• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor Konfirmatori ( Confirmatory Factor Analysis )

BAB IV ANALISIS DATA DAN PENGUJIAN HIPOTESIS

4.4 Analisis Faktor Konfirmatori ( Confirmatory Factor Analysis )

Analisis faktor konfirmatori dimaksudkan untuk menguji sebuah konsep yang dibangun dengan menggunakan beberapa indikator yang dapat diukur. Dalam penelitian ini analisis faktor konfirmatori digunakan untuk menguji unidimensionalitas masing-masing pembentuk variabel laten. Terdapat dua uji dasar dalam confirmatory factor analysis yaitu uji kesesuaian model dan uji signifikansi bobot faktor. Berikut ini akan disajikan analisis faktor konfirmatori untuk tiap-tiap variabel laten, analisis faktor konfirmatori konstruk eksogen dan analisis faktor konfirmatori konstruk endogen.

4.4.1 Analisis Faktor Konfirmatori Masing-masing Variabel Laten

Penelitian ini menggunakan lima variabel laten yaitu variabel manajemen pengetahuan (knowledge management), pembelajaran organisasional

(organizational learning), orientasi pasar (market orientation), inovasi

(innovation), dan kinerja perusahaan (firm performance). Analisis faktor

konfirmatori dari variabel-variabel tersebut akan disajikan pada ulasan berikut ini.

4.4.1.1 Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Manajemen Pengetahuan Gambar 4.1

CFA Variabel Manajemen Pengetahuan

Sumber: Data Hasil Olahan Penelitian, 2011

a. Uji Kesesuaian Model

Hasil pengujian kesesuaian model pada konfirmatori faktor analisis variabel manajemen pengetahuan menunjukkan bahwa semua nilai goodness of fit yang

ditunjukkan pada kolom hasil olah data telah memenuhi sebagian besar syarat yang ditunjukkan dalam kolom cut of value. Dengan demikian berarti konstruk-konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian telah memenuhi kriteria kelayakan sebuah model. Secara jelas kondisi tersebut dideskripsikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.8

Hasil Pengujian Kelayakan Model Variabel Manajemen Pengetahuan Goodness of Fit

Index

Cut-off Value Hasil Olah

Data

Evaluasi Model

Chi-Square < 3,841 (df=1; p=0,05) 0,195 Baik

Probabilitas ≥ 0,05 0,659 Baik

GFI 0,90 ≤ GFI < 1,00 0,999 Baik

AGFI 0,90 ≤ AGFI < 1,00 0,992 Baik

TLI 0,95 ≤ AGFI < 1,00 1,014 Marginal

RMSEA ≤ 0,08 0,000 Baik

CFI 0,95 ≤ CFI < 1,00 1,000 Marginal

CMIN/DF ≤ 2,00 0,195 Baik

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian, 2011

b. Nilai factor loading

Nilai factor loading dari masing-masing indikator pembentuk variabel manajemen pengetahuan memiliki nilai critical ratio > 1,96 dan tingkat P (signifikansi) < 0.05.

Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut secara signifikan merupakan dimensi dari variabel laten yang dibentuk. Hal ini ditunjukkan dalam tabel 4.9 berikut ini.

Tabel 4.9

Hasil Uji Regression Weights Pada Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Manajemen Pengetahuan

Estimate S.E. C.R. P Label x1 <--- MANAJEMEN PENGETAHUAN_(MP) 1,000 x2 <--- MANAJEMEN PENGETAHUAN_(MP) 1,000 x3 <--- MANAJEMEN PENGETAHUAN_(MP) .978 .085 11.554 *** par_1

Sumber : Data Hassil Olahan Penelitian, 2011

Variabel manajemen pengetahuan dibentuk oleh tiga indikator. Variabel tersebut dicerminkan oleh indikator X1 (pemerolehan pengetahuan) sebesar 0,87; X2 (penyebarluasan pengetahuan) sebesar 0,86, dan X3 (respon terhadap pengetahuan) sebesar 0,85. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa indikator yang dominan membentuk variabel manajemen pengetahuan adalah pemerolehan pengetahuan pengetahuan. Berikut ini ditampilkan penilaian model pengukuran variabel manajemen pengetahuan (tabel 4.10) untuk melengkapi pembahasan ini.

Tabel 4.10

Penilaian Model Pengukuran Variabel Manajemen Pengetahuan

Indikator Bentuk Persamaan

X1 X1= 0,87+e1

X2 X2= 0,86+e2

X3 X3= 0,85+e3

Berdasarkan hasil pengujian yang disajikan dalam Tabel 4.10 terlihat bahwa indikator pada variabel laten memiliki nilai lambda atau factor loading yang lebih besar daripada 0.40, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator tersebut secara bersama-sama menunjukkan unidimensionalitas untuk variabel latennya.

