BAB II KAJIAN TEOR
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Analisis Deskriptif
4.1.1.3 Analisis Deskriptif Motivasi Belajar
Data mengenai variabel motivasi belajar diperoleh dengan menggunakan metode angket dengan indikator sebanyak 5. Jumlah butir soal sebanyak 15 pernyataan. Berikut gambaran rinci dari motivasi belajar :
a. Tekun Menghadapi Tugas
Dari hasil perhitungan, berikut deskripsi presentase indikator ulet menghadapi kesulitan :
Tabel 4.21Deskripsi Statistik Indikator Tekun Menghadapi Tugas Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Mean
Std. Deviation Variance tekun 94 9.00 6.00 15.00 11.7660 2.19690 4.826 Valid N (listwise) 94
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 18)
Dari tabel 4.21, menunjukkan bahwa untuk indikator tekun menghadap tugas sebesar 80% yang diperoleh dari 12/15*100%=80%. Jika ditinjau dari jawaban responden, maka :
Tabel 4.22 Deskripsi Indikator Tekun Menghadapi Tugas No. Interval Persentase Interval Frekuensi % Kriterias
1 84%<skor≤100% 19 – 22 40 42, 55% Sangat Tinggi 2 68%<skor ≤ 84% 15 – 18 32 34, 04% Tinggi 3 52%<skor≤68% 11 – 14
17 18, 09% Cukup Tinggi 4 36%<skor≤52% 7 – 10 5 5, 32% Rendah 5 20%<skor≤36% 3– 6 0 0, 00% Sangat Rendah
Jumlah
123 100%
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 22)
Tabel 4.22 menunjukkan bahwa ketekunan siswa dalam menghadapi tugas sudah sangat baik, dilihat dari banyaknya siswa yang menjawab pernyataan terkait tekun menghadapi tugas dengan jawaban sangat sesuai sebesar 42, 55%. Ketekunan siswa dalam menghadapi tugas akan sangat membantu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan sebanyak 32 siswa dalam kategori tinggi atau 34, 04%, 18, 09% kategori cukup, dan 5, 32% untuk kategori rendah.
b. Ulet Menghadapi Kesulitan
Dari hasil perhitungan, berikut deskripsi presentase indikator ulet menghadapi kesulitan :
Tabel 4.23 Deskripsi Statistik Indikator Ulet Menghadapi Kesulitan Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Mean
Std. Deviation Variance ulet 94 10.00 10.00 20.00 16.0000 2.58615 6.688 Valid N (listwise) 94
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 18)
Dari hasil perhitungan pada tabel 4.23, dapat diketahui bahwa indikator ulet menghadapi tugas tergolong baik dengan persentase sebesar 80%, dari hasil perhitungan 16/20*100%=80%. Hal ini menunjukkan siswa telah mampu memacu dirinya sendiri untuk pantang menyerah saat menemui kesulitan. Untuk rincian jawaban responden dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.24 Deskripsi Indikator Ulet Menghadapi Kesulitan No. Interval Persentase Interval Frekuensi % Kriterias
1 84%<skor≤100% 20 – 23 47 50, 00% Sangat Tinggi 2 68%<skor ≤ 84% 16– 19 29 30, 85% Tinggi 3 52%<skor≤68% 12 – 15 16 17, 02% Cukup Tinggi
4 36%<skor≤52% 8 – 11 2 2, 13% Rendah
5 20%<skor≤36% 4 – 7 0 0, 00% Sangat Rendah
Jumlah
123 100%
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 22)
Tabel 4.24 menunjukkan, untuk indikator ulet menghadapi kesulitan termasuk dalam kriteria yang sangat tinggi dengan persentase sebesar 50, 00%. Sedang pada kriteria tingii sebesar 30, 85%. Untuk kriteria cukup, ditunjukkan
dengan hasil sebesar 17, 02%, dan 2, 13 pada kriteria rendah.
