabel ini terbagi atas lima. Hasilnya dapat kita lihat pada tabel berikut:
N sebagai sebuah tempat berbelanja bangga jika berbelanja di pasar modern (Alfamart)
10 8 57 45,6 43 34,4 10 8 5 4 432
Rata-Rata 401,7
54
Tabel 5.10
Tanggapan Responden terhadap Motivasi (X4)
Sumber: data diolah, 2014
Dari hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel Motivasi berada pada range ketiga (cukup berpengaruh), yang berarti bahwa Motivasi yang dimiliki oleh seseorang yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan pencitraan/penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri memiliki pengaruh yang cukup terhadap keputusan konsumen untuk berbelanja di Alfamart (pasar modern).
N karena Alfamart dapat memberikan rasa oleh pencitraan yang tinggi pada pasar
55
D. Deskripsi Variabel Keputusan Konsumen dan Perhitungan Skor Variabel (Y)
Tabel 5.11
Tanggapan Responden terhadap Variabel Keputusan Konsumen (Y)
Sumber: data diolah, 2014
Tabel diatas memperlihatkan bahwa ada empat indikator yang digunakan untuk mengetahui keputusan konsumen menurut Freddy Rangkuti. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa tanggapan responden terhadap variabel keputusan konsumen untuk berbelanja di pasar modern (Alfamart) berada pada range ketiga (cukup berpengaruh), yang berarti bahwa keputusan konsumen yang terjadi oleh responden yang terdiri dari pencarian informasi, evaluasi alternatif,
Anda mengetahui bahwa Alfamart yang anda ketahui
Anda menyadari bahwa Alfamart paling mampu memenuhi barang-barang kebutuhan anda.
12 9,6 43 34,4 48 38,4 21 16,8 1 0,8 416
3
Setiap kali anda memiliki keinginan untuk berbelanja barang kebutuhan, anda memutuskan untuk datang ke Alfamart.
10 8 41 32,8 54 43,2 20 16 0 0 415
4 Anda puas dengan
pelayanan di Alfamart 15 12 34 27,2 52 41,6 24 19,2 0 0 419
Rata-rata 421,2
56
57
E. Hasil Analisis Regresi
Berdasarkan data penelitian yang telah dikumpulkan melalui kuesioner, baik untuk variabel terikat yakni keputusan konsumen untuk berbelanja di pasar modern (Alfamart) (Y) maupun variabel bebas yang meliputi strata sosial (X1), keluarga (X2), gaya hidup (X3) dan motivasi (X4) yang diolah dengan menggunakan
Berdasarkan data penelitian yang telah dikumpulkan melalui kuesioner, baik untuk variabel terikat yakni keputusan konsumen untuk berbelanja di pasar modern (Alfamart) (Y) maupun variabel bebas yang meliputi strata sosial (X1), keluarga (X2), gaya hidup (X3) dan motivasi (X4) yang diolah dengan menggunakan