4.4.1.2 Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Pembelajaran Organisasional Gambar 4.2

CFA Variabel Pembelajaran Organisasional

Sumber: Data Hasil Olahan Penelitian, 2011

a. Uji Kesesuaian Model

Hasil pengujian kesesuaian model pada konfirmatori faktor analisis variabel pembelajaran organisasional dideskripsikan dalam tabel 4.11. Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa semua nilai goodness of fit telah memenuhi semua syarat

yang ditunjukkan dalam kolom cut of value. Dengan demikian berarti konstruk-konstruk yang digunakan untuk membentuk model penelitian telah memenuhi kriteria kelayakan sebuah model atau dengan data empiris. Berikut ini tabel 4.11 yang menjadi pijakan dalam uji kesesuaian/kelayakan model.

Tabel 4.11

Hasil Pengujian Kelayakan Model Variabel Pembelajaran Organisasional Goodness of Fit

Index

Cut-off Value Hasil Olah

Data

Evaluasi Model

Chi-Square < 11,071 (df=5; p=0,05) 5,948 Baik

Probabilitas ≥ 0,05 0,311 Baik

GFI 0,90 ≤ GFI < 1,00 0,977 Baik

AGFI 0,90 ≤ AGFI < 1,00 0,932 Baik

TLI 0,95 ≤ AGFI < 1,00 0,990 Baik

RMSEA ≤ 0,08 0,043 Baik

CFI 0,95 ≤ CFI < 1,00 0,995 Baik

CMIN/DF ≤ 2,00 1,190 Baik

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian, 2011

b. Nilai factor loading

Nilai factor loading dari masing-masing indikator pembentuk variabel pembelajaran organisasional memiliki nilai critical ratio > 1,96 dan tingkat P (signifikansi) < 0.05.

Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut secara signifikan merupakan dimensi dari variabel laten yang dibentuk. Hal ini ditunjukkan dalam tabel 4.12 berikut ini.

Tabel 4.12

Hasil Uji Regression Weights Pada Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Manajemen Pembelajaran Organisasional

Estimate S.E. C.R. P Label x4 <--- PEMBELAJARAN ORGANISASIONAL_(PO) 1.000 x5 <--- PEMBELAJARAN ORGANISASIONAL_(PO) .917 .127 7.242 *** par_1 x6 <--- PEMBELAJARAN ORGANISASIONAL_(PO) 1.022 .123 8.299 *** par_2 x7 <--- PEMBELAJARAN ORGANISASIONAL_(PO) .664 .128 5.207 *** par_3 x8 <--- PEMBELAJARAN ORGANISASIONAL_(PO) .875 .127 6.894 *** par_4

Sumber : Data Hassil Olahan Penelitian, 2011

Variabel pembelajaran organisasional dibentuk oleh lima indikator. Variabel tersebut dicerminkan oleh indikator X4 (pembelajaran yang berkelanjutan) sebesar 0,80; X5 (penyelidikan dan dialog) sebesar 0,74; X6 (pembelajaran tim) sebesar 0,81; X7 (dukungan terhadap karyawan) sebesar 0,53, dan X8 (kepemimpinan strategis untuk belajar) sebesar 0,70. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa indikator yang dominan membentuk variabel pembelajaran organisasional adalah pembelajaran tim. Berikut ini ditampilkan penilaian model pengukuran variabel pembelajaran organisasional (tabel 4.13) untuk melengkapi pembahasan ini.

Tabel 4.13

Penilaian Model Pengukuran Variabel Pembelajaran Organisasional

Indikator Bentuk Persamaan

X4 X4= 0,80+e4

X5 X5= 0,74+e5

X6 X6= 0,81+e6

X7 X7= 0,53+e7

X8 X8= 0,70+e8

Sumber: Data Hasil Olahan Penelitian, 2011

Berdasarkan hasil pengujian yang disajikan dalam Tabel 4.13 terlihat bahwa indikator pada variabel laten memiliki nilai lambda atau factor loading yang lebih besar daripada 0.40, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator tersebut secara bersama-sama menunjukkan unidimensionalitas untuk variabel latennya.