c. Senang Bekerja Mandiri
Dari hasil perhitungan, berikut deskripsi presentase indikator senang bekerja mandiri :
Tabel 4.25 Deskripsi Statistik Indikator Senang Bekerja Mandiri Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Mean
Std. Deviation Variance kerjamandiri 94 9.00 6.00 15.00 11.8298 2.38561 5.691 Valid N (listwise) 94
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 18)
Dari tabel 4.25 menunjukkan bahwa indikator senang bekerja mandiri termasuk dalam kriteria tinggi, yaitu 80% yang diperoleh dari 12/15*100%=80%. Sikap senang bekerja mandiri ini bukan berarti siswa menjadi egois, tidak mau membantu teman yang kesulitan. Namun lebih kepada motivasinya sendiri untuk dapat menyelesaikan tugasnya sendiri dan bukan bergantung dengan temannya. Rincian dari jawaban responden dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.26 Deskripsi Indikator Senang Bekerja Mandiri
No. Interval
Persentase
Interval Frekuensi % Kriterias
1 84%<skor≤100% 15 – 17 43 45, 74% Sangat Tinggi 2 68%<skor ≤ 84% 12 – 14 26 27, 66% Tinggi 3 52%<skor≤68% 9 – 11 21 22, 34% Cukup Tinggi
4 36%<skor≤52% 6– 8 4 4, 26% Rendah
5 20%<skor≤36% 3– 5 0 0, 00% Sangat Rendah
Jumlah
123 100%
Dari tabel 4.26, terbukti bahwa motivasi siswa dilihat dari indikator senang bekerja mandiri termasuk dalam kriteria sangat tinggi yakni sebesar 45, 74%. Untuk indikator tinggi sebesar 27, 66%, kriteria cukup sebesar 22, 34%, dan kriteria rendah sebesar 4, 26%.
d. Dapat Mempertahankan Pendapatnya
Dari hasil perhitungan, berikut deskripsi presentase indikator dapat mempertahankan pendapatnya :
Tabel 4.27 Deskripsi Statistik Indikator Dapat Mempertahankan Pendapatnya
Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Variance pertahankanpendapat 94 6.00 4.00 10.00 7.6915 1.52419 2.323 Valid N (listwise) 94
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 18)
Tabel 4.27 menunjukkan indikator dapat mempertahankan pendapat sudah baik dengan persentase sebesar 80% dari perhitungan 8/10*100%=80%. Dapat mempertahankan pendapat merupakan ketegasan sikapnya untuk dapat memperjuangkan yang diyakininya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh jawaban temannya. Namun ini bukan berarti siswa tidak mau menerima pendapat temannya.. Jawaban responden dari indikator ini disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.28 Deskripsi Indikator Dapat Mempertahankan Pendapat No. Interval Persentase Interval Frekuensi % Kriterias
1 84%<skor≤100% 10 – 11 32 34, 04% Sangat Tinggi 2 68%<skor ≤ 84% 8 – 9
42 44, 68% Tinggi
3 52%<skor≤68% 6 – 7 7 7, 45% Cukup Tinggi 4 36%<skor≤52% 4 – 5 13 13, 83% Rendah
5 20%<skor≤36% 2 – 3 0 0, 00% Sangat Rendah
Jumlah
123 100%
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 22)
Tabel 4.28 menunjukkan jawaban responden untuk indikator dapat mempertahankan pendapatnya tergolong tinggi, yakni sebesar 44, 68%. Sebanyak 32 siswa atau 34, 04% menyatakan dapat mempertahankan pendapat pada kriteria yang sangat tinggi. Kriteria cukup ditunjukkan oleh banyaknya jawaban dari responden sebanyak 7 siswa atau sebesar 7, 45%. Dan untuk kriteria rendah sebesar 13, 83%.
