• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Deskriptif Variabel Penelitian a. Analisis deskriptif Variabel Bukti Fisik (X 1 )

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar

4.2 Hasil Penelitian

4.2.2 Analisis Deskriptif Variabel Penelitian a. Analisis deskriptif Variabel Bukti Fisik (X 1 )

Tabel 4.4

Frekuensi Responden Variabel Bukti Fisik (X1)

Sumber : Data Diolah (April 2013)

1. Kebersihan, kerapian, dan kenyamanan ruangan Rumah Sakit Vita Insani pematangsiantar baik. Menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 5 responden, tidak setuju tidak ada responden, kurang setuju sebanyak 22 responden, setuju sebanyak 52 responden dan sangat setuju sebanyak 11 responden . Hal ini mengidentifikasikan bahwa kebersihan, kerapian kamap pasien sudah sangat baik

2. Tata ruang eksterior (gedung, kantin, parker, kantor, kamar mandi) dan interior (ruangan pemerikasaan dan perawatan) Rumah Sakit Vita Insani

Tanggapan Responden STS TS KS S SS Total Pernyataan F % F % F % F % F % F % 1 5 6 - - 22 24 52 58 11 12 90 100 2 5 6 - - 29 32 56 62 - - 90 100 3 5 6 - - 47 52 38 42 - - 90 100 4 5 6 - - 54 60 31 34 - - 90 100

Pematangsiantar baik. Sangat tidak setuju sebanyak 5 responden, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 29 responden, dan setuju sebanyak 56 responden dan sangat setuju tidak ada . Hal ini mengidentifikasikan bahwa keadaan tata ruang eksterior dan interior rumah sakit ini sudah lumayan baik terlihat dari jawaban responden yang kebayakan setuju.

3. Peralatan medis yang dipakai Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar telah lengkap. Sangat tidak setuju sebanyak 5 responden, tidak setuju tidak ada, dan kurang setuju sebayak 47 responden, setuju sebanyak 38 responden dan sangat setuju tidak ada . Hal ini mengidentifikasikan bahwa kurang lengkapnya peralatan medis dan tidak terjaga kebersihannya peralatan yang ada di rumah sakit ini.

4. Penampilan para pelaku medis baik dokter maupun suster Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar rapi. Sangat tidak setuju sebesar 5 responden, tidak setuju tidak ada, 54 responden yang menyatakan kurang setuju , dan 31 responden yang menyatakan setuju dan tidak ada responden untuk sangat setuju. Hal ini mengidentifikasikan bahwa penampilan para medis masih kurang baik dan rapi dan sangat mengganggu pasien maupun keluarga pasien.

Tabel 4.5

Frekuensi Responden Variabel Kehandalan (X2)

Sumber : Data Diolah (April 2013)

1. Prosedur penerimaan pasien Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar tidak berbelit-belit. Menyatakan sangat tidak setuju , tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 15 responden, setuju sebesar 75 responden dan sangat setuju tidak ada . Hal ini mengidentifikasikan bahwa memang benar prosedur penerimaan pasien tidak berbelit-belit dan mudah.

2. Pelayanan, pemeriksaan dan pengobatan Rumah Sakit Vita Insani sangat baik. Menyatakan sangat tidak setuju , tidak setuju tidak ada , kurang setuju sebanyak 49 responden, setuju sebanyak 41 responden dan sangat setuju tidak ada. Hal ini mengidentifikasikan bahwa pelayanan, perawatan yang diberikan pihak rumah sakit sangat baik

3. Jadwal pelayanan Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar dijalankan dengan tepat waktu . Menyatakan sangat tidak setuju , tidak setuju tidak ada , kurang setuju sebanyak 82 responden, setuju sebanyak 8 responden dan sangat setuju

Tanggapan Responden STS TS KS S SS Total Pernyataan F % F % F % F % F % F % 1 - - - - 15 17 75 83 - - 90 100 2 - - - - 49 54 41 46 - - 90 100 3 - - - - 82 91 8 9 - - 90 100

tidak ada . Hal ini mengidentifikasikan bahwa jadwal pelayanan rumah sakit ini masih belum sesuai dengan waktu atau tidak tepat waktu.

c. Analisis Deskriptif Variabel Ketanggapan (X3) Tabel 4.6

Frekuensi RespondenVariabel ketanggapan (X3)

Sumber : Data Diolah (April 2013)

1. Kemampuan paramedis untuk Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar cepat tanggap menyelesaikan keluhan pasien. Menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 24 responden, dan setuju sebanyak 54 responden dan sangat setuju sebanyak 12 responden. Hal ini mengidentifikasikan bahwa para medis cepat tanggap dalam menyelesaikan keluhan pasiennya.

2. Petugas Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti. Menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada , kurang setuju sebanyak 24 responden, dan setuju sebanyak 47 responden dan sangat setuju sebanyak 19 responden. Hal ini mengidentifikasikan bahwa petugas rumah sakit sudah memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti pasien.