4.4.1.3 Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Orientasi Pasar Gambar 4.3

CFA Variabel Orientasi Pasar

Sumber: Data Hasil Olahan Penelitian, 2011

a. Uji Kesesuaian Model

Hasil pengujian kesesuaian model pada konfirmatori faktor analisis variabel orientasi pasar menunjukkan bahwa semua nilai goodness of fit yang ditunjukkan pada kolom hasil olah data telah memenuhi sebagian besar syarat yang ditunjukkan dalam kolom cut of value. Dengan demikian berarti konstruk-konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian telah memenuhi kriteria kelayakan sebuah model. Secara jelas kondisi tersebut dideskripsikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.14

Hasil Pengujian Kelayakan Model Variabel Manajemen Orientasi Pasar Goodness of Fit

Index

Cut-off Value Hasil Olah

Data

Evaluasi Model

Chi-Square < 3,841 (df=1; p=0,05) 0,525 Baik

Probabilitas ≥ 0,05 0,469 Baik

GFI 0,90 ≤ GFI < 1,00 0,997 Baik

AGFI 0,90 ≤ AGFI < 1,00 0,979 Baik

TLI 0,95 ≤ AGFI < 1,00 1,011 Marginal

RMSEA ≤ 0,08 0,000 Baik

CFI 0,95 ≤ CFI < 1,00 1.000 Marginal

CMIN/DF ≤ 2,00 0,525 Baik

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian, 2011

b. Nilai factor loading

Nilai factor loading dari masing-masing indikator pembentuk variabel manajemen pengetahuan memiliki nilai critical ratio > 1,96 dan tingkat P (signifikansi) < 0.05.

Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut secara signifikan merupakan dimensi dari variabel laten yang dibentuk. Hal ini ditunjukkan dalam tabel 4.15 berikut ini.

Tabel 4.15

Hasil Uji Regression Weights Pada Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Orientasi Pasar

Estimate S.E. C.R. P Label x9 <--- ORIENTASI PASAR_(OPS) 1.000 x10 <--- ORIENTASI PASAR_(OPS) 1.004 .112 8.981 *** par_1 x11 <--- ORIENTASI PASAR_(OPS) 1.035

Sumber : Data Hassil Olahan Penelitian, 2011

Variabel orientasi pasar dibentuk oleh tiga indikator. Variabel tersebut dicerminkan oleh indikator X9 (orientasi pelanggan) sebesar 0,80; X10 (orientasi pesaing) sebesar 0,81 dan X11 (koordinasi antarfungsi) sebesar 0,81. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa indikator yang dominan membentuk variabel orientasi pasar adalah orientasi pesaing dan koordinasi antarfungsi. Berikut ini ditampilkan penilaian model pengukuran variabel orientasi pasar (tabel 4.16) untuk melengkapi pembahasan ini.

Tabel 4.16

Penilaian Model Pengukuran Variabel Orientasi Pasar

Indikator Bentuk Persamaan

X9 X9= 0,80+e9

X10 X10= 0,81+e10

X11 X11= 0,81+e11

Berdasarkan hasil pengujian yang disajikan dalam Tabel 4.16 terlihat bahwa indikator pada variabel laten memiliki nilai lambda atau factor loading yang lebih besar daripada 0.40, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator tersebut secara bersama-sama menunjukkan unidimensionalitas untuk variabel latennya.

4.4.1.4 Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Inovasi Gambar 4.4

CFA Variabel Inovasi

Sumber: Data Hasil Olahan Penelitian, 2011

a. Uji Kesesuaian Model

Hasil pengujian kesesuaian model pada konfirmatori faktor analisis variabel orientasi pasar menunjukkan bahwa semua nilai goodness of fit yang ditunjukkan

pada kolom hasil olah data telah memenuhi sebagian besar syarat yang ditunjukkan dalam kolom cut of value. Dengan demikian berarti konstruk-konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian telah memenuhi kriteria kelayakan sebuah model. Secara jelas kondisi tersebut dideskripsikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.17

Hasil Pengujian Kelayakan Model Variabel Inovasi Goodness of Fit

Index

Cut-off Value Hasil Olah

Data

Evaluasi Model

Chi-Square < 3,841 (df=1; p=0,05) 1,138 Baik

Probabilitas ≥ 0,05 0,286 Baik

GFI 0,90 ≤ GFI < 1,00 0,993 Baik

AGFI 0,90 ≤ AGFI < 1,00 0,956 Baik

TLI 0,95 ≤ AGFI < 1,00 0,997 Baik

RMSEA ≤ 0,08 0,037 Baik

CFI 0,95 ≤ CFI < 1,00 0,999 Baik

CMIN/DF ≤ 2,00 1,138 Baik

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian, 2011

b. Nilai factor loading

Nilai factor loading dari masing-masing indikator pembentuk variabel manajemen pengetahuan memiliki nilai critical ratio > 1,96 dan tingkat P (signifikansi) < 0.05.

Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut secara signifikan merupakan dimensi dari variabel laten yang dibentuk. Hal ini ditunjukkan dalam tabel 4.18 berikut ini.