e. Senang Memecahkan Masalah Soal
Dari hasil perhitungan, berikut deskripsi presentase indikator senang mencari dan memecahkan masalah soal :
Tabel 4.29 Deskripsi Statistik Indikator Senang Mencari dan Memecahkan Masalah Soal
Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Variance senangpecahkansoal 94 12.00 8.00 20.00 14.8404 2.98492 8.910 Valid N (listwise) 94
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 18)
Pada tabel 4.29 menunjukkan bahwa indikator senang mencari dan memecahkan masalah soal termasuk kriteria yang tinggi, yaitu sebesar 75% dari hasil perhitungan 15/20*100%=75%. Untuk rincian dari jawaban responden, dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.30 Deskripsi Indikator Senang Mencari dan Memecahkan Masalah Soal
1 84%<skor≤100% 25 – 29 30 31, 91% Sangat Tinggi 2 68%<skor ≤ 84% 20 – 24 34 36, 17% Tinggi 3 52%<skor≤68% 15 – 19 19 20, 21% Cukup Tinggi 4 36%<skor≤52% 10 – 14 11 11, 70% Rendah 5 20%<skor≤36% 5 –9 0 0, 00% Sangat Rendah
Jumlah
123 100%
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 22)
Berdasarkan tabel 4.30, motivasi siswa untuk variabel senang mencari dan memecahkan masalah soal didominasi pada kriteria yang tinggi yaitu sebesar 36, 17% atau 34 siswa. Kriteria sangat tinggi ditunjukkan sebesar 31, 91%, kriteria cukup sebesar 20, 21%, dan 11, 70% untuk kriteria yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa minat siswa untuk memperkaya pengetahuaannya melalui latihan soal sudah baik dengan motivasinya untuk mencari masalah soal.
Tabel 4.31 Analisis Deskriptif Variabel Motivasi Belajar
No. Indikator Persentase Kriteria
1 Tekun menghadapi tugas 80% Tinggi
2 Ulet menghadapi kesulitan 80% Tinggi
3 Senang bekerja mandiri 80% Tinggi
4 Dapat mempertahankan pendapatnya 80% Tinggi 5 Senang mencari dan memecahkan
masalah soal
75% Tinggi
Berdasarkan tabel 4.31, masing-masing indikator telah tercermin bahwa motivasi belajar siswa sudah baik dengan besaran persentase yang bervariasi. Namun, dari kelima indikator tersebut walaupun sudah tergolong baik ada satu indikator yang nilai persentasenya lebih rendah, yaitu senang mencari dan memecahkan masalah soal. Oleh karena itu, agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang baik dibutuhkan usaha dengan mencari tambahan referensi soal untuk pengayaan materi.
Tabel 4.32 Deskripsi Statistik Variabel Motivasi Belajar Descriptive Statistics
N Range Minimum Maximum Mean
Std. Deviation Variance motivasibelajar 94 38.00 37.00 75.00 62.1277 9.86275 97.274 Valid N (listwise) 94
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 18)
Tabel 4.32 menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sudah baik, yaitu sebesar 83% dari hasil perhitungan 62/75*100%= 83%. Jawaban responden atas deskripsi statistik ini dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.33 Analisis Deskriptif Variabel Motivasi Belajar No. Interval Persentase Interval Frekuensi % Kriterias
1 84%<skor≤100% 73 – 86 37 39, 36% Sangat Tinggi 2 68%<skor ≤ 84% 59 – 72 35 37, 23% Tinggi 3 52%<skor≤68% 45 – 58 18 19, 15% Cukup Tinggi
4 36%<skor≤52% 31 –44 4 4, 26% Rendah
5 20%<skor≤36% 17– 30 0 0, 00% Sangat Rendah
Jumlah
123 100%
Sumber : Data primer yang diolah, 2015 (lampiran 22)
Pada tabel 4.33 menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa tergolong pada kriteria yang sangat tinggi. Ini berarti bahwa siswa telah mampu memotivasi dirinya untuk dapat mengembangkan diri dalam mengikuti pembelajaran sehingga hasil yang dicapai juga akan baik.