Tanggapan Responden STS TS KS S SS Total Pernyataan F % F % F % F % F % F % 1 - - - - 24 27 54 60 12 13 90 100 2 - - - - 24 27 47 52 19 21 90 100 3 - - - - 24 27 65 72 1 1s 90 100

3. Tindakan Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar cepat pada saat pasien membutuhkan. Menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada , kurang setuju sebanyak 24 responden, dan setuju sebesar 65 responden dan sangat setuju sebanyak 1 responden. Hal ini mengidentifikasikan bahwa tindakan para medis cepat pada saat pasien membutuhkan.

d. Analisis Deskriptif Variabel Jaminan (X4) Tabel 4.7

Frekuensi Respoden Variabel Jaminan (X4)

Sumber : Data Diolah (April 2013)

1. Kemampuan para dokter Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar dalam melakukan diagnosis penyakit sudah tepat. Menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 17 responden, dan setuju sebanyak 73 responden dan sangat setuju tidak ada . Hal ini mengidentifikasikan bahwa para dokter rata-rata selalu tepat dalam mendiagnosa penyakit pasien.

2. Keterampilan yang baik dari para medis dan petugas lainnya dalam bekerja . Menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 84

Tanggapan Responden STS TS KS S SS Total Pernyataan F % F % F % F % F % F % 1 - - - - 17 19 73 81 - - 90 100 2 - - - - 84 93 6 7 - - 90 100 3 - - - - 46 51 44 49 - - 90 100

responden, dan setuju sebanyak 6 responden dan sangat setuju tidak ada . Hal ini mengidentifikasikan bahwa pasien menilai para medis masih kurang terampil dalam menjalankan tugasnya.

3. Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar memiliki pelayanan yang sopan dan ramah terutama kepada pasien rawat inap. Menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada , kurang setuju sebanyak 46 responden, dan setuju sebanyak 44 responden dan sangat setuju tidak ada. Hal ini mengidentifikasikan bahwa para medis maupun pegawai memiliki sopan santun dan keramahtamahan yang baik.

e. Analisis Deskriptif Variabel Empati (X5) Tabel 4.8

Frekuensi Responden Variabel Empati (X5)

Sumber : Data Diolah (April 2013)

1. Perhatian yang diberikan para medis kepada pasien sudah baik. Menyatakan sangat tidak setuju tidak ada responden, tidak setuju tidak ada , kurang setuju sebanyak 22 responden, setuju sebanyak 59 responden dan sangat

Tanggapan Responden STS TS KS S SS Total Pernyataan F % F % F % F % F % F % 1 - - - - 22 25 59 65 9 10 90 100 2 - - - - 22 25 38 42 30 33 90 100 3 - - - - 22 25 59 65 9 10 90 100

setuju sebanyak 9 responden . Hal ini mengidentifikasikan bahwa adanya perhatian yang baik yang diberikan pihak rumah sakit terhadap pasiennya.

2. Para medis mau mendengarkan keluhan pasien ataupun keluarga pasien. Menyatakan sangat tidak setuju tidak ada responden, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 22 responden, setuju sebanyak 38 responden dan sangat setuju sebanyak 30 responden. Hal ini mengidentifikasikan bahwa para medis mau mendengarkan keluhan yang dikeluarkan oleh para pasien ataupun keluarga pasien.

3. Pelayanan kepada semua pasien tanpa memandang status sosial. Menyatakan sangat tidak setuju tidak ada responden, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 22 responden, setuju sebanyak 59 responden dan sangat setuju sebanyak 9 responden . Hal ini mengidentifikasikan bahwa para medis rumah sakit ini tidak pandang bulu dalam memberikan pelayanannya.

f. Analisis Deskriptif Variabel Citra Merek (Y) Tabel 4.9

Frekuensi Responden Variabel Citra Merek (Y)

Tanggapan Responden STS TS KS S SS Total Pernyataan F % F % F % F % F % F % 1 - - - - 17 19 28 31 45 50 90 100 2 - - - - 17 19 28 31 46 50 90 100 3 - - - - 24 27 21 23 45 50 90 100 4 - - - - 17 18 73 81 - - 90 100

Sumber : Data Diolah (April 2013)

1. Pelayanan rumah sakit ini memiliki standar kualitas yang baik. Menyatakan sangat tidak setuju tidak ada responden, tidak setuju tidak ada , kurang setuju sebanyak 17 responden, setuju sebanyak 28 responden dan sangat setuju sebanyak 45 responden. Hal ini mengidentifikasikan bahwa rumah sakit ini mempunyai kualitas yang baik di tengah-tengah masyarakat.