Tabel 4.18

Hasil Uji Regression Weights Pada Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Inovasi

Estimate S.E. C.R. P Label x12 <--- INOVASI (INV) 1.000

x13 <--- INOVASI (INV) 1.117 .105 10.594 *** par_1 x14 <--- INOVASI (INV) 1.000

Sumber : Data Hassil Olahan Penelitian, 2011

Variabel inovasi dibentuk oleh tiga indikator. Variabel tersebut dicerminkan oleh indikator X12 (inovasi produk) sebesar 0,82; X13 (inovasi teknis) sebesar 0,91 dan X14 (inovasi administratif) sebesar 0,77. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa indikator yang dominan membentuk variabel inovasi adalah inovasi teknis. Berikut ini ditampilkan penilaian model pengukuran variabel manajemen pengetahuan (tabel 4.19) untuk melengkapi pembahasan ini.

Tabel 4.19

Penilaian Model Pengukuran Variabel Inovasi

Indikator Bentuk Persamaan

X12 X1= 0,82+e12

X13 X2= 0,91+e13

X14 X3= 0,77+e14

Sumber: Data Hasil Olahan Penelitian, 2011

Berdasarkan hasil pengujian yang disajikan dalam Tabel 4.19 terlihat bahwa indikator pada variabel laten memiliki nilai lambda atau factor loading yang lebih besar daripada 0.40, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator tersebut secara bersama-sama menunjukkan unidimensionalitas untuk variabel latennya.

4.4.1.5 Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Kinerja Perusahaan Gambar 4.5

CFA Variabel Kinerja Perusahaan

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian, 2011

a. Uji Kesesuaian Model

Hasil pengujian kesesuaian model pada konfirmatori faktor analisis variabel orientasi pasar menunjukkan bahwa semua nilai goodness of fit yang ditunjukkan pada kolom hasil olah data telah memenuhi sebagian besar syarat yang ditunjukkan dalam kolom cut of value. Dengan demikian berarti konstruk-konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian telah memenuhi kriteria kelayakan sebuah model. Secara jelas kondisi tersebut dideskripsikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.20

Hasil Pengujian Kelayakan Model Variabel Kinerja Perusahaan Goodness of Fit

Index

Cut-off Value Hasil Olah

Data

Evaluasi Model

Chi-Square < 3,841 (df=1; p=0,05) 0,832 Baik

Probabilitas ≥ 0,05 0,362 Baik

GFI 0,90 ≤ GFI < 1,00 0,995 Baik

AGFI 0,90 ≤ AGFI < 1,00 0,967 Baik

TLI 0,95 ≤ AGFI < 1,00 1,004 Marginal

RMSEA ≤ 0,08 0,000 Baik

CFI 0,95 ≤ CFI < 1,00 1,000 Marginal

CMIN/DF ≤ 2,00 0,832 Baik

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian, 2011

b. Nilai factor loading

Nilai factor loading dari masing-masing indikator pembentuk variabel manajemen pengetahuan memiliki nilai critical ratio > 1,96 dan tingkat P (signifikansi) < 0.05.

Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator tersebut secara signifikan merupakan dimensi dari variabel laten yang dibentuk. Hal ini ditunjukkan dalam tabel 4.21 berikut ini.

Tabel 4.21

Hasil Uji Regression Weights Pada Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Kinerja Perusahaan

Estimate S.E. C.R. P Label x15 <--- KINERJA PERUSAHAAN_(KP) 1.000 x16 <--- KINERJA PERUSAHAAN_(KP) .840 .102 8.216 *** par_1 x17 <--- KINERJA PERUSAHAAN_(KP) 1.000

Sumber : Data Hassil Olahan Penelitian, 2011

Variabel kinerja perusahaan dibentuk oleh tiga indikator. Variabel tersebut dicerminkan oleh indikator X15 (keberhasilan produk baru) sebesar 0,86; X16 (persepsi kinerja keseluruhan) sebesar 0,72 dan X17 (pertumbuhan pangsa pasar) sebesar 0,83. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa indikator yang dominan membentuk variabel kinerja perusahaan adalah keberhasilan produk baru. Berikut ini ditampilkan penilaian model pengukuran variabel manajemen pengetahuan (tabel 4.19) untuk melengkapi pembahasan ini.

Tabel 4.22

Penilaian Model Pengukuran Kinerja Perusahaan

Indikator Bentuk Persamaan

X15 X15= 0,86+e15

X16 X16= 0,72+e16

X17 X17= 0,83+e17

Berdasarkan hasil pengujian yang disajikan dalam Tabel 4.22 terlihat bahwa indikator pada variabel laten memiliki nilai lambda atau factor loading yang lebih besar daripada 0.40, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator tersebut secara bersama-sama menunjukkan unidimensionalitas untuk variabel latennya.

Dokumen terkait