2. Rumah sakit ini memiliki citra yang baik. Menyatakan sangat tidak setuju tidak ada responden, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 17 responden, setuju sebanyak 28 responden dan sangat setuju 45 responden.Hal ini mengidentifikasikan bahwa rumah sakit ini memiliki citra yang baik terbukti dengan banyaknya masyarakat yang berobat ke rumah sakit ini.

3. Rumah sakit ini paling banyak dikunjugi oleh masyarakat. Menyatakan sangat tidak setuju tidak ada responden, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 24 responden setuju sebanyak 21 responden dan sangat setuju sebanyak 45 responden. Hal ini mengidentifikasikan bahwasannya memang benar kebanyakan masyarakat Pematangsiantar banyak yang berobar ke rumah sakit Vita Insani.

4. Pelayanan rumah sakit ini sebanding dengan harganya. Sangat tidak setuju, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 17 responden , dan setuju sebanyak 73 responden dan sangat setuju tidak ada. Hal in mengidentifikasikan bahwa harga

yang diberikan rumah sakit ini masih sesuai dengan kantong masyarakat Pematangsiantar dan tentunya sesuai dengan pelayanan yang diberikan.

5. Pelayanan jasa rumah sakit ini memberikan rasa aman dan nyaman. Menyatakan sangat tidak setuju tidak ada responden, tidak setuju tidak ada, kurang setuju sebanyak 12 responden, setuju sebesar 68 responden dan sangat setuju 9 responden . Hal ini mengidentifikasikan bahwa para pasien maupun keluarga pasien merasa nyaman dan aman ketika berobat ke rumah sakit Vita Insani ini.

4.2.3 Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng.Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan pendekatan grafik dan pendekatan Kolmogorov-Smirnov.

1. Salah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik normal plot dan histogram yang membandingkan antara dua observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal.

Cara pengambilan keputusannya pada metode plot adalah:

a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model garis regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Gambar 4.2 : Normal P-P Plot Uji Normalitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (April 3012)

Gambar 4.3 : Histogram

Pada Gambar 4.2 dapat diketahui bahwa variabel berdistribusi normal, hal ini dapat dilihat pada scatter plot terlihat titik yang mengikuti data disepanjang garis diagonal. Sedangkan pada gambar 4.3 data juga berdistribusi normal, hal ini ditunjukkan oleh gambar tersebut, dimana tidak menceng ke kiri atau kekanan

2. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

Uji normalitas dengan grafik bisa saja terlihat berdistribusi normal, padahal secara statistik tidak berdistribusi normal.Berikut ini pengujian normalitas yang didasarkan dengan uji statistik non-parametik

Kolmogorov-Smirnov (K-S).

Tabel 4.10

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 90

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 1.96582745 Most Extreme Differences Absolute .101

Positive .055

Negative -.101

Kolmogorov-Smirnov Z .957

Asymp. Sig. (2-tailed) .319

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (April 2013)

Berdasarakan Tabel 4.10 terlihat bahwa nilai Asymp Sig (2-tailed) adalah 0.319, ini berarti nilainya diatas nilai signifikan 5% (0.05) dengan kata lain variabel tersebut berdistribusi normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas terjadi karena adanya perubahan situasi yang tidak tergambarkan dalam spesifikasi model regresi. Dalam pengujian ini menggunakan diagram pancar residual. Cara pengambilan keputusan yaitu:

a. Jika diagram pancar membentuk pola-pola tertentu yang teratur, maka regresi mengalami gangguan heteroskedastisitas.

b. Jika diagram pancar tidak membentuk pola atau acak, maka regresi tidak mengalami gangguan heteroskedastisitas.

Gambar 4.4: Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Aril 2013)

Berdasarkan Gambar 4.4 terlihat bahwa titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi hipotesis terbebas dari asumsi heteroskedastisitas.

c. Uji Multikolinieritas

Gejala multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor).Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel

indenpenden manakah yang dijelaskna oleh variabel dependen lainnya.Tolerance adalah mengukur variabalitas variabel independent yang terpilih yang tidak dijelaskan variable independent lainnya. Nilai yang dipakai untuk Tolerance > 0,1 dan VIF > 1, maka tidak terjadi multikolinieritas.

Tabel 4.11 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standar dized Coeffici ents t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) -13.944 3.844 -3.628 .000 BUKTIFISK .015 .091 .013 .167 .868 .819 1.221 KEHANDALAN 1.648 .389 .416 4.232 .000 .544 1.838 KETANGGAPA N .092 .181 .049 .505 .615 .551 1.814 JAMINAN 1.281 .297 .371 4.307 .000 .708 1.412 EMPATI .248 .163 .141 1.518 .133 .607 1.649 a. Dependent Variable: CITRAMEREK

Pada Tabel 4.11memperlihatkan semua nilai variabel independent memiliki nilai Tolerance> 0,1 dan VIF > 1. Hal ini berarti tidak terjadi multikolinieri

4.2.4. Analisis Regresi Linier Berganda

Dokumen